Anda di halaman 1dari 23

Abdul Aziz, M.

Si

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

Tafsir falsafi cenderung membangun proposisi universal hanya berdasarkan logika yang membangun abstraksi dan proposisi maknamakna latent (tersembunyi) yang diangkat dari teks kitab suci untuk dikomunikasikan lebih luas l i k l lagi kepada masyarakat d i t d k t dunia tanpa hambatan budaya dan bahasa. Tafsir falsafi menurut Quraisy Shihab adalah upaya penafsiran Al Quran dikaitkan dengan persoalan persoalan persoalan-persoalan filsafat.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 2

Dua bidang pengetahuan rasional yang tak diragukan lagi berhubungan sangat erat sejak dulu sampai sekarang adalah b h b t t j kd l i k d l h Filsafat dan Matematika. Hal ini banyak dibuktikan dengan munculnya banyak tokoh filosofis yang berlatar belakang sebagai ahli matematika. g Sebut saja, Thales dari Miletus yang oleh para penulis sejarah filsafat diakui sebagai Ayah dari Filsafat yang juga sebagai ahli matematika Yunani pertama yang memelopori ilmu ukur, geometri abstrak, d il k t i b t k dan ilmu f l k sehingga i j falak, hi ia juga dinyatakan oleh Ward Bouwsma sebagai Ayah dari penalaran deduktif. The Liang Gie juga mengatakan berdasarkan bukti historis para filsuf mengembangkan konsep filsafatnya berdasarkan pemikiran secara matematis, bahwa filsafat dan matematika berkembang bersama-sama dengan saling memberikan persoalan-persoalan persoalan persoalan sebagai bahan masuk dan umpan balik. balik
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 3

Ahli matematika, Pythagoras (572-497 s.M.), menyatakan bahwa bilangan memerintah jagat raya ini (number rules the universe). Matematika merupakan suatu ilmu pemikiran manusia yang bersifat logis, artinya dalildalilnya dapat bersumber dari intuisi dan y p dibuktikan secara logika menurut akal manusia, yang disajikan dengan simbol-simbol atau lambang sebagai bahasa komunikasi yang universal, artinya dapat diterima dan dipahami dengan sama oleh semua ilmuwan tanpa ada penafsiran yang berbeda.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an surat al Anaam ayat 101: "Dialah pencipta langit dan bumi. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi d waktu, muncul menjadi ada sebagai t i dan kt l j di d b i hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. sekejap

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, il i ih b l k mengembangnya alam semesta digambarkan dalam surat adz Dzaariyat ayat 47: "Dan langit itu Dan Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta semesta. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami p g perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 6

Jamaluddin al Afghani, Muhammad Abduh, Muhammad Iqbal, Sayyid al Quthb, Syed Hussein Nasr, dan Arkoun, ilmuwan muslim yang dengan kepakarannya dalam ilmu kealaman dan matematika, telah berusaha untuk menemukan k k kesesuaian ayat-ayat Q li h i t t Qauliyah (Quraniyah) dan ayat-ayat Kauniyah di alam semesta. semesta

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

Sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa Allah menciptakan alam semesta ini dengan kode-kode dalam struktur matematika tertentu. tertentu Alam sendiri mengajarkan kepada manusia tentang adanya periode periode tertentu yang periode-periode selalu berulang, terstruktur dan sistematis, misalnya orbit Bulan, Bumi, danplanet-planet y , , p p lainnya, lintasan meteorit dan bintang-bintang, susunan DNA, jaringan sel tubuh, sifat atom, lapisan bumi dan atmosfer, dan sebagainya.

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

Dalam al Quran surat az-Zumar (39) ayat 9 Allah telah menyebutkan bahwa: Katakanlah : Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang orang orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Dalam ayat ini Allah pelajaran. menekankan akan penggunaan akal (rasio) untuk berpikir dalam memahami tanda-tanda kebesaran Allah. Dan, dalam surat al-Jinn (72) ayat 28, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu, artinya Allah juga menciptakan sesuatu dengan hitungan yang teliti ang teliti.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 9

Bahkan jumlah manusia yang akan datang menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah, selaku seorang hamba pada hari yang telah dijanjikan (telah) ditetapkan dengan hitungan yang teliti, dalam surat Maryam (19) ayat 94, Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah Sesungguhnya mereka dan menghitung mereka dengan hitungan y g yang teliti. Dan banyak ayat-ayat lain yang membuktikan bahwa menurut al Quran penciptaan alam semesta ini dilakukan oleh Allah dengan hitungan-hitungan matematis yang terstruktur.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 10

p p y y g (sifat Setiap individu mempunyai bayangan ( ilahiyah) mengenai Tuhan, Allah Swt. Adanya alam semesta beserta seluruh isinya merupakan bukti adanya Tuhan yang menciptakannya. Keajaiban alam semesta menunjukkan kebesaran Allah. Tiada satupun j p yang ada di alam ini dapat hadir tanpa adanya Allah. Segala sesuatu di alam ini, yang merupakan perkembangan kehidupan alam semesta sejak pertama kali diciptakan hingga hari akhirnya merupakan manifestasi adanya Allah.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 11

Marilah kita menggambarkan hal di atas dengan bahasa matematika, dengan konsep barisan dan deret. , g p Lihatlah persamaan berikut:
1= 1 1 1 1 1 1 1 1 1 + = + + = + + + = ... 2 2 2 4 4 2 4 8 8 1 1 1 1 = 1 + 2 + 3 + ... 20 2 2 2 1 1 1 1 = n + 1 + n + 2 + n + 3 + ... 2n 2 2 2

Hasil dari penjumlahan di atas membuktikan bahwa kesatuan it sama d k t itu dengan j l h b i b i d i jumlah bagian-bagian dari barisan bilangan 1/2n Jika n semakin besar tak terhingga maka setiap bagian dalam barisan bilangan ini akan sama dengan penjumlahan semua bagian yang mengikutinya dalam barisan bilangan tersebut.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

12

Pemikiran demikian membuktikan secara matematis bahwa suatu keseluruhan (Kesatuan) dapat dikembangkan menjadi sederet bilangan bagian dan deret bilangan itu dapat dijadikan deret bilangan yang tak terhinga ataupun terbatas menurut kehendak kita, karena persamaan itu p akan berlaku untuk setiap n bilangan natural (asli). Tetapi jika n dibuat menjadi tak terhingga, maka jumlah d i b i j l h dari bagian yang terbatas d i akhir d b dari khi deret bilangan, tidak akan mempengaruhi nilai akhir secara keseluruhannya. Dengan kata lain, sebuah deret bilangan akhir itu tidak akan mengubah nilai keseluruhannya, karena nilainya mendekati nol dibandingkan dengan kesatuan.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 13

"Demikianlah Allah menciptakan apa Demikianlah yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya p , y cukup berkata kepadanya: Jadilah , dia. "Jadilah", lalu jadilah dia. (QS:3:47)

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

14

g perluasan 1/2n di atas y g Perhatikan deret bilangan p yang akan tetap berlaku untuk setiap n bilangan cacah, yaitu 0,1,2,3, dan seterusnya. Dengan cara ini setiap pecahan y g yang lebih tinggi memiliki kualitas dari setiap p gg p pecahan yang lebih kecil, yaitu pecahan yang mengikutinya. Maka kita melihat adanya evoluisi ganda (berpasangpasangan) dalam deret bilangan itu dari yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, atau jika kita membalikkan deret bilangan itu dari kiri ke kanan, dan dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi Hal seperti inilah yang kita temukan tinggi. dalam alam semesta, apakah kita menganggapnya sebagai alam duniawi ataupun pikiran atau keduanya yang bersatu dalam keberadaan jiwa dan raga. raga
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 15

Proses perluasan dalam deret bilangan tersebut berlangsung terus menerus Deret bilangan yang menerus. telah dijumlahkan tidaklah sia-sia. Dalam semua contoh matematika kita tidak boleh beranggapan bahwa kenyataan semata mata bertindak sebagai suatu semata-mata penambahan (penjumlahan) matematis. Manusia itu terdiri dari tulang-tulang, otot-otot, darah, dan lain lain lain-lain tetapi penjumahan semu (gabungan) dari semua unsur tersebut belum tentu bisa menjadi manusia. Penjumlahan dari suatu deret bilangan yang telah kita lambangkan sebagai simbol penciptaan evolusi adalah sebuah proses yang memiliki kualitasnya sendiri sesuai kasusnya masing masingmasing, dan tidak bisa dibayangkan dengan contoh mengumpulkan sesuatu dalam satu tempat khusus saja.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 16

Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan Kepunyaan Nya lah langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa y g yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). y y p ( y ) Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui g segala sesuatu. (QS:42:12)

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

17

Dialah yang memberikan nilai-nilai Kebaikan kepada mereka yang mampu memanfaatkannya k d k f k dan Dia mengetahui berapa jumlah yang harus diberikannya. diberikannya Kepada yang satu Dia akan memberikan 1/2n dari Kebaikan atau Kasih-Nya, dan kepada yang lainnya Dia memberikan 1/2n+1 dan begitu seterusnya. Kepada masing-masing makhluk hidup, Dia memberikan apa yang baik bagi mereka Memberi mereka. kepada satu makhluk lebih banyak dari yang mampu diterimanya akan sama dengan p y g menghancurkannya, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu Dia menggabungkan Kasih-Nya dengan Keadilan dalam jumlah yang benar. d K dil d l j l h b
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 18

Berdasarkan konsep waktu, menggunakan posisi matahari secara astronomis para ahli kini berusaha membuat formulasi matematis berdasarkan letak geografis dan ketinggian suatu tempat di permukaan bumi dalam bentuk b h b t k sebuah program k komputer yang d t dapat t menggenerate sebuah tabulasi data secara akurat dalam sebuah "Jadwal Waktu Shalat . Jadwal Shalat" Kini software waktu shalat terus dibuat dan dikembangkan. g
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 19

Dalam satu raka at shalat terdapat satu rakaat gerakan putaran sebesar 3600 ke arah muka. Perhatikan gambar berikut.

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika Abdul Aziz, M.Si

20

Bumi juga melakukan shalat, setiap kali ia j g p melakukan putaran 3600 pada porosnya (rotasi) yang lamanya kurang-lebih 24 jam (satu hari) sehingga terjadi perubahan siang d malam, hi j di b h i dan l berarti ia telah melakukan sholat satu rakaat. Pada P d saat yang sama, yaitu selama satu h i t it l t hari tersebut, kita diperintahkan untuk melakukan shalat sebanyak 17 rakaat yang berarti rakaat, melakukan putaran sebanyak 17 kali, yaitu 2 p putaran waktu shubuh, 4 putaran waktu p dhuhur, 4 putaran waktu ashar, 3 putaran waktu maghrib, dan 4 putaran waktu isya.
Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si 21

Katakanlah : Katakanlah Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? orang orang Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. pelajaran. (QS. 39:9)

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

22

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA Sekian Terima kasih

Memahami Al Qur'an Dengan Bahasa Matematika - Abdul Aziz, M.Si

23