Anda di halaman 1dari 9

BUNG HATTA: INSPIRASI GENERASI MUDA YANG BERPIKIR

LOMBA KARYA TULIS ARTIKEL BUNG HATTA

OLEH: TAHTA WENERDA KELAS: X. RSBI. I

R-SMA-BI NEGERI 3 TELADAN BUKITTINGGI


Tahun Pelajaran 2010/2011

SURAT PERNYATAAN
Bersama surat ini, saya: Nama Lengkap Nama Sekolah Alamat Sekolah Telepon : : : : Tahta Wenerda R-SMA-BI N 3 Teladan Bukittinggi Jln. Prof. M. Yamin, SH. Bukittinggi 26117 (0752) 21112 - 22783

Menyatakan bahwa karya tulis artikel Bung Hatta yang diajukan untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Arikel Bung Hatta yang diadakan oleh Perpustakaan Proklamator Bung Hatta tahun 2011 adalah benar dan ditulis oleh saya. Demikian surat sebagaimana mestinya. Bukittinggi, 20 Mei2011 Yang membuat Pernyataan Penulis pernyataan ini disampaikan agar dapat dipergunakan

Tahta Wenerda

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi rabbil alamin, puji dan syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Ucapan salawat dan salam penulis kirimkan untuk arwah junjungan kita yakni nabi besar Muhammad SAW yang membawa pembaharuan akidah dan uswatun hasanah bagi umat, berharap tulisan ini bisa menambah apresiasi terhadap sejarah perjuangan pahlawan Indonesia. Adapun tujuan penulis membuat tulisan ini adalah dalam rangka mengikuti Lomba Karya Tulis Artikel Bung Hatta yang diadakan oleh Perpustakaan Proklamator Bung Hatta tahun 2011. Dalam penulisan karya tulis ini, penulis menemui beberapa kesulitan. Namun, berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikannya. Untuk itu penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak H. Persalide M.Pd., sebagai kepala R-SMA-BI Negeri 3 Teladan Bukittinggi yang telah memberi izin penulis untuk mengikuti lomba ini. 2. Ibu Dra. Yernita A., sebagai guru pembimbing yang telah memberi arahan dan bimbingan secara cermat kepada penulis. 3. Mellina Sanusi sebagai rekan seperjuangan yang telah menemani dan memberi kritik serta saran kepada penulis sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar karya tulis ini mendekati ke arah yang lebih sempurna. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih.

Bukittinggi, 20 Mei 2011 Penulis,

BUNG HATTA: INSPIRASI GENERASI MUDA YANG BERPIKIR Mohammad Hatta atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta adalah satu dari sekian banyak Pahlawan Nasional di Indonesia. Beliau adalah salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia yang mempunyai peranan penting bagi perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu Bung Hatta merupakan Wakil Presiden pertama Indonesia. Bahkan Bandar udara Internasional Jakarta menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasanya sebagai salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bung Hatta memberikan inspirasi kepada generasi muda dan para tokoh Negara. Sebagai seorang Proklamator beliau sangat berperan dalam menyelamatkan Negara Indonesia dari penjajahan Belanda. Beliau mewakili Indonesia ke Belanda untuk menandatangani surat perjanjian antara Indonesia dan Belanda. Bung Hatta juga memberikan pendapat untuk merubah sila pertama pada Pancasila demi memikirkan persatuan rakyat Indonesia yang memiliki banyak perbedaan satu sama lainnya. Beliau menginginkan terbentuknya persatuan diatas banyaknya perbedaan karena perbedaan bukanlah alasan untuk menimbulkan perpecahan. Selain itu Bung Hatta merupakan tokoh yang selalu berkarya nyata. Salah satu karya monumental beliau adalah koperasi. Beliau mendirikan koperasi karena sikap beliau yang peduli terhadap rasa kekeluargaan dan suka mendahulukan orang lain dan kepentingan umum. Karena menurut beliau, kepentingan umum lebih dipentingkan dibanding dengan kepentingan sendiri. Pemikiran ini dituangkan pada pembentukkan koperasi pengusaha batik, yang akhirnya sukses sampai saat ini. Koperasi tersebut berhasil mendorong kemajuan bagi pengusaha batik dan memberi mereka kesempatan untuk memperluas usaha dengan ekspor. Karya-karya lainnya adalah berbentuk tulisan. Pada saat bangsa Indonesia masih berkutat untuk menumbuhkan minat baca, beliau sudah jauh lebih maju, yaitu dengan memberikan teladan bagi bangsa Indonesia untuk menumbuhkan budaya menulis. Kegiatan tulis-menulis ini telah beliau lakukan sejak masih belajar di negeri Belanda sampai akhir hayatnya. Tidak terhitung lagi jumlah artikel dan buku yang telah beliau tulis. Sebuah monumen intelektual berupa perpustakaan di Bukittinggi pun telah didirikan untuk mengenang Bung Hatta. Bung Hatta dikenal sebagai seorang yang jujur, sabar, cerdas, penuh ide, dan memegang teguh prinsip yang diyakininya. Sebagai contoh adalah prinsip demokrasi yang

diyakini beliau dapat membantu perbaikan kehidupan bangsa. Untuk itu beliau ikut memperjuangkan status Indonesia sebagai negara kesatuan yang dapat mengakomodasi aspirasi semua golongan tanpa kecuali. Beliau ikut mendukung dicabutnya pengusulan pembentukan negara yang memihak pada golongan tertentu saja. Keteguhan Bung Hatta dalam memegang prinsip bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan bangsa. Ketika beliau berseberangan prinsip dengan pemerintah yang sedang berkuasa saat itu, beliau rela mengundurkan diri guna mempertahankan kesatuan bangsa. Bung Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Di kota kecil inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Hatta memiliki enam saudara perempuan, ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Nama yang diberikan oleh orang tuanya ketika dilahirkan adalah Muhammad Athar. Mohammad Hatta sudah ditinggalkan oleh ayahnya sejak beliau berumur delapan bulan. Ayahnya bernama Haji Muhammad Djamil meninggal dunia dalam usia 30 tahun. Haji Muhammad Djamil berasal dari keturunan keluarga ulama di Batuhampar yang terletak 16 kilometer dari kota Bukittinggi. Ayahnya aktif dalam bidang usaha, sementara ibunya, Siti Saleha, dikenal sebagai keluarga yang banyak bergerak dalam usaha perdagangan. Setelah ayah beliau wafat, ibunya menikah kembali dengan Mas Agus Haji Ning, seorang pedagang asal Palembang. Hubungan Hatta dengan ayah tirinya ini sangat dekat sehingga beliau mengira Haji Ning adalah ayah kandungnya. Meski akhirnya Hatta mengetahui Haji Ning adalah ayah tirinya pada usia 10 tahun, hal itu tidak merenggangkan hubungan keduanya. Bung Hatta selalu menghormati dan mematuhi ayah tirinya karena beliau merasa mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari seorang ayah walaupun ayah tersebut bukanlah ayah kandungnya. Saat masih bersekolah di sekolah menengah di Padang, keaktifan Bung Hatta dalam berorganisasi telah beliau perlihatkan diantaranya sebagai bendahara pada organisasi Jong Sumatranen Bond cabang Padang. Hatta merintis karir sebagai aktivis di organisasi tersebut. Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramahceramah atau pertemuan-pertemuan politik. Tokoh politik yang menjadi idola beliau adalah Abdul Moeis. Pada usia 17 tahun, Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Lantas berangkat ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Di Batavia, ia juga aktif di Jong Sumatranen Bond Pusat, juga sebagai Bendahara. Disini beliau menyelesaikan studinya dengan hasil sangat baik.

Pada tahun 1921, Bung Hatta pergi ke Rotterdam, Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (bahasa inggris: Rotterdam School of Commerce, kini menjadi Erasmus Universiteit). Ketika di Belanda ia bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Saat itu, telah berkembang iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Sebelumnya, Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Ernest Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai orang buangan akibat tulisan-tulisan tajam anti-pemerintah mereka di media massa. Keinginan dan semangat berorganisasi Bung Hatta makin terlihat sewaktu beliau mulai aktif di kelompok Indonesische Vereeniging yang merupakan perkumpulan pemudapemuda Indonesia yang memikirkan dan berusaha memajukan Indonesia, bahkan dalam organisasi ini dinyatakan bahwa tujuan mereka adalah kemerdekaan bagi Indonesia. Dalam organisasi yang keras dan anti penjajahan ini Bung Hatta makin berjuang keras karena banyaknya rintangan dan hambatan yang mereka hadapi. Pada bulan Juli 1932, Hatta berhasil menyelesaikan studinya di Negeri Belanda dan sebulan kemudian ia tiba di Jakarta. Antara akhir tahun 1932 dan 1933, kesibukan utama Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk Daulat Rajat dan melakukan berbagai kegiatan politik, Beliau bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Keterlibatan Bung Hatta dalam organisasi dan partai politik bukan hanya di luar negeri tapi sekembalinya dari Belanda beliau juga aktif di PNI (Partai Nasional Indonesia) yang didirikan Soekarno tahun 1927. Dalam organisasi PNI, Bung Hatta menitik beratkan kegiatannya dibidang pendidikan. Beliau melihat bahwa melalui pendidikanlah rakyat akan mampu mencapai kemerdekaan. Karena PNI dinilai sebagai partai yang radikal dan membahayakan bagi kedudukan Belanda, maka banyak tekanan dan upaya untuk mengurangi pengaruhnya pada rakyat. Setetah PNI (Partai Nasional Indonesia) bubar, berdirilah organisasi pengganti yang dinamanakan Partindo (Partai Indonesia). Akan tetapi Bung Hatta tidak sependapat dengan Partindo sehingga beliau mendirikan PNI Pendidikan (Partai Nasional Indonesia Pendidikan) atau disebut juga PNI Baru. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta bulan Agustus 1932, dan Bung Hatta diangkat sebagai pemimpin. Organisasi ini memperhatikan kemajuan pendidikan bagi rakyat Indonesia, menyiapkan dan

menganjurkan rakyat dalam bidang kebathinan dan mengorganisasikannya sehingga bisa dijadakan suatu aksi rakyat dengan landasan demokrasi untuk kemerdekaan . Sebagai seorang pemimpin, Bung Hatta memiliki ciri kepemimpinan berupa penyerahan diri secara total, jujur dan bersih, berkomitmen penuh pada perbaikan nasib dan tingkat hidup rakyat kecil, menegakkan dan menjalankan secara konsekuen nilai-nilai demokrasi kerakyatan, serta mengutamakan rasio daripada emosi dan karena itu peduli pada usaha pendidikan rakyat dibandingkan agitasi membangkitkan emosi rakyat. Kecemasan Bung Hatta pada gelagat korupsi ternyata menjadi kecemasan generasi-generasi berikutnya, korupsi menjadi sumber penyakit bangsa ini, sehingga kita mendapat predikat salah satu bangsa terkorup di dunia. Bung Hatta yang lembut hati, selalu mencari strategi untuk berjuang tanpa kekerasan. Senjata ampuh yang digunakan tokoh proklamator kita ini adalah otak dan pena. Dari pada melawan dengan kekerasan beliau lebih memilih untuk menyusun strategi, melakukan negosiasi, lobbying, dan menulis berbagai artikel dan buku untuk

memperjuangkan nasib bangsa. Prinsip tanpa kekerasan ini muncul karena rasa hormat Bung Hatta pada sesama manusia, baik kawan atau pun lawan. Walaupun Bung Hatta tidak setuju dengan pendapat atau pun seseorang, beliau tidak langsung membenci orang tersebut, tetapi tindakan dan pendapatnyalah yang tidak beliau setujui. Misalnya saja, Bung Hatta yang sangat kuat keteguhan beragamanya tidak menyukai hal-hal yang berbau duniawi yang pada saat itu umumnya berasal dari negeri seberang. Tapi bukan berarti dia lalu membenci orangorang asing. Beliau memiliki banyak teman bangsa asing dan banyak pemikiran bangsa asing yang positif (disiplin, etos kerja positif) yang beliau adaptasi untuk kemajuan bangsa. Sikap ini menyebabkan Bung Hatta dihormati oleh semua orang baik kawan atau pun lawan. Bung Hatta selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal, misalnya dengan bersikap hati-hati dan melakukan perencanaan yang matang. Semua tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dilakukan dengan sepenuh hati, dan direncanakannya dengan sebaik mungkin agar memperoleh hasil yang maksimal. Selain itu, semua pidato dan kata-kata beliau untuk publik pun disiapkan secara profesional. Keputusan-keputusan diambil setelah sebelumnya dipikirkan dengan seksama dan didukung dengan data dan informasi yang cukup. Beliau tidak menginginkan terjadinya kegagalan yang disebabkan kecerobohan atau pun karena kurang persiapan.

Dapat di lihat dari sejarah ketokohan Bung Hatta di organisasi dan partai politik yang pernah beliau geluti, haruslah dapat diambil pelajaran dari hal-hal tersebut. Karena sejarah tak berarti apa-apa bila kita tidak mampu mengambil manfaat dan nilai-nilai positif didalamnya. Dari kehidupan Hatta di dunia politik kita bisa melihat bahwa munculnya seorang tokoh penting dan memiliki jiwa patriot yang tangguh dan memikirkan kehidupan orang banyak serta memajukan bangsa dan negara bukan hanya muncul dalam satu malam atau bukanlah tokoh penting yang muncul begitu saja, dan bukanlah sosok yang mengambil kesempatan untuk tampil sebagai pahlawan dan sosok pemerhati masyarakat. Tapi tokoh yang dapat kita jadikan contoh dan panutan dalam organisasi, partai, dan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesunguhnya adalah seorang sosok yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan masyarakat, ia terlatih untuk mampu memahami keinginan dan cita-cita masyarakat, serta bertindak dengan menggunakan ilmu dan iman. Keteladanan Bung Hatta patut dicontoh oleh generasi muda saat ini. Sikap teladan beliau lainnya yang dapat dicontoh adalah menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak korupsi, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing. Sebagai salah satu sosok tokoh ideal, dengan mencontoh ketokohan Bung Hatta kita harus mampu melihat berapa persen diantara tokoh-tokoh, orang-orang penting, elite politik / elite partai di Indonesia sekarang yang telah memperhatikan kehidupan masyarakat, berapa persen diantara mereka yang sudah melakukan usaha untuk memajukan kehidupan masyarakat Indonesia baik di bidang ekonomi, pendidikan, politik dan bidang lainnya. Selain itu sosok Bung Hatta layak menjadi inspirasi kita, agar kita tidak putus harapan akan adanya pejabat yang dapat konsisten menjalankan sumpah jabatannya serta mandat yang dipercayakan rakyat padanya. Mohammad Hatta atau Bung Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Jakarta ketika usia beliau 77 tahun. Walaupun beliau telah lama meninggalkan kita, tetapi sikapnya masih melekat di hati generasi muda dan rakyat yang begitu mengidolakan beliau. Karena sebagaimana menurut Deliar Noer : Hatta adalah seorang pemimpin yang langka, yang senantiasa memperlihatkan moral tinggi dalam bergerak. Ia dikenal sebagai pemimpin yang

bersih dan tak pernah berupaya memperkaya diri dan keluarga. Ia juga bersih dalam menilai kekuasaan yang sebenarnya dapat ia permainkan. Dalam hubungannya dengan perempuan ia selalu menghargai mereka sembari tetap menjaga jarak berdasarkan akhlak yang dituntut dari seorang muslim yang saleh. Akibatnya ia kerap dianggap kaku dalam berhubungan. Dulu dan kini, ia adalah suri teladan.