Anda di halaman 1dari 19

Pendahaluan Seiring dengan ketatnya dan berkembangannya jaman, dan banyaknya saingan di dalam dunia manajemen ekonomi berbagai

perusahaan membangun strategi-strategi khusus untuk mengembangkan perusahaan dan memajukan perusahaan tersebut terciptalah cara jitu untuk membangun perusahaan dan mengembangkan hubungan antara perusahaan dan pelanggan yaitu dengan cara cepat untuk memperbaiki perusahaan yaitu cara berpikir cepat Six Sigma. Cara ini telah di uji oleh berbagai perusahaan-perusahaan besar seperti Hotel dll. Dan telah di akui oleh standar internasional dan mendapatkan sertifikat internasional.

BAB 1 Kisah sukses six sigma

Six Sigma adalah sebuah cara pintar untuk mengelola sebuah bisnis atau departemen. Six Sigma mengedepankan pelanggan dan menggunakan fakta dan data untuk mendapatkan solusi-solusi yang lebih baik. Inilah tiga bidang utama yang menjadi target menjadi target usaha Six Sigma : 1. Meningkatkan kepuasan pelanggan 2. Mengurangi waktu siklus 3. Mengurangi defect (cacat) Peningkatan di bidang-bidang tersebut biasanya menghasilkan penghematan biaya yang dramatis, juga peluang-peluang untuk mempertahankan para peanggan, masuk ke pasar baru, dan membangun repurtasi bagi penduduk dan layanan dengan performa/kinerja tinggi. Sekalipun melibatkan juga pengukuran dan analisa proses bisnis dari sebuah organisasi, Six Sigma bukan semata-mata inisiatif kualitas; Six Sigma adalah inisiatif bisnis. Untuk mencapai tujuan Six Sigma, diperlukan peningkatan incremental yang besar; juga mengharuskan adanya terobosan-terobosan di setiap bidang dari sebuah operasi. Dalam istilah statistic, mencapai Six Sigma berarti proses atau produk anda akan berkinerja dengan hamper tanpa cacat. Namun pesan Six Sigma melebihi sekedar statistic. Six Sigma adalah komitmen total dari pihak manajemen dan juga filosofi terhadap keunggulan, focus kepada pelanggan, perbaikan/peningkatan proses. Hal-hal baru dalam Six Sigma Berikut ini tiga karakteristik kunci yang membuat Six Sigma berbeda dengan program kualitas di masa lalu:
-

Six Sigma berfokuskan pelanggan. Nyaris merupakan sebuah obsesi untuk menjaga kebutuhan pelanggan eksternal tetap terlihat, dan

mengarahkan usaha perbaikan.

Proyek-proyek six sigma menghasilkan ROI 9return on invesnsment) yang besar. Six sigma mengubah bagaiman manajemen bekerja. Six Sigma lebih sekedar proyekproyek perbaikan.

BAB 2 Apa itu six sigma

Memahami Six Sigma tidak mengharuskan benyak keterampilan ataupun latar belakang dalam bidang statistic. Sebenarnya,apa itu Six Sigma dapat dijawab dengan banyak cara. Macam-macam definisi Six Sigma : 1. Ukuran statistic terhadap kinerja sebuah proses atau sebuah produk. 2. Tujuan yang mencapai nyaris sempurna untuk perbaikan. 3. System manajemen untuk mencapai kepemimpinan bisnis terdepan dan kinerja kelas dunia.

Six Sigma sebagai ukuran statistic Sigma adlah kependekan dari standar deviasi Standar deviasi adalah cara statiskal untuk menggambarkan seberapa banyak variasi terjadi dalam sekumpulan data, sekelompok item, atau sebuah proses. Contoh : misalkan anda menjalankan sebuah bisnis yang mengirim pizza ke kantor-kantor sekitar yang berdekatan. Anda membuat pizza yang sangat lezat dan mempunyai banyak pelanggan. Ukuran sigma dikembangkan untuk membantu :
-

Memfokuskan ukuran-ukuran kepada para pelanggan sebuah bisnis Memberikan satu cara yang konsisten untuk mengukur dan untuk membandingkan proses-proses yang berbeda

Langkah pertama dalam mengkalkulasikan sigma atau dalam memahami signifikansikannya adalah dengan mengetahui apa yang di harapkan oleh para pelanggan anda. Six sigma sebagai suatu tujuan Bahkan jika anda berada di jalur yang benar, anda akan berbalik jika anda hanya duduk di situ Will rogers humorist Ketika sebuah bisnis melanggar persyaratan penting dari pelanggan, maka bisnis itu akan menghasilkan cacat, complain, dan biaya. Semakin besar jumlah cacat yang terjadi, semakin besar pula biaya untuk mengkoreksinya, dan juga semakin besar resiko untku kehilangan para pelanggan. Idealnya perusahaan anda harus terhindar dari cacat tersebut. Dan buahnya adalah pendapatan yang tinggi dan kepuasan pelanggan. Tujuan six sigma adalah membantu orang dan proses guna memiliki aspirasi yang tinggi untuk mengirmkan produk dan layanan yang bebas cacat. Istilah zero defect tidak berlaku di sini; six sigma menyadari bahwa selalu ada potensi untuk menjadi cacat, bahkan dalam proses yang berjalan baik ataupun dalam produk yang dibuat dengan baik. Di masa lalu, bisnis mungkin mampu menghindar dari angka cacat. Namun secara mutlak cara mereka untuk menghindar bukanlah rumusan untuk sukses jangka panjang. Sebagai contoh, berikut ini beberapa fakta tentang efek riak dari kinerja sigma yang rendah : 1. Pelanggan yang kecewa akan member tahu 9 sampai 10 orang lainnya tentang pengalaman mereka yang tidak membahagiakan, bahkan lebih banyak lagi jika masalahnya tidak serius. 2. Pelanggan yang sama akan memberi tahu hanya lima orang jika sebuah masalah ditangani dengan memuaskan 3. 31 % pelanggan yang mengalami masalah layanan tidak pernah mengajukan complain, karena hal itu terlalu kacau tidak ada jalur kmomunikasi yang mudah atau karena tidak ada orang yang peduli.

Six sigma sebagai system manajemen Perbedaan signifikan antara six sigma dan program -program yang tampak serupa di masa lalu, adalah tinngkat di mana manajemen memainkan peran kunci dalam mengawasi hasil serta penncapaiann program. Sebagai contoh adalah Starwood Hotels, yang memiliki srta beroperasi seperti merek-merek hotel top seperti Westin, Sheraton dan beberapa hotel lainnya yang mewah. Starwood Hotels menunjukan bagaimana Six Sigma dicakupkan ke dalam manajemen. Di Starwood Hotels yang pertam kali mmeluncurkan program six sigma di industry rumah sakit, opera manajer di semu level bertanggung jawab untuk berbagai ukuran, yakni:  Kepuasan pelanggan  Kinerja proses kunci  Metric scorecard tentang bagaimana bisnis berjalan  Laporan laba-rugi  Sikap karyawan Rangkuman enam tema Six Sigma Kita dapat menyaring elemen-elemen kritis tentang Six Sigma kedalam enam tema. Prinsipprinsip tersebut didukung oleh banyak alat dan metode Six Sigma yang akan disajikan di sepanjang buku ini akan memberikan gambarann kepada anda tentang sepeti apa itu Six Sigma dalam organisasi anda. Tema Satu : Fokus Yang Sungguh-Sungguh kepada pelanggan Dalam Six Sigma, focus pelanggan menjadi priooritas atas sebagai contoh, ukuran-ukuran kinerja Six Sigma dimulai dengan pelanggan. Perbaikan-perbaikan Six Sigma di tentukan oleh pengaruhnya terhadapa kepuasan dan nilai pelanggan Tema dua : Mannajemen yang Digerakan oleh data dan fakta Ditingkat yang paling minimal, Six Sigma membantu para manajernya menjawab dua pertanyaan esensial untuk mendukung keputusan dan solusi yang di kendalikan oleh data. 1. Data atau informasi apa yang sungguh-sungguh saya perlukan? 2. Bagaimana kita menggunakan data/informasi tersebut untuk manfaat maksimum?

Tema tiga : proses adalah tempat di mana tindakan dimulai Entah berfokus pada perancangan produk dan layanan,mengukur kinerja, meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan, atau bahkan menjalankan bisnis, Six Sigma memposisiskan proses sebagai kendaraan kunci untuk meraih sukses. Tema empat : manajemen proaktif Dalam penjelasan paling sederhana, menjadi proaktif adalah bertindak sebelum terjadinya peristiwa, ketimbang beraksi terhadap peristiwa. Tetapi dalam dunia nyata, manajemen proaktif berarti membuat kebiasaan yang terlalu sering di abaikan dalam praktik bisnis, yakni : menentukan tujuan tujuan yang ambisius dan sering-sering menilainyamenentukan prioritas yang jelas. Tema lima : kolaborasi tanpa batas boundarylessnes atau tanpa batas adalah mantra jack Welch untuk sukses bisnis. Bertahuntahun sebelum meluncurkan Six Sigma, pemimpin GE itu bekerja untuk mematahkan penghalang-penghalang dan waktu memperbaikin team-work di lini atas, bawah, dan lintas lini organisasional. Tema enam : dorongan untuk sempurna, toleransi terhadap kegagalan Bagaiman anda didorong untuk mencapai tingkat sempurna tapi juga toleran terhadap kegagalan? Pada dasarnya, kedua ide tersebut saling melengkapi, tidak ada perusahaan yang akan memasuki Six Sigma tanpa meluncurkan ide-ide serta pendekatan-pendekatan baru yang senantiasa melibatkan beberap[a resiko. Untunglah teknik-teknik yang akan kami ulas, yakni teknik untuk meningkatkan kinerja, memasukan satu obat signifikan untuk manajemen resiko, sehingga kegagalan pun dibuat minimal.

BAB 3 SIX SIGMA DALAM ORGANISASI ANDA Jika organisasi anda memutuskan untuk mengimplementasikan Six Sigma, maka tidak ada informasi yang memberitahukan akan seperti seperti apa persisnya jalur yang nantinya akan seperti apa persisnya jalur yang nantinya akan anda lalui. Mengimplementasikan Six Sigma : Tiga jalur dasar Jalur dasar 1 : Tranfortasi Bisnis Apakah perusahaan anda akan kalah di pasaran, mengalami kerugian, gagal mengirim produk-produk baru? Memiliki pelanggan baru, aksusisi, atau teknologi yang menciptakan peluang untuk perbaikan organisasi? Dari pengalaman kami, para karyawan dan manager yang setia dapat sering merasakan perlunya perusahaan menanggalkan kebiasaan lama dan mentranformasi diri.bagi perusahaan dengan kebutuhan, visi dan dorongan untuk meluncurkan Six Sigma sebagai inisiatif perubahan berskala penuh. Tim yang di resmikan bersamasan dengan jalur transformasi bisnis s ering diminta untuk memperhatikan area-area proses kunci dan untuk merekomendasikan perubahan. Tim-tim ini mungkin memeriksa dengan cermat :
y y y y y y y

Bagaimana perubahaan mendistribusikan produk-produknya Keefektifan proses penjualan Pengembangan produk baru Complain pelanggan yang kritis Cacat produk dan masalah-masalah yang bbiasa terjadi System informasi yang kritis bagi pengambialan keputusan bisnis Pengurangan biaya berskala besar

Jalur dasar 2 : perbaikan strategis Jalur menegah ini menawarkan pilihan yang paling mungkin. Usaha perbaikan strategis dapat dibatasi pada satu atau dua kebutuhan bisnis kritis, dengan tim-tim dan pelatihan yang di tekankan pada peluang-peluang utama dan juga kelemahan-kelemahan utama.

Bisnis yang mengambil jalur perbaikan strategis (dari pengamatan kami), meliputi Johnson & Johnson, seans, American ekspress, dan sun mycrosystem. Berikut ini dua contoh dari pendekatan tersebut : 1. Sebuah perusahaan perlengkapan dan persediaan medis besar meluncurkan usaha Six Sigmanya untuk mengatasi isu-isu dalam cacat permanufakturan, biaya, dan produktifitas. 2. Seorang pemimpin dalam system dan software computer inovatif, memulai usaha Six Sigma b erskala perusahaan pada awal tahun 2000, sekalipun inisiatif itu digambarkan sebagai sebuah usaha transformasional, namun sejauh ini usaha tersebut berfokus terutama pada prioritas-prioritas yang terbatas. Jalur dasar 3 : pemecahan masalah Jalan ini merupakan jalur yang paling gampang untuk perbaikan Six Sigma. Target-target pendekatan itu masih terbatas pada masalah-masalah yang mendesak dan bersifat menetapacap kali merupakan masalah yang mendapatkab focus lebih dulu namun usaha perbaikanya tidak berhasil dengan orang-orang yang dilatih dalam seperangkat alat Six Sigma. Pendekatan pemecahan masalah ini paling baik bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan manfaat-manfaat Six Sigma tanpa menciptakan reaksi perubahan mayor didalam perusahaan, jika bisnis anda mengambil pendektan ini, ada kemungkinankuat bahwa hanya sedikit orang yang akan teribat secara signifikan dalam usaha Six Sigma anda. Manfaat pendekatan ini adalah focus pada isu-isu yang berguna dan mengatasi akar masalahnya. Sebagai contoh, perusahaan perusahaan besar yang bergerak di bidang reak estate, menjalankan kelas-kelas pelatihan dann menugaskan beberapa orang utnku bbekerja pada beberapa masalah kunci. Peran peran baru bagi manager dan karyawan Sekali manajemen memilih sebuah jalur dasar untuk Six Sigma, maka pekerjaan ini reel yang kemudian muncul adalah mengumpulkan para pemimpin bisnis, anggota tim, pemimpin tim, dan fasilitator. Beberapa peran dari orang orang ini dapat memiliki nama-nama seperti Black Belt.

Black Belt Barangkali dari semua peran, peran baru inilah yang paling kritis dalam Six Sigma. Black Belt adalah orang yang sepenuhnya didedikasikan untuk menangani peluang-peluang perubahaan kritis dan mengarahkan peluan tersebut guna mencapai hasil. Master Black Belt Di sebagian besar organisasi, master black belt berfungsi sebagai pelatih dan mentor atau konsultan untuk black belt yang bekerja pada berbagai proyek. Green Belt Green Belt adalah seseorang yang dilatih dalam kterampilan -keterampilan Six Sigma, acap kali untuk level yang sama sebagai Black Belt. Namun Green Belt masih memiliki tugasriil dan berfunsi sebagai anggota tim atau pemimpin Six Sigma paruh waktu. Champions dan Seorang atau Sponsor Sebutann ini biasa bagi usaha Six Sigma. Biasanya champion2 adalah seorang eksekutif ata manajer kunci yang mengawali dan mendukung (mensponsori) seorang Black Belt atau tim proyek. Champions atau seorang senior acap kali merupakan anggota Leadership Council, atau sterring committee, untuk bisnis. Dalam semua kasus, tanggung jawabb Champions adalah :
o Memastikan bahwa proyek tetap sejalur dengan tujuan bisnis keseluruhan dan

memberikan arah jika tujuan itu sendiri arahnya tidak jelas.


o Membuat supaya anggota-anggota tim kepemimpinan mendapatkan informasi

mengenai kemajuan proyek.


o Memberikan atau membujuk sumber daya yang di butuhhkan untuk tim, seperti

waktu, uang, dan bantuan dari pihak lain


o Memimpin, tinjauan-tinjauan terhadapbea cukai o Menegoisasi konfilk overlapping, dan hubungan-hubungan dengan proyek Six Sigma

Implementation leader

Peran ini mungkin mempunyai nama lain; Vice President Six Sigma, Cief Sigma Officer, Grand poobah. Dala usaha Six Sigma keseluruhan,individu inilah yangmenyusun music. Ia acap kali berada di level president. Tugas ini merupakan dengan tingkat stress tinggi penuh tuntutan, dengan tujuan-tujuan jangka pendek, visi jangka panjang, dan pertanggung jawaban.

Dalam konsekuensi dari peran-peran baru Bagi banyak orang, mengambil peran Six Sigma yang baru dapat sangat menggairahkan dan sekaligus menakutkann. Namun selam,a bertahun-tahun, sedikit sekali kami menemukan orang-orang yang menolak untuk mengambil peran baru tersebut, atau menolak tanggung jawab yang kadang-kadang tidak familier.  Jika anda sedang mempertimbangkan pesan baru Six Sigma, anda perlu bertanya kepada diri sendiri atau orang lain dalam organisasi, mengenai hal-hal berikut.  Jika ini tugas penuh waktu, berapa lama tugas ini akan berakhir, dan apa yang terjadi setelah saya menyelesaikan tugas Six Sigma?  Siapa yang akan menjadi bos selama tugas diberikan Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut dan pertanyaan lain aka bervariasi dengan keputusan-keputusan implementasi khusus dalam organisasi anda. BAB 4 PROSES PEMECAHAN MASALAH TIM SIX SIGMA (DMAIC)

Tim perbaikan,pemecahan masalah, dan perancangan proses , merupakan merupakan komponen yang paling visible dan aktif dalam sebuah usaha Six Sigma. Tim ini dibentuk untuk memecahkan masalah-masalah organisasi dan untuk menangkap peluang-peluang. Salah satu hal paling mengagumkan tentang tim Six Sigma adalah divertasi mereka : para anggota tim acap kali berasal dari departemen yang berbed-beda, demikian juga dengan level kerja mereka, latar belakang, keterampilan, dan senioritas. Dalam Six Sigma, jawaban untuk kebutuhan ini adalah DMAIC : Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control.

SIKLUS HIDUP TIM DMAIC Ada sejumlah tahap dalam siklus hidup untuk hamp[ir semua tim DMAIC. Namun tahap ini akan bervariasi dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. TAHAP 1 : MENGIDENTIFIKASI DAN MEMILIH PROYEK Dalam tahap ini, manajememn memeriksa daftar proyek Six Sigma yang potensial dan memilih proyek yang paling utama untuk ditangani oleh sebuah tim. Sangat disarankan untuk para pemimpin mengambil proyek berdasarkan 2M, yakni meaningful dan manageable. Proyek harus memiliki manfaat yang riil bagi bisnis dan para pelanggan d harus cukup an kecil sehingga tim dapat merampungkannya. Tantangan yang dihadapi oleh kelompok adalah mengartikulasikan dengan jelas kepentingan bisnis dari proyek tersebut. TAHAP 2 : MEMBENTUK TIM Tim dan juga pemimpin tim (Black Belt atau Green Belt) bergandengan tangan mengatasi masalah yang telah di indentifikasikan. Manajemen akan memilih anggota tim yang memiliki pengetahuan yang baik dalam menghadapi situasi yang dihadapi. TAHAP 3 : MEMBANGUN ANGGARAN DASAR Anggaran Dasar merupakan kunci yang memberikan panduan tertulis bagi masalah atau proyek. Anggaran Dasar meliputi dasar pemikiran untuk melakukan proyek, tujuan, rencana dasar dari proyek, cakupan dan pertimbangan-pertimbangannya, dan tinjauan terhadap peranperan dan tanggung jawabnya. Anggaran Dasar ini biasanya berubah sejalan dengan proyek DMAIC. TAHAP 4 : PELATIHAN TIM Pelatihan merupakan sebuah prioritas yang sangattinggi dalam Six Sigma. Focus pelatihan adalah proses dan alat-alat DMAIC. Setelah dua sampai lima minggu intersension, maka diberikan sesi pelatihan kedua, juga periode kerja yang lain dan juga minggu pelatihan yang lain.

TAHAP 5 : MENGERJAKAN DMAIC DAN MENGIMPLEMENTASIKAN SOLUSISOLUSI Hamper semua tim DMAIC bertanggung jawab untuk mengimplementasi solusi-solusi mereka, tidak hanya menyerahkannya kepada kelompok lain. Tim harus mengembangkan rencana proyek, pelatihan, uji coba, dan prosedur-prosedur untuk solusi yang mereka buat, dan bertanggung jawab baik terhadap pelaksanaan maupun keberhasilan slusi tersebut dengan mengukur dan memonitor hasilnya untuk periode waktu yang dianggap tepat. TAHAP 6 : MENYERAHKAN SOLUSI Pada akhirnya tim DMAIC akan bubar dan para anggotanya kembali ke pekerjaan regular mereka, atau pindah ke proyek lainnya. Penyerahan kadang-kadang ditandai upacara resmi yang di mana pemilik resmi solusi, menerima tanggung jawab untuk mempertahankan keuntungan yang telah diraih oleh tim. Anggota-anggota tim DMAIC memerlukan serangkaian keterampilan dan pengetahuan yang baru untuk diterapkan pada isu -isu yang muncul setiap hari. MODEL PEMECAHAN MASALAH DMAIC Keuntungan paling besar dari DMAIC adalah tujuh hal berikut ini : 1. Mengukur masalah. pada DMAIC, anda tidak hanya mengansumsikan bahwa anda mengerti masalahnya ; anda harus membuktikannya dengan fakta-fakta. 2. Memfokuskan pada pelanggan. pelanggan eksternal selalu penting, bahkan jika anda berusaha menghemat biaya dalam sebuah proses. 3. Menguji/membuktikan akar masalah. jika tim sudah mengakui satu akar masalah , maka itu sudah cukup. Tapi sekarang, dalam Six Sigma, anda perlu membuktikan akar masalah anda dengan data dan fakta. 4. Mematahkan kebiasaan-kebiasaan lama. solusi yang datang proyek-proyek DMAIC tidak boleh hanya mengubah sedikit proses-proses lama yang kaku. 5. Mengelola resiko. menguji dan menyempurnakan solusi menghapus virus merupakan bagian penting dari disiplin dan pengertian Six Sigma. 6. Mengukur hasil. tindak lanjut untuk semua solusi adalah membuktikan pengaruh riilnya ; lebih mengandalkan fakta-fakta. 7. Mempertahankan perubahan. bahkan best practice baru yang terbaik sekalipun dapat mati segera jika tidak dipelihara dan didukung. Membuat perubahan terus

berlanjut merupakan kunci final bagi pendekatan pemecahan yang lebih memberikan pencerahan.

LANGKAH 1 : MENENTUKAN MASALAH ( DEFINE )

Anggaran Dasar dari berbagai perusahaan biasanya mencakup hal berikut :

Masalah/peluang dan pernyataan tujuan : masalah spesifik apa atau kerugian yang mana yang sedang di tangani dan hasil apa yang diusahakan untuk dicapai

y y y y

Batasan/asumsi : keterbatasan apa yang dialami oleh proyek. Cakupan : seberapa banyak proses dan atau rentang isu yang ada dalam hidup. Para pemain dan peran : siap anggota tim, Champion, dan stakeholder lainnya Rencana-rencana awal : kapan setiap tahap (D, M, A, I, C) akan diselesaikan.

LANGKAH 2 : MENGUKUR ( MEASURE )

Langkah Measure memiliki dua sasaran utama, yakni :

1. Mendapatkan data untuk memvalidasi dan mengkuatifikasi masalah/peluang. Biasanya, ini merupakan informasi kritis untuk memperbaiki dan melengkapi Anggaran Dasar proyek yang pertama. 2. Memulai menyentuh fakta dan angka-angka yang memberikan petunjuk tentang akar masalah.

Tim Six Sigma memiliki tiga ukuran yang menjadi cara pandang bisnis mereka, yaitu : 1. Output atau hasil akhir : hasil akhir dari proses. Ukuran-ukuran output focus kepada hasil segera dan hasil akhir pada pengaruh-pengaruh dengan periode yang lebih panjang.

2. Proses : hal-hal yang dapat dilacak/ditelusuri dan diukur. Item-item ini biasanya membantu tim untuk memulai menyentuh akar masalah. 3. Input : hal-hal yang ada pada proses untuk mengubah output. Tentu saja, input yang buruk dapat menciptakan output yang juga buruk, jadi ukuran input juga membantu mengidentifikasi akar masalah.

LANGKAH 3 : MENGANALISA ( ANALYZE )

Salah satu prinsip dari penyelesaian DMAIC yang baik adalah memperhatikan tipe penyebab, sedemikian sehingga tidak membiarkan adanya bias atau pengalaman masa lalu membungkus penilaian tim. Beberapa kategori penyebab umum untuk dieksplorasikan adalah :       Methods : prosedur atau teknik yang digunakan untuk mengerjakan tugas. Machines : teknologi, seperti computer, pengkopi, atau peralatan pemanufakturan, yang digunakan dalam sebuah proses kerja. Materials : data, intruksi, angka atau fakta, form, dan file, yang jika rusak, dapat berpengaruh negative terhadap output. Measure : data salah yang dihasilkan dari pengukur. Mother nature : unsur-unsur lingkungan, dari cuaca sampai kondisi ekonomi, yang mempengaruhi bagaimana proses atau bisnis bekerja. People : sebuah variable kunci bagaimana menggabungkan semua unsure lain tersebut untuk menghasilkan result/output bisnis.

LANGKAH 4 : MEMPERBAIKI ( IMPROVE ) Langkah ini solusi dan tindakan adalah tempat dimana banyak orang yang digoda melompat tepat dari awal proyek. Mematahkan asumsi-asumsi dan melatih kreativitas lainnya. Membantu tim untuk mengocok pikiran dan pendekatan mereka, dan menghasilkan gagasan-gagasan dalam cara-cara yang baru. Begitu beberapa solusi potensial diusulkan, maka dilakukanlah analisis, dan digunakan beberapa kriteria termasuk biaya dan keuntungan/manfaat, untuk memilih solusi yang paling baik dan paling praktis. Namun DMAIC menemukan bahwa hal yang menyenangkan saat mereka mengetahui bahwa usaha mereka mulai membuahkan hasil, yakni cacat-cacat mulai berkurang, biaya menurun, dan para pelanggan dilayani dengan lebih baik.

LANGKAH 5 : KONTROL ( CONTROL )

Tugas-tugas khusus kontrol yang harus diselesaikan oleh Black Belt dan tim DMAIC adalah :

  

Mengembangkan proses memonitoring untuk melacak perubahan-perubahan yang harus ditentukan. Menciptakan rencana tanggapan untuk menangani masalah -masalah yang mungkin akan muncul. Membantu memfokuskan perhatian manajemen terhadap ukuran -ukuran kritis yang memberikan informasi terkini mengenai hasil akhir dari proyek (Y), dan terhadap ukuran-ukuran proses kunci (X)

Dari sudut pandang banyak orang, harus :    Menjual proyek melalui presentasi dan demonstrasi (menunjukan cara kerja atau hasil dari perbaikan proses) Menrahkan tanggung jawabproyek kepada mereka yang sehari-hari melakukan pekerjaan tersebut Memastikan dukungan dari manajemen untuk tujuan proyek jangka panjang.

BAB 5 PANDUAN BERHARGA UNTUK SIX SIGMA

Prinsip fundamental Six Sigma adalah orang-orang yang dilibatkan dalam pekerjaan sering kali diperlengkapi untuk memperbaikinya. Para pemimpin organisasi perlu memberikan arahan dan perlu terlibat langsung untuk memberikan dorongan dalam organisasi yang lebih baik. Salah satu trik tidak selalu mudah adalah Six Sigma menciptaka sebuah proses yang top-down dan juga bottom-up.

MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PRUBAHAN YANG DIAKIBATKAN OLEH SIX SIGMA

Ketika para pemimpin bisnis melakukan sebuah usaha serius untuk mengkomunikasikan rencana dan dasar pemikiran mereka mengenai Six Sigma, biasanya akan ada banyak pertanyaan yang tetap tidak terjawab. Biasanya pertanyaan itu muncul bukan usaha untuk membuat orang-orang tetap berada dalam gelap,tetapi ia muncul dalam dua fakta yang tak dapat dipahami, yaitu :

1.

Para pemimpin tidak dapat mengatasi membiarkan saja respon yang muncul semua pertanyaan pribadi yang muncul ketika orang-orang mengalami kebimbangan

2.

Menerapkan Six Sigma bukanlah suatu usaha hafalan langkah demi langkah, melainkan sebuah pengalaman belajar yang berkembang. Adalah biasa jika para pemimpin tidak memiliki jawaban yang tepat untuk banyak pertanyaan. Bahkan jika mereka memiliki jawaban pun acap kali berubah sepanjang waktu.

Aspek-aspek tertentu Six Sigma cenderung terjadi di setiap organisasi, dan dapat member tip untuk melakukan antisipasi dan bagaimana merespon kebimbangan orang-orang terhadap gelombang Six Sigma.

EXPERIENCE ( PENGALAMAN ) Entah sebagai anggota tim, Black Belt, atau karyawan dari sebuah proses kunci, yang akan mempelajari sekumpulan alat yang sangat penting dan powerful, untuk meningkatkan dan atau mendesain ulang kerja. Kita akan menguasai proses DMAIC yang merupakan standar industri yang baru untuk pemecahan masalah dan kita akan mampu memperlihatkan hasil konkret yang merupakan buah dari proyek. Kemampuan untuk membuat hal-hal tersebut terjadi, dan jumlah dokumentasi yang kita capai, menunjukkan besarnya aspirasi bisnis. Apapun latar belakang dan pengalaman teknis teknologi, operasi, sales, sumber daya manusia pengalaman Six Sigma akan memberikan semua perspektif manajemen bisnis yang begitu berharga dalam karirkita selanjutnya.

EXCITEMENT ( GAIRAH/SEMANGAT ) Six Sigma lebih menyenangkan ketimbang tipe sukses yang diraih oleh kebanyakan orang di pekerjaan mereka di masa lalu. Six Sigma menangani isu-isu riil yang mempengaruhi kemampuan kita melakukan pekerjaan dengan baik, untuk memahami bagaimana kita memberikan kontribusi, dan membuat perbedaan.

ENLIGHTENMENT ( MENJADI SOROPTAN ) Banyak orang menemukan bahwa member perhatian kepada pelanggan, proses, dan data, merupakan suatu terobosan dalam cara mereka melihat dunia dan menangani masalah. Six Sigma bahkan dapat membantu kita menangani masalah -masalah di rumah, karena belajar mengajukan pertanyaan dengan cara yang lebih baik dan membuat keputusan berdasarkan fakta.

BAB 6 PERALATAN SIX SIGMA

Six Sigma berisi banyak alat membantu orang untuk membuat keputusan dengan lebih baik, memecahkan masalah, dan mengelola perubahan. Hati-hati jika mengansumsikan bahwa Six Sigma dan alat-alat Six Sigma adalah hal yang sama. Menggunakan terlalu banyak alat, membuat alat tersebut terlalu rumit, atau menuntut digunakannya alat tersebut ketika alat itu kurang dapat membantu, akan mendiskreditasikan tujuan -tujuan Six Sigma. Berikut ini tip bagi pengguna alat-alat Six Sigma :    Gunakanlah hanya alat-alat yang membuat kita untuk dapat melakukan tugas kita. Usahakan sedapat mungkin untuk selalu sederhana Jika sebuah alat tidak membantu, berhentilah dan sesuatu yang lain

Kesimpulan Buku ini menjelaskan tentan bagaiman cara membangun suatu perusahaan yang telah terpuruk dan cara membangun perusahaan yang baru. Buku inipun menjelaskan tentang bagaimana cara menjalin hubungan baik dengan perusahaan lain dan pelanggan. Buku ini sangat bermanfaat sekali demi membangun perusahaan yang lebih baik lagi Buku inipun . menujukan bagaimana cara-cara untuk membangun perusahaan yang baik.