Anda di halaman 1dari 15

AKUNTANSI MANAJEMEN

HARGA TRANSFER YANG DAPAT DINEGOSIASIKAN DIVISI OTONOMI DAN ASPEK INTERNASIONAL DARI HARGA POKOK TRANSFER

DISUSUN OLEH: HERLINA SAMSI A31108275 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2010

BAB I PENDAHULUAN
Zaman mengalami begitu banyak perubahan. Dunia mengalami

perubahan dengan begitu cepat. Apalagi di zaman sekarang di mana arus globalisasi menguasai dunia. Globalisasi juga terjadi pada dunia bisnis. Hal ini menyebabkan cepat, pula ini meningkatnya terciptanya memaksa persaingan bisnis, teknologi baru. harus berkembang Keadaan dan yang manufaktur-manufaktur perusahaan-perusahaan

mengevaluasi kembali praktik-praktik bisnis mereka. Evaluasi kembali ini membawa pada perubahan-perubahan dalam filososfi manajemen dan sistem bisnis, yang kemudian mengharuskan para akuntan untuk mengevaluasi kembali kegunaan informasi untuk pelaporan eksternal, atau diciptakan pada saat teknologi dan sistem manufaktur sangat dipengaruhi oleh tenaga kerja manusia, dan saat ini tidak lagi mencukupi. Informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi yang sudah using terkadang tidak berguna dan dapat menyesatkan. Oleh karena itu, untuk menghadapi tekanan persaingan yang semakin meningkat, perusahaan cenderung untuk melakukan desentralisasi atas proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan sefisiensi. Desentralisasi adalah filosofi manajemen yang berusaha untuk membuat setiap divisi bisnis memiliki otonomi dan praktis. Tanggung jawab dan wewenang yang ke diperlukan untuk mengelola operasi divisional yang didelegasikan manajemen divisi. Penciptaan divisi

terdesentralisasi dan memiliki otonom dalam suatu perusahaan mengarah ada kebutuhan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja divisional. Pada pembahasan kali ini, kita akan menitikberatkan pada harga transfer antar divisi dalam suatu perusahaan yang terdesentralisasi. Hal-Hal yang mencakup pada pembahasan harga transfer berikut ini adalah: (1)Kita akan memulai pengenalan mengenai apa yang dimaksud dengan harga transfer itu dan metode-metode dalam harga transfer, di sini kita akan lebih membahas mengenai metode harga transfer negosiasi; (2) harga

pokok transfer divisi penjualan yang dapat diterima; (3) harga pokok transfer divisi pembelian yang paling tinggi yang dapat diterima; (4) Divisi penjualan dengan kapasitas yang menganggur, tidak menganggur, dan beberapa yang menganggur; (5) Evaluasi atas harga transfer yang dapat dinegosiasikan; (6) Aspek internasional dari harga pokok transfer.

BAB II PEMBAHASAN

Transfer Pricing/Harga Transfer

adalah harga yang dibebankan pada saat

satu divisi atau segmen memberikan barang atau jasa pada satu divisi atau segmen lain dari suatu perusahaan. Definisi lainnya Harga Transfer adalah nilai produk atau jasa dipertukarkan atau diperjual belikan antar pusat pertanggung jawaban di suatu perusahaan. Harga Transfer tidak sama dengan harga jual. Harga jual adalah nilai suatu produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan kepada pihak internal. Harga transfer di satu pihak (divisi yang memproduksi) merupakan pendapatan bagi pusat pertanggungg jawaban yang menyerahkan/ menjual produk atau jasa, dilain pihak (divisi yangmembeli) merupakan biaya bagi pusat pertanggung jawaban yang menerima produk atau jasa. Pada umumnya suatu perusahaan melakukan suatu penetapan harga transfer antara perusahaan dalam suatu group yang disebut intracompany transfer pricing. Contohnya: Indofood, mengimpor tepung terigu, dan menjadi bahan baku produk Perusahaan Super Mie di group perusahaan yang sama. Contoh lainnya: PT.(Persero) Garuda Indonesia, memiliki anak perusahaan PT.Aero Wisata yang beroperasi di bidang Catering pesawat udara, maka PT. Garuda membeli dari PT.Aero Wisata catering untuk penerbangan dalam dan luar negeri untuk kepentingan penumpangnya yang harganya lebih murah bila disbanding dennga perusahaan catering lainnya. Karena itu harga transfer harus dilakukan secara adil, agar tidak merugikan divisi yang menjual maupun yang membeli di intern perusahaan dan memberikan laba bagi masing-masing divisi dan perusahaan itu sendiri.

Harga transfer lazimnya dipraktikkan oleh perusahaan yang organisasinya berbentuk desentralisasi dan pertanggungjawaban dilakukan melalui pusat laba (profit center) atau pusat investasi (investment center) Ada tiga pendekatan yang digunakan dalam menyusun harga transfer, yaitu: 1. Mengizinkan manajer/divisi yang terlibat dalam harga transfer untuk menegosiasikan harga transfer mereka sendiri. 2. Menyusun harga transfer berdasarkan At Cost, yaitu: Biaya Variabel Biaya penuh/penyerapan (absorption costing)

1. Menyusun harga-harga transfer sesuai harga pasar. Selanjutnya, akan difokuskan pada harga transfer negosiasi. Di seluruh pembahasan harus tetap dipegang bahwa tujuan mendasar dalam penetapan harga transfer adalah memberikan motivasi kepada manajer untuk bertindak sesuai dengan kepentingan seluruh perusahaan. Sebaliknya, suboptimalisasi muncul sendiri. Pedoman penentuan Transfer Pricing ada dua hal, yaitu: Transfer Pricing Minimum adalah harga transfer yang tidak merugikan divisi atau segmen penjual barang atau produk kepada divisi intern perusahaan. Transfer Pricing Maximum adalah harga transfer yang tidak merugikan divisi atau segmen divisi pembeli apabila barang atau jasa dibeli daru divisi interen. Negotiation Based Transfer Pricing (Harga Transfer Negosiasi) Adalah penentuan harga transfer atas dasar tawar-menawar antara suatu divisi atau segemn penjual dengan divisi atau segmen pembeli. Metode ini adalah yang paling baik di antara metode transfer pricing yang lainnya, karena: Dengan asumsi divisi atau segmen mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan untuk menentukan harga transfer dan memiliki informasi tentang harga pasar atau harga pokok dari suatu prosuk atau jasa yang dipertukarkan. pada saat manajer tidak bertindak sesuai dengan kepentingan keseluruhan perusahaan atau bahkan untuk kepentingan terbaik pada divisinya

Adanya itikad baik dan kesepakatan untuk melakukan negosiasi di antara divisi yang satu dengan divisi yang lainnya.

Jika harga transfer negosiasi digunakan, manajer yang terlibat dalam transfer yang diusulkan di dalam perusahaan bertemu untuk membahas syarat dan ketentuan transfer. Mereka mungkin memutuskan untuk tidak melakukan transfer, tetapi jika mereka memutuskan untuk melakukan transfer , mereka harus sepakat dengan harga transfer. Secara umum, tidak dapat diperkirakan harga transfer pasti yang akan mereka sepakati. Namun, dapat secara pasti diperkirakan dua hal: (1) divisi penjualan akan setuju untuk mentransfer hanya jika laba divisi penjualan meningkat akibat transfer, dan (2) divisi pembelian akan setuju untuk transfer hanya jika laba divisi pembelian juga meningkat akibat transfer. Ini mungkin terlihat jelas, tetapi ini merupakan suatu hal yang penting. Jelas jika harga transfer berada di bawah biaya divisi penjualan, kerugian akan muncul dan divisi penjualan akan menolak untuk menyepakati transfer. Begitu juga, jika harga transfer yang ditetapkan terlalu tinggi, maka akan tidak mungkin bagi divisi pembelian untuk mendapatkan laba dari barang transfer itu. Untuk setiap transfer yang diusulkan, harga transfer memiliki batas bawah (ditentukan oleh divisi penjualan) maupun batas atas (ditentukan oleh divisi pembelian). Harga transfer aktual yang disetujui oleh dua manajer divisi tersebut dapat terletak di antara kedua batas tersebut. Batas ini menentukan kisaran harga transfer yang dapat diterima (range of acceptable transfer price) kisaran harga transfer di mana laba dari kesua divisi yang terlibat akan meningkat. Sebuah contoh akan membantu memahami harga transfer negosiasi. Harris & Louder,Ltd., memiliki restoran siap saji dan produsen makanan kecil dan minuman di Inggris. Salah satu restorannya, Pizza Maven, melayani berbagai minuman bersama dengan pizza. Salah satu dari minuman tersebut adalah bir jahe. Harris & Louder baru saja membeli divisi baru, Imoerial Beverages, yang menghasilkan bir jahe. Direktur Imperial Beverages telah mendekati direktur Pizza Maven mengenai pembelian bir jahe Imperial Beverage untuk penjualan di restoran Pizza Maven untuk menggantikan merek bir jahe yang biasa dipakai. Manajer di Pizza Maven setuju bahwa kualitas bir jahe Imperial Beverages sebanding dengan kualitas yang biasa mereka gunakan. Yang menjadi masalah hanyalah harga. Kenyataan-kenyataan yang ada sebagai berikut:

Imperial Beverage: Kapasitas produksi bir jahe setiap bulan barel Biaya variabel per barel bir jahe barel Biaya-biaya tetap per bulan Harga jual bir jahe Imperial Beverages di pasar luar barel Pizza Maven: Harga beli merek bir jahe yang biasa digunakan barel Konsumsi bir jahe bulanan barel 1. HARGA TRANSFER TERENDAH YANG DAPAT DITERIMA DIVISI 2.000 $18 per $70.000 $20 per $8 per 10.000

PENJUALAN Divisi penjualan Imperial Beverages akan tertarik pada transfer hanya jika labanya meningkat. Jelas, harga transfer tidak boleh berada di bawah biaya variabel per barel yaitu sebesar 48. Selain itu, jika Imperial Beverages memiliki kapasitas yang tidak mencukupi untuk mengisi pesanan Pizza Maven, maka Imperial Beverages harus mengorbankan beberapa penjualan regular. Imperial Beverages mengharapkan untuk mendapatkan kompensasi margin kontribusi dari penjualan yang hilang ini. Singkatnya, jika transfer tidak memiliki dampak terhadap biaya-biaya tetap, maka dari sudut pandang divisi penjualan, harga transfer harus menutupi biaya-biaya variabel dalam menghasilkan unit-unit yang ditransfer dan setiap peluang dari penjualan yang hilang: Perspektif Penjual: Harga Transfer Biaya variabel per unit+ Total margin kontribusi atas penjualan yang hilangJumlahh unit yang ditransfer

2.

HARGA

TRANSFER

TERTINGGI

YANG

DAPAT

DITERIMA

DIVISI

PEMBELIAN Divisi Pembelian, Pizza Maven, akan tertarik pada transfer hanya jika labanya meningkat. Dalam kasus seperti ini apabila divisi pembelian memiliki pemasok luar, keputusan dari divisi pembelian sangat sederhana. Mereka akan membeli dari divisi lain dalam satu perusahaan apabila harganya lebih rendah dari harga pemasok luar. Perspektif Pembeli: Harga Transfer Biaya pembelian dari pemasok luar Atau, jika tidak ada pemasol luar:

Harga Transfer laba yang akan diterima per unit yang dijual (tidak termasuk harga transfer) Kita akan mempertimbangkan beberapa situasi hipotesis yang berbeda dan melihat kisaran harga transfer yang dapat diterima pada setiap kondisi.

3. DIVISI PENJUALAN YANG MEMILIKI KAPASITAS MENGANGGUR, TIDAK MENGANGGUR, DAN BEBERAPA YANG MENGANGGUR DIVISI PENJUALAN YANG MEMILIKI KAPASITAS MENGANGGUR Anggaplah bahwa Imoerial Beverages memiliki kapasitas yang menganggur yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan bir di Pizza Maven tanpa harus mengurangi penjualan regular. Anggap juga bahwa Imperial Beverages menjual hanya 7.000 barel bir jahe per bulan. Tingkat penjualan tersebut menyisakan kapasitas yang tdak digunakan sebesar 3.000 barel per bulan lebih dari cukup untuk melayani permintaan Pizza Maven sejumlah 2.000 barel per bulan. Berapakah kisaran harga transfer yang akan membuat kedua divisi menjadi lebih baik dengan transfer 2.000 barel per bulan?

1. Divisi Penjualan, Imperial Beverages, akan tertarik pada transfer hanya jika: Harga transfer biaya variabel per unit+ Total margin kontribusi atas penjualan yang hilangJumlah unit yang ditransfer Karena Imperial Beverages memiliki kapasitas menganggur, maka tidak ada kehilangan penjualan regular. Karena biaya variabel per unit adalah $8, harga transfer terendah yang dapat diterima divisi penjualan juga sebesar $8. Harga transfer $8+$02.000=$8 2. Divisi pembelian, Pizza maven, dapat membeli bir jahe yang serupa dari pemasok luar seharga $18. Oleh karena itu, Pizza Maven tidak akan bersedia membayar lebih dari $18 per barel untuk bir jahe Imperial Beverages. Harga transfer Biaya pembelian dari pemasok luar=$18 3. Dengan menggabungkan persyaratan-persyaratan dari divisi penjualan maupun divisi pembelian, maka kisaran harga transfer yang dapat diterima dalam situasi ini adalah: $8 Harga Transfer $18 Dengan asumsi bahwa manajemen memahami usaha mereka sendiri dan bahwa mereka mau bekerja sama, mereka seharusnya setuju pada harga transfer di dalam kisaran ini. DIVISI PENJUALAN TANPA KAPASITAS MENGANGGUR Anggaplah bahwa Imperial Beverages tidak memiliki kapasitas menganggur; menjual 10.000 barel bir jahe setiap bulan ke pasar dengan harga $20 per barel. Untuk memenuhi pesanan dari Pizza Maven, Imperial Beverages harus menarik 2.000 barel dari pelanggan regulernya. Pada kisaran berapakah harga transfer akan membuat kedua divisi lebih baik dengan mentransfer 2.000 barel di perusahaan? 1. Divisi Penjualan, Imperial Beverages, akan tertarik pada transfer hanya jika:

Harga transfer biaya variabel per unit+ Total margin kontribusi atas penjualan yang hilangJumlah unit yang ditransfer Karena Imperial Beverages tidak memiliki kapsitas menganggur,maka terdapat penjualan ke luar yang hialng. Margin kontribusi per barel atas penjualan ke luar ini adalah $12 ($20 - $8). Harga Transfer $8+$20-$82.0002.000=$8+$20-$8=$20 Jadi, menurut divisi penjualan, harga transfer harus paling tidak menutup pendapatan atas penjualan yang hilang, yaitu $20 per barel. Ini masuk akal karena biaya dari memproduksi 2.000 barel adalah sama apakah bir jahe tersebut dijual di pasar dalam atau di pasar luar. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa divisi penjualan kehilangan pendapatan sebesar $20 per barel jika mentransfer ke Pizza Maven. 2. Seperti sebelumnya, divisi pembelian, Pizza Maven, tidak akan bersedia membayar lebih banyak daripada $18 per barel seperti yang telah dibayarkannya untuk bir jahe yang serupa dari pemasoknya yang biasa. Harga transfer Biaya pembelian dari pemasok luar=$18 3. Oleh karena itu, divisi penjualan akan berkeras pada harga transfer paling tidak $20. Tetapi divisi pembelian akan menolak setiap harga transfer di atas $18. Tidaklah mungkin memenuhi kedua divisi tersebut secara bersamaan; tidak ada kesepakatan atas harga transfer dan tidak ada transfer yang akan dilakukan. Apakah ini baik? Jawabannya adalah ya. Dari sudut pandang perusahaan secara keseluruhan, transfer tersebut tidaklah masuk akal. Mengapa menyerahkan penjualan seharga $20 untuk menghemat biaya sebesar $18?

DIVISI PENJUALAN MEMILIKI BEBERAPA KAPASITAS MENGANGGUR Sekarang misalkan bahwa Imperial Beverages menjual 9.000 barel bir jahe per bulan di pasar. Pizza Maven hanya dapat menjual satu jenis bir jahe. Mereka tidak dapat membeli 1.000 barel dari Imperial Beverages dan 1.000 barel dari pemasok biasa mereka; mereka harus membeli semua bir jahe mereka dari satu sumber saja.

Untuk mengisi keseluruhan 2.000 barel per bulan pesanan dari Pizza Maven, Imperial Beverages, harus mengambil alih 1.000 barel dari pelanggan regulernya yang membayar $20 per barel. Yang lainnya, 1.000 barel diperoleh menggunakan kapasitas menganggur. Pada kisaran berapakah harga transfer akan membuat kedua divisi lebih baik dengan mentrasnferkan 2.000 barel di dalam perusahaan? 1. Seperti sebelumnya, divisi penjualan, Imperial Beverages, akan bersikeras pada harga transfer yang paling tidak menutup biaya-biaya variabel dan biaya peluang mereka: Harga transfer biaya variabel per unit+ Total margin kontribusi atas penjualan yang hilangJumlah unit yang ditransfer Karena Imperial Beverages tidak memiliki kapasitas menganggur yang cukup untuk memenuhi seluruh pesanan sebesar 2.000 barel, maka terdapat kehilangan penjualan ke luar. Margin kontribus per barel atas penjualan ke luar sebesar 1.000 barel ini adalah $12 ($20 - $8). Harga transfer$8+$20-$81.0002.000=$8+$6=$14 Jadi, menurut divisi penjualan, harga transfer harus menutup biaya transfer $8 ditambah biaya penjualan yang hilang rata-rata sebesar $6. 2. Seperti sebelumnya, divisi pembelian, Pizza Maven, tidak akan bersedia untuk membayar lebih dari $18 yang dibayarkannya pada pemasok biasa. Harga transfer Biaya pembelian dari pemasok luar=$18 3. Dengan menggabungkan persyartan-persyaratan dari divisi penjualan maupun divisi pembelian, kisaran harga transfer yang dapat diterima adalah: $14Harga Transfer$18 Sekali lagi asumsikan bahwa manajer memahami usaha mereka sendiri dan bahwa mereka dapat bekerja sama dan bersepakat pada harga transfer di dalam kisaran ini.

4. EVALUASI TERHADAP HARGA TRANSFER NEGOSIASI

Jika transfer dalam suatu perusahaan akan mengakibatkan laba yang lebih tinggi bagi perusahaan, selalu terdapat suatu kisaran harga transfer yang memungkinkan baik divisi penjualan maupun divisi pembelian juga akan mendapatkan laba yang lebih tinggi jika mereka sepakat dengan harga transfer. Oleh karena itu, jika manajer memahami usaha-usaha mereka sendiri dan bekerja sama, maka seharusnya mereka selalu bersedia untuk membuat kesepakatan harga transfer jika kesepakatan ini mendukung kepentingan perusahaan secara keseluruhan. Sayangnya, tidak semua manajer memahami usaha mereka sendiri dan tidak semua manajer mau bekerja sama. Akibatnya, negosiasi-negosiasi seringkali terpecah bahkan pada kondisi apabila tercapai kesepakatan yang akan menguntungkan manajer tersebut. Kadang-kadang yang terjadi merupakan kesalahan cara manajer dievaluasi. Jika manajer ditarik untuk melawan satu sama lain daripada dibandingkan dengan kinerja masa lalu mereka atau tolak ukur yang masuk akal, maka akan selalu terjadi kondisi yang tidak mendukung kerja sama. Meskipun demikian, harus diakui bahwa dengan sistem evaluasi kinerja yang terbaik pun, beberapa orang menurut sifatnya tidak mau bekerja sama. Karena cekcok yang berkepanjangan yang seringkali menyertai perselisihan atas harga transfer, sebagian besar perusahaan menyandarkan pada beberapa usaha lain untuk menetapkan harga transfer. Sayangnya, sebagaimana yang kita lihat berikut ini, seluruh alternative harga transfer negosiasi memiliki kelemahan yang serius. Contoh Tambahan dari Referensi Lain: PT.Batu Halak dengan dua divisi yang saling melakukan transaksi, yaitu Divisi Penjual (A) dan Divisi Pembeli (B). Divisi A bekerja dengan full capacity dan menjual produknya ke pasar luar. Jika Divisi A tidak menjual kepada pasar luar/regular atau, dijual ke Divisi B, maka Divisi A dapat menghemat biaya pemasaran dan distribusi $700/unit. Perusahaan bekerja selama 250 hari/tahun, dan informasi kedua Divisi adalah berikut ini: Divisi A 50 unit 12.500 unit $500.000 Divisi B 40 unit 10.000 unit $400.000

Unit Terjual per Hari Per Tahun 250 hari Harga Jual $40/unit

Biaya

manufaktur $200.000 $10.000 $120.000 $120.000 $15.000 $110.000

variabel Biaya distribusi variabel Biaya tetap/tahun

Kedua divisi sepakat dan setuju melakukan harga transfer negosiasi dengan menjual produk dari Divisi A ke Divisi B, maka Divisi tidak perlu mengeluarkan biaya pemasaran dan distribusi variabel. Perhitungan: Harga Transfer Minimumnya $500.000 - $10.000 = $490.000 atau per

unitnya $490.000/12.500unit = $39,20. Di sini Divisi A tidak meraih laba atau rugi, namun Divisi B meraih laba = $400.000 Harga maksimumnya adalah $500.000 atau per unitnya $500.000/12.500unit = $40/unit Kedua Divisi hendak merealisasi harga transfer negosiasi yang sudah disepakati, yaitu: ($40 + $39,20)/2 = $39,60 Dengan adanya harga transfer negosiasi ini, maka tambahan laba untuk perusahaan adalah: Tambahan laba Divisi A = ($39,60 - $39,20)x40 unit = $16/unit atau per tahun 10.000 unit x $16 = $160.000 Tambahan laba Divisi B = ($40 - $39,60)x40 unit = $16/unit Tambahan laba untuk perusahaan ($40 - $39,20)x40 unit = $32/unit.

5. ASPEK INTERNASIONAL HARGA TRANSFER Tujuan harga transfer berubah apabila melibatkan multinational cosporation (MNC) serta barang dan jasa ditransfer melalui batas-batas negara. Tujuan penentuan harga transfer internasional, sebagaimana dibandingkan dengan penentuan harga transfer domestik. Tujuan penentuan harga transfer internasional terfokus pada meminimalkan pajak, bea cukai, dan resiko pertukaran asing, bersama dengan meningkatkan

suatu posisi kompetitif perusahaan dan memperbaiki hubungannya dengan pemerintahan asing. Walaupun tujuan domestik seperti motivasi manajerial dan otonomi divisi selalu penting, mereka seringkali menjadi sekunder pada saat transfer internasional terlibat. Perusahaan akan berfokus bukan pada pembebanan suatu harga transfer yang akan menyerang rekening pajak total atau yang akan memperkuat anak perusahaan asing.

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN:
Transfer Pricing/Harga Transfer adalah harga yang dibebankan pada saat satu divisi atau segmen memberikan barang atau jasa pada satu divisi atau segmen lain dari suatu perusahaan. Tiga pendekatan yang digunakan dalam menghitung harga transfer adalah (1)melalui negosiasi, (2) berdasarkan biaya (biaya variabel dan biaya penyeraan/penuh), dan (3) berdasarkan harga pasar. Harga transfer negosiasi adalah penentuan harga transfer atas dasar tawar-menawar antara suatu divisi atau segemn penjual dengan divisi atau segmen pembeli.

Pedoman penentuan Transfer Pricing ada dua hal, yaitu: Transfer Pricing Minimum adalah harga transfer yang tidak merugikan divisi atau segmen penjual barang atau produk kepada divisi intern perusahaan. Transfer Pricing Maximum adalah harga transfer yang tidak merugikan divisi atau segmen divisi pembeli apabila barang atau jasa dibeli daru divisi interen.

Perhitungan harga transfer negosiasi pada divisi penjualan berbeda-beda tergantung pada adanya kapasitas menganggur, tidak adanya kapasitas menganggur, dan adanya beberapa kapasitas menganggur.

Tujuan dengan

penentuan

harga

transfer posisi

internasional kompetitif

terfokus perusahaan

pada dan

meminimalkan pajak, bea cukai, dan resiko pertukaran asing, bersama meningkatkan suatu memperbaiki hubungannya dengan pemerintahan asing. Perusahaan akan berfokus bukan pada pembebanan suatu harga transfer yang akan menyerang rekening pajak total atau yang akan memperkuat anak perusahaan asing.

SARAN: Kita sebagai mahasiswa perlu mempelajari harga pokok transfer ini karena ini bisa dijadikan alternatif untuk menekan biaya yang terjadi dan dapat meningkatkan laba perusahaan. Jikalau masih terdapat informasi-informasi yang kurang lengkap, para pembaca disarankan untuk mencari referensi lain.

DAFTAR PUSTAKA

Garrison and Noren, Managerial Accounting, Eleventh edition, Mc Grawhill, 2006. Harga Transfer.dion.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../TRANSFER+PRICE. doc

Pelaporan Segmen dan Desentralisasi, Transfer Harga. pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../93004-10486524446616.doc Penentuan Harga Transfer.pksm.mercubuana.ac.id/new/.../files.../9300410-969536808977.doc Transfer Pricing.repository.binus.ac.id/content/F0572/F057228266.ppt