Anda di halaman 1dari 24

Urtikaria penyakit kulit yang sangat sering dijumpai. Dapat terjadi secara akut dan kronik.

Walaupun patofisiologi dan penyebab yang kita curigai telah diketahui, ternyata pengobatan yang diberikan kadang-kadang tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Urtikaria

Suatu reaksi pada kulit yang timbul akibat pelebaran dan perembesan cairan dari pembuluh darah dermal yang ditandai dengan bengkak setempat, berwarna merah, memutih bila ditekan,disertai rasa gatal,tertusuk ataupun terbakar yang dapat berlangsung secara akut, kronik, atau berulang.

Hives, Nettle

rash Biduran Kaligata.

Menurut Sheldon (1951) umur rata-rata

penderita urtikaria ialah 35 tahun. Ditemukan 40% bentuk urtikaria saja, 49 % urtikaria bersama-sama angioedema, dan 11 % dalam bentuk angioedema. Ditemukan pada semua ras dan suku bangsa, dan berbagai kelompok umur.

Penyebab belum dapat di pastikan tetapi menurut para ahli kalau histamin dan mastosit yang memegang peranan penting.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan

pelepasan mediator mastosit dan basofil yang kemudian dapat menyebabkan timbulnya urtikaria : 1. Faktor non imunologik. 2. Faktor imunologik. 3. Faktor genetik. 4. Faktor pemberat (modulasi).

Urtikaria

terjadi karena vasodilatasi pembuluh darah dermal disertai permeabilitas kapiler yang meningkat, sehingga terjadi transudasi cairan yang mengakibatkan pengumpulan cairan setempat. Sehingga secara klinis tampak edema setempat disertai kemerah.

Berdasarkan lamanya serangan berlangsung, urtikaria dibedakan atas: 1. Urtikaria akut. 2. Urtikaria kronik.

Keluhan

utama biasanya gatal, rasa terbakar, atau tertusuk, tampak eritema dan edema setempat yang berbatas tegas, memutih bila ditekan. Ukuran lesi dapat bervariasi mulai dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. Lesi dapat berbentuk oval,asiformis,anuler,polisiklik atau serpiginosa (merambat )

Bentuk urtikaria dapat papular seperti pada

urtikaria akibat sengatan serangga, besarnya dapat lentikuler, numular sampai plakat. Bila mengenai jaringan yang lebih dalam sampai dermis, atau subkutan, submukosa atau mengenai beberapa alat dalam seperti saluran nafas dan saluran cerna disebut dengan angioedema.

Pemeriksaan darah, urin dan feses rutin. rutin. Pemeriksaan imunologi seperti kadar IgE, eosinofil dan komplemen. komplemen. Pemeriksaan histopatologi. histopatologi. Uji tempel. tempel. Tes eliminasi makanan

Diagnosis

ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gejala klinis yang khas yakni adanya oedem setempat yang timbul mendadak dan hilang secara perlahan-lahan,eritem, memutih bila ditekan disertai rasa gatal, rasa terbakar atau tertusuk

Urtikaria Eritema multiforme. Pitriasis Rosea. Dermatitis kontak dengan eksematisasi.

UMUM 1. Menghidari penyebab yang dicurigai dan faktor pemberat.Memberitahukan kepada pasien tentang penyakit urtikaria tersebut untuk tidak menggaruk lesi dan pentingnya mematuhi pengobatan.

Khusus 1. Topikal

o Antipruritus:Bedak tabur atau bedak kocok

(seperti bedak salisil atau smersel yang mengandung menthol 0,5%, acid salicyl 6%, oxyd zink 6%, kemicetin 2%, talk venetoium 20%, gliserin 10% dalam aquadest 20cc. 2. Sistemik o Antihistamin H1
Difenhidramin 25-50 mg, 4x1 cap/hari Metildifenhidramin 20-40 mg, 3x1/hari Chlorpheniramine maleat 4mg, 3x1 tablet/hari Loratadin 10 mg, 1x1 tablet/hari Terfenadin 10 mg, 1x1 tablet/hari

Kombinasi antihistamin 1 dan antihistamin 2 : Cimetidine : 200-400 mg, sehari


2-4 kali atau 800 mg sehari 1 kali waktu tidur malam.

Kortikosteroid.

 Metilprednisolon 4 mg/dosis, sehari 3 kali  Dexametasone 0,5-1 mg/dosis, sehari 3 kali

Pada umumnya prognosis urtikaria baik.

Urkiraria akut lebih baik daripada kronik,karena penyebabnya lebih mudah diketahui

Telah datang seorang pasien perempuan berumur 22 tahun, bangsa Indonesia suku Batak, agama kristen protestan, pekerjaan ibu rumah tangga ke poliklinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum dr.Pirngadi Medan pada tanggal 25 mei 2011 dengan keluhan utama bercak merah disertai dengan rasa gatal pada seluruh tubuh yang dialami pasien sejak lebih kurang 1 minggu ini.

Awalnya timbul bentol-bentol merah pada perut, karena gatal pasien menggaruknya. Semakin lama bentol semakin banyak dan menyebar ke seluruh tubuh. Pasien juga mengeluhkan bengkak pada daerah garukkan tetapi pasien berusaha mengobatinya namun karena tidak kunjung sembuh, pasien memutuskan untuk berobat ke poliklinik kulit dan kelamin RSU dr.Pirngadi Medan.

Dari pemeriksaan fisik dijumpai keadaan umum dan status gizi baik. Ruam berupa urtikaria, makula eritem crusta dan skuama halus Pada Regio generalisata. Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik maka diagnosa banding pasien ini adalah urtikaria, ptiriasis rosea, eritema multiform dan dermatitis kontak Diagnosa sementara pasien ini adalah Urtikaria.

Penatalaksanaan dari pasien ini adalah secara umum yaitu menghindari pakaian yang menyerap keringat dan tidak menggaruk lesi. Penatalaksanaan khusus dibagi dua yaitu terapi :
Topikal diberikan smearcell 2x/hari. Sistemik diberikan CTM 4 mg 3x1 tab,

Metilprednisolon 3x2 tab/hari

Diagnosa urtikaria pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Pada anamnesa dikeluhkan bentol-bentol kemerahan disertai dengan rasa gatal pada daerah tangan. Hal ini sesuai dengan gejala klinis yang di paparkan kepustakaan.

PROGNOSIS Prognosis dari pasien ini baik, apabila pasien mematuhi pengobatan.