Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN BANDWITH MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK

PROPOSAL TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Melakukan Penulisan Tugas Akhir Program D-3

Oleh M IHSAN FAUZI NIM : 312008064

PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK SUKABUMI 2011

LEMBAR PERSETUJUAN

MANAJEMEN BANDWITH MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh M IHSAN FAUZI NIM : 31200805664

Menyetujui, Ketua Jurusan Teknik Komputer

Ismail Goro, ST

1.

Judul

MANAJEM BANDWITH MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK 2. Latar Belakang Kebutuhan akan akses Internet dewasa ini sangatlah penting. Baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Pembagian bandwidth atau Memanajemen Bandwith Menggunakan Router Mikrotik pada setiap host/user adalah satu bagian yang penting untuk dilakukan bagi penyedia layanan internet. Router Mikrotik adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Router Mikrotik, ini adalah Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Router Mikrotik sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil. Begitupula dengan bandwidth dengan menggunakan mikrotik os, kita semua tahu bahwa jasa warnet atau apa saja yang melayani jasa jaringan (internet) bahwa sebuah bandwidth adalah bagian terpenting dari sebuah jaringan, oleh karena itu besar bandwdith atau management bandwidth sangat di perhitungkan demi terciptannya akses yang cepat dan fleksibelagar memaksimalkan koneksi internet sesuai dengan kebutuhan di setiap bagian perlu adanya manajemen bandwith untuk membagi besarnya Bandwidth yang di butuhkan. Salah satu bentuk management bandwidth yang sangat mudah dan efisient digunakan oleh setiap penyedia layanan jasa internet karena dengan menggunakan bandwidth setiap host/user akan mendapatkan bandwidth dengan kadar atau ukuran yang sama tanpa mengganggu bandwidth dari user/host yang lain. Untuk mengatasi permasalahan diatas, perlu dibangun sebuah system untuk Memanajemen Bandwith Menggunakan Router Mikrotik. yang berfungsi untuk membagi bandwith yang di butuhkan masing masing unit komputer agar dapat memaksimalkan penggunaan internet. Dengan ini penyusun mengajukan judul. MANAJEM BANDWITH

MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK .

3. a)

Perumusan Masalah Bagaimana membangun PC router dengan sistem operasi Mikrotik.

b) Bagaimana cara menkonfigurasi memanajemen bandwidth dengan router Mikrotik agar memaksimalkan penggunaan internet di setiap unit computer. 4. Batasan Masalah Agar permasalahan yang dikaji lebih terarah dan mendalam, masalahyang akan dibahas adalah tentang bagaimana instalasi router denganMikrotik, serta bagaimana menkonfigurasi dan memanajemen bandwithdengan menggunakan Mikrotik agar memaksimalkan penggunaan internetdi setiap unit komputer. 5. Tujuan dan Manfaat Tujuan yang ingin dicapai adalah : Terwujudnya Router Mikrotik yang dapat memanajemen bandwidth di setiap unit komputer dapat di gunakan dengan maksimal dan sesuai dengan kebutuhan bandwidth di setiap bagian unit komputer. Manfaat yang diharapkan adalah : a) b) c) d) Semua komputer dapat menggunakan internet dengan lancar dan stabilwalaupun semua unit komputer menggunakan internet dalam waktu yangbersamaan. Semua bagian unit komputer mendapatkan bandwidth sesuai dengan kebutuhan koneksiinternet. Memaksimalkan Bandwidth di semua unit komputer. Membantu admin dalam mengontrol bandwidth. Manfaat dari penelitian tugas akhir ini adalah : Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai sistem jaringan yang penulis buat ini. Selain itu, bagi penulis khususnya penelitian ini merupakan syarat kelulusan program studi Teknik Komputer Politeknik Sukabumi.

Penulis

Warnet

Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja dan memudahkan petugas Operator dalam menangani permintaan para pengguna / client yang bermain. Dapat digunakan sebagai bahan referensi serta sebagai bahan masukan untuk penelitian di masa yang akan datang. 6. Pertanyaan Penelitian

Pihak Lain

1. Bagaimana perancangan sistem jaringan manajemen bandwith di Warnet tersebut? 2. Bagaimana cara memanajement bandwith di Warnet tersebut? 7. Metode Penelitian Dalam penulisan laporan Tugas Akhir penulis akan menggunakan metode metode sebagai berikut : 1. Interview/Wawancara Penulis melakukan wawancara atau tanya jawab secara langsung dengan pihak pihak yang menjadi sumber informasi. 2. Observasi Penulis melakukan pengamatan terhadap semua kegiatan yang dilakukan selama penelitian. 3. Library Research/Kepustakaan Penulis melakukan studi pustaka terhadap semua sumber informasi dalam media cetak, baik itu buku buku atau modul dari mata kuliah yang telah didapatkan, dan pemanfaatan media internet. 4. Dokumentasi Penulis mendapatkan informasi dari dokumen dokumen yang berasal dari perusahaan tempat pelaksanaan penelitian. 8. Landasan Teori Bandwidth adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak datayang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Istilah iniberasal dari bidang teknik

A. Pengertian Bandwith

listrik, di mana bandwidth yang menunjukkantotal jarak atau berkisar antara tertinggi dan terendah sinyal pada salurankomunikasi (band). Banyak orang awam yang kadang menyamakan artidari istilah Bandwidth dan Data Transfer, yang biasa digunakan dalaminternet, khususnya pada paket paket web hosting. Bandwidth sendirimenunjukkan volume data yang dapat di transfer per unit waktu.Sedangkan Data Transfer adalah ukuran lalu lintas data dari website. Lebihmudah kalau dikatakan bahwa bandwidth adalah rate dari data transfer. Di dalam jaringan komputer, bandwidth sering digunakan sebagaisuatu sinonim untuk data transfer rate yaitu jumlah data yang dapatdibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (padaumumnya dalam detik). Jenis bandwidth ini biasanya diukur dalam bps(bits per second). Adakalanya juga dinyatakan dalam Bps (bytes persecond).Secara umum, koneksi dengan bandwidth yang besar/tinggimemungkinkan pengiriman informasi yang besar seperti pengirimangambar/images dalam video presentation.

B. Jenis - jenis bandwidth Terdapat dua jenis bandwidth yaitu : a. Digital Bandwidth Digital Bandwidth adalah jumlah atau volume data yang dapatdikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi dalam satuan bits persecond tanpa distorsi. b. Analog Bandwith Analog Bandwidth adalah perbedaan antara frekuensi terendahdengan frekuensi tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukurdalam satuan Hertz (Hz) atau siklus per detik, yang menentukan berapabanyak informasi yang bisa ditransimisikan dalam satu saat. C. Manajemen Bandwidth

Management Bandwith, adalah suatu alat yang dapat digunakanuntuk management dan mengoptimalkan berbagai jenis jaringan denganmenerapkan layanan Quality Of Service (QoS) untuk menetapkan tipe-tipelalulintas jaringan. sedangkan QoS adalah kemampuan untukmenggambarkan suatu tingkatan pencapaian didalam suatu system komunikasi data. Manajemen Bandwidth adalah pengalokasian yang tepat dari suatubandwidth untuk mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatulayanan jaringan. Pengalokasian bandwidth yang tepat dapat menjadi salahsatu metode dalam memberikan jaminan kualitas suatu layanan jaringanQoS = Quality Of Services). Manajemen Bandwidth adalah proses mengukur dan mengontrolkomunikasi (lalu lintas, paket) pada link jaringan, untuk menghindarimengisi link untuk kapasitas atau overfilling link, yang akanmengakibatkan kemacetan jaringan dan kinerja yang buruk. Maksud dari manajemen bandwidth ini adalah bagaimana kitamenerapkan pengalokasian atau pengaturan bandwidth denganmenggunakan sebuah PC Router Mikrotik. Manajemen bandwith memberikan kemampuan untuk mengaturBandwidth jaringan dan memberikan level layanan sesuai dengankebutuhan dan prioritas sesuai dengan permintaan pelanggan. 9. Mikrotik

1. Pengenalan Mikrotik

Gambar Logo Mikrotik

Mikrotik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakanuntuk memfungsikan komputer sebagai router.PC router tersebutdilengkapi dengan berbagai fasilitas dan alat, baik untuk jaringan kabelmaupun nirkabel.Mikrotik sekarang ini banyak digunakan oleh ISP,penyedia hotspot, ataupun oleh pemilik warnet. Pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC)mikrotik dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untukberbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenaldengan istilah routing. Sedangkan aplikasi yang dapat diterapkan denganMikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth),manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, systemhotspot, Virtual Privati Network (VPN) server dan masih banyak lainnya. (http://www.mikrotik.com). 2. Sejarah Mikrotik Mikrotik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia,bersebelahan dengan Rusia.Pembentukannya diprakarsai oleh John Trullydan Arnis Riekstins.John Trully adalah seorang berkewarganegaraanAmerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis,seorang sarjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995. John dan Arnismulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah meroutingseluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yangdikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronetberkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudianmelayani lima pelanggannya di Latvia. Prinsip dasar mereka bukanmembuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yanghandal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakantempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudahmembantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar400 pengguna. Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yangdikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5-15 orang staffResearch and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasaidunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf dilingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas danpihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara maraton. (http://www.mikrotik.com).

3. Jenis-jenis Mikrotik a. b. MikroTik RouterOS yang berbentuk software. Dapat diinstal padakompuetr rumahan (PC). BUILT-IN Hardware MikroTik. Dalam bentuk perangkat keras yangkhusus dikemas dalam board router, yang didalamnya sudah terinstalMikroTik RouterOS. 4. Fitur fitur Mikrotik a. Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama. MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dialon demand, modem pool hingga 128 ports. c. d. e. f. g. Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmukaethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi cepat. Bridge : Mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridgeinterface, bridging firewalling. Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaanburst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer topeer. DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay; DHCPClient, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases. Firewall dan NAT : Mendukung penyaringan koneksi peer to peer,source NAT dan tujuan NAT. Mampu menyaring berdasarkan MAC,IP address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol sepertiICMP, TCP Flags dan MSS. h. Nirkabel : Nirkabel gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukunglimit data rate, SSL ,HTTPS. i. IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmanngroups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkripsimenggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256; PerfectForwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5. j. ISDN : mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP,CHAP,MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128Kbundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol. k. M3P :MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links danethernet. b. Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, denganotentikasi CHAP, PAP,

l.

MNDP :MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukungCisco Discovery Protokol (CDP).

m. Monitoring / Accounting : Laporan Traffic IP, log, statistik graph yangdapat diakses melalui HTTP. n. NTP :Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasimenggunakan sistem GPS. o. Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP AccessConsentrator protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP,MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasidan laporan Radius; enkripsiMPPE; kompresi untuk PPoE; limit data rate. p. Proxy :Cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy;transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protocol SOCKS; mendukung parent proxy; static DNS. q. Routing :Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4. r. s. t. SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksidan jaringan. Simple Tunnel :Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP). SNMP :Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only. Frame Relay line protokol; ANSI-617d (ANDIatau annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenisLMI. v. Tool :Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH;packet sniffer; Dinamik DNS update. w. UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play. x. y. z. VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringanethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging. VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP. WinBox : Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasiMikroTik RouterOS serta VRRP yang mendukung Virtual RouterRedudant Protocol. (http://www.mikrotik.co.id).

u. Synchronous : V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC;

10. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tugas akhir yang digunakan adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Tujuan dan Manfaat, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan. BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini penulis menjelaskan mengenai teori-teori yang berkaitan dengan isi laporan Tugas Akhir. BAB III PENJELASAN OBJEK KAJIAN Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang gambaran umum instansi dan tinjauan terhadap sistem jaringan. BAB IV PEMBAHASAN HASIL HASIL PENELITIAN Dalam bab ini akan dibahas tentang hasil penelitian dan hasil pengujian yang dilakukan terhadap jaringan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan yang merupakan hasil dari penelitian dan saran saran dari penulis sebagai bahan pertimbangan instansi terkait.