P. 1
TeoriBelajar Power Point

TeoriBelajar Power Point

|Views: 437|Likes:
Dipublikasikan oleh Ali Maskur

More info:

Published by: Ali Maskur on Jul 01, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

1

?
?
?
?
TEORI BELAJAR
MATEMATIKA
(Bahan PLPG)
Dr. Darhim, M.Si.
2
PENGERTIAN: pada T. Belajar
• Disebut pula teori perkembangan mental
• Berisi tentang apa yang terjadi pada mental
anak
• Berisi tentang apa yang diharapkan terjadi pada
mental anal
• Menguraikan tentang kegiatan mental anak
• Apa yang dapat dilakukan anak pada usia
tertentu
• Tidak ada tujuan dan prosedur mengajar
3
Teori Belajar Beda Dengan Teori
Mengajar
• Teori mengajar berisi uraian tentang
petunjuk bagaimana semestinya mengajar
anak pada usia tertentu.
• Pada teori mengajar terdapat tujuan dan
prosedur mengajar.
4
ALIRAN PADA TEORI BELAJAR
• Stimulus Respons
• Latihan Mental: Memandang otak seperti otot, perlu latihan, makin
kuat latihan akan berdampak baik. Pelajaran yang cocok melatih
otak adalam matematika (geometri), bahasa Latin.
• Pengaitan (Teori Unsur-Unsur Identik)
• Pendidikan Progressif
• Belajar Pengertian
• Belajar Bermakna
• Tingkah Laku (behaviorisme): manusia pasif, dapat dibentuk oleh
stimulus. Mempelajari manusia dengan metode ilmiah.
• Phenomenologi: Manusia mahluk bebas. Mempelajari manusia
dengan kata hati, kesadaran, dan pernyataan diri dari manusia yang
dipelajari.
5
MACAM TEORI BELAJAR
• Gagne
• Piaget
• ZP Dienes
• JS Bruner (Metode Penemuan)
• Van Hiele (Belajar Geometri)
• Dewey (Pendidikan Progresif)
• Brownell (Belajar Bermakna)
• Thorndike (Belajar Pengaitan)
• BF Skinner (Belajar Aktif)
• DP Ausubel (Belajar Bermakna)
• Pavlov (Belajar Klasik)
• Baruda (Belajar Meniru)
6
DIENES
• Belajar konsep merupan seni yang kreatif yang tidak
dapat dijelaskan melalui stimulus respons.
• Konsep adalah struktur matematika yang terdiri dari
konsep murni, konsep notasi, dan konsep terapan.
• Konsep murni: Berhubungan dengan pengelompokan
bilangan dan hubungan antar bilangan. Konsep notasi:
Sifat-sifat bilangan sebagai akibat bilangan disajikan.
Konsep terapan: merukanan aplikasi konsep murni dan
notasi dalam memecahkan masalah matematika dan bid
studi lain.
• Konsep dipandang lebih luas daripada konsep menurut
Gagne.
• Mengutamakan pengertian
7
Tahap-Tahap Mengajarkan Konsep
Matematika Menurut Dienes
• Bemain Bebas
• Permainan
• Penelaahan sifat bersama
• Representasi
• Penyimbulan
• Pemformalan
8
GAGNE
• Konsep itu dapat dipelajari dengan stimulus
respons.
• Konsep dipandang sempit (ide abstrak yang
dapat dikelompokkan ke dalam contoh dan non
contoh)
• Dalam belajar matematika ada 2 objek
(langsung dan tidak langsung
• Termasuk aliran tingkah laku (bahwa hasil
belajar harus didasarkan pada pengamatan
tingkah laku yang nampak melalui stimulus
respons dan belajar bersarat)
9
OBJEK LANGSUNG: Gagne
• Fakta: angka, bilangan, sudut
• Keterampilan: Kemampuan memberikan
jawaban yang benar dan cepat.
• Konsep: sda
• Aturan: Merupakan objek yang paling
abstrak
10
Delapan Tipe Belajar: Gagne
• Belajar Isarat: Belajar sebagai akibat dari stimulus yang tidak
direncanakan.
• Stimulus Respons: Belajar yang dirancang dengan stimulus dan
direspons siswa secara fisik.
• Rangkaian Gerak: Belajar yang diwujudkan dalam bentu kegiatan
jasmaniah/gerak terurut dari sejumlah stimulus respons.
• Rangkaian Verbal: Perbuatan lisan/ucapan terurut dari sejumlah
stimulus respons
• Belajar Memperbedakan (tunggal dan jamak)
• Pembentukan Konsep: Disebut pula tipe belajar pengelompokkan
adalah belajar melihat sifat benda atau peristiwa untuk dijadikan
suatu kelompok.
• Pembentukan Aturan: Contoh Tripel Pythagoras dalam membangun
aturan.
• Pemecahan Masalah: Contoh PS
11
THORNDIKE
• Belajar harus dilatih hafalkan
12
DEWEY
• Siswa akan belajar sesuatu (matematika)
sesuai keperluannya
• Belajar jangan dipaksa
• Guru sebaiknya menunggu siswa siap
untuk belajar atau guru mengatur suasana
sehingga siswa siap untuk belajar
13
BROWNELL
• Pengajaran ditekankan pada pengertian
dan belajar bermakna
• Setuju pentingnya latihan hafal, tetapi
harus dilakukan setelah dimengerti siswa
• Belajar merupakan proses yang bermakna
• Contoh (persamaan)
14
JEAN PIAGET
• Disebut teori perkembangan mental
manusia
• Menurut teori ini perkembangan kognitif
manusia tumbuh secara kronologis.
• Agar lebih cepat masuk kepada tahap
perkembangan yang lebih tinggi, anak
harus diberi banyak pengalaman.
15
PERKEMB KOG: TEORI PIAGET
• Sensori Motor (0-2 tahun)
• Preoperasi (2-7 tahun): Berfikir prekonseptual
(2-4 th) dan intuitif (4-7 th), belum memahami 6
hukum kekekalan.
• Operasi Kongkrit (7-11/12 tahun): Empat tipe
berfikiir (kongkrit, SK, SA, Abstrak), memahami
sebagian hukum kekekalan.
• Operasi Formal (11/12 tahun – ke atas): Berfikir
deduktif/induktif, memahami hukum kekekalan.
16
ENAM HUKUM KEKEKALAN
• Banyaknya
• Zat
• Panjang
• Luas
• Berat
• Isi
17
PERKIRAAN USIA: Mulainya
dipahami konsep kekekalan
• Banyaknya (6-7 th kadang 5-6 th)
• Zat (7-8 th)
• Panjang (7-8 th)
• Luas (8-9 th)
• Berat (9-10 th)
• Isi (14-15 th kadang mulai tahap berfikir
formal 11 th)
18
BRUNER: Membagi ke dlm 3 Mode
• Enaktif: serupa dengan tahap sesori motor
pada teori Piaget. Menggenakan stimulus.
• Ikonik: serupa dengan tahap preoperasi
pada teori Piaget. Menggunakan persepsi.
• Simbolik: sesuai dengan tahap operasi
kongkrit dan formal pada teori Piaget.
Menggunakan bahas dan simbul.
• Terkenal dengan Belajar Penemuan
19
+ =
+
=
20
Dalil Bruner
• Dalil Penyusunan: Belajar matematika dilakukan
dengan cara melakukan penyusunan
representasinya.
• Dalil Notasi: Belajar matematika pada
permulaan konsep disajikan, digunakan notasi
yang sesuai dengan perkembangan mentalnya.
• Dalil Pengkontrasan dan Keanekaragaman:
Digunakan untuk mengubah represenrasi
kongkrit ke representasi lebih abstrak.
• Dalil Pengaitan: Belajar matematika harus
melihat kaitan konsep yang dipelajari
21
bst r ak
ebi h mudah di f ahami
No Problem
22
c o u
' ' '
+ =
23
Beda T Piaget dan T Bruner
• Piaget: cenderung menunggu anak siap
belajar, perkaya dahulu lingkungan belajar
siswa agar mereka siap belajar.
• Bruner: Kesiapan anak untuk belajar
disongsong secepatnya.
24
VAN HIELE: Dalam Belajar
Geometri
• Pengenalan (Sudah mengenal bentuk geometri)
• Analisis (Sudah memahami sifat atau konsep
bentuk geometri)
• Pengurutan (berdasar bentuk,
ciri/sifat/luas/isi/dll)
• Deduksi (Sudah memahami pentingnya
mengambil kesimpulan secara deduktif)
• Keakuratan (Sudah memahami pentingnya
adanya ketepatan)
25
DALIL VAN HIELE
• Kombinasi kondisi pembelajaran (waktu, materi,
metode) untuk tahap tertentu dapat
meningkatkan kemampuan berfikir siswa pada
tahap yang lebih tinggi.
• Dua orang yang tahap berfikirnya berbeda dan
bertukar fikiran satu sama lain tidak akan
mengerti.
• Kegiatan belajar siswa harus sesuai dengan
tahap berfikir siswa yang bersangkutan.
26
PAVLOV
• Belajar harus ada stimulus (bersyarat)
• Pada diri siswa harus tumbuh insting
untuk merespons.
• Objek pasif.
• Percobaan dilakukan pada anjing yang
diberimakan (bel, makanan, air liur)
27
SKINNER
• Serupa dengan Pavlov. Belajar harus ada
stimulus (bersyarat). Pada diri siswa harus
tumbuh insting untuk merespons.
• Tingkah laku manusia dapat dibentuk.
• Disebut teori bersyarat aktif berbuat.
Makanan akan ada (keluar) apabila ada
yang harus ditekan.
28
BARUDA
• Belajar meniru
• Belajar terjadi karena orang lain belajar.
• Resiko, guru harus menjadi guru model
yang baik agar menjadi panutan.
29
AUSUBEL
• Belajar bermakna
• Membedakan belajar menerima dan belajar menemukan
serta belajar menghafal dan belajar bermakna.
• Belajar menerima: bentuk akhir disajikan
• Belajar menemukan: bentuk akhir dicari siswa
• Belajar menghafal: mengingat apa yang telah dipelajari
• Belajar bermakna: diawali dengan memahami yang
dipelajari kemudian mengaitkannya dengan yang lain
(dalam mat, did lain, atau aplikasinya).
• Contoh buat bidang koordinat dgn sumbu datar (metode)
menerima dan menemukan serta sumbu vertikal
(belajar) menghafal dan bermakna.
30
eni ngkat kan i nat dan
asi l el aj ar
1
31
agai mana
si swa t er mot i vasi unt uk bel aj ar
mat emat i ka dan j adi j ago
mat emat i ka?
32
3
33
Angsa mengatur diri ketika kondisi kritis
8
34
Kerbau mengatur diri ketika kondisi kritis
9
35
ondi si r i t i s
oment um ent i ng
i ci pt akan gur u
18
36
Pentingnya matematika
sudah disadari oleh orang
sudah sejak zaman dulu
37
r ang hi na pakai mat emat i ka
38
r ang esi r kuno pakai
mat emat i ka
39
ayi but uh mat emat i ka
ukur panj ang
kur berat
akaran susu
100 ml
40,2 cm
2,52 kg
40
r si t ek, gur u, pedagang,
di r ekt ur , kondekt ur ,
dokt er , pi l ot ,
pr amugar i , bu r umah
t angga, pel ayan
r est or an, t ukang beca,
hi ngga pemul ung
but uh mat emat i ka
41
r ang dul u bel aj ar mat emat i ka
42
mat emat i ka bagi an kehi dupan
dar i dul u hi ngga sekar ang
43
murid saya takut
matematika….
44
at emat i ka i t u
susah, sul i t ,
sukar …...
45
ul i t di mana?
46
MACAM SAJIAN MATEMTIKA
• MEKANISTIK
• STRUTURALISTIK
• EMPIRISTIK
• REALISTIK
47
nak:
Kongkrit-Abstrak
rangt ua:
Cara mendidik
uru:
Metode mengajar
i ngkungan
Sikap/mental
48
nak:
Kongkrit-Abstrak
49
11
498
345
833
+
498 + 345 = …
= 500 + 343
= 800 + 43
= 843
Abstrak
50
u n c
| o o
. . o
' ' '
' ' '
' ' '
51
Kongkrit: sama
Abstrak: Persegi >< belah ketupat
52
Kongkrit: kelihatan luasnya beda
Abstrak: secara teori ini sama luas
53
Kongkrit: sudut antar 2 bidang tidak 90
o
Abstrak: secara teori 90
0
54
Apakah kedua lingkaran ditengah sama besar?
Kongkrit: yang kita lihat kedua lingkaran tidak sama besar
Abstrak: secara teori keduanya sama besar
55
rangt ua:
Cara mendidik
56
Terlalu otoriter
anak sukar ambil keputusan
kurang percaya diri
kreatifitas hilang
tanya
ayah
dulu…
57
Terlalu otoriter
Lihat contoh!!!
Hilang kreatifitas
contohnya
gimana..
Ada 8 kaki binatang. Jumlah binatang 3.
Ada berapa yang kakinya 4 dan berapa yang kakinya 2?
58
Terlalu otoriter
Lihat contoh!!!
Hilang kreatifitas
contohnya
lain..
Pasti bukan
Ini segiempat.
Apakah ini segiempat?
59
Terlalu otoriter
Lihat contoh!!!
Hilang kreatifitas
Tidak
Mungkin…
Mungkinkah 8 dibagi 2 menghasilkan 3?
Anak kreatif bilang bisa!
60
uru:
Metode mengajar
61
Text book minded
Persegi bukan belah ketupat
62
Text book minded
Hanya boleh 1 cara, cara lain tidak boleh (menutup kreativitas)
53 – 17 = 50 + 3 – 10 – 7
= 40 + 3 – 7
= 30 + 10 + 3 – 7
= 30 + 3 + 10 – 7
= 30 + 3 + 3
= 30 + 6
= 36
53 – 17 = 50 – 14 = 36
63
Kurang memberikan ruang untuk kreatifitas murid,
Dalam suatu tempat terdapat hewan
berkaki dua dan berkaki empat
Jumlah kaki 20. Jumlah hewan 7.
Hitung berapa ekor hewan berkaki 2?
MENGHITUNG MAJU
AGAR PROSESNYA
MENGHITUNG MUNDUR ?
64
i ngkungan
Sikap/mental
65
er anan ur u at emat i ka
r eat i vi t as: engembangkan kebebasan
ber f i ki r
Boleh dengan berbagai cara:
17 + 15 = 12 + 20 = 32
17 + 15 = 27 + 5 = 32
1
17 17
15 15
---- + ---- +
2
1
2 = 32 32
Masih banyak
cara lain
66
er anan ur u at emat i ka
• kr eat i vi t as: engembangkan kebebasan ber pi ki r
Boleh dengan berbagai cara:
17 + 15 = 12 + 20 = 32
17 + 15 = 27 + 5 = 32
1
17 17
15 15
---- + ---- +
2
1
2 = 32 32
67
er anan ur u at emat i ka
• Membuat matematika mudah
2 -- d 3 -- t 4 --- e 5 --- L 1 --- s
8 -- d 7 -- t 6 –- e 5 --- L 9 --- s
------- -------- -------- -------- --------
10 10 10 10 10
53
19
----
71
16
---
62
33
---
68
25 17
30 12
40 2
42
25 17 + =
69
25
17
25 – 17 = 25 -10 -5 -2
25 17 - =
?
70
SEORANG BELANJA BARANG
DENGAN UANG KEMBALIAN
• Suruh seorang untuk beli permen dengan
uang Rp.1000,- tetapi uang tidak boleh
dihabiskan. Berapa harga satu permen?
• Suruh dua orang beli permen yang serupa
dengan uang Rp.1000,- tapi uang tidak boleh
dihabiskan. Berapa harga satu permen?
71
DUA ORANG
2 P + 600 = 1000 3 P + 400 = 1000
2 P + 600 = 3 P + 400
P P 600
P P P 400
72
73
34
19
20
-5
15
74
er anan ur u at emat i ka
• Membuat matematika asyik , menyenangkan
• Lagu
• Bermain dengan alat peraga
– Kelereng
– Poster
– Kartu/ permainan
4
75
ABCD JAJARGENJANG
TENTUKAN X
• Sudut berseberangan 2x-5 dan x+10
derajat
• Sisi berhadapan 5x dan 3x+10
• Sudut sehadap x-50 dan x+30
• Setengah diagonal terpendek 2x-8 dan 12.
Setengah diagonal terpanjang x.
76
ALMANAK
• Jumlah tiga bilangan menurut baris 51.
Berapa bilangan itu? Jawab
• Jumlah tiga bilangan pada kolom 57.
Berapa bilangan itu? Jawab
77
MENGHITUNG MAJU
• 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, 12
• Tunjuk satu bilangan
• Tambahkan 1, tambahkan 1, dst sampai =
15 (katakan stop)
• Jadi Bil yg Ditunjuk + … = 15
78
SEORANG BELANJA BARANG
DENGAN UANG KEMBALIAN
• Suruh seorang untuk beli permen dengan
uang Rp.1000,- tetapi uang tidak boleh
dihabiskan. Berapa harga satu permen?
• Suruh dua orang beli permen yang serupa
dengan uang Rp.1000,- tapi uang tidak boleh
dihabiskan. Berapa harga satu permen?
79
SISTEM PERSAMAAN
1
2
3
Y
X 10
80
SISTEM PERSAMAAN
• Harga 2 pensil dan 3 buku Rp.4000,-
• Harga 1 pensil dan 1 buku Rp.1500,-
• Berapa harga pensil dan buku masing-
masing?
81
DITINJAU DARI SEGI MATEMATIK APA ARTINYA
PROSEN ?
Berikut ini ada rumus matematik sederhana yang
dapat digunakan untuk menjelaskan
82
A B C D E F G H I J K L M
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
N O P Q R S T U V W X Y Z
14 1
5
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
BILA URUTAN ABJAD DIREPRESENTASIKAN
DENGAN ANGKA MAKA TERLIHAT SBB. :
83
B E R I L M U
2 5 18 9 12 13 21 = 80%
T E R A M P I L
20 5 18 1 13 16 9 12 = 94%
B E R K A R Y A
2 5 18 11 1 18 25 1 = 97%
84
C I N T A P A D A A L L A H
3 9 14 20 1 1
6
1 4 1 1 12 12 1 8 = 103%
K E R J A K E R A S
11 5 18 10 1 11 5 18 1 19 = 99%
KESIMPULAN
ILMU SAJA TIDAK CUKUP. KETERAMPILAN
LEBIH BAIK, BERKARYA LEBIH BAIK LAGI,
DAN KERJA KERAS HAMPIR MENDEKATI
KEBULATAN, NAMUN HANYA KECINTAAN
PADA ALLAH YANG LEBIH DARI SEGALANYA
85
TERIMA KASIH

PENGERTIAN: pada T. Belajar
• Disebut pula teori perkembangan mental • Berisi tentang apa yang terjadi pada mental anak • Berisi tentang apa yang diharapkan terjadi pada mental anal • Menguraikan tentang kegiatan mental anak • Apa yang dapat dilakukan anak pada usia tertentu • Tidak ada tujuan dan prosedur mengajar
2

Teori Belajar Beda Dengan Teori Mengajar
• Teori mengajar berisi uraian tentang petunjuk bagaimana semestinya mengajar anak pada usia tertentu. • Pada teori mengajar terdapat tujuan dan prosedur mengajar.

3

ALIRAN PADA TEORI BELAJAR
• • • • • • • • Stimulus Respons Latihan Mental: Memandang otak seperti otot, perlu latihan, makin kuat latihan akan berdampak baik. Pelajaran yang cocok melatih otak adalam matematika (geometri), bahasa Latin. Pengaitan (Teori Unsur-Unsur Identik) Pendidikan Progressif Belajar Pengertian Belajar Bermakna Tingkah Laku (behaviorisme): manusia pasif, dapat dibentuk oleh stimulus. Mempelajari manusia dengan metode ilmiah. Phenomenologi: Manusia mahluk bebas. Mempelajari manusia dengan kata hati, kesadaran, dan pernyataan diri dari manusia yang dipelajari.

4

MACAM TEORI BELAJAR • • • • • • • • • • • • Gagne Piaget ZP Dienes JS Bruner (Metode Penemuan) Van Hiele (Belajar Geometri) Dewey (Pendidikan Progresif) Brownell (Belajar Bermakna) Thorndike (Belajar Pengaitan) BF Skinner (Belajar Aktif) DP Ausubel (Belajar Bermakna) Pavlov (Belajar Klasik) Baruda (Belajar Meniru) 5 .

Konsep notasi: Sifat-sifat bilangan sebagai akibat bilangan disajikan. • Konsep dipandang lebih luas daripada konsep menurut Gagne. • Konsep murni: Berhubungan dengan pengelompokan bilangan dan hubungan antar bilangan. Konsep terapan: merukanan aplikasi konsep murni dan notasi dalam memecahkan masalah matematika dan bid studi lain. dan konsep terapan. • Mengutamakan pengertian 6 . konsep notasi.DIENES • Belajar konsep merupan seni yang kreatif yang tidak dapat dijelaskan melalui stimulus respons. • Konsep adalah struktur matematika yang terdiri dari konsep murni.

Tahap-Tahap Mengajarkan Konsep Matematika Menurut Dienes • • • • • • Bemain Bebas Permainan Penelaahan sifat bersama Representasi Penyimbulan Pemformalan 7 .

GAGNE • Konsep itu dapat dipelajari dengan stimulus respons. • Konsep dipandang sempit (ide abstrak yang dapat dikelompokkan ke dalam contoh dan non contoh) • Dalam belajar matematika ada 2 objek (langsung dan tidak langsung • Termasuk aliran tingkah laku (bahwa hasil belajar harus didasarkan pada pengamatan tingkah laku yang nampak melalui stimulus respons dan belajar bersarat) 8 .

OBJEK LANGSUNG: Gagne • Fakta: angka. sudut • Keterampilan: Kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat. • Konsep: sda • Aturan: Merupakan objek yang paling abstrak 9 . bilangan.

Rangkaian Verbal: Perbuatan lisan/ucapan terurut dari sejumlah stimulus respons Belajar Memperbedakan (tunggal dan jamak) Pembentukan Konsep: Disebut pula tipe belajar pengelompokkan adalah belajar melihat sifat benda atau peristiwa untuk dijadikan suatu kelompok. Stimulus Respons: Belajar yang dirancang dengan stimulus dan direspons siswa secara fisik. Rangkaian Gerak: Belajar yang diwujudkan dalam bentu kegiatan jasmaniah/gerak terurut dari sejumlah stimulus respons. Pemecahan Masalah: Contoh PS 10 .Delapan Tipe Belajar: Gagne • • • • • • • • Belajar Isarat: Belajar sebagai akibat dari stimulus yang tidak direncanakan. Pembentukan Aturan: Contoh Tripel Pythagoras dalam membangun aturan.

THORNDIKE • Belajar harus dilatih hafalkan 11 .

DEWEY • Siswa akan belajar sesuatu (matematika) sesuai keperluannya • Belajar jangan dipaksa • Guru sebaiknya menunggu siswa siap untuk belajar atau guru mengatur suasana sehingga siswa siap untuk belajar 12 .

tetapi harus dilakukan setelah dimengerti siswa • Belajar merupakan proses yang bermakna • Contoh (persamaan) 13 .BROWNELL • Pengajaran ditekankan pada pengertian dan belajar bermakna • Setuju pentingnya latihan hafal.

14 . • Agar lebih cepat masuk kepada tahap perkembangan yang lebih tinggi.JEAN PIAGET • Disebut teori perkembangan mental manusia • Menurut teori ini perkembangan kognitif manusia tumbuh secara kronologis. anak harus diberi banyak pengalaman.

15 .PERKEMB KOG: TEORI PIAGET • Sensori Motor (0-2 tahun) • Preoperasi (2-7 tahun): Berfikir prekonseptual (2-4 th) dan intuitif (4-7 th). memahami sebagian hukum kekekalan. SA. belum memahami 6 hukum kekekalan. • Operasi Kongkrit (7-11/12 tahun): Empat tipe berfikiir (kongkrit. SK. Abstrak). • Operasi Formal (11/12 tahun – ke atas): Berfikir deduktif/induktif. memahami hukum kekekalan.

ENAM HUKUM KEKEKALAN • • • • • • Banyaknya Zat Panjang Luas Berat Isi 16 .

PERKIRAAN USIA: Mulainya dipahami konsep kekekalan • • • • • • Banyaknya (6-7 th kadang 5-6 th) Zat (7-8 th) Panjang (7-8 th) Luas (8-9 th) Berat (9-10 th) Isi (14-15 th kadang mulai tahap berfikir formal 11 th) 17 .

• Simbolik: sesuai dengan tahap operasi kongkrit dan formal pada teori Piaget. Menggunakan persepsi. Menggenakan stimulus. Menggunakan bahas dan simbul. • Terkenal dengan Belajar Penemuan 18 . • Ikonik: serupa dengan tahap preoperasi pada teori Piaget.BRUNER: Membagi ke dlm 3 Mode • Enaktif: serupa dengan tahap sesori motor pada teori Piaget.

+ = + = 19 .

Dalil Bruner • Dalil Penyusunan: Belajar matematika dilakukan dengan cara melakukan penyusunan representasinya. digunakan notasi yang sesuai dengan perkembangan mentalnya. • Dalil Pengkontrasan dan Keanekaragaman: Digunakan untuk mengubah represenrasi kongkrit ke representasi lebih abstrak. • Dalil Pengaitan: Belajar matematika harus melihat kaitan konsep yang dipelajari 20 . • Dalil Notasi: Belajar matematika pada permulaan konsep disajikan.

Lebi h m udah di f aham i Abst r ak No Problem 21 .

    22 .

23 . • Bruner: Kesiapan anak untuk belajar disongsong secepatnya. perkaya dahulu lingkungan belajar siswa agar mereka siap belajar.Beda T Piaget dan T Bruner • Piaget: cenderung menunggu anak siap belajar.

ciri/sifat/luas/isi/dll) • Deduksi (Sudah memahami pentingnya mengambil kesimpulan secara deduktif) • Keakuratan (Sudah memahami pentingnya adanya ketepatan) 24 .VAN HIELE: Dalam Belajar Geometri • Pengenalan (Sudah mengenal bentuk geometri) • Analisis (Sudah memahami sifat atau konsep bentuk geometri) • Pengurutan (berdasar bentuk.

• Kegiatan belajar siswa harus sesuai dengan tahap berfikir siswa yang bersangkutan. 25 . materi.DALIL VAN HIELE • Kombinasi kondisi pembelajaran (waktu. metode) untuk tahap tertentu dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa pada tahap yang lebih tinggi. • Dua orang yang tahap berfikirnya berbeda dan bertukar fikiran satu sama lain tidak akan mengerti.

air liur) 26 .PAVLOV • Belajar harus ada stimulus (bersyarat) • Pada diri siswa harus tumbuh insting untuk merespons. makanan. • Objek pasif. • Percobaan dilakukan pada anjing yang diberimakan (bel.

Belajar harus ada stimulus (bersyarat). • Disebut teori bersyarat aktif berbuat. • Tingkah laku manusia dapat dibentuk. Makanan akan ada (keluar) apabila ada yang harus ditekan. Pada diri siswa harus tumbuh insting untuk merespons.SKINNER • Serupa dengan Pavlov. 27 .

guru harus menjadi guru model yang baik agar menjadi panutan. 28 . • Resiko.BARUDA • Belajar meniru • Belajar terjadi karena orang lain belajar.

• Belajar menerima: bentuk akhir disajikan • Belajar menemukan: bentuk akhir dicari siswa • Belajar menghafal: mengingat apa yang telah dipelajari • Belajar bermakna: diawali dengan memahami yang dipelajari kemudian mengaitkannya dengan yang lain (dalam mat. atau aplikasinya).AUSUBEL • Belajar bermakna • Membedakan belajar menerima dan belajar menemukan serta belajar menghafal dan belajar bermakna. 29 . • Contoh buat bidang koordinat dgn sumbu datar (metode) menerima dan menemukan serta sumbu vertikal (belajar) menghafal dan bermakna. did lain.

1 Meni ngkat kan Mi nat dan Hasi l Bel aj ar 30 .

Bagai m ana si sw t er m i vasi unt uk bel aj ar a ot m em i ka dan j adi j ago at at m em i ka? at at 31 .

3 32 .

Angsa mengatur diri ketika kondisi kritis 8 33 .

Kerbau mengatur diri ketika kondisi kritis 9 34 .

Kondi si Kr i t i s Mom um Pent i ng ent Di ci pt akan gur u 18 35 .

Pentingnya matematika sudah disadari oleh orang sudah sejak zaman dulu 36 .

Or ang hi na pakai m em i ka C at at

37

Or ang Mesi r kuno pakai m em i ka at at

38

Bayi but uh m em i ka at at

ukur panj ang

40,2 cm

2,52 kg

Ukur ber at
100 ml

Takar an susu
39

Ar si t ek, gur u, pedagang, di r ekt ur , kondekt ur , dokt er , pi l ot , pr am ugar i , Ibu r um ah t angga, pel ayan r est or an, t ukang beca, hi ngga pem ung ul but uh m em i ka at at

40

Or ang dul u bel aj ar m em i ka at at 41 .

m em i ka bagi an kehi dupan at at dar i dul u hi ngga sekar ang 42 .

43 .murid saya takut matematika….

.Mat em i ka i t u at susah. 44 . sukar ….. sul i t .

Sul i t di m ana? 45 .

MACAM SAJIAN MATEMTIKA • • • • MEKANISTIK STRUTURALISTIK EMPIRISTIK REALISTIK 46 .

Anak: Kongkrit-Abstrak Or angt ua: Cara mendidik Gur u: Metode mengajar Li ngkungan Sikap/mental 47 .

Anak: Kongkrit-Abstrak 48 .

11 498 345  833 498 + 345 = … Abstrak = 500 + 343 = 800 + 43 = 843 49 .

            50 .

Kongkrit: sama Abstrak: Persegi >< belah ketupat 51 .

Kongkrit: kelihatan luasnya beda Abstrak: secara teori ini sama luas 52 .

Kongkrit: sudut antar 2 bidang tidak 90o Abstrak: secara teori 900 53 .

Apakah kedua lingkaran ditengah sama besar? Kongkrit: yang kita lihat kedua lingkaran tidak sama besar Abstrak: secara teori keduanya sama besar 54 .

Or angt ua: Cara mendidik 55 .

tanya ayah dulu… Terlalu otoriter anak sukar ambil keputusan kurang percaya diri kreatifitas hilang 56 .

Jumlah binatang 3. Ada 8 kaki binatang..Terlalu otoriter Lihat contoh!!! Hilang kreatifitas contohnya gimana. Ada berapa yang kakinya 4 dan berapa yang kakinya 2? 57 .

Apakah ini segiempat? 58 . Pasti bukan Ini segiempat..Terlalu otoriter Lihat contoh!!! Hilang kreatifitas contohnya lain.

Terlalu otoriter Lihat contoh!!! Hilang kreatifitas Tidak Mungkin… Mungkinkah 8 dibagi 2 menghasilkan 3? Anak kreatif bilang bisa! 59 .

Gur u: Metode mengajar 60 .

Text book minded Persegi bukan belah ketupat 61 .

cara lain tidak boleh (menutup kreativitas) 62 .53 – 17 = 50 + 3 – 10 – 7 = 40 + 3 – 7 = 30 + 10 + 3 – 7 = 30 + 3 + 10 – 7 = 30 + 3 + 3 = 30 + 6 = 36 53 – 17 = 50 – 14 = 36 Text book minded Hanya boleh 1 cara.

Jumlah hewan 7. Dalam suatu tempat terdapat hewan berkaki dua dan berkaki empat Jumlah kaki 20.Kurang memberikan ruang untuk kreatifitas murid. Hitung berapa ekor hewan berkaki 2? MENGHITUNG MAJU AGAR PROSESNYA MENGHITUNG MUNDUR ? 63 .

Li ngkungan Sikap/mental 64 .

+ ---.+ 212 = 32 32 65 .Per anan Gur u Mat em i ka at Kr eat i vi t as: Mengem bangkan kebebasan ber f i ki r Boleh dengan berbagai cara: 17 + 15 = 12 + 20 = 32 17 + 15 = 27 + 5 = 32 Masih banyak cara lain 1 17 17 15 15 ---.

Per anan Gur u Mat em i ka at • kr eat i vi t as: Mengem bangkan kebebasan ber pi ki r Boleh dengan berbagai cara: 17 + 15 = 12 + 20 = 32 17 + 15 = 27 + 5 = 32 1 17 17 15 15 ---.+ ---.+ 212 = 32 32 66 .

e 6 –.Per anan Gur u Mat em i ka at • Membuat matematika mudah 2 -.t 7 -.t -------10 4 --.s 9 --.d 8 -.s -------10 53 19 ---- 71 16 --- 62 33 --- 67 .d ------10 3 -.e -------10 5 --.L -------10 1 --.L 5 --.

25 25 + 17 17 = 30 12 40 2 42 68 .

25 25 ? 17 = 17 25 – 17 = 25 -10 -5 -2 69 .

SEORANG BELANJA BARANG DENGAN UANG KEMBALIAN • Suruh seorang untuk beli permen dengan uang Rp.1000. Berapa harga satu permen? • Suruh dua orang beli permen yang serupa dengan uang Rp.. Berapa harga satu permen? 70 ..tetapi uang tidak boleh dihabiskan.tapi uang tidak boleh dihabiskan.1000.

DUA ORANG 2 P + 600 = 1000 3 P + 400 = 1000 2 P + 600 = 3 P + 400 P P P P P 600 400 71 .

72 .

34 19 20 -5 15 73 .

4 Per anan Gur u Mat em i ka at • Membuat matematika asyik . menyenangkan • Lagu • Bermain dengan alat peraga – Kelereng – Poster – Kartu/ permainan 74 .

ABCD JAJARGENJANG TENTUKAN X • Sudut berseberangan 2x-5 dan x+10 derajat • Sisi berhadapan 5x dan 3x+10 • Sudut sehadap x-50 dan x+30 • Setengah diagonal terpendek 2x-8 dan 12. 75 . Setengah diagonal terpanjang x.

Berapa bilangan itu? Jawab 76 .ALMANAK • Jumlah tiga bilangan menurut baris 51. Berapa bilangan itu? Jawab • Jumlah tiga bilangan pada kolom 57.

3. 7. tambahkan 1. …. dst sampai = 15 (katakan stop) • Jadi Bil yg Ditunjuk + … = 15 77 . 12 • Tunjuk satu bilangan • Tambahkan 1. 9. 5. 6. 8. 4.MENGHITUNG MAJU • 1. 2. 10.

..tapi uang tidak boleh dihabiskan. Berapa harga satu permen? 78 . Berapa harga satu permen? • Suruh dua orang beli permen yang serupa dengan uang Rp.SEORANG BELANJA BARANG DENGAN UANG KEMBALIAN • Suruh seorang untuk beli permen dengan uang Rp.1000.1000.tetapi uang tidak boleh dihabiskan.

SISTEM PERSAMAAN 3 2 1 X 10 Y 79 .

• Berapa harga pensil dan buku masingmasing? 80 .• Harga 1 pensil dan 1 buku Rp.1500.4000.SISTEM PERSAMAAN • Harga 2 pensil dan 3 buku Rp.

DITINJAU DARI SEGI MATEMATIK APA ARTINYA PROSEN ? Berikut ini ada rumus matematik sederhana yang dapat digunakan untuk menjelaskan 81 .

: A B C D E F G H I J K L M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 N O P Q R S T U V W X Y Z 14 1 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 5 82 .BILA URUTAN ABJAD DIREPRESENTASIKAN DENGAN ANGKA MAKA TERLIHAT SBB.

B 2 E 5 R I 18 9 R A 18 1 L M U 12 13 21 = 80% M P I 13 16 9 L 12 = 94% T E 20 5 B 2 E 5 R K A 18 11 1 R Y A 18 25 1 = 97% 83 .

BERKARYA LEBIH BAIK LAGI. NAMUN HANYA KECINTAAN PADA ALLAH YANG LEBIH DARI SEGALANYA 84 . KETERAMPILAN LEBIH BAIK.K E R J A 11 5 18 10 1 C I N T A 3 9 14 20 1 K E R A S 11 5 18 1 19 = 99% P AD A 1 1 4 1 6 A L L A H 1 12 12 1 8 = 103% KESIMPULAN ILMU SAJA TIDAK CUKUP. DAN KERJA KERAS HAMPIR MENDEKATI KEBULATAN.

TERIMA KASIH 85 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->