Anda di halaman 1dari 47

MUTASI

Kuliah ke-7 Pengertian Tujuan Prinsip/dasar mutasi Ruang lingkup Azas mutasi
1

PENGERTIAN
Suatu perubahan posisi/jabatan/ pekerjaan yang dilakukan secara horisontal maupun vertikal atau diagonal dalam suatu organisasi Masuk dalam Fungsi pengembangan karyawan karena tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam perusahaan tersebut

TUJUAN MUTASI (1)


Meningkatkan produktivitas kerja Menciptakan keseimbangan antara tenaga kerja dan komposisi pekerjaan atau jabatan Memperluas atau menambah pengetahuan karyawan Menghilangkan kebosanan/kerutinan Mengatasi perselisihan karyawan

TUJUAN MUTASI (2)


Perangsang untuk berkarir lebih tinggi Hukuman atas pelanggaran karyawan Pengakuan atau imbalan atas prestasi mendorong persaingan terbuka Tindakan pengamanan Penyesuaian pekerjaan terhadap fisik karyawan
4

PRINSIP/DASAR MUTASI
Prinsip mutasi Menempatkan karyawan pada tempat yang sesuai, agar semangat dan produktivitas kerja meningkat Dasar Mutasi merit system, seniority system atau spoiled system

MERIT SYSTEM
Bersifat ilmiah, objektif, merupakan dasar mutasi yang baik Karena (1) output dan produktivitas kerja meningkat (2) semangat kerja naik (3) jumlah kesalahan menurun (4) presensi dan disiplin meningkat (5) jumlah kecelakaan menurun

SENIORITY DAN SPOILED


Seniority didasarkan masa kerja, usia, pengalaman kerja. Biasanya yang muda dan berprestasi akan frustasi Spoiled system didasarkan atas kemanjaan keluarga, yang orang luar, keras dapat frustasi.
7

CARA MUTASI
Cara Norma Orientasi Tidak ilmiah Ilmiah Tidak standar standar Masa kerja, ijazah, anggaran Spoiled system Kebutuhan riil tujuan aneka ragam Merit sistem

Dasar

RUANG LINGKUP
Mutasi Horizontal tour of area (perpindahan tempat kerja), tour of duty (perubahan jabatan setingkat ) Mutasi vertikal promosi/demosi (meningkat/menurun kewajiban, kekuasaan dan tanggung jawab) Mutasi diagonal jabatan struktural ke fungsional

SEBAB MUTASI
Atas permintaan sendiri alasan keluarga, kesehatan, suasana kerja (bisa tak dapat uang pindah dan belum tentu jabatan sama) Alih tugas produktif karena kehendak pimpinan perusahaan atas penilaian kerja karyawan

10

MUTASI DARI WAKTU


Permanent transfer mengalihkan ke jabatan baru karena prestasi kerja yang baik (promosi) atau menurunkannya (demosi) karena prestasi buruk Temporary Transfer pemindahan sementara yang nantinya dapat dikembalikan (caretaker, yang melaksanakan tugas dsb)
11

AZAS PROMOSI
Kepercayaan yang diberikan pimpinan kepada yang bersangkutan tentang kejujuran, kecakapan, kemampuan dalam melaksanakan tugas Objektif /keadilan penilaiannya adil, dihindari KKN dan bukan like/dislike Formasi tersedia dan berdasarkan evaluasi cocok untuk mereka
12

DASAR PROMOSI
Senioritas berdasarkan lama kerja dan mereka yang berpengalaman mendapat prioritas Kecakapan dievaluasi berdasarkan hasil yang dicapai Kombinasi senioritas dan kecakapan

13

SYARAT PROMOSI
Kejujuran Disiplin/ketaatan/loyalitas Prestasi kerja/kecakapan /pengalaman Kerjasama/komunikasi Kepemimpinan/tanggung jawab Pendidikan Prakarsa
14

TUJUAN PROMOSI (1)


Memberikan pengakuan, jabatan, imbalan jasa kepada mereka yang berprestasi Meningkatkan kepuasan pribadi, status sosial dan penghasilan karyawan Merangsang karyawan untuk makin bergairah bekerja, berdisiplin tinggi

15

TUJUAN PROMOSI (2)


Menjamin kestabilan pegawai yang baik dapat pengakuan yang jelek konstan/ turun Multiplier effect dalam pengisian jabatan kosong Memberikan kesempatan karyawan mengembangkan kreativitas dan inovasi agar prestasi maksimal

16

TUJUAN PROMOSI (3)


Menambah/memperluas pengalaman karyawan dibidang baru/wilayah baru untuk persiapan menjadi pimpinan yang lebih tinggi. Memungkinkan persaingan yang sehat, objektif dan efisien

17

ASAL PROMOSI
Promotion from within => Promosi yang diisi dari dalam unit kerja perusahaan yang bersangkutan Promotion from outside => promosi yang diisi dari luar unit kerja yang bersangkutan

18

PERBANDINGAN (1)
Dari dala ulit ide baru Ke ungkinan dipaksakan Like and dislike Dari luar Ide baru diharapkan Dasar evaluasi Dasar ke a puan

19

PERBANDINGAN (2)
Dari dalam Moral meningkat Loyalitas teruji Kewibawaan rendah Pengetahuan lingkungan baik Dari luar Moral turun Loyalitas perlu diuji Kewibawaan tinggi Perlu adaptasi

20

DEMOSI
Pelaksanaan kerja kurang baik, tidak seperti yang diharapkan Mungkin kurang disiplin dan kurang jujur Dipindahkan ke pangkat lebih rendah atau tidak berpangkat pendapatan berkurang
21

EFFECT SAMPING PROMOSI


Kesalahan pilih mengurangi kewibawaan pimpinan, menurunkan moral mereka yang setingkat Dapat menimbulkan irihati meskipun sebaiknya ybs introspeksi Hindari promosi yang dipaksakan.

22

PP JABATAN
Struktural PP No. 15 tahun 1994 yang diperbaharui dengan PP 100 tahun 2000 dan PP No. 13 Tahun 2002 PP No. 16 tahun 1994 tentang pengaturan jabatan fungsional

23

SYARAT JAB-STRUK (1)


Berstatus Pegawai Negeri sipil Serendah-rendahnya pangkat satu tingkat di bawah jenjang pangkat yang ditentukan, Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan

24

SYARAT JAB-STRUK (2)


Semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya baik 2 tahun terakhir Memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan manajerial dan masih dapat dikembangkan kemampuannya Sehat jasmani dan rokhani memiliki integritas yang tinggi

25

SYARAT JAB-STRUK (3)


Pejabat pembina wajib memperhatikan senioritas, usia , diklat jabatan dan pengalaman Apabila belum ikut diklat wajib mengikuti dan lulus selambat-lambatnya 12 bulan setelah dilantik Tidak boleh menduduki jabatan rangkap, dalam jabatan struktural/ fungsional.
26

DIKLAT
PP No. 101 tahun 2000 Diklat prajabatan dan diklat dalam jabatan Diklat prajabatan Golongan 1, Golongan II dan Golongan III CPNS wajib masuk diklat prajabatan dan lulus untuk diangkat jadi PNS
27

DIKLAT DALAM JABATAN


Mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap PNS agar dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan Terdiri dari diklat kepemimpinan, diklat fungsional dan diklat teknis

28

DIKLAT KEPEMIMPINAN
Diklatpim IV untuk mereka yang akan diangkat eselon IV Diklatpim III untuk mereka yang akan diangkat dalam eselon III Diklatpim II untuk mereka yang akan diangkat eselon II Diklatpim I untuk mereka yang akan diangkat dalam eselon I
29

DIKLAT FUNGSIONAL DAN TEKNIS


Diklat fungsional untuk mencapai syarat kompetensi dan jenis serta jenjang ditetapkan instansi pembina Diklat teknis dilaksanakan untuk mencapai kompetensi teknis dapat dilaksanakan secara berjenjang dan diatur oleh instansi teknis yang bersangkutan.
30

PANGKAT & ESELON


Eselon Ia Ib IIa IIb IIIa IIIb IVa IVb Terendah IV/d IV/c IV/c IV/b IV/a III/d III/c III/b Tertinggi IV/e IV/e IV/d IV/c IV/b IV/a III/d III/c
31

STANDAR KOMPETENSI JABATAN (SKJ)


Kep. Ka BKN No. 43/KEP/2001 Dalam rangka peningkatan profesionalisme PNS perlu standar Kompentensi adalah kemampuan dan karaktersitik yang dimiliki PNS berupa pengetahuan, keahlian dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya
32

DUA JENIS SKJ


KOMPETENSI UMUM (kemampuan yang harus dimiliki) ditetapkan BKN) KEMAMPUAN KHUSUS (Kemampuan/ karaktersitik yang perlu dimiliki yang dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun diklat kepemimpinan ditetapkan oleh Pembina Kepegawaian instansi masing-masing)
33

MAKSUD & TUJUAN SKJ


Sebagai dasar dalam pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian PNS dari dan dalam jabatan, serta dasar penyusunan/ pengembangan program diklat. Untuk efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab serta menciptakan optimalisasi kinerja organisasi/ unit kerja

34

SKJ ES-4 harus mampu (1)


Memahami dan mewujudkan good governance Memberikan pelayanan prima terhadap publik Melaksanakan pengorganisasian yang baik Mendayagunakan SDA/SDM secara optimal

35

SKJ ES-4 harus mampu (2)


Mengambil keputusan yang tepat Membangun jaringan kerja dengan unit terkait Mampu melaksanakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi Menumbuhkembangkan inovasi, kreasi dan motivasi pegawai Melaksanakan peningkatan kualitas SDM
36

SKJ ES-4 harus mampu (3)


Melaksanakan pengawasan dan pengendalian Memberikan akuntabilitas kerja Melakukan evaluasi kinerja unit organisasinya dan para bawahannya Memberikan masukan dan umpan balik untuk perbaikan

37

JABATAN FUNGSIONAL (1)


Kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam melaksanakan tugasnya didasarkan atas keahlian tertentu yang bersifat mandiri Di BPS ada widyaiswara, statistisi, pranata komputer, auditor dsb
38

JABFUNG (2)
Mendapatkan tunjangan jabatan, penilaiannya berdasarkan kredit atas beban kerja yang dilakukannya. Dibawah koordinasi pejabat struktural tetapi bekerja atas permintaan atau inisiatif sendiri => harus menunjukkan bermanfaat bagi organisasi Tetap harus disiplin dengan jam kerja
39

JABATAN STATISTISI
Adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan kegiatan perstatistikan pada istansi pemerintah BPS sebagai instansi pembina

40

JENJANG DAN KREDIT


JABATAN Asisten Statistisi Muda Asisten Statistisi Madya Asisten Statistisi Ajun Statistisi Muda Ajun Statistisi Madya Ajun Statistisi Gol Kredit II/a 25 II/b 40 II/c 60 II/d 80 III/a 100 III/b 150

41

JENJANG DAN KREDIT


JABATAN Statistisi Pratama Statistisi Muda Statistisi Madya Statistisi Utama Pratama Statistisi Utama Muda Statistisi Utama Madya Gol Kredit III/c 200 III/d 300 IV/a 400 IV/b 550 IV/c 700 IV/d 850
42

PROPORSI KREDIT
Sekurang-kurangnya 70 (tujuh puluh) persen harus berasal dari unsur utama sebanyak-banyaknya 30 (tiga puluh) persen berasal dariunsur penunjang

43

JABATAN PRANATA KOMPUTER


Adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk membuat, merawat dan mengembangkan sistem dan atauprogram pengolahan dengan komputer BPS sebagai instansi pembina

44

JENJANG DAN KREDIT


JABATAN Asisten Prakom Madya Asisten Prakom Ajun Prakom Muda Ajun Prakom Madya Ajun Prakom Gol Kredit II/b 40 II/c 60 II/d 80 III/a 100 III/b 150

45

JENJANG DAN KREDIT


JABATAN Ahli Prakom Pratama Ahli Prakom Muda Ahli Prakom Madya Ahli Prakom Utama Pratama Ahli Prakom Utama Muda Ahli Prakom Utama Madya Gol III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d Kredit 200 300 400 550 700 850
46

PROPORSI KREDIT
Sekurang-kurangnya 70 (tujuh puluh) persen harus berasal dari unsur pendidikan, pembuatan sistem dan atau pengolahan program dengan komputer, perawatan dan pengembangan sistem/program dan pengembangan profesi di bidang komputer Sebanyak-banyaknya 30 (tiga puluh) persen berasal dariunsur penunjang

47