Anda di halaman 1dari 18

PEMROGRAMAN WEB DINAMIS

Teori dan Praktikum

Disusun Oleh : Wahyu Widodo, S.Kom

BAB 1
Pengantar Pemrograman Web

SEJARAH PHP
PHP (PHP : Hypertext Preprocessor) adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena PHP merupakan server-side scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan dieksekusi di server kemudian hasilnya dikirimkan ke browser dalam format HTML. Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih terjamin. PHP dirancang untuk membentuk halaman web yang dinamis, yaitu halaman web yang dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini, seperti menampilkan isi basis data ke halaman web. PHP termasuk dalam Open Source Product, sehingga source code PHP dapat dirubah dan didistribusikan secara bebas. Versi terbaru PHP dapat didownload secara gratis disitus resmi PHP : http://www.php.net. PHP juga dapat berjalan pada berbagai web server seperti IIS (Internet Information Server), PWS (Personal Web Server), Apache, Xitami, dll. PHP juga mampu lintas platform. Artinya PHP dapat berjalan di Sistem Operasi Windows dan beberapa versi Linux, dan PHP dapat dibangun sebagai modul pada web server Apache dan sebagai binary yang dapat berjalan sebagai CGI (Common Gateway Interface). PHP dapat mengirim HTTP header, dapat mengatur cookies, mengatur authentication dan redirect users. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh PHP adalah kemampuannya untuk melakukan koneksi ke berbagai macam software basis data, sehingga dapat menciptakan suatu halaman web yang dinamis. PHP mempunyai koneksitas yang baik dengan beberapa basis data antara lain Oracle, Sybase, mSQL, MySQL,

Microsoft SQL Server, Solid, PostgreSQL, Adabas, FilePro, Velocis, dBase, Unix dbm, dan takterkecuali semua database ber-interface ODBC. PHP juga memiliki integrasi dengan beberapa library eksternal yang dapat membuat Anda melakukan segalanya dari dokumen PDF hingga mem-parse XML. PHP mendukung komunikasi dengan layanan lain melalui protokol IMAP, SNMP, NNTP, POP3 atau bahkan HTTP. Bila PHP berada dalam halaman web Anda, maka tidak lagi dibutuhkan pengembangan lingkungan khusus atau direktori khusus. Hampir seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan utama adalah konektivitas basis data denganweb. Dengan kemampuan ini kita akan mempunyai suatu sistem basis data yang dapat diakses dari web.

Arsitektural Web Dinamis

Pemrograman Web Dinamis

Page 3

Instalasi PHP dan konfigurasi

Instalasi Pada Linux dengan Apache


Ketika instalasi Linux telah selesai dilakukan, sebenarnya PHP, APACHE, dan MySQL juga telah otomatis terinstal. Tetapi mungkin Tutorial ini akan jenjelaskan instalasi singkat saja untuk PHP pada WebServer Apache HTTPD versi 2.0. Pertama-tama download versi PHP terbaru di http://www.php.net/ pilih mirror yang paling dekat dengan kita agar koneksi lebih cepat. Untuk Linux pilih paket Source. Setelah selesai download Stop / Berhentikan Service Apache WebServer, dan lakukan perintah-perintah berikut pada terminal/shell (tanpa mengetikkan karakter pagar #): #gunzip php-NN.tar.gz #tar -xvf php-NN.tar #./configure --with-apxs2=/usr/local/apache2/bin/apxs #make #make install #cp php.ini-dist /usr/local/lib/php.ini Untuk --with-apxs2=/usr/local/apache2/bin/apsx diganti dengan tempat dimana /bin/apsx pada Apache 2 tersebut berada. Dan untuk php-NN.tar.gz diganti dengan nama file yang telah didownload tersebut (Misalnya:php-4.3.4.tar.gz) Dan pastikan Konfigurasi berikut terdapat pada file httpd.conf, bila ternyata tidak ada, tulis Konfigurasi ini kedalam httpd.conf tersebut. LoadModule php4_module modules/libphp4.so AddType application/x-httpd-php .php Kemudian Restart kembali Apache WebServer.

Instalasi Pada Windows dengan paket lokal server


Sangat disarankan untuk menggunakan salah satu Paket Lokal Server. Bila tidak menggunakan Paket Lokal Server, maka kita harus mendownload 3 software satu per satu, yaitu Apache, PHP dan MySQL. Jenis paket local server tersebut adalah : XAMPP Wamp PHP Triad Appserv Vetrigo

Software tersebut dapat diDownload secara gratis di internet. Instalasi dengan salah satu Paket Lokal Server sebenarnya tidak perlu didokumentasikan pada Tutorial ini karena proses instalasinya hanya satu kali dan dengan interface Wizard. Ketika Instalasi telah selesai jalankan pada Start -> Programs -> Wamp Server -> Star Wampserver. Setelah server dijalankan coba buat file phpinfo.php dan tulis script berikut: <?php phpinfo(); ?>

Lalu save ke dalam direktori C:\wamp\www\phpinfo.php (overwrite bila telah ada). kemudian coba buka browser Internet Exploer, Mozilla, atau Opera. kemudian buka alamat http://localhost/phpinfo.php Bila instalasi telah berhasil dan server Apache telah dijalankan, maka akan tampil Info dari PHP yang aktif, lengkap dengan Konfigurasi Direktif, Enviroment Variabel, PHP Credits, Versi dan sebagainya.

Pemrograman Web Dinamis

Page 5

Konfigurasi PHP
Pada phpinfo() dapat diketahui file PHP.INI yang manakah yang digunakan oleh php. Dapat dilihat pada "Configuration File (php.ini) Path". Biasanya untuk Windows berada pada pada direktori C:\php\php.ini, C:\apache\php\php.ini atau C:\windows\php.ini, dan untuk Linux berada pada direktori /usr/local/bin/php.ini atau /etc/php.ini. Dalam File PHP.INI, dapat dilakukan konfigurasi seperti aktifkan dan non aktifkan register_globals, menambahkan include_path, atau mengaktifkan dan nonaktifkan short_open_tag, dan asp_tags.

Contoh: Ganti dengan on bila register global akan diaktifkan register_globals = off Struktur include_path pada LINUX (menggunakan : untuk pemisah) include_path = ".:/usr/local/lib/php:/bin" Struktur include_path pada Windows (menggunakan ; untuk pemisah) include_path = ".:c:\php\lib;c:\windows\" PERINGATAN: Konfigurasi normal untuk register_globals pada > PHP 4.2.0 adalah off

Pemrograman Web Dinamis

Page 7

BAB 2 Bahasa Dasar PHP


Sintak Dasar PHP adalah Embedded Script yang hanya menginterpreter script yang terdapat dalam tanda-tanda Escape From HTML. Selain dari dalam tanda-tanda tersebut tidak dianggap sebagai Script PHP. Sintak adalah Tata Bahasa pada bahasa pemrograman. Setiap Operator, Seleksi Kondisi, Pengulangan, dan sebagainya mempunyai Sintak tersendiri.

Ada 4 cara untuk menuliskan script PHP, yaitu: 1. Penggunaan Normal Tags
Normal Tag ini diawali oleh <?php dan diakhiri oleh ?> cara inilah yang akan selalu kita pakai, dan biasakanlah untuk memakainya dalam penulisan script. Dan hampir semua contoh Script pada Tutorial ini menggunakan Normal Tag. Contoh :

<?php Echo Aku yakin pasti bisa PHP,Yes !!!; ?> 2. Penggunaan Short Open Tags
Selain dengan Normal Tag, dapat juga dengan menggunakan Short Tag yang diawali oleh <? dan diakhiri oleh ?> Short Tag ini sangat memudahkan bila akan mencetak isi variabel ke layar seperti dalam contoh berikut : Contoh :

<?=Aku yakin pasti bisa PHP,Yes !!!;?>


Short Tag hanya berfungsi bila s h or t_open _ta g = On pada ph p.in i lihat konfigurasi php.ini

3. Penggunaan <script> Tags


Satu cara lain adalah menggunakan Script Tags seperti pada JavaScript atau Visual Basic. Cara ini sangat tepat untuk pengguna Applikasi seperti FrontPage agar script PHP Tersebut tidak ditampilkan pada layar. Penulisan PHP Script dengan Script Tags diawali dengan <script language="php"> dan diakhiri </script> seperti pada contoh berikut: Contoh :

<script language = php> Echo Aku yakin pasti bisa PHP,Yes !!!; </script>
4.

Penggunaan ASP Style Tags

Untuk pengguna ASP yang baru saja berpindah ke PHP, dapat menggunakan ASP Style Tags selama konfigurasi asp_tags pada PHP.INI di set pada On. Default untuk konfigurasi tersebut adalah Off. Cara penggunaannya hampir sama dengan Short Open Tags hanya saja pada ASP Style Tags ini diikuti oleh tanda persen (%) bukan dengan tanda tanya (?). Contoh : <% Echo Aku yakin pasti bisa PHP,Yes !!!; %> Cara pertama merupakan format yang dianjurkan tetapi mungkin cara kedua akan sering digunakan karena lebih ringkas. Parser PHP bekerja membaca file HTML sampai ditemukan penanda khusus yang memberitahukan untuk menerjemahkan skrip berikutnya sebagai kode PHP. Parser PHP akan mengeksekusi semua perintah dalam blok kode PHP tersebut. Dengan cara inilah maka kode skrip PHP dapat ditempelkan pada dokumen HTML. Teks lainnya yang berada diluar blok PHP akan dianggap sebagai skrip HTML biasa.

Pemrograman Web Dinamis

Page 9

TI P S -

: Sebelum anda mencoba script-script yang ada dihalaman berikut, buatla sebuah folder kerja anda. Folder ini menjadi tempat penyimpanan file-file php anda. Setiap mengetikkan script di tiap sesi simpanlah sesuai dengan nama file yang ada diatas script tersebut. Contoh : File : "Lat01.php" berarti anda harus menyimpan file tersebut dengan nama "Lat01.php". Jangan lupa untuk memberi ekstensi *.PHP disetiap nama file yang anda simpan.

Berikut ini contoh sederhana pemakaian bahasa PHP yang disisipkan dalam halaman HTML: File : Lat01.php

Contoh lain , File : Lat02.php

Pemrograman Web Dinamis

Page 11

Komentar
Komentar adalah suatu cara untuk memberikan catatan pada script, agar suatu perintah tersebut mempunyai tanda yang dapat memudahkan seorang programmer untuk mendefinisikannya. Contoh Komentar Singkat : <?php / ini a d a la h ko m e nta r s ing ka t / echo "Saya ingin menjadi webmaster"; ?> Contoh Komentar Panjang : <?php / ini a d a la h ko m e nta r p a nja ng , b is a d ig una ka n untuk m e m b e r ika n * ke te r a ng a n s inta k a g a r m ud a h d ip a ha m i :) */ echo "Saya ingin menjadi webmaster";

?>

Tipe Data
PHP tidak memerlukan pendefinisian variabel, tipe data akan secara otomatis berubah oleh operator yang digunakan, karena PHP menggunakan Type Juggling. Tetapi selain menggunakan Type Juggling, PHP juga menggunakan Type Casting, yang dapat menentukan secara manual tipe data yang dimaksud.

Type Juggling
<?php $foo = "0"; // $foo adalah string $foo += 2; // $foo sekarang menjadi Integer karena ditambah 2 $foo = $foo + 1.3; // $foo sekarang menjadi Float/Real $foo = 5 + "10 dan sedikit string"; // $foo menjadi integer (15) $foo = 5 . "10 dengan String"; // $foo menjadi string "510 dengan String" $foo[0] = "ini Array"; // $foo menjadi Array("ini Array") ?>

Type Casting
Tipe data dapat dirubah sesuai keinginan kita dengan menggunakan perintah

Type Casting. Perintah-perintah Type Casting diantaranya:


1. (int) , (integer) 2. (bool) , (boolean) Merubah Menjadi Integer Merubah Menjadi Boolean

3. (float) , (double), (real) Merubah Menjadi Float/Real 4. (string) 5. (array) 6. (object) Merubah Menjadi String Merubah Menjadi Array Merubah Menjadi Objek

Catatan: Tab dan Spasi diperbolehkan didalamnya. Contoh: <?php $foo = (int) $var; $foo = ( int ) $var; ?> Contoh penggunaan Type Casting:
<?php $foo = 10; // $foo adalah integer $str = "$foo"; // $str adalah string $fst = (string) $foo; // $fst juga string yang berisi "10" ?>

Jenis-Jenis Tipe Data dalam PHP Tipe Data dalam PHP dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Scalar Type, Compound Type, dan Special Type.

Scalar Type
Scalar Type adalah tipe data yang hanya memuat satu data dalam variabel. Tipe Data yang termasuk kedalam Tipe Scalar adalah:
1. Boolean Tipe Data ini adalah tipe data yang paling mudah. Hanya berupa true atau false. Cara memasukan kedalam variabel adalah dengan memberikan nilai True atau False pada variabel tersebut, seperti dalam Contoh berikut:

<?php $foo = True; // $foo akan berisi TRUE ?>


Pemrograman Web Dinamis Page 13

Setiap Tipe Data dalam PHP mempunyai Boolean untuk melakukan Seleksi Kondisi. dan Tipe Data tersebut akan memberikan nilai True atau False pada seleksi kondisi tersebut.
1.Pada Variabel yang bertipe Data Integer=0 (nol) mempunyai boolean False, selain itu True. 2.Pada Variabel yang bertipe Data Float=0.0 (nol) mempunyai boolean False, selain itu True. 3.Pada Tipe Data String yang kosong, dan String="0" mempunyai boolean False, selain itu True. 4.Array yang tidak mempunyai Elemet mempunyai boolean False, selain itu True. 5.Objek yang tidak mempunyai member mempunyai boolean False, selain itu True. 6.Tipe NULL dan Variabel yang belum terisi mempunyai boolean False

2. Integer Integer merupakan Tipe Data yang berisikan bilangan bulat negatif dan positif. Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan tentang Integer & Float/Real. 3. Float/Real Float merupakan Tipe Data yang berisikan bilangan real negatif dan positif. Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan tentang Integer & Float/Real. 4. String Float merupakan Tipe Data yang berisikan satu atau kumpulan karakter. Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan tentang String dan Fungsi Manipulasi String.

Compound Type
Compound Type adalah Tipe Data yang dapat mempunyai lebih dari satu element, diantaranya:
1. Array Array atau Larik merupakan Compound Type primitif, terdapat pada bahasa-bahasa pemrograman lain. Tipe Data ini dapat memuat beberapa element, dan Tipe Data untuk element array tersebut juga bisa berupa array. 2. Object Tipe Data ini adalah tipe data baru yang dikembangkan oleh PHP. Isi dari Tipe Data ini bisa berupa Fungsi dan Variabel dan bisa terdiri dari beberapa element.

Special Type
Ada dua Tipe Data yang termasuk kedalam Special Type. Keduanya mempunyai ciri khas yang tidak dapat dimasukan kedalam Scalar ataupun Compound.
1. NULL Tipe Data adalah Tipe Data yang tidak memuat apapun. Setiap Variabel yang diset menjadi Tipe Data NULL ini akan menjadikan Variabel tersebut kosong, seperti dalam penggunaan fungsi unset(). Cara untuk menset Variabel menjadi NULL adalah dengan memasukan nilai NULL pada variabel seperti pada Contoh berikut:

<?php $Variabel = NULL; ?>


2. Resource Tipe Data Spesial yang satu ini di khususkan untuk menyimpan resource atau sumber atau alamat. Variabel tersebut hanya dapat diciptakan oleh suatu fungsi khusus yang mengembalikan nilai berupa resource seperti penggunaan fungsi fopen, dir, mysql_conn, mysql_query dan semacamnya.

Catatan: Untuk mengetahui fungsi-fungsi apa saja yang mengembalikan nilai berupa resource, lihat pada PHP Manual pada Appendix tentang Resource

VARIABEL Variabel adalah sebuah tempat di memori untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah ubah selama program dijalankan. Tetapi tidak seperti pada kebanyakan bahasa pemrograman lain yang mengharuskan kita untuk mendeklarasikan variabel terlebih dahulu, variabel dalam PHP tidak harus dideklarasikan sebelum variabel tersebut digunakan. Varabel diwakili oleh kata tertentu dengan aturan penulisan sebagai berikut : 1. Variabel dimulai dengan tanda dollar ( $ ). 2. Harus dimulai dengan huruf atau underscore ( _ ). 3. Tidak boleh menggunakan tanda baca.
Pemrograman Web Dinamis Page 15

4. Case sensitive atau huruf besar dan huruf kecil berbeda. 5. Jangan menggunakan kata yang merupakan fungsi built-in PHP.

Contoh-contoh penulisan variabel :


<?php $var = "PHP"; $Var = "MySQL"; echo "$var, $Var"; // Hasil "PHP, MySQL" $4Var = 'salah'; // Salah, karena dimulai oleh angka $_4Var = 'benar'; // Benar, dapat dimulai dengan garis bawah $Vriabel = 'Oke'; // Benar; karakter '' mempunyai kode ASCII 228 $Variabel-4 = 'salah'; // Salah, Karakter minus tidak diperbolehkan $Variabel_4 = 'Benar'; // Benar ?> Latihan 03 :

Latihan 04 :

Latihan 05 :

Pemrograman Web Dinamis

Page 17

KONSTANTA Konstanta atau Constant adalah nilai yang disimpan di memory dan tidak berubah, bersifat temporary dengan ditanda suatu identifier. Konstanta dapat didefinisikan dengan menggunakan fungsi define( nama konstanta , isi konstanta ). Penamaannya sama dengan Variabel. Pada Konstanta tidak diberikan tanda khusus untuk menandai bahwa itu adalah konstanta, tidak seperti variabel yang menggunakan dolar ( $ ). Tipe data yang dapat digunakan Konstanta hanya berupa Tipe Skalar, yaitu Boolean, String, Integer, dan Float/Real. Konstanta tidak memiliki scope, jadi bisa dipanggil dimana saja.
Latihan 06 :

Latihan 07 :