KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Mutiara O.Panjaitan

Latar Belakang
UURI No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah memberi memberi kewenangan bagi kabupaten dan kota dalam penyelenggaraan pendidikan  Keberagaman: daerah, sekolah, Keberagaman: daerah, sekolah, siswa, siswa, dll 

Landasan Yuridis 

UURI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: pengembangan
kurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, pendidikan, potensi daerah, dan peserta daerah, didik. didik. (UU No. 20 Th 2003 tentang SPN, pasal 36,
ayat 2) 

Lanjutan landasan yuridis 

PPRI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: SNP memuat Standar Pendidikan: Isi yang mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kompetensi terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial daerah, budaya masyarakat setempat, dan peserta didik (PPRI No 19 Tahun 2005 tentang SPN, pasal 17, ayat 1) 

Lanjutan landasan yurisis   

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No: Isi, 22 thn 2006 tentang Standar Isi, 23 thn 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan 24 thn 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang SI dan SKL serta Permen 6 thn 2007 tentang Perubahan Permen 24 tahun 2006 Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (disusun oleh BSNP) Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional tentang Sosialisasi KTSP

Landasan Empiris Model kurikulum Survei NIER: .Kurikulum Berbasis Konten/Materi Konten/ .Kurikulum Berbasis Hasil/ Hasil/kompetensi .Campuran .

proses pembelajaran /penilaian juga relatif sama Terjadi kesenjangan antara cakupan pengetahuan yang diperoleh dengan sikap dan perilaku. Kemampuan siswa dianggap sama. . Guru sangat dominan. target adalah penyampaian materi.Kurikulum Berbasis konten/Materi: konten/Materi:          Orientasi pembelajaran berdasarkan isi kurikulum. Menekankan isi berupa pengetahuan Pembelajaran cenderung searah Fokus pembelajaran dan evaluasi lebih kepada kognitif >´semua anak tahu tentang semuaµ. Siswa menjadi ´serba tahu· tetapi belum tentu ´bisa berbuatµ. Siswa sebagai objek dan sasaran ´pencurahanµ ilmu pengetahuan.

lanjutan landasan empiris Kurikulum Berbasis Kompetensi: Kompetensi: Kompetensi: Richard. kognitif. J.C > perilaku yg dapat diamati. Richards. CompetencyCompetency-Based Language Teaching (CBLT) > fokus pada kemampuan siswa untuk dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat . afektif.J > kompetensi dibentuk oleh integrasi dan aplikasi berbagai kecakapan yang merefleksikan kognitif. M. dan keterampilan. afektif. diperlukan diamati. untuk menuntaskan kegiatan sehari-hari dengan sehariberhasil. berhasil. keterampilan.

keterampilan.bertahan  .Kompetensi? Kemampuan  Berpikir  Bertindak  Bersikap secara konsisten sebagai wujud dari pengetahuan. dan sikap yang dipelajari  Teramati Konsisten .

Tahu Paham   dapat menyebutkan dapat memberi contoh/bukan contoh dapat mendefinisikan/menjelaskan dengan kata-kata sendiri unjuk kerja Mampu dapat melakukan Kompeten .

Indikator? Menjawab pertanyaan: ³Apa yang harus kita amati untuk mengetahui seseorang memiliki kompetensi?´ .

Ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi: Kompetensi:        orientasi hasil belajar yang diharapkan hasil belajar dapat didemonstrasikan dan diamati tuntasnya penguasaan siswa Sasaran akhir perubahan tingkah laku (performance) Aplikasi pengetahuan dlm kehidupan nyata (to do) Sesuai irama kecepatan kompetensi dalam broad life skills .

Siswa berpeluang untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dg tingkat kemampuan yg dimiliki Gaya belajar Kecepatan tahapan belajar Tingkat Kemampuan .KARAKTERISTIK ANAK KEBERAGAMAN KARAKTERISTIK Minat dan motivasi lanj empiris Siswa berpeluang berkreasi sesuai dg minat dan motivasi belajar. Siswa termotivasi belajar secara mandiri Siswa diberi perlakuan secara individual sesuai dengan keadaannya Siswa berpeluang belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan yg dimilikinya.

Perubahan pada Penilaian Kelas 2.Pelaksanaan Remediasi dan Pengayaan Secara efektif 1.4. Perubahan pada Kegiatan Belajar Mengajar . Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Perubahan-Perubahan yang harus terjadi 3.

Belajar melalui berbuat 5.2. Mengembangkan kreatifitas 1. Berpusat pada Peserta Didik 3. Menyediakan Pengalaman belajar Yang beragam 4.Kontekstual .Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Perubahan Pada Kegiatan Belajar Mengajar 6.

melalui Kumpulan kerja siswa (Portfolios). dan Test Tertulis Berorentasi pada kompetensi. mengacu pada patokan.4 Bentuk Pelaporan yang komunikatif dan bermakna bagi semua pihak 1 Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. ketuntasan belajar.bagian dari pembelajaran. bersifat internal. Unjuk kerja (Performances). . Hasil karya (Products). Penugasan (Projects).l. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar 3 Perubahan pada Penilaian Kelas 2 Dilakukan a. dilakukan melaui berbagai cara.

Mengacu pada Visi dan misi sekolah 3. Komite sekolah Organisasi profesi 4.kinerja.kolaborasi horizontal: Sekolah lain. Mengembangkan Perangkat kurikulum 1. kualitas layanan) .Pemantauan dan penilaian (efisiensi.Memberdayakan Tenaga Pendidik dan Sumber daya lainnya Pengelolaan Kurikulum Berbasis sekolah 6. Kolaborasi vertikal: Dewan dan Dinas pendidikan 5.2.

Kerangka dasar & struktur kurikulum disusun oleh Pusat (BNSP) .Bentuk pengelolaan: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan   KTSP adalah model pengelolaan pengembangan kurikulum Pengelolaan (sentralistis desentralistis): .Silabus. SAP/Satpel/RPP disusun oleh sekolah Peran Komite Sekolah .madrasah dalam mengembangkan kurikulum & silabus  .

KTSP = PKBS  KTSP adalah pengembangan kurikulum berbasis sekolah (school based curriculum development) Kurikulumnya adalah ³kurikulum sekolah «. pendidikan. Dalam KTSP digunakan model: KBK KTSP: Adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masingmasingmasing satuan pendidikan.´ KTSP bukan model kurikulum seperti model KBK.     .

RPP . Misi.KOMPONEN KTSP A. Visi. Struktur dan Muatan KTSP C. Silabus E. Kalender Pendidikan D. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan B.

KURIKULUM (TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN) SMPN 01 DKI JAKARTA TAHUN 2006/2007/2008/2009/2010* .

PENDAHULUAN A.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR I. Muatan Kurikulum III. Tujuan Pendidikan B. Misi II. PENUTUP LAMPIRAN ‡ SILABUS ‡ RPP . Struktur Kurikulum B. Visi C. KALENDER PENDIDIKAN IV. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A.

KATA PENGANTAR I.doc B.ppt C. yg mengacu pada tujuan umum pendidikan . TUJUAN SATUAN. menengah. Visi (Gambaran lulusan yang diinginkan 10 th ke depan) BAGAIMANA MENYUSUN VISI. atau menengah kejuruan) Tuj Pend. Tujuan Pendidikan (Rumusan tujuan sekolah ybs. MISI.ppt . Misi (Gambaran proses/kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah untuk mencapai visi) MisiMisi-Contoh.dasar. PENDAHULUAN A.

kt keadaan Misi ----.gb-an proses --.gambaran keadaan.kt kerja .  Visi ----.

dan pengembangan diri. serta alokasi waktunya) STR KUR SDN PD BAMBU 14. PENUTUP LAMPIRAN  Silabus (Tiap mapel.II. Pengembangan Diri. muatan lokal. Struktur Kurikulum (Tabel komponen Mapel. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. KALENDER PENDIDIKAN (Gambaran hari belajar efektif selama 1 tahun ajaran yang dituangkan dalam bentuk matriks) Kalender Pend . kenaikan kelas dan kelulusan) III. Muatan Kurikulum (Uraian tentang mapel. muatan lokal) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  .doc B.HARI BELAJAR EFEKTIF.doc IV. Muatan Lokal.

 Mencantumkan mata pelajaran muatan lokal dalam struktur kurikulum. beserta alokasi waktunya Dengan cara antara lain: lain:  mengatur alokasi waktu ´tatap mukaµ seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan (Keterampilan/Bahasa asing lain).Struktur Kurikulum Tabel berisi: komponen Mapel.  Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk menambah jam pembelajaran pada mata pelajaran tertentu atau menambah mata pelajaran baru.  Tidak boleh mengurangi mata pelajaran yang tercantum dalam standar isi. Muatan Lokal. Pengembangan Diri. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- Lanjut 26 .

Mata Pelajaran 1. Bahasa Arab Muatan Lokal (konservasi dan pemberdayaan potensi bahari) C. Biologi 8. Struktur Kurikulum Kelas X SMAN 69 JKT *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Komponen Alokasi Waktu Semester 1 A. Pendidikan Kewarganegaraan 3. 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 Semester 2 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 . Sosiologi 13. Pendidikan Agama 2. Bahasa Inggris 5. Kimia 9. Pengembangan Diri Jumlah B. Matematika 6. Sejarah 10.Cth. Fisika 7. Ekonomi 12. Olahraga dan Kesehatan 15. Seni Budaya 14. Pendidikan Jasmani. Bahasa Indonesia 4. Geografi 11. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16.

Kenaikan Kelas. Muatan lokal 3. Mata pelajaran 2. MUATAN KTSP 1. Pengaturan beban belajar 5.IIB. Kegiatan Pengembangan diri 4. Penjurusan 8. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan ```Global CAT : Untuk PLB/PK ditambah dengan Program Khusus . dan kelulusan 7. Pendidikan kecakapan Hidup 9. Ketuntasan Belajar 6.

keterampilan. kurikulum. tidak pendidikan. daerah.MUATAN LOKAL Kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.  Merupakan mata pelajaran wajib yang tercantum dlm. terbatas pada mata pelajaran keterampilan.  .  Materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. dlm. termasuk keunggulan daerah. Struktur kurikulum.  Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

 Setiap semester sekolah dapat melaksanakan mulok lebih dari satu jenis  Mengacu pada minat dan atau karakteristik program studi yang diselenggarakan di sek. sekolah. Mulok yang diselenggarakan prog. angka). pelajaran. sek. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP30  Bentuk . sekolah.penilaiannya kuantitatif (angka). sesuai dengan minat dan prog.  Siswa boleh mengikuti lebih dari satu jenis mulok pada setiap tahun pelajaran.

baso. pembibitan ikan hias konsumsi. komputer. kerupuk. kewirausahaan. hias. obat. akuntansi. abon. tanaman. baso. sayur. web desain. asin. obat. Sekolah  harus menyusun SK. tanaman. desain. Pembelajaran dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran atau tenaga ahli dari luar sekolah yang relevan dengan substansi mulok  Berupa program keterampilan produk dan jasa: jasa: contoh: tanaman hias. abon. sayur. dll Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP31 . kerupuk. pembuatan konsumsi. KD dan Silabus untuk Mata pelajaran Mulok yang diselenggarakan . berkomunkasi sbg Guide. ikan asin. komputer. kewirausahaan. akuntansi.

4. Memahami pengolahan hasil laut KOMPETENSI DASAR 2.2 Menjelaskan pengolahan ikan secara tradisional 2.3. Menjelaskan pengolahan ikan secara modern. Menjelaskan pengolahan rumput laut .1 Menjelaskan teknik pengawetan ikan 2. 2.Program Mulok: Konservasi dan Pemberdayaan Potensi Bahari Kelas XI Semester 1 STANDAR KOMPETENSI 2.

Pengembangan Diri Segi yang dikembangkan Pengembangan kepribadian: Pengembangan bakat-minat-ketrampilan Bentuk Program Kegiatan ekstra kurikuler: agama. olah raga. kemasyarakatan. pengemb karir Keg Pembiasaan . kehidupan sosial. KIR Bimbingan dan konseling: masalah diri pribadi. seni. organisasi. belajar.

Kegiatan Pembiasaan RUTIN upacara senam sholat berjamaah kunjungan pustaka SPONTAN membiasakan antri memberi salam membuang sampah pada tempatnya musyawarah KETELADANAN berpakaian rapi memberikan pujian tepat waktu hidup sederhana .

Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- Lanjut 35 . Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/ dan/atau dibimbing oleh guru. lain. Perlu dibuat program kerja yang sistematis dan komprehensif sebagai bagian dari program kerja sekolah dan atau program kerja OSIS. atau tenaga kependidikan konselor. silabus.Bukan Mata Pelajaran dan tidak perlu dibuatkan SK. konselor. KD dan silabus.

difokuskan pada Perubahan Sikap dan Perkembangan Perilaku Peserta Didik setelah mengikuti kegiatan pengembangan diri.  Penjabaran alokasi waktu ekuivalen dg 2 jam pembelajaran per minggu. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- 36 . diserahkan kepada masing-masing pembimbing dan sekolah. Penilaian dilakukan secara kualitatif (deskripsi).

mencakup penilaian: sikap penilaian: kompetitif. kerjasama. penilaian: penilaian: Sikap Sportif. Kerjasama. Kompetitif. Diri: Keg. mencakup Keolahragaan. kompetitif. kerjasama. Kompetitif. KIR. percaya diri dan mampu memecahkan masalah. dll. dll.  Keg. Sportif.Contoh Penilaian Pengemb. masalah. dll. disiplin dan ketaatan mengikuti SPO.  Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP37 . dll. Keolahragaan. Diri: Pengemb. Kerjasama.

semester dan per tahun pelajaran yang dilaksanakan di sekolah sesuai dgn yg tercantum dlm struktur kurikulum. Alokasi waktu setiap MP pada smt ganjil dan genap dlm 1 th pelajaran dapat diatur sesuai diatur Kebutuhan.BEBAN BELAJAR  Beban belajar per MP per minggu. muka. Kebutuhan. tetapi Jml beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap. per minggu. 2 JPL praktik di sekolah setara dg 1 JPL ttp muka. tetap. dan 4 JPL praktik di luar sekolah setara dg 1 JPL ttp muka. kurikulum.   . muka.

pengayaan. sesuai potensi dan kebutuhan siswa dlm mencapai kompetensi pd. dll. Mata pelajaran tertentu. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- Lanjut 39 . penambahan jam praktik dll.Tambahan 4 JPL dpt dimanfaatkan untuk: kegiatan untuk: remedial. tertentu. pengayaan.

Paket SMP/MTs/SMPLB ± Paket atau SKS SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK .SKS .Pengaturan Beban Belajar Beban Belajar dlm bentuk satuan waktu Menggunakan Sistem Paket (satuan jm pelajaran) dan Sistem Kredit Semester Sekolah ktgri standar : SD/MI/SDLB. SMP/MTs/SMPLB ± Paket SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK ± Paket atau SKS Sekolah ktgri mandiri : SD/MI/SDLB .

Keg . waktu penyelesaian diatur sendiri oleh peserta didik.Lanjutan beban belajar Program Pembelajaran: Tatap muka: interaksi antara peserta didik dengan pendidik Tugas terstruktur: tugas dirancang pendidik. waktu penyelesaian ditentukan pendidik Tugas mandiri tak terstruktur: tugas dirancang pendidik.

SMA/MA/SMALB/SMK/MAK: 60% dr waktu tatap muka mapel bersangkutan - .Lanjutan beban belajar Beban belajar tgs terstruktur & mandiri tak tertruktur: SD/MI/SDLB: maks 40% dr waktu tatap muka mapel bersangkutan .SMP/MTs/SMPLB: 50% dr waktu tatap muka mapel bersangkutan .

Sek dpt menetapkan KKM dibawah batas kriteria ideal. ideal. ttp secara bertahap hrs dpt mencapai kriteria ketuntasan ideal. Kriteria ideal 75 . Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- Lanjut 43 . pendukung. pendukung.100 %. Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan belajar masing-masing indikator masingdg mempertimbangkan: kemampuan rata2 mempertimbangkan: rata2 siswa. siswa. Sumber Daya indikator. kompleksitas indikator.Ketuntasan Belajar    Kriteria Ketuntasan Belajar Per Indikator ditetapkan oleh sekolah dg mempertimbangkan: mempertimbangkan: Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator adalah 0 ² 100 %.

Sekolah. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP-  Lanjut 44 .Kenaikan Kelas dan Kelulusan  Kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan strategi penanganan peserta didik yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh Sekolah.

kurikulum. .Pendidikan Kecakapan hidup Kecakapan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Bukan mata pelajaran tetapi substansinya merupakan bagian integral dari semua MP. Tidak masuk dalam struktur kurikulum.

lanjutan life skill Disajikan terintegrasi dan/atau dan/ berupa paket/modul yg paket/ direncanakan secara khusus. Substansi meliputi: meliputi: Kecakapan pribadi. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- Lanjut 46 . sosial. Kecakapan vokasional dapat diperoleh a. akademik dan atau vokasional. Keterampilan. sosial. pribadi.l melalui mapel Mulok dan atau mapel Keterampilan. khusus. vokasional.

berpartisipasi masy. percaya akan kemampuan diri (percaya diri dpt memahami penjelasan dlm bhs Inggris). mampu berkomunikasi . Sosial: kelompok. al:  Personal:Akhlak mulia (mau berbagi ilmu dgn orang lain). berinteraksi dgn masy.Kecakapan hidup dlm Bahasa Inggris. dpt bekerjasama  Akademik: memiliki pengetahuan. Akademik: pengetahuan. pemikiran rasional  Sosial: bekerja dlm kelompok. dlm budaya lokal &global.

kurikuler. Pembelajaran mapel keterampilan dilaksanakan secara komprehensif melalui Intra kurikuler. Pengembangan SK. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP48 .   Sek dpt mengembangkan SK.KD. Silabus dan Bahan Ajar dan Penyelenggaraan Pembelajaran Keterampilan Vokasional dpt dilakukan melalui kerjasama dengan satuan pend formal/non formal lain. lain. KD dan Silabus keterampilan sesuai kebutuhan sekolah. sekolah.

lain. Mulok. yang semuanya ekologi. TIK. ekologi. Bahasa. dan lain. Bahasa. Budaya. atau menjadi mapel Mulok.Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global     Dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global. terintegrasi. didik. Budaya. Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- Lanjut 49 . Ekonomi. nonformal. Dapat merupakan bagian dari semua MP yg terintegrasi. lainbermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Substansi mencakup : Ekonomi. Dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan dan/ pendidikan nonformal.

minggu efektif belajar. pembelajaran efektif dan hari libur Disusun sesuai kalender pendidikan yang tercantum pd SI Departemen Pendidikan Nasional Materi 10-Penyusunan KTSP-2006 10KTSP- Lanjut 50 . ajaran.C. waktu belajar. Kalender Pendidikan Pengaturan waktu keg pembelajaran selama 1 tahun ajaran. pelajaran. Mencakup permulaan tahun pelajaran.

PKBS  Bottom up: kurikulum disusun oleh guru perlu kesiapan pembinaan intensif ± peningkatan kegiatan KKG-MGMP  Partisipasi masyarakat: melibatkan Komite Sekolah masukan ttg sasaran-isi kurikulum  Diversifikasi sekolah: variasi kurikulum sesuai kemajuan-kebutuhan-karakteristik masyarakat .

perkembangan. kebutuhan daerah-sekolah Sekolah maju mengadakan pengayaan isi & pembelajaran Pengayaan sesuai karakteristik daerah Sekolah belum maju melaksanakan kurikulum minimal tetapi yang esensial    .Diversifikasi Kurikulum  Penjabaran Kurikulum sesuai kondisi.

biaya. profesi. dinas pendidikan. dan programprogram yang ada di sekolah. pendidik dan tenaga kependidikan. . ‡ Analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar: komite sekolah. dunia industri dan dunia kerja. asosiasi. dewan pendidikan. sarana prasarana.PELAKSANAAN PENYUSUNAN KTSP SEKOLAH MELAKUKAN ANALISIS KONTEKS ‡ Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yang ada di sekolah: peserta didik. sumber daya alam dan sosial budaya.

PELAKSANAAN PENYUSUNAN KTSP (Lanjutan) ‡ Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk dijabarkan sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah serta sosial budaya masyarakat setempat. . peserta didik.

potensi daerah/karakteristik daerah. dan peserta didik. ayat 2) Komponen KTSP       Kurikulum tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB.Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. sosial budaya masyarakat setempat. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. ayat 1) Tujuan Satuan Pendidikan Visi Misi Struktur Kurikulum Muatan Kurikulum Kalender Pendidikan Silabus Rencana Pelaksanaan PembeLajaran (RPP) ‡ Apa saja karakteristik daerah yang dipilih? (Desa-kota? Pengrajin. SMK/MAK. dan peserta didik (Permen No 19 Tahun 2005 tentang SPN. pasal 36. potensi daerah. (UU No. pasal 17. SMP/MTs/SMPLB. pertanian?) ‡ Pada komponen mana sajakah dari KTSP karakteristik tsb harus tercermin?   . SMA/MA/SMALB. 20 Th 2003 tentang SPN.

dan SMK Dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah. MA. Dokumen MI.Pemberlakuan KTSP  Dokumen SD.   . diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota bidang pendidikan. SMP. diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi bidang pendidikan. MTs. SMPLB. dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah. diketahui oleh komite madrasah dan departemen urusan pemerintahan di bidang agama. dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah. SMA. Dokumen SDLB.

22 dan 23 mulai tahun ajaran 2006/2007 ‡ Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permen No. 22 dan 23 untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007 ‡ Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004 melaksanakan Permen No.JADWAL PELAKSANAAN KTSP ‡ Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permen No. 22 dan 23 paling lambat tahun ajaran 2009/2010 ‡ Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permen No. 22 dan 23 secara bertahap .