Anda di halaman 1dari 4

PERSEPSI KONSUMEN Setiap orang bertindak dan mereaksi tindakan berdasarkan persepsinya masing-masing, bukan berdasarkan kenyataan yang

objektif. Reality atau kenyataan merupakan jumlah

fenomena personal, yang didasarkan pada kebutuhan, keinginan, nilai, dan juga pengalaman personal. Bagi pemasar, persepsi konsumen merupakan hal yang lebih penting dibandingkan pengetahuan mereka tentang realita, dengan kata lain pemikiran konsumenlah yang mempengaruhi sikap, kebiasaan membeli, kebiasaan menggunakan waktu luangnya, dll. Elemen-Elemen Persepsi Persepsi di definisikan sebagai proses dimana individu menyeleksi, mengatur, dan memaknai stimuli menjadi sebuah gambaran dunia yang bermakna dan koheren. Persepsi juga dapat dimaknai sebagai cara kita melihat dunia di sekitar kita. Beberapa konsep yang mendasari proses perceptual diantaranya : Sensation Sensasi adalah respon langsung dan segera dari organ sensor kepada stimuli. Stimuli itu sendiri merupakan beberapa unit dari masukan dari beberapa indera. Sensory receptors adalah organ tubuh manusi (mata, telinga, hidung, mulut, dan kulit) yang menerima masukan indera. Human sensitivity merujuk pada pengalaman dari sensasi. Sensasi itu sendiri bergantung pada perubahan energi dalam lingkungan dimana persepsi itu terjadi. Input sensori dapat menurun maupun meningkat, input sensori menurun saat kita berada pada lingkungan yang memberikan suatu sensasi yang kuat dan tak pernah berubah, contohnya apabila kita hidup di kota yang ramai dan padat lalu lintas maka kita sensori kita terhadap keramaian akan cenderung menurun. Sedangkan kita akan mencapai sensitifitas yang maksimal saat berada dibawah kondisi dengan stimulasi minimal.

The absolute Threshold Ambang absolute merupakan level paling rendah dimana seorang individu dapat memperoleh pengalaman sensasi tertentu. Poin dimana seorang individu dapat mendeteksi sebuah perbedaan antara sesuatu dan bukan apa-apa merupakan ambang

absolute orang tersebut terhadap stimulus. Sensory adaptation merupakan masalah yang menjadi konsentrasi bagi industri periklanan, hal tersebut yang menyebabkan merika seringkali mencoba untuk mengubah kampanye iklannya secara regular. Dalam usaha untuk memotong kekusutan dalam periklanan dan meyakinkan diri bahwa konsumen melihat iklan mereka maka beberapa pemasar mencoba untuk menambah masukan sensori.

The Differential Threshold Perbedaan minimal yang dapat di deteksi antara dua stimuli yang hamper sama dapat disebut sebagai ambang diferensial, atau just noticeable difference. Hukum Weber menyatakan bahwa awalan stimulus yang paling kuat, intesitas tambahan yang terbesar dibutuhkan untuk penerimaan stimulus berikutnya sebagai perbedaan. Menurut hukum Weber, level tambahan dari sebuah stimulus sepadan dengan jnd harus ditambahkan untuk sebagian besar orang sebagai penerimaan terhadap perbedaan antara hasil penjumlahan stimulus dan stimulus pada awalnya.

Marketing Applicantions of the J.N.D Hukum Weber memiliki aplikasi penting dalam dunia pemasaran. Pengusaha pabrik dan pemasar berusaha keras untuk menentukan jnd yang relevan untuk produknya untuk dua alas an yang berbeda : (1) perubahan yang negative (seperti pengurangan ukuran atau kualitas produk, atau kenaikan harga) adalah bukanlah sesuatu yang telah siap untuk diperlihatkan pada public, (2) perbaikan produk (seperti perbaikan dan perbaharuan kemasan produk, ukuran yang lebih besar atau harga yang lebih murah) merupakan sesuatu yang ditampakkan secara jelas pada konsumen dan biasanya terdapat perayaan yang cukup mewah. Saat suatu produk melakukan perbaikan, pemasar sangat ingin untuk bertemu dengan ambang diferensial konsumen, mereka ingin agar konsumen siap menerima berbagai perbaikan yang dibuat pada roduk asli. Pemasar menggunakan j.n.d untuk menentukan banyaknya perbaikan yang harus mereka lakukan pada produknya. Pemasar seringkali ingin meng-update desain kemasan produknya yang ada tanpa menghilangkan pengenalan konsumen yang telah dibangun oleh iklan yang secara

kontinyu menerpa konsumen tersebut. Contohnya apabila me re-launch kemasan produk yang baru dengan menggunakan brand ambassador yang sama sehingga orang-orang tetap ingat pada produk tersebut.

Subliminal Perception Seorang individu seringkali melakukan sesuatu dengan dimotivasi oleh tingkat kesadarannya, tapi tidak hanya itu, seseorang juga di stimulasi dibawah tingkat kesadarannya; olah karena itu mereka dapat menerima stimuli tanpa secara sadar menyadari bahwa mereka melakukan sesuatu. Stimuli yang terlalu lemah atau terlalu banyak brief secara sadar dapat dilihat atau didengar secara lebih kuat oleh sel penerima yang lebih banyak. Proses tersebut dinamakan subliminal perception karena stimulus berada dibawah ambang atau limen dari kesadaran meskipun tidak secara jelas berada dibawah ambang absolute yang melibatkan reseptor (Persepsi stimuli yang berada diatas level kesadaran secara teknik dinamakan supraliminal perception, meskipun persepsi tersebut biasanya merujuk pada persepsi yang lebih simpel) .

Evaluating the Effectiveness of Subliminal Persuasion Meskipun banyak studi yang dilakukan oleh akademisi dan peneliti sejak tahun 1950, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa iklan subliminal mampu meyakinkan orang-orang untuk membeli barang atau jasa dan juga tidak dapat mempengaruhi motif atau tidakan mengkonsumsi. Subliminal perception mengacu pada 2 pendekatan teoritis. Menurut teori yang pertama, stimuli repetisi yang konstan setiap minggu memiliki efek tambahan yang mampu membangun respon yang kuat diantara banyak presentasi. Pendekatan yang kedua merupakan dasar dari teori yang menyebutkan bahwa stimuli seksual subliminal menimbulkan motivasi ketidaksadaran seksual. Beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa iklan subliminal mungkin saja menyedaiakan kesempatan baru untuk memodifikasi tindakan antisocial melalui kampanye kesadaran public yang mengajak individu-individu untuk membuat respon umum sebagai saran yang mempertinggu penampilan personal atau memperbaiki sikap mereka.

Pengamatan terakhir pada bukti yang menunjukkan persuasi subliminal mengindikasikan bahwa jalan satu-satunya untuk teknik subliminal agar memiliki efek persuasi yang signifikan harus dilaksanakan selama periode waktu yang lama dan dilakukan repetisi pada keadaan yang cukup terbatas. The federal Communications Commission mengadopsi posisi pesan subliminal, apakah efektif atau tidak, adalah memiliki niat memperdaya konsumen, oleh karena itu menyebabkan kontradiksi.yang menarik bagi public.