Anda di halaman 1dari 19

A.

Perusahaan dan Lingkungannya

Pada bab sebelumnya telah dibahas bahwa sebuah perusahaan adalah suatu sistem fisik yang dikelola melalui penggunaan sebuah sistem virtual. Sistem fisik sebuah perusahaan merupakan suatu sistem terbuka dimana ia berhadapan dengan lingkungannya. Sebuah perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungannya, mengubah sumber daya tersebut menjadi produk dan jasa, dan mengembalikan sumber daya yang telah diubah kembali ke lingkungan.

a. Model Sistem Umum Perusahaan Lingkungan


Standar

Keputusan
Manajemen

Informasi
Pemroses Informasi

Informasi dan Data

Data
Sumber Daya Fisik Sumber Daya Input Proses Transformasi Sumber Daya Output

Sumber Daya Fisik

Gambar di atas menunjukkan aliran sumber daya dari lingkungan, melalui perusahaan, dan kembali ke lingkungan. Aliran sumber daya fisik ada di bagian bawah sedangkan aliran sumber daya virtual berada di bagian atas. Bagan ini menggambarkan model sistem umum perusahaan (model ini menampilkan arsitektur bagi seluruh jenis organisasi dalam bentuk sebuah sistem.

Aliran Sumber Daya Fisik

Sumber daya fisik adalah sebuah perusahaan meliputi pegawai, bahan baku, mesin, dan uang. Pegawai dipekerjakan oleh perusahaan, diubah ke tingkat keahlian yang lebih tinggi melalui pelatihan dan pengalaman, dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan. Bahan baku memasuki perusahaan dalam bentuk input mentah dan diubah menjadi barang jadi, yang kemudian dijual kepada para pelanggan perusahaan. Mesin dibeli, digunakan, dan pada akhirnya dijual dalam bentuk besi tua atau ditukar dengan mesin yang lebih baru. Uang memasuki perusahaan dalam bentuk penerimaan penjualan, investasi pemegang saham, dan pinjaman lalu diubah menjadi pembayaran kepada pemasok, pajak kepada pemerintah, dan pengembalian kepada para pemegang saham. Ketika di dalam perusahaan, sumber daya fisik dipergunakan untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan kepada para pelanggannya.

Aliran Sumber Daya Virtual Panah pada bagian di atas pada bagan tersebut menunjukkan aliran dari sumber daya virtual-data, informasi, dan informasi dalam bentuk keputusan. Aliran dua arah, data dan informasi yang menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya ditunjukkan di bagian sebelah kanan.

Mekanisme Pengendalian Perusahaan Unsur-unsur yang memungkinkan perusahaan mengendalikan

operasinya sendiri meliputi: Standar kinerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan jika ingin mencapai tujuannya secara keseluruhan. Manajemen perusahaan.

Suatu pemroses informasi yang mengubah data menjadi

informasi.

Lingkaran Umpan Balik Lingkaran umpan balik terdiri atas sumber-sumber daya virtual. Data dikumpulkan dari perusahaan dan dari lingkungan lalu dimasukkan ke dalam pemroses informasi, yang mengubahnya menjadi informasi. Informasi ini kemudian diberikan kepada para manajer, yang melakukan pengambilan keputusan yang akan mempengaruhi perubahan-perubahan yang dibutuhkan pada sistem fisik. Manajemen akan dipandu dalam pengambilan keputusannya oleh standar-standar kinerja perusahaan.

b. Perusahaan di Dalam Lingkungannya

Model sistem umum sebuah perusahaan membuat kita dapat dengan lebih mudah melihat arti penting lingkungan bagi kesuksesan sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan tercipta atas dasar sebuah tujuan untuk memberikan produk dan jasa yang memenuhi kebutuhan lingkungannya. Sama pentingnya, sebuah perusahaan tidak akan dapat berfungsi tanpa sumber daya yang diberikan oleh lingkungannya.

Masyarakat
Pemerinta h Komunita s Keuangan Komunita s Global

Pemasok

Perusahaan

Pelangga n

Serikat Pekerja

Pesaing

Pemegang Saham

Pemasok atau yang sering disebut vendor, memasok bahan baku, mesin, jasa, orang, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasanya. Produk dan jasa ini lalu dipasarkan kepada pelanggan perusahaan. Serikat pekerja adalah organisasi dari para pekerja terampil maupun tidak terampil dari berbagai jenis bidang usaha dan industri. Komunitas keuangan terdiri dari institusi-institusi seperti bank dan institusi pemberi pinjaman lainnya yang mempengaruhi sumber daya keuangan yang tersedia bagi perusahaan. Pemegang saham dan pemilik adalah orang-orang yang menginvestasikan ke dalam perusahaan (mereka adalah pemilik perusahaan yang sebenarnya. Pesaing mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di dalam pasar. Pemerintah, baik itu di tingkat nasional, provinsi, maupun lokal, akan memberikan pembatasan dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana. Komunitas global adalah wilayah geografis di mana perusahaan menjalankan operasinya. c. Aliran Sumber Daya Lingkungan Perusahaan terhubung dengan unsur-unsur lingkungannya melalui aliran sumber daya lingkungan. Beberapa sumber daya mengalir lebih sering daripada sumber daya yang lain. Aliran-aliran yang umum terjadi meliputi aliran informasi dari pelanggan, aliran bahan baku kepada pelanggan, aliran uang kepada pemegang saham, dan aliran bahan baku kepada pemasok. Aliran yang lebih jarang terjadi meliputi aliran uang dari pemerintah, aliran bahan baku kepada pemasok, dan aliran pegawai kepada pesaing.

B. Mengelola Aliran Sumber Daya Fisik - Manajemen Rantai Pasokan

Jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya fisik dari pemasok kepada perusahaan dan selanjutnya kepada pelanggan disebut sebagai rantai pasokan. Aliran sumber daya melaui rantai pasokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan cara yang tepat waktu dan efisien (proses ini disebut sebagai manajemen rantai pasokan. Manajemen rantai pasokan terdiri atas aktivitas-aktivitas sebagai berikut: Meramalkan permintaan pelanggan. Membuat jadwal produksi. Menyiapkan jaringan transportasi. Memesan persediaan pengganti dari para pemasok. Menerima persediaan dari pemasok. Mengelola persediaan barang mentah, barang dalam proses, dan barang jadi.

Melakukan produksi. Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan. Melacak aliran sumber daya dari pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada pelanggan.

a. Sistem Elektronik Seiring dengan mengalirnya sumber daya melalui rantai pasokan maka mereka akan dapat dilacak secara elektronis, langkah demi langkah. Seiring bergeraknya sumber daya melalui rantai pasokan, setiap tindakan akan dicatat dalam terminal komputer yang terdapat di lokasi pemasok. Dicatat pula di dalam area penerimaan perusahaan, di dalam ara persediaan dan produksi perusahaan, di dalam area pengiriman perusahaan, di dalam kendaraan yang digunakan untuk transportasi, dan di lokasi pelanggan.

b. Manajemen Rantai Pasokan dan Sistem Perencanaan Sumber Daya

Manusia Manajemen rantai pasokan hanya salah satu aspek dari sistem perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planning/ERP), namun memainkan peranan yang sangat penting dalam operasi. Penggunaan sistem ERP dari vendor yang sama oleh para anggota di dalam rantai pasokan akan membantu memfasilitasi aliran informasi rantai pasokan. Akan tetapi, biaya suatu sistem ERP dapat menjadi sangat tinggi, dan mungkin tidak semua anggota di dalam rantai pasokan ingin membeli perangkat lunak ERP tersebut.

C. Keunggulan Kompetitif Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Mereka dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari segmen-segmen pasar tertentu. Di dalam sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) di dalam pasar.

a. Rantai Nilai Porter


Infrastruktur Perusahaan Manajemen Sumber Daya Manusia Pengembangan Teknologi Aktivitas Pendukung Pengadaan Logistik Barang Masuk Operasi Logistik Barang Keluar Penjualan dan Pemasaran Jasa

Margin

Aktivitas Utama

Profesor Harvard Michael E.Porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan topik keunggulan kompetitif. Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai, seperti yang terdapat pada gambar di atas, yang terdiri atas aktivitas-aktivitas utama dan pendukung yang memberikan kontribusi kepada margin. Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga pokoknya. Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagai aktivitas nilai. Aktivitas ini terdiri atas dua jenis yaitu utama dan pendukung. Aktivitas nilai utama meliputi logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi, logistik output yang memindahkan barang kepada pelanggan, operasi pemasaran dan penjualan yang mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan, dan aktivitas-aktivitas jasa yang menjaga hubungan pelanggan yang baik setelah penjualan. Aktivitas nilai utama ini mengelola aliran sumber daya fisik di sepanjang perusahaan. Aktivitas nilai pendukung terlihat pada bagian lapisan atas yang mencakup infrastruktur perusahaan dan bentuk organisasi secara umum akan mempengaruhi seluruh aktivitas utama. Selain itu, tiga aktivitas akan mempengaruhi aktivitas utama secara terpisah maupun dalam bentuk terkombinasi yaitu manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan/pembelian.

Memperluas Ruang Lingkup Rantai Nilai Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan mengaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain. Kaitan seperti ini dapat menghasilkan suatu sistem interorganisasional. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu bisnis (business partners), mereka bekerja bersama sebagai suatu unit tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika masing-masing bekerja sendirian.

b. Dimensi-Dimensi Keunggulan Kompetitif Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis, maupun operasional.

Keunggulan Strategis Adalah keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk menciptakan suatu keunggulan strategis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat memutuskan untuk mengubah seluruh datanya menjadi basis data dengan alat penghubung standar (seperti alat penghubung browser web) guna kemungkinan berbagi dengan sekutusekutu bisnis dan pelanggannya. Basis data yang terstandarisasi dan dapat diakses melalui browser web mencerminkan pergeseran posisi perusahaan secara strategis.

Keunggulan Taktis Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Dalam contoh, layanan pelanggan dapat ditingkatkan dengan menawarkan kepada pelanggan akses langsung ke

informasi. Semua perusahaan ingin memuaskan pelanggan, karena pelanggan akan menghasilkan pengulangan pembelian.

Keunggulan Operasional Adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Di sinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses. Suatu sistem web yang mengingat pelanggan dan preferensi mereka dari transaksi-transaksi masa lalu akan mencerminkan suatu keunggulan operasional. Browser sering memiliki cookies yaitu filefile kecil berisi informasi yang terdapat di dalam komputer pengguna, yang dapat menyimpan nomor akun, kata sandi, dan informasi lain yang berhubungan dengan transaksi pengguna. Ini merupakan kemudahan yang berharga bagi pelanggan, dan juga memberikan keuntungan langsung kepada perusahaan.

D. Tantangan dari Pesaing-Pesaing Global

Perusahaan

Multinasional

(Multinational

Corporatian/MNC)

adalah

sebuah

perusahaan yang beroperasi lintas produk, pasar, negara, dan budaya. Perusahaan multinasional terdiri atas perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Sejumlah anak perusahaan tersebut dapat tersebar secara geografis, dan masingmasing dapat memiliki sasaran, kebijakan, dan prosedurnya sendiri.

a. Kebutuhan Khusus untuk Pemrosesan Informasi di Perusahaan Multinasional Meskipun semua perusahaan memiliki kebutuhan pemrosesan informasi dan koordinasi, kebutuhan-kebutuhan ini merupakan hal yang sangat penting artinya bagi perusahaan multinasional. MNC adalah sebuah sistem terbuka

yang berusaha untuk meminimalkan ketidakpastian yang terdapat dalam lingkungannya. Dalam konteks ini, ketidakpastian yang dimaksud adalah perbedaan antara jumlah informasi yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi.

b. Kebutuhan Khusus untuk Koordinasi di Perusahaan Multinasional Koordinasi adalah kunci mencapai keunggulan kompetitif di dalam pasar global. Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kendali strategis atas operasinya di seluruh dunia dan mengelolanya dengan cara yang terkoordinasi secara global, tidak akan dapat meraih kesuksesan dalam perekonomian internasional. Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah tantangan koordinasi semakin besar bagi MNC dibandingkan sebuah perusahaan membatasi aktivitasnya di negara asalnya. Kesulitan timbul dari adanya kenyataan bahwa sumber daya yang digunakan oleh MNC sangat luas terdistribusi. Sumber daya yang tersebar menjadi sulit untuk dikelola dan dapat diatur oleh praktik-praktik bisnis yang saling bertentangan. Kabar baiknya adalah bahwa kemajuan di bidang teknologi informasi, metodologi dan komunikasi telah membuat koordinasi global menjadi jauh lebih mudah. c. Keuntungan Koordinasi Banyak keuntungan yang diperoleh oleh MNC adalah karena memiliki kemampuan pemrosesan informasi yang baik didasarkan kemampuannya dalam berkoordinasi. Keuntungan koordinasi antara lain meliputi: Fleksibilitas dalam merespons pesaing di berbagai negara dan pasar. Kemampuan untuk merespons perubahan yang terjadi di satu negara pada satu negara yang lain atau satu wilayah dalam satu negara lain. Kemampuan untuk menyamai kebutuhan pasar di seluruh dunia. Kemampuan untuk berbagi pengetahuan antar-unit di berbagai negara.

Mengurangi biaya operasi secara keseluruhan. Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kemampuan untuk meraih dan memepertahankan keragaman produk perusahaan dan juga bagaimana produk diproduksi dan didistribusikan.

E. Tantangan Dalam Mengembangkan Sistem Informasi Global

Istilah sistem informasi global (Global Information System/GIS) diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas negara. Berikut adalah beberapa kendala yang harus diatasi oleh pengembang GIS, yaitu:

a. Kendala-Kendala Politis Pemerintah nasional di suatu negara di mana anak perusahaan berada dapat menerapkan beragam pembatasan yang menjadikan perusahaan induk mengalami kesulitan untuk memasukkan anak perusahaan tersebut ke dalam jaringan. Pembatasan yang umum adalah akses yang terbatas ke komunikasi berkecepatan tinggi. Karena infrastruktur telepon biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dan bukannya perusahaan swasta, hal ini dapat menjadi suatu rintangan yang cukup berat.

b. Rintangan Budaya dan Komunikasi Rintangan budaya dan komunikasi juga dapat mempengaruhi rancangan suatu GIS. Di dalam beberapa masyarakat tertentu, penggunaan teknologi dianggap sebagai suatu pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian, sedangkan di masyarakat lainnya dipandang sebagai suatu pertanda tingkat sosial.

Pembatasan Pembelian dan Impor Perangkat Keras Pemerintah nasional mencoba untuk melindungi pabrikan lokal dan merangsang investasi asing pada produksi lokal dengan menentukan bahwa hanya peralatan yang diproduksi atau dirakit di negara itu yang dapat dipergunakan.

Pembatasan Pemrosesan Data Kebijakan nasional dapat mengatur bahwa data harus diproses di dalam negeri, bukan dikirimkan ke luar negeri dan diproses di tempat lain.

Pembatasan Komunikasi Data Pembatasan komunikasi data yang paling banyak dipublikasikan adalah pembatasan yang dikenakan pada aliran data antar-negara. Aliran data antar-negara adalah pergerakan data yang dapat dibaca oleh mesin melintasi batas negara.

c. Masalah-Masalah Teknologi MNC sering kali berhadapan dengan masalah yang berhubungan dengan tingkat teknologi yang terdapat di negara-negara anak perusahaannya. Di beberapa negara, sumber listrik yang dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga buruk. Perangkat lunak juga dapat menjadi masalah.

d. Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi suatu masalah dalam mengembangkan sistem informasi global. Beberapa merasa yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus mendapat bantuan, dan mereka memandang peraturan yang ditetapkan oleh kantor pusat sebagai suatu hal yang tidak perlu.

F. Manajemen Pengetahuan Sumber daya informasi sebuah perusahaan terdiri atas: Perangkat keras komputer. Perangkat lunak komputer. Spesialis informasi. Pengguna. Fasilitas. Database. Informasi.

Para manajer memastikan bahwa data mentah yang yang dikumpulkan telah dikumpulkan dan kemudian diproses menjadi informasi yang bermanfaat. Manajer kemudian memastikan bahwa individu-individu yang tepat akan menerima informasi dalam bentuk yang tepat dan pada waktu yang tepat sehingga ia dapat dipergunakan. Terakhir, manajer akan membuang informasi yang telah terlewati masa manfaatnya dan menggantinya dengan informasi terbaru dan akurat. Semua aktivitas ini disebut manajemen pengetahuan.

a. Dimensi Informasi Ketika pengembang sistem mendefinisikan output yang diberikan oleh prosesor informasi, mereka akan mempertimbangkan empat dimensi dasar informasi. Empat dimensi tersebut yaitu:

Relevansi Informasi memiliki relevansi jika informasi tersebut berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapi. Pengguna seharusnya dapat memilih data yang diperlukan tanpa harus melewati dahulu sejumlah fakta-fakta yang tidak berhubungan dengan. Data yang relevan dengan pengambilan keputusan akan diambil dan disebut sebagai informasi.

Akurasi Idealnya, seluruh informasi seharusnya akurat. Akan tetapi, fitur-fitur yang memberikan kontribusi terhadap tingkat akurasi sistem akan menambah biaya dari sistem tersebut.karena hal ini, pengguna sering kali terpaksa harus menerima tingkat akurasi yang kurang dari 100 persen.

Ketepatan Waktu Informasi hendaknya tersedia untuk pengambilan keputusan sebelum situasi yang genting berkembang atau hilangnya peluang yang ada. Para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi yang menguraikan apa yang sedang terjadi saat ini, selain dari apa yang telah terjadi di masa lalu.

Kelengkapan

Para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi yang menyajikan suatu gambaran lengkap atas suatu masalah tertentu atau solusinya. Namun, sistem hendaknya juga tidak menenggelamkan pengguna dalam lautan informasi.

b. Sifat Manajemen Pengetahuan yang Berubah-Ubah Manajemen pengetahuan pada awalnya berfokus pada sistem pemrosesan transaksi yang akan memperoses pesanan pelanggan, membuat catatan persediaan, menghitung jumlah gaji, dan tugas-tugas lain yang serupa. Karenanya, sistem informasi dianggap memiliki tingkat rendah karena berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan kepada organisasi di tingkat rendah. Kini, organisasi mengakui bahwa sistem informasi mengumpulkan pengetahuan yang terdapat di dalam suatu organisasi, dan organisasi harus mengelola pengetahuan tersebut.

Sistem Informasi Warisan Mereka yang mengelola dan mengendalikan informasi di dalam sebuah perusahaan modern harus menyadari keterbatasan teknologi masa lalu. Sistem informasi awal serta perangkat lunak dan keras yang tidak sesuai atau hanya sesuai secara parsial dengan teknologi informasi terkini disebut dengan sistem warisan (Legacy System). Meskipun data yang dikumpulkan oleh sistem warisan terutama memproduksi informasi historis, informasi tersebut masih dianggap berharga. Kebanyakan data warisan dapat diubah dan dipergunakan oleh teknologi-teknologi baru. Teks dan angka yang sering kali menyususn file-file warisan dapat diimpor ke dalam basis data modern.

Manajemen Gambar

Foto-foto digital dari cetakan dapat disimpan sebagai file-file komputer yang dapat dijadikan referensi oleh sistem informasi perusahaan saat ini. kata. Peranan gambar telah meluas dengan munculnya situs-situs web. Manajemen gambar akan meningkat seiring dengan berkembangnya jumlah gambar (gambar-gambar membutuhkan ruang penyimpanan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan data teks dan numerik. Terdapat perangkat lunak komputer khusus yang akan menerjemahkan gambar data teks dan numerik menjadi file sebuah

G. Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Informasi Perusahaan-perusahaan pertama yang menggunakan komputer menempatkan

tanggung jawab pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unit khusus yang terdiri atas para profesional informasi. Unit ini, yang disebut sebagai layanan informasi, dikelola oleh seorang manajer yang mungkin memiliki status wakil presiden.

a. Chief Information Officer dan Chief Technology Officer CIO atau CTO adalah manajer dengan tingkat tertinggi di layanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan keahlian manajerialnya dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan informasi saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lainnya. CIO atau CTO dapat memposisikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital dalam struktur organisasi dengan melaksanakan saran-saran sebagai berikut: Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis. Pelajari pula bisnisnya, bukan hanya teknologinya saja. Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen lini (jangan menunggu untuk diundang). Fokus pada proses perbaikan bisnis.

Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis. Membangun kredibilitas dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.

Terbuka untuk ide-ide yang berasal dari luar bidang IS.

b. Perencanaan Strategis bagi Perusahaan Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi keseluruhan perusahaannya. Komite ini akan menentukan rencana bisnis strategis organisasi. Setelah rencana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaannya sepanjang tahun, jika dibutuhkan, mengambil tindakan yang sesuai.

c. Rencana Strategis untuk Area-Area Bisnis Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada perencanaan strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis untuk mengembangkan rencana strategisnya sendiri. Rencana area bisnis ini akan merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung usaha ketika berusaha mencapai sasaran strategisnya.
Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Informasi Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Pemasaran Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Keuangan

Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Produksi

Perencanaan Strategis untuk Sumber Daya Manusia

Salah satu pendekatan pada perencanaan strategis area bisnis adalah untuk setiap area membuat rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi, pendekatan ini tidak dapat memastikan bahwa area-area akan dapat bekerja sama dengan baik. Bagan di atas menunjukkan bagaimana berbagai area bisnis hendaknya bekerja sama di dalam proses perencanaan strategis mereka. Gambar panah pada bagan di atas menunjukkan aliran informasi dan pengaruh. Selama beberapa tahun terakhir, unit IS mungkin telah mendedikasikan sebagian besar perhatian mereka pada perencanaan strategis daripada kebanyakan area bisnis yang lain. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ini adalah perencanaan strategis untuk sumber daya informasi (Strategic Planning for Information Resources/SPIR).

Strategi Bisnis

Pengaruh pada Sumber Daya Informasi

Sumber Daya Informasi dan Strategi IS

Pengaruh pada Strategi Bisnis

Pendekatan SPIR adalah pengembangan rencana strategis secara paralel bagi layanan informasi dan perusahaan sehingga rencana perusahaan akan mencerminkan dukungan yang akan diberikan oleh layanan informasi. Rencana IS akan mencerminkan permintaan dukungan sistem di masa mendatang. Bagan di atas mengilustrasikan cara bagaimana masing-masing proses perencanaan akan mempengaruhi proses perencanaan pihak yang lain.

d. Kandungan Inti Rencana Strategis Sumber Daya Informasi

Organisasi yang berbeda akan menciptakan rencana-rencana strategis sumber daya informasi yang berbeda pula, namun seharusnya terdapat dua topik inti yang hendaknya terdapat di setiap rencana, yaitu: Sasaran yang akan dicapai oleh setiap kategori sistem sepanjang periode waktu yang dicakup oleh rencana. Sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut. Daftar Pustaka

Mc Leod, Jr., Raymond; Schell, George P. Sistem Informasi Manajemen. Edisi Kesepuluh, Jakarta: Salemba Empat, 2008