Anda di halaman 1dari 2

UJI HEDONIK

By: Tori Sane Uji kesukaan juga disebut dengan uji hedonic. Pada uji ini, panelis diminta tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau keridaksukaannya terhadap sample yang diuji, dalam hal ini sosis daging sapi. Disamping panelis mengemukakan tanggapan senang, suka, atau kebalikannya, mereka juga mengemukakan tingkat kesukaannya. Tingkat-tingkat kesukaan ini disebut skala hedonik. Contoh representasi kesukaan diantaranya yaitu sangat suka, suka, dan, agak suka. Demikian juga sebaliknya, jika tanggapan itu tidak suka dapat mempunyai skala hedonic seperti suka dan agak suka, terdapat pula tanggapan yang disebut sebagai netral, yaitu bukan suka tetapi bukan juga tidak suka (Kartika, 1988). Skala hedonic dapat diregangkan atau diciutkan menurut rentang skala yang dikehendaki. Skala hedonic juga dapat diubah menjadi skala numeric dengan angka mutu menurut tingkat kesukaan. Dengan data numeric ini dapat dilakukan analisis secara statistic. Penggunaan skala hedonic pada prakteknya dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan sehingga uji hedonic sering digunakan untuk menilai secara organoleptik terhadap komoditas sejenis atau produk pengembangan. Uji hedonic banyak digunakan untuk menilai produk akhir. Pada pengujian yang dilakukan terhadap sosis daging sapi, disajikan satu merk sosis untuk diuji tingkat kesukaanya. Adapun skala yang digunakan yaitu 7 skala hedonic untuk menentukan tingkat kesukaannya. Adapun hasil dari pengujian tingkat kesukaan pada produk atau komoditas akan ditampilkan dalam tabel hasil uji (Soekarno,1985). Statistic dan pengolahan data dan laporan pengujian yang penting antara lain adalah penyusunan data atau penataan data sampai dengan diperoleh tentang jenis data frekuensi data. Tampilan data dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram perlu untuk meningkatkan kualitas informasi. Selanjutnya adalah tahapan pengolahan data yang meliputi analisis pemusatan dan penyebaran data. Pengolahan data suatu pengujian bertujuan untuk mendapatkan nilai rata-rata atau nilai tengah pengujian, keragaman dari nilai pengujian dan simpangan baku dari nilai-nilai pengujian. Cara pengolahan data yang sering digunakan adalah dengan menggunakan analisis jeragaman atau analisis peragam (Sucipto,1980).

Berikut ini disajikan hasil uji hedonic pada tabel 1. Data hasil uji hedonic sosis daging sapi Perlakuan Warna Aroma 6 6 5 6 5 6 6 6 5 6 5 6 5 6 5 7 6 6 6 7 6 6 3 5 5 6 5 6 6 6 5 6 5 5 5 5 3 6 4 6 101 119 5.05 5.95
Skala Hedonik yang digunakan:

Panelis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Rata-Rata

Rasa 5 6 6 7 6 6 7 7 7 7 6 5 7 6 7 6 7 6 6 6 126 6.3

1: Sangat tidak suka 2: Tidak suka 3: Agak tidak suka 4: Netral

5: Agak suka 6: Suka 7: Sangat suka

Dari tabel diatas diketahui bahwa rata-rata panelis yang melakukan uji organoleptik terhadap warna memberikan respon agak suka terhadap warna sosis daging sapi yang diberikan. Adapun untuk faktor aroma dan rasa, panelis memberikan penilaian suka terhadap sosis yang mereka uji. Kesimpulan: Panelis menyukai sosis daging sapi yang diujikan. Kartika, B. 1988. Pedoman Uji Indrawi Bahan Pangan. Yogyakarta: PAU Pangan dan Gizi UGM. Soekarno, soewarno, T. 1985. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Jakarta: Bharata Karya Aksara. Sucipto. 1980. Penilaian Organoleptik. Yogyakarta: Food Technology Development Center.