Jurnal_Daya_Saing_3_3

Pengaruh Stres, Konflik dan Hukuman Disiplin Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai

Tipe A3 Samarinda Kalimantan Timur
Susanto M. Wahyuddin ABSTRACT Target of this research are: (1) To analyse stress factor, conflict, and discipline penalization have an effect on work productivity in Service Toll office and Duty Type A3 Samarinda East Kalimantan; (2) To lay open most dominant fact or in influencing officer work productivity in Office Service Toll and Duty Type A3 Samarinda East Kalimantan. Technique intake of sampel conducted with aksidental sampling. The method used at this research is regressio logistic binary. Accuracy model test regretion used to assess accuracy model regretion in this research measured with Chi-Square value with Hosmer Test and Lemeshow. Result of logistic binary regresi analysis obtained that independent variable consisting of stres, conflict, and discipline penalization have an effect on positive and significant on work productivity. Result of B expectation test that is stres variable equal to 1,640, conflict variable equal to 1,364, and discipline penalization variable equal to 1,345. Result of Coefficient Beta test is stress variable equal to 0,495, conflict variable equal to 0,311, and discipline penalization variable equal to 0,296. From result of B expectation test and beta coefficient can be known that biggest stres variable contribution in influencing work productivity compared with conflict variable and discipline penalization. Keyword: stres, conflict, discipline penalization, and work productivity. A. PENDAHULUAN Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai salah satu instansi pemerintah yang berada di bawah naungan Departemen Keuangan RI berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 131/PMK.D1/2006, tentang organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan Republik Indonesia dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 133/KMK.01 /2006 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal Direktorat Jendral Bea dan Cukai, dalam melaksanakan tugasnya telah merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi di bidang kepabeanan dan cukai dengan melakukan reorganisasi. Ada beberapa faktor yang melatar belakangi perlunya reorganisasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor: 466/KMK .01/2006) antara lain: Perkembangan praktek perdagangan internasional, perdagangan teknologi informasi, meningkatnya tuntutan masyarakat, Reformasi bidang kepabeanan, dan Amandemen UU No. 10 tahun 1995 tentang kepabeanan dan UU No. 11 tahun 1995 tentang Cukai dengan UU No. 17 tahun 2006 tentang perubahan UU No. 10 tahun 1995 tentang kepabeanan. Selaku institusi pemerintah yang 1

Di sini jelas bahwa tujuan dari reorganisasi pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah agar tercipta organisasi pemerintah yang sensitif dan akomodatif. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pelayanan dan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai. promosi. perdagangan teknologi informasi. (2) Tugas dan fungsi yang sama diselenggarakan oleh 2 unit organisasi atau lebih. dengan jumlah pegawai yang hanya 66 orang dengan frekuensi pekerjaan yang cukup padat sebagai dampak dari reorganisasi.01/2006) yaitu: (1) Tugas dan fungsi operasional baik di bidang pelayanan maupun pengawasan secara umum. Pendidikan membutuhkan kolaborasi pelatihan training agar unggul dalam pelayanan profesional pada pusat sekolah kesehatan. dan cukai. (3) Tugas dan fungsi yang mempunyai output yang identik dilakukan oleh 2 unit organisasi atau lebih. ekspor.menyelenggarakan fungsi trade facilitation maka Direktorat Jenderal Bea dan Cukai senantiasa dituntut untuk menyempurnakan sistem dan prosedur pelayanan dan pengawasan sesuai perkembangan yang terjadi dalam praktek perdagangan internasional. sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas organisasi melalui pengelompokan kerja yang harmonis. Ketidaksempurnaan struktur organisasi yang berjalan selama ini mengakibatkan beberapa masalah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi antara lain: Struktur organisasi tidak relevan. Terdapat tiga kondisi yang mengindikasikan terjadinya tumpang tindih tugas dan fungsi pada unit organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor: 466/KMK. Kalimatan Timur. meminimalkan investasi pejabat dalam pengambilan keputusan serta mengotimalkan kinerja di bidang pengawasan. Hartati. baik secara individual maupun bersama-sama. Papa. 2005. terhadap perkembangan pelaksanaan tugas sebagai konsekuensi dan penyempurnaan yang dilakukan di bidang sistim dan prosedur pelayanan dan pengawasan baik di bidang impor. Pelatihan pada sekolah 2 . dan tugas dan fungsi tumpang tindih. Pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel pendidikan. kompensasi. Kalimatan Timur mengalami stres. konflik internal maupun eksternal. pengendalian kerja. dan konflik dalam organisasi terhadap motivasi kerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Karanganyar. dan dukungan supervisor signifikan dan berpengaruh langsung terhadap WLC. dalam rangka mempercepat proses penyelesaian kewajiban pabean. 2006. tugas dan fungsi tidak dapat dilaksanakan. memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda. Wong. Perubahan kebijakan pemerintah. Sebagai dampat dari reorganisasi tersebut tak jarang pegawai di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda. sehingga mengharuskan Pimpinan memberlakukan hukuman disiplin terhadap Pegawai yang melakukan pelanggaran. menuntut kesadaran dan motivasi yang tinggi dari pegawai. Hasil penelitian memperkirakan bahwa penawaran kerja. Dengan reorganisasi diharapkan dapat tercipta keselarasan pendayagunaan teknik informatika dengan SDM. Reorganisasi Departemen Keuangan yang dilakukan dalam rangka menciptakan organisasi yang dapat berfungsi sesuai dengan prinsip good govermance pimpinan Departemen Keuangan mereformasi dan mereposisi tugas dan fungsi unit-unit kerja di lingkungan departemen. khususnya pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan mempercepat program reformasi. 1998.

Kalimantan Timur. Terdapat konsekuensi serius bila menghindar atau kesalahan mengelola ketidak setujuan. prestasi kerja pegawai. d. b. menyimpulkan. dan 3 . Mengingat penelitian ini merupakan studi korelasional. Variabel Penelitian Variabel Penelitian terdiri dari variabel bebas (independent variable). resolusi dan hasil merupakan aspek utama dalam kepemimpinan. 2006. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda. Produktivitas Kerja dapat diukur dari kemampuan kerja pegawai.kesehatan memberikan muatan kedisiplinan dalam lembaga akademik. Hukuman Disiplin adalah hukuman yang diterapkan sebagai akibat tindakan dari seorang pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda Kalimantan Timur yang melakukan pelanggaran disiplin. hambatan. Penyebab konflik meliputi kesalahpahaman dalam berkomunikasi. dan suasana kerja. yaitu melalui penyebaran angket kepada karyawan/pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda. Konflik kerja keluarga ditemukan tidak mempengarhui kepuasan kerja. Pemimpin yang memiliki informasi dapat mencegah konflik secara efektif B. kelelahan secara emosional. atau permintaan akan apa yang dia inginkan dan hasilnya dipersepsikan tidak pasti dan penting. ketika orang berkolaborasi dalam bekerja. 4. dibutuhkan minimal 30 sampel untuk menguji ada tidaknya hubungan. Stres merupakan sebuah kondisi dinamis di mana pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda Kalimantan Timur dihadapkan pada pertentangan antara kesempatan. sifat individu dan nilai-nilai. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda Kalimantan Timur yang berjumlah 66 orang. METODOLOGI 1. Definisi Operasional a. Karatepe. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner. motivasi intrinsik dalam mempengaruhi hasil kerja dengan menggunakan data dari garis depan pekerja di hotel Northern Cyprus. atau menjalankan kegiatan bersama-sama. dan variabel tergantung (dependent variable). Variabel bebas (independent variable) meliputi stres (X1). Memahami sumber konflik dan kemajuannya. 2. konflik (X2). Kalimantan Timur. Harold (2006). emosi yang dikeluarkan. c. tujuan. Konflik adalah ketidaksetujuan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan sumber daya langka secara bersama-sama. Studi ini mengembangkan dan menguji sebuah model yang menginvestigasi pengaruh dari konflik kerja keluarga. atau karena mereka mempunyai status. 3. maka besarnya sampel yang diambil dalam penelitian ini ditetapkan 66 orang. Hasil mengunjukkan bahwa konflik kerja keluarga secara positif berhubungan dengan kelelahan emosional. konflik selalu muncul. 5. hal ini berdasarkan pendapat Kuncoro (2003:111) yang menyatakan untuk studi korelasional. nilai-nilai dan persepsi yang berbeda antar pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda Kalimantan Timur. Data dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari responden melalui jawaban kuesioner.

Model logistik. karena model tidak dapat memprediksi nilai obser-vasinya. Pada penelitian ini. variabel stres (X1) Korelasi antara ke sepuluh butir pertanyaan dengan skor total kesemuanya lebih besar dari r 0. Variabel tergantung (dependent variable) dalam penelitian ini adalah produktivitas kerja (Y). masing-masing adalah stres (X1). dilakukan dengan menggunakan persamaan : Dproduktivitas = β0 + β1X1+ β2X2+ β3X3+V Di mana Dproduktivitas adalah dummy produktivitas (dimana nilai 1 adalah tinggi. X2.244 (r hitung > r tabel). konflik (X2). 2001: 218). Butir pertanyaan yang mempunyai tingkat validitas tertinggi adalah pertanyaan nomor 6 dengan koefisien korelasi 0. 2001: 45). analisis untuk membedakan antara karyawan yang produktivitas kerjanya tinggi dan karyawan yang produktivitas kerjanya rendah. 2004. Kuesioner Kuesioner ini dimaksudkan untuk memperoleh data guna menguji hipotesis dan model kajian. sedangkan nilai 0 adalah rendah). 2) Pengujian Reliabilitas Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. 34). sehingga semua butir pertanyaan tentang variabel stres dinyatakan valid. dan hukuman disiplin (X3). Uji Validitas a. Model Analisis Regresi Logistik Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja dan mengapa digunakan alat analisis ekonometrika dengan menggunakan model regresi logistik. Analisis model regresi logistik binari. 2) Uji ketepatan Model Regresi Untuk menguji hipotesis digunakan model Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika nilai Croanbach Alpha > 0. dirancang untuk melakukan prediksi keanggotaan grup. 6.05. Uji Instrumen 1) Pengujian validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali. maka hipotesis nol ditolak yang berarti ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya. b. Metode Analisis Data a. Regresi logistik digunakan bila variabelvariabel prediktor (predictors) merupakan campuran antara variabel diskrit dan kontiyu dan distribusi data yang digunakan tidak normal (Wahyuddin. struktur organisasi. jika nilai Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test statistik sama dengan atau kurang dari 0.hukuman disiplin (X3). Instrumen Penelitian a. Jika nilai statistik Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit lebih besar dari 0. Uji Hipotesis a. sedangkan butir pertanyaan yang mempunyai tingkat validitas paling rendah adalah butir pertanyaan 4 . HASIL PENELITIAN 1. C. maka hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu memprediksikan nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat ditemui karena cocok dengan observasinya (Ghozali. Studi dokumentasi dan kepustakaan Studi dokumentasi dan kepustakaan diperoleh dengan mempelajari sumber data tertulis untuk memperoleh data sekunder mengenai karakteristik karyawan. yang Goodness fit model tidak baik. b. dan X3.593. sejarah organisasi.05. 2001: 42). dan data tertulis lainnya yang ada hubungannya dengan penelitian ini.60 (Ghozali. 7. X1. kehadiran karyawan.

sedangkan butir pertanyaan yang mempunyai tingkat validitas paling rendah adalah butir pertanyaan nomor 2 yaitu 0.019* 0.017* Hasil uji Reliabel Reliabel Reliabel Hasil data pengujian model regresi persamaan sebagai berikut.306. Butir pertanyaan yang mempunyai tingkat validitas tertinggi adalah pertanyaan nomor 8 dengan koefisien korelasi 0.729.467 Stres (X1) 0.296X3 (5.474 Konflik (X2) 0.495 5. Analisis Data 4.495X1 + 0.244 Konflik (X2) 0.132)** (5. Model Regresi Binary Logistic Tabel 2 Uji Koefisien Regresi Binary Logistic Variabel B Wald Konstanta -38.696 Sumber Data primer diolah (2007) sig 0. binary logistic dengan variabel dependen produktivitas kerja pegawai (Y) diperoleh Y= -38. Uji Reliabilitas Tabel 1 Uji Reliabilitas Angket Variabel Alpha R tabel Stres (X1) 0.577.nomor 8 yaitu 0. sedangkan butir pertanyaan yang mempunyai tingkat validitas paling rendah adalah butir pertanyaan nomor 1 yaitu 0.244 Sumber: Data primer diolah (2007) 3.311X2 + 0.696)* Keterangan: ( ) = Menerangkan nilai wald ** = Signifikan pada 1% 5 .8641 0.8364 0.311 7. sehingga semua butir pertanyaan tentang hukuman disiplin dinyatakan valid.244 (r hitung > r tabel).319. variabel konflik (X2) Korelasi antara ke 10 butir pertanyaan dengan skor total kesemuanya lebih besar dari r tabel 0.6578 0.084 10. 2.793.474)* (7.008** 0. Butir pertanyaan yang mempunyai tingkat validitas tertinggi adalah pertanyaan nomor 6 dengan koefisien korelasi 0.132 Hukuman disiplin (X3) 0.084+ 0. c.244 (r hitung > r tabel).001** 0. b. Hukuman Disiplin (X3) Korelasi antara ke 10 butir pertanyaan dengan skor total kesemuanya lebih besar dari r 0.244 Hukuman disiplin (X3) 0.296 5. sehingga semua butir pertanyaan tentang konflik dinyatakan valid.

3% (11/15).345** konflik dan hukuman disiplin. Untuk pimpinan Kantor Pelayanan terhadap produktivitas kerja pegawai dibanBea dan Cukai Tipe A3 Samarinda dingkan variabel konflik dan hukuman Kalimantan Timur. d.482 yang berarti > 0. D.640. rendah dengan kode nol (0) adalah 11 responden. Analisis Produktivitas Kerja 5. sedangkan observasi keseluruhan c. Hal ini ditunjukkan dari adalah 92.640) a.4/100).504 dengan nilai berpengaruh signifikan terhadap variabel signifikan sebesar 0. Dari hasil satu (1) ada 50 responden. konflik. menunjukkan bahwa variabel stres mempunyai pengaruh 2.640** stres terhadap produktivitas kerja pegawai X2 1. Uji Ketepatan Model Regresi Hasil koefisien regresi Logistik diketaDari hasil penelitian SPSS diperoleh hui bahwa semua variabel independen nilai Goodness adalah 6. tivitas kerja pegawai.4% (92.0% (50/51) atau aruh signifikan terhadap variabel produktivsecara keselurahan ketepatan klasifikasi itas kerja pegawai. Kesimpulan Nilai Exp (B) yang dilaporkan pada Hasil uji koefisien regresi diperoleh output SPSS dapat digunakan sebagai bahwa semua variabel independen yang petunjuk untuk mengetahui besarnya kontriterdiri dari stres. sedangkan prediksi pegawai stres. Hal ini Sumber: Data primer olah (2007) ditunjukkan dari besarnya nilai Exp (B) = Keterangan: ***= Signifikan pada α=0. atau nilai Exp (B) diatas. Uji Koefisien Regresi sebanyak 15.05 variabel yang lain. konflik.05 atau 5 persen. kerja pegawai. dan hukuman disiplin terhadap yang produktivitas kerja tinggi dengan kode produktivitas kerja pegawai.640 yang paling besar dari nilai Exp (B) ** = Signifikan pada α=0. dan variabel stres memberikan kontribusi yang variabel hukuman disiplin terhadap produkpaling besar dibandingkan variabel lain. Hal ini juga dapat dilihat dari besarnya nilai koefisien Beta variabel Melihat besarnya nilai ekstektasi B stres paling besar yaitu 0.345 bahwa kontribusi yang diberikan variabel X1 1. Berdasarkan 6 . PENUTUP d. nilai signifikansi Wald < 0. dan nilai Exp (B) Variabel Independen Nilai Exp (B) variabel hukuman disiplin sebesar 1. Jadi ketepatan klasifikasi Uji signifikansi pengaruh variabel 73. jadi bahwa semua variabel independen berpengketepatan klasifikasi 98. bahwa bahwa variabel stres.364. produktivitas kerja pegawai. sedangkan hasil analisis regresi binary logistic diketahui observasi keseluruhan sebanyak 51.* = Signifikan pada 5% Persamaan di atas dapat ditafsirkan disiplin. Menurut Hal ini menunjukkan bahwa model dapat prediksi pegawai yang produktivitas kerja diterima. Uji Ekspektasi B 1. Dari hasil uji ekspektasi B atau Exp (B) diketahui nilai Exp (B) variabel Tabel 3 stres sebesar 1. 495.05. variabel konflik. dan hukuman busi yang diberikan masing-masing variabel disiplin signifikan terhadap produktivitas terhadap produktivitas kerja pegawai. Saran yang lebih besar (nilai Exp (B) = 1.01 1.364*** yang paling besar dibandingkan variabel X3 1. nilai Exp (B) variabel Uji Ekspektasi B konflik sebesar 1. Hal ini menunjukkan.

2001. Hartati. 1999. Analisis pengaruh pendidikan. exhaustion. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Malayu.. Ghozali. Rineka Cipta. Horalds. 2003. Faustino Cardoso. 2005. Namun perlu diperhatikan bahwa stres yang berkelanjutan dapat berakibat negatif bagi pegawai. Work Stress and Health ’95. 2001. Selain memberikan tekanan disarankan pimpinan dapat menciptakan konflik fungsional. M. Semarang. PT. SP. 1995. and Uludag. Manajemen Edisi 2.2. Yogyakarta. 1. promosi. 1999. 62. Dear. Badan Peneribit Universitas Diponegoro. P. 2006. 62. perlunya diadakan penelitian tentang pengaruh variabel lain yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai selain variabel yang telah diteliti.. Vital Speeches of the Day. Arikunto.. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Suad Husnan. 1995. Academic Research Library. Manajemen Personalia. Suharsimi. Yogyakarta. Organisasi dan motivasi. Conflict Management and Resolution. Jay and Wood. Academic Research Library. Beverly. MD. Jakarta. Yogyakarta: Andi Offset. Nov 1. dengan adanya tuntutan maka pegawai di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda Kalimantan Timur akan lebih giat dalam melaksanakan tugastugasnya.. 2001. Orhan. Handoko. kompensasi. Imam. Nov. Universitas Muhammadiyah Surakarta. DAFTAR PUSTAKA Alwi. Work Stress and Health’05. Dear. untuk itu pimpinan disarankan untuk memberikan tekanan kepada setiap pegawai akan tugas dan peran pegawai di Kantor. Untuk peneliti berikutnya.2 Karatepe. and motivation: A study 7 . Yogyakarta. Gomes. Penerbit bumi aksara. akan lebih baik bila tuntutan terhadap setiap pegawai tersebut diimbangi dengan pemberian reward. Hani. Jakarta. Hasibuan. Conflict. 2002. Heidjrachman. BPFE. b. 2005. karena dengan adanya konflik fungsional ini akan meningkatkan kreativitas pegawai dan meningkatkan kemauan karyawan untukbekerja lebih baik. A. BPFE. American College of Radiology Joseph. Manajemen Sumber Daya Manusia. Syafaruddin. Osman. dan konflik dalam organisasi terhadap motivasi kerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar. Joseph. Analisis Multivariate dengan program SPSS. BPFE.hasil analisis data faktor stres adalah paling dominan dalam mempengaruhi tingkat produktivitas kerja pegawai.

Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor: 131/PMK. Syafri. Rineka Cipta. Bumi Aksara. Jakarta.10.Patricia. Bandung. 2003. Wahyuddin. ROC. Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. via Mersin 10. Komunikasi Organisasi. Ming Chuan Univercity. Jakarta. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tourism Management. 2004. Kuncoro. 2003.. Jakarta: PT. Yogyakarta. Dec 1998. International Journal of Hospitality Management. The Journal of School health. A. Yih-Jehn. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Suprihanto.. Simamora. Muhammad. Carol. Graduate Institute of Management. tentang Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Reorganisasi di Siagian.. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ghalia Indonesia. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Soekidjo.. Chuang North Road. Sec 5. UPP AMP YKPN. 2003. John. 2003. Industri dan Orientasi Ekspor: Dinamika dan analisis Spasial. Turkish Republic od Northern Cyprus. Notoatmojo. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. 1998. Eastern Mediterranean University. Perilaku Organisasi. P. Metode Penelitian Bisnis. Sondang. Academic Research Library. 8 . Yogyakarta.. Mahmudi.D1/2006. Turkey. The role of job control and job support in adjusting service employee’s work-to-leisure conflict. 68. Jakarta. Alfabeta. Rector. 2003. 2005. and Lin . Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. et al. STIE YKPN. 250. PT. Yogyakarta. Interdisciplinary Collaborative Training for School-Based Health Professionals. Mangkuprawira. School of Tourism and Hospitality Management. Stone. Mudrajad. Gazimagusa. Jakarta. 2004.of frontline employees in Northern Cyprus hotels. Muhammadiyah University Press. Surakarta. 2002. Jo-Hui. Rineka Cipta. 2006. 2002. M. Taipei. Arni. Henry. Cherie. 111 Taiwan. Sugiyono. Papa. Wong. Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful