Anda di halaman 1dari 2

3.

Uji Sanitasi Ruang Produksi

A. Sanitasi Udara Lokasi Lokasi yang dijadikan sebagai tempat uji sanitasi udara adalah laboratorium mikrobiologi dan tempat produksi sari buah di Pilot Plant Seafast Center Prosedur 1. Cawan petri diisi dengan media yang sesuai dan dibiarkan hingga membeku. Hasil akhir yang diperoleh adalah 2 jenis agar cawan yaitu agar cawan NA dan APDA. 2. Masing-masing cawan kemudian diletakkan secara terpisah pada ruangan yang telah ditentukan, dan dibiarkan terbuka selama 30 menit 0 3. Setelah cawan ditutup, cawan kemudian diinkubasikan pada suhu 30 C (posisi terbalik) selama 2 hari 4. Setelah itu cawan diamati dan ditentukan densitas mikrobanya dalam satuan mikroba/jam/m3 Densitas mikroba dihitung dengan rumus: Densitas mikroba = Rata-rata koloni dari 2 agar cawan X 60 menit X 10000 cm2 30 menit luas cawan (cm2) B. Sanitasi Ruang Lokasi Tempat pengambilan sampel berasal dari dinding dan lantai pada laboratorium mikrobiologi dan tempat produksi sari buah di Pilot Plant Seafast Center Prosedur 1. Dinding dan lantai laboratorium dan tempat produksi ditempelkan selama 4 detik dengan media agar menggunakan alat sunti 2. Kemudian, media agar dalam alat suntik tersebut dipotong dengan ketebalan 1 -1.5 cm secara aseptik. Potongan agar tersebut diletakkan pada cawan petri steril. Posisi agar yang telah menempel pada permukaan yang diuji harus berada pada bagian atas. 0 3. Cawan petri kemudian ditutup dan diinkubasi (tanpa perlu dibalik) pada suhu 30 C selama 2 hari. 4. Pertumbuhan mikroba kemudian diamati dan ditentukan densitasnya per meter persegi 5. Setelah pengamatan, jenis mikroba secara umum kemudian ditentukan, baik meliputi: bakteri, kapang, dan khamir Densitas mikroba dapat dihitung dengan rumus: Densitas mikroba =Rata-rata koloni X 10000 cm2 dari 2 agar luas cawan (cm 2)

4.

Uji Sanitasi Peralatan Proses Produksi

Lokasi Pengujian ini dilakukan pada wadah (kemasan cup plastik) dan alat pengolahan ( iller) f Prosedur 1. Pertama-tama, swab dibasahi dengan dimasukkan ke tabung berisi buffer fosfat dan diperas dengan cara ditekan pada dinding tabung bagian atas sembari diputar -putar 2. Kemudian, wadah kemasan cup plastik dan filler diseka menggunakan swab pada luasan tertentu sebagai misal 5x2 cm2, 3x4 cm2, atau 10x2cm2 tergantung luas permukaan dari alatnya. Penyekaan dilakukan sebanyak 3 kali 3. Swab kemudian dimasukkan kembali ke dalam tabung buffer fosfat dan diaduk selama 2 menit, lemudian diperas kembali di dinding tabung sebelum dikeluarkan dari tabung (cara lain: ujung batang lidi swab dibuang, kemudian swab direndam dalam tabun buffer fosfat) 4. Sampel dimasukkan ke dalam 3 cawan petri dengan volume sebanyak 1 ml sampel untuk masing-masing cawan. Setelah itu, satu cawan petri dituang menggunakan media SMA, dan dua cawan petri lainnya dituang menggunakan media APDA dan EMBA 5. Sisa suspensi dipanaskan dalam penangas air pada suhu 800C selama 10 menit untuk membunuh sel vegetatif. 6. Selanjutnya, dari sisa suspensi yang telah dipanaskan tersebut diambil sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam cawan petri, kemudian dituangi media NA 7. Setelah semua agar dalam cawan petri membeku, cawan petri kemudian diinkubasikan (posisi cawan terbalik) pada suhu 300C selama 2 menit 8. Pertumbuhan mikroba kemudian diamati dan dihitung jumlahnya: a. Pada media SMA : koloni mikroba proteolitik dikelilingi areal bening b. Pada media EMBA : (a) koloni mikroba koliform fekal berwarna hijau metalik; (b) koloni mikroba koliform nonfekal berwarna merah muda dengan bintik hitam/gelap di tengan yang menyerupai mata ikan c. Dilakukan pewarnaan spora dari koloni yang tumbuh pada media NA Jumlah koloni/cm2 dihitung dengan rumus: Jumlah koloni/cm2= Jumlah koloni dalam cawan petri X 10* X 1 luas alat yang di-swab (cm2)

Beri Nilai