Anda di halaman 1dari 14

Ringkasan Mathias Weske; Business Process Management

Overview Tujuan Business Process Management : Pemahaman yang lebih baik dari operasional perusahaan dan hubungannya dengan pihak intern maupun ekstern. Mengidentifikasikan aktivitas dan hubungannya serta menggambarkannya dengan bisnis proses model membuat stakeholder mudah untuk mengkomunikasikan dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Keyword : Fleksibilitas, repository bisnis process, continuous improvement. Salah satu tujuan pentingnya adalah menjembatani gap antara bisnis proses yang dijalankan perusahan dan realisasi dari proses ini di dalam software. Visinya adalah adanya hubungan yang sangat erat antara bisnis proses dengan software yang menjalankannya. Untuk lebih memahami isi buku ini dapat digambarkan dalam model sbb :

Chapter 1 s/d 8 Part 1 Foundation Chapter 1 : Introduction Tujuan penting dari proses bisnis management adalah memahami operasional organisasi yang dilakukan dan hubungannya. Selain itu proses bisnis juga memfasilitasicontinous proses improvement.Proses bisnis management juga menjembatani gap antara proses bisnis yang dijalankan dengan realisasi proses dalam software.

Chapter 2 : Evolution of Enterprise System Architectures Sebelum membahas evolusi enterprise system architecture harus memahami terlebih dahulu software architecture yang akan menjadi central role dalam evolusi enterprise system architecture Software architecture adalah struktur yang mengatur elemen software dan resource system software. Software element dan resource direpresentasikan oleh sub system. dalam software architecture,sub sistem ini memiliki tanggung jawab spesifik dan berhubungan dengan sub system lainnya. Software architecture tidak mendetailkan struktur internal dari sub sistem tetapi secara eksternal memperlihatkan behaviour dan hubungan dengan sub sistem lainnya dalam architecture

Operating System merupakan yang pertama kali di develop. OS menyediakan interface yang menyediakanfungsionalitasuntukberhubungandengan hardware komputer.

Tahapselanjutnyadalamevolusiarsitekturadalah management data. Setiapaplikasimemerlukan management data agar tetapdapatmelakukan proses simpandanambilterusmenerus.

Enterprise Resource Planning ERP menyediakan sebuah database yang terintegrasi yang mencakup sebagian besar organisasi. Sistem ERP menyimpan data dalamsatu database terpusat dan seperangkat modul yang menyediakan fungsionalitas yang dibutuhkan termasuk human resources, financial dan manufaktur. ERP sangat efektifdi tempatkan di organisasi yang memiliki banyak aplikasi yang memerlukan integrasi antar aplikasi tersebut.

Chapt r 3 : Busin ss Pro ss Mod llin Foundation


Key Wo d : Koordinasi antar persone dalam satu perusahaan sangatlah penting Harus ada informasi tentang struktur organisasi dimana bisnis proses ini akan dilaksanakan

Chapt r 4 : Pro ss Orch stration Proses rkestra memberikan gambaran secara detail tentang aktivitas dari proses dan bagaimana pelaksanaannya dengan batasan -batasannya. BPMN (Business Process Modelling Notation) Elemen utama BPMN  Events  Activities  Gate ays  Sequence flow


Part Busin ss Pro ss


od llin

Contoh Diagram Proses Bisnis dengan BPMN

Chapter 5 : Process Choreographies Proses Koreografi harus dilaksanakan karena : y y y Penggunaan Teknologi memungkinkan terjadinya multi intreptasi lebih besar Sistem komputer yang ada saat ini hanya melaksanakan instruksi yang diperintahkan. Untuk menghindari terjadinya kesalahan urutan kejadian/aktifitas proses bisnis antara perusahaan yang berbeda

Fase Pengembangan Koreografi Proses

Chapter 6 : Properties of Business Process Sifat-sifat bisnis yang penting dan berkaitan satu sama lain. 1. Data Dependencies

2. Structural Soundness Gagasan dari kriteria Soundness adalah untuk memastikan bahwa semua tugas dapat berpartisipasi dalam contoh proses; setiap contoh proses akhirnya berakhir, dan ketika berakhir ada tepat satu token di tempat akhir.

Model yang digunakan untuk mewakilkan setiap proses orchestration ada dua yaitu: 1. Petri net 2. Workflow net

Definisi: Sebuah model proses secara struktural berbunyi(Sound) apabila kondisi-kondisi berikut terjadi: - Terdapat satu simpul awal, di mana hanya satu simpul tanpa tepi yang masuk - Setiap simpul di dalam model proses berada pada sebuah bentuk jalur dar i simpul awal sampai ke simpul akhir.

Part III Architectures and Methodologies Chapter 7 : Business Process Management Architectures Workflow Management Architectures Alur kerja sistem manajemen telah diidentifikasi sebagai suatu yang penting dalam evaluasi sistem manajemen proses bisnis

Workflow Reference Memberikan gambaran dari Workflow management system

Architecture

Flexible Workflow Management

Web Services and their Composition

` Web services adalah realisasi darikomputasi yang berorientasi layanan. ` Sementaratidak semua fitur arsitektur berorientasi layanan dipenuhi oleh teknolgiWeb yang ada ` Teknologi web services menyediakan tonggak penting dalam upaya menuju arsitektur berorientasi layanan.
Agar layanan Web inidapat di terimamakaharusterstandarisasi

Chapter 8 : Business Process Methodology Metodologi yang dibahas menggunakan notasi Informal :

` Setiap fase dinyatakan dengan kotak dan ketergantungan informasi atau causal constraints antara fase digambarkan dengan busur lurus antara kotak. ` Fase dapat jadi sarang , dimana setiap fase dapat terdiri dari sejumlah subfase. Sub fase juga disebut juga aktivitas pengembangan atau aktivitas sederhana Fase dan sub fase dihubungkan dengan busur lurus. ` Busur lurus tidak menentukan perintah runtun secara tegas, tetapi menandai ketergantungan yang tidak erat antara fase dan perpindahan informasi yang khas diantaranya.
Walaupun agak informal, tetapi dapat digunakan untuk memandu perancang proses utk merencanakan dan memimpin proyek-proyek manajemen proses bisnis.

Strategy and Organization

Fase Survei Hasil yang ingin dicapai dari fase Survey ini adalah koleksi dan organisasi dari informasi dengan semua aspek dari manajemen proses bisnis di dalam Domain Addressed. Fase Desain Fase desain/perancangan menggunakan informasi untuk :

` mengidentifikasi proses bisnis dan untuk ` memilih proses bisnis yang akan direalisasikan selama proyek.

Pemilihan Platform Tujuan utama: Memilih platform yang cocok untuk menjalankan proses bisnis.
 

Bila dasar system informasinya :Serv e-orien ed Architecture proses bisnis : teknik komposisi pelayanan. Bila interaksi manusia diperlukan : system manajemen alurkerja (workflow management system) atau system penanganan kasus (case handling system)


Fase Implementasi dan Testin

y Tahap implementasi dimulai dengan implementasi terhadap model proses bisnis menggunakan Platform pilihan, sebagai contoh Workflow Management System. y Tahap testing dibagi dalam sub tahap yaitu lab Simulation dan Field Testing

Fase Operation and Controllin

y Dibagilagikedalam 2 faseyaitu

- Installation - Run Time Tahap installation meliputi migrasi data, training untuk user dan system deployment. Tahap run time memonitor workflow application yang baru.