Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi Hernia Berdasarkan terjadinya, hernia dibagi atas :

 

hernia bawaan (kongenital) hernia yang didapat (akuisita)

Berdasarkan letaknya, hernia dibagi menjadi




hernia diafragma yaitu menonjolnya organ perut kedalam rongga dada melalui lubang pada diafragma (sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut).

  

inguinal umbilical yaitu benjolan yang masuk melalui cincin umbilikus (pusar) femoral yaitu benjolan di lipat paha melalui anulus femoralis.

Berdasarkan sifatnya, hernia dibagi menjadi:


   

reponibel : bila isi hernia dapat keluar masuk. hernia irreponibel : bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga strangulata : bila terdapat keluhan nyeri, biasanya karena terjepitnya pembuluh darah incarserata : terdapat tanda obstruktif, sperti tidak bisa buang air besar, tidak bisa buang angin dan terdapat nyeri

hernia akreta : jika tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus akibat perlekatan tersebut.

Hernia Femoralis Hernia femoralis melewati kanalis femoralis yang dibatasi oleh bagian superior oleh saluran ileopubic, dan bagian inferior oleh ligamen cooper, bagian lateral oleh arteri femoralis, dan medial oleh persimpangan saluran ileopubic dan ligamen cooper. Hernia femoralis menghasilkan massa atau tonjolan dibawah ligamen inguinal. Beberapa keadaan hernia femoralis ada diatas kanalis inguinalis (sabiston) Hernia Umbilikal

Umbilikus dibentuk oleh cincin pusar linea alba dan merupakan situs hernia umumnya. Intraabdomen, Ligamentum teres, dan vera paraumbilikal bergabung ke umbilikus superior dan ligamen umbilikus median (dilenyapkan urachus) lalu masuk inferior.Hernia pada bayi adalah bawaan, sebagian besar menutup spontan pada kasus usia 2 tahun. Yang bertahan setelah usia 5 tahun sering diperbaiki melalui pembedahan. Kecenderungan yang kuat terhadap perkembangan hernia pada individu keturunan Afrika. Hernia sering terjadi pada wanita dan kondisi yang mengakibatkan peningkatan tekanan inta-abdomen, seperti kehamilan, obesitas, asites, atau distensi abdomen Hernia umbilikal lebih umum pada individu-individu yang hanya memiliki decussation aponeurotic tunggal di bagian tengah dibanding dengan decussation triple normal serat.Hernia umbilikaslis kecil asimptomatik nyaris tidak terdeteksi pada pemeriksaan dan tidak perlu diperbaiki, orang dewasa yang memiliki gejala, penahanan hernia, besar, penipisan kulit atau asites yang tidak terkendali harus memiliki perbaikan hernia. Hernia umbilikal pecah spontan pada pasien dengan ascites dapat mengakibatkan peritonitis dan kematian.(sabiston) Hernia Epigastric Hernia epigastrium 2 sampai 3 kali lebih sering pada laki-laki. Hernia ini terletak antara proses xypoideus dan umbilikus biasanya dalam waktu 5-6 cm diatas umbilikus. Seperti hernia umbilikalis, hernia epigastrium lebih umum pada orang decussation aponeuroticnya tunggal. Cacat yang kecil dan sering menghasilkan nyeri karena ukuran untuk penahanan lemak preperitoneal. Pada 20 % pasien dilakukan penutupan sederhana. (sabiston) Hernia unsual 1. Hernia Spigelian Hernia spigelian melalui ligamen spigelian.yang terdiri dari lapisan aponeurotic antara otot rektus media dan semilunaris lateral. Hampir semua hernia spigelian terjadi dibawah garis arkuata.Kebanyakan hernia spigelian kecil (diameter 1-2 cm). Pasien sering datang dengan nyeri lokal di area tanpa tonjolan karena hernia terletak dibawah ap oneurosis m.oblikus. USG dan CT-Scan abdomen berguna untuk menetapkan diagnosis. 2. Hernia Obturator Kanal obturatorium dibentuk oleh tulang kemaluan dan ischium. Kanal ini ditutupi oleh membran di tusuk oleh n. Obturatorius melemahnya membran ini dapat mengakibatkan pembesaran kanal dan pembentukan kantung hernia.Pasien datang dengan adanya

kompressi saraf obturatorius yang menyebabkan nyeri pada aspek medial paha(tanda howship- romberg). Hampir setengah hernia obturatorius datang dengan obstruksi usus lengkap atau parsial. 3. Hernia Lumbar Hernia lumbar dapat bawaan atau diperoleh dan terjadi di daerah lumbal dan dinding posterior abdomen. Umumnya hernia melalui segitiga lumbal (segitiga grynfeltts). Segitiga lumbal superior dibatasi oleh kosta ke-12 , otot paraspinal, dan otot internal.Jarang melalui segitiga lumbal inferior (segitiga petit), yang dibatasi krista iliakaotot latisimus dorsi, dan otot oblik eksternal. Kelemahan pada fascia lumbodorsal melalui salah satu dari hasil daerah penonjolan progressif ekstraperitoneal lemak dan kantong hernia.Hernia lumbal tidak rentan terhadap penahanan. 4. Hernia Interparietal Hernia Interparietal jarang terjadi dan terjadi ketika kantung hernia terletak diantara lapisan dinding perut.Hernia Interparietal yang sering terjadi di sayatan

sebelumnya.Hernia Spigelian hampir selalu interparietal.Diagnosis preoperatif pada hernia interparietal bisa sulit. Banyak pasien dengan hernia interparietal datang dengan obstruksi usus. CT Scan abdomen dapat membantu diagnosis.

5. Hernia Sciatic Foramen ischiadika dapat menjadi tempat pembentukan hernia. Hernia ini sangat tidak biasa dan sulit mendiagnosa dan sering asimptomatik sampai terjadi obstruksi usus. Gejala yang paling umum adalah adanya massa yang memmbuat tidak nyaman atau perlahan lahan pembesaran di daerah glutealis atau intragluteal. Nyeri saraf sciatic dapat terjadi. Tetapi nyeri sciatic adalah penyebab yang jarang neuralgia sciatik. 6. Hernia perineal Hernia perineal disebabkan oleh cacat bawaan atau diperoleh dengan sangat jarang. Hernia ini juga dapat terjadi setelah reseksi abdomino perineal atau prostatektomi perineum. Hernia perineum primer jarang. Terjadi lebih sering pada yang lebih tua, wanita multipara, Gejala biasanya berupa penonjolan dari suatu massa melalui cacat yang diperburuk dengan duduk atau berdiri. Sebuah tonjolan sering terdeteksi dengan pemeriksaan colok dubur.