Anda di halaman 1dari 43

Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan (EfSD)

Disampaikan oleh : Dr. Mudjito, AK, Msi

Hidup di dunia ini semakin kompleks dan bahkan mengarah kepada kondisi chaostic karena:

Tetap meningkatnya pertumbuhan populasi dunia yang melebihi kapasitas produktivitas natural bumi

Makin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi yang menghasilkan makin meningkatnya globalisasi (rumitnya) world interlinkages,seperti ekonomi, perdagangan,

lingkungan, masalah pembangunan, kemiskinan, dll.


2

Secara total/bersama manusia hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak seimbang, yaitu lebih banyak memanfaatkan daripada memelihara sumber-sumber natural Berarti meletakkan kehidupan manusia pada kondisi unsustainable development Jika hal tidak seimbang ini terus-menerus terjadi akan menghasilkan bencana besar bagi generasi mendatang tidak boleh dibiarkan terjadi, karena akan mengarah ke unsustainable global eco-systems

Forces of Nature

SPECIFIC TREAT
Jon Bedington (UK, 2009)

Food shortages, Water scarcity, Costly oil, Accelerating climate change, Migration across national border, Poverty, Failing states.
5

Forces of Nature

STABILIZING CLIMATE
1) Efficiency of world energy 2) Cutting emission in the energy sector 3) Ending deforestation 4) Plant trees and stabilitation soil

RESTORATION OF THE EARTS NATURAL SYSTEMS


1) Soil Conservation 2) Reforestation 3) Fishery restoration 4) Equifer stabilization
7

ERADICATING POVERTY 1) Mobilization (sicial change) 2) Stabilizing population RESCU FOR FAILING STATES 1) Social Safety Nat 2) Capital needed to fund right program 3) Education and health

RESPONSE THE MDGS


Eradikasi kemiskinan absolut dan kelaparan Pencapaian universalisasi pend. Dasar Kesetaraan gender dan pembdyn prmpn. Reduksi angka kematian bayi Peningkatan kesehatan Ortu Mengatasi HIV/AIDs, malaria & pnykt lain. Menjaga kelestarian lingk. Kemitraan Global
9

Dimensions of Disaster

10

RANK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

COUNTRY
Somalia 114,3 Chad 113,3 Sudan 111,8 Zimbabwe 110,2 Dem. Republic of the Congo Afganistan 109,3 Iraq 107,3 Central African Republic 106,4 Guinea 105.0 Pakistan 102,5 Haiti 101,6 Core d'Ivoire 101,2 Kenya 100,7 Nigeria 100,2 Yemen 100.0 Burma 99,4 Ethiopia 98,8 East Timor 98,2 North Korea 97,8 Nigeria 97,8

SCORE

109,9

11

MENGAPA NEGARA GAGAL?


Konflik

internal dan degradasi sosial Hilangnya kontrol pemerintah Ketidakberdayaan pmrth mmnh ketahanan pangan, dan kebutuhan dasar sosial Konflik dg negara tetangga Pertambahan penduduk tak terkontrol Tingginya pengangguran Terlilit utang, ekonomi dan ifrtkr memburuk Degradasi lingk,; tanah,air, dan energi

12

Lahirnya EfSD

Pencetus ide: Prof. Dr. Hans J.A. Van Ginkel, Mantan Rektor UNU dan Staf Ahli Sekjen. UN

Words into Action: Education for Sustainable Development to Secure Our Common Future Fokus kepada Climate Change Challenge (C3)

13

Merupakan keputusan/kristalisasi tindakan yang dibutuhkan setelah mengkaji banyak laporan UN selama >30 tahun

Pendidikan (formal, nonformal dan informal) dipilih karena merupakan instrumen kuat yang efektif untuk melakukan komunikasi, memberikan informasi, penyadaran, pembelajaran dan dapat untuk memobilisasi massa/komunitas, serta menggerakkan bangsa ke arah kehidupan masa depan yang berkembang secara lebih berkelanjutan (more sustain ably developed) Lahirlah Education for Sustainable Development (EfSD)

14

Top International Agendas, by UN


Stockholm, 1972: Worldwide urgent issues Club of Rome, 1987: Bruntlandt Report Rio, 1992: Earth Summit Kyoto, 1997: Kyoto Protocols Earth Charter

15

UN, 2000: Millennium Johannesburg,

Summit MDGs

2002: World Summit on Sustainable Development

(WSSD) Inter-linkages among global-ization, trade, poverty, development and environment 33 Ecosystems
UN, 2000-2005: Millennium The

Ecosystem Assessment

International Panel on Climate Change (IPCC) Reports and Al

Gore: Inconvenient Truth


Bali Summit, Denpasar

2007: Global Climate Change

16

Manfaat dan Fungsi EfSD

Melalui EfSD terbangun kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development, yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berke-lanjutan, berbasis keadilan sosial dengan memper-timbangkan keseimbangan beberapa eco-system,
17

Melalui EfSD mendidik manusia sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dan dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggung-jawab, serta mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata Think globally, act locally

18

Controlling Forces of Nature

19

Manfaat dan Fungsi EfSD (Lanjutan)

Melalui EfSD, kita secara bersama mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman-nyaman bagi kita semua, baik sekarang maupun dimasa mendatang bagi anak cucu kita Ini merupakan sebuah pemahaman tentang kompleksitas dan diversitas secara komprehensif; serta pemahaman tentang bagaimana cara mengubah segala perkembangan / pengembangan kearah sustainibilitas, dan dilaksanakan melalui perencanaan dan pelaksanaan yang bijaksana, serta disosialisasikan secara efektif dan meluas.

Smart Planning and Excellent Implementation


20

Apakah itu EfSD?

Pendidikan yang mempunyai wawasan dan konsep yang lebih luas daripada sekedar pendidikan tentang lingkungan Hubungan sebab dan akibat, dan cara pengatasannya

Bukannya tentang pendidikan pengembangan berkelanjutan, melainkan pendidikan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan (praktek) Pendidikan yang memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang (utamanya generasi mendatang) untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang.
21

Pendidikan:
Mesin Mobilitas Vertikal Sosial-Ekonomi dan Budaya Penanaman nilai-nilai kebangsaan (4 pilar) Kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air

Umur 10 tahun, membantu orang tua berjualan

Umur 23 tahun, lulus sarjana dengan bantuan

Umur 44 tahun, CEO perusahaan multi-nasional


22

Beasiswa Bidik Misi

Pendidikan Adalah Penghela (Prime Mover) Menuju Kesejahteraan

Kampung Kesejahteraan
Kesehatan Ekonomi

Mobil Pendidikan

Rata-Rata Lama Sekolah vs PDB/Kapita


(Sumber : World Bank, Nation Master, 2011)

Rata-rata lama sekolah memiliki korelasi positif yang tinggi dengan nilai PDB per Kapita (koefisien korelasi r = 0,76)

Norway
Y = -16100,25 + 4896,33 X

Indonesia

New Zealand

1. Rata-rata Lama Sekolah adalah data terkini yang diambil dari nation master http://www.nationmaster.com/red/graph/edu_ave_yea_of_sch_of_adu 2. Rata-rata Lama Sekolah untuk Indonesia dari Kemdiknas [2010] 3. PDB per kapita adalah data terkini yang diambil dari data statistik world bank 2011 http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries

Pe nd id ik an

Kesehatan

Catatan: analisis di atas diolah berdasarkan data BPS tahun 2008

m Ke k is a in n

Rata-Rata Lama Sekolah vs Harapan Hidup


(Studi Seluruh Kabupaten/Kota Indonesia)

Penduduk kabupaten/kota dengan rata-rata lama sekolah yang tinggi, cenderun memiliki angka harapan hidup yang tinggi

The Knowledge Triangle (EfA)


Pengetahuan

Pendidikan/ Pembelajaran

Inovasi

N.B. Pengetahuan = semua pengetahuan ilmiah, termasuk pengeta-huan di bidang ilmu sosial dan humaniora Inovasi = meliputi inovasi bidang teknologi maupun sosial
26

Hubungan Segitiga Pengetahuan EfA dan EfSD

Semua pendidikan/pembelajaran (baik formal dan non-formal) di semua tingkat dan bidang harus dipertimbangkan kembali dan ditransformasikan agar dapat mempersiapkan generasi mendatang untuk berkontribusi secara lebih baik terhadap terwujudnya pengembangan berkelanjutan bagi komunitasnya EfA dan EfSD merupakan dua sisi dari sebuah coin yang tak terpisahkan Isi dari EfSD tidak boleh berbeda dari isi mata-pelajaran yang telah ada (EfA), tetapi isi semua mata-pelajaran yang ada harus mengandung atau menstransformasikan / metranslasikan EfSD.

27

Dimensi dari EfSD

Ekonomi:

Pertumbuhan ekonomi berkesinambungan Kesetaraan hak dan kesempatan Keseimbangan produksi dan konsumsi

Lingkungan/Ekologi:

Keseimbangan beberapa sistem, antaralain: WEHAB (water, energy, health, agriculture, biodiversity)

Akhlak Mulia

Sosial, termasuk Politik, Budaya

Harmoni, selaras dan empati Demokrasi, partisipasi Keadilan sosial: ras, gender, kel. sosial tertentu, dll. Diversitas kultur dan budaya
28

Isu Strategis EfSD untuk Indonesia Isu

Pendidikan Akhlak Mulia dari usia dini s/d PT KKN-PPM cocok untuk PT

Ketahanan Pangan:

Tersedianya bibit unggul dan pupuk organik Konservasi lahan pangan Diversifikasi pangan pokok Perbaikan/pemulihan lahan pertanian

Climate Change:

Konservasi Hutan atau Penghijauan (Carbon sink) Pengurangan emisi (Reduction of Emission from Deforestration and Degradation = REDD)
29

Energi:

Energi ramah lingkungan (Geothermal, Solar, Coastal, Wind) Substitusi BBM (yang praktis dan aman)

Lingkungan:

Biodiversitas Pengurangan polutan

Kesehatan:

Konservasi air bersih Penanggulangan Tropical Diseases Kontrol Kelahiran

Budaya:

Pelestarian budaya dan seni Menghidupkan budaya harmoni, menggantikan budaya kekerasan
30

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan EfSD


1.

Mengandung 3 pilar secara terintegrasi:


a)

Kesinambungan bidang Ekonomi Kelestarian Ekologi/lingkungan Keadilan Sosial

b)

c)

2.

Tujuannya bukanlah mengajarkan pengem-bangan berkesinambungan, melainkan menyiapkan generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi terlaksananya pengembangan berkesinambungan (keseimbangan global)
31

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan EfSD (Lanjutan)


3.

Tujuannya bukanlah untuk mengganti semua pendidikan yang ada, melainkan meningkat-kan mutu program dan metoda pembelajaran, sehingga mencapai tujuan no.2

4.

Semua konsep, teori, pengetahuan, dll. harus dapat diajarkan kepada anak-anak/siswa pada semua tingkat, meskipun dalam bentuk-bentuk yang telah disesuaikan

5.

EfSD harus mencakup: 3 pilar, WEHAB, MDGs


32

WSSD dan Aliansi Ubuntu

Pada pertemuan WSSD, UNU mengkoordinir sebuah inisiatif bersama tentang education for sustainable development disebut the Ubuntu Alliance

Kerjasama antara 11 organisasi pendidikan, sains dan teknologi dunia Pokok dari inisiatif ini adalah Deklarasi Aliansi Ubuntu yang berkomitmen untuk memperkuat pendidikan, sains dan teknologi untuk mendukung Sustainable Develeopment
33

Deklarasi Ubuntu

Ditanda-tangani oleh 11 Institusi Pendidikan Sains &Teknologi terkemuka dunia di Johannesburg Summit, tahun 2002.

Tujuan utama meliputi:

Penguatan kolaborasi antara pendidik dan peneliti di bidang sains dan teknologi untuk mendukung EfSD

Peningkatan integrasi sains dan teknologi ke dalam program-program pendidikan agar mendukung pengembangan yang berkelanjutan (pada semua mata pelajaran dan disemua tingkat);

Penguatan kerjasama pendidikan formal, non-formal dan informal dalam pelaksanaan EfSD.
34

Ubuntu Alliance
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

International Council for Science (ICSU) Academy of Sciences for Developing World (TWAS) Science Council of Asia (SCA) African Academy of Science (AAS) World Federation of Engineering Organizations (WFEO) Global Higher Education for Sustainability Partnership (GHESP) International Association of Universities (IAU) Association of University Leaders for a Sustainable Future (ULSF) Copernicus-Campus United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) United Nations University (UNU) Possible new members: UNEP, IUCN etc.
35

Decade of Education for Sustainable Development (DESD) 2005-2014

Diusulkan dalam Johannesburg Plan of Implementation, 2002

Diterima dalam Sidang Umum PBB pada Desember 2002

The International Implementation Scheme (IIS) for DESD ditetapkan pada September 2005

Dalam IIS for DESD, Pemerintah diminta untuk mengimplementasi-kan DESD dalam strategi dan perencanaan pelaksanaan dibidang pendidikannya
36

37

Whole Learner Knowledge,Skills,Moti vations,Values,Attitud es,Beliefs, Feelings,Health, Safety,Resilience...

Whole Learning Environments Classroom,School,Hom e,Library,Studio, Museum,Learning Technologies, CommunityResources,S tandards,Assesment,Pro fesionalDev., Leadership, Policies..

38

Core

39

P21 Skills Learning and Innovation skills Critical thinking and problem solving Communications and collaboration

7Cs Skills

Critical thinking and problem solving Communications, information, and media literacy Colaboration, teamwork, and leadership Creativity and innovation

Cretivity and innovation Digital literacy skills Information literacy Media literacy ICT literacy Career and life skills Flexibility and adaptability Initiative and self direction Social and cross cultural interaction Productivity and accountability Leadership and responsibility

[included in Communications] [included in Communications] Computing and ICT literacy

Career and learning self reliance [included in Career and learning self -reliance] Cross cultural understanding [included in Career and learning self reliance] [included in Collaboration]
40

FORMULA
THE 3 Rs X 7 Cs = 21

CENTURY LEARNING

41

42

43