Anda di halaman 1dari 1

Latar Belakang Program Fokus utama dari LSM afikri adalah fair trade.

Dengan kata lain lembaga ini mengusung perniagaan berkeadilan. Sebtan ini dekta dengan dengan sebutan bisnis yang ethis. Ada yang menyebutnya bisnis yang beretika dan berkelanjutan atau dekat dengan bisnis yang berbasis nilai-nilai spriritual. Saat ini apikri tercatat sebagai satu dari tujuh organisasi Indonesia yang manjadi anggota World Fair Trade Organization(WFTO). Sebleumnya organisasi ini bernama IFAT(International Federation of Fair Trade Organization). Jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan 34,4 juta pelaku bisinis di Indonesia. Program yang mahasiswa ikuti adalah kampanye fair trade di Yogyakarta yang berlokasi di taman pintar Yogyakarta. Semua organisasi fair trade di dunia telah menyepakati definisi yang sama tentang fair trade, yakni : fair trade adalah sebuah kemitraan dagang berdasarkan dialog, transparansi dan saling menghormati untuk mencari keadilan yang lebih luas dalam perdagangan internasional. Membantu pengembangan berkelanjutan dengan menawarkan persyaratan perdagangan yang lebih baik, menyelamatakan hak-hak produsen dan pekerja yang terpinggirkan(tidak diuntungkan) khususnya di Negara selatan. Dengan definisi ini organisasi fair trade 9didukung oleh konsumennya yang menduni) secara aktif terlibat dalam membantu produsen, peningkatan kesadaran dan kampanye untuk perubahan aturan dan praktek-praktek perdagangan konvensional. Organisasi fair trade di dunia telah memiliki standar tersendiri sebagai standar baku dalam perniagaan berkeadilan, yakni membuka kesempatan kerja, memiliki keterbukaan dan pertanggungjawaban, peningkatan kemampuan (capacity building), promosi fair trade, upah yang layak, keadilan gender, kondisi kerja yang aman dan sehat, menjamin tenaga kerja anak, lingkungan dan relasi dagang. Apikri atau organisasi fair trade lainnya yang secara pasti menerapkan standar di atas dapat mengajukan permohonan kepada WFTO. Kemudian, baru berhak menggunakan label fair trade. Apikri memiliki label itu dan 100% pasarnya ke fair trade trading. Agar setiap anggota konsisten dalam menenrapakan standar fair trade, maka WFTO memonitor (audit) secara rutin. Audit itu dilakukan oleh badan internasional yang independen. Para mitra trading (buyer) juga melakukan audit terhadap mitra suppliernya. Hasil audit yang bagus sendirinya bernilai promotif. Pasar fair trade akan semakin terbuka. Mereka cenderung membeli pada yang menerapakan standar fair trade secara benar daripada yang tidak. Tentunya WFTO punya kewajiban. Begitu pula mitra trading atau buyer. Diantaranya berupa informasi, promosi, peningkatan kemampuan managerial dan bisnis anggotanya, membantu scanning(diagnose organisasi dan bisnis) serta masih banyak lainnya sampai menkampanyekan fair trade ke seluruh dunia. Itulah latar belakang kegiatan apikri yang mahasiswa ikuti. yaitu kampanye fair trade di taman pintar Yogyakarta sebagai salah satu standar baku organisasi fair trade di dunia.