Anda di halaman 1dari 3

DIABETES MELITUS & KATARAK

ANAMNESIS KU : BURAM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Sejak kapan? Satu mata atau dua mata? Tiba-tiba atau perlahan-lahan? Progresivitas? Terus menerus atau hilang timbul? Lebih jelas melihat jauh atau dekat? Mata seperti berkabut? Lingkaran seperti pelangi? Silau? Diurnal variation? Pandangan ganda? Mata lelah saat membaca? Mata merah? Berair? Nyeri kepala hebat? Riwayat hipertensi? Riwayat sakit gula? Jika ya, sejak kapan? Terkontrol atau tidak? Riwayat trauma? Riwayat penggunaan kacamata dan lensa kontak? Jika ya, skrg enak atau tidak jika dipakai? Riwayat merokok? Riwayat pemakaian obat dalam jangka waktu lama? Penyakit serupa dalam keluarga?

Kemungkinan adanya diabetes harus selalu dipertimbangkan pada semua pasien dengan retinopati, katarak, kelumpuhan otot ekstraokuler, neuropati optik, atau perubahan mendadak kelainan refraksi yang tidak dapat dijelaskan. Dua jenis katarak yang dapat muncul pada pasien dengan Diabetes Melitus : Katarak Subcapsular dan Katarak senilis. Katarak subcapsular biasanya lebih sering muncul pada pasien dengan DM I. Karakteristik pasien ini : snowflake appearance Katarak senilis menggambarkan proses sklerosis yang terjadi pada nukleus lensa . Katarak tipe ini dapat ditemukan baik pada pasien dengan DM maupun non-DM, namun pada pasien dengan DM muncul pada usia yang lebih muda, terutama pada pasien yang kadar gulanya tidak terkontrol.

Dua abnormalitas yang ditemukan pada pasien dengan DM yang berkaitan dengan pembentukan katarak. 1. Proses glikosilasi pada protein lensa 2. Jumlah sorbitol yang melebihi batas normal. Akumulasi dari sorbitol menyebabkan perubahan osmotik pada lensa yang pada akhirnya akan menimbulkan terbentuknya fibrosis. Lensa tidak membutuhkan insulin untuk transport glukosa pd kondisi hiperglikemi terjadi peningkatan glukosa intrasel glukosa kemudian akan di metabolisme oleh enzim aldose reducase menjadi sorbitol polyol fructose meningkatkan tekanan osmotik dalam lensa menarik air ke dalam lensa.

19. 20. 21.

PEMERIKSAAN FISIK : 1. Visual Acuity? SC? PH? ( pd katarak PH tdk akan memperbaiki visus) 2. COA sedang 3. Lensa keruh? Shaddow test? 4. Pupil reflex? 5. Fundus reflex?

KATARAK
Definisi Katarak adalah segala bentuk kekeruhan pada lensa mata, baik sedikit, maupun menyeluruh, yang mempengaruhi ketajaman penglihatan. KLASIFIKASI a. Berdasarkan etiologi

DIABETES MELITUS
Diabetes melitus adalah suatu gangguan metabolik kompleks yang mengenai pembuluh-pembuluh darah kecil dan sering menyebabkan kerusakan jaringan yang luas termasuk mata.

Senilis Trauma Metabolik Toksin Komplikata Infeksi maternal Konsumsi obat oleh ibu pada masa gestasi - Katarak presenilis - Sindroma dengan katarak - Herediter - Katarak sekunder b. Berdasarkan Usia - Katarak kongenital, katarak yang sudah terlihat pada usia dibawah 1 tahun - Katarak juvenile, katarak yang terjadi sesudah usia 1 tahun - Katarak senilis, katarak sesudah usia 50 tahun c. Berdasarkan Morfologi - Kapsular - Subkapsular - Nuklear - Kortikal - Lamelar atau zonular - Sutural d. Berdasarkan Stadium - Stadium insipient - Stadium imatur - Stadium matur Stadium hipermatur. Proses penuaan lensa akan kekurangan air dan menjadi lebih padat dibagian tengah akibat proses pembentukan lapisan kortikal yang baru, sehingga nukleus lendsa terdesak dan mengeras (sklerosis nuklear) terjadi perubahan protein lensa indeks refraksi lensa perubahan

6. Halo 7. Diplopia monokuler 8. Perubahan persepsi warna 9. Bintik hitam

Stadium katarak senilis


Insipien Kekeruhan Cairan Lensa Ringan Normal Imatur Sebagian Bertambah (air masuk) Matur Seluruh Normal Hipermatur Masif Berkurang (air+masa keluar) Iris Bilik Depan Sudut Mata Shadow Test Penyulit Negatif Positif Glaukoma Negatif Pseudopos Uveitis+glaukoma Bilik Normal Sempit Normal Terbuka Mata Normal Normal Terdorong Dangkal Normal Normal Tremulans Dalam lensa

Penatalaksanaan Penatalaksanaan katarak : Pembedahan katarak Teknik-teknik pembedahan katarak 1. ECCE : Metode ini mengangkat isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior, sehingga masa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut. 2. ICCE : Metode yang mengangkat seluruh lensa bersama kapsulnya melalui insisi limbus superior

memantulkan sinar yang masuk

& menurunkan transparensi lensa. Tanda dan gejala 1. Pandangan kabur 2. Penglihatan silau 3. Miopisasi 4. Variasi Diurnal Penglihatan 5. Distorsi

140-160 derajat. 3. Phakoemulsifikasi : Merupakan modifikasi dari metode ekstrakapsular karena sama-sama

menyisakan kapsul bagian posterior. Insisi yang diperlukan sangat kecil yaitu 5 mm yang berguna untuk mempercepat kesembuhan paska operasi. Kemudian kapsul anterior lensa dibuka. Dari

lubang insisi yang kecil tersebut dimasukan alat yang mampu mengeluarkan getaran ultrasonik yang mampu memecah lensa menjadi kepingankepingan kecil, kemudian dilakukan aspirasi Persiapan pre-operatif 1. Pasien dianjurkan datang sehari sebelum

3. Pemberian antibiotik topikal (eye drops) setipa 4-6 jam sekali selama minggu. 4-6

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh pasien antara lain:

operasi, meskipun operasi dapat dilakukan sebagai one day surgery. 2. Penjelasan kepada pasien dan pengambilan informed consent 3. Bulu mata pada mata yang akan dioperasi dapat dipotong secukupnya bila diperlukan, dan mata dibersihkan dengan Povidone-iodine 5% dan ditandai. 4. Pemberian antibiotic tetes mata tiap 6 jam 5. Sedatif ringan dapat diberikan pada malam sebelumnya bila pasien gelisah. 6. Pada hari operasi, pasien berpuasa dari pagi hari. 7. Pupil didilatasi dengan tetes mata 2 jam sebelum operasi dengan tropicamide 1% atau homatropine 2% setiap 15 menit Pengobatan lain dapat diberikan sesuai kebutuhan seperti obat anti glaucoma, antihipertensi, atau anti asma. Pemberian obat anti diabetes dihentikan pada hari operasi untuk mencegah hipoglikemia dan

1. Adanya rasa sakit yang tidak hilang dengan obatobatan. 2. Kehilangan penglihatan 3. Muntah, atau batuk yang berlebihan 4. Terjadi luka pada mata yang dioperasi. Bila hal di atas terjadi maka pasien harus segera kembali ke dokter.

dilanjutkan satu hari setelah operasi. perawatan Pasca Operasi dilakukan dengan: 1. Menjaga kebersihan mata 2. Melakukan pemeriksaan
-

Visus mata Luka bekas operasi Kejernihan lensa Kedalaman Bilik mata depan Pupil Tekanan intraokuler