Anda di halaman 1dari 21

Tugas Mata Studi Kawasan Asia Selatan

Tanggal; 27 April 2011

PROFIL NEGARA BANGLADESH DENGAN STUDI KASUS SENGKETA TELUK BENGGALA

DISUSUN OLEH SRI MULYATI MAMONTO TUANDI PRATAMA NAOTA A. PARONGKO IJMALIZZAH RAHIM E 131 07060 E 131 08102 E 131 08258 E 131 08860

JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU POLITK DAN ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

BAB 1 PENDAHULUAN Republik Rakyat Bangladesh adalah salah satu negara di Asia Selatan yang berbatasan dengan India di barat, utara dan timur, Myanmar di tenggara, serta Teluk Benggala di selatan. Bangladesh, bersama dengan Benggala Barat di India, membentuk kawasan etno-linguistik Benggala. Dengan luas wilayah mencapai total: 147, 570 km Bangladesh merupakan sebuah negara dengan tekstur dataran rendah di tepi sungai yang terletak di Asia Selatan dengan garis pantai yang sebagian besar hutan berawa dari 710 kilometer (440 mi.) di sertai dengan iklim yang tropis. Kondisi alam tersebut menyebabkan sebagian besar penduduknya bermatapencaharian di sektor pertanian. Dari total 7086 jiwa tenaga kerja, sebanyak 63% bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sedangkan sektor manufaktor hanya menyerap tenaga kerja sebanyak 11% dan pertambangan sebesar 0,2%.1 Bangladesh memiliki jumlah penduduk terbesar kedelapan di dunia dan merupakan salah satu negara terpadat di dunia dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, namun pendapatan perkapita Bangladesh telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 1975 dan tingkat kemiskinan turun20% sejak awal tahun 1990-an. Secara geografis, negara ini berada di Delta Gangga-Brahmaputra yang subur. Akan tetapi, Bangladesh mengalami banjir muson dan siklon tahunan Penduduk Bangladesh pada Juli 2009 diperkirakan mecapai 156 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk tahunan (estimasi Juli 2009) sebesar 1,29%. Sampai saat ini rendahnya kualitas SDM rakyat Bangladesh ditandai dengan tingginya tingkat melek huruf yang mencapai 47.5 % (data dari UNDP Indeks Pembangunan Manusia 2007/2008). Warga Bangladesh, sekitar 98% di antaranya adalah etnis Bengali dan berbicara Bangla, yang disebut Bangladesh. Bahasa Urdu, Bengali non-Muslim asal India, dan kelompok berbagai suku, terutama di Jalur Bukit Chittagong, terdiri sisanya. Bangladesh Sebagian besar (sekitar 83%) adalah Muslim, tetapi Hindu merupakan suatu yang cukup besar (16%) minoritas. Ada juga sejumlah kecil umat Buddha, Kristen, dan animisme. Bahasa Inggris diucapkan di daerah perkotaan dan di antara yang berpendidikan.

http://www.state.gov/r/pa/ei/bgn/3452.htm

Sejak merdeka dari Pakistan 1971 kondisi domestik Bangladesh dilanda banyak masalah seperti kelaparan, bencana alam, kemiskinan, huru-hara politik, korupsi, dan kudeta militer. Sampai saat ini kondisi domestik dalam berbagai aspek masih kurang stabil dan mengalami pertumbuhan yang signifikan layaknya tetangganya seperti India. Sangat menarik untuk mengkaji Bangladesh lebih jauh dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis akan membahas Bangladesh dalam bidang politik- pemerintahan, ekonomi, pertahanan keamanan, hubungan internasionalnya dan satu studi kasus.

BAB II PEMBAHASAN A. Sistem Politik dan Pemerintahan Bangladesh Bangladesh memiliki sistem pemerintahan demokrasi parlementer. Presiden ialah kepala negara, dimana kedudukannya banyak diisi dengan menghadiri upacaraupacara kenegaraan. Kendali pemerintahan sesungguhnya dipegang PM, yang merupakan kepala pemerintahan. Presiden dipilih oleh badan legislatif setiap 5 tahun dan memiliki kekuasaan yang normalnya terbatas yang bertambah selama masa jabatan pemerintahan pemelihara, terutama dalam mengendalikan transisi menuju pemerintahan baru. Bangladesh memiliki undang-undang sistem pergantian

kekuasaan yang unik; di akhir masa jabatan sebuah pemerintahan, kekuasaan diserahkan kepada masyarakat sipil selama 3 bulan, yang menjalankan Pemilu dan menyerahkan kekuasaan untuk memilih DPR. Sistem ini pertama kali dipraktekkan pada 1991 dan dilembagakan pada 1996 sebagai amandemen ke-13 dari konstitusi. PM dipilih melalui upacara pemilihan oleh presiden dan harus menjadi anggota parlemen, memimpin kepercayaan mayoritas anggota parlemen. Kabinet terdiri atas para menteri yang dipilih oleh PM dan diangkat oleh presiden. Parlemen satu kamar ialah Majelis Bangsa 300 anggota atau Jatiyo Sangshad, dipilih oleh rakyat melalui pemilihan suara terbanyak dari konstitusi wilayah tunggal tunggal untuk menduduki jabatannya selama 5 tahun. Hak pilih universal berlaku untuk seluruh warganegara saat usianya menginjak 18 tahun. Konstitusi Bangladesh ditulis pada 1972 dan telah mengalami 13 amandemen merupakan dokumen hukum yang terpenting. Hukum lainnya yang berlaku di negara itu dibuat oleh parlemen yang merupakan turunan dari konstitusi. Badan peradilan tertinggi ialah Mahkamah Agung, yang ketua dan hakim lainnya diangkat oleh presiden. Peradilan tak terpisah dari pemerintahan, yang telah banyak menyebabkan banyak kegelisahan di tahun -tahun terkini. Hukum berdasar pada hukum adat Inggris yang umum, namun hukum privat seperti pernikahan dan warisan berdasar pada yang termaktub dalam kitab suci, dan sehingga lingkup agama satu bisa jadi berbeda penegakan hukumnya dengan lingkup agama lainnya.

Dua partai utama di Bangladesh ialah Partai Nasionalis Bangladesh (PNB) dan Liga Awami Bangladesh. PNB bersekutu dengan partai Islam seperti Jamaat-e-Islami Bangladesh dan Islami Oikya Jot, sedangkan Liga Awami bersekutu dengan partai kiri dan sekuler. Pemain penting lainnya ialah Partai Jatiya, dikepalai oleh mantan penguasa militer Ershad. Persaingan Liga Awami-BNP telah memahit dan berpuncak dengan protes, kekerasan, dan pembunugan. Politik mahasiswa khususnya kuat di Bangladesh, peninggalam dari masa gerakan pembebasan. Hampir semua partai memiliki sayap mahasiswa aktif, dan mahasiswa telah dipilih ke parlemen. 2 partai Islam, Jagrata Muslim Janata Bangladesh (JMJB) dan Jama'atul Mujahideen Bangladesh (JMB) yang dianggap radikal dilarang pada Februari 2005. Sejak saat itu serangan bom yang terjadi kemudian sering dianggap dilakukan oleh Kedua partai tersebut yang dilarang dan ratusan anggota partai yang menjadi tersangka telah ditahan oleh beberapa kali operasi keamanan. Kasus bom bunuh diri yang pertama kali tercatat di Bangladesh terjadi pada November 2005. Polisi Bangladeh mengatakan mereka telah menyerang sebuah pusat latihan rahasia dan menangkap 14 orang yang diduga gerilyawan, Sabtu. Material latihan, peralatan komunikasi dan buku-buku tentang jihad juga disita dalam serangan di dekat Jenaidah, 250 Km di barat ibukota Dhaka itu. "Kami yakin bahwa pusat latihan itu telah dijalankan oleh Jamaat-ul- Mujahidin Bangladesh (JMB) dan orang-orang yang ditahan itu adalah calon- calon baru kelompok tersebut," kata seorang pejabat senior polisi tanpa memberikan perincian lebih lanjut. Seperti beberapa kelompok lainnya yang dilarang, JMB ingin mengubah Bangladesh yang sebagian besar dari 150 juta penduduknya Muslim menjadi negara Islam berdasarkan-syariah JMB telah dipersalahkan karena serangkaian serangan bom mematikan di Bangladesh pada akhir 2005, yang menewaskan 30 orang -- kebanyakan hakim, polisi dan wartawan. Pemerintah telah mengeksekusi enam pemimpin penting JMB pada Maret 2007 dan polisi terus mengejar anggota kelompok itu, sering menahan orang yang Dhaka Pemilihan umum pertama Bangladesh dalam tujuh tahun dianggap paling bebas, adil dan damai dalam kurun waktu berpuluh-puluh tahun. Namun, kekalahan tetap saja meninggalkan rasa pahit bagi sang pecundang. Pemilihan pekan ini telah mengembalikan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada kekuasaan dengan kemenangan mutlak. Namun, tuduhan kecurangan dari

pesaingnya mengindikasikan Hasina akan menemukan jalan sulit untuk keluar dari pergulatan kekuasaan yang melumpuhkan negeri yang diganggu korupsi dan kesalahan manajemen tersebut. Ini adalah sebuah pemilu dagelan, kata Khaleda Zia, yang juga mantan perdana menteri, dalam sebuah jumpa pers yang disiarkan televisi, Rabu (31/12) dini hari. Ia menyatakan hasil tersebut tidak mencerminkan opini rakyat. Pemilu Senin (29/12) digembar-gemborkan sebagai kembalinya demokrasi ke negeri tersebut setelah dua tahun diperintah militer, yang mengambil alih kekuasaan setelah kegagalan pemilu 2007 yang berakhir menjadi kerusuhan jalanan. Meski partai Zia menuduh bahwa dua pertiga mayoritas baru Hasina di Parlemen adalah hasil dari pemalsuan suara, baik pe-nga-mat Bangladesh maupun internasional menyatakan kepuasan dengan proses pemungutan suara itu. Ini adalah pemilihan yang sangat bebas dan adil, kata Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Humayun Kabir, yang memiliki 20.000 pengamat yang mengawasi jalannya pemungutan suara. Pengamat internasional, termasuk pencatat dari Uni Eropa, mendesak oposisi untuk menerima hasil tersebut. Proses ini tampaknya telah mencapai hasil yang secara akurat mencerminkan keinginan pemilih Bangladesh, kata Constance Berry Newman, ketua delegasi beranggotakan 65 orang dari International Republican Institute, sebuah kelompok yang bermarkas di Washington yang memajukan demokrasi. Namun, partai Zia mendaftarkan keluhan kepada Komisi Pemilihan Umum, menuduh telah dilakukannya pemalsuan kertas suara di 220 pusat poling, yang juga dilakukan para petugas pemilu yang memasukkan suara palsu. Kabir mengatakan komisi mesti menyelidikinya B. Perekonomian Bangladesh Bangladesh masih merupakan negara berkembang, meski telah dilakukan usaha berlanjut untuk meningkatkan prospek ekonomi dan demografi. Pendapatan per kapita pada 2008 tercatat sebesar $520, namun, seperti yang dicatat Bank Dunia pada Laporan Negera Juli 2005-nya, negara ini telah membuat kemajuan pesat dalam pengembangan manusia dengan berfokus pada pemberantasan tingkat buta huruf yang berhasil, penyetaraan gender dalam sekolah, dan pengurangan pertumbuhan penduduk. Pada tahun1940-an di awal 1970-an terhitung sekitar 70% penerimaan ekspornya. Berasal dari yute polipropilena mulai menggantikan produk yute di seluruh dunia dan industri yute mulai mengalami kemunduran. Selain yute,

Bangladesh memproduksi padi, teh, dan sesawi dalam jumlah yang signifikan. Dua pertiga penduduk Bangladesh adalah petani,tapi lebih dari tiga perempat penerimaan ekspor Bangladesh berasal dari industri garmen. Industri ini mulai menarik investor asing pada 1980-an karena upah buruh yang murah dan nilai tukar mata uang asing yang rendah. Pada 2002, nilai ekspor industri garmen tercatat sebesar $5 miliar. Industri ini kini memperkerjakan sekitar 3 juta orang, 90% di antaranya adalah perempuan. Pemasukan mata uang asing juga diperoleh dari penduduk Bangladesh yang tinggal di negara lain rintangan bagi pertumrbuhan adalah badai siklon dan banjir yang sering datang, perusahaan milik negara yang tidak efisien, fasilitas pelabuhan yang salah urus, pertumbuhan angkatan kerja yang tidak seimbang dengan ruang kerja, penggunaan sumber daya energi yang tidak efisien (seperti gas alam), listrik yang tak mencukupi, perwujudan reformasi ekonomi yang lambat, pertarungan politik, dan korupsi. Menurut Bank Dunia Juli 2005: "Di antara hambatan paling signifikan bagi Bangladesh untuk berkembang ialah buruknya pemerintahan dan lemahnya lembaga masyarakat. Bangladesh merupakan simbol kemiskinan Asia sehingga pakar kemiskinan seluruh dunia merasa belum pakar jika belum mempelajari masalah kemiskinan negara ini. Istilah International Basketplace untuk negara ini sampai-sampai dikenalkan oleh Robert McNamara, ketika itu Presiden Bank Dunia, untuk menggambarkan contoh kemiskinan yang sangat parah. Namun pada bulan Juli 2005, menurut Country Brief yang dirilis oleh Bank Dunia, Bangladesh telah membaik dalam hal pengurangan pertumbuhan penduduk, pembangunan manusia dan paritas gender di sekolah. Tingkat kemiskinan negara telah melihat penurunan sebesar 20% sejak awal tahun 1990an. Negara Bangladesh memang kian hari mengalami perbaikan ekonomi. Sejak 1975, telah terjadi peningkatan dua kali lipat dalam PDB per kapita. Selama 2008 resesi ekonomi global, Bangladesh berhasil tetap stabil. Menurut Biro Statistik Bangladesh (BBS), ada kenaikan $ 62 dalam PDB per kapita pada tahun 2009 dari US $ 559 pada akhir tahun 2008. Terdaftar fiskal 2009 pendapatan per kapita sebesar US $ 621. Sekitar 25% dari GDP negara pada tahun 2009 berasal dari kiriman uang dari ekspatriat, senilai $ 9.7 miliar dan ekspor garmen senilai $ 12,3 miliar. Pada periode terakhir ini, Bangladesh telah mencapai tingkat pertumbuhan 5,7% di tahun 2009. Negara telah mencatatkan ekspansi signifikan dalam kelas

menengah. Industri konsumen telah tumbuh cukup. Peningkatan investasi asing langsung menyoroti laju pertumbuhan ekonomi Bangladesh. Bahkan pada Januari 2010, perekonomian Bangladesh telah bangkit setelah resesi global, dan sekarang berada pada posisi yang kuat.. Walaupun berbagai rintangan menghalang, sejak 1990 negeri ini telah mencapai tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 5%. Pada Desember 2005, Goldman Sachs menamakan Bangladesh sebagai salah satu "Next Eleven" (Sebelas Berikutnya), Bangladesh juga mengalami peningkatan tajam dalam investasi asing langsung. Sejumlah perusahaan multinasional, termasuk Unocal Corporation dan Tata merupakan penyumbang investasi utama, dengan prioritas penanaman modal dalam sektor gas alam. Pada Desember 2005, bank sentral Bangladesh mencanangkan perkembangan PDB sekitar 6,5%. Dan pertumbuhan GDP sebesar 6,77 % hal ini membuat todaypost menempatkan bangladesh dalam 10 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi nomor 4 di dunia setelah setelah nigeria, india,dan irak. Satu sumbangan penting bagi pengembangan ekonomi ialah pencanangan kredit mikro oleh Muhammad Yunus (dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian pada 2006) melalui Bank Grameen. Dari akhir 1990-an, Bank Grameen memiliki 2,3 juta anggota, bersama dengan 2,5 juta anggota organisasi lain yang serupa.menjadikan perekonomian negara ini dimulai dari tingkat mikro dengan banyaknya mucul usahausaha kecil di negara ini menjadikan pertumbuhan ekonomi yang kuat karna memberdayakan UKM-UKM yang ada. Sumbangan yang lain datang dari sektor pendidikan Anggaran pendidikan di sana cukup kecil dibanding Indonesia. Sebesar 2.7% dari PDB 2005, sedangkan Indonesia 3.6% pada tahun 2006. Namun meskipun jumlah penduduk di sana cukup padat, 158,065,841 (July 2010 est.) dari luas negara hanya 143,998 km persegi. Sedangkan Indonesia sebanyak 242,968,342 dengan menmpati areal seluas 1,904,569 km dari 17 ribu lebih pulau. Namun tanah yang sempit dan penduduk yang padat tidak menjamin sebuah kemakmuran, tetapi SDM dengan anggaran yang kecil pun mampu mengerakkan roda perekonomian. Masih banyak faktor lain yang mendorong meningkatkan angka kemakmuran dan mengatasi kemiskinan di sana. Misalnya dukungan pertanian 80% dan digarap dengan serius oleh SDM yang ada di Pemerintahan terbukti mampu mmeledakkan jumlah ekspor dan mendatangkan income uang dollar banjir ke negara ini.

C. Hubungan Internasional Bangladesh Negara ini menempatkan diri layaknya seorang moderat dalam kebijakan luar negerinya. Dalam kepentingan nasionalnya mengedepankan ketergantungan pada

multinasional diplomasi, khususnya di PBB dan WTO. Pada tahun 1974, negara ini bergabung dengan Persemakmuran dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan telah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 19781979 dan 20002001. Pada tahun 1980-an, Bangladesh memainkan peran penting dalam pendirian South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Asia Selatan lainnya. Partisipasi dalam Organisasi Multilateral 1. Persemakmuran: Bangladesh merupakan bagian dari Inggris Barat hingga 1947, kemudian bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1972 setelah didirikan sebagai bangsa merdeka pada tahun 1971. 2. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): Bangladesh mengaku untuk PBB pada tahun 1974 dan terpilih untuk masa jabatan Dewan Keamanan pada 1978-1980 dan kembali untuk masa jabatan 2000-2002. Bangladesh telah memainkan peranan penting dalam menjaga perdamaian internasional, dimana hamper 10.000 personil militer Bangladesh dikerahkan di luar negeri dalam operasi tersebut di bawah naungan PBB. Seperti pada kasus di Somalia, Rwanda, Mozambik, Kuwait, Bosnia, Haiti, Kuwait dan Timor-Timur. 3. Gerakan Non-Blok: Bangladesh dipilih untuk menjadi ketua berikutnya NAM di KTT dijadwalkan untuk Dhaka 2001, namun kemudian memutuskan untuk tuan rumah pertemuan tersebut di sebuah tempat alternatif. Sebagai anggota Gerakan Nonblok Bangladesh tidak pernah mengambil posisi apapun sesuai dengan kekuatan besar. Namun berpisah dengan prinsip dengan suara di PBB terhadap Korea Utara , di bawah tekanan dari Jepang, pada Desember 2008. 4. Organisasi Konfrensi Islam: Setelah pengakuan Bangladesh oleh Pakistan pada tahun 1974, Sheikh Mujibur Rahman , sebagai kejutan unanticiptable, dikirim Shah Azizur Rahman , untuk memimpin sebuah delegasi Bangladesh ke pertemuan internasional Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang diselenggarakan di Lahore . Pada tahun 1977, Presiden Humayun Kabir diubah Konstitusi Bangladesh. Sejak itu, tujuan

eksplisit dari kebijakan luar negeri Bangladesh telah mencari hubungan erat dengan negara-negara Islam lainnya. 5. Asosiasi Asia Selatan dalam Kerjasama Regional: Pemerintah juga mengejar perluasan kerjasama antara bangsa-bangsa Asia Selatan, membawa proses-inisiatif mantan Presiden Ziaur Rahman-melalui awal-nya, sementara tahapan yang paling untuk peresmian formal dari Asosiasi Asia Selatan untuk Kerjasama Regional (SAARC) di pertemuan puncak para pemimpin Asia Selatan di Dhaka pada bulan Desember 1985. Bangladesh telah bertugas di pimpinan SAARC dan telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang sedang berlangsung regional SAARC. 6. Pusat Pembangunan Pedesaan Terpadu untuk Asia dan Pasifik: otonomi organisasi antar pemerintah, organisasi terdiri dari sepuluh anggota: - Afghanistan , Bangladesh , India, Indonesia , Myanmar , Nepal , Pakistan, Filipina , Thailand dan Vietnam . An dan otonomi organisasi antar pemerintah, organisasi terdiri dari sepuluh anggota: Afghanistan , Bangladesh , India, Indonesia , Myanmar , Nepal , Pakistan, Filipina , Thailand dan Vietnam . 7. Inisiatif Teluk Benggala untuk Teknis Multisektoral dan Kerjasama Ekonomi: Sebuah organisasi internasional yang meliputi Asia Selatan dan negara-negara Asia Tenggara. negara Anggota dari kelompok ini adalah: Bangladesh, India, Myanmar, Sri Lanka, Thailand, Bhutan dan Nepal. Organisasi berfokus pada perekonomian daerah, pembangunan daerah dan perdagangan & investasi. 8. 8 Negara Berkembang: Bangladesh bersama dengan tujuh negara lainnya yang semua anggota asli mengembangkan 8 negara berkembang yang merupakan sebuah aliansi pembangunan ekonomi yang terdiri dari negara-negara mayoritas Muslim yang berfokus di daerah banyak yang pengembangan ilmu pengetahuan, pedesaan dan teknologi, perbankan, pertanian, pembangunan kemanusiaan, energi, lingkungan, kesehatan dan keuangan. 9. Perjanjian Perdagangan Asia Pasifik: Pada tahun 2005, Bangladesh menandatangani perjanjian APTA yang memungkinkan untuk mengurangi kesenjangan perdagangan antara dirinya dan negara-negara lain seperti China, Korea Selatan dan negara tetangganya, India. 10. Oraganisasi Perdaganagan Dunia: Sebagai angota aktif WTO, Bangladesh memiliki misi permanen di Jenewa untuk menjaga hal-hal yang berkaitan dengan sistem perdagangan lateral-mulit di bawah rezim WTO sejak pertengahan 1990-an.

11. World Custom Organization: Bangladesh adalah anggota aktif dari Organisasi Kepabeanan Dunia (WCO), dimana perwakilannya berpusat di Brussel. Hubungan Bilateral Sejak Bangladesh hampir seluruhnya dikelilingi oleh India melalui perbatasan darat yang membentang 2400 kilometer (1500 mil), hubungan dengan India sangat penting karena alasan ekonomi. Dua partai terbesar di Bangladesh juga memiliki berbagai sikap ke India, yang juga menjelaskan untuk fluktuasi dalam hubungan antara kedua negara. a. Kerajaan Bhutan: Hubungan antara Bhutan dan Bangladesh selalu positif sejak tahun 1971 ketika mantan menjadi negara pertama yang mengakui Bangladesh setelah memperoleh kemerdekaan dari Pakistan. Bhutan serta Nepal melihat Bangladesh sebagai akses lain ke laut dalam jalur perdagangan sehingga menjadi kurang bergantung pada India dan Cina. Komunitas bisnis di Bhutan adalah meminta investasi yang lebih dari Bangladesh setelah pertemuan di Federasi Kamar Dagang dan Industri (FBCCI) di Dhaka. b. Republik India: Hubungan luar negeri Bangladesh yang paling penting adalah hubungan dengan India. Hubungan India dengan Bangladesh berawal baik karena India membantu Bangladesh mencapai kemerdekaannya. Seiring waktu, hubungan antar kedua negara naik turun karena berbagai alasan. Sumber ketegangan utama antara Bangladesh dengan India adalah Bendungan Farakka. Pada tahun 1975, India membangun bendungan di Sungai Gangga, 11 mil (18 km) dari perbatasan dengan Bangladesh. Bangladesh menuduh bendungan itu mengalihkan air dari Bangladesh dan menimbulkan bencana. Di sisi lain, India khawatir dengan gerakan separatis anti-India dan militan Islam dan juga masuknya imigran ilegal. Pada tahun 2007, kedua negara setuju untuk menyelesaikan masalah keamanan, ekonomi, dan perbatasan secara kooperatif. c. Republik Maladewa: Maladewa sebagai bangsa tergantung pada sektor pariwisata, mereka telah meminta Bangladesh untuk mengekspor tenaga kerja ke negara pulau. Pada KTT SAARC 15, Maladewa dan Bangladesh bertemu di sela-sela untuk membahas kemungkinan pengiriman tenaga kerja semi-terampil dan terampil lebih.

d. Republik Federal Demokratik Nepal: Kerjasamanya pembangkit listrik dan pengembangan sumber daya air.

perdagangan, transit dan

penerbangan sipil, dimana mereka berdua mencari kerjasama di bidang

e. Republik Islam Pakistan: Memiliki hubungan bilateral tentang perdagangan, budaya dan membuat perjanjian rekonsiliasi. f. Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka: Pada bulan Agustus 2008, kedua Kepala Negara membahas pelaksanaan link udara baru dengan harapan peningkatan, investasi perdagangan dan hubungan budaya kuat serta pemabahasan investasi saat ini Sri Lanka telah di Bangladesh garmen dan sektor perbankan dan berharap untuk diversifikasi ke area yang berbeda. Selain itu, masih ada beberapa Negara yang memiliki hubungan bilateral dengan Bangladesh, yaitu: a. Asia Tenggara : Kerajaan Kamboja, Republik Indonesia, Malaysia, Myanmar, Republik Singapura, Kerajaan Thailand, dan Republik Sosialis Vietnam. Dari Negara-negara ini lebih mengedepankan, kerjasama perdagangan baik impor maupun ekspor, pendidikan, pengiriman tenaga kerja dari Bangladesh, dan memelihara kerjasama yang baik di tingkat internasional dalam organisasi seperti PBB, Gerakan Non-Blok dan forum regional ASEAN. b. Asia Timur : Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Republic of China and RRC. Negara-negara tersebut memfokuskan kepada kerjasama dalam bidang politik, bantuan demi pembangunan Bangladesh, kerjasama di bidang militer, kerjasama olimpiade demi pengembangan olahraga di Bangladesh,

pengembangan PLTN di Bangladesh. c. Asia Tengah : Kyrgyzstan, yang mana kerjasama diawali karena sesame Negara muslim, pertukaran pelajar khususnya dalam bidang medis, dan pengembangan PLTA membantu PLTN di Bangladesh. d. Afrika : Hubungan bilateralnya yaitu bantuan pasukan perdamaian dari Bangladesh, kerjasama dalam bidang politik, kerjasama dalam pendidikan, kerjasama dalam bidang perdagangan seperti ekspor insfrastruktur ke Bangladesh, dan kerjasama militer dalam kategori perdamaian oleh PBB. Negara tersebut adalah : Republik Afrika Selatan, Liberia , Sierra Leone , Pantai Gading , Sudan ( Darfur ) dan Somalia . e. Timur Tengah : Arab Saudi, Afganistan, Uni Emirat Arab, Kuwait, Libya, Mesir, Tanzania, Irak, Iran, Kuwait, Israel, Palestina, Lebanon. Dalam

kawasan Timur Tengah memfokuskan pada bantuan sebagai Negara -negara muslim, yaitu bidang perdagangan, militer, dan organisasi-organisasi Internadional. f. Oceania : Australia dan Selandia Baru, memiliki hubungan bilateral dengan Bangladesh seperti; pengekspor bahan baku sebagai investasi dan juga kerjasama dalam bidang perbankan, pendidikan dan pembangunan

infrastruktur. g. Eropa: Denmark, Prancis, Vatikan, Jerman, Turki, Rusia, Inggris, dan Irlandia. Negara-negara di Eropa memilih kerjasama dengan cara bantuan ekonomi seperti pengembangan UKM di Bangladesh, kemudian pengembangan PLTN di Bangladesh, kerjasama dalam social-budaya. h. Amerika: Amerika Serikat, Brasil dan Venezuela. Kerjasamanya dalam bidang ekonomi sebagai pasar ekspor terbesar Bangladesh, pengimpor bahan-bahan farmasi dari Bangladesh, kerjasama pers, dan kerjasama dalam bidang politik.

D. Studi Kasus Sengketa Teluk Benggala Dalam membangun perekonomian nasionalnya, semua negara yang sedang berkembang di Asia mengarahkan perhatiannya pada sumber minyak dan gas bumi di lepas pantai. Sudah banyak negara yang menyatakan lautan dangkal di lepas pantainya sebagai miliknya atau daerah kekuasaanya. Kawasan perairan Teluk Benggala merupakan kawasan yang memiliki sumber daya minyak dan gas yang cukup melimpah. Karena letak geografis yang saling berdekatan itu, teluk Benggala menjadi kawasan yang memiliki potensi yang konflik yang cukup tinggi hal ini dikarenakan negara Myanmar dan Bangladesh saling berbatasan langsung. Teluk Benggala ialah sebuah teluk yang terletak di bagian timur laut Lautan Hindia. Teluk ini terletak di barat Semenanjung Malaya dan barat India. Teluk ini terlihat seperti segitiga. Teluk Benggala kaya akan sumber daya alam ( minyak dan cadangan gas) sehingga banyak negara yang ingin memilikinya untuk mengeksplorasi dan mengekploitasinya (menguasai). Dengan kata lain, eksplorasi dan eksploitas sumberdaya alam masih merupakan motivasi utama negosiasi batas maritim ini. Dalam kurun waktu 5 tahun ini, India dan Myanmar (dikenal juga dengan Birma) secara ekstensif melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas di Teluk Bengal yang

merupakan teluk tempat beberapa negara mengklaim wilayah maritim termasuk Bangladesh, India dan Myanmar. Oleh sebab itu muncullah sengketa batas laut maritim antara Myanmar dan Bangladesh. Mereka saling mengklaim bahwa Teluk Benggala merupakan wilayahnya Sebagai negara yang berada di kawasan Teluk Benggala, hubungan Myanmar dan Bangladeh dapat dibilang sangat dekat dan harmonis. Faktor utama kedekatan tersebut adalah karena letak geografis yang dekat antara keduanya. Akan tetapi dengan adanya kedekatan geografis itu justru menjadikan hubungan keduanya rawan terjadi konflik terutama sehubungan dengan wilayah territorial dan hingga saat ini sengketa teritorial kedua negara itu belum mendapat penyelesaian yang tuntas. Merupakan sebuah paradoks bahwa konflik teritorial di perbatasan semakin menonjol dan sulit diselesaikan justru setelah Perang Dingin berakhir. Berakhirnya Perang Dingin telah memunculkan konflik-konflik baru bilateral ke permukaan. Bahkan beberapa diantar konflik itu merupakan sisa-sisa Perang dingin dulu.2 Adanya kedekatan geografis dan karena adanya perbedaan-perbedaan obyektif dalam ukurannya, baik dalam artian luas wilayah daratan maupun perairan, jumlah penduduk dan potensi kekayaan alamnya yang demikian menyolok, justru akan menyebabkan dinamika hubungan diantara keduanya sangat tinggi. Permasalahan di Teluk Benggala ini sebenarnya sudah lama tejadi diantara negara-negara tetangga di wilayah Teluk Benggala, tidak hanya antara Myanmar dan Bangladesh tetapi termasuk juga negara India. Sengketa antara India- Bangladesh di wilayah Teluk Benggala dikenal dengan masalah yang terkait dengan transit dan ekspor gas dari Bangladesh dan masalah India yang mencoba masuk ke dalam zona ekonomi eksklusif dan mengeksplorasi gas di Teluk Benggala. Wilayah perairan di sekitar teluk Benggala memang sudah sejak lama menjadi konflik dan ini bukan sengketa yang pertama yang terjadi antara neg aranegara di kawasan perairan Teluk Benggala. Letak geografis yang berdekatan karena saling berbatasan ditengarai menjadi latar belakang munculnya konflik ini diantara keduanya.3 Terjadi klaim tumpang tindih antar kedua negara tersebut dalam menentukan batas-batas wilayah. Berbagai dialog untuk menyelesaikan tidak pernah

James Luhu Lima BerakirnyaPerang Dingin, memunculkan konflik Bilateral di Asia Pasifik kompas 20 Juni 3 http://Indronet.files.wordpress.com/2007-2009/Konflik Perbatasan

membuahkan hasil. Dan kini kedua negara sama-sama mengklaim wilayah Teluk Benggala sebagai kedaulatannya. Sengketa teritorial ini menjadi menarik untuk dijelaskan karena upaya menyelesaikan sengketa dilakukan dengan jalan diplomasi dan tidak perlu menggunakan kekuatan militer. Meskipun Myanmar sendiri memiliki latar belakang pemerintahan militer yang sangat kuat. Hal ini menjadi sangat menarik ketika Myanmar mulai menghentikan eksplorasi minyak dan gas di blok laut dalam di perairan yang disengketakan di teluk Benggala.4 Sengketa Teritorial Teluk Benggala antara Myanmar dan Bangladesh sampai sekarang juga masih belum sampai pada perjanjian akhir resmi yang telah ditandatangani oleh masing -masing negara yang bersengketa. Oleh sebab itulah pemakalah sangat tertarik mengangkat studi kasus tentang Sengketa Teluk Benggala Antara Myanmar dan Bangladesh Sengketa antara Myanmar dan Bangladesh dikategorikan sebagai konflik. Konflik merupakan akibat dari pertentangan antara tuntutan yang dimiliki negara A dengan kepentingan negara B atau negara lainnya.5 Bidang masalah yang paling tradisional adalah wilayah teritorial suatu negara. Konflik itu sendiri mencakup tindakan diplomatik, propaganda, perdagangan, atau ancaman dan sanksi-sanksi militer yang dilakukan oleh salah satu negara terhadap negara lainnya. Kedua sisi negara yang bertetangga ini saling bersitegang pada bulan Oktober 2008 ketika Dhaka memberikan ijin eksplorasi lepas pantai kepada perusahaan Korea selatan Daewoo, yang mana mendapatkan tantangan keras dari pemerintahan militer Myanmar. Keadaan bertambah panas ketika Myanmar mengirimkan dua kapal perangnya sebagai kapal pengawal ketika kapal-kapal pengeboran dari perusahaan daewoo mulai mengebor dipantai Benggala dimana Myanmar menganggapnya sebagai block lepas pantainya AD-7.6 Blok ini terletak dalam perairan di sepanjang tepi barat Myanmar dan sekitar 93 km barat daya pulau St Martin kepunyaan Myanmar. Pemerintah Dhaka mengajukan protes resmi kepemerintahan Myanmar dan juga kepada Daewoo, serta mengirimkan tiga kapal perangnya kedaerah sengketa, ini menandakan daerah

http://www.berita sore/Myanmar Menghentikan Eksplorasi gas dan minyak di Teluk Benggala, 7 November 2008 5 Holsti, K.J. , dalam May Rudy, T., Studi Strategi Dalam Transformasi Sistem Internasional Pasca Perang Dingin, Refika Aditama, Bandung, 2002, hal 94-95 6 http://id.wikipedia.org/wik

tersebut semakin bertambah tegang karena meminta eksplorasi untuk segera dihentikan. Kedua negara yang bertetangga ini segera mengerahkan kekuatan militernya diperbatasan, akan tetapi ketegangan ini dengan cepat mereda ketika perusahaan Daewoo pada tanggal 6 Nopember 2008 menghentikan pengeboran lepas pantainya. Menurut pemerintah Myanmar, perlu mengadakan survey d idaerah tersebut dengan lebih lengkap dan pengeboran sumur lepas pantai akan diperluas sampai ke blok A-3 lepas pantai ke timur.7 Kawasan teluk benggala terus menerus menjadi daerah yang genting semenjak perusahaan Daewoo menemukan adanya cadangan gas y ang sangat banyak didaerah blok A-1 Myanmar, tepat pada garis lepas pantai negara bagian Rakhine dekat dengan Siitway dan sebelah timur dari zona perbatasan maritime yang rawan sengketa pada tahun 2003. Daewoo memperkirakan penemuan cadangan gas sebanyak 4 trilyun -6 kaki kubik dengan kedalaman yang tidak begitu dalam yaitu sekitar 150 meter dan ini memberikan prospek yang sangat menjanjikan dan potensial kelak bisa memberikan hasil sampai 14-20 trilyun kaki kubik. Oleh kaena itu semenjak tahun 2001, perusahaan Daewoo mengoperasikan kerja sama permanen dengan perusahaan minyak India dan perusahaan gas Alam (ONGC), GAIL serta perusahaan gas India dan Korea. Pada awal tahun 2004, perusahaan Daewoo juga mendapatkan kontrak kerja untuk blok A-3 yang dekat sekali dengan blok A-1 dan selanjutnya juga mendapatkan hak eksploasi untuk blok AD-7 didaerah sebelah barat pada bulan Februari 2007. Dengan ditemukannya daerah Shwe dengan blok A-1 ini memicu dilakukannya eksplorasi yang baru di Myanmar untuk daerah lepas pantai disebelah baratnya. Selanjutnya perusahaan minyak Cina yakni CNOOK memasuki kawasan Teluk benggala pada tahun 2004; lalu perusahaan ESSAR yang merupakan perusahaan minyak swasta India pada tahun 2005; GAIL mendapatkan hak operasi bebas di daeah ini semenjak tahun 2006; dan dilanjutkan oleh China Natural Gas Petroleum Corpration (CNPC) / Petro China pada tahun 2007; setelah itu Malaysian Rimbuan Petro Gas pada bulan Februaruuai 2007; dan ONGC mendapatkan hak eksplorasi pada tiga blok semenjak September 2007.

http://www.Beritasore.com/Myanmar Menghentikan Eksplorasi Minyak dan gas diTeluk Benggala,

Dengan adanya atau setidaknya kemungkinan daerah yang kaya akan minyak serta cadangan gas di daerah perairan yang rawan menyebabkan sulitnya untuk dicapai kesepakatan. Ketegangan itu lebih didorong oleh kecemasan Myanmar dan Bangladesh untuk keamanan cadangan energi yang dimilikinya, dan tak satupun negara itu menyadari akan potensi bahaya masuknya negara adidaya kedaerah sengketa. Pada tahun 1982, perundingan tentang hukum laut yang diselenggarakan oleh PBB, yang memberikan ijin bagi negara untuk mengajukan klaim untuk zona ekonomi eklusif sejauh 200 mil laut atau sekitar 370 kilometer dari bagian pantai dan masalah ini yang menjadikan ketegangan. Sejauh ini, yang menjadi ketegangan antara pemerintah Myanmar dan Bangladesh adalah berpusat pada cadangan minyak yang akan dieksploitasi dan bagaimana pembagiannya lalu kedua negara tersebut saling mengirimkan kapal perangnya. Teluk Benggala yang menjadi rebutan antara Bangladesh dan Myanmar akan bisa memberikan penghasilan negara, seperti misalnya Cina dan India berminat akan mempergunakan pipanisasi bahan bakar yang diperlukan sebagimana diklaim oleh Myanmar untuk pasaran domestiknya. Beijing menganggap perlunya pemakaian pipanisasi gas sepanjang 2300 kilometer langsung menuju propinsi Yunnan disebelah tenggara. Negara Cina berhasil dalam mengamankan kebutuhan bahan bakarnya serta demi kepentingan ekonomi jangka panjang terhadap Myanmar dan juga dukungan politik serta diplomatik terhadap pemerintahan junta militer Myanmar. Untuk dapat menyelesaikan masalah perbatasan antar Myanmar dan Bangladesh memang dibutuhkan suatu proses yang cukup panjang dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Komunikasi antar kedua negara harus tetap dibuka guna mencegah terjadinya konflik yang lebih lanjut. Melalui komunikasi tersebut kedua belah pihak dapat menentukan dan menyepakati bentuk atau upaya penyelesaian yang diinginkan untuk menyelesaikan kemelut yang kini tengah mengganjal hubungan kedua negara. Dan bagaimanapun upaya penyelesaiannya diharapkan tidak mengganggu keharmonisan hubungan kedua negara serta dapat memberikan suatu hasil kesepakatan sekaligus berarti menyelesaikan sengketa atas Teluk Benggala. Dalam penyelesaian sengketa di Teluk Benggala, Myanmar telah

menghentikan semua aktivitas eksplorasi gas dan minyak di wilayah Teluk Benggala yang diperebutkan antara Myanmar dan Bangladesh. Hal itu dilakukan Myanmar satu hari setelah Bangladesh meminta bantuan China untuk mengatasi permasalahan

tersebut setelah perundingan di Yangon antara kedua Negara tidak berhasil mencapai kata sepakat. Kedua negara telah mengadakan perundingan selama bertahun -tahun untuk menentukan demarkasi di wilayah Teluk Benggala dan pekan ini Bangladesh mengaku menginginkan adanya solusi diplomatik untuk menghindari konflik di kemudian hari. Upaya penyelesaian konflik yang pernah di lakukan diantaranya; (1) Pertemuan berlangsung di Dhaka, ibukota Bangladesh selama dua hari tanggal 1 -2 April 2008. Meski bisa dikatakan sebagai kemajuan dalam hubungan kedua negara dalam usaha menetapkan batas maritim, pertemua tersebut berakhir tanpa hasil; (2) Pada tanggal 3 November 2008, Bangladesh akan mengirimkan tim diplomatik ke Myanmar untuk berusaha memecahkan sengketa perbatasan, pada saat kapal kapal kedua pihak berhadapan di lepas pantai perairan yang disengketakan di Teluk Bengali. Bangladesh dan Myanmar menandatangani perjanjian pada bulan lalu untuk mempercepat penyelesaian semua masalah kedua negara, termasuk sengketa pengungsi di Bangladesh;(3) Pada tanggal 8 November 2008, Bangladesh menyatakan akan menarik kapal-kapal perang yang dikirim ke Teluk Benggala apabila Myanmar, tetangganya, memberikan jaminan akan menghentikan eksplorasi di satu zona maritim yang disengketakan; (4) Pada tanggal 12 November 2008, Pejabat Birma dan Bangladesh hari ini mengadakan pertemuan di New Delhi untuk membahas sengketa territorial di kawasan Teluk Benggala yang kaya minyak dan gas alam; (5) Pada tanggal 12 November 2008, Pejabat Birma dan Bangladesh hari ini mengadakan pertemuan di New Delhi untuk membahas sengketa territorial di kawasan Teluk Benggala yang kaya minyak dan gas alam. Pada bulan Juli 2011 mendatang rencananya Bangladesh akan kembali mengadukan kasus sengketa ini ke PBB. Hal tersebut dilakukan karena sampai saat ini kedua pihak belum menemui titik kesepakatan.

BAB III PENUTUP Bangladesh merupakan sebuah negara dengan tekstur dataran rendah di tepi sungai yang terletak di Asia Selatan dengan garis pantai yang sebagian besar hutan berawa dari 710 kilometer (440 mi.) di sertai dengan iklim yang tropis. Bangladesh memiliki jumlah penduduk terbesar kedelapan di dunia dan merupakan salah satu negara terpadat di dunia dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, namun pendapatan perkapita Bangladesh telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 1975 dan tingkat kemiskinan turun20% sejak awal tahun 1990-an. Secara geografis, negara ini berada di Delta Gangga-Brahmaputra yang subur. Akan tetapi, Bangladesh mengalami banjir muson dan siklon tahunan. Bangladesh memiliki sistem pemerintahan demokrasi parlementer. Presiden ialah kepala negara, dimana kedudukannya banyak diisi dengan menghadiri upacara-upacara kenegaraan. Kendali pemerintahan sesungguhnya dipegang PM, yang merupakan kepala pemerintahan. Presiden dipilih oleh badan legislatif setiap 5 tahun dan memiliki kekuasaan yang normalnya terbatas yang bertambah selama masa jabatan pemerintahan pemelihara, terutama dalam mengendalikan transisi menuju pemerintahan baru. Bangladesh masih merupakan negara berkembang, meski telah dilakukan usaha berlanjut untuk meningkatkan prospek ekonomi dan demografi. Pendapatan per kapita pada 2008 tercatat sebesar $520, namun, seperti yang dicatat Bank Dunia pada Laporan Negera Juli 2005-nya, negara ini telah membuat kemajuan pesat dalam pengembangan manusia dengan berfokus pada pemberantasan tingkat buta huruf yang berhasil, penyetaraan gender dalam sekolah, dan pengurangan pertumbuhan penduduk. Bangladesh merupakan simbol kemiskinan Asia sehingga pakar kemiskinan seluruh dunia merasa belum pakar jika belum mempelajari masalah kemiskinan negara ini. Istilah International Basketplace untuk negara ini sampai-sampai dikenalkan oleh Robert McNamara, ketika itu Presiden Bank Dunia, untuk menggambarkan contoh kemiskinan yang sangat parah. Namun pada bulan Juli 2005, menurut Country Brief yang dirilis oleh Bank Dunia, Bangladesh telah membaik dalam hal pengurangan pertumbuhan penduduk, pembangunan manusia dan paritas gender di sekolah. Tingkat kemiskinan negara telah melihat penurunan sebesar 20% sejak awal tahun 1990an.

Negara ini menempatkan diri layaknya seorang moderat dalam kebijakan luar negerinya. Dalam kepentingan nasionalnya mengedepankan ketergantungan pada multinasional diplomasi, khususnya di PBB dan WTO. Pada tahun 1974, negara ini bergabung dengan Persemakmuran dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan telah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 19781979 dan 20002001. Pada tahun 1980-an, Bangladesh memainkan peran penting dalam pendirian South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Asia Selatan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Holsti, K.J. , dalam May Rudy, T., Studi Strategi Dalam Transformasi Sistem Internasional Pasca Perang Dingin, Refika Aditama, Bandung, 2002, hal 94-95 Luhu Lima, James BerakirnyaPerang Dingin, memunculkan konflik Bilateral di Asia Pasifik kompas 20 Juni http://www.state.gov/r/pa/ei/bgn/3452.htm http://Indronet.files.wordpress.com/2007-2009/Konflik Perbatasan http://www.berita sore/Myanmar Menghentikan Eksplorasi gas dan minyak di Teluk Benggala, 7 November 2008 http://id.wikipedia.org/wik http://www.Beritasore.com/Myanmar Menghentikan Eksplorasi Minyak dan gas diTeluk Benggala, http://www.kurtubi.com/mengatasi-kemiskinan-ala-bangladesh/ http://insinyur-muslim.blogspot.com/2010/07/power -of-poors.html http://berita.kapanlagi.com/ekonomi/internasional/bangladesh-perkirakan-rekorpertumbuhan-ekonomi-6-71-lv53pr7.html http://ghinamardiyah.wordpress.com/2011/04/17/belajar-mengatasi-kemiskinan-dari-negaramiskin-bangladesh/ http://www.todaypos.com/10-negara-dengan-pertumbuhan-ekonomi-tinggi.html