P. 1
perencanaan Pondasi Dangkal-(Gedung Unimal)

perencanaan Pondasi Dangkal-(Gedung Unimal)

|Views: 769|Likes:
Dipublikasikan oleh iqlal Suriansyah
Perencanaan Pondasi Dangkal-(Gedung Unimal)
Perencanaan Pondasi Dangkal-(Gedung Unimal)

More info:

Published by: iqlal Suriansyah on Jun 29, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I

'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
1
BAB I
PENDAHULUAN

Pondasi didefinisikan sebagai bagian bangunan bawah tanah yang berfungsi
meneruskan beban konstruksi yang dilimpahkan melalui kolom ke lapisan tanah dasar
yang berada di bawah pondasi. Semua beban akan disalurkan pada pondasi tersebut,
baik dari bagian bangunan atas tanah (upper structure) maupun bagian bangunan
bawah tanah (sub structure). Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila
beban yang diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan atau daya
dukung tanah yang bersangkutan. Apabila kekuatan tanah dilampaui, maka akan
terjadi keruntuhan pada tanah atau penurunan yang berlebihan pada konstruksi. Oleh
karena itu dalam perencanaan struktur bawah seperti pondasi, perlu diperhatikan
sifat-sifat tanah bila tanah itu dilakukan pembebanan.
Masalah yang akan terjadi adalah penurunan (settlement) pada konstruksi
yang didirikan pada tanah tersebut dan terjadi retakan jika lapisan tanah mengalami
pembebanan. Konstruksi yang didirikan pada tanah tersebut biasanya akan
mengalami penurunan dan retakan yang berbeda, disebabkan karena massa tanah dan
beban yang diterima berbeda-beda.
Oleh karena itu, elemen-elemen pondasi harus direncanakan dengan baik,
pada tingkat kapasitas daya dukung yang aman dan batas penurunan sampai batas
yang dapat diterima. Walaupun demikian, akibat perancangan yang buruk, baik
karena kecerobohan dan kurangnya kemampuan merekayasa, dapat juga
menimbulkan masalah pada konstruksi tersebut.
Dalam perencanaan ini, konstruksi yang menjadi tinjauan adalah Gedung
Perkuliahan Universitas Malikussaleh yang terletak di Reulet kabupaten Aceh Utara
Nanggroe Aceh Darussalam . Konstruksi bagian bawah tanah (sub structure) yang
direncanakan adalah pondasi dangkal (pondasi tapak) yang berbentuk bujur sangkar.
Desain pondasi meliputi kedalaman perletakan tapak pondasi (D
f
) dan lebar tapak

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
2
(B), yang disesuaikan dengan beban yang bekerja di atas pondasi tersebut. Data tanah
yang digunakan untuk perencanaan pondasi Gedung ini adalah data sondir atau CPT
(Cone Penetration Test) yang dapat dilihat pada lampiran. Untuk perencanaan ditinjau
3 tipe pembebanan antara lain :
1. Tipe Besar → Untuk beban > 75 Ton diambil titik I6 (103,6 Ton)
2. Tipe sedang → Untuk beban 50 – 75 Ton diambil titik C3 (62,7 Ton)
3. Tipe kecil → Untuk beban ≤ 50 Ton diambil titik J6 (41,0 Ton)























PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
3
BAB II
METODE PERENCANAAN

2.1 Beban Rencana
Beban rencana dibutuhkan dalam menentukan jenis dan bentuk pondasi yang
direncanakan pada suatu konstruksi. Beban rencana yang ditinjau terdiri dari beban
mati dan beban hidup. Perhitungan beban rencana dilakukan dengan memperhatikan
beban mati dan beban hidup yang bekerja pada setiap bagian dari konstruksi
bangunan tersebut, dengan berpedoman pada Peraturan Pembebanan Indonesia (PPI)
1983.

2.1.1 Beban Mati
Beban mati merupakan berat sendiri dari kontruksi, baik bagian atas
(upper structure) maupun bagian bawah (sub structure) yang bersifat tetap. Berat
konstruksi bagian atas meliputi berat konstruksi kuda-kuda, berat penutup atap,
berat palfon, berat listplank, berat ring balok, berat balok, berat dinding, berat
lantai, berat balok lantai, berat sloof, dan berat perlengkapan lainnya yang bersifat
tetap. Sedangkan berat konstruksi bagian bawah adalah berat sendiri dari pondasi
yang direncanakan.
Untuk perhitungan dari berat sendiri bahan – bahan bangunan dan dari
beberapa komponen gedung yang harus ditinjau di dalam menentukan beban mati,
harus diambil menurut tabel 2.1 PPI-1983, yaitu sebagai berikut :
- Bj beton = 2400 kg/m
3

- Bj dinding bata = 1700 kg/m
3

- Bj tegel + spesi = 2200 kg/m
3

- Berat plafon + penggantung = 18 kg/m
2

- Bj kayu seumantok = 980 kg/m
3

- Berat atap genteng = 50 kg/m
2


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
4
2.1.2 Beban Hidup
Menurut PPI-1983, beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat
penggunaan gedung, termasuk di dalamnya beban-beban pada lantai, yang berasal
dari barang-barang yang berpindah, mesin-mesin, serta peralatan-peralatan
lainnya yang mendukung selama penggunaan konstruksi gedung tersebut.
Maka berdasarkan PPI-1983, dapat dilihat besarnya beban hidup yang
bekerja pada lantai gedung (Tabel 3.1 halaman 17), seperti berikut ini :
- Lantai sekolah, ruang kuliah, kantor, toko, toserba, restoran, hotel, asrama,
dan rumah sakit = 250 kg/m
2
 (poin c)
- Tangga, bordes tangga, dan gang dari yang disebut dalam poin c
= 300 kg/m
2
 (poin h)

Sedangkan koefisien reduksi beban hidup, dapat dilihat pada PPI-1983,
Tabel 3.3 halaman 21, seperti berikut ini :
- Lantai sekolah & ruang kuliah pada gedung pendidikan = 0,90
- Gang dan tangga pada gedung pendidikan dan kantor = 0,75

2.2 Klasifikasi Pondasi
Pondasi menurut Bowles (1983) dapat diklasifikasikan menjadi dua macam,
yaitu :
1. Pondasi dangkal, dinamakan sebagai alas, tapak, tapak tersebar atau pondasi
rakit (mats). Kedalaman umumnya D/B ≤ 1, namun bisa saja lebih.
2. Pondasi dalam, tiang pancang, tembok/tiang yang dibor, atau kaison yang
dibor. D/B ≥ 4 dengan suatu tiang pancang.

Berdasarkan pemakaiannya, pondasi dibedakan atas beberapa jenis seperti
berikut :
1. Pondasi untuk gedung (baik yang dangkal maupun yang dalam).

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
5
2. Pondasi untuk cerobong udara, menara radio dan menara televisi, pilar
jembatan, peralatan industri dan sebaginya (baik yang dangkal maupun yang
dalam).
3. Pondasi untuk pelabuhan atau bangunan laut.
4. Pondasi untuk mesin yang berputar.
5. Elemen-elemen pondasi untuk mendukung galian atau massa tanah seperti
untuk kepala (abutment) dan pilar jembatan, penahan butiran bijih logam,
batubara dan lain sebagainya.
2.2.1 Persyaratan Umum Pondasi
Sebuah pondasi harus mampu memenuhi beberapa persyaratan stabilitas
dan deformasi. Adapun persyaratan stabilitas dan deformasi antara lain :
1. Kedalaman harus memadai untuk menghindarkan pergerakan tanah lateral
dari bawah pondasi, khususnya untuk pondasi telapak dan pondasi rakit.
2. Kedalaman harus berada di bawah daerah perubahan volume musiman
yang disebabkan oleh pembekuan, pencairan dan pertumbuhan tanaman.
3. Sistem harus tahan terhadap penggulingan, rotasi, penggelinciran atau
pergeseran tanah.
4. Sistem harus aman terhadap korosi atau kerusakan yang disebabkan oleh
bahan yang berbahaya yang terdapat di dalam tanah.
5. Sistem harus cukup mampu beradaptasi terhadap beberapa perubahan
geometri konstruksi atau lapangan selama proses pelaksanaan dan mudah
dimodifikasi seandainya perubahan perlu dilakukan.
6. Metode pemasangan pondasi harus seekonomis mungkin.
7. Penurunan harus dapat ditolerir oleh elemen pondasi dan elemen
bangunan atas.
8. Pondasi dan konstruksinya harus memenuhi syarat standar untuk
perlindungan lingkungan.


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
6
Selain itu, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam
perancangan pondasi adalah :
1. Faktor aman terhadap keruntuhan akibat terlampauinya daya dukung harus
dipenuhi. Dalam hitungan daya dukung, umumnya digunakan faktor aman
(safety factor/SF) 3.
2. Penurunan pondasi harus masih dalam batas-batas nilai yang
ditoleransikan. Khususnya penurunan yang tidak seragam (differential
settlement) harus tidak mengakibatkan kerusakan pada struktur.

2.2.2 Pemilihan Jenis Pondasi Dangkal (D/B ≤ 1)
Jenis pondasi dangkal dapat dibedakan dalam beberapa model, yaitu :
1. Pondasi sebar, tapak dinding
Pemakaiannya : pada kolom-kolom individual; dinding.
Kondisi tanah terapan : setiap kondisi dimana kapasitas dukung memadai
untuk beban yang diterapkan. Dapat dipakai pada lapisan tunggal; lapisan
keras (firm) di atas lapisan lunak atau lapisan lunak di atas lapisan kaku.
2. Pondasi tapak kombinasi
Pemakaiannya : dua sampai empat kolom pada tapak dan atau ruang
terbatas.
Kondisi tanah terapan : sama seperti untuk tapak sebar tersebut di atas.
3. Pondasi rakit
Pemakaiannya : beberapa deret kolom sejajar; beban kolom yang berat;
dipakai untuk mengurangi penurunan diferensial.
Kondisi tanah terapan : kapasitas daya dukung tanah pada umumnya
kurang daripada untuk tapak sebar, dan lebih dari luas denah akan tertutup
oleh tapak sebar.




PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
7
2.3 Kemampuan Dukung Pondasi Dangkal (Pondasi Tapak)
Besarnya kapasitas dukung izin (q
a
) dari suatu desain pondasi tergantung dari
sifat-sifat teknis tanah, kedalaman, dimensi pondasi, dan besarnya penurunan yang
ditoleransi (Hardiyatmo, 2002). Perhitungan kapasitas dukung dapat dilakukan
berdasarkan data dari uji tanah di laboratorium, uji di lapangan, dan/atau dengan cara
empiris didasarkan pada alat uji tertentu, seperti uji SPT, uji kerucut statis (sondir)
dan lain-lain.
Faktor - faktor daya dukung untuk dipakai dalam persamaan daya dukung
Terzaghi dapat diperkirakan sebagai :
0,8 N
q
= 0,8 N
¸
= q
c

Dimana q
c
dirata – ratakan sepanjang selang kedalaman mulai dari sekitar
B/2 di atas sampai 1,1 B di bawah alas telapak. Taksiran ini harus dapat diterapkan
untuk D/B ≤ 1,5.
- Pondasi bujur sangkar untuk tanah berkohesi ;
q
ult
= 48 – 0,009(300 - q
c
)
5 , 1
(kg/cm
2
) .......... (2.1)
- Pondasi bujur sangkar untuk lempung;
q
ult
= 5 + 0,34 q
c
(kg/cm
2
) .......... (2.2)
Persamaan (2.1) dan (2.2) didasarkan atas bagan – bagan yang diberikan oleh
Schmertmann (1978) berdasarkan acuan yang tak diterbitkan oleh Awakti.

2.4 Penurunan (Settlement)
Bilamana suatu lapisan tanah lempung jenuh air yang mampu mampat
(compressible) diberi penambahan beban, maka penurunan (settlement) akan terjadi
dengan segera. Koefisien rembesan lempung adalah sangat kecil dibandingkan
dengan koefisien rembesan pasir sehingga penambahan tekanan pori yang disebabkan
oleh pembebanan akan berkurang secara lambat laun dalam waktu yang sangat lama.
Jadi untuk tanah lempung-jenuh, perubahan volume yang disebabkan oleh keluarnya
air dari dalam pori (yaitu konsolidasi) akan terjadi setelah penurunan segera.

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
8
Penurunan konsolidasi tersebut biasanya jauh lebih lama dibandingkan dengan
penurunan segera.
Penurunan segera atau penurunan elastis dari suatu pondasi terjadi dengan
segera setelah pemberian beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan kadar air.
Besarnya penurunan ini akan tergantung pada ketentuan dari pondasi dan tipe dari
material dimana pondasi tersebut berada.

Ada beberapa sebab terjadinya penurunan akibat pembebanan, yaitu :
1. Kegagalan atau keruntuhan geser akibat terlampauinya daya dukung tanah.
2. Kerusakan atau terjadi defleksi yang besar pada pondasinya.
3. Distorsi geser (shear distortion) dari tanah pendukungnya.
4. Turunnya tanah akibat perubahan angka pori.

Penurunan (settlement) pondasi yang terletak pada tanah berbutir halus yang
jenuh dapat dibagi 3 komponen, yaitu : penurunan segera (immediate settlement),
penurunan konsolidasi primer, dan penurunan konsolidasi sekunder (Hardiyatmo,
2002). Penurunan total adalah jumlah dari ketiga penurunan tersebut.
Berdasarkan rumus untuk menghitung kapasitas daya dukung izin
sebagaimana dikutip dari Hardiyatmo (2002), Meyerhoff (1956) menyatakan bahwa
toleransi penurunan yang diizinkan adalah sebesar 1” (2,54 cm). Perhitungan
kestabilan terhadap penurunan dilakukan untuk setiap lapisan tanah di bawah
pondasi, dimana tinjauan perhitungan penurunannya dilakukan di tengah-tengah tiap
lapisan tanah tersebut.
Perhitungan penyebaran tegangan akibat pembebanan dilakukan dengan
metode penyebaran 2V : 1H (2 vertikal berbanding 1 horizontal). Menurut
Hardiyatmo (2002), metode yang diberikan Boussinesq ini sangat sederhana untuk
menghitung penyebaran tegangan akibat pembebanan. Dengan metode penyebaran
ini, lebar dan panjangnya bertambah 1 meter untuk tiap penambahan kedalaman 1
meter. Untuk pondasi dangkal (pondasi tapak) yang berbentuk bujur sangkar dan

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
9
pondasi memanjang, penyebaran tegangan dengan metode 2V : 1H ini digambarkan
sebagai berikut :
Pu
Pondasi B x L
B
L
L + Z
B + Z
Z
1
2
Pondasi memanjang
Q = qB
2
1
B + Z
Z


Gambar 2.1 Penyebaran tegangan metode 2V : 1H
Pertambahan tegangan vertikal pada kedalaman Z adalah :

) )( ( Z L Z B
P
A
P
P
u
z
u
+ +
= = A .......... (2.3)
Untuk pondasi yang berbentuk bujur sangkar, lebar sama dengan panjangnya
(B=L) sehingga persamaan di atas menjadi :

2
) ( Z B
P
A
P
P
u
z
u
+
= = A .......... (2.4)

Untuk pondasi sumuran, dengan asumsi (B+Z) sebagai diameter penyebaran
tegangan, maka persamaan di atas dapat dimodifikasi menjadi :

2
) (
4
1
Z B
P
A
P
P
u
z
u
+
= = A
t
.......... (2.5)
dimana :
∆P = pertambahan tegangan vertikal pada kedalaman Z (kg/cm
2
);
P
u
= beban yang bekerja (kg);
A
z
= luas pada kedalaman Z (cm
2
);
B = lebar tapak pondasi (cm);

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
10
Z = kedalaman titik yang ditinjau dari dasar pondasi (cm).
Penurunan yang terjadi dihitung dengan metode Sanglerat (1976).
Schmertmann (1977), mengatakan bahwa metode Sanglerat ini dikembangkan dari
metode Buisman, tapi dengan korelasi q
c
dari banyak penyelidikan yang telah
dilakukan. Pada metode ini, banyak para ahli menggunakan persamaan :

0
3 , 2
o
¯

A
= A
n
i c
i
q
P
H H .......... (2.6)

dimana :
∆H = penurunan yang terjadi (cm)
H
i
= tebal lapisan yang ditinjau (cm)
∆P = pertambahan tegangan vertikal pada kedalaman Z (kg/cm
2
)
q
c
= nilai tahanan konus (q
c
rata-rata) pada lapisan yang ditinjau (kg/cm
2
)
o
0
= nilai koefisien Sanglerat berdasarkan nilai q
c

rata-rata
seperti diperlihatkan
pada tabel 2.1

Tabel 2.1 Nilai o
0
menurut Sanglerat (1972) berdasarkan nilai q
c
.
Tipe Tanah
q
c

(kg/cm
2
)
o
0

Recent Alluvium (CL)


Recent Alluvium (CL)


Peaty Soils
< 7
7 – 20
≥ 20
< 20
≥ 30




0,15 – 0,40
0,40 – 0,80
0,80 – 1,70
0,50 – 1,00
0,80 – 1,50
w = 90 – 130%
1,50 – 3,00
w > 300%
> 3,00

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
11
BAB III
PERHITUNGAN PEMBEBANAN

Pembebanan dari konstruksi bangunan yang dilimpahkan ke setiap titik
pondasi dihitung dengan membaginya menjadi beban dari konstruksi lantai I, lantai
II, lantai III dan beban atap. Perhitungan dilakukan dengan memperhatikan beban
mati dan beban hidup yang bekerja pada setiap bagian dari konstruksi bangunan
tersebut, serta dengan berpedoman pada Peraturan Pembebanan Indonesia (PPI) 1983.
untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut:

3.1 Pembebanan Konstruksi Lantai I
Yang menjadi beban dari konstruksi lantai I adalah :
 Berat sloof
 Berat kolom lantai I
 Berat dinding lantai I
 Berat tangga
 Berat plat bordes
 Berat kamar mandi
Perhitungan berat pintu dan jendela pada dinding dengan kayu direncanakan
menggunakan jenis kayu seumantok dengan BJ = 980 Kg/m
3
berdasarkan
(PPKI)1978 dan untuk kaca jendela dengan ketebalan antara 3mm-5mm
diperhitungkan dengan BJ = 10 Kg/m
3
.

 Berat Pintu PK1 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 2,2 x 980 = 32,34 kg
 Batang Horizontal = 1 x 0,05 x 0,15 x 1,50 x 980 = 11,025 kg
 Batang Ventilasi Vertikal = 3 x 0,05 x 0,15 x 0,6 x 980 = 13,23 kg
 Batang Ventilasi Horizontal = 4 x 0,05 x 0,15 x 1,5 x 980 = 44,10 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
12
 Berat daun pintu = 2 x 0,04 x 0,8 x 2,15 x 980 = 134,848 kg
 Berat Kusen Vertikal = 3 x 0,12 x 0,03 x 0,60 x 980 = 6,35 kg
 Berat Kusen Horizontal = 4 x 0,12 x 0,03 x 0,80 x 980 = 11,3 kg
 Berat Kaca = 2 x 0,56 x 0,005 x 0,36 x 10 = 0,020 kg
= 247,333 kg

 Berat Pintu PK2 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 2,2 x 980 = 32,34 kg
 Batang Horizontal = 1 x 0,05 x 0,15 x 0,8 x 980 = 5,88 kg
 Batang Ventilasi Vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,6 x 980 = 8,82 kg
 Batang Ventilasi Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 1,5 x 980 = 22,05 kg
 Berat daun pintu = 1 x 0,04 x 0,8 x 2,15 x 980 = 67,424 kg
 Berat Kusen Vertikal = 2 x 0,12 x 0,03 x 0,60 x 980 = 4,233 kg
 Berat Kusen Horizontal = 2 x 0,12 x 0,03 x 0,80 x 980 = 5,65 kg
 Berat Kaca = 1x 0,56 x 0,005 x 0,36 x 10 = 0,010 kg
= 146,407 kg

 Berat Pintu PK3 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 2,2 x 980 = 32,34 kg
 Batang Horizontal = 1 x 0,05 x 0,15 x 1,70 x 980 = 12,495 kg
 Batang Ventilasi Vertikal = 3 x 0,05 x 0,15 x 0,6 x 980 = 13,23 kg
 Batang Ventilasi Horizontal = 4 x 0,05 x 0,15 x 1,7 x 980 = 49,98 kg
 Berat daun pintu = 2 x 0,04 x 0,8 x 2,15 x 980 = 134,848 kg
 Berat Kusen Vertikal = 3 x 0,12 x 0,03 x 0,60 x 980 = 6,35 kg
 Berat Kusen Horizontal = 4 x 0,12 x 0,03 x 0,80 x 980 = 11,3 kg
 Berat Kaca = 2 x 0,56 x 0,005 x 0,36 x 10 = 0,020 kg
= 260,563 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
13
 Berat jendela JA1 :
 Batang vertikal = 5 x 0,05 x 0,15 x 1,4 x 980 = 51,45 kg
 Batang Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 2,5 x 980 = 36,75 kg
 Berat kaca jendela = 4 x 0,6 x 1,3 x 0,005 x 10 = 0,156 kg
 Batang Ventilasi Vertikal = 5 x 0,05 x 0,15 x 0,7 x 980 = 25,725 kg
 Batang Ventilasi Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 2,5 x 980 = 36,75 kg
 Kaca Ventilasi = 4 x 0,005 x 0,6 x 0,6 x 980 = 0,072 kg
= 150,903 kg

 Berat jendela JA2 :
 Batang vertikal = 5 x 0,05 x 0,15 x 11,38 x 980 = 418,215 kg
 Batang Horizontal = 10 x 0,05 x 0,15 x 2,5 x 980 = 183,75 kg
 Kaca Jendela = 5 x 0,005 x 0,6 x 1,3 x 980 = 0,195 kg
= 5 x 0,005 x 0,6 x 0,85 x 980 = 0,128 kg
= 602,288 kg

 Berat jendela JA3 :
 Batang vertikal = 5 x 0,05 x 0,15 x 6,68 x 980 = 245,49 kg
 Batang Horizontal = 6 x 0,05 x 0,15 x 2,5 x 980 = 110,25 kg
 Kaca Jendela = 5 x 0,005 x 0,6 x 1,3 x 980 = 0,195 kg
= 5 x 0,005 x 0,6 x 0,85 x 980 = 0,128 kg
= 356,063 kg

 Berat jendela JA4 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 1,9 x 980 = 27,93 kg
 Batang Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 2,5 x 980 = 36,75 kg
 Kaca Jendela = 4 x 0,005 x 0,6 x 1,8 x 10 = 0,216 kg
= 64,896 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
14
 Berat jendela JA5 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 1,4 x 980 = 20,58 kg
 Batang Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,7 x 980 = 10,29 kg
 Berat kaca jendela = 1 x 0,6 x 1,3 x 0,005 x 10 = 0,039 kg
 Batang Ventilasi Vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,8 x 980 = 11,76 kg
 Batang Ventilasi Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,7 x 980 = 10,29 kg
 Kaca Ventilasi = 1 x 0,005 x 0,6 x 1,8 x 980 = 0,024 kg
= 52,983 kg

 Berat Ventilasi VA1 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,7 x 980 = 10,29 kg
 Batang Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 2,5 x 980 = 36,75 kg
 Kaca Jendela = 4 x 0,005 x 0,6 x 0,6 x 10 = 0,072 kg
= 47,112 kg

 Berat Ventilasi VA2 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,7 x 980 = 10,29 kg
 Batang Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 1,3 x 980 = 19,11 kg
 Kaca Jendela = 2 x 0,005 x 0,6 x 0,6 x 10 = 0,036 kg
= 29,436 kg

 Berat Ventilasi VA3 :
 Batang vertikal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,7 x 980 = 10,29 kg
 Batang Horizontal = 2 x 0,05 x 0,15 x 0,6 x 980 = 8,82 kg
 Kaca Jendela = 1 x 0,005 x 0,6 x 0,6 x 10 = 0,018 kg
= 19,128 kg




PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
15
1. Titik A2
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 2764,8 kg

2. Titik A3
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA3 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA3 = ½ x ½ x 356,063 = 89,016 kg
= 4116,066 kg
3. Titik A4
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 4116,066 kg

4. Titik A5
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 2764,8 kg

5. Titik B1
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6)x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 4127,52 kg
 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
16
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
Total beban titik B1 = 4127,52 + 3240 = 7367,52 kg


6. Titik B2
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
= 0,3 x 0,4 x 3,6 x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x {½ (3,6) + 1,8}x 1700 = 4131 kg
= 0,15 x 4,5 x 3,6x 1700 = 4131 kg
- Letak Pintu PK3 = 0,15 x 2,2 x 1,7 x 1700 = -953,7 kg
- Berat Pintu PK3 = 260,563 kg
= 12407,263 kg
 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg

 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
17
Total beban titik B2 = 12407,263+ 5272,128 = 17679,391 kg

7. Titik B3
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 2592 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 4320 kg
8. Titik B4
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 2592 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat Ventilasi VA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 7639,542 kg

9. Titik B5
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
= 0,3 x 0,4 x 3,6 x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x {½ (3,6) + 1,8}x 1700 = 4131 kg
= 0,15 x 4,5 x 3,6x 1700 = 4131 kg
- Letak Pintu PK3 = 0,15 x 2,2 x 1,7 x 1700 = -953,7 kg
- Berat Pintu PK3 = 260,563 kg
= 12407,263 kg


10. Titik B6

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
18
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 4127,52 kg

11. Titik C1
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 +7,2) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
- Letak Jendela JA1 = 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = - 892,5 kg
- Berat Jendela JA1 = ½ x 150,903 = 75,452 kg
= 5384,072 kg
 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2 (3421,44) + 1,6 (729) = 5272,128 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
19
 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
Total beban titik C1 = 5384,072 + 5272,128 + 3240
= 13896,2kg

12. Titik C3
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 7,2) x 1700 = 6196,5 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
- Letak Ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat Ventilasi VA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
= 10741,801 kg

13. Titik C4
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
20
- Letak Ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat Ventilasi VA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
= 8847,774 kg

14. Titik C6
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
- Letak Jendela JA1 = 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = - 892,5 kg
- Berat Jendela JA1 = ½ x 150,903 = 75,452 kg
= 9515,072 kg

15. Titik D1
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA1 = 2 x 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = -1785 kg
- Berat Jendela JA1 = 2 x ½ x 150,903 = 150,903 kg
= 7335,303 kg

16. Titik D3
Sama seperti beban pada titik C4 yaitu = 8847,774 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
21
17. Titik D4
- Berat Sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- letak Ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat Ventilasi VA2 = 29,436 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 8268,325 kg

18. Titik D6
Sama seperti beban pada titik D1yaitu 7335,303 kg

19. Titik E1
Sama seperti beban pada titik D1yaitu 7335,303 kg

20. Titik E3
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 8268,325 kg

21. Titik E4
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Letak Ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
22
- Berat Ventilasi VA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 12607,645 kg

22. Titik E6
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Letak Jendela JA1 = 2 x 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = -1785 kg
- Berat Jendela JA1 = 2 x ½ x 150,903 = 150,903 kg
= 11984,703 kg

23. Titik F1
Sama seperti beban pada titik E6 yaitu 11984,703 kg

24. Titik F3
Sama seperti beban pada titik E4 yaitu 12607,645 kg

25. Titik F4
Sama seperti beban pada titik C4 yaitu 8847,774 kg

26. Titik F6
Sama seperti beban pada titik D1yaitu 7335,303 kg

27. Titik G1
Sama seperti beban pada titik D1yaitu 7335,303 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
23
28. Titik G3
Sama seperti beban pada titik C4 yaitu 8847,774 kg

29. Titik G4
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 8268,325 kg

30. Titik G6
Sama seperti beban pada titik D1yaitu 7335,303 kg

31. Titik H1
Sama seperti beban pada titik D1yaitu 7335,303 kg

32. Titik H3
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 8268,325 kg

33. Titik H4
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 7,2) x 1700 = 6196,5 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
- Letak Ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg

- Berat Ventilasi VA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
= 10741,801 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat sloof = 0,15 x 0,25 x 3 x (1,7) x 2400 = 459 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
24
= 0,15 x 0,25 x 5 x (1,2) x 2400 = 540 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
 Keramik + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
= 14196,71 kg
Total beban titik H4 = 10741,801 + ½ x 14196,71= 17840,156 kg


34. Titik H6
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dindin = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak Jendela JA1 = 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = - 892,5 kg
- Berat Jendela JA1 = ½ x 150,903 = 75,452 kg
= 7729,554 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat sloof = 0,15 x 0,25 x 3 x (1,7) x 2400 = 459 kg
= 0,15 x 0,25 x 5 x (1,2) x 2400 = 540 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
 keramik + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
25
 Berat WC jongkok = 3 x 10 kg = 30 kg
 Berat Bak Air = 3 x 25 kg = 75 kg
= 14301.71 kg
Total beban titik H6 = 7729,554 + ½ x 14301.71 = 14880,409 kg

35. Titik I1
Sama seperti beban pada titik E6 yaitu 11984,703 kg

36. Titik I3
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Letak Ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat Ventilasi VA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Pintu PK2 = 0,15 x 2,2 x 0,8 x 1700 = - 448,8 kg
- Berat Pintu PK2 = 146,407 kg
= 12607,645 kg


37. Titik I4
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1555,2 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg

- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 7,2) x 1700 = 6196,5 kg
= 11553,3 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat sloof = 0,15 x 0,25 x 3 x (1,7) x 2400 = 459 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
26
= 0,15 x 0,25 x 5 x (1,2) x 2400 = 540 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
= 14196,71 kg
Total beban titik I4 = 11553,3 + ½ x 14196,71 = 18651,655 kg

38. Titik I6
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 5779,176 kg
 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg

 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
27
 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg

 Berat Kamar Mandi :
 Berat sloof = 0,15 x 0,25 x 3 x (1,7) x 2400 = 459 kg
= 0,15 x 0,25 x 5 x (1,2) x 2400 = 540 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Berat WC jongkok = 3 x 10 kg = 30 kg
 Berat Bak Air = 3 x 25 kg = 75 kg
= 14301.71 kg
Total beban titik I6 = 5779,176 + 5272,128 + 3240 + ½ x 14301.71
= 21442,159 kg

39. Titik J1
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
28
- Letak Jendela JA1 = 2 x 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = -1785 kg
- Berat Jendela JA1 = 2 x ½ x 150,903 = 150,903 kg
= 5261,703 kg

40. Titik J2
Sama seperti beban pada titik B5 yaitu 12407,263 kg

41. Titik J3
Sama seperti beban pada titik B4 yaitu 7639,542 kg

42. Titik J4
Sama seperti beban pada titik B3 yaitu 4320 kg

43. Titik J5
Sama seperti beban pada titik B2 yaitu 17679,391 kg

44. Titik J6
- Berat sloof = 0,3 x 0,4 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6)x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 4127,52 kg

 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
29
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg

 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
Total beban titik J6 = 4127,52 + 3240 = 7367,52 kg

45. Titik K2
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 2764,8 kg

46. Titik K3
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 4116,066 kg

47. Titik K4
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 4116,066 kg

48. Titik K5
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 2764,8 kg















PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
30
3.2 Pembebanan Konstruksi Lantai II
Yang menjadi beban dari konstruksi lantai II adalah :
- Berat balok lantai II.
- Berat kolom lantai II.
- Berat dinding lantai II.
- Berat plat lantai.
- Berat plafon bawah.
- Berat tangga.
- Berat plat bordes.
- Berat kamar mandi
- Berat dinding selasar
Tebal plat lantai digunakan pada gedung ini adalah 12 cm, tebal keramik +
spesi ruangan adalah 5 cm, dan tebal keramik + spesi teras adalah 5 cm.

1. Titik A2
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 756 kg
= 0,2 x 0,3 x 3,6 x 2400 = 518,4 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 3002,4 kg

2. Titik A3
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6) x 2400 = 378 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA3 = 0,15 x 2,3 x 2,5 x 1700 = -1466,25 kg
- Berat Jendela JA3 = ½ x ½ x 356,063 = 89,016 kg
= 4859,766 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
31
3. Titik A4
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 4859,766 kg

4. Titik A5
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 3002,4 kg


5. Titik B1
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 756 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6)x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 3846,72 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 933,12 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
 Plafon bawah = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 58,32 kg
= 1607,04 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1607,04) + 1,6(729) = 3094,848 kg

 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi= 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
32
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
Total beban titik B1 = 3846,72 +3094,848+ 3240
= 10181,048 kg

6. Titik B2
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 756 kg
= 0,2 x 0,3 x 3,6 x 2400 = 518,4 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x {½ (3,6) + 1,8}x 1700 = 4131 kg
= 7133,4 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 933,12 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
 Plafon bawah = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 58,32 kg
= 1607,04 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1607,04) + 1,6(729) = 3094,848 kg

 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
33
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg
Total beban titik B2 = 7133,4 + 3094,848+ 5272,128
= 15500,376 kg

7. Titik B3
- Berat balok= 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 2862 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,28 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,28) + 1,6(1458) = 6189,936 kg
Total beban titik B3 = 2862 + 6189,936
= 9051,936kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
34
8. Titik B4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
- Letak VentilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat VentilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
= 6181,501 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,28 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,28) + 1,6(1458) = 6189,936 kg
Total beban titik B4 = 6181,501+ 6189,936
= 12371,437kg

9. Titik B5
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,2 x 0,3 ½ x 3,6 x 2400 = 259,2 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
35
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
= 7252,2 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik B5 = 7252,2 + 6189,696
= 13441,896 kg

10. Titik B6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg

- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 3846,72 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
36
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 933,12 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
 Plafon bawah = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 58,32 kg
= 1607,04 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1607,04) + 1,6(729) = 3094,848 kg
Total beban titik B6 = 3846,72 + 3094,848
= 6941,568 kg

11. Titik C1
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
- Letak Jendela JA1 = 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = - 892,5 kg

- Berat Jendela JA1 = ½ x 150,903 = 75,452 kg
= 9234,272 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
37
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg

 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg

 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
38
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
Total beban titik C1 = 9234,272 + 6189,696 + 5272,128+ 3240
= 23936,096 kg

12. Titik C3
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½(3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400= 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 7,2 ) x 1700 = 6196,5 kg
- Letak VentilasiVA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat VentilasiVA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
= 14840,406 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2400 = 2799,36 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2200 = 1069,2 kg
 Pasir = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 1600 = 777,6 kg
 Plafon bawah = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 18 = 174,96 kg
= 4451,76 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 2187 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(4451,76) + 1,6(2187) =8841,312 kg
Total beban titik C3 = 14840,406 + 8841,312
= 23681,718 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
39
13. Titik C4
- Berat balok = 0,35 x 0,25 x ½ (3,6+3,6+3,6)x2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak VentilasiVA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat VentilasiVA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak VentilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat VentilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
= 8426,574 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6)
x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16 ) + 1,6(2916) = 12379,392 kg
Total beban titik C4 = 8426,574 + 12379,392
= 20805,966 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
40
14. Titik C6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
- Letak Jendela JA1 = 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = - 892,5 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 150,903 = 75,452 kg
= 5103,272 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12x{½ x 3,6+3,6}x ½ x3,6x2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05x{½ x 3,6+3,6}x ½ x3,6x2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05x{½ x 3,6+3,6}x ½ x3,6x1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik C6 = 5103,272 + 6189,696
= 11292,296 kg

15. Titik D1
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 756 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA1 = 2 x 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = -1785 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
41
- Berat Jendela JA1 = 2 x ½ x 150,903 = 150,903 kg
= 4980,903 kg

 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik D1 = 4980,903 + 6189,696
= 11170,599 kg

16. Titik D2
- Berat balok = 0,4 x 0,6 x (3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 6220,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x (3,6 + 3,6 + 3,6) x 1700 = 12393 kg
- Letak Jendela JA2 = 2 x 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -5737,5 kg
- Berat Jendela JA2 = 2 x ½ x 1/3 x 602,8 = 200,93 kg
- Letak Pintu PK2 = 0,15 x 2,2 x 0,8 x 1700 = - 448,8 kg
- Berat Pintu PK2 = 146,407 kg
= 14502,837 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
42
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x( 3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x( 3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = 3,6 x ½ x ( 3,6+3,6) x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = 3,6 x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(1458) = 12379,392 kg
Total beban titik D2 = 14502,837 + 12379,392
= 26882,229 kg

17. Titik D3
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat ventilasi VA2 = 29,436 kg
= 8441,292 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
43
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik D3 = 8441,292 + 6189,696
= 14607,682 kg

18. Titik D4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak VentilasiVA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat VentilasiVA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak VentilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat VentilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 7832,407 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
44
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :

 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x( 3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x( 3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = 3,6 x ½ x ( 3,6+3,6) x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = 3,6 x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(1458) = 12379,392 kg
Total beban titik D4 = 7832,407 + 12379,392
= 20211,799 kg

19. Titik D6
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 11170,599 kg

20. Titik E1
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 11170,599 kg

21. Titik E3
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 20211,799 kg





PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
45
22. Titik E4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Letak VentilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat VentilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 12386,101 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2400 = 5598,72 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2200 = 2138,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 1600 = 1555,2 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 18 = 349,92 kg
= 8903,52 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x (½ x 3,6 + 3,6 ) x 250 x 0,9 = 4374 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(8903,52) + 1,6(4374) = 17682,624 kg
Total beban titik E4 = 12386,101 + 17682,624
= 30068,725 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
46
23. Titik E6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Jendela JA1 = 2 x 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = -1470 kg
- Berat Jendela JA1 = 2 x ½ x 150,903 = 150,903 kg
= 7369,503 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik E6 = 7369,503 + 6189,696
= 13559,199 kg

24. Titik F1
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 11170,599 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
47
25. Titik F3
Sama seperti beban pada titik E4 yaitu 30068,725 kg

26. Titik F4
Sama seperti beban pada titik C4 yaitu 20805,966 kg

27. Titik F6
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 11170,599 kg

28. Titik G1
Sama seperti beban pada titik E6 yaitu 13559.199 kg

29. Titik G3
Sama seperti beban pada titik D3 yaitu 14607,682 kg

30. Titik G4
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 20211,799 kg

31. Titik G6
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 11170,599 kg

32. Titik H1
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 11170,599 kg

33. Titik H3
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 20211,799 kg




PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
48
34. Titik H4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak ventilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat ventilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
= 8849,268 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
= 14439,71 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
49
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x (½ x 3,6 + 3,6 ) x 250 x 0,9 = 4374 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(4374) = 14712,192 kg
Total beban titik H4 = 8849,268 + ½ x (14439,71) + 14712,192
= 30781,315 kg

35. Titik H6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak Jendela JA1 = 0,15 x 1,4 x 2,5 x 1700 = - 735 kg
- Berat Jendela JA1 = ½ x 150,903 = 75,452 kg
= 7606,358 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
 Berat closset jongkok = 3 x 10 = 30 kg
 Berat Bak Air = 3 x 25 = 75 kg
= 14544,71 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
50
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik H6 = 7606,358 + ½ x (14544,71) + 6189,696
= 21068,409 kg

36. Titik I1
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 11170,599 kg

37. Titik I3
Sama seperti beban pada titik C4 yaitu 20805,966 kg


38. Titik I4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
= 9066,6 kg

 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
51
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
= 14439,71 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2400 = 2799,36 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2200 = 1069,2 kg
 Pasir = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 1600 = 777,6 kg
 Plafon bawah = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 18 = 174,96 kg
= 4451,76 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 2187 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(4451,76) + 1,6(2187) = 8841,312 kg
Total beban titik I4 = 9066,6 + ½ x (14439,71) + 8841,312
= 25127,767 kg

39. Titik I6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
52
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 5497,626 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg

 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg

 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
53
 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg

 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
 Berat closset jongkok = 3 x 10 = 30 kg
 Berat Bak Air = 3 x 25 = 75 kg
= 14544,71 kg
Total beban titik I6 = 5497,626 + 6189,696 + 5272,128 + 3240 + ½ x 14544,71
= 27471,805 kg

40. Titik J1
Sama seperti beban pada titik B6 yaitu 6941,568kg


41. Titik J2
Sama seperti beban pada titik B5 yaitu 13441,896 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
54
42. Titik J3
Sama seperti beban pada titik B4 yaitu 12371,473 kg


43. Titik J4
Sama seperti beban pada titik B3 yaitu 9051,936 kg

44. Titik J5
Sama seperti beban pada titik B2 yaitu 15500,376 kg

45. Titik J6
Sama seperti beban pada titik B1 yaitu 10181,048 kg

46. Titik K2
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 3002,4 kg


47. Titik K3
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 4859,766 kg

48. Titik K4
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 4859,766 kg

49. Titik K5
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 3002,4 kg










PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
55
3.3 Pembebanan Konstruksi Lantai III
Yang menjadi beban dari konstruksi lantai III adalah :
- Berat balok lantai.
- Berat kolom lantai III.
- Berat dinding lantai III.
- Berat ring balok.
- Berat plafon bawah.
- Berat plafon atas.
- Berat plat lantai.
- Berat dinding selasar.
Tebal plat lantai digunakan pada gedung ini adalah 12 cm, tebal keramik +
spesi ruangan adalah 5 cm, dan tebal keramik + spesi teras adalah 5 cm.

1. Titik A2
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x { ½ (3,6 + 3,6) + 1,225
+ 1,225 } x 2400 = 1270,5 kg
= 0,3 x 0,4 x { ½ (3,6 + 3,6) + 1,225
+ 1,225 } x 2400 = 1742,4 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x { ½ (3,6 + 3,6) + 1,225
+ 1,225 } x 2400 = 6942,375 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x {½ x 3,6 + 1,225 } x 2400 = 435,6 kg
- Plafon atas = ( ½ (3,6 + 3,6) + 1,225 + 1,225
+ 1+1) x 18 = 144,9 kg
- Letak Jendela JA5 = 2 x 0,15 x 1,4 x 0,7 x 1700 = - 499,8 kg
- Berat Jendela JA5 = ½ x 52,983 + 52,983 = 79,475 kg
= 11843,45 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
56
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 2400 = 2635,38 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 2200 = 1006,568 kg
 Pasir = 0,05 x ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 1600 = 732,05 kg
 Plafon bawah = ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 18 = 164,712 kg
= 4538,71 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 250 x 0,9 = 2058,89 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(4538,71) + 1,6(2058,89) = 8740,676 kg
Total beban titik A2 = 11843,45+ 8740,676
= 20584,126 kg

2. Titik A3
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x { ½(3,6 + 3,6 + 3,6)
+ 122,5 } x 2400 = 1391,25 kg
= 0,30 x 0,40 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 0,20 x 0,30 x 4,5 x 2400 = 648 kg
= 0,30 x 0,65 x 4,5 x 2400 = 2106 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x {½(3,6 + 3,6 + 3,6)
+ 1,225 } x 2400 = 954 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
57
- Plafon atas = ½ (3,6 + 3,6) x {½ (3,6) + 1,225
+1} x 18 = 260,82 kg
- Letak Jendela JA5 = 2 x 0,15 x 1,4 x 0,7 x 1700 = - 499,8 kg
- Berat Jendela JA5 = 2 x ½ x 52,983 = 52,983 kg
= 11809,053 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 2400 = 3136,32 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 2200 = 1197,9 kg
 Pasir = 0,05 x ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 1600 = 871,2 kg
 Plafon bawah = ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 18 = 196,02 kg
= 5401,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ (3,6 + 3,6) x ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 250 x 0,9 = 2450,25 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(5401,44) + 1,6(2450,25) = 10402,128 kg
Total beban titik A3 = 11809,053 + 10402,128
= 22211,181 kg

3. Titik A4
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 22211,181 kg

4. Titik A5
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 20584,126 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
58
5. Titik B1
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 756 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6)x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x {½(3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak Jendela JA4 = 0,15 x 1,9 x 2,5 x 1700 = -1211,25 kg
- Berat Jendela JA4 = ½ x 64,896 = 32,449 kg
= 6095,719 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 933,12 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
 Plafon bawah = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 58,32 kg
= 1607,04 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1607,04) + 1,6(729) = 3094,848 kg

 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi= 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
59
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
Total beban titik B1 = 6095,719 + 3094,848 + 3240
= 12430,567 kg

6. Titik B2
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 756 kg
= 0,2 x 0,3 x 3,6 x 2400 = 518,4 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 0,20 x 0,30 x 4,5 x 2400 = 648 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x {½ (3,6) + 1,8} x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ x ( 3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
= 8840,92 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 933,12 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
 Plafon bawah = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 58,32 kg
= 1607,04 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1607,04) + 1,6(729) = 3094,848 kg

 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
60
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg
Total beban titik B2 = 8840,92 + 3094,848+ 5272,128
= 17207,896kg

7. Titik B3
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6 + 3,6)
x 2400 = 1512 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x {½ (3,6 + 3,6)} x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6 + 3,6)
x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = ½ (3,6 +3,6 ) x ½ (3,6 +3,6 ) x 18 = 233,28 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 7528,513 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x
(3,6 + 3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x
(3,6 + 3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x
(3,6 + 3,6) x 1600 = 1036,8 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
61
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) ½ (3,6 + 3,6) x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(2916) = 12379,392 kg
Total beban titik B3 = 7528,513 + 12379,392
= 19907,905kg

8. Titik B4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6
+ 3,6) x 2400 = 1512 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 1700 = 6196,5 kg
- Ring balk = 0,20 x 0,30 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6
+ 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Plafon atas = ½ x (3,6 + 3,6) ½ x(3,6 + 3,6) x 18 = 233,28 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 10112,413 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 1600 = 1036,8 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
62
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6)
x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(2916) = 12379,392 kg
Total beban titik B4 = 10112,413 + 12379,392
= 22491,805kg

9. Titik B5
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6
+ 3,6) x 2400 = 1512 kg
= 0,3 x 0,4 x ½ x 3,6 x 2400 = 518,4 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 0,2 x 0,3 x 4,5 x 2400 = 648 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x (3,6 + 3,6 + 3,6) x 1700 = 6196,5 kg
- Ring balk = 0,20 x 0,30 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6
+ 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Plafon atas = ½ (3,6 + 3,6) x {½ (3,6 + 3,6) + 1 }x 18 = 86,4 kg
= 11726,1 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 1600 = 1036,8 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
63
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6)
x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(2916) = 12379,392 kg
Total beban titik B5 = 11726,1 + 12379,392
= 24105,492kg

10. Titik B6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 756 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6)x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak Jendela JA4 = 0,15 x 1,9 x 2,5 x 1700 = -1211,25 kg
- Berat Jendela JA4 = ½ x 64,896 = 32,449 kg
= 6095,719 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 933,12 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
 Plafon bawah = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 58,32 kg
= 1607,04 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1607,04) + 1,6(729) = 3094,848 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
64
Total beban titik B6 = 6095,719+ 3094,848
= 9190,567 kg

11. Titik C1
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak Jendela JA4 = 0,15 x 1,9 x 2,5 x 1700 = -1211,25 kg
- Berat Jendela JA4 = ½ x 64,896 = 32,449 kg
= 12300,319 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
65
 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg

 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
Total beban titik C1 = 12300,319 + 6189,696 + 5272,128 + 3240
= 27002,143 kg


12. Titik C3
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½(3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,13 x 0,13 x 4,5 x 2400 = 182,52 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 7,2 ) x 1700 = 6196,5 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
66
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +7,2) x 2400 = 1555,2 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
= 11282,94 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2400 = 2799,36 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2200 = 1069,2 kg
 Pasir = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 1600 = 777,6 kg
 Plafon bawah = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 18 = 174,96 kg
= 4451,76 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 2187 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(4451,76) + 1,6(2187) = 8841,312 kg
Total beban titik C3 = 11282,94 + 8841,312
= 20124,252kg

13. Titik C4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6+3,6+3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,13 x 0,13 x 4,5 x 2400 = 182,52 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +7,2) x 2400 = 1555,2 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak ventilasiVA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat ventilasiVA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
67
- Letak ventilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat ventilasiVA2 =29,436 = 29,436 kg
= 8592,132 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x (3,6 + 3,6) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6)
x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16 ) + 1,6(2916) = 12379,392 kg
Total beban titik C4 = 8592,132 + 12379,392
= 20971,524 kg

14. Titik C6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak jendela JA4 = 0,15 x 1,9 x 2,5 x 1700 = -1211,25 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
68
- Berat jendela JA4 = ½ x 64,896 = 32,449 kg
= 8169,319 kg

 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12x{½ x 3,6+3,6}x ½ x3,6x2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05x{½ x 3,6+3,6}x ½ x3,6x2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05x{½ x 3,6+3,6}x ½ x3,6x1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = 3,6 x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = 3,6 x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik C6 = 8169,319 + 6189,696
= 14359,015 kg


15. Titik D1
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak jendela JA4 = 0,15 x 1,9 x 2,5 x 1700 = -1211,25 kg
- Berat jendela JA4 = ½ x 64,896 = 32,449 kg
= 12300,319 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
69
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik D1 = 12300,319 + 6189,696
= 18490,015 kg


16. Titik D3
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½(3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,13 x 0,13 x 4,5 x 2400 = 182,52 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 +7,2 ) x 1700 = 8262 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +7,2) x 2400 = 1555,2 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak Pintu PK2 = 0,15 x 2,2 x 0,8 x 1700 = - 448,8 kg
- Berat Pintu PK2 = 146,407 kg
- Letak VentilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
70
- Berat VentilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
= 12287,702 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
Total beban titik D3 = 12287,702 + 6189,696
= 18477,398 kg

17. Titik D4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6+3,6+3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,13 x 0,13 x 4,5 x 2400 = 182,52 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +7,2) x 2400 = 1555,2 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak VentilasiVA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat VentilasiVA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak VentilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
71
- Berat VentilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 7983,579 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x( 3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x( 3,6+3,6) x ½ x
( 3,6+3,6) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = 3,6 x ½ x ( 3,6+3,6) x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = 3,6 x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(2916) = 12379,392 kg
Total beban titik D4 = 7983,247 + 12379,392
= 20362,639kg

18. Titik D6
Sama seperti beban pada titik C6 yaitu 14359,015 kg

19. Titik E1
Sama seperti beban pada titik C6 yaitu 14359,015kg

20. Titik E3
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 20362,639kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
72
21. Titik E4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,13 x 0,13 x 4,5 x 2400 = 182,52 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +7,2) x 2400 = 1555,2 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak VentilasiVA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat VentilasiVA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
- Letak Pintu PK1 = 0,15 x 2,2 x 1,5 x 1700 = - 841,5 kg
- Berat Pintu PK1 = 247,333 kg
= 12536,941 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2400 = 5598,72 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2200 = 2138,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 1600 = 1555,2 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 18 = 349,92 kg
= 8903,52 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x (½ x 3,6 + 3,6 ) x 250 x 0,9 = 4374 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(8903,52) + 1,6(4374) = 17682,624 kg
Total beban titik E4 = 12536,941 + 17682,624
= 30219,565 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
73
22. Titik E6
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 18490,015 kg

23. Titik F1
Sama seperti beban pada titik C6 yaitu 14359,015 kg

24. Titik F3
Sama seperti beban pada titik E4 yaitu 30219,565 kg

25. Titik F4
Sama seperti beban pada titik C4 yaitu 20971,524 kg

26. Titik F6
Sama seperti beban pada titik C6 yaitu 14359,015 kg

27. Titik G1
Sama seperti beban pada titik D1 yaitu 18490,015 kg

28. Titik G3
Sama seperti beban pada titik D3 yaitu 18477,398 kg

29. Titik G4
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 20362,639kg

30. Titik G6
Sama seperti beban pada titik C6 yaitu 14359,015 kg

31. Titik H1
Sama seperti beban pada titik C6 yaitu 14359,015 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
74
32. Titik H3
Sama seperti beban pada titik D4 yaitu 20362,639 kg

33. Titik H4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6+3,6+3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,13 x 0,13 x 4,5 x 2400 = 182,52 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +7,2) x 2400 = 1555,2 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak ventilasi VA2 = 0,15 x 0,7 x 1,3 x 1700 = - 232,05 kg
- Berat ventilasi VA2 = ½ x 29,436 = 14,718 kg
= 9000,108 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
= 14439,71 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 2200 = 1425,6 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
75
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ( ½ x
3,6 + 3,6 ) x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x (½ x 3,6 + 3,6 ) x 250 x 0,9 = 4374 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(4374) = 14712,192 kg
Total beban titik H4 = 9000,108 + ½ x (14439,71) + 14712,192
= 30932,155 kg

34. Titik H6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak Jendela JA4 = 0,15 x 1,9 x 2,5 x 1700 = -1211,25 kg
- Berat Jendela JA4 = ½ x 64,896 = 32,449 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
= 11877,625 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
76
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
 Berat closset jongkok = 3 x 10 = 30 kg
 Berat Bak Air = 3 x 25 = 75 kg
= 14544,71 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg

Total beban titik H6 = 11877,625 + ½ x (14544,71) + 6189,696
= 25339,676 kg

35. Titik I1
Sama seperti beban pada titik C6 yaitu 14359,015kg

36. Titik I3
Sama seperti beban pada titik C4 yaitu 20971,524 kg




PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
77
37. Titik I4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½(3,6 + 3,6 + 3,6) x 2400 = 1134 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 x 2400 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,13 x 0,13 x 4,5 x 2400 = 182,52 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 7,2 ) x 1700 = 6196,5 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +7,2) x 2400 = 1555,2 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
= 11282,94 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg
= 14439,71 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2400 = 2799,36 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 2200 = 1069,2 kg
 Pasir = 0,05 x {½ x 3,6+3,6} x ½ x
3,6 x 1600 = 777,6 kg
 Plafon bawah = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 18 = 174,96 kg
= 4451,76 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = {½ x 3,6+3,6} x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 2187 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
78
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(4451,76) + 1,6(2187) = 8841,312 kg
Total beban titik I4 = 11282,94 + ½ x (14439,71) + 8841,312
= 27344,107 kg

38. Titik I6
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 ) x 2400 = 756 kg
= 0,4 x 0,6 x ½ x 7,2 = 2073,6 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x½ (3,6 + 3,6 + 7,2) x 1700 = 8262 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6) x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = {½ (3,6) + 1} x {½ (3,6) + 1} x 18 = 141,12 kg
- Letak Ventilasi VA1 = 0,15 x 0,7 x 2,5 x 1700 = - 446,25 kg
- Berat Ventilasi VA1 = ½ x 47,112 = 23,556 kg
- Letak Jendela JA2 = 0,15 x 4,5 x 2,5 x 1700 = -2868,75 kg
- Berat Jendela JA2 = ½ x 1/3 x 602,8 = 100,47 kg
= 10288,146 kg
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2400 = 1866,24 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 2200 = 712,8 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½
x 3,6 x 1600 = 518,4 kg

 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 18 = 116,64 kg
= 3214,08 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
79
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x 3,6 x 250 x 0,9 = 1458 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3214,08) + 1,6(1458) = 6189,696 kg
 Berat Tangga :
 Beban Mati (WD) :
 Plat tangga = 0,15 x ½ x 3,6 x 4,33 x 2400 = 2805,84 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 3421,44 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0.75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(3421,44) + 1,6(729) = 5272,128 kg

 Berat Bordes :
 Beban Mati (WD) :
 Plat bordes = 0,15 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2400 = 1166,4 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 2200 = 356,4 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 1600 = 259,2 kg
= 1782 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x 3,6 x ½ x 3,6 x 300 x 0,75 = 729 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(1782) + 1,6(729) = 3240 kg
 Berat Kamar Mandi :
 Berat balok = 0,2 x 0,3 x 3 x (1,7) x 2400 = 734,4 kg
= 0,2 x 0,3 x 5 x (1,2) x 2400 = 864 kg
 Berat dinding = 0,15 x 4,5 x 3 x (1,7) x 1700 = 5852,25 kg
= 0,15 x 4,5 x 4 x (1,2) x 1700 = 5508 kg
 Berat dinding keramik = 0,04 x 1,7 x 3 x (1,7) x 2200 = 762,25 kg
= 0,04 x 1,7 x 4 x (1,2) x 2200 = 718,81 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
80
 Berat closset jongkok = 3 x 10 = 30 kg

 Berat Bak Air = 3 x 25 = 75 kg
= 14544,71 kg
Total beban titik I6 = 10288,146 + 6189,696 + 5272,128 + 3240 + ½ x 14544,71
= 32262,325 kg

39. Titik J1
Sama seperti beban pada titik B6 yaitu 9190,567 kg


40. Titik J2
Sama seperti beban pada titik B5 yaitu 24105,492 kg

41. Titik J3
Sama seperti beban pada titik B4 yaitu 22491,805kg


42. Titik J4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6 + 3,6)
x 2400 = 1512 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6 + 3,6) x 1700 = 6196,5 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x ½ (3,6 +3,6 + 3,6 + 3,6)
x 2400 = 518,4 kg
- Plafon atas = ½ (3,6 +3,6 ) x ½ (3,6 +3,6 ) x 18 = 233,28 kg
- Letak Pintu PK2 = 0,15 x 2,2 x 0,8 x 1700 = - 448,8 kg
- Berat Pintu PK2 = 146,407 kg
= 9885,787 kg



PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
81
 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x
(3,6 + 3,6) x 2400 = 3732,48 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x
(3,6 + 3,6) x 2200 = 1425,6 kg
 Pasir = 0,05 x ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x
(3,6 + 3,6) x 1600 = 1036,8 kg
 Plafon bawah = ½ x (3,6 + 3,6) ½ x
(3,6 + 3,6) x 18 = 233,28 kg
= 6428,16 kg
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ x (3,6 + 3,6) x ½ x (3,6 + 3,6) x 250 x 0,9 = 2916 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(6428,16) + 1,6(2916) = 12379,392 kg
Total beban titik J4 = 9885,787 + 12379,392
= 22265,179 kg

43. Titik J5
Sama seperti beban pada titik B2 yaitu 17207,896 kg

44. Titik J6
Sama seperti beban pada titik B1 yaitu 12430,567 kg

45. Titik K2
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 20584,126 kg


46. Titik K3
Sama seperti beban pada titik A3 yaitu 22211,181 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
82
47. Titik K4
- Berat balok = 0,25 x 0,35 x { ½(3,6 + 3,6 + 3,6)
+ 122,5 } x 2400 = 1391,25 kg
= 0,30 x 0,40 x ½ (3,6 + 3,6) x 2400 = 1036,8 kg
- Berat kolom = 0,40 x 0,40 x 4,5 x 2400 = 1728 kg
= 0,20 x 0,30 x 4,5 x 2400 = 648 kg
= 0,30 x 0,65 x 4,5 x 2400 = 2106 kg
- Berat dinding = 0,15 x 4,5 x ½ (3,6 + 3,6) x 1700 = 4131 kg
= 0,15 x 4,5 x 1,225 x 1700 = 1405,688 kg
- Ring balk = 0,2 x 0,3 x {½(3,6 + 3,6 + 3,6)
+ 1,225 } x 2400 = 954 kg
- Plafon atas = ½ (3,6 + 3,6) x {½ (3,6) + 1,225
+1} x 18 = 260,82 kg
- Letak Jendela JA5 = 2 x 0,15 x 1,4 x 0,7 x 1700 = - 499,8 kg
- Berat Jendela JA5 = 2 x ½ x 52,983 = 52,983 kg
= 13214,741 kg

 Berat Lantai :
 Beban Mati (WD) :
 Plat lantai = 0,12 x ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 2400 = 3136,32 kg
 Tegel + spesi = 0,05 x ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 2200 = 1197,9 kg
 Pasir = 0,05 x ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 1600 = 871,2 kg
 Plafon bawah = ½ (3,6 + 3,6) x
( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 18 = 196,02 kg
= 5401,44 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
83
 Beban Hidup (WL) :
WL = ½ (3,6 + 3,6) x ( ½ x 3,6 + 1,225 ) x 250 x 0,9 = 2450,25 kg
WU = 1,2WD + 1,6WL = 1,2(5401,44) + 1,6(2450,25) = 10402,128 kg
Total beban titik K4 = 13214,741+ 10402,128
= 23616,869 kg

48. Titik K5
Sama seperti beban pada titik A2 yaitu 20584,126 kg






















PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
84
3.4 Pembebanan Atap
Pada pembebanan atap terdiri dari beban mati seperti konstruksi kuda-kuda kayu
atau rangka atap kayu dan atap genteng, beban hidup yaitu muatan/beban pekerja
sebesar 100 kg/m
2
,beban angin dan beban air hujan. Beban angin yang
diperhitungkan hanya angin tekan saja sedangkan angin hisap tidak dihitung
berhubung angin hisap hanya ikut mengurangi beban pondasi, angin tekan untuk
rangka atap. untuk lebih lengkap, dibawah ini akan dicari beban atap keseluruhan
berpedoman pada keterangan dibelakang:

3.4.1 Berat Kuda-kuda K1
Yang direncanakan untuk kuda-kuda ini adalah kuda-kuda baja,dengan data-data
sebagai berikut :
- Balok kuda-kuda ( profil baja BHP 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 ) = 5,7 kg/m
- Balok horizontal ( profil baja BHP 2C x 203 x 76 x 21 x 2,4 ) = 7,42 kg/m
- Kasau kayu ukuran 5/7

 Berat beban mati atap

Tabel perhitungan Kuda-kuda ( K1 )

Batang Profil
Bj Profil Panjang 2 x panjang Berat
kg/m m m kg
A1 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.4 2.8 15.96
A2 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A3 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A4 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A5 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A6 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A7 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A8 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A9 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
85
A1' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.4 2.8 15.96
A2' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A3' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A4' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A5' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A6' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A7' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A8' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
A9' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.5 3 17.1
B 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1 2 11.4
B' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1 2 11.4
C 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.87 3.74 21.318
C' 2C x 152 x 64 x 18,5 x 2,4 5.7 1.87 3.74 21.318
D 2C x 203 x 76 x 21 x 2,4 7.42 2.65 5.3 39.326
D' 2C x 203 x 76 x 21 x 2,4 7.42 2.65 5.3 39.326
Jumlah 449.608



Tabel perhitungan Kasau pada Kuda-kuda ( K1 )

Batang
Panjang Penampang Volume Berat
m m
2
m
3
kg
A1 1.4 0.0035 0.0049 4.802
A2 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A3 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A4 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A5 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A6 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A7 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A8 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A9 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A1' 1.4 0.0035 0.0049 4.802
A2' 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A3' 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A4' 1.5 0.0035 0.00525 5.145

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
86
A5' 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A6' 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A7' 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A8' 1.5 0.0035 0.00525 5.145
A9' 1.5 0.0035 0.00525 5.145
jumlah 91.924

Jadi, berat rangka kuda-kuda yang diperoleh adalah = 449.608 + 91.924
= 541,532 kg

- Berat Penutup Atap
Jarak antar kuda-kuda = 3,6 m
Berat genteng diperhitungkan sebesar 50 kg/m
2

Berat penutup atap = 2 × panjang kaki kuda-kuda × jarak antar
kuda-kuda × Berat
= 2 × 14,8 m × 3,6 m × 50 kg/m
2

= 5328 kg
- Berat kayu untuk peletakan genteng
Jarak antar kuda-kuda = 3,6 m
Ukuran kayu ¾
Berat kayu untuk peletakan genteng = Jarak antar kuda-kuda ×
Penampang × Bj kayu
= ( 3,6 × 8 + 2 × 2,25 ) × 0,0012 × 980
= 39,16 kg ( untuk berat 1 kayu )
Berat Gording seluruhnya = berat 1 kayu × jumlah kayu
= 39,16 kg × 38
= 1488,08 kg
- Berat Gording
Pada kuda-kuda K1, gording yang digunakan ialah Baja
BHP C x 102 x 51 x 12,5 x 1,2 dengan berat = 2,1 kg/m.

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
87
Berat Gording = berat profll × jarak antar kuda-kuda
= 2,1 kg/m × ( 3,6 × 8 + 2 × 2,25 ) m
= 69,93 kg (untuk berat 1 gording)

Berat Gording seluruhnya = berat 1 gording × jumlah gording
= 69,93 kg × 20
= 1398,6 kg

- Berat Beban Angin
σt = (0.02α-0,4) x 40 → α = 35
0

= 12 kg/m
2

Beban angin = Luas Atap x σt
= 14,8 x 3,6 x 12
= 639,36 kg

- Berat beban air hujan
Wah = o × ÷8 40
Keterangan :
o → Sudut kemiringan atap ( Jika o ≥
0
50 maka di abaikan )
Wah → Beban air hujan
Wah = 40 – 8 x α
= 40 – 8 x 35
0

= 12 kg/m
2

Jadi beban air hujan yang bekerja = Luas Atap x Wah
= 14,8 x 3,6 x 12
= 639,36 kg
 Berat Beban Mati Atap
Berat Beban Mati Atap = 541,532 + 5328 + 1488,08 + 1398,6 + 639,36
+ 639,36
= 10034,932 kg
 Berat Beban Hidup atap
W
L
= 14,8 x 3,6 x 100
= 5328 kg

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
88
 Berat atap seluruhnya (W
U
)
W
U
= 1,2 W
D
+ 1,6 W
L
= 1,2 (10034,932) + 1,6 (5328)
= 20566,718 kg

3.4.2 Berat Kuda-kuda K2
 Berat beban mati atap
Kuda-kuda yang direncanakan sebagai berikut :
- Balok bint = kayu ukuran 8/12
- Balok sokong = kayu ukuran 8/12
- Balok diagonal = kayu ukuran 8/12
- Balok vertikal = kayu ukuran 8/12
- Gording = kayu ukuran 5/7
- Balok nok = kayu ukuran 6/12


Tabel perhitungan kuda-kuda ( K2 )

Batang
Panjang
Luas
Penampang
Volume Berat
m m2 m3 kg
A1 0.72 0.0096 0.0069 6.774
A2 1.48 0.0096 0.0142 13.924
A3 1.48 0.0096 0.0142 13.924
A4 1.48 0.0096 0.0142 13.924
D1 1.48 0.0096 0.0142 13.924
H1 1.48 0.0096 0.0142 13.924
H2 2.96 0.0096 0.0284 27.848
V1 1.5 0.0096 0.0144 14.112
V2 1.5 0.0096 0.0144 14.112
Jumlah 132.465


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
89
Tabel perhitungan Kasau pada Kuda-kuda ( K2)
Batang
Panjang
Luas
Penampang
Volume Berat
m m2 m3 kg
A1 0.72 0.0035 0.0025 2.470
A2 1.48 0.0035 0.0052 5.076
A3 1.48 0.0035 0.0052 5.076
A4 1.48 0.0035 0.0052 5.076
Jumlah 17.699

Jadi, berat rangka kuda-kuda yang diperoleh adalah = 132,465 + 17.699
= 150,164 kg
- Berat Penutup Atap,
Jarak antar kuda-kuda = 3,6m
Berat genteng diperhitungkan sebesar 50 kg/m
2

Berat penutup atap = panjang kaki kuda-kuda × jarak antar
kuda-kuda × Berat
= 5,16 m × 3,6 m × 50 kg/m
2

= 928,8 kg
- Berat Gording
Ukuran = 5/7
Berat Gording = ukuran gording × jarak antar kuda-kuda × berat jenis
= (0,05 x 0,07) m × 3,6 m × 980 kg/m
2

= 12,348 kg (untuk berat 1 gording)
Berat Gording seluruhnya = berat 1 gording × jumlah gording
= 12,348 × 5
= 61,74 kg
- Berat Ikatan Angin
Ukuran ikatan angin = 8/12
Panjang ikatan angin = 1,48 m
Berat ikatan angin = Banyak ikatan angin x luas penampang x

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
90
panjang x BJ
= 1 × (0,08 x 0,12) m × 1,48 m × 980 kg/m
2

= 13,924 kg

- Berat Balok Nok
Ukuran balok nok = 6/12
Berat balok nok = ukuran balok nok x jarak antar kuda-kuda x BJ
= 0,06 x 0,12 x 3,6 x 980
= 25,402 kg
- Berat Beban angin = 3,6 × 5,16 × 12
= 222,912 kg

- Beban air hujan = 3,6 x 5,16 x 12
= 222,912 kg
 Berat Beban mati atap
Wd = 150,164 + 928,8 + 61,74 + 13,924 + 25,402 + 222,912 + 222,912
= 1625,854 kg
 Berat Beban Hidup atap
W
L
= 3,6 × 5,16 ×100
= 1857,6 kg
 Berat atap seluruhnya (W
U
)
W
U
= 1,2 W
D
+ 1,6 W
L
= 1,2 (1625,854) + 1,6 (1857,6)
= 4923,185 kg





PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
91
3.5 Pelimpahan Beban ke Kolom
Beban lantai I, II, III , beban gempa, dan beban atap pada masing-masing titik
dikumulatifkan sehingga didapat beban total pada masing-masing titik seperti pada
Tabel pelimpahan beban tiap kolom berikut ini :
Perhitungan beban gempa
- Beban gempa ( V
e
)

V
e
= C x K x I x W
d
“Program analisa struktur-Suyono NT. 2007”
Keterangan :
V
e
= Beban gempa

C = Koefisien daerah gempa ( Aceh = 0.3 )
K = factor jenis struktur , ( dinding dengan beton bertulang = 1 )
I = Faktor reduksi bangunan beban hidup untuk peninjauan gempa
( 0.5 )
W
d
= Beban mati total
Contoh
Beban gempa untuk titik A2
Berat lantai I = 2764,8 kg
Berat lantai II = 3002.4 kg
Berat lantai III = 20584.126 kg
= 26351.326 kg
V
e
= 0.3 x 1 x 0.5 x 26351.326
= 3952,70 kg









PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
92

Tabel pelimpahan beban ke kolom
Titik
Beban
Lantai I
Beban
Lantai II
Beban
Lantai III
Beban
gempa
Beban
Atap
Total Pembulatan
(Kg) (Kg) (Kg) ( kg ) (Kg) (Kg) (Ton)
A2 2764.8 3002.4 20584.13 3952.70 10306.37 40610 40.6
A3 4116.066 4859.77 22211.18 4678.05 - 35865 35.9
A4 4116.066 4859.77 22211.18 4678.05 - 35865 35.9
A5 2764.8 3002.4 20584.13 3952.70 10306.37 40610 40.6
B1 7367.52 10181 12430.57 4496.87 10283.34 44759 44.8
B2 17679.39 15500.4 17207.9 7558.15 - 57946 57.9
B3 4320 9051.94 19907.91 4991.98 - 38272 38.3
B4 7639.542 12371.4 22491.81 6375.42 - 48878 48.9
B5 12407.26 13441.9 24105.49 7493.20 - 57448 57.4
B6 4127.52 6941.57 9190.567 3038.95 10283.34 33582 33.6
C1 13896.2 23936.1 27002.14 9725.17 10283.34 84843 84.8
C3 10741.8 23681.7 20124.25 8182.17 - 62730 62.7
C4 8847.774 20806 20971.52 7593.79 - 58219 58.2
C6 9515.072 11292.3 14359.02 5274.96 10283.34 50725 50.7
D1 7335.303 11170.6 18490.02 5549.39 10283.34 52829 52.8
D3 8847.774 14607.7 18477.4 6289.93 - 48223 48.2
D4 8268.325 20211.8 20362.64 7326.41 - 56169 56.2
D6 7335.303 11170.6 14359.02 4929.74 10283.34 48078 48.1
E1 7335.303 11170.6 14359.02 4929.74 10283.34 48078 48.1
E3 8268.325 20211.8 20362.64 7326.41 - 56169 56.2
E4 12607.65 30068.7 30219.57 10934.39 - 83830 83.8
E6 11984.7 13559.2 18490.02 6605.09 10283.34 60922 60.9
F1 11984.7 11170.6 14359.02 5627.15 10283.34 53425 53.4
F3 12607.65 30068.7 30219.57 10934.39 - 83830 83.8
F4 8847.774 20806 20971.52 7593.79 - 58219 58.2
F6 7335.303 11170.6 14359.02 4929.74 10283.34 48078 48.1
G1 7335.303 13559.2 18490.02 5907.68 10283.34 55576 55.6
G3 8847.774 14607.7 18477.4 6289.93 - 48223 48.2
G4 8470.764 20211.8 20362.64 7356.78 - 56402 56.4
G6 7335.303 11170.6 14359.02 4929.74 10283.34 48078 48.1
H1 7335.303 11170.6 14359.02 4929.74 10283.34 48078 48.1

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
93
H3 8268.325 20211.8 20362.64 7326.41 - 56169 56.2
H4 17840.16 30781.3 30932.16 11933.04 - 91487 91.5
H6 14880.41 21068.4 25339.68 9193.27 10283.34 80765 80.8
I1 11984.7 11170.6 14359.02 5627.15 10283.34 53425 53.4
I3 12607.65 20806 20971.52 8157.77 - 62543 62.5
I4 18651.66 25127.8 27344.11 10668.53 - 81792 81.8
I6 21442.16 27471.8 32262.33 12176.44 10283.34 103636 103.6
J1 5261.703 6941.57 9190.567 3209.08 10283.34 34886 34.9
J2 12407.26 13441.9 24105.49 7493.20 - 57448 57.4
J3 7639.542 12371.4 22491.81 6375.42 - 48878 48.9
J4 4320 9051.94 22265.18 5345.57 - 40983 41.0
J5 17679.39 15500.4 17207.9 7558.15 - 57946 57.9
J6 4127.52 10181 12430.57 4010.87 10283.34 41033 41.0
K2 2764.8 3002.4 20584.13 3952.70 10306.37 40610 40.6
K3 4116.066 4859.77 22211.18 4678.05 - 35865 35.9
K4 4116.066 4859.77 23616.87 4888.91 - 37482 37.5
K5 2764.8 3002.4 20584.13 3952.70 10306.37 40610 40.6
















PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
94
BAB IV
PERENCANAAN PONDASI

Konstruksi bagian bangunan bawah tanah (sub structure) yang direncanakan
untuk Gedung Perkuliahan Universitas Malikussaleh ini adalah pondasi dangkal
(pondasi tapak) yang berbentuk bujur sangkar. Desain pondasi yang meliputi
kedalaman perletakan tapak pondasi (D
f
) dan lebar tapak (B) disesuaikan dengan
beban yang bekerja di atas pondasi tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan pembebanan dari konstruksi tersebut, maka
pondasi tapak ini direncanakan terdiri dari tiga buah ukuran, sesuai dengan beban
yang akan dipikul oleh masing-masing pondasi tersebut. Untuk beban terbesar (103,6
ton di titik I6), pondasi tapak diletakkan pada kedalaman 1,5 meter dari permukaan
tanah dan lebar direncanakan 1,6 meter. Untuk titik pondasi yang memikul beban
sedang (62,7 ton di titik C3’), pondasi tapak diletakkan pada kedalaman 1,4 meter
dari permukaan tanah dan lebar direncanakan 1,4 meter. Dan untuk titik pondasi yang
memikul beban kecil (41 ton di titik J6), pondasi tapak diletakkan pada kedalaman
1,3 meter dari permukaan tanah dan lebar direncanakan 1,3 meter.

4.1 Data Rencana
Data yang diperlukan dalam perhitungan pondasi meliputi data tanah, yaitu
data Sondir atau CPT (Cone Penetration Test). Data tanah ini dapat dilihat pada
lampiran S03.

4.2 Kecendrungan Lapisan Tanah (Profil Lapisan Tanah)
Berdasarkan grafik data sondir atau CPT terlampir, maka dapat
digambarkan suatu profil lapisan tanah yang memperlihatkan keadaan lapisan tanah
di bawah permukaan atau menunjukkan karakteristik dari setiap lapisan tanah.


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
95
4.2.1 Lapisan Tanah Permukaan
Keadalaman tanah tanah 0,00 – 0,40 meter diasumsikan sebagai lapisan
tanah permukaan, dengan nilai :
q
c rata-rata
=
2
/ 98 . 17
3
32 . 34 61 . 19 0
cm kg =
+ +

q
f
=
2
/ 49 , 0
0 40
0 61 . 19
cm kg =
÷
÷


4.2.2 Lapisan Tanah 1
Keadalaman tanah tanah 0,4 – 1,60 meter diasumsikan sebagai lapisan
tanah I, dengan nilai :
q
c1
=
2
/ 36 . 76
7
39 . 132 29 . 132 49 . 127 04 . 49 42 . 29 42 . 29 32 . 34
cm kg =
+ + + + + +

q
f1
=
2
/ 59 . 0
40 160
61 . 19 53 . 91
cm kg =
÷
÷


4.2.3 Lapisan Tanah 2
Keadalaman tanah tanah 1,60 – 2,40 meter diasumsikan sebagai lapisan
tanah II, dengan nilai :
q
c2
=
2
/ 57 . 123
5
11 . 147 07 . 98 07 . 98 20 . 142 39 . 132
cm kg =
+ + + +

q
f2
=
2
/ 899 . 0
160 240
53 . 91 45 . 163
cm kg =
÷
÷


4.2.4 Lapisan Tanah 3
Keadalaman tanah tanah 2,40 – 3,60 meter diasumsikan sebagai lapisan
tanah II, dengan nilai :

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
96
2
c3
/ 47 . 99
7
68 . 117 07 . 98 26 . 88 26 . 88 36 . 83 55 . 73 11 . 147
q cm kg =
+ + + + + +
=

q
f3
=
2
/ 051 . 3
240 360
45 . 163 58 . 529
cm kg =
÷
÷


4.3 Perancanaan Desain Pondasi Dangkal (Pondasi Tapak)
4.3.1 Perencanaan Pondasi Tapak Untuk Beban di Titik I6
Data rencana :
Lebar tapak pondasi : B = 1,6 m = 160 cm
Kedalaman pondasi : D
f
= 1,5 m = 150 cm




B=1,6 m
P = 103,6 ton
- 0,00
Lapisan
Permukaan
Lapisan 1
qc1 = 76,36 kg/cm²
qf 1 = 0,59 kg/cm²
- 0,40
- 1,60
- 2,40
- 3,60
Lapisan 2
qc2 = 123,57 kg/cm²
qf 2 = 0,899 kg/cm²
Lapisan 3
qc3 = 99,47 kg/cm²
qf 3 = 3,051 kg/cm²
Df = 1,5 m
0,5 m

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
97
A. Muatan Vertikal
a) Berat pondasi tapak
Berat jenis beton bertulang = 2,4 t/m
3

Volume pondasi tapak = (0,5 × 1,6 × 1,6) + (0,5 x 0,5 x 1)
= 1,53 m
3

Berat pondasi tapak (Wp) = 1,53 m
3
× 2,4 t/m
3

= 3.672 ton
b) Beban total di titik I6
W
konst
= 103.6 ton
P
ult
= W
total

= W
konst
+ Wp
= 103.6 + 3.672
= 107,272 tonDuku
ngKapasitas Daya DukUltimit (q
ult
)
B. Kapasitas Daya Dukung
D
f
= 1,5 m = 150 cm
B = 1,6 m = 160 cm
P
ult
= 107,272 ton = 107272 kg
σ =
BxL
P
ult

Keterangan :
Untuk pondasi tapak yang berbentuk bujur sangkar B = L
Jadi :
σ =
2
/ 190313 . 4
) 160 160 (
107272
cm kg =
×


nilai q
c
: 1 m – 1,8 m
q
c
=
5
20 . 142 39 . 132 39 . 132 49 . 127 04 . 49 + + + +




PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
98
q
c
= 116.702 kg/cm
2
Dimana q
c
dirata – ratakan sepanjang selang kedalaman mulai dari
sekitar B/2 di atas sampai 1,1 B di bawah alas telapak.
q
ult
= 48 – 0,009( 300 - q
c
)
5 , 1

q
ult
= 48 – 0,009( 300 – 116,702)
5 , 1

q
ult
= 25,66535 kg/cm
2
Dengan demikian diperoleh konstruksi pondasi dengan angka keamanan:
SF = 3 124926 . 6
90313 , 4
66535 , 25
> = =
o
ult
q
( konstruksi aman)

4.3.2 Perencanaan Pondasi Tapak Untuk Beban di Titik C3
Data rencana :
Lebar tapak pondasi : B = 1,4 m = 140 cm
Kedalaman pondasi : D
f
= 1,4 m = 140 cm




















B=1,4 m
- 0,00
Lapisan
Permukaan
Lapisan 1
qc1 = 76,36 kg/cm²
qf 1 = 0,59 kg/cm²
- 0,40
- 1,60
- 2,40
- 3,60
Lapisan 2
qc2 = 123,57 kg/cm²
qf 2 = 0,899 kg/cm²
Lapisan 3
qc3 = 99,47 kg/cm²
qf 3 = 3,051 kg/cm²
Df = 1,4 m
0,5 m

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
99

A. Muatan Vertikal
a) Berat pondasi tapak
Berat jenis beton bertulang = 2,4 t/m
3

Volume pondasi tapak = (0,5 × 1,4 × 1,4) + (0,9 × 0,5 × 0,5)
= 1,205 m
3

Berat pondasi tapak (Wp) = 1,205 m
3
× 2,4 t/m
3

= 2,892 ton
b) Beban total di titik C3
W
konst
= 62.7 ton
P
ult
= W
total

= W
konst
+ Wp
= 62.7+ 2,892
= 65.592 tonDuk
ungKapasitas Daya DukUltimit (q
ult
)
B. Kapasitas Daya Dukung
D
f
= 1,4 m = 140 cm
B = 1,4 m = 140 cm
P
ult
= 65.592 ton = 65592kg
σ

=
L B
P
ult
×

Keterangan :
Untuk pondasi tapak yang berbentuk bujur sangkar B = L
Jadi :
σ = 346531 . 3
) 140 140 (
65592
=
×
kg/cm
2

nilai q
c
: 0,8 m – 1,4 m
q
c
=
4
39 , 132 49 , 127 04 , 49 42 , 29 + + +




PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
100
q
c
= 84,59kg/cm
2
Dimana q
c
dirata – ratakan sepanjang selang kedalaman mulai dari
sekitar B/2 di atas sampai 1,1 B di bawah alas telapak.
q
ult
= 48 – 0,009( 300 - q
c
)
5 , 1

q
ult
= 48 – 0,009( 300 – 84,59 )
5 , 1

q
ult
= 19,546 kg/cm
2
Dengan demikian diperoleh konstruksi pondasi dengan angka keamanan:
SF = 3 840715 . 5
346531 . 3
546 , 19
> = =
o
ult
q
( konstruksi aman)

4.3.3 Perencanaan Pondasi Tapak Untuk Beban di Titik J6
Data rencana :
Lebar tapak pondasi : B = 1,3 m = 130 cm
Kedalaman pondasi : D
f
= 1,3 m = 130 cm




















B=1,3 m
P = 41,0 ton
- 0,00
Lapisan
Permukaan
Lapisan 1
qc1 = 76,36 kg/cm²
qf 1 = 0,59 kg/cm²
- 0,40
- 1,60
- 2,40
- 3,60
Lapisan 2
qc2 = 123,57 kg/cm²
qf2 = 0,899 kg/cm²
Lapisan 3
qc3 = 99,47 kg/cm²
qf3 = 3,051 kg/cm²
Df = 1,3 m
0,5 m

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
101
C. Muatan Vertikal
c) Berat pondasi tapak
Berat jenis beton bertulang = 2,4 t/m
3

Volume pondasi tapak = (0,5 × 1,3 × 1,3) + (0,8 × 0,5 × 0,5)
= 1,045 m
3

Berat pondasi tapak (Wp) = 1,045 m
3
× 2,4 t/m
3

= 2,508 ton
d) Beban total di titik J6
W
konst
= 41 ton
P
ult
= W
total

= W
konst
+ Wp
= 41 + 2,508
= 43.508 tonDuk
ungKapasitas Daya DukUltimit (q
ult
)
D. Kapasitas Daya Dukung
D
f
= 1,3 m = 130 cm
B = 1,3 m = 130 cm
P
ult
= 43.508 ton = 43508 kg
σ

=
BxL
P
ult

Keterangan :
Untuk pondasi tapak yang berbentuk bujur sangkar B = L
Jadi :
σ = 574438 . 2
) 130 130 (
43508
=
×
kg/cm
2

nilai q
c
: 0,8 m –1,2 m




PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
102
q
c
=
3
49 . 127 04 . 49 42 . 29 + +

q
c
= 68,65 kg/cm
2
Dimana q
c
dirata – ratakan sepanjang selang kedalaman mulai dari
sekitar B/2 di atas sampai 1,1 B di bawah alas telapak.
q
ult
= 48 – 0,009( 300 - q
c
)
5 , 1

q
ult
= 48 – 0,009( 300 – 68,65 )
5 , 1

q
ult
= 16,33 kg/cm
2
Dengan demikian diperoleh konstruksi pondasi dengan angka keamanan:
SF = 3 343169 . 6
574438 , 2
33 , 16
> = =
o
ult
q
( konstruksi aman)















PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
103
BAB V
KESTABILAN TERHADAP PENURUNAN

Pertimbangan pertama dalam menghitung besarnya penurunan adalah
penyebaran tekanan pondasi ke tanah di bawahnya. Hal ini sangat tergantung pada
kekakuan pondasi dan sifat – sifat tanah. Tekanan yang terjadi pada pertemuan antara
dasar pondasi dan tanah disebut tekanan sentuh (Contact Pressure). Besarnya
intensitas tekanan akibat beban pondasi ke tanah di bawahnya semakin ke bawah
semakin berkurang. Dalam setiap perencanaan suatu konstruksi bangunan,
diperhitungkan kestabilan pondasi terhadap beban yang bekerja agar konstruksi
tersebut benar – benar aman, dalam artian konstruksi stabil jika penurunan terjadi
sehingga tidak melebihi toleransi yang diizinkan. Berdasarkan rumus untuk
menghitung kapasitas daya dukung izin , Meyerhoff (1956) menyatakan bahwa
toleransi penurunan yang diizinkan adalah sebesar 1 inchi (2,54 cm). Perhitungan
kestabilan terhadap penurunan dilakukan untuk setiap lapisan tanah di bawah
pondasi, di man tujuan perhitungan penurunannya dilakukan di tengah - tengah tiap
lapisan tanah tersebut.
Perhitungan penyebaran tegangan akibat pembebanan dilakukan dengan
metode penyebaran 2V : 1H yang diberikan oleh Boussinesq. Dengan metode
penyebaraan ini, lebar dan panjang pondasi bertambah 1 meter untuk tiap
penambahan kedalaman 1 meter. Untuk pondasi dangkal (pondasi tapak) yang
berbentuk bujur sangkar, penyebaran tegangan 2V : 1H ini dapat dilihat pada
Gambar (2.1).
Karena dalam perencanaan pondasi kali ini menggunakan pondasi tapak yang
berbentuk bujur sangkar, di mana lebar dan panjangnya sama (B = L), maka rumus
yang digunakan untuk perhitungan penurunan yang terjadi adalah:

0
3 , 2
o
¯

A
= A
n
i c
i
q
P
H H ......... (persamaan 2.6)

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
104
di mana untuk :

2
) ( Z B
P
A
P
P
u
z
u
+
= = A ..........(persamaan 2.4)

5.1 Perhitungan Penurunan Pondasi Tapak
5.1.1 Penurunan Pondasi Tapak pada Titik I6
B=1,6 m
P = 103,6 ton
- 0,00
Lapisan
Permukaan
Lapisan 1
qc1 = 76,36 kg/cm²
qf 1 = 0,59 kg/cm²
- 0,40
- 1,60
- 2,40
- 3,60
Lapisan 2
qc2 = 123,57 kg/cm²
qf 2 = 10,899 kg/cm²
Lapisan 3
qc2 = 99,47 kg/cm²
qf 2 = 3,051 kg/cm²
Df = 1,5 m
0,5 m
1
2
H3
H2
H1
Z1
Z2
Z3

Diketahui:
B = 1,6 m = 160 cm
P
u
= 103.6 ton = 103600 kg

- Penurunan yang Terjadi Pada Lapisan Tanah I
H
1
= 0,10 m = 10 cm
Z
1
= 0,05 m = 5 cm
q
c1
= 76,36 kg/cm
2
o
0
= 1,2
Perhitungan penurunan :
A
1
= (B + Z
1
)
2
= (160 + 5)
2
= 27225cm
2

AP
1
= 8053 . 3
27225
103600
1
= =
A
P
u
kg/cm
2

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
105
AH
1
=
0
1
1
1
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H
AH
1
= 2 , 1
) 36 , 76 ( 3 , 2
8053 . 3
10 ×

= 0.26000 cm
- Penurunan yang terjadi pada lapisan tanah II
H
2
= 0,8 m = 80 cm
Z
2
= 0,50 m = 50cm
q
c2
=123,57 kg/cm
2

o
0
= 1,4
Perhitungan penurunan :
A
2
= (B + Z
2
)
2
= (160 + 50)
2
= 44100 cm
2

AP
2
= 3492 . 2
44100
103600
2
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
2
=
0
2
2
2
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H
= 4 , 1
) 57 , 123 ( 3 , 2
3492 , 2
80 ×

= 0,92576 cm
- Penurunan yang terjadi pada lapisan tanah III
H
3
= 1,20 m = 120 cm
Z
3
= 1,50 m = 150 cm
q
c3
= 99,47kg/cm
2

o
0
= 1,3
Perhitungan penurunan :
A
3
= (B + Z
3
)
2
= (160 + 150)
2
= 96100 cm
2


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
106
AP
3
= 078044 . 1
96100
103600
3
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
3
=
0
3
3
3
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H
= 3 , 1
) 47 , 99 ( 3 , 2
078044 . 1
120 ×

= 0,73509 cm

- Penurunan Total pada Pondasi di Titik I6
AH

= AH
1
+ AH
2
+ AH
3

= 0.26000 + 0,92576 + 0,73509
AH = 1,92085 cm < ∆H
izin
= 2,54 cm ¬ Struktur desain pondasi
aman terhadap penurunan

Karena penurunan yang terjadi lebih kecil dari yang diizinkan, maka desain
pondasi untuk titik I6 ini dapat digunakan.













PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
107
5.1.2 Penurunan Pondasi Tapak pada Titik C3
B=1,4 m
P = 62,7 ton
- 0,00
Lapisan
Permukaan
Lapisan 1
qc1 = 76,36 kg/cm²
qf 1 = 0,59 kg/cm²
- 0,40
- 1,60
- 2,40
- 3,60
Lapisan 2
qc2 = 123,57 kg/cm²
qf 2 = 0,899 kg/cm²
Lapisan 3
qc3 = 99,47 kg/cm²
qf 3 = 3,051 kg/cm²
Df = 1,4 m
0,5 m
1
2
H3
H2
H1
Z1
Z2
Z3

Diketahui:
B = 1,4 m = 140 cm
P
u
= 62.7 ton = 62700 kg

- Penurunan yang Terjadi Pada Lapisan Tanah I
H
1
= 0,20 m = 20 cm
Z
1
= 0,10 m = 10 cm
q
c1
= 76,36 kg/cm
2

o
0
= 1,2
Perhitungan penurunan :
A
1
= (B + Z
1
)
2
= (140 +10)
2
= 22500 cm
2

AP
1
= 78667 , 2
22500
62700
1
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
1
=
0
1
1
1
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H
AH
1
= 2 , 1
) 36 , 76 ( 3 , 2
78667 , 2
30 ×

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
108
= 0,38080 cm


- Penurunan yang terjadi pada lapisan tanah II
H
2
= 0,80 m = 80 cm
Z
2
= 0,60 m = 60 cm
q
c2
= 123,57 kg/cm
2

o
0
= 1,4
Perhitungan penurunan :
A
2
= (B + Z
2
)
2
= (140 + 60)
2
= 40000 cm
2

AP
2
= 5675 . 1
40000
62700
2
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
2
=
0
2
2
2
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H
= 4 , 1
) 57 , 123 ( 3 , 2
5675 , 1
80 ×

= 0,61771 cm

- Penurunan yang terjadi pada lapisan tanah III
H
3
= 1,20 m = 120 cm
Z
3
= 1,60 m = 160 cm
q
c3
= 99,47kg/cm
2

o
0
= 1,3
Perhitungan penurunan :
A
3
= (B + Z
3
)
2
= (140 + 160)
2
= 90000 cm
2

AP
3
= 69667 , 0
90000
62700
3
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
3
=
0
3
3
3
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
109
AH
3
= 3 , 1
) 47 , 99 ( 3 , 2
69667 , 0
120 ×

= 0,47503 cm

- Penurunan Total pada Pondasi di Titik C3’
AH

= AH
1
+ AH
2
+ AH
3

= 0,38080 + 0,61771 + 0,47503 = 1,47355 cm
AH = 1,47355 cm < ∆H
izin
= 2,54 cm ¬Struktur disain pondasi aman
terhadap penurunan
Karena penurunan yang terjadi lebih kecil dari yang diizinkan, maka desain
pondasi untuk titik C3 ini dapat digunakan.

5.1.3 Penurunan Pondasi Tapak pada Titik J6
B=1,3 m
P = 41 ton
- 0,00
Lapisan
Permukaan
Lapisan 1
qc1 = 76,36 kg/cm²
qf 1 = 0,59 kg/cm²
- 0,40
- 1,60
- 2,40
- 3,60
Lapisan 2
qc2 = 123,57 kg/cm²
qf 2 = 0,899 kg/cm²
Lapisan 3
qc3 = 99,47 kg/cm²
qf 3 = 3,051 kg/cm²
Df = 1,3 m
0,5 m
1
2
H3
H2
H1
Z1
Z2
Z3


Diketahui:
B = 1,3 m = 130 cm
P
u
= 41 ton = 41000 kg


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
110
- Penurunan yang Terjadi Pada Lapisan Tanah I
H
1
= 0,30 m = 30 cm
Z
1
= 0,15 m = 15 cm
q
c1
= 76,36 kg/cm
2

o
0
= 1,2
Perhitungan penurunan :
A
1
= (B + Z
1
)
2
= (130 +15)
2
= 21025cm
2

AP
1
= 95006 , 1
21025
41000
1
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
1
=
0
1
1
1
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H
AH
1
= 2 , 1
) 36 , 76 ( 3 , 2
95006 , 1
30 ×

= 0,39972 cm


- Penurunan yang Terjadi Pada Lapisan Tanah II
H
2
= 0,80 m = 80 cm
Z
2
= 0,70 m = 70 cm
q
c2
= 123,57 kg/cm
2

o
0
= 1,4
Perhitungan penurunan :
A
2
= (B + Z
1
)
2
= (130 + 70)
2
= 40000 cm
2

AP
2
= 025 , 1
40000
41000
2
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
2
=
0
2
2
3 , 2
2
o ×

A
c
q
P
H


PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
111
= 4 , 1
) 57 , 123 ( 3 , 2
025 , 1
80 ×

= 0,40392 cm


- Penurunan yang terjadi pada lapisan tanah III
H
3
= 1,20 m = 120 cm
Z
3
= 1,70 m = 170 cm
q
c3
= 99,47kg/cm
2

o
0
= 1,3
Perhitungan penurunan :
A
3
= (B + Z
2
)
2
= (130 + 170)
2
= 90000 cm
2

AP
3
= 45555 , 0
90000
41000
2
= =
A
P
u
kg/cm
2
AH
3
=
0
3
3
3
3 , 2
o ×

A
c
q
P
H
AH
3
= 3 , 1
) 47 , 99 ( 3 , 2
45555 , 0
120 ×

= 0,31063 cm

- Penurunan Total pada Pondasi di Titik J6
AH

= AH
1
+ AH
2
+ AH
3

= 0,39972 + 0,61771 + 0,31063
= 1,11427 cm
AH = 1,11427 cm < ∆H
izin
= 2,54 cm ¬Struktur disain pondasi aman
terhadap penurunan

Karena penurunan yang terjadi lebih kecil dari yang diizinkan, maka desain
pondasi untuk titik J6 ini dapat digunakan.

PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
112
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
1. Konstruksi bawah tanah (sub structure) atau pondasi yang direncanakan untuk
gedung perkuliahan ini adalah pondasi tapak yang berbentuk bujur sangkar
(B =L).

2. Berdasarkan hasil perhitungan pembebanan konstruksi. Beban untuk
perencanaan dimensi pondasi tapak dibagi tiga tipe sebagai berikut:
- Tipe Besar → Untuk beban > 75 Ton diambil titik I6 (103,6 Ton). Pondasi
tapak diletakkan pada kedalaman 1,5 meter dari permukaan tanah dan lebar
tapak direncanakan 1,6 meter.
- Tipe sedang → Untuk beban 50 – 75 Ton diambil titik C3 (62,7 Ton).
Pondasi tapak diletakkan pada kedalaman 1,4 meter dari permukaan tanah
dan lebar tapak direncanakan 1,4 meter.
- Tipe kecil → Untuk beban ≤ 50 Ton diambil titik J6 (41,0 Ton). Pondasi
tapak diletakkan pada kedalaman 1,3 meter dari permukaan tanah dan lebar
tapak direncanakan 1,3 meter.

3. Perhitugan besarnya penurunan yang terjadi untuk ke tiga dimensi pondasi,
dihtung dengan metoda Meyerhoff , dengan toleransi penurunan ≤ 1 inchi
(2,54 cm).







PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
113
6.2 Saran
Adapun saran-saran yang penulis sampaikan bertujuan untuk tercapainya hasil
yang lebih baik berkaitan dengan perancangan pondasi ini adalah :
1. Mahasiswa harus memahami maksud dan tujuan dari perancangan pondasi,
sehingga dalam pengerjaannya lebih mudah dan tidak mengulur-ulur waktu..
2. Perhitungan harus dilakukan dengan sangat teliti, baik dalam perhitungan
pembebanan, kemampuan dukung pondasi dan penurunan yang timbul untuk
menghindari kesalahan.
3. Mahasiswa diharapkan sering berkonsultasi dengan pembimbing tercapainya
suatu perencanaan yang baik.
4. mahasiswa hendaknya mencari lebih banyak informasi dari buku-buku yang
tersedia sebagai acuan dalam penulisan laporan.


















PERENCANAAN KONSTRUKSI GEOTEKNIK I
'Perancangan pondasi dangkal'


Iqlal Suriansyah(0604101010027)
114
DAFTAR PUSTAKA

Anonym, 1983, Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983,
Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya, Bandung.
Bowles, J. E., 1983, Analisa dan Desain Pondasi, Jilid I, Erlangga, Jakarta.
Hardiyatmo, H. C., 2002, Teknik Pondasi I, edisi kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
Pradoto, S., 1989, Teknik Pondasi, Pusat Antar Universitas Ilmu Rekayasa, ITB,
Bandung.
Dipohusodo, Istimawan., 1996, Struktur Beton Bertulang ( berdasrkan SK SNI T-
15-1991-03 ), Gramedia pustaka utama, Jakarta.
NT, Suyono., 2007, Rangkuman Peraturan Pembebanan Indonesia untuk gedung
Imran, Iswandi., Perhitungan Beban Gempa Untuk Bangunan Gedung ”Bahan
Kuliah” , KK-FTSL-ITB
Brockenbrough, Roger L., 2006, Structural Steel Designer’s Handbook, Frederick s
merrit, Amerika


You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->