Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Teknik Reservoir yang berjudul SPESIFIC GRAVITY sampai dengan selesai. Tugas ini kami buat karena Spesific Gravity merupakan salah satu materi yang berperan penting dalam kegiatan perkuliahan mahasiswa Teknik Eksplorasi dan Produksi Migas serta dalam kegiatan Eksplorasi secara umum, sebagai panduan ataupun acuan dalam melaksanakan praktikum Teknik Reservoir. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik secara langsung ataupun tidak langsung yang telah membantu kami demi kesempurnaan tugas Pendidikan Pancasila. Dalam pembuatan tugas ini kami menyadari bahwa dalam penyusunannya masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi materi maupun dari segi pemahaman. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan tugas dimasa mendatang sehingga menjadi lebih sempurna lagi. Semoga tugas yang kami buat ini bermanfaat bagi kita semua.

Palembang, Mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI
JUDUL KATA PENGANTAR....................................................................................ii DAFTAR ISI................................................................................................iii BAB 1 PENDAHULUAN..............................................................................1

A. LATAR BELAKANG MASALAH......................................... B. IDENTIFIKASI MASALAH.................................................. C. PEMBATASAN MASALAH................................................ D. PERUMUSAN MASALAH..................................................


BAB 2 PEMBAHASAN................................................................................2 A. FLUIDA DAN ALIRAN FLUIDA...................................................... B. ALAT-ALAT DALAM PENGUKURAN SPESIFIC GRAVITY............................................................................................ C. BERAT JENIS (DENSITY)............................................................. D. SPESIFIC GRAVITY......................................................................

BAB III PENUTUP..........................................................................3 A. SIMPULAN........................................................................ . B. SARAN.............................................................................. . DAFTAR PUSTAKA.......................................................................4

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dalam ilmu industri perminyakan, praktikum ini sangat bermaanfaat bagi mahasiswa khususnya mahasiswa TEKNIK EKSPLORASI PRODUKSI MIGAS, karena spesific gravity sangat berperan penting dalam menentukan berat masa dari sample minyak mentah (Crude Oil). Dalam dunia perminyakan sendiri, pencarian nilai atas spesific gravity sendiri banyak digunakan dalam banyak keperluan, diantaranya untuk menentukan baik buruknya kualitas dari minyak mentah (Crude Oil). Tema dari makalah ini cukup menarik dan penting, semoga dapat bermanfaat dan menjadi panduan ataupun sumber referensi dalam melaksanakan praktikum Teknik Reservoir.

B. Identifikasi Masalah Sesuai dengan judul makalah ini Spesific Gravity, maka masalah yang dapat diidentifikasikan adalah sebagai berikut : Pengertian Fluida Pengertian dari Aliran Fluida Pengertian dari Berat Jenis (Density) Pengertian dari Spesific Gravity

C. Pembatasan Masalah

Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah : Bagaimana deskripsi mengenai fluida, aliran fluida, spesific gravity, serta hubungan dan manfaatnya dalam dunia perminyakan Bagaimana deskripsi mengenai peralatan yang digunakan dalam pengukuran spesific gravity serta fungsinya

D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : Apa pengertian dari fluida Apa pengertian dari aliran fluida Apa peralatan yang digunakan dalam pengukuran spesific gravity beserta fungsinya Apa pengertian dari berat jenis (density) Apa pengertian dari spesific gravity serta fungsi atau manfaatnya

BAB 2 PEMBAHASAN

A. Pengertian Fluida dan Aliran Fluida Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalir, termasuk cairan dan gas. Cairan adalah salah satu dari fase benda, yang volumenya tetap dalam kondisi suhu dan tekanan tetap, dan bentuknya ditentukan oleh wadah penampungnya. Cairan juga melakukan tekanan kepada sisi wadahnya dan juga kepada benda yang terdapat dalam cairan tersebut, tekanan ini disalurkan ke seluruh arah. Gas adalah suatu fase benda yang mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapt berubah bentuk. Namun, berbeda dari cairan gas yang tak tertahan tidak mengisi suatu volume yang telah ditentukan, sebaliknya mereka mengembang dan mengisi ruang apapun dimana mereka berada. Setiap partikel dalam fluida dinamis, akan bergerak menurut jenis aliran tertentu. Lintasan yang ditempuh oleh suatu partikel dalam fluida yang mengalir dinamakan garis alir (flow line). Ada 2 jenis aliran fluida yaitu : A. Aliran laminer / aliran garis arus B. Aliran turbulen Pada aliran tunak kecepatan aliran partikel fluida pada setiap titik konstan terhadap waktu, sehingga partikel-partikel fluida yang lewat pada suatu titik akan bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama, lintasan yang ditempuh oleh aliran fluida ini dinamakan garis arus. Nama lain dari garis arus adalah aliran berlapis atau aliran laminer. Pada aliran turbulen ditandai dengan adanya aliran yang berputar, adanya partikel yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah laju fluida secara keseluruhan.

B. Alat-alat dalam Pengukuran Spesific Gravity Ada beberapa alat yang digunakan dalam pengukuran spesific gravity pada zat yang kita uji dalam hal ini adalah spesific gravity dari minyak mentah (crude oil) diantaranya adalah : Aerometer/ Hydrometer Thermometer Fahrenheit Hydrometer Cylinder (gelas ukur)

Aerometer/ Hydrometer Hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur spesifik gravitasi (atau densitas relatif) cairan, yaitu rasio kepadatan cairan. biasanya kaca dan kerapatan ini dari dari terbuat terdiri Hydrometer

batang silinder dan bola lampu berbobot dengan merkuri tegak. dituangkan wadah lurus atau ditembak uji dalam tinggi, membuatnya mengapung Cairan ke yang dan

seringnya berupa silinder hidrometer secara diturunkan

perlahan atau lembut ke dalam cairan sampai mengapung bebas. Titik di mana permukaan cairan

menyentuh batang hidrometer akan dicatat. Hydrometer biasanya mengandung skala di dalam batang, sehingga spesifik grafitasi dapat dibaca langsung. Berbagai skala yang ada dan digunakan dalam konteks Operasi dari hidrometer didasarkan pada prinsip Archimedes 'padat tersuspensi dalam suatu cairan akan didorong oleh kekuatan yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan. Dengan demikian, semakin tinggi kerapatan zat di atas hidrometer akan tenggelam.

Termometer

Termometer adalah alat yangng digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa latin, thermo yang artinya panas dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada beberapa macam, tetapi yang umum adalah termometer air raksa dan termometer yang digunakan dalam pengukuran spesific gravity adalah termometer fahrenheit.

Gelas Ukur

Adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur volume dari suatu zat cair. Dalam pengukuran spesific gravity, gelas ukur digunakan juga sebagai wadah atau tempat untuk mengukur volume minyak mentah (crude oil).

C. Berat jenis (Density) Kerapatan atau kepadatan material didefinisikan sebagai massa per satuan volume. Simbol yang paling umum digunakan untuk densitas adalah (rho huruf Yunani). Dalam beberapa kasus (misalnya, dalam minyak dan industri gas AS), kepadatan juga didefinisikan sebagai berat per satuan volume, walaupun jumlah ini lebih tepat jika disebut berat tertentu. Bahan yang berbeda biasanya memiliki kepadatan yang berbeda, sehingga kepadatan merupakan konsep penting tentang daya apung. Mengapungnya cairan kurang padat pada cairan padat lebih banyak jika mereka tidak merupakan campuran. Dalam beberapa kasus kepadatan dinyatakan sebagai spesifik gravitasi jumlah berdimensi (SG) atau kepadatan relatif (RD), dalam hal ini dinyatakan sebagai kelipatan dari kepadatan bahan lain standar, biasanya air atau udara / gas. (Sebagai contoh, kepadatan kurang dari itu berarti bahwa substansi mengapung dalam air).

Massa jenis bahan bervariasi tergantung dengan suhu dan tekanan. (Varians biasanya kecil untuk padatan dan cairan dan jauh lebih besar untuk gas.) Peningkatan tekanan pada suatu objek untuk mengurangi volume objek dan karenanya meningkatkan kerapatan. Peningkatan suhu zat (dengan beberapa pengecualian) kepadatan berkurang dengan meningkatnya volume suatu zat. Rumus matematis untuk massa jenis/density adalah :

= massa jenis (kg/m3) m = massa zat (kg) V = Volume (m3)

D. Spesific Gravity (SG) Spesific Gravity 60/60 F (SG 60/60 F) adalah perbandingan antara berat suatu cairan dengan berat air pada volume yang sama yang diukur pada temperatur yang sama 60 F. Metode ini merupakan salah satu cara dalam dalam menentukan nilai spesific gravity dengan menggunakan alat hydrometer dengan menggunakan contoh minyak mentah (crude oil) ataupun bahan lain. Dalam pengukuran spesific gravity, temperatur pemeriksaan tidak hanya 60 F tetapi bisa juga 70F, 75F dan sebagainya. Untuk mendapatkan nilai atau harga spesific gravity 60/60 F kita menggunakan suatu tabel yang berlaku secara internasional yaitu Petroleum Measurement Tables yang disiapkan oleh ASTM (American Society for Testing Materials) dan IP (Institue of Petroleum).

Jika Spesific Gravity dari zat kurang dari satu maka itu adalah kurang padat daripada referensi, jika lebih besar dari 1 maka itu lebih padat dari pada referensi. Jika kepadatan relatif adalah persis 1 maka kepadatan adalah sama, yaitu volume yang sama dari dua zat memiliki massa yang sama. Jika materi referensi adalah air maka substansi dengan kepadatan relatif (spesifik gravitasi) kurang dari 1 akan mengapung di air. Misalnya, es batu, dengan kepadatan relatif sekitar 0,91, akan mengapung. Sebuah zat dengan densitas relatif lebih besar dari 1 akan tenggelam. Sedangkan dalam industri perminyakan, SG yang dianjurkan adalah diatas 0,8 yang merupakan penentu dari jenis dan kualitas dari minyak mentah (crude oil) yang diproduksikan dari suatu lapangan atau area. Suhu dan tekanan juga harus ditentukan untuk kedua sampel dan referensi. Hampir selalu tekanan 1 atm sama dengan 101,325 kPa. Suhu untuk kedua sampel dan referensi bervariasi dari industri ke industri. Specific gravity umumnya digunakan dalam industri sebagai cara sederhana untuk memperoleh informasi tentang konsentrasi larutan dari berbagai bahan salah satunya adalah minyak mentah (crude oil). Spesific Gravity digunakan sebagai ukuran untuk membedakan minyak mentah, karena minyak mentah dengan densitas yang rendah cenderung bersifat parafinik. Makin kecil Spesific Gravity (SG) minyak bumi akan menghasilkan produk-produk ringan yang makin banyak, dan sebaliknya makin besar Spesifik Gravity (SG) minyak bumi akan menghasilkan produk-produk ringan yang makin sedikit dan produk residunya makin banyak. Spesific Gravity dari minyak bumi merupakan salah satu indikasi penting dalam memperkirakan harga dan dalam transaksi dipakai untuk perhitungan setelah dikoreksi pada suhu standart (umumnya pada suhu 60 F atau 15 C). Dalam industri perminyakan klasifikasi dengan menggunakan SG ini kadang-kadang agak sulit untuk membedakan antar jenis minyak bumi (crude) yang mempunyai densitas rendah sehingga klasifikasi

berdasarkan SG biasanya ditunjukkan dengan derajad API Gravity, dengan rumus sebagi berikut :

Atau

Berdasarkan klasifikasi Spesific Gravity (SG) minyak bumi dapat dibagi menjadi 5 macam, yaitu : Minyak Bumi Spesific Gravity 60/60 F 1. Ringan 2. Medium Ringan 3. Medium Berat 4. Berat 5. Sangat Berat SG 60/60 F < 0,830 0,830 0,850 0,850 0,865 0,865 0,905 > 0,905 39,0 39,0 35,0 35,0 32,1 32,1 24,0 24,0 API Gravity

Pertama kali pada saat kita akan mengukur Spesific Gravity dari suatu bahan, misal crude oil yang harus kita lakukan yakni memasukkan bahan yang akan diukur nilai/harga spesific Gravity-nya kedalam gelas ukur 250 ml atau hydrometer cylinder.

Kemudian,

ambil

aerometer

atau

hydrometer

yang

telah

disesuaikan ukurannya yang sudah tertera pada alat. Untuk pengukuran crude oil menggunakan aerometer atau hydrometer dengan ukuran 0,8. Kemudian masukkan secara perlahan aerometer kedalam gelas ukur dengan cara menjepit ujung dari aerometer dan menurunkannya secara perlahan hingga aerometer berhenti bergerak dan mengapung di dalam gelas ukur.

Setelah aerometer berada pada keadaan seperti pada gambar di atas, maka catatlah nilai yang ditunjukkan pada aerometer . kemudian di lanjutkan dengan pengukuran temperatur atau suhu dari bahan (crude oil) dengan menggunakan termometer fahrenheit. Akan tetapi aduk terlebih dahulu bahan yang diuji atau crude oil dengan tujuan pada saat diukur temperatur, keadaan atau suhunya merata.

Berikut adalah contoh penghitungan nilai Spesific Gravity dari data yang diperoleh pada percobaan.
SAMPEL Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Obsd SG 60/60 F 0,8435 0,842 0,8355 Obsd Temperatur (0F) 83o 81,5o 85,5o Faktor Koreksi

Ada 3 tipe dalam penghitungan data hasil percobaan untuk menghitung nilai SG suatu bahan dalam hal ini adalah minyak mentah (crude oil). 1. Apabila nilai obsd SG berupa 4 angka di belakang koma (,) dan obsd suhu tidak berkoma, maka perhitungannya adalah : Obsd temperatur 83o Obsd data SG 0,8435 ?

0,843 0,8514

0,844 0,8524

? = SG terkecil + (Obsd SGtengah Obsd SGkiri) x (SGterbesar SGterkecil) (Obsd SGkanan Obsd SGkiri) ? = 0,8514 + (0,8435-0,843) x (0,8524 0,8514) (0,844-0,843) = 0,85165

2. Apabila nilai obsd SG 3 angka belakang koma (,) dan obsd temperatur berkoma, maka perhitungannya adalah : Obsd temperatur (oF) Obsd SG

81o 81,5o 82o

0,842 0,8497 ? 0,8501

? = SGterkecil + (Temptengah Tempatas) x (SGterbesar SGterkecil) (Tempbawah Tempatas) ? = 0,8497 + (81,5 81) x (0,8501 0,8497) (82 81) = 0,8499

3 Apabila obsd SG 4 angka belakang koma (,) dan obsd temperatur berkoma, maka perhitungannya adalah :

Obsd Temperatur 85 85,5 86

0,835 0,8442 0,8446

Obsd SG 0,8355 X Z Y

0,836 0,8452 0,8456

X = SGterkecil kiri + (Temptengah Tempatas) x (SGterbesarkiri SGterkecilkiri) (Tempbawah Tempatas )

X = 0,8442 + (85,5 85) x (0,8446 0,8442) (86 85) = 0,8444

Y = SGterkecilkanan + (Temptengah Tempatas) x (SGterbesarkanan SGterkecilkanan) (Tempbawah Tempatas )

Y = 0, 8452 +

(85,5 85) x (0,8456 0,8452) (86 85)

= 0,8454 Z = SG X + (Obsd SGtengah Obsd SGkiri) x (Y X) (Obsd SGkanan Obsd SGkiri) Z = 0,8444 + (0,8355 0,835) x (0,8454 0,8444) (0,836 0,835) = 0,8449

BAB 3 PENUTUP
A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari judul makalah Spesific Gravity dapat disimpulkan bahwa : Fluida adalah adalah suatu zat yang dapat mengalir, termasuk cairan dan gas.

Airan adalahsalah satu dari fase benda, yang volumenya tetap dalam kondisi suhu dan tekanan tetap, dan bentuknya ditentukan oleh wadah penampungnya.

Aliran laminer adalah aliran dengan kecepatan aliran partikel fluida pada setiap titik konstan terhadap waktu, sehingga partikel-partikel fluida yang lewat pada suatu titik akan bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama.

Pada aliran turbulen ditandai dengan adanya aliran yang berputar, adanya partikel yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah laju fluida secara keseluruhan.

Hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur spesifik gravitasi (atau densitas relatif) cairan. Termometer adalah alat yangng digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Gelas ukur adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur volume dari suatu zat cair. Density didefinisikan sebagai massa per satuan volume.

Spesific Gravity 60/60 F (SG 60/60 F) adalah perbandingan antara berat suatu cairan dengan berat air pada volume yang sama yang diukur pada temperatur yang sama 60 F.

B. Saran Bertolak dari judul makalah Spesific Gravity penyusun memberi saran sebagai berikut : Sebaiknya sampel atau contoh crude oil yang digunakan dalam percobaan lebih diperbanyak, sehingga lebih banyak parameter yang digunakan dalam praktikum

Sebaiknya dalam pelaksanaan praktikum, asisten dan praktikan harus lebih cermat dalam melaksanakan praktikum, sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Fluida http://id.wikipedia.org/wiki/Cairan http://id.wikipedia.org/wiki/Gas

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2085926-konsep-aliranfluida/ http://id.wikipedia.org/wiki/Dinamika_fluida http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrometer http://id.wikipedia.org/wiki/Termometer http://en.wikipedia.org/wiki/Density