Anda di halaman 1dari 3

home / tribunners / budaya widodo Tribunners

Inilah Solusi Pengusaha Kecil yang Kesulitan Modal


Kamis, 25 Maret 2010 15:36 WIB

TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Untuk menjadi pengusaha tidak harus berasal dari kelurga kaya, pendidikan tinggi atau modal yang besar. Yang penting ada kemauan untuk mencoba bisnis dan bisa menangkap peluang yang ada dengan mencari relasi sebanyak-banyaknya.

perbesar

Sebut saja Lusia Efriani, alumni Universitas Airlangga 2003 yang hari-harinya disibukkan dengan pembinaan usaha kecil di wilayah Kepulauan Riau. Mulai dari pedagang kerupuk, pabrik roti, petani bunga, pengrajin tas, pabrik arang, budidaya ikan, rumput laut dan sebagainya. Pembinaan yang dilakukan Lusi termasuk training keterampilan, solusi mencari dana atau modal usaha, menghubungkan antara pengusaha kecil dengan pemodal, membantu mencarikan pemasaran atau distribusi produk usaha kecil dan pembinaan tertib administrasi. Beberapa kelompok usaha kecil telah ia dirikan di berbagai tempat untuk memudahkan koordinasi dalam hal training keterampilan dan pengajuan modal usaha ke bank. Lusi juga mengutamakan pelaku usaha kecil di pelosok pinggiran pulau atau dikenal sebagai warga hynterland di Kepulaun Riau.

Kamis (25/3) Lusi mempersiapkan untuk mencari jaringan bisnis di Singapura dan Malaysia demi menyalurkan produk-produk usaha kecil asal Batam. Walau diakuinya, sudah akrab dengan US embassy, KJRI Johor, KBRI Malaysia, Kementrian UKM, Kadin Pusat, HIPMI Pusat dan sebagainya. Gadis yang pernah menyandang Pembina UKM Teladan se Kepri ini sekarang aktif di Apindo Batam. Di organisasi para pengusaha tersebut ia merasa bisa langsung merealisasikan impiannya untuk membina dan memberikan bantuan kepada para pelaku usaha kecil. Saat ini sedang persiapan budidaya rumput laut di lautnya Ocarina, sebuah tempat mega wisata terkenal di Batam Center. Sengaja memilih lokasi di tengah kota agar mempermudah dalam pengawasan budidayanya. Lusi mengaku untuk mendapatkan dana itu disokong oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri dan Batam. Tahun 2010 ini Lusi sengaja konsentrasi di bidang pertanian dan perikanan yaitu rumput laut dan budidaya ikan karena permintaan ekspor sangat tinggi.

Keahlian ini ia peroleh saat mengikuti pendidikan KLPI dab untuk menghadapi ACFTA dan CEPT. Menurut penilaiannya, hanya agrobisnis dan pariwisata yang masih survive. Untuk mewujudkan impiannya itu, Lusi juga memiliki usaha arang tempurung kelapa dengan memberdayakan karyawan 35 orang. Produknya masih kisaran 90 ton per bulan untuk memenuhi permintaan lokal Batam yang sangat tinggi. Semua bahan mentah ambil dari pabrik pengelolah kopra di Batam. Dan sekarang sudah ada perusaan milik orang Korea sudah membeli arang miliknya, dengan harga sekitr 2.000 per kilogram. Dalam membantu mencarikan pinjaman modal, Lusi sudah menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri, Niaga, BNI, Bank Riau dan beberapa BPR. Hanya dengan mengecek nota pembelian atau penjualan dari usaha kecil itu, Lusi berusaha meyakinkan pihak bank untuk meminjami modal. Hingga kini, sudah banyak pengusaha kecil yang merasakan kinerja Lusia Efriani dengan limit mulai dari Rp 1 juta hingga milyaran. Bagi pelaku usaha kecil yang ingin berkonsultasi bisa telepon ke 0819805255 atau email ke lusi.kkmb.batam@gmail.com.

Share on Facebook Share on Twitter Follow @tribunnews on Twitter Komentar (0) Tulis komentar Berita Lainnya Kapal Al Rawdah Hantam Karang di Batam Ban Pesawat Batavia Air Pecah saat Landing di Batam Keluarga Abdul Rahim ke Batam Lihat Rekaman CCTV Malaysia Bakal Buka Konjen di Batam Lukman Sardi Sulit Taklukkan Guru Galak Mobil Sedan Terguling dan Seruduk Rumah Warga Batam
cari... Cari

Kembali ke Home

Full Site
2011 Tribunnews.com