Anda di halaman 1dari 1

Nama NIM Rombel

: Nurul Hidayah : 2101410107 :4

Sinopsis Bayan Budiman Khojah Mubarak adalah seorang saudagar di negeri azam. Dia bernadzar akan menyedekahkan sebagian hartanya kepada fakir miskin apabila dikaruniai anak laki-laki. Akhirnya dia dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojah Maimun. Khojah maimun tumbuh menjadi anak yang pandai dan saleh. Ketika umur lima tahun dia sudah pandai mengaji. Setelah berusia lima belas tahun, Khojah Maimun dinikahkan dengan putrid saudagar kaya yang bernama bibi Zainab. Suatu hari Khojah Maimun dan istrinya berjalan ke pasar dan bertemu dengan seorang penjual burung Bayan. Khojah maimun pun membelinya karena tertarik. Setelah dibawa pulang si Bayan Budiman itu, si Bayan pun merasa kesepian sehingga Khojah Maimun membeli seekor burung lagi yang bernama Tiung Rencana untuk menemani Bayan Budiman. Suatu ketika Khojah Maimun pergi berlayar. Sebelum berlayar dia menitipkan istrinya pada dua burung piaraannya dan menyuruh mereka menjaga istrinya. Ketika Khojah Maimun sudah pergi berlayar lewatlah seorang anak raja di depan rumah Khojah Maimun. Bibi Zainab yang melihatnya pun saling berpandangan dengan anak raja itu. Raja itu pun tertarik kepada Bibi Zainab dan mengutus seorang nenek menemui Bibi Zainab. Disuruhnya agar Bibi Zainab dating kepadanya. Gayung pun bersambut, Bibi Zainab juga jatuh hati kepada putra raja itu. Dia berniat menemui anak raja itu. Ditemuinya tiyung dandimintai izin untuk menemui anak raja itu. Tiyung yang sangat setia pada majikannya berusaha mencegah gigi Zainab, namun Bibi Zainab malah membunuhnya karena kesal. Setelah Tiyung mati Bibi Zainab meminta pendapat Bayan Budiman. Bayan Budiman yang ketakutan pura-pura tak tahu atas kejadian yang menimpa Tiyung. Dia tidak mencegah Bibi Zainab secera langsung. Namun dikatakannya pada Bibi Zainab agar menemui putra raja itu pada malam hari saja agar tidak terlihat orang. Namun setiap malam hari tiba Bayan Budiman selalu mencegah Bibi Zainab mlalui cerita-cerita hikayatnya hingga tiba esok hari. Dan akhirnya Bibi Zainab pun selalu mengurungkan niatnya. Hikayat yang diceritakantersebut hingga mencapai dua puluh empat hikayat. Dan setelah selesai dua puluh empat hikayat tersebut Khojah Maimun pulang. Akhirnya berkat kebijakan Bayan Budiman Bibi Zainab tidak jadi selingkuh dengan anak Raja Ajam.