Anda di halaman 1dari 2

Seleksi Single Seed Descent (SSD) Seleksi Single Seed Descent, yaitu satu keturunan satu biji.

Pada prinsipnya, individu tanaman terpilih dari hasil suatu persilangan pada F2 dan selanjutnya ditanam cukup satu biji satu keturunan. Cara ini dilakukan sampai generasi yang ke-5 atau ke-6 (F5 atau F6). Bila pada generasi tersebut sudah diperoleh tingkat keseragaman yang diinginkan maka pada generasi berikutnya pertanaman tidak dilakukan satu biji satu keturunan tetapi ditingkatkan menjadi satu baris satu populasi keturunan, kemudian meningkat lagi menjadi satu plot satu populasi keturunan. Prosedur Single Seed Descent (SSD) mempunyai tujuan mempertahankan keturunan dari sejumlah besar tanaman F2, dengan mengurangi hilangnya genotip selama generasi segregasi. Hanya satu biji yang dipanen dari masing-masing tanaman, perkembangan tanaman optimum dari generasi F2 sampai dengan F4.. Metode seleksi Single Seed Descent(SSD) banyak dilakukan dalam pemuliaan tanaman kedelai di Amerika Serikat (Fehr, 1978). Metode SSD Descent mempunyai beberapa keuntungan, sebagi berikut : 1. karena yang ditanam setiap generasi satu biji satu keturunan, dengan sendirinya luas lahan yang diperlukan jauh lebih sempit. 2. waktu dan tenaga yang diperlukan pada saat panen lebih sedikit, karena populasinya lebih kecil. 3. pencatatan dan pengamatan lebih mudah dan sederhana. 4. seleksi untuk karakter-karakter yang heritabilitasnya tinggi, misalnya tinggi tanaman, umur, penyakit dan beberapa aspek kualitas dapat dikerjakan dengan efektif berdasarkan satu tanaman tunggal. 5. tiap tahun dapat ditanam beberapa generasi, bila keadaan lingkungan dapat dikuasai.

6. hanya diperlukan sedikit usaha dalam memperoleh tipe homozigot untuk karakter- karakter yang pewarisannya sederhana. Keadaan homozigot cepat tercapai. 7. penanganan persilangan dapat lebih banyak.

Adapun kekurangan dari metode SSD, yaitu pada generasi F2 kemungkinan lebih banyak tanaman yang superior tidak teramati atau hilang, karena setiap genotip disini hanya mewakili satu tanaman pada F3 sehingga tidak diketahui identitasnya. Pada metode SSD, setiap tanaman mulai generasi F2 sampai generasi F6. diambil satu biji dari satu tanaman pada setiap generasi untuk ditanam pada generasi selanjutnya. Jumlah tanaman dalam populasi F2 sampai F6 akan tetap atau bisa berkurang karena adanya dayatumbuh benih yang kurang baik. Ciri lain dari metode SSD, adalah adanya kemungkinan untuk menghasilkan sejumlah besar galur murni pada areal yang sempit dan tenaga kerja yang terbatas (Fehr, 1987, dikutip dari Ai Komariah).

METODE SATU KETURUNAN SATU BIJI: Menyelesaikan tiap tanaman keturunan F2 di dalam populasi dengan satu biji keturunan (single seed descent). Pada generasi F2 dan generasi selanjutnya hanya satu biji tiap tanaman yang digunakan sebagai tetua untuk generasi berikutnya. Apabila tingkat silangan dalam yang di inginkan telah dicapai, tiap keturunan yang berasal dari F2 yang berbeda dipertahankan dalam keadaan tercampur (bulk). Manfaat : Sebagai cara yang efisien dalam menggunakan fasilitas yang ada didalam evaluasi keturunan yang superior dari hasil persilangan (kombinasi tetua).