Anda di halaman 1dari 3

A.

Judul Optimalisasi Pelapisan Buah Strawberry (Fragaria spp) Dengan Menggunakan Chitosan Sebagai Anti Jamur Alami Untuk Memperpanjang Umur Simpan

B. Latar Belakang Masalah Perkembangan komoditas buah - buahan di Indonesia berjalan cukup pesat, ditambah dengan introduksi buah-buahan subtropik dari luar negeri yang ternyata dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik dalam kondisi iklim seperti di Indonesia. Salah satu buah subtropik yang telah lama dibudidayakan di Indonesia adalah strawberry. Strawberry merupakan buah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Daya tarik buah ini terletak pada warnanya yang merah mencolok dengan bentuk yang mungil, menarik, dan rasanya yang manis segar. Kerusakan hasil panen menujukkan kerugian yang utama pada industry pertanian. Selama penyimpanan dan pendistribusian buah strawberry (fragaria spp), kerusakan utama disebabkan oleh jamur ( kapang ) seperti Botrytis ceneria dan Rhizopus stolonifer. Kerugian ini dapat dikurangi sampai taraf tertentu dengan meminimalisir kerusakan fisiologis, mikrobiologis dan mengoptimalkan kondisi penyimpanan seperti suhu rendah dan tinggi atmosphere CO2 ( 15 20 % ) (El-Kazzaz,M. K, 1990). Negara penghasil utama strawberry di dunia adalah Amerika Serikat dengan produksi sekitar 224.000 ton per tahun. Dibandingkan dengan luar negeri, usaha strawberry di Indonesia masih tergolong pada skala kecil. Strawberry merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan pangsa pasar yang baik, dengan jumlah produksi untuk tingkat dunia sebesar 3.198.689 ton setiap tahunnya. Warna strawberry yang merah menyala, segar, aromanya yang khas, dan harganya yang relatif mahal membuat strawberry menjadi buah elit yang cukup digemari. Masalah utama strawberry adalah memiliki umur simpan yang rendah yaitu 1 - 2 hari, hal ini disebabkan karena strawberry memiliki kadar air yang tinggi sehingga mudah busuk akibat aktivitas enzim atau mikroorganisme khususnya jamur. Buah strawberry merupakan buah yang rentan dengan penurunan kualitas, untuk itu harus benar-benar memperhatikan berbagai aspek dalam penanganan strawberry ( Kader, A.A. 1992 ). Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kesegaran buah strawberry adalah dengan pelapisan lilin pada permukaan buah. Pelapisan lilin pada buah strawberry bertujuan untuk mencegah terjadinya penguapan air sehingga dapat memperlambat

kelayuan, menghambat laju respirasi, dan mengkilapkan kulit buah sehingga menambah daya tarik bagi konsumen. Pelapisan lilin dengan kepekatan dan ketebalan yang sesuai dapat menghindarkan keadaan aerobik pada buah dan memberikan perlindungan yang diperlukan terhadap luka/goresan pasda permukaan buah. (Onny U. 1999) Penggunaan anti jamur sejauh ini banyak digunakan untuk mengendalikan penyakit pada produk hasil panen. Program pengendalian secara kimia memiliki beberapa kelemahan diantaranya jumlah fungisida yang umum digunakan seperti penggunaan benomyl diluar pengawasan di beberapa negara dalam kaitannya dengan resiko kesehatan. Dengan demikian diperlukan alternative pengawet alami untuk mengendalikan penyakit pada buah hasil panen, salah satu bahan pengawet atau anti jamur tersebut adalah chitosan (Hirano, 1996). Chitosan (poly- -1,4-glucosamine) adalah serat alami yang dibuat dari kulit udang/rajungan dengan struktur molekul menyerupai selulosa (serat pada sayuran dan buahbuahan) bedanya terletak pada gugus rantai C-2, dimana gugus hidroksi (OH) pada C-2 digantikan oleh gugus amina (NH2). Chitosan bersifat alami sehingga chitosan tidak beracun dan tidak mempunyai efek samping bila dikonsumsi manusia. Chitosan memberikan aplikasi dengan cangkupan yang luas dalam industry pangan , meliputi pengawetan makanan dari mikroorganisme pembusuk, pembentukkan biodegradable film (lapisan tipis) dan

mengembalikan kandungan bahan yang hilang selama proses pengolahan. Selain itu chitosan dapat bertindak sebagai serat pangan dan sebagai bahan pangan fungsional. Chitosan telah diidentifikasi sebagai biopolymer alami yang serbaguna dalam pengawetan makanan yang berkaitan dengan bahan anti mikrobia terhadap mikroba pembusuk makanan khususnya jamur ( kapang ), mengaktivasi proses biologi pada jaringan tanaman antioksidan ( Peniston & Johnson, 1980 ). Secara objektif, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek dari pelapisan chitosan pada buah strawberry untuk menentukan apakah pelapisan chitosan secara langsung mempengaruhi pertumbuhan jamur pada strawberry dan umur simpan strawberry. dan juga sebagai bahan

C. Perumusan Masalah Berdasarkan paparan di atas maka, dapat dirumuskan masalah yang diteliti adalah: y Pengaruh pelapisan chitosan terhadap pertumbuhan jamur/kapang pada buah strawberry. y Pengaruh pelapisan chitosan terhadap umur simpan buah strawberry pada suhu tertentu.

y Konsentrasi chitosan yang sesuai dalam pengawetan buah strawberry dengan metode pencelupan.

D. Tujuan Penelitian Untuk mendapatkan metode pengawetan yang efektif guna mengatasi permasalahan umur simpan pada buah strawberry pada suhu tertentu, tingkat pertumbuhan mikroba pembusuk khususnya jamur ( kapang ), serta mendapatkan konsentrasi chitosan yang sesuai untuk mengawetkan buah strawberry.

E. Luaran yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari program ini adalah mendapatkan buah strawberry bernilai ekonomis tinggi yang memiliki daya simpan berjangka panjang dengan pengawet chitosan dengan konsentrasi tertentu yang aman untuk dikonsumsi.

F. Kegunaan penelitian Produsen dapat mengaplikasikan pemakaian chitosan pada konsentrasi tertentu dengan metode pencelupan secara efektif untuk mengawetkan dan memperpanjang daya simpan buah strawberry sehingga mendapatkan produk yang bernilai ekonomis tinggi.