Contoh cerpen...

Sahabat Sejati Oleh Suhartono Betapa enak menjadi orang kaya. Semua serba ada. Segala keinginan terpenuhi. Karena semua tersedia. Seperti Iwan. Ia anak konglomerat. Berangkat dan pulang sekolah selalu diantar mobil mewah dengan supir pribadi. Meskipun demikian ia tidaklah sombong. Juga sikap orang tuanya. Mereka sangat ramah. Mereka tidak pilih-pilih dalam soal bergaul. Seperti pada kawan kawan Iwan yang datang ke rumahnya. Mereka menyambut seolah keluarga. Sehingga kawan-kawan banyak yang betah kalau main di rumah Iwan. Iwan sebenarnya mempunyai sahabat setia. Namanya Momon. Rumahnya masih satu kelurahan dengan rumah Iwan. Hanya beda RT. Namun, sudah hampir dua minggu Momon tidak main ke rumah Iwan. “Ke mana, ya,Ma, Momon. Lama tidak muncul. Biasanya tiap hari ia tidak pernah absen. Selalu datang.” “Mungkin sakit!” jawab Mama. “Ih, iya, siapa tahu, ya, Ma? Kalau begitu nanti sore aku ingin menengoknya!” katanya bersemangat Sudah tiga kali pintu rumah Momon diketuk Iwan. Tapi lama tak ada yang membuka. Kemudian Iwan menanyakan ke tetangga sebelah rumah Momon. Ia mendapat keterangan bahwa momon sudah dua minggu ikut orang tuanya pulang ke desa. Menurut kabar, bapak Momon di-PHK dari pekerjaannya. Rencananya mereka akan menjadi petani saja. Meskipun akhirnya mengorbankan kepentingan Momon. Terpaksa Momon tidak bisa melanjutkan sekolah lagi. “Oh, kasihan Momon,” ucapnya dalam hati, Di rumah Iwan tampak melamun. Ia memikirkan nasib sahabatnya itu. Setiap pulang sekolah ia selalu murung. “Ada apa, Wan? Kamu seperti tampak lesu. Tidak seperti biasa. Kalau pulang sekolah selalu tegar dan ceria!” Papa menegur “Momon, Pa.” “Memangnya kenapa dengan sahabatmu itu. Sakitkah ia?”

Soalnya ia tidak memberi tahu lebih dulu kalau Iwan inginberkunjung ke rumah Momon di desa. Kata tetangganya ia ikut orang tuanya pulang ke desa. Wan. Karena kita bisa berjumpa kembali!” Setelah omong-omong cukup lama. Papa menatap wajah Iwan tampak tertegun seperti kurang percaya dengan omongan Iwan. “Baiklah kalau begitu. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu. “Kalau Papa tidak percaya. Semula Momon agak kaget dengan kedatangan Iwan secara mendadak. Dua hari kemudian Iwan baru berhasil memperoleh alamat rumah Momon di desa. ya. “Sorry. Yang penting aku merasa gembira. Betapa gembira hati Momon ketika bertemu dengan Iwan. Kabarnya bapaknya di-PHK. kamu harus mencari alamat Momon di desa itu!” kata Papa. Ini karena berkat pertolongan pemilik rumah yang pernah dikontrak keluarga Momon. “Lantas!” Papa penasaran ingin tahu. dan menyerahkan segala keputusan kepada Momon sendiri. ke Pak RT atau ke tetangga sebelah!” ujarnya. Tanya. Kemudian Iwan bersama Papa datang ke rumah Momon di wilayah Kadipaten.Iwan menggeleng. deh. Tapi. Ia merasa senang. Ternyata orang tua Momon tidak keberatan. Papa menjelaskan tujuan kedatangannya kepada orang tua Momon. “Momon sekarang sudah pindah rumah. Mereka katanya ingin menjadi petani saja”. Namun lokasi rumahnya masih masuk ke dalam. tidak apa-apa. . Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. “Lalu apa rencana kamu?” “Aku harap Papa bisa menolong Momon!” “Maksudmu?” “Saya ingin Momon bisa berkumpul kembali dengan aku!” Iwan memohon dengan agak mendesak. Aku tak sempat memberi tahu kamu!” “Ah. Kedatangan kami disambut orang tua Momon dan Momon sendiri.

Gimana Mon. mereka juga merawat nenek Momon yang sudah tua .” lanjut Papa. Karena merasa bahagia.“Begini. Mon.Akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Tampak mata Iwan berkaca-kaca. Selain mengerjakan sawah. “kamu tak usah khawatir. Ternyata mereka adalah sahabat sejati yang tak terpisahkan. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya. saya bersedia. Segala biaya pendidikan kamu saya yang akan menanggung. kedatangan kami kemari. apakah kamu mau?” Tanya Papa.” “Baiklah kalau memang Bapak dan Iwan menghendaki demikian. Kini Momon tinggal di rumah Iwan.” Kemudian Iwan bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Momon. Sementara orang tuanya tetap di desa. ingin mengajak kamu agar mau ikut kami ke Bandung. “Soal sekolah kamu. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri.

Sebenarnya… aku tidak mau memberitahukan ke siapapun tentang ini. “Nggak akan beritahu ke siapapun termasuk ke Mama Papa?”. Kakak-ku. kata Kak Mariyah. Nisa?" Kamu kayak nya lagi marah. gumam-ku dalam hati.”. Bella!". “Ibumu namanya Bu Syalabiyyah. Namun sekarang aturan itu sudah hilang. Kak Mariyah mengangguk. Saat itu Bella bertanya padaku. Afifah. kata-ku merahasiakan. kata-ku dengan senyum di bibir. “Ok. 20 Apr 2011 By: Jumini Khaerunisa Pelajar SMP Negeri 4 Palinanan Cirebon Jawa Barat Muka-ku memerah. kataku. huruf y itu dibuang.”. waktu aku istirahat di sekolah. “Syalabiyyah. kata Kak Mariyah.deh! Coba cerita sma kakak ada apa. “Nisa.". Lisa. ya..sedang marah besar.. Dan Nisa tenang saja. jangan bilangin ke siapa-siapa. Jadi apa coba?”. Rasanya kepala-ku mau pecah saat ini juga. Bangett. bukannya kamu sudah bilang tadi?”. Tiba-tiba Mariyah. Kak… Kakak janji. nggak akan ada yang tahu tentang ini. "Grrrrhhh!!!! Aku benci padamu. Kita harus saling terbuka satu sama lain. Nisa minta maaf.”. Memang Nisa pernah berkata seperti itu." kata Kak Mariyah. Aku menjawab.Teman Baik yang Khianat Wed. datang.. bujuk Kak Mariyah. Dulu. dan Detia. “Kakak janji?”. Tapi dia malah mengejek. rahasiamu aman ditanganku. Kamu dulu pernah bilang sendri. “Kalau iya. karena Kakak nggak akan bocorin rahasia ini ke siapapun. saat itu aku masih ada rasa benci dengan Bella. “Ok. Kak Mariyah duduk disampingku. “Salahbiyyah?”.Kak. Kakak janji. “Iya..". "Ada apa. kalau ditengah-tengah huruf a dan b ditambah huruf h jadi apa? Terus.Kakak nggak perlu tahu! ini masalah-ku sendiri. “Cerita ini sangat mengharukan. Lalu aku menjawab. kok. memang kenapa?”. ya. "Maafkan Nisa.". kan?”. duduk diatas kasur. Tapi… aku sendiri sudah mengatakan bahwa di keluarga ini tidak ada lagi rahasia-rahasiaan. Aku mengangguk mantap. Padahal. "Ayolah Nisa. aku menghampiri Bella. Tadi.. tanyaku. Dia malah . tanya Kak Mariyah.. "Ah.kan? Di keluarga kita ini nggak ada lagi yang nama nya rahasia-rahasiaan.

Paling hanya sebatas benci. “Apa? Bella?! Aku bilang pada kalian ya…. Aku lalu berseru marah. yuk!”. bahwa hanya Bella yang mengejek. Saat istirahat tiba. ya?”. Putri. kasihan. kita main. “Apa?! Kamu mengejek Mama-ku. best friend-ku itu telah menjadi bad friend. dan aku memberi tahu pada Bu Ririn. “Aku kan sudah minta maaf sama kamu dengan kejadian kemarin.”. kataku.”.”. ujar Kak Mariyah. ajak Bella sambil menggandeng tanganku. “Lalu?”. dan melaporkan kronologis itu pada Bu Ririn. Bella. ya?!”. . Dan sekarang kamu sudah menganggapku sebagai bad friend? Begitu?”. Nisa. Meski aku tahu dia hanya bercanda. Bella tertunduk. “Apakah kamu memaafkan Bella? Aku ingin tahu jawabmu. lalu meminta maaf. Namun. kataku. Bella. aku mau…”. tapi bercandanya itu sudah jauh diluar batas. Meski aku tahu kamu hanya bercanda. “Ghiani. aku hanya… Aku juga minta maaf. Tapi apakah kamu tidak mau memaafkan aku? Teman baikmu sendiri. “Sorry banget. Astaga! Aku tak menyangka kalau Bella tahu apa yang ada di pikiranku. “Lalu? Apa maksudmu melakukan semua ini?”. seraya menahan tangis. Bel. Aku kan sudah minta maaf. uraiku sedih. Bella menaikkan alisnya. “Nisa. Nisa. “Tidak sampai bad friend. “Aduh… sayang sekali. aku tak bisa melanjutkan kata-kataku. mengejek orangtua teman itu sama saja mengejek orang tua sendiri. tanya Kak Mariyah. selama ini kita sudah menjadi best friend. Kalian harus tahu.”.”.” “Sttt…. kita main. Teman baikku itu….”. jelasku. yuk!”. Keesokan harinya…. “Anak-anak! Kalian harus meminta maaf pada Nisa. “Jangan cemas Ghiani… kita bisa mengajak Nisa bermain bersama dengan Bella bukan?”. “Lalu. Aku menghampiri Ghiani dan Putri. itu?”. kata Ghiani. “Coba kata ‘biyyah’ nya kamu hapus. “Lalu mereka saling tunjuk. matanya memerah. Dulu sih… Bella akrab sekali denganku. atau teman buruk. Aku lalu pergi ke kantor. apa yang dikatakan Bu Ririn pada anak-anak nakal. tapi kini tidak lagi…”. jelasku. tanya Kak Mariyah. tanya Bella. Sekarang dia. seruku. aku masih memiliki teman baik yang banyak. sahut Ghiani. “B-bukan begitu. Padahal kami mau mengajak Bella bermain. Lihat saja!”. ujar Morin dengan marah. Masa orangtuanya kalian ejek. Namun kini tidak lagi. aku tidak menghampiri teman baikku yang kini telah berubah. kata Putri. dia akan datang kesini. Ya… tidak sampai bad friend-lah. Bella…”. diam dulu. Dia kan. Kamu nggak memaafkan aku. “Tidak akan!”.tambah mengejek. “Aku sangat minta maaf Bella. begitu. “Apa? K-kamu tidak memaafkan aku? Kita memang sudah menjadi best friend sedari dulu. ajakku. Atau bisa dibilang Bella dan aku adalah best friend atau nama lainnya sahabat sejati.

Bella mengangguk. Sahabat Selamanya . Maafkan aku kalau semua ini aku salah. Semua ini hanyalah bercanda. tapi ibu-lah yang memiliki jasa paling besar. Bella berusaha mengejarku. Akhirnya. kami menjadi teman baik lagi. Tapi aku mohon padamu untuk memaafkan aku. kataku. seperti menahan tangis.tapi bercanda-mu sudah diluar batas. Nis! Soalnya dosa mengejek orang tua itu sangatlah besar. “Seorang ibu adalah pahlawan terbesar untuk kita.”. sama seperti ibumu. Ibumu juga cantik. Dan mulai saat itu.”.”. Semoga nasi belum menjadi bubur. kalau arti dari Syalabiyyah itu adalah cantik. Tapi jangan membenciku. kataku. tapi kamu harus berjanji tidak akan mengejek seperti itu lagi. “Jadi… kamu memaafkan aku? Terima kasih banget. Nisa… Aku juga tidak akan membencimu. lalu pergi meninggalkan mereka bertiga. “Ok. puji Bella. matanya kini berbinar-binar. mata Bella memerah. aku minta maaf.”. Sungguh. aku dan Bella saling berpelukan. Dan aku juga tahu. ya. aku akan maafkan kamu. Nisa…”. Meski pahlawan RI memiliki jasa yang besar. “Maafkan aku Nisa… Maafkan aku… Aku sungguh minta maaf padamu. Dan itu tidak baik.

Namaku Aline Sagitta Arienta ahahaha keren ya ? Panggil aku aline aja deh. Setelah siap dengan seragam putih-biruku aku menuju ke ruang makan. Dikelas aku langsung duduk di lantai dekat loker kelas kami dan mengobrol. Aku punya kakak loh namanya kak Rafa di kelas 9. Akhiranya istirahatpun tiba aku segera mengambil ancang-ancang untuk kabur ke kantin dan membeli beberapa makanan ringan untuk dimakan. 'Oh ya hari ini katanya ada anak baru loh' Seru Sisil dengan semangat 45 'Katanya dia bakal masuk kelas kita habis istirahat ini?' Lanjutnya . pai pa' Sahutku kepada mereka. Burung berkicau. Disekolah ini aku memiliki sahabat yan bernama Sisil dan Virgo. Mentari mulai menampakkan sinarnya. Buatku metematika itu pelajaran yang paling menakutkan seumur hidup. aku berangkat ya Assalammualaikum' sahutku sambil menyambar tas dan naik kemotor yang dari tadi sudah dinyalakan oleh ayah ku. Pelajaran metematika yang membuat aku mengantuk berat. pagi ma. 'Pagi juga Aline' Sapa mereka kepadaku. 11 Apr 2011 By: Divasari Larasati Ul'haq SMP N 1 Bandar Lampung Bandar Lampung Lampung Pagi yang cerah. Segera aku meyambar handuk dan melankah ke kamar mandi. Bukan apa-apa karena aku paling gak suka yang namanya hitung-hitungan. 'Ma. Alarm Hp-ku berbunyi mebangunkanku pagi ini.Mon. Setelah itu aku kmbali lagi ke kelas. 'Pagi kak Rafa. Aku anak SMP Nusa Bansa kelas 7.

Dari wajahnya terlihat sosok dia yang jutek dan cuek bebek. Senang rasanya melihat anak itu terasin duduknya. Namun. Kini mereka malah membenci Yasmin. Sisil dan teman-temanku menolongku. . .' Terus ?' tanya kami semua penasaran yang lansung membuat Sisil mati gaya saat itu juga. cuek. Yaaah kesan pertama bertemu dengannya sepertinya menyenangkan. anggapanku salah ! Dia anak yang nyebelin abisss (rada alay ya wkwkwk). Namun.. Tak lama bel masuk berbunyi kami duduk dibangku masing-masing. . Ingin tau cerita selanjutnya ? Tunggu ya Tulis Komentar Back Sponsor. itu tidak berhasil dia malah menorongku hingga jatuh. Tak lama Bu Ina masuk sambil membawa anak perempuan yang menurutku lumayan. Tentu saja kami langsung tertawa. sombong dan nyebelin menjadi anak yang yaaah . Dia duduk di bangku paling sudut di belakang. Istirahat kedua aku berusaha mengubah kesannya yang jutek. Sontak saja Virgo. Sisil memang anak yang enak diajak bercanda. Menyanangkan. Nama dia adalah Yasmin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful