Anda di halaman 1dari 21

Menghalangi masuk nya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita dan mobilisasi atau mematikan spermatozoa oleh

spermisid nya

keuntungan

kerugian

Mencegah kehamilan

Angka kegagalan relatif tinggi

Mengurangi insidens penyakit akibat hubungan seks.

Perlu di pakai secara konsisten,hati-hati dan terus menerus pada saat senggama.

Aktivitas dan spontanitas hubungan seks harus dihentikan sementara untuk memasang alatnya

Diafragma Kap serviks Spons Kondom wanita

Untuk mendapatkan efektivitas yang lebih tinggi, maka metode Barier intra-vaginal harus dipakai bersama-sama dengan spermisid.banyak faktor yg dpt mempengaruhi efektivitas dr metode ini adlh :
paritas Frekuensi senggama Kemampuan utk memekainya dgn benar Kebiasaan kebiasaan akseptor Motivasi akseptor utk mencegah kehamilan

Diafragma
Berbentuk mangkok, berkubah dengan pinggir alas yang fleksibel. dapat mencegah spermatozoa untuk memasuki serviks. Cara pakai nya : Posisi tubuh wanita untuk insersi diafragma dapat : Duduk pada pinggir/tepi kursi Tidur telentang dengan ke dua lutut ditekuk. Jongkok Berdiri dengan satu tungkai ditaruh pada tempat duduk kursi/toilet

diafragma+spermisid di pegang oleh 1 tgan,dgn jri tlunjuk&jri tngah bersma2 ibu jri memijat pinggir als diafragma smpai sling bersentuhan.

Tangan yg lain membuka bibir kemaluan

Pinggir als dpn diafrgma kmudian di tekan kblkng simpisis pubis.

Diafragma di msukkn kdlm vagina spanjang dinding posterior smpai sjauh mungkin.

keuntungan

Sangat efektif(bila di pkai dgn bnr) Aman Di awasi sendiri oleh pemakainya. Hnya di pkai bila di perlukan. Dpat di pkai saat haid(tpi tdk di anjurkan). Tidak mempengaruhi laktasi.

kerugian

Memerlukan tingkat motivasi yg tinggi dr pemakai. Wanita prlu mmgang/memanipulasi genetalianya sndri. u/ pmkaian awl prlu instruksi dr nakes yg terlatih. Mjd mhal bila sring di pkai,dsbbkn olh biaya spermsidy. Insersi relatif sukar. Bbrpa wnita mngeluh kebecekan krn spermisidy.

Insersi Kap Serviks :


Kurang lebih 1/3 bagian dari kap serviks diisi dengan spermisid Posisi tubuh wanita jongkok atau setengah tidur/duduk Pegang Kap serviks dengn jari telunjuk dan ibu jari dengan kubah menghadap kebawah sambil memijit pinggir alas kap serviks (bila terbuat dari karet / plastic lunak ) Tangan yang lain membuka bibir kemaluan Kap Serviks dimasukkan sepanjang dinding belakang vagina sampai mencapaii serviks Dengan jari telunjuk,pinggir alas serviks ditekan sekeliling serviks sampai kubah cervical cap menutupi ostium uteri dan ujung serviks dapat teraba dibawah kubah

Tidak terasa oleh suami saat senggama Kap serviks dpt di biarkn slma sluruh periode intermenstrual. Kap serviks hnya mntupi servik saja,shg tdk mmrlukan pngukuran ulang bilamna trjdi prubhan tonus otot vagina.

Efektif,meskipun tnpa spermisid

keuntungan

Jarang terlepas saat senggama.

Kerugian kap serviks : Pemasangan dan pengeluaran nya lebih sulit karena letak serviks yang jauh di dalam vagina.

spons berbentuk cekung (concaf) yang dimaksudkan untuk menutupi serviks dan mengurangi kemungkinan perubahan letak spons selama senggama Insersi Spons :
Mula2 spons di basahi dgn air sebnyk kira-kira 2 sendok mkn,llu di peras sckupy u/ mnghlngkn air yg brlbihan. ponge kemudian di msukkan kedlm vagina smpai mncpai serviks.

Melepaskan spermisid yg terkndung ddlmy

Cara kerja spons


Menjebak/mena ngkap spermtozoa kdlm spons
Mrpkn barier antra spermatozoa & serviks.

Riwayat Sindrom Syok Toksik (Toxic Shock Syndrome) Alergi terhadap polyurethane atau spersimid nya Ketidak mampuan wanita untuk melakukan insersi dengan benar

Efek Samping dan Komplikasi : Iritasi atau reaksi alergi (erythema vulva) yang umumnya disebabkan oleh spersimid nya Kemungkinan infeksi vagina oleh jamur bertambah

besar Kemungkinan timbulnya sindrom syok toksik (toxic shock syndrome) (10 per 100.000 akseptor per tahun)

Alat ini terdiri dari 2 cincin polyurethane yang lentur berbentuk diafragma yang terdapat pada masing-masing ujung dari suatu selubung lunak polyurethane yang longgar.Sebelum dipasang biasanya ditambahkan spersimid pada alatnya. Cincin dalam dipasang tinggi didalam vagina dan tidak perlu dipasang tepat menutupi serviks karena akan terdorong keatas selama senggama ; cincin luar menutupi labia dan dasar dari penis.

Hingga sekarang kondom wanita masih dikembangkan alasannya adalah karena pada kondom wanita dan diafragma biasa,kedua alat tersebut tidak menutupi daerah perineum sehingga masih ada kemungkinan penyebaran mikroorganisme penyebaran PHS.