Anda di halaman 1dari 3

March27,2011

Y Yohan Sury yanto Pramo ono 10 / 310533 / PEK / 1541 10

[Perus sahaan

Vershir ] re

Latar Bela akang Peru usahaan


Perusahaan Vershire merupakan perusahaa penghasil media pe n an engemas ma akanan dan minuman di n A Amerika Se erikat. Perus sahaan ini p punya dua b bagian utam di setiap unit bisnis, Bagian Ma ma p anufaktur dan Bagian Pen njualan. Dalam industri pengemas, banyak pe elaku bisnis yang ada di pasar Am s merika Serik kat s sehingga pe elanggan punya banya pilihan da pelayana yang me ak an an emuaskan m merupakan a andalan pada perusahaan - perusaha ini untu dapat me n aan uk empertahankan pelanggannya. Pe erusahaan m menggunakan a anggaran s sebagai ala pengontrol utama k at kinerja peru usahaan. Anggaran un ntuk tahun depan mu ulai d disusun pa ada bulan Mei oleh divisi penj jualan. Mas sing-masing kepala d g divisi Bagia Penjualan an menyusun l laporan men ngenai infor rmasi seper prediksi d rti data - data p penjualan, p pendapatan dan lainny n, ya. Perkiraan in dibuat secara umum saja dan s ni m setelah seles dibuat k sai kemudian di iajukan kepada staff ris set perusahaan untuk dilengkapi da disesuaikan denga data - d n an an data pasar yang seb r benarnya dan kemudian d dikembalika lagi kep an pada manaj jer divisi u untuk dipela ajari. Dengan demikia staff ris an, set perusahaan ini lah yan membuat anggaran b n ng t biaya bagi s seluruh divis yang ada di Perusah si a haan.

Permasala ahan
A Anggaran in merupaka anggaran dasar bag Bagian M ni an gi Manufaktur d dalam mena aikkan pend dapatan, lab ba, d lain sebagainya dimana angg dan garan ini tel dibuat o lah oleh Bagian Penjualan (staff riset perusahaan n n). S Standard b biaya dan p penurunan biaya meru upakan alat yang hand bagi Ba t dal agian Manu ufaktur dala am menyusun anggaranny Sebelum anggaran yang dibuat oleh Bag ya. m n gian Manufa aktur diajuk kan ke tingk kat y yang lebih tinggi, pen ngontrol perusahaan m melakukan inspeksi te erhadap ang ggaran ters sebut dengan t tujuan agar anggaran tersebut se r esuai denga tujuan p an perusahaan. Sekali ang . ggaran telah diputuska an, maka akan sulit untu melakuka revisi. A n uk an Apabila terd dapat masa alah dalam pelaksana m aan kegiata an, perusahaan mengasum n msikan mas salah terseb akan da but apat diatasi oleh pihak - pihak ya k ang berkaita an. Dalam hal insentif hany dipertimb ya bangakan k kinerja mana divisi ya berhasil mencapai target. ajer ang

March27,2011

[Perusahaan

Vershire]

Bukti Kasus
Bulan Mei, setiap kepala divisi Bagian Penjualan menyusun laporan awal yang ditujukan untuk manajemen perusahaan mengenai perkiraan penjualan, pendapatan, dan kebutuhan kapital. Laporan ini kemudian ditangani oleh staff riset perusahaan. Staff riset ini yang bertugas menyusun laporan prediksi menjadi bentuk anggaran dengan dilengkapi data-data ekonomi dan analisis - analisis pasar. Prediksi ini diteliti kesesuaiannya dengan tujuan perusahaan, kemudian dikembalikan ke kepala divisi Bagian Penjualan untuk dipelajari dan dikompilasikan dengan prediksi buatannya sendiri dan akhirnya untuk disetujui. Anggaran yang telah disetujui oleh pihak manajemen puncak kemudian diteruskan ke divisi-divisi dalam Bagian Manufaktur. Bagian Manufaktur menyusun anggaran berdasarkan dengan anggaran yang telah dibuat oleh Bagian Penjualan. Pengendali memeriksa anggaran tersebut sebelum akhirnya dikirim ke Divisional General Manager paling lambat 1 September. Setelah General Manajer menyetujuinya, anggaran ini diajukan ke CEO Vershire dan anggaran konsolidasian disetujui oleh dewan direksi pada bulan Desember.

Pendapat Pribadi
Menurut saya ada kelemahan dan kelebihan dari Sistem Perencanaan dan Pengendalian yaitu: Kelemahan 1. Anggaran Bagian Manufaktur Kelebihan dibuat 1. Inspeksi dari pihak atas perusahaan ke pabrik - pabrik secara langsung mencerminkan perhatian atasan kepada bawahannya. 2. Anggaran yang kaku adalah sebuah kelebihan karena perusahaan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan karena anggaran ini sulit untuk dirubah, sebaiknya anggaran

berdasarkan anggaran yang diajukan oleh Bagian Penjualan. Hal tersebut menjadi tidak relevan dengan kondisi divisi. 2. Sistem insentif hanya diukur berdasarkan keberhasilan divisi dalam memenuhi target keuntungan anggaran yang dan dicantumkan diberikan dalam kepada

hanya

disusun se-relevan mungkin dengan kondisi

March27,2011

[Perusahaan

Vershire]
perusahaan dan lingkungan selama tahun berjalan.

beberapa orang sehingga tidak memotivasi karyawan bawah untuk bekerja lebih baik. 3. Sistem penyusunan anggaran yang berbelitbelit dan terlalu lama.

Kesimpulan
Manager produksi tidak seharusnya bertanggung jawab terhadap laba perusahaan. Laba perusahaan adalah sebuah ukuran kinerja bersama perusahaan. Seluruh bagian dalam perusahaan memiliki tanggun jawab dalam penciptaan laba perusahaan. Tanggung jawab manager produksi menurut saya adalah dalam hal produksi barang (dalam hal ini alumunium cans) yang berkualitas baik dan se-efisien mungkin demi mendukung terciptanya laba perusahaan yang lebih tinggi. Ketika performance perusahaan tidak sama dengan rencana yang diharapkan, evaluasi akan dilakukan oleh Perusahaan. Dengan laporan tambahan, pihak manajemen puncak dapat melakukan analisis terhadap penyebab dari kinerja perusahaan. Keterkaitan proses dan sistem perencanaan yang tidak relevan pada perusahaan ini ditunjukkan dengan penggunaan dollar sebagai satu - satunya pengukur keberhasilan perusahaan dimana hal ini memaksakan Bagian Manufaktur untuk membuat anggaran berdasarkan anggaran yang dibuat oleh Bagian Penjualan.

Rekomendasi
Saya mengusulkan untuk melakukan sedikit perubahan terhadap struktur pengendalian manajemen di Perusahaan Vershire yaitu: Membuat staff riset menjadi bagian di masing-masing divisi yang memiliki wewenang dan sanggup membuat anggarannya sendiri. Staff riset bisa menyesuaikan anggarannya dengan kebutuhan bagiannya, tanpa perlu bekerja dua kali untuk menyusun anggaran. Selain itu Bagian Manufaktur tidak perlu lagi menunggu Bagian Penjualan selesai membuat anggaran untuk dapat memulai membuat anggarannya sendiri dengan lebih relevan. Dengan perubahan ini, diharapkan proses penyusunan anggaran menjadi lebih singkat dan tidak membuang-buang waktu serta lebih relevan dengan kondisi bagian yang sebenarnya.