Anda di halaman 1dari 31

Geografi Permukiman

Definisi 1 : settlement geography focuses on the location, size, growth of settlement, their arrangement and relationships to their surroundings, internal structure, external form and appearance and related economic and historical-cultural influence (Kirk H. Stone) Definisi 2 : settlement geography is the study of the form of the cultural landscape, involving its orderly description and attempted explanation (Terry G. Jordan) Definisi 3 : settlement geography is the study of the nature and distribution of human habitation, whether they be single form dwellings or great metropolises (Barlow and Newton) Definisi 4 : geografi permukiman adalah ilmu yang mempelajari perkembangan permukiman di suatu wilayah, termasuk bentuk dan pola, faktor-faktor geografi yang mempengaruhi bentuk dan pola permukiman, sebaran dan relasi keruangan permukiman (Nursid Sumaatmadja) Definisi 5 : geografi permukiman adalah studi yang berfokus pada eksistensi dan perkembangan permukiman individu maupun kelompok pada suatu wilayah, termasuk di dalamnya skala, klasifikasi, tipologi dan pola sebaran permukiman yang ditinjau dari perspektif geografi (Putu IC)

Permukiman
Definisi 1 : permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai tempat tinggal/hunian/lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri-kehidupan dan penghidupan (UU RI No.4/1992 tentang perumahan dan permukiman) Definisi 2 : permukiman merupakan bentukan artifisial dan natural dengan segala kelengkapannya digunakan oleh manusia, baik individu/kelompok untuk bertempat tinggal sementara atau menetap dalam rangka menyelenggarakan kehidupannya (Yunus, 1987)

Pemukiman Definisi 1 : pemukiman adalah proses memukimkan, yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta dengan dana yang besar Definisi 2 : pemukiman merupakan proses memukimi dengan kemauan sendiri dengan dana yang minim

Skala Makro
Built-up area

Skala Meso
Working opportunities Circulation

Skala Mikro
House buildings House facilities

Housing
Recreation Perfecting Element

Sanitation
Environment condition Aesthetic aspects

Architectural aspects

Berdasarkan skop analisis Berdasarkan tingkat kekotaan Berdasarkan situs/tapak Berdasarkan sifat pertumbuhan Berdasarkan sifat permanen Berdasarkan kualitas

Macro Rural Coastal Young Permanent High

Mezzo Rurban Lowland Mature Semi-P Moderate

Micro Urban Highland

Non-P Low

Berdasarkan kompaksitas
Berdasarkan bentuk Berdasarkan sifat penghuni

Compact
Fan Income

Non-Compact
Square Knowledge Elongated Ethnicity

Macro Scale

Micro Scale

Mezzo Scale

Rural

Rurban

Urban

Coastal

Highland

Lowland

Young

Mature

Permanent

Non-Permanent

Semi-Permanent

High

Moderate

Low

Compact

Non-Compact

Fan

Elongated

Square

Income

Knowledge

Ethnicity

Konvensional

Non-Konvensional

Permukiman Umum

Permukiman Pribadi

Permukiman Hibrid

Permukiman Liar

Permukiman Kumuh

Industrial

Manufaktur

Artisanal

Permukiman Umum

Kompleks Permukiman untuk Masyarakat Umum

Program Pemerintah : berstandar barat

Budaya Masarakat (Miskin) Timur

Permukiman Pribadi

Unit-Unit Permukiman orang per orang

InstitusiInstitusi : Pasar Terbuka

Masyarakat Pendapatan MenengahKe Atas

Gabungan Konvensional dan Non-Konvensional

Zona Transisi

Persilangan Konvensional dan Non-Konvensional

Permukiman Hibrid

Hunian yang Legal dan Permanen yang Sub-Standar

Permukiman Kumuh

Kualitas Lingkungan Rendah Ketidak-mampuan memelihara Tidak dapat digusur

Lahan Tanpa Izin Pemilik atau Pendirian Hunian di luar UU

Permukiman Liar

Invasi

Infiltrasi

Tidak Sah

Kelemahan ekonomi

Tidak Aman

Dinamika 1. Berkaitan erat dengan ladang, sawah, hutan dan sungai (natural balances) 2. Dominasi vegetasi di lingkungan permukiman 3. Sebagai tempat tinggal dan tempat produksi Ekspresi Keruangan 1. Irregular Clustered 2. Street Village 3. Green Village 4. Isolated farmsteads Determinasi 1. Keragaman cara hidup dan/atau bentuk fisik wilayah 2. Dipengaruhi perembetan fisik kekotaan 3. Kehidupan masyarakat dipengaruhi jalur hijau 4. Pengawasan terhadap areal pertanian yang luas

Irregular Clustered

Green Village

Street Village

Isolated farmsteads

Dinamika 1. Penduduk padat dan kompleks 2. Degradasi lingkungan permukiman 3. Permukiman ilegal dan kumuh 4. Pemadatan bangunan dan infrastruktur Ekspresi Keruangan 1. Concentric 2. Street Elongated 3. Leap frog 4. Combination Determinasi 1. Tata guna lahan yang berpusat pada satu titik 2. Keberadaan tata guna lahan yang memanjang jalan 3. Variasi penggunaan lahan dan/atau peluang kerja 4. Wilayah yang luas dengan variasi yang tinggi

Concentric

Leap frog

Street Elongated

Combination

Pola Permukiman Mengelompok 1. Mempertahankan ancaman dari pihak luar 2. Ikatan sosio-budaya yang sangat kuat 3. Ketersediaan sumberdaya air dan/atau fasilitas penunjang 4. Korelasi dengan kondisi ekonomi 5. Pertimbangan politis dan ideologi

Pola Permukiman Menyebar 1. Keadaan yang damai dan aman 2. Kolonisasi keluarga perintis secara individu 3. Sumberdaya air dan/atau fasilitas penunjang tersedia dengan mudah 4. Dipengaruhi bidang/perusahaan swasta 5. Didominasi mata pencaharian dengan variasi yang tinggi 6. Tanah berbukit/bergelombang/ topografi kasar 7. Pemisahan oleh pemerintah

Nature (fisik alami) Man (manusia) Society (kemasyarakatan) Shell (fasilitas penunjang) Network (jaringan) Culture (budaya-keagamaan)

topografi, morfologi, iklim, hidrologi kebutuhan dan nilai-nilai manusia komposisi penduduk, tingkat pendidikan pasar, sekolah, bank, taman rekreasi sistem jaringan air, listrik, transportasi religi dan penempatan lokasi bangunan

Analisis Tetangga Terdekat


T =
JU JH 1

Skala R
R =

JH = 2 p

N p = A

T = indeks penyebaran JU = jarak rata-rata antara satu titik dengan titik tetangga terdekat JH = jarak rata-rata apabila pola random p = kepadatan jumlah titik (N) dalam luas wilayah tiap km2 (A)

rA = rE

p N

rA = jarak tiap titik terhadap tetangga terdekat aktual rE = jarak rata-rata titik terhadap tetangga terdekat yang diharapkan pada penyebaran secara random berdasarkan kepadatan nilai p

T=0
memusat

T=1
random

T = 2,15
seragam

0
cluster pattern

0,7
random pattern

1,4

2,149

dispersed pattern

Proses Kebutuhan Dasar Struktur Permukiman : 1. Jaringan Jalan 2. Jaringan Layanan Kebutuhan 3. Kegiatan Fungsional 4. Pola Fisik Kencenderungan Pertumbuhan Permukiman : 1. Tipe Sentripetal 2. Tipe Sentrifugal

Perubahan Distribusi Spasial


Keterbatasan Lahan

Latar Belakang
Permasalahan Permukiman 1. 2. 3. 4. 5. 6. Konversi Tata Guna Lahan Kepadatan/Ledakan Penduduk Permukiman Kumuh dan Permukiman Liar Pencemaran /Polusi Lingkungan Bencana : Banjir, Tanah Longsor Persampahan, Lalu Lintas dan Sektor Informal

Preventive Policies Long Run 1. Pemberdayaan Perdesaan 2. Peningkatan Standar Hidup Masyarakat Desa 3. Perluasan Kesempatan Kerja di Desa dan Kota Short Run 1. Monitoring Lahan Kosong 2. Penyuluhan Kesehatan Lingkungan 3. Konsolidasi Lahan

Remedial Policies For Legal Settlement 1. Peremajaan Permukiman 2. Program Perbaikan Kampung (KIP) For Illegal Settlement 1. Tidak Tertoleransi a. penggusuran b. relokasi 2. Dapat Ditoleransi a. pemutihan b. rumah susun

Inovative Policies 1. Pembangunan Hunian Baru RS/RSS 2. Penyediaan Lahan untuk Permukiman

Long Run

For Legal Settlement

Short Run

For Illegal Settlement