Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL PENELITIAN Judul : Pengaruh Sikap Orang Lain dan Faktor Situasi Tidak Terantisipasi terhadap Keputusan Pembelian

Obat Generik Pembimbing : 1. Angga Prawira Kautsar, MARS 2. Richie Agusta Iwan Chandra, M.Sc, Apt Nama/NPM : Eka Perceka Kinayungan/260110070050

1.1 Latar Belakang Menurut UU Kesehatan No 36 Tahun 2009, obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia, 2009). Klasifikasi obat berdasarkan undang-undang dibagi menjadi 2 yaitu obat paten dan obat generik. Menurut UU No 14 Tahun 2001 masa berlaku obat paten di Indonesia adalah 20 tahun. Setelah obat paten tersebut berhenti masa patennya, obat paten kemudian disebut sebagai obat generik (Zakaria, 2010). Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

HK.02.02/MENKES/068/I/2010 tentang kewajiban menggunakan obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, yang dimaksud obat generik adalah obat dengan nama resmi International Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya (Kementerian Kesehatan RI, 2010). Sejak tahun 1998 pasar obat generik terus tumbuh dan pada tahun 2004 nilainya mencapai Rp 2,9 triliun, atau menguasai 14% pangsa pasar farmasi nasional. Pangsa pasar ini sebenarnya masih terbilang rendah dibandingkan negara tetangga bahkan di negara maju. Di Amerika Serikat, pangsa pasar obat generik mencapai 50%, Jerman 40%, bahkan di Taiwan 70%. Sementara itu di

negara tetangga Singapura dan Malaysia pangsa pasar obat generik mencapai 25% dan 20% (Handayani, 2010). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jika lima tahun terakhir pasar obat nasional naik, dari Rp 23,59 triliun (2005) menjadi Rp 32,94 triliun (2009), pasar obat generik sebaliknya malah menurun persentasenya. Pasar obat generik pada kurun yang sama hanya Rp 2,53 triliun (10%) dan kemudian menurun menjadi Rp 2,37 triliun (7,2% dari pasar obat nasional) (Kuswenti, 2010). Dari data di atas dapat terlihat bahwa penggunaan obat generik oleh masyarakat Indonesia masih rendah. Rendahnya penggunaan obat generik dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya adalah kurangnya informasi yang didapat masyarakat mengenai obat generik, sehingga berdampak pada pemilihan suatu produk. Pemilihan suatu produk oleh konsumen melibatkan proses pengambilan keputusan pembelian (Kotler, 2009). Orang yang berbeda, membuat keputusan pembelian yang berbeda (Mason, 2011). Konsumen akan melalui lima tahapan dalam proses pembuatan keputusan, yaitu Pengenalan Kebutuhan, Pencarian Informasi, Evaluasi Alternatif, Keputusan Pembelian dan Evaluasi pasca Pembelian. Pada umumnya konsumen akan membeli jenis produk yang mereka sukai tetapi ada dua faktor diantara tahapan evaluasi alternatif dan tahapan keputusan pembelian yang dapat mempengaruhi pembelian yaitu sikap orang lain dan faktor situasi tidak terantisipasi (Kotler, 2009). Sikap adalah evaluasi seseorang terhadap suka atau tidak suka, perasaan, dan tindakan mereka terhadap sesuatu (Niken, 2007). Variabel sikap orang lain dapat diukur dengan dua indikator, yaitu kekuatan figur orang yang mempengaruhi dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain. Faktor situasi tidak terantisipasi dapat muncul dan mengubah niat pembelian. Indikator faktor situasi tidak terantisipasi meliputi penghasilan yang diharapkan, harga yang diharapkan, dan manfaat produk yang diharapkan (Kotler, 2009). Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh sikap orang lain dan faktor situasi tidak terantisipasi terhadap keputusan pembelian obat generik oleh konsumen.

1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang dapat

diidentifikasikan adalah sebagai berikut: 1. Apakah sikap orang lain mempengaruhi keputusan pembelian obat generik. 2. Apakah faktor situasi tidak terantisipasi mempengaruhi keputusan pembelian obat generik.

1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan identifikasi masalah yang ada penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut, yaitu: 1. Mengetahui pengaruh sikap orang lain terhadap keputusan pembelian obat generik 2. Mengetahui pengaruh faktor situasi tidak terantisipasi terhadap keputusan pembelian obat generik.

1.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh sikap orang lain dan faktor situasi tidak terantisipasi terhadap keputusan pembelian obat generik oleh konsumen serta diharapkan dapat menjadi salah satu sumber literatur mengenai faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian obat generik.

1.5 Metode Penelitian Penelitian dilakukan menggunakan metode non eksperimental dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Studi literatur 2. Pembuatan kuesioner 3. Pengumpulan data primer dengan penyebaran kuisioner (sampling) 4. Analisis statistik menggunakan metode SEM dengan perangkat lunak LISREL 8.50.

1.6 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan dari bulan Mei 2011 hingga selesai di apotek-apotek yang berlokasi di wilayah Jatinangor, Cileunyi, dan Cibiru.

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, Rini S., dkk. 2010. Ketersediaan dan Peresepan Obat Generik dan Obat Esensial di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian di 10 Kabupaten/Kota di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol.13 No. 1 Januari 2010: 54-60 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan RI

No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 Tentang Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah Available at: . http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%20HK. 02.02-068%20ttg%20Kewajiban%20Menggunakan%20Obat%20Generik %20Di%20Fasilitas%20Pelayanan%20Kesehatan%20Pemerintah.pdf [Diakses pada tanggal 12 Mei 2011]
Kotler, P., G. Amstrong. 2009. Principle of Marketing. 13th Edition. New York: Prentice Hall Kuswenty, Winny. 2010. Regulasi Pemerintah di Pasar Obat Indonesia. Available at: http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2010/07/21/regulasi-pemerintah-dipasar-obat-indonesia/ [Diakses pada tanggal 13 Mei 2011] Lembaran Negara Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Sekretariat Negara Republik Indonesia Mason, Wendy H. 2011. Consumer Behaviour. Available at:

http://www.referenceforbusiness.com/management/Comp-De/ConsumerBehavior.html [Diakses pada tanggal 10 Mei 2011]

Niken, Zahrida Zainal W. 2007. Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian: Sebuah Studi Empiris Jamu Langsing Cair Perusahaan Jamu Paten di Jakarta. Available at: http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/11083766.pdf [Diakses pada tanggal 12 Mei 2011] Zakaria, Khoiruzzad. 2010. Profil Penggunaan Obat Generik Berlogo dan Obat Generik Bermerek (Branded Generic) Anti Diabetik Oral di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2009.

Available at: http://etd.eprints.ums.ac.id/8970/2/K100050238.pdf [Diakses pada tanggal 10 Mei 2011]