Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan segala nikmat dan karuniaNya kepada kita semu. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi suri tauladan bagi seluruh umat. Dalam perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia hingga saat ini menunjukkan semakin banyak industri perbankan yang ingin membuka bank yang sesuai dengan prinsip syariah. Ini dikarenakan perbankan syariah merupakan perbankan yang memiliki sistem yang berbeda dengan perbankan konvensional, dan memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan di masa yang akan datang. Seiring dengan makin bertambahnya jumlah perbankan syariah yang beroperasi di Indonesia, jumlah dana yang berhasil dihimpun perbankan syariah juga terus bertambah. Pesatnya pertumbuhan dana masyarakat ini dipicu oleh beberapa faktor. Di samping karena kinerja bank syariah yang mengesankan, sistem bagi hasil yang ditawarkan perbankan syariah lebih stabil terhadap gejolak ekonomi makro. Di tengah terus menurunnya suku bunga perbankan konvensional, margin bagi hasil memberikan keuntungan yang relatif lebih tinggi dibandingkan bunga yang ditawarkan perbankan konvensional. Hal ini terjadi karena sistem bagi hasil diberikan berdasarkan nisbah (perbandingan bagi hasil) keuntungan yang disepakati saat nasabah membuka rekening.

II.

RUMUSAN MASALAH 1. 2.
Pengertian Marketing Mix

Hubungan antara variabel-variabel bauran pemasaran dengan pasar sasaran

A. ``Pengertian Marketing Mix Seperti yang telah kita diketahui, strategi pemasaran adalah himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju (target market) dalam jangka panjang dan tujuan perusahan jangka panjang (objectives), dalam situasi persaingan tertentu. Dalam strategi pemasaran ini terdapat strategi acuan/bauran pemasaran (marketing mix), yang

menetapkan komposisi terbaik dari keempat variable pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Marketing mix adalah kombinasi dari empat variable/kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran yaitu produk, harga, promosi dan distribusi. Atau dengan kata lain, marketing mix merupakan kumpulan variable-variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan/bank untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Keempat variable strategi acuan/baur pemasaran tersebut adalah:

a. Strategi produk b. Strategi harga c. Strategi penyaluran/distribusi d. Strategi promosi

Keempat strategi tersebut saling mempengaruhi, sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi, yaitu strategi acuan/bauran. Sedangkan strategi marketing mix merupakan bagian dari strategi pemasaran, dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan variable pemasaran yang dapat dikendalikan pimpinan perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran. Pemasar harus mengupayakan agar keempat variable dapat terpadu sehingga akan mempengaruhi tanggapan nasabah yang pada gilirannya akan dapat memberikan kepuasan-kepuasan dalam melayani nasabah.

A. Hubungan antara Variabel-variabel Bauran Pemasaran dengan Pasar Sasaran Setiap variable bauran pemasaran terdiri dari beberapa subvariabel lagi yang akan membentuk masing-masing bauran, yaitu produk mix, price mix, place mix, dan promotional mix. Dari masing-masing variable bauran pemasaran itu akan diarahkan pada pasar sasaran. Hubungan antara bauran pemasaran (4P) dengan pasar sasaran dapat diilustrasikan seperti berikut:

Bauran Produk (Price Mix)  Kualitas  Pembungkusan  Merk  Desain  Garansi  Pelayanan  Jalur produk

Bauran Produk (Price Mix)  Syarat2 penjualan  Potongan harga  Penetapan harga

PASAR SASARAN (TARGET MARKET)

Bauran Promosi (Promotional Mix)  Pengiklanan  Promosi penjualan  Penjualan pribadi  Publisitas

Bauran Distribusi (Place Mix)  Jenis saluran distribusi  Intensitas distribusi  Daerah penjualan  Pergudangan  Alat transport

a. Strategi Produk Sama halnya dengan perbankan konvensional, produk yang dihasilkan dalam perbankan syariah bukan berupa barang, melainkan berupa jasa. Ciri khas jasa yang dihasilkan haruslah mengacu kepada nilai-nilai syariah atau yang diperbolehkan dalam Al-Quran, namun agar bisa lebih menarik minat konsumen terhadap jasa

perbankan yang dihasilkan, maka produk tersebut harus tetap melakukan strategi differensiasi atau diversifikasi agar mereka mau beralih dan mulai menggunakan jasa perbankan syariah. Setiap bank di dalam mempertahankan dan meningkatkan penjualan dan share pasarnya, perlu mengadakan usaha penyempurnaan dan perubahan produk yang dihasilkan ke arah yang lebih baik, sehingga dapat memberikan daya guna dan daya pemuas serta daya tarik yang lebih besar. Strateginya adalah menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para nasabahnya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan bank dalam jangka panjang, melalui peningkatan penjualan dan peningkatan share pasar. Dalam strategi marketing mix, strategi produk merupakan unsur yang paling penting karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lain. Strategi produk yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang acuan/bauran produk (Product Mix), merk dagang (Brand), kemasan produk (Product Packaging), tingkat mutu atau kualitas dari produk dan pelayanan (services) yang diberikan. Tujuan utama strategi produk adalah untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan. Pada dasarnya, produk yang dipakai nasabh itu dapat dibedakan atas tiga tingkatan, yaitu:
o Produk inti (Core Product), merupakan inti yang sesungguhnya dari produk yang

ingin diperoleh oleh seorang konsumen (nasabh) dari produk tersebut.


o Produk formal (Formal Product), merupakan bentuk, model, kualitas/mutu, merek dan

kemasan yang menyertai produk tersebut.


o Produk tambahan (ougemented product), merupakan tambahan produk formal dengan

berbagai jasa yang menyertainya.

b. Strategi Harga merupakan satu-satunya elemen pendapatan dalam marketing mix.

Menentukan harga jual produk berupa jasa yang ditawarkan dalam perbankan syariah merupakan salah satu faktor terpenting untuk menarik minat nasabah.

Menterjemahkan pengertian harga dalam perbankan syariah bisa dianalogikan

dengan melihat seberapa besar pengorbanan yang dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan sebuah manfaat dalam bentuk jasa yang setimpal atas pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh konsumen tersebut. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan. Dalam penentuan baik untuk harga jual atau harga beli pihak bank harus berhati-hati. Sebab, kesalahan dalam penentuan harga akan menyebabkan kerugian bagi bank. Dalam menentukan harga harus dipertimbangkan berbagai hal, misalnya tujuan penentuan harga tersebut, hal ini disebabkan dengan diketahuinya tujuan penentuan harga tersebut menjadi mudah. Tujuan penentuan harga secara umum adalah sebagai berikut: 1) Untuk tetap survive 2) Untuk memaksimalkan laba 3) Untuk memperbesar market share 4) Mutu produk 5) Karena pesaing

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga: 1) Kebutuhan dana 2) Persaingan 3) Kebijaksanaan pemerintah 4) Target laba yang diinginkan 5) Jangka waktu 6) Kualitas jaminan 7) Reputasi perusahaan 8) Produk yang kompetitif 9) Hubungan baik

c. Strategi Tempat atau Penyaluran (Distribusi)

Melakukan penetrasi pasar perbankan syariah yang baik tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh tempat atau saluran distribusi yang baik pula, untuk menjual jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Menyebarkan unit pelayanan perbankan syariah hingga kepelosok daerah adalah sebuah keharusan jika ingin melakukan penetrasi pasar dengan baik. Dibutuhkan modal yang tidak sedikit memang jika harus dilakukan secara serentak atau bersamaan.

d. Strategi Promosi

Promosi merupakan salah satu konsep dari Marketing Mix, promosi lebih kepada menawarkan access/channel kepada pembeli. Bagaimana pembeli/nasabah bisa mendapatkan informasi yang lebih baik, bagaimana bank mengedukasi calon nasabah, maka promosi adalah salah satu medium yang tepat. Promosi juga akan menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan perbankan syariah. Dalam marketing, efektivitas sebuah iklan seringkali digunakan untuk menanamkan brand image atau agar lebih dikenal keberadaannya. Ketika brand image sudah tertanam dibenak masyarakat umum, maka menjual sebuah produk, baik itu dalam bentuk barang maupun jasa akan terasa menjadi jauh lebih mudah. Karena sifatnya yang accessible, maka Promosi memerlukan Channel untuk mempromosikan produk suatu bank. Saat ini misalnya, dengan adanya internet, channel begitu mudah diciptakan. Secara konservatif, bank bisa menyalurkan promosinya melalui agent individu (personal channel) maupun saluran nonpersonal (nonpersonal channel).

Daftar Pustaka: Assauri, Sofian. 2004. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Press Kartajaya, Hermawan. 2004. Marketing In Venus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Kartajaya, Hermawan. 2003. 9 Core Elements Of Marketing. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Kartajaya, Hermawan. 2004. Marketing Yourself. Jakarta : MarkPlus & Co. PENUTUP Demikian makalah yang dapat kami sajikan, semoga dapat menambah ilmu serta bermanfaat bagi kita semua. Adapun hasil yang jauh dari kesempurnaan banyak kekurangan merupakan upaya menjadi yang lebih baik. Oleh karena itu, kami mengharap kritik dan saran yang konstruktif sehingga dapat memperbaiki dalam makalah-makalah berikutnya.