Anda di halaman 1dari 15

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem penambangan adalah suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk melepaskan atau mengambil endapan bahan galian yang bernilai ekonomis dari batuan induknya untuk diolah lebih lanjut sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja yang terbaik serta meminimalisasi dampak lingkungan yang dapat ditimbulkannya. CV. Bara Mitra Kencana merupakan salah satu perusahan swasta tambang dari sebagian perusahaan tambang yang lain sistem kegiatan secara tambang bawah tanah yang kegiatannya dilakukan dimulai dari explorasi, penambangan, pengangkuatan, dan permurnian. Kestabilan tambang bawah tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kekuatan batuan, rekahan, air bawah tanah, getaran termasuk juga gempa bumi, dan lain-lain. Kestabilan batuan ini harus tetap dijaga sehingga longsor dapat dihindari, hal inilah yang menjadi jaminan keselamatan kerja di daerah pertambangan. Salah satu alat yang mampu menjaga kestabilan batuan adalah baut batuan/ rockbolt/ friction bolt. B. Tujuan Kunjungan Tujuan dari kunjungan dan praktek tambang bawah tanah ini adalah untuk mengamati langsung kondisi lapangan, melihat proses operasi penambangan yang dilakukan, khususnya pada tambang bawah tanah, dan sebagai salah satu syarat untuk lulus matakuliah praktek tambang bawah tanah.

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

BAB II LAPORAN DI LAPANGAN A. Definisi Tambang Bawah Tanah Tambang tambang bawah tanah (underground mining) adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas

penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi dan tempat kerjanya tidak berhubungan langsung dengan udara luar.

Tambang bawah tanah ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : 1. Metode tanpa penyanggaan (Non Supported / Open Stope Method). 2. Metode dengan penyanggaan (Supported Stope Method). 3. Metode ambrukan (Caving Method).

B.

Sejarah CV Bara Mitra Kencana CV Bara Mitra Kencana berlokasi didaerah Tanah Kuning, Prambahan, Kec. Talawi, Kota Sawahlunto yang dahulunya merupakan tambang rakyat PETI (penambangan tanpa izin), kemudian pada

tahun1967 menjadi KP milik PT. Bukit Asam, Tbk. Setelah era reformasi, tepatnya pada bulan Desember 2009 keluar Izin Usaha Penambangan (IUP) bagi CV. Bara Mitra Kencana untuk mengekploitasi batubara dengan luas wilayah Penambangan 70,53 Ha. CV. Bara Mitra Kencana Menerapkan system tambang manual dan system tambang mekanis, Dengan system Long wall lubang maju yang cocok untuk cebakan tipis, dan room and pillar dengan membuat blok-blok penambangan yang akhirnya membentuk ruang. Ketebalan batubara 1 sampai 3 meter. CV. Bara Mitra Kencana memiliki 3 seam batubara dengan kalori yang berbeda.

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

Pada seam 1 kalori batubaranya sebesar 6100 kkal, untuk seam 2 memiliki kalori sebesar 6600 kkal, dan terakhir pada seam 3 memiliki kalori sebesar 7300 kkal. CV. Bara Mitra Kencana memiliki 14 lubang yang sedang di eksploitasi batubaranya, dan di rencanakan akan ditambah sebanyak 4 lubang bukaan lagi. CV. Bara Mitra Kencana memproduksi 3000 ton /bln batubara. Batubara ini akan di jual ke PLTU unit Ombilin. Mengingat batubara yang akan digunakan PLTU hanyalah batubara dengan kalori 6000 kkal, maka sebelum dijual batubara tersebut harus di blending (pencampuran untuk memperoleh kalori yang di inginkan), karena batubara yang dimiliki CV. Bara Mitra Kencana sendiri memiliki kalori yang melebihi permintaan pasar. Untuk memenuhi permintaan tersebut, biasanya CV. Bara Mitra Kencana membeli batubara low kalori di dari perusahaan lain yang kemudian akan di blending dengan batubara CV. BMK itu sendiri. Selain di jual ke PLTU, terkadang mereka melakukan spot market dengan biaya yang lebih tinggi. CV. Bara Mitra Kencana memiliki karyawan berjumlah 240 orang. Dalam proses penambangannya, setiap lubang yang ditambang tanpa menggunakan lori sebagai alat angkut batubara hanya 5 sampai 6 orang karyawan saja yang bekerja. Tapi untuk lubang yang menggunakan lori akan memakai 14 orang karyawan. CV. Bara Mitra Kencana hanya memiliki satu shift kerja, yaitu dimulai dari jam 08.00 Wib s/d jam 16.00 Wib. Tapi terkadang ada juga yang melakukan produksi malam sampai jam 23.00 Wib, itu dianggap sebagi lembur karyawan. C. Kegiatan yang Dilakukan CV. Bara Mitra Kencana 1. Pembersihan lahan 2. Pembuatan lubang bukaan utama 3. Penambangan secara manual dengan system gali untuk level 1 dan level 2 dengan menggunakan lori. 4. Pengangkutan dengan menggunakan 4 gerobak 5. Pemurnian / Blending Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

D.

Peraturan perusahaan didalam lubang tambang 1. Dilarang merokok diarea lubang tambang. 2. Tidak diperbolehkan membawa alat elektronik seperti : HP, Jam tangan kamera, dan hal-hal yang menyebabkan percikan api seperti : Korek api, dsb. 3. Dilarang membawa barang- barang yang menimbulkan magnet, dan menyebabkan listrik statis. 4. Dilarang berbicara kotor didalam tambang. 5. Bagi yang haid dilarang memasuki lubang tambang. 6. Dilarang makan, minum ,dan istirahat didalam lubang tambang. 7. Apabila ada kejadian dan kecelakaan segera laporkan kepada pengawas lubang. 8. Selalu gunakan APD (alat proteksi diri ) pada saat bekerja didalam tambang. 9. Tidak diperbolehkan bekerja sendiri didalam tambang. 10. Apabila ada permasalahan didalam tambang segera laporkan kepada kepala lubang.

E.

Jenis penyangga yang digunakan CV. Bara Mitra Kancana Pemilihan jenis penyangga yang tepat untuk suatu lubang bukaan tergantung pada klasifikasi massa batuan, sehingga dapat diketahui berapa waktu (stand-up time) dari batuan tersebut dapat bertahan pada lebar bukaan tertentu. Disamping itu untuk mempermudah merancang penyangga pada lubang bukaan sehubungan untuk membantu massa batuan menyangga dirinya sendiri, maka perlu diketahui berapa beban yang harus diterima penyangga tersebut. Suatu alternatif pada pendekatan teoritis dengan memanfaatkan pengalaman sebelumnya untuk menghitung beban yang disangga dari daerah yang tidak stabil disekitar lubang bukaan.

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

CV. Bara Mitra Kencana menggunakan Penyangga Pasif, maksudya bersifat mendukung atau menahan batuan yang akan runtuh dan tidak melakukan reaksi langsung terhadap beban yang diterima. Penyangga pasif disini adalah penyangga kayu, Mereka memanfaatkan yang terdapat disekitar kawasan penambangan dan sebagian ada yang didatangkan dari luar. Kelebihan penyangga dengan kayu ialah mudah dibawa, ekonomis, dan didapatkan. Akan tetapi kelemahannya yaitu Kelembaban dapat mempengaruhi kekuatannya, mudah lapuk, dan mudah terbakar, sehingga pengecekan dilakukan secara rutin apabila mulai tampak retak, maka pekerja harus melapor untuk diganti secara langsung. Untuk system penyanggannya menerapkan system penyanggaan cap bersusun dibagian atas, dan ada juga dengan system kepala babi yang cocok untuk batubara kokoh atau padu. CV. Bara Mitra Kencana

menggunakan ventilasi system 1 blower 2 inchi. Ventilasi yang digunakan baik level 1 dan 2 adalah Ventilasi Emergency dan Ventilasi Pintu. System hembus exhausting atau system katup. Udara segar akan ditransfer dengan menggunakan plastik yang panjangnya sesuai dengan kemajuan

penggalian. Mesin kipas angina diletakkan di dekat pintu masuk terowongan. Peralatan yang digunakan saat pembuatan penyangga kayu: a. Mesin shinsaw /Gergaji untuk memotong kayu b. Kawat Pengikat c. Meteran d. Palu e. Paku f. Tang

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

Bahan yang digunakan : a. Kayu hutan b. Bambu c. Potongan Papan.

F.

Penanganan K3 CV. Bara Mitra Kencana 1. Menggunakan APD sebelum pekerjaan dimulai 2. Safety Meeting kepada para pekerja yang disampaikan oleh kepala teknik tambang 3. Infeksi dan pengawasan (Melakukan peneguran langsung kepada pekerja yang tidak memakai safety). 4. Apabila terjadi kecelakan ringan di dalam lubang, maka korban langsung dibawa keluar menuju pos kesehatan di dekat lubang. Namun, bila terjadi kecelakaan berat, maka langsung dibawa ke puskesmas/ rumah sakit terdekat. 5. Pengujian alat ( misalnya alat baru seperti lori).

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

G.

Sketsa Panel Penambangan CV. Bara Mitra Kencana

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil kuliah lapangan yang penulis lakukan di CV. Bara Mitra Kencana, penulis menyimpulkan : 1. Tambang tambang bawah tanah (underground mining) adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi dan tempat kerjanya tidak berhubungan langsung dengan udara luar. 2. CV. Bara Mitra Kencana mendapatkan IUP pada bulan Desember 2009 di daerah Tanah Kuning, Prambahan dengan luas WUP 70,53 Ha, dan produksi batubara rata-rata 3000 ton per bulan. 3. CV. Bara Mitra Kencana memiliki 3 seam batubara dengan kalori yang berbeda, yaitu 6100 kkal untuk seam 1, 6600 kkal untuk seam 2, dan 6700 kkal untuk seam 3. 4. CV. Bara Mitra Kencana Menerapkan system tambang manual dan system tambang mekanis dengan menggunakan lori sebagai alat angkut batubara. 5. Dengan menggunkan lori, CV. Bara Mitra Kencana bisa memproduksi batubara 5 sampai 7 ton per hari, dan kemajuan tambang 30 m per bulan. B. Saran 1. Perlunya meningkatkan disiplin kerja untuk menentukan berhasil tidaknya proses produksi. 2. Lakukan evaluasi kerja secara berkala, agar keselamatan dan kesehatan kerja selalu terjaga, serta produksi pasti akan meningkat degan sendirinya. 3. Pentingnya manajemen yang baik dalam efisiensi dan optimalisasi kerja.

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

4. Keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi perhatian yang serius, mengingat medan penambangan yang sangat berbahaya. 5. Kerjasama team adalah hal utama dalam menjamin kelancaran kerja.

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

Daftar Pustaka Anon. 2011. Data-data, dan Arsip CV. Bara Mitra Kencana. Anon. 2006. Metode Penambangan Bawah Tanah. Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Sawahlunto. Anon. 2009. Modul Praktek Tambang Bawah Tanah. Program Studi Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Sipil. Universitas Negeri Padang, Padang. Anon. 2011. Keputusan Mentri Pertambangan Dan Energi Nomor : 555 K/ 26/ M.PE/ 1995 Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum. Direktorat Teknik Pertabangan Umum. Rai Astawa Made, Dr. Ir. Teknik Terowongan. Jurusan Teknik Pertambangan. Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

JAWABAN SOAL : 1. Pengertian First Aid first aid merupkan pertongan pertama pada korban kecelakaan yang dialami pada kegiatan tambang bawah tanah. Contoh dari first aid adalah : 1. Pendarahan hebat Melakukan tindakan pemberhentian dengan tepat dan cepat. 2. Tidak sadarkan diri Menidurkan korban dengan posisi yang tepat untuk menjamin jalan pernapasan. 3. Nafas terhenti Langsung menjamin jalan pernapasan dan melakukan pernapasan buatan. 4. Detak jatung berhenti Sekaligus sambil melakukan pernapasan buatan, melakukan pemijatan jantung 5. Gejala shock yang hebat Langsung melaksanakan pencegahan shock dengan tepat dan menjaga suhu badan.

2. Kegunaan Oxygen Breathing Apparatus Oxygen Breathing Apparatus adalah alat utama yang digunakan untuk perlindungan pernafasan. Dimana alat tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu pernafasan pada saat korban kekurangan oksigen ( keadaan darurat).

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

3. Jenis Detektor gas dan Kegunaannya Gas Tambang Dan Alat Deteksinab dan Pengaruh Gas Tambang : Gas O2 CO2 CH4 CO NO2 H2S SO2 N2 SG % 1,16 1,53 0,55 0,99 1,59 1,19 2,26 0,97 NAB % 19,6 00,5 00,5 01,0 00,01 00,0005 00,02 80,0 Fatal Point 6,0 18,0 5 15 0,03 0,005 0,1 0,1 Pengaruh Tidak Beracun Menyesakkan Meledak

Racun, Meledak Beracun Racun, Meledak Beracun Tidak Beracun

Kegunaan deteksi gas adalah untuk Mendeteksi gas-gas beracun yang meliputi: O2, N2, CO2, CH4, NO, NO2, H2S,dan SO yang dimana berupa bunyi alaram.

4. Guna Permesinan dan Perlistrikan Tambang Bawah Tanah adalah : a. Sebagai alat untuk transportasi bahan galian dan karyawan, b. Sebagai sarana untuk penerangan tambang, c. Sebagai alat untuk memasukkan udara segar dari luar ke Front penambangan, d. Sebagai alat penggerak lokomotif tambang, e. Sebagai alat untuk mengeluarkan air dari dalam tambang, f. Sebagai alat bantu komunikasi tambang.

Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

5. Jenis-jenis Pemboran yang dipakai dalam kegiatan Tambang Batubara Bawah Tanah a. Pemboran untuk keperluan peledakan b. Pemboran untuk pemasangan penyangga ( rock bolting, grauting, dll) Pemboran untuk peledakan dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok menurut prosedur pengeborannya, yaitu : Pemboran manual (manual drilling) : mempergunakan alat bor ringan (Hand held rock drill) untuk pemboran dengan diameter dan kedalaman kecil. Pemboran mekanik (mechanized drilling) : pemboran dengan mempergunakan mesin bor berukuran besar, umumnya terpasang pada kendaraan pengangkut beroda ban atau rantai (tracks). Alat bor jenis ini Hand held rock drill berkapasitas kecil, dipergunakan untuk pengeboran kedalaman dan diameter terbatas. Namanama alat bor yang termasuk pada kelompok ini antara lain Jackhammer, Jackdrill Drifter dan Stoper. 1. Jackhammer terutama digunakan untuk tujuan yang bersifat umum dalam kegiatan tambang, misalnya untuk membuat lubang dangkal vertikal untuk persiapan rock bolting atau pemasangan angkor, secondary blasting, dan lain-lain. Kadang-kadang juga digunakan untuk pembuatan shaft. Jackhammer diklasifikasi-kan berdasarkan beratnya yang berkisar antara 7 30 kg (15 65 lbs). 2. Jackdrill atau jackleg adalah jackhammer yang dilengkapi dengan penyangga silinder pneumatik. Penyangga ini berfungsi untuk menahan berat alat dan juga untuk memberikan gaya feed pada saat membor ke arah horizontal atau ke atas. Pada jackdrill yang modern penyangga ini dirancang terintegrasi dengan unit bornya dan sekaligus sebagai pengontrol posisinya agar lebih efektif dan nyaman saat pemboran berlangsung. Jackdrill diklasifikasikan berdasarkan ukuran silinder bor yang berkisar antara 60 83 mm (2,375 3,25 inci). Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

3.

Stoper adalah jackhammer yang menempel pada penyangga silinder pneumatik dan khusus untuk membor ke arah atas.

Terdapat dua jenis silinder pneumatik, yaitu : b. Yang menjadi satu garis dengan jackhammer disebut in-line cylinder, c. Sistem silinder offset dimana bor dapat bergerak naik-turun pada rel disepanjang silinder tersebut. Sistem silinder offset dipakai pada pembuatan terowongan yang rendah karena pada saat pemboran berlangsung silinder offset dapat ditegakkan dengan memperkuatnya pada bagian alas dan atap tunnel. Bor stoper sering dirancang mirip dengan jackdrill, oleh sebab itu stoper mem-punyai batasan ukuran sama dengan jackdrill. Stoper diklasifikasikan berdasarkan beratnya. 6. Tipe Penyangga Tambang Bawah Tanah a. Baut Batuan Type Ulir dengan Pengikat Resin Baut Batuan Tipe Ulir (Thread Bar) dapat digunakan sebagai penyangga primer ataupun sekunder. Baut ini juga dapat dipasang di atap ataupun di dinding. Sistem pengikatan baut adalah dengan menggunakan resin. Resin yang berbentuk kapsul akan dipasang pada setiap baut yang dipasang. Ada beberapa jenis resin yang digunakan disesuaikan dengan kondisi air pada lubang bornya. b. Baut Kabel Berkuat Tarik Besar (Hiten Cable Bolt)

Baut kabel berkuat tarik besar dipasang sebagai penyangga primer apabila lapisan batubara jaraknya lebih dari 2,1 m dari atap terowongan. Pada situasi ini baut batuan dengan panjang 2,1 m akan dipasang sebagai penyangga sementara sebelum baut kabel tersebut dipasang. c. Wire Mesh dan Double W Strap Untuk meningkatkan kekompakan di daerah sekitar atap dan mencegah terjatuhnya bongkahan batuan berukuran kecil, maka akan di pasang mesh pada atap dan dinding. Laporan praktek TBT

Nama Nim

: Rijabul Mulia : 08/ 00712 Teknik Pertambangan

Double W Strap merupakan plat besi tipis dan panjang yang digunakan agar baut batuan atau baut kabel dapat dipasang pada satu garis. Plat ini juga dapat meningkatkan kekompakan batuan di daerah atap. d. Penyangga Kayu Kelas I dan II akan dipasang dalam bentuk single prop sampai kepenyangga cribbing pada lokasi-lokasi yang

diperlukan.

7. Perbedaan Penyangga Hidraqulic Props dan Archis / H- Beam a. Penyanggaan Hydraulic Props merupakan tipe penyangga yang terdiri dari 2 silinder yang mana salah satu silinder bergerak didalam silinder yang lainnya dengan menggunkan system hydraulic. Penyannga hydraulic bisa dinaik-turunkan sesuai ukuran tinggi-rendahnya terowongan, hanya dengan bantuan suatu pompa tangan yang terpasang pada silinder. b. Penyanggaan Archis/ H-Beam merupakan jenis penyanggaan yang berbentuk H yang dipasang diatas tiang-tiang penyangga, yang menghubungkan suatu tiang dengan tiang lainnya. Umumnya digunakan pada terowonyan berbentuk setengah lingkaran.

Laporan praktek TBT