P. 1
Rencana Induk Perkeretaapian

Rencana Induk Perkeretaapian

|Views: 281|Likes:
Dipublikasikan oleh jihan099

More info:

Published by: jihan099 on Jul 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2015

pdf

text

original

RENCANA INDUK PERKERETAAPIAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN JAKARTA, 2010

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. PENDAHULUAN VISI PERKERETAAPIAN 2030 ARAH KEBIJAKAN REGULASI JARINGAN PELAYANAN KELEMBAGAAN DAN SDM TEKNOLOGI DAN INDUSTRI KESELAMATAN DAN KUALITAS PELAYANAN RENCANA INVESTASI, PENDANAAN SERTA PERAN SWASTA

regulasi. Rencana Investasi. Kereta api mempunyai peran penting dalam sistem transportasi nasional dan pengembangan ekonomi wilayah. jaringan pelayanan dan prasarana.500 km jaringan eksisting dengan produksi 190 juta penumpang dan 16 juta ton barang (Tahun 2009).700 km dari 6. Rencana Induk Perkeretaapian memuat arahan pembangunan perkeretaapian sampai dengan Tahun 2030 yang meliputi : arah kebijakan. Pada tahun 2007.1.23 tentang Perkeretaapian dan didalamnya terdapat paradigma baru pembangunan perkeretaapian yaitu : multioperator. Pendanaan dan Peran Swasta serta Peningkatan Keselamatan dan Kualitas Pelayanan. paradigma pembangunan nasional. tata ruang. potensi kereta api dalam mengatasi masalah penyediaan transportasi. ‡ ‡ ‡ ‡ . kelembagaan dan SDM. perkembangan teknologi. peningkatan peran BUMN/BUMD/Swasta dalam investasi di bidang perkeretaapian. lingkungan strategis. peran industri dan masyarakat serta investasi swasta. PENDAHULUAN ‡ Jaringan kereta api yang beroperasi saat ini hanya sekitar 4. pemerintah telah menerbitkan UU No. Dalam Pasal 7 UU No. Teknologi dan Industri. peningkatan peran Pemerintah Daerah.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian telah diamanatkan penyusunan Rencana Induk Perkeretaapian dengan memperhatikan kondisi saat ini.

nyaman. 7. berteknologi. 2. . serta terwujudnya jaringan KA Trans Sumatera. Pengoperasian kereta cepat Argo Cahaya (High Speed Train/ HST) di Jawa. VISI PERKERETAAPIAN 2030 Visi Perkeretaapian Perkeretaapian yang berdaya saing. dan Semarang. Share angkutan penumpang mencapai 11-13 % dan angkutan barang mencapai 15-17 %. 3. Papua. 4. berintegrasi. Jaringan kereta api sepanjang 10. 5. 8. aman. terjangkau dan mampu menjawab tantangan perkembangan. Kereta api sebagai backbone angkutan massal di kota/perkotaan di Jabodetabek. Kereta api sebagai backbone angkutan barang di Kalimantan. Perkeretaapian 2030 1. Sulawesi. selamat. Medan. handal. Pelayanan terpadu. jalur ganda dan elektrifikasi pada lintas utama Jawa. Bandung. bersinergi dengan industri. Yogyakarta.2. dan terjangkau. Surabaya. Palembang.000 km. 6. Industri perkeretaapian nasional yang mandiri dan berdaya saing. Penyelenggaraan perkeretaapian yang didukung oleh sistem dan peralatan modern serta SDM yang profesional.

. 4. Mengembangkan jaringan pelayanan sesuai dengan peningkatan kebutuhan angkutan penumpang dan barang serta kondisi ekonomi. 13. Meningkatkan keselamatan dan pelayanan angkutan perkeretaapian. Merumuskan mekanisme perizinan dan pola pendanaan. Meningkatkan standar kompetensi SDM. Mengembangkan angkutan kota/perkotaan di kota-kota besar termasuk mengembangkan jaringan pelayanan dan akses ke pelabuhan dan bandara. 14. 12. Meningkatkan peran industri perkeretaapian dalam negeri. ARAH KEBIJAKAN 1. Melaksanakan reformasi dan restrukturisasi kelembagaan. 3. 11. 8. Mengembangkan dan modernisasi teknologi perkeretaapian. Melaksanakan pengujian dan sertifikasi kelaikan prasarana dan sarana. 9. Perkuatan dan peningkatan regulasi dalam menjamin keselamatan dan memenuhi kualitas pelayanan. 7. Meningkatkan peran swasta dan pemerintah daerah. Pemulihan/ peningkatan prasarana dan sarana perkeretaapian yang ada. Meningkatkan peran angkutan perkeretaapian nasional dan lokal. 10. sosial budaya masyarakat. 5. 2.3. Mewujudkan pelayanan KA yang terpadu. 6.

3. Penyempurnaan peraturan penetapan penyelenggaraan prasarana dan sarana oleh BUMN/BUMD dan swasta. Perumusan peraturan penggunaan produksi dalam negeri guna pengembangan industri dalam negeri yang mampu mendukung kebutuhan nasional. 4. 7. REGULASI 1. keterpaduan. PP.72/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api dalam bentuk norma. 9. efisiensi dan efektifitas serta dapat meningkatkan investasi bidang ka . pengujian dan operasi KA. 10. Perumusan persyaratan dan mekanisme pembentukan lembaga pengujian prasarana dan sarana perkeretaapian dengan memberikan penekanan kepada peran swasta. sarana dan SDM perkeretaapian dalam rangka peningkatan keselamatan. standar.4. kesederhanaan. . Perumusan peraturan persaingan usaha perkeretaapian dalam upaya mengembangkan industri perkeretaapian guna mendukung kebutuhan nasional. Perumusan persyaratan dan mekanisme penyelenggaraan KA perkotaan dan KA barang/logistik sesuai dengan tata ruang dan rencana transportasi kota/perkotaan. Penyempurnaan sistem dan prosedur perawatan dan pengujian prasarana dan sarana KA serta pemanfaatan teknologi dalam rangka peningkatan keselamatan. Penjabaran UU. 8.56/2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian dan PP. 11. 12.23 /2007 tentang Perkeretaaapian. Perumusan mekanisme perizinan dengan mengedepankan transparansi. 2. Perumusan mekanisme pelaksanaan sertifikasi prasarana. 5. pedoman dan kriteria yang dituangkan dalam Keputusan Menteri dan Keputusan Dirjen. Pengembangan standar kompetensi SDM perawatan. Perumusan pedoman pelaksanaan TAC dalam pemanfaatan prasarana milik pihak ketiga yang menjamin sustainability penyelenggaraan perkeretaapian yang sesuai dengan tingkat pelayanan yang diharapkan. 6. Perumusan pola insentif pengembangan prasarana dan sarana perkeretaapian oleh BUMN/BUMD dan swasta.

termasuk menghidupkan lintas yang tidak operasi. Pengembangan sistem insentif dalam menjamin sustainability penyelenggaraan angkutan KA 5. Pengembangan kualitas/tingkat pelayanan sesuai dengan peningkatan kondisi ekonomi. Meningkatkan keterpaduan intra dan antar moda (integrity) 10. Mengoptimalkan pemanfaatan jaringan ka untuk angkutan barang guna mengurangi beban moda lain serta menekan pemanfaatan energi dan polusi udara 13. Pengembangan teknologi perkeretaapian yang ramah lingkungan. Perumusan pola pembiayaan Pemda/Swasta dan Pemerintah 4. 9. Mengembangkan pelayanan /akses ke bandara dan pelabuhan untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan transportasi kota.5. JARINGAN PELAYANAN Antar Kota. 11. sosial dan budaya masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi 6. Modernisasi sistem pelayanan angkutan KA 8. Perkotaan dan Angkutan Barang/Logistik : 1. 12. Penguatan kelembagaan Pemda dalam pembinaan dan pengembangan perkeretaapian 3. Rehabilitasi dan peningkatan KA sesuai dengan tata ruang dan rencana pengembangan sistem transportasi nasional. Meningkatkan efesiensi pengiriman produksi dengan KA . Menyiapkan kerangka konsesi/kontrak manajemen prasarana KA 2. Mengembangkan jaringan prasarana sesuai dengan perkembangan wilayah dan permintaan. 7.

monorail. telekomunikasi dan pelistrikan pada lintas utama Jawa dan Sumatera. Reaktivasi jalur KA yang potensial 3. modifikasi dan pengadaan sarana KA baru 7. dsb). Pembangunan jalur ganda KA pada lintas utama Jawa dan Sumatera 9. Perbaikan/retrofit. Pembangunan kereta api cepat (high speed train) di Jawa. Jakarta Bandung. 6. Pengembangan peralatan pengujian prasarana dan sarana perkeretaapian. . 11. diantaranya Jakarta Surabaya. Pembangunan dan pengembangan fasilitas perawatan prasarana dan sarana perkeretaapian (Depo. Balai Yasa.Pengembangan prasarana dan sarana perkeretaapian 1. Rehabilitasi dan peningkatan jalur KA. persinyalan. 4. 10. Kalimantan (trans Kalimantan Railways) dan Sulawesi (trans Sulawesi Railways). Pembangunan jalur KA baru di Jawa (shortcut dan perkotaan). 2. Sumatera (trans Sumatera Railway). Modernisasi teknologi bidang perkeretaapian. peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana 12. gudang). Pengembangan akses jalur KA menuju bandara dan pelabuhan serta akses dari dan menuju sentra produksi 8. Pemanfaatan perkembangan teknologi dalam rehabilitasi. 13. Pembangunan dry port serta fasilitas pendukung angkutan barang/logistik 5. Pengembangan/pembangunan teknologi sarana perkeretaapian (tram. jembatan.

Padang. 1. Medan(Sumatera Utara). Tanjung Api-api. Bandar Lampung 3. Mewujudkan Jaringan Kereta Api kota/perkotaan di Medan. . Medan. Padang. Sultan Mahmud Badarudin Dua. Membangun akses ke bandara Kualanamu. 7. Palembang dan Bandar Lampung 5. dan Panjang sesuai dengan rencana pengembangan koridor ekonomi di Sumatera. Palembang (Sumatera Selatan) hingga Bandar Lampung (Lampung) 6. Meningkatkan jalur kereta api eksisting termasuk reaktivasi jalur non-operasi. Dumai. Mewujudkan jaringan Kereta Api trans Sumatera dari Aceh. Membangun akses dari kawasan industri/pertambangan ke pelabuhan Belawan. Padang(Sumatera Barat). JAMBI PEKANBARU PADANG PALEMBANG KETERANGAN: JALUR TERBANGUN JALUR RENCANA BENGKULU LAMPUNG 4. Menjamin ketersedian lahan bagi pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatera yang menghubungkan kota-kota: Aceh. Palembang. Jambi. Pekanbaru(Riau).RENCANA JARINGAN KERETA API DI SUMATERA BANDA ACEH MEDAN 2. Pembangunan fasilitas perawatan prasarana perkeretaapian di Sumatera. Minangkabau. Jambi. Pekanbaru.

3. Pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi Lintas Utama Jawa. Tanjung Mas dan Tanjung perak sesuai dengan rencana pengembangan koridor ekonomi di Jawa. Pembangunan fasilitas perawatan prasarana perkeretaapian di Jawa. Adi Sucipto.JARINGAN KERETA API DI JAWA JAKARTA CIREBON SEMARANG SURABAYA KETERANGAN: JALUR HST JALUR EKSISTING 1. reaktivasi jalur non operasi termasuk jalur kereta api di Madura. Membangun akses ke bandara SoekarnoHatta. Bojonegaro. . Bandung. Menjamin ketersedian lahan bagi pengembangan jaringan kereta api Cepat (HST) yang menghubungkan kota-kota: Jakarta. 7. Yogya. Cirebon. Optimalisasi jaringan kereta api eksisting melalui program peningkatan. 6. Kertajati. 5. Cirebon. 2. Mengembangkan kereta api kota/perkotaan di wilayah Jabodetabek. Ahmad Yani dan Juanda. Membangun akses dari kawasan industri ke pelabuhan Tanjung Priok. Semarang dan Surabaya serta kota-kota besar lainnya. Semarang dan Surabaya 4.

Banjarmasin. Membangun akses dari kawasan industri/ pertambangan ke pelabuhan Samarinda. Pembangunan jalur kereta api di wilayah Kalimantan bagian tengah yang menghubungkan kota-kota:Banjarmasin-Palangkaraya. Pembangunan jalur kereta api di wilayah Kalimantan bagian selatan yang menghubungkan kota-kota: Banjarmasin-Batulicin. 3. BalikpapanTanah Grogot. Banjarmasin. TanjungTanah Grogot. Pembangunan jalur kereta api di wilayah Kalimantan bagian barat yang menghubungkan kota-kota:Pontianak-Mempawah-Singkawang.RENCANA JARINGAN KERETA API DI KALIMANTAN KETERANGAN: JALUR TERBANGUN JALUR RENCANA 2. SamarindaBontang. Samarinda-Tenggarong-Kotabangun. Pontianak sesuai dengan rencana pengembangan koridor ekonomi di Kalimantan. 4. 6. Tanjung-Barabai-Rantau-Martapura-Banjarmasin. 5. Balikpapan. Balikpapan. SAMBAS SINGKAWANG BONTANG PONTIANAK SAMARINDA PALANGKARAYA BALIKPAPAN BANJARMASIN 1. Palangkaraya dan Pontianak . Bontang-Sangkulirang-Tanjung Redep. TanjungBuntok-Muara Teweh. Pembangunan jalur kereta api di wilayah Kalimantan bagian timur yang menghubungkan kota-kota: Samarinda-Balikpapan. Menjamin ketersedian lahan bagi pengembangan jaringan kereta api Trans Kalimantan yang menghubungkan kota-kota: Samarinda.

2. Takalar khususnya pada lintas Makasar-Pare Pare dan sebagian lintas Makasar-Takalar-Bulukumba . dan Kendari. dan Gorontalo khususnya memberi prioritas pada pembangunan lintasManado-Bitung.Pare Pare. Kolaka. Gorontalo. Mamuju. Pembangunan jalur kereta api di wilayah Sulawesi bagian utara yang menghubungkan kota-kota:Manado. Pare-pare.RENCANA JARINGAN KERETA API DI SULAWESI BITUNG MANADO GORONTALO 1. serta melaksanakan pembangunan sebagian lintas GorontaloBitung. Bitung. 3. Pembangunan jalur kereta api di wilayah Sulawesi bagian selatan yang menghubungkan kota-kota: Makasar. Membangun akses dari kawasan industri ke pelabuhan Bitung dan Makasar sesuai dengan rencana pengembangan koridor jalur ekonomi. Bitung. Makasar. PALU MAMUJU PARE PARE KOLAKA KENDARI KETERANGAN: MAAKASAR JALUR TERBANGUN TAKALAR JALUR RENCANA 4. Menjamin ketersedian lahan bagi pengembangan jaringan kereta api Trans Sulawesi yang menghubungkan kotakota: Manado. Palu.

2. Membangun akses dari kawasan industri/pertambangan ke pelabuhan Manokwari dan Jayapura sesuai dengan rencana pengembangan koridor ekonomi di Papua. Pembangunan jalur kereta api di Papua bagian utara yang menghubungkan kota-kota Manokwari-Nabire . Sarmi dan Jayapura. Timika. Menjamin ketersedian lahan bagi pengembangan jaringan kereta api di papua yang menghubungkan kota-kota: Sorong. Manokwari. Nabire.RENCANA JARINGAN KERETA API DI PAPUA kj JAYAPURA 1. KETERANGAN: JALUR TERBANGUN JALUR RENCANA 3.

5. Perumusan bentuk penyelenggara prasarana dan sarana perkeretaapian dalam rangka mewujudkan multioperator dalam penyelenggaraan perkeretaapian. 4. 6. 7.6. KELEMBAGAAN DAN SDM 1. 2. 8. pengoperasian dan manajemen aset serta aturan akses jaringan (network statement). Pembentukan lembaga pengujian prasarana dan sarana untuk menunjang program sertifikasi kelaikan operasi prasarana dan sarana perkeretaapian. Penetapan status kepemilikan dan hak pengelolaan aset prasarana perkeretaapian sebagai dasar untuk menentukan pola dan sistem konsesi dan kontrak. Percepatan pelaksanaan akreditasi lembaga pengujian prasarana dan sarana perkeretaapian sebagai upaya pembinaan pemerintah sebagai regulator perkeretaapian. mengatur tarif. Perumusan pola diklat berbasis kompetensi (Competence Based Training) termasuk kurikulum/silabus diklat sesuai dengan perkembangan teknologi perkeretaapian. Pelaksanaan sertifikasi SDM untuk menjamin terpenuhinya kompetensi SDM dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan jasa transportasi perkeretaapian. memantau kontrak akses prasarana dan menyelesaikan sengketa antar operator perkeretaapian. . kurikulum dan pola diklat sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan di dalam peraturan teknis perkeretaapian. market entry dan perijinan/pemberian lisensi. Pembentukan lembaga diklat untuk menyiapkan SDM yang profesional dan kompeten di bidang perkeretaapian yang didukung fasilitas. 3. Kajian pembentukan Badan regulasi perkeretaapian yang bertugas memantau persaingan layanan kereta api.

Teknologi sarana  Penguasaan teknologi utama (bogie.7. Teknologi prasarana  Pengembangan teknologi sinyal. Rancang Bangun  Pengembangan konsep dan bl eprint per j dan kereta api cepat. Automatic rain top)  Setup line production untuk MOBIS dan Automatic rain Stop  Pengembangan teknologi automatic train protection b. badan kereta alumunium. train controling and monitoring system) kereta cepat  etup Line Production komponen utama kereta cepat 2. Keret A i Cepat a. c. Kereta api antar kota dengan kecepatan 120-140 km/jam : a. Teknologi sarana  Pengembangan Teknologi kereta ramah lingkungan dan hemat energi  Pengembangan teknologi konstruksi ringan dan modular  Pengembangn teknologi kereta Tilting dan acti e/semi acti e suspension  Setup Line Production sistem produksi kereta dengan teknologi modular . lectronic Interlocking.  Pengembangan prototip dan test track (pengembangan lab ji). telekomunikasi dan listrik untuk mendukung pengoperasian yang aman (fail-safe).  Pengembangan Lembaga Penyelenggara Kereta Cepat. Teknologi prasarana  Pengembangan teknologi perangkat luar support elektrifikasi  Peningkatan kualitas track  Pembangunan elektrifikasi kV  Pengembangan konsep&teknologi sinyal ( I . TEKNOLOGI DAN INDUSTRI 1. sistem propulasi.  Pengembangan Instit si iset Kereta Api Cepat b.

Kereta api dengan gauge 1435 mm a. Monorail. automatic train stop).3. dan lain-lain) . Penyiapan dokumen (basic design dll) dan persiapan konstruksi jalan rel b. Pengadaan sarana dan operasional 4. pengembangan teknologi sinyal (electronic interlocking)  Pengembangan teknologi centralized train control  Pengembangan teknologi sinyal (electronic interlocking)  Pengembangan teknologi automatic train control  Setup line production dan automatic train control  Setup line production untuk MOBIS dan automatic train stop  Pengembangan teknologi automatic train protection  Setup untuk electronic site inspection b. Pembangunan konstruksi jalan rel dan elektrifikasi c. Teknologi sarana  Pengembangan teknologi kereta ramah lingkungan dan hemat energi  Pengembangan teknologi konstruksi ringan dan modular  Pengembangan teknologi bogie low floor  Penguasaan teknologi kereta ringan dan new transportation system (LRT. electronic interlocing. Angkutan Perkotaan : a. Teknologi prasarana  Pengembangan teknologi perangkat luar support elektrifikasi  Peningkatan kualitas track  Pembangunan elektrifikasi  Pengembangan konsep & teknologi sinyal (MOBIS. Tram.

Pengembangan dan perkuatan kemampuan dan kompetensi industri pendukung seperti : casting component. dll.5. Mengoptimalkan kapasitas industri prasarana kereta api. Pengembangan teknologi sarana perkeretaapian yang efisien dan ramah lingkungan. Mendorong penggunaan kandungan lokal. Mendorong kemandirian industri komponen pendukung kereta api. Pengembangan dan penguasaan teknologi material komponen bagi industri pendukung 7. b. Pengembangan industri perkeretaapian diarahkan untuk : a. c. soring component. Pengembangan teknologi informasi yang mendukung pelayanan jasa perkeretaapian. 8. Penguatan INKA sebagai technology provider. Kereta Barang :     Pengembangan teknologi intermoda. Penguasaan teknologi lokomotif elektrif ACAC Pengembangan kapasitas produksi dengan piramida industri dan sinergi perusahaan dalam negeri. Pengembangan teknologi distributed traction power.    6. .

2. 10. Menyusun dan melaksanakan rencana aksi secara terpadu antara lembaga dalam rangka peningkatan keselamatan dan keamanan perkeretaapian.8. Pengembangan sistem audit keselamatan yang menjamin terselenggaranya program keselamatan pada operator penyelenggaraan perkeretaapian. KESELAMATAN DAN KUALITAS PELAYANAN 1. 9. . sarana dan fasilitas pendukung operasi serta fasilitas perawatan kereta api. 5. standar. 6. 8. Melaksanakan akreditasi terhadap lembaga pengujian. lembaga pendidikan dan pelatihan SDM operasi dan penguji serta lembaga pendukung lainnya. prosedur dan kriteria sebagai pedoman dalam pelaksanaan program peningkatan keselamatan dan kualitas pelayanan kereta api. Melaksanakan pelatihan dan sosialisasi keselamatan perkeretaapian. Monitoring pelaksanaan program keselamatan dan operasi dari setiap penyelenggara perkeretaapian. prasarana dan fasilitas operasi perkeretaapian secara menyeluruh dan berkala. 3. Menjamin ketersediaan norma. Melaksanakan sertifikasi kelaikan sarana. 7. Menyusun dan menetapkan Standar Pelayanan Minimal dalam rangka menjamin kualitas pelayanan perkeretaapian. 4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian keselamatan perkeretaapian. Peningkatan kapasitas dan keandalan prasarana.

Merumuskan dan menetapkan pedoman pelaksanaan TAC yang mengatur hubungan antara Badan Usaha Penyelenggara Sarana (BUS) dengan Badan Usaha Penyelenggara Prasarana (BUP). 4. . PENDANAAN DAN PERAN SWASTA 1. Merumuskan dan menetapkan mekanisme pelaksanaan kontrak pendanaan IMO dengan Badan Usaha Penyelenggara Prasarana (BUP). Pendanaan pemerintah diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur perkeretaapian difokuskan pada peningkatan aksesibilitas dan keterjangkauan bagi publik seperti angkutan kereta api di wilayah perkotaan dan penyediaan angkutan kereta api untuk memperlancar pergerakan barang/logistik dengan mempertimbangkan besarnya manfaat ekonomi yang diperoleh. 2.9.200 Triliun.700 Triliun terdiri dari Investasi Pemerintah/Pemda sebesar Rp.500 Triliun dan Swasta sebesar Rp. 6. Ketersediaan pendanaan PSO dalam rangka menjamin peningkatan aksesibilitas dan keterjangkauan pelayanan kereta api terhadap publik. 3. RENCANA INVESTASI. Kebutuhan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur perkeretaapian sampai dengan Tahun 2030 diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp. Mendorong partisipasi swasta dalam pendanaan infrastruktur perkeretaapian dengan strategi penyiapan program insentif dan paket pembangunan yang menarik dan memberikan keuntungan dalam pengelolaan bisnis perkeretaapian. 5.

SEKIAN & TERIMA KASIH Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Gedung Karsa Lt.Medan Merdeka Barat No.dephub.021-3506204.perkeretaapian.8 Telp.go.id . 385683 Fax.2 Jl.021-3813972 Website : www.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->