P. 1
kependudukan

kependudukan

|Views: 434|Likes:
Dipublikasikan oleh Nuryani Oktarina

More info:

Published by: Nuryani Oktarina on Jul 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2012

pdf

text

original

1

PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia yang dibina oleh Bapak Ludhi

Oleh Kelompok VI: Fajar Doni Ardianto Efendi Tri Krisdianto Beni alif ayu wijaya Irvan Fachrudin 407413412198 407413412193 407413412187 407413412149

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS EKONOMI JURUSAN S1 MANAJEMEN Oktober 2008

2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terpadat ke-4 di dunia. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York. Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan. Dari segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain : • • • Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa - sangat jarang di Kalimantan dan Irian. Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok balita dan remaja masih sangat besar. Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun. • • • Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa. Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal; belum mendapat perhatian serius Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi

Bagaimana pandangan umum tentang ketenagakerjaan di Indonesia? 4. Bagaimanakah pekerjaan dan tingkat upah yang berlaku diIndonesia? 5. kepadatan. 3. 5. Untuk mengetahui karakteristik kependudukan di Indonesia. Untuk mengetahui ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk mengetahui kebijaksanaan kependudukann dan ketenagakerjaan. Bagaimana campur tangan pemerintah tentang kependudukan dan tenagakerjaaan? 1. Bagaimana karateristik kependudukan Indonesia? 3. . Untuk mengetahui jumlah.3 Tujuan Penulisan Makalah 1. 2. dan laju pertumbuhan penduduk. 4. Untuk mengetahui angkatan kerja dantingkat upah di Indonesia.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakgn yang ada penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut : 1.3 1. Bagaimana laju pertumbuhan penduduk di Indonesisa? 2.

namun penurunan karena kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian.92 persen per tahun.1 Laju Pertumbuhan Penduduk Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205. Turunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian. Crude Birth Rate (CBR) turun dari sekitar 21 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi 15 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksi.34 persen dan 0.1 juta pada tahun 2000 menjadi 273. Dalam dekade 1990-2000. Walaupun demikian. Namun secara perlahan persentase penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa terus menurun dari sekitar 59. padahal luas pulau itu kurang dari tujuh persen dari luas total wilayah daratan Indonesia.49 persen per tahun.1 Penduduk di Indonesia Dalam wikipedia dijelaskan bahwa penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.1.4 BAB II KAJIAN TEORI 2. Sejak tahun 1930.2 juta pada tahun 2025 (Tabel 2. Sebaliknya persentase penduduk yang tinggal di pulau pulau lain meningkat seperti. penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1.1 persen pada tahun 2000 menjadi 55. sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Pulau . Angka Jumlah penduduk Indonesia dapat dijumpai pada hasil Sensus Penduduk terbitan Biro Pusat Statistik 2.1). pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan terus menurun. kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1. sedangkan Crude Death Rate (CDR) tetap sebesar 7 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama. Salah satu ciri penduduk Indonesia adalah persebaran antar pulau dan provinsi yang tidak merata.4 persen pada tahun 2025.

5 Sumatera naik dari 20. provinsi yang laju pertumbuhannya naik pesat minimal sebesar 0. Jumlah penduduk di setiap provinsi sangat beragam dan bertambah dengan laju pertumbuhan yang sangat beragam pula.7 persen. Sulawesi Tengah. Jawa Tengah. memperlihatkan dua provinsi dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk minus yaitu. yaitu pola migrasi menurut umur selama periode proyeksi dianggap sama dengan pola migrasi periode 1995-2000.5 persen pada periode yang sama.50 persen dibandingkan periode sebelumnya (1990-2000) adalah Nanggroe Aceh Darussalam.1. Nanggroe Aceh Darussalam dan DKI Jakarta. Sebagai contoh. Kep. terutama untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Selatan. Kondisi ini kemungkinan akibat dari asumsi migrasi yang digunakan. Selain pertumbuhan alami di pulau-pulau tersebut memang lebih tinggi dari pertumbuhan alami di Jawa. Bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan periode 1990-2000. maka terlihat laju pertumbuhan penduduk di beberapa provinsi ada yang naik pesat dan ada pula yang turun dengan tajam (data tidak ditampilkan). faktor arus perpindahan yang mulai menyebar ke pulau-pulau tersebut juga menentukan distribusi penduduk. jauh lebih tinggi dari provinsi-provinsi pengirim migran lainnya. Gorontalo dan Papua. . Bengkulu. Sementara.5 persen menjadi 6. Tabel 2. provinsi-provinsi yang laju pertumbuhan penduduknya turun tajam minimal sebesar 0. Bangka Belitung.40 persen dibandingkan periode sebelumnya adalah Lampung. Kalimantan naik dari 5.7 persen menjadi 22. Pola migrasi provinsi ini pada periode 1995-2000 adalah minus di atas 10 persen. DKI Jakarta dan Maluku Utara.

60 4.17 1.78 94.14 1.57 2.81 33.16 0.32 2.05 0.83 51.01 73.55 DARUSSALAM 12.08 74.34 0. BENGKULU 2.26 1.00 16.78 0.34 1.40 2.60 0.17 0.64 1.57 1.61 .41 1.69 0.26 1.26 1. RIAU 4.79 2.66 2.37 1.75 1.81 0.42 1.79 1.47 1.25 3. SUMATERA 1. KALIMANTAN 1.69 1.33 1.20 0.47 0.37 1.50 1.77 TIMUR 71.51 1.46 0.00 2. MALUKU UTARA 1.80 20202025 (6) -0.29 20102015 (4) 0.51 2.01 0.99 1.63 1.72 2.18 0. JAWA TENGAH 0. SUMATERA BARAT 0.11 1.91 81.6 Tabel 2. PAPUA 2.46 1.99 0.30 1.35 13.18 1.58 1.77 1. SULAWESI TENGAH 2. SULAWESI UTARA 1.53 0.78 1. SULAWESI 2.08 1. D I YOGYAKARTA 1.00 0.29 1.23 1.54 (1) 11.53 1.23 1.35 1.51 0.73 0.76 TENGGARA 75.37 1.32 1.95 0.35 0.04 20152020 (5) 0.19 2.70 SELATAN 17.44 0.61 19.27 0.31 2.14 0.68 1. NANGGROE ACEH 0.66 SELATAN 64.37 72.41 52.66 82. JAWA TIMUR 0. KALIMANTAN 2.67 BARAT 53.82 BARAT 62. NUSA TENGGARA 1.69 3. GORONTALO 0.77 1.09 1.66 2.68 1.45 36.85 1.42 34.67 1.94 0.63 0.30 15.58 1.54 1.94 1.28 1.53 1.11 0. B A L I 1.54 TIMUR 61.13 18.27 0.33 0. KEPULAUAN BANGKA 1.66 0. DKI JAKARTA 0.20 1.48 1. BANTEN 2.37 1.14 0.26 0.63 1.47 2.71 14.85 1.91 2. NUSA TENGGARA 1. M A L U K U 1.89 1.88 0. LAMPUNG 1.54 BELITUNG 31.95 -0.00 35.95 0.12 2. SULAWESI SELATAN 1. KALIMANTAN 1.1 Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Provinsi 2000-2025 (dalam %) Propinsi 20002005 (2) 20052010 (3) 0.04 1. KALIMANTAN 2.91 1. JAMBI 2.39 3.01 2.33 2.87 TENGAH 63.80 32.49 0. SUMATERA UTARA 1.41 1.45 0.93 1.01 1.07 1. JAWA BARAT 1.54 1.

7 Sumber: 2008 Data Statistik Indonesia Tabel 2.2 Perkiraan jumlah penduduk sampai tahun 2050 2.2 Karakteristik Kependudukan Indonesia .

7 persen menjadi 8.5).7 persen pada tahun 2000 menjadi 22. walaupun dari hasil sensus dan survei-survei yang lalu proporsi penduduk muda tersebut menunjukkan kecenderungan makin menurun.3).8 Struktur umur penduduk Indonesia masih tergolong muda. .8 persen pada tahun 2025 (Tabel 2. Perubahan susunan ini mengakibatkan beban ketergantungan (dependency ratio) turun dari 54.5 persen (Tabel 2.7 persen (Tabel 2. Menurunnya rasio beban ketergantungan menunjukkan berkurangnya beban ekonomi bagi penduduk umur produktif (usia kerja) yang menanggung penduduk pada umur tidak produktif. Proporsi anak-anak berumur 0-14 tahun turun dari 30. 15-64 tahun meningkat dari 64.6 persen menjadi 68.4) dan mereka yang berusia 65 tahun ke atas naik dari 4.5 juga menunjukkan pola yang sama.3 sampai dengan Tabel 2.70 persen pada tahun 2000 menjadi 45. Susunan umur penduduk hasil proyeksi yang disajikan pada Tabel 2.50 persen pada tahun 2025. Asumsi tentang penurunan tingkat kelahiran dan kematian Indonesia seperti diuraikan di atas sangat mempengaruhi susunan umur penduduk. Dalam kurun yang sama mereka yang dalam usia kerja.

7 32.7 26.0 31. JAWA TIMUR 36.4 30. D I YOGYAKARTA 35.6 26.1 26.3 21. JAWA TENGAH 34. SUMATERA BARAT 14.6 28.2 26.2 24.5 25.4 24.9 19.2 36.4 23.7 25.8 25.1 28.0 21.0 27.7 24.6 28.1 22.4 19.0 28.0 34.5 23. JAWA BARAT 33.9 25.0 38. GORONTALO 81.3 16.3 28.1 23.5 25.2 26.6 26.6 35.3 26.5 31.0 30. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 31.0 21.7 30. JAMBI 16.4 30.9 31.0 27.1 32.6 20.4 29.7 28.8 26.3 31.4 24.0 26.8 39.2 25.8 22.5 26.3 34.9 23.9 23.2 22. SUMATERA SELATAN 17. KALIMANTAN TENGAH 63.1 24.6 29.9 Tabel 2.4 22.3 25.1 38.9 33.0 30.0 26.0 24.1 27.0 17.0 24.1 24.5 26.0 34.3 28.1 26. NANGGROE ACEH DARUSSALAM 12.8 30.3 34.2 26.0 28.0 18.0 23.3 28.0 23.2 23.7 19.4 27.3 28.9 20.5 28.9 25.4 27.1 35. BENGKULU 18.4 26.4 33.6 25.1 28.8 36.5 25.6 23. SUMATERA UTARA 13.4 Tabel 2.3 31. KALIMANTAN BARAT 62.3 24.3 22.2 31.5 25.1 26.4 24.5 26.8 36.1 34.5 32. DKI JAKARTA 32.6 27.0 30. LAMPUNG 19.9 31.5 35.7 25.3 Estimasi Proporsi Penduduk Umur 0-14 menurut Provinsi Tahun 2000-2025 (dalam %) Propinsi (1) 11.3 28.0 21.2 24.3 28.0 29.5 33. B A L I 52.0 24.5 17.8 25.4 25.2 27. BANTEN 51.1 31. KALIMANTAN SELATAN 64.7 29. RIAU 15.2 24. NUSA TENGGARA BARAT 53.0 24.2 25. PAPUA 2000 2005 2010 2015 2020 2025 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 36.7 32.2 37.2 24.6 32.4 24.5 32.9 20.5 26. MALUKU UTARA 94. KALIMANTAN TIMUR 71.3 31. SULAWESI SELATAN 74.6 17.8 27.3 29.1 26.9 32.9 22.4 24.9 26.5 33. M A L U K U 82.1 35.2 35.3 29. SULAWESI TENGAH 73.1 34.7 23.7 30.7 27.9 26.5 31.4 Estimasi Proporsi Penduduk Umur 15-64 menurut Provinsi Tahun 2000-2025 (dalam %) .6 28.1 29.4 19.9 25.2 30.4 26.0 33.4 27.9 25. SULAWESI TENGGARA 75.9 25.9 34.1 25.7 27.6 20.8 24.1 25. SULAWESI UTARA 72.2 29.7 20.1 26. NUSA TENGGARA TIMUR 61.

3 60.1 69.1 70.9 71. SUMATERA SELATAN 17.0 70.7 65.9 Tabel 2.0 67.2 68.2 66.4 65. JAMBI 16.1 67.0 69.5 67.2 69.6 65. SULAWESI TENGAH 73.7 70.3 61.4 71.7 67.4 69.1 68.9 65. KALIMANTAN BARAT 62.7 63. KALIMANTAN SELATAN 64.6 69.1 65.7 71.9 71.7 70.1 67.1 69.7 59. NANGGROE ACEH DARUSSALAM 12.3 61.6 68.7 69. KALIMANTAN TENGAH 63.1 65.8 68.6 66.1 67.2 70.9 69.4 66.1 67.7 70.1 72.8 69.0 66. KALIMANTAN TIMUR 71.2 69. JAWA TIMUR 36.4 64.0 66.0 68.10 Propinsi (1) 11.2 70.9 69. NUSA TENGGARA BARAT 53.1 68.8 66.4 69.9 69.2 62.7 72. LAMPUNG 19. NUSA TENGGARA TIMUR 61.3 67.9 65.5 64.9 70.1 71.8 67.4 67.7 65.4 71. GORONTALO 81. SUMATERA BARAT 14.8 69. SULAWESI UTARA 72.3 60. M A L U K U 82.5 67.4 67.1 67. SULAWESI TENGGARA 75. SUMATERA UTARA 13.7 66.2 67. DKI JAKARTA 32. B A L I 52.4 71.4 69. BENGKULU 18.9 69.5 66.6 69.2 60.0 63.5 66.8 73.0 67.8 63.9 61.9 65.4 62.5 66. D I YOGYAKARTA 35.3 65.6 69.0 71.6 71.1 68. MALUKU UTARA 94.5 62.8 65.0 68.4 68.6 73.0 69.1 67.0 67.8 67.0 69.2 68.9 71.6 68. RIAU 15.8 60.9 69.3 61.6 67.9 64.7 73.3 69.4 65.0 65.9 69.4 69.6 70.0 68.5 67.1 71.2 69.6 64.6 70.7 66. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 31.5 68.4 68.9 71.5 60.9 57.9 69.4 67.7 66.0 68.8 67.2 69.4 68.4 62.1 62.2 63.6 62.7 65.6 69.3 67.1 68.5 Estimasi Proporsi Penduduk Umur 65+ menurut Provinsi Tahun 2000-2025 (dalam %) Propinsi (1) 2000 2005 2010 2015 2020 2025 (2) (3) (4) (5) (6) (7) .9 64.5 67.0 58.8 68.7 69.3 64.1 68.2 68.9 65.4 70. BANTEN 51.0 72.1 68.2 64. JAWA BARAT 33.5 62.2 67.9 66.0 69.0 67.9 57. JAWA TENGAH 34.1 69.9 67.9 69.9 70.0 65.7 70.3 68.0 62.6 63. SULAWESI SELATAN 74.1 69.6 70.9 69. PAPUA 2000 2005 2010 2015 2020 2025 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 60.9 66.1 68.

DKI JAKARTA 32.3 3.9 7.8 6.6 5.2 4.0 3.7 4.5 9. KALIMANTAN BARAT 62.7 6.6 3.8 2.9 7.1 2.5 6.8 6.1 2. NANGGROE ACEH DARUSSALAM 12.7 5.5 4. LAMPUNG 19.9 9.4 4.1 3.4 5.3 2.2 3.0 6.2 2. NUSA TENGGARA TIMUR 61.1 4.5 3.0 6. NUSA TENGGARA BARAT 53.2 6.9 7.1 6.8 6.0 3.6 4. GORONTALO 81.9 .2 3.1 3.9 11.2 3.3 3.6 7.7 8. M A L U K U 82.7 5.4 2.6 7.7 2.4 6. JAWA TENGAH 34.1 3.5 8.6 3.9 4.6 5.3 4.2 23.7 7.4 6. KALIMANTAN TIMUR 71.11 11.7 6.1 5.8 2. JAMBI 16.0 7.7 2. JAWA TIMUR 36.5 5.0 1.1 5.6 5.6 3.8 5.8 4.7 3.1 5.7 2.6 3.6 perbandingan demografis ANGKA ANGKA TOTAL KELAHIRAN KEMATIAN FERTILITY KASAR (AKLK) KASAR (AKK) RATE (TFR) 1994 1995 1997*) 1994 1995 1997*) 1995 1996 1997*) ***) 1 Brunei Darussalam 27 23.0 6.3 4.7 6.1 12. SULAWESI UTARA 72. SUMATERA UTARA 13. PAPUA 3.6 7. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 31.4 5.9 3.8 5.2 4.7 5.2 5.3 6.6 3.4 4.6 5.4 4.1 7.3 4.5 5.3 12.4 3.4 2.5 5. KALIMANTAN TENGAH 63.5 5. NEGARA Tabel 2.1 3.0 2.3 3. KALIMANTAN SELATAN 64.5 9.0 4.1 3.3 10.8 3.4 5.4 3.2 5.6 6. SULAWESI SELATAN 74.9 6.5 4.2 9.9 6.8 5.8 3.4 7. MALUKU UTARA 94.3 4.5 2.2 3. B A L I 52.0 3.5 3.6 4.5 9.6 3.3 4.8 10. SUMATERA BARAT 14.2 6.3 3.6 3.0 4.7 5.2 5. BANTEN 51.4 6.6 NO.9 4.2 6.5 3.9 3.1 2.5 4.2 1.8 7.8 8. RIAU 15.2 2.5 3.7 4.8 4.4 10. SULAWESI TENGAH 73. JAWA BARAT 33.2 4. SUMATERA SELATAN 17.3 8.2 4.0 3. SULAWESI TENGGARA 75.2 3.2 5.8 5.9 6.4 3.4 6.6 3.8 4.0 4.3 8.5 4.2 7.1 3.9 8.5 4.5 5.4 4.3 4.9 3. BENGKULU 18.9 3.8 2.0 5.8 1.5 2.1 4.4 4.0 3.2 6.1 4.7 5.9 3.7 8.6 10.1 5.7 3.7 8. D I YOGYAKARTA 35.

minimnya perlindungan hukum 4. baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (www.1 1.6 31.7 10.2 9.0 4.7 1.8 26.5 4. rendahnya tingkat pendidikan buruh.0 ** 18.8 5.4 3. BKKBN. 2.7 1.7 1.9 42.3 7.6 8.2 INDONESIA 24 Sumber : ESCAP Population Data Sheet 1996 *) Asia Pacific Countries Profile. 1997 *** 1997 World Population Data Sheet 2.tempointeraktif.7 28.9 6.2 3.1 3.4 7.8 13.1 5.0 7.7 6.0 3.7 ** 7.9 5.9 3.8 2.0 3.6 14 8 15 5 11 7 5 6 8 12.9 4.6 6.2 2.3 3.9 5.3 25.12 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kamboja Laos Malaysia Myanmar Filipina Singapura Thailand Vietnam 38 43 28 32 30 17 20 29 39.0 13. tingginya jumlah penggangguran massal. 1. Masalah kontemporer ketenagakerjaan Indonesia saat ini menurut analisis kami berangkat dari 4 (empat) soal besar.9 22.7 3.8 5.8 2.1 25.3 5.0 7.2 17. secara garis besar penduduk suatu negara dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Tenaga Kerja adalah setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan/atau akan melakukan pekerjaan.9 3. Yang termasuk angkatan kerja ialah adalah penduduk . 2.0 25.8 22.2 31.3 3.4 28.9 16.8 26.0 4.8 ** 2.3 Ketenagakerjaan Untuk keperluan analisis ketenagakerjaan.0 27.0 2.7 16.3.1 Konsep dan Definisi Tenaga kerja dipilah pula kedalam dua kelompok yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.3 4.com). upah kurang layak. 3. yaitu.8 11.

informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Berikut ini adalah macam jenis & macam pengangguran yang lain: 1. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.com). Angkatan kerja itu sendiri dibedakan menjadi dua yaitu pekerja dan pengangur. tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mencari kerja (www. 2. dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan. Sedangkan yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja. Yang dimaksud dengan pekerja adalah adalah tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah (www. . tukan jualan duren yang menanti musim durian. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.13 berumur 15 tahun keatas yang selama seminggu sebelum pencacahan bekerja atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan mereka yang tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. 4. Penganguran semacam ini oleh BPS dinyatakan sebagai penganggur terbuka. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur.tempointeraktif.com).tempointeraktif. 3. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Pengangguran merupakan usaha mendapatkan pekerjaan yang tidak terbatas dalam jangka waktu seminggu yang lalu saja. tetapi bisa dilakukan beberapa waktu sebelumnya asalkan masih dalam status menunggu jawaban lamaran.

9 persen.8 juta orang dibandingkan bulan Agustus 2004 yang besarnya 104. Pada kondisi Pebruari 2005. merupakan ukuran yang menggambarkan jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 angkatan kerja. TPAK Indonesia pada Pebruari 2005 sebesar 68. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).14 2. berarti telah mengalami kenaikan sebesar 0. Dengan demikian. Bagian dari tenaga kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi disebut angkatan kerja. Jumlah penduduk yang bekerja tidak penuh (underemployment) pada bulan Februari 2005 mencapai 29. yang berarti menambah jumlah penganggur baru sebesar 600 ribu orang.9 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.9 juta orang. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi. lebih tinggi sedikit dibanding TPT pada bulan Agustus 2004 yang besarnya 9. Jumlah penduduk yang bekerja dalam 6 bulan yang sama hanya bertambah 1. dari 93.2 Angkatan Kerja Indonesia Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2004 dan Februari 2005 Jumlah angkatan kerja pada bulan Februari 2005 mencapai 105.6 juta orang atau 63. 2.2 persen.61 persen dari mereka berada di Pulau Jawa.02 persen. sehingga memberikan pengaruh terhadap faktor-faktor produksi di Indonesia.5 juta penduduk usia kerja.8 persen.2 juta orang. angka ini lebih tinggi dari keadaan Agustus 2004 sebesar 63.48 persen dibandingkan dengan kondisi Agustus 2004 yang besarnya 67. bertambah 1. sekitar 60.3. Secara langsung naik .3.2 persen dari seluruh penduduk yang bekerja. Kenaikan TPAK ini antara lain disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi nasional yang belum setabil.54 persen. tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada bulan Februari 2005 mencapai 10.7 juta menjadi 94. Jumlah pekerja informal pada Februari 2005 mencapai 60. di Indonesia terdapat 155.3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan.6 juta orang atau 31.3 persen.0 juta orang. angka ini lebih tinggi dari keadaan Agustus 2004 sebesar 29.8 juta orang.

Pada kelompok lansia (umur 60 +).45 persen. dan Sumatera Utara 3. provinsi Maluku mempunyai TPAK terendah 59. Selanjutnya pada kelompok umur yang lebih tua.72 persen.49 persen. Sulawesi Tengah 1.03 persen. Khusus provinsi NAD. dengan provinsi DKI dan Jawa Barat memiliki persentase tertinggi sebesar 14. Sejalan dengan angka tersebut. antara lain terdapat tiga provinsi masing-masing sebagai berikut : NAD (Nanggru Aceh Darussalam) 6. TPAK akan berangsur-angsur mengalami sedikit penurunan. yaitu dengan peningkatan TPT sebesar 3. TPAK antar propinsi mempunyai variasi yang cukup besar. Tingkat Penggangguran Terbuka (TPT) antar provinsi juga bervariasi cukup besar.18 persen. yang aktif dalam kegiatan ekonomi sekitar 50 orang.15 turunnya faktor produksi ini akan membeirikan dampak terhadap tinggi rendahnya faktor permintaan dan penawaran tenaga kerja. TPAK turun tajam menjadi hampir 52.45 persen. Selama bulan Agustus 2004 sampai dengan Februari 2005 terdapat beberapa provinsi yang mengalami peningkatan TPAK yang sangat besar.15 persen. Menurut golongan umur terlihat bahwa TPAK terendah pada kelompok umur 15-19 tahun.88.20 persen. peningkatan TPAK yang besar diikuti oleh TPT yang besar pula.22 persen dan tertinggi Nusa Tenggara Timur 79. Sedangkan TPAK tertinggi pada kelompok umur 45-59 tahun sebesar 80. Jambi 2. Sementara itu propinsi lain yang mengalami peningkatan TPT yang cukup nyata adalah Sulawesi Utara 3. yaitu 38.38 persen.78 persen. Kalimantan Timur 3.79 dan meningkat seiring bertambahnya umur. 2.55 persen. Pada Februari 2005.73 persen dan terendah di provinsi Bali sebesar 4. Hal ini menunjukkan bahwa dari 100 orang lansia.4 Pekerjaan dan Tingkat Upah Sebaran pekerjaan angkatan kerja dapat ditinjau dari tiga aspek yaitu • • • Lapangan pekerjaan Status pekerjaan Jenis pekerjaan . dan NTB (Nusa Tenggara Barat) 1.

013.205.00 970.619.00 833.000.193.00 990.00 813.583.000.60 1.00 980.000.1.000.00 .013. Bangka Belitung 9.000.000. -Tanjungsari. Sumatera Selatan 8.000.000.020.589.000. Cimanggung & Pamulihan) -Kab. Bengkulu 10.231.000.00 912.00 1.00 1.00 924.000.020. Nanggroe Aceh Darussalam 2.00 800.000. nama propinsi/Kabupaten/Kota: 1.000. Tanjungsari.00 763.00 1. Cimanggung & Pamulihan) Kabupaten Karawang Upah Minimum Kelompok I Upah Minimum Kelompok II Upah Minimum Kelompok III 700. Riau 5.4.528.015. Jawa Barat Kabupaten Bogor Kota Depok Purwakarta Kota Bekasi Upah Minimum Kelompok I Upah Minimum Kelompok II Kabupaten Bekasi Upah Minimum Kelompok I Upah Minimum Kelompok II -Kab.16 2.000.000. Sumatera Barat 4. Sumedang (diluar Jatinangor. Lampung 11.225.00 568.00 724.00 886. Jambi 7.00 683. Sumedang (Jatinangor.00 1.500.00 962.000.00 800.39 873. Kepulauan Riau 6.00 743.00 1.00 822. Sumatera Utara 3. DATA UPAH MINIMUM PROPINSI (UMP) 2008 Berikut ini adalah data UMP tahun 2008.000.

868. Jawa Timur Kota Surabaya Kabupaten Sidoarjo 17.17 Kota Bandung Kabupaten Bandung 12.00 712.000.00 650.80 837.00 971.00 953.000. Bali Kabupaten Badung Kota Denpasar Kabupaten Gianyar Kabupaten Jembrana Kabupaten Karangasem Kabupaten Klungkung Kabupaten Bangli Kabupaten Tabanan Kabupaten Buleleng 18. DKI Jakarta 13. Jawa Tengah 15.850. Yogyakarta 16.00 586.000.00 685.00 825.604.00 730.000.00 685.00 805.000.000. Kalimantan Barat 21.00 972.000.000.400. Maluku Utara 26.980.000.00 645.00 805. Gorontalo 27. Kalimantan Timur 24.500.00 600.00 700.00 760.00 - .000.000.000.000.00 737.00 802.000.00 800. Sulawesi Utara 939.000.00 685.000. Banten Kabupaten Tangerang Kota Cilegon 14. Nusa Tenggara Barat 19.320.00 700. Nusa Tenggara Timur 20.000. Maluku 25.000.00 547. Kalimantan Selatan 22.00 895.00 686.00 765. Kalimantan Tengah 23.000.00 815.000.500.

Papua 700. Sulawesi Tengah 30.00 BAB III STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN 3.00 1. Ada seseorang HR di sebuah perusahaan garment bercerita bahwa dia merekrut beberapa orang karyawan harian lepas untuk menyelesaikan order dari luar.00 670.00 740.500.105. Sulawesi Barat 32.520.000.18 28.000. sistem pembayaran harian tetapi dibayar seminggu sekali.00 760.500. Sulawesi Selatan 31. Sulawesi Tenggara 29. suatu saat .1 Studi Kasus Kasus ketenagakerjaan – tenaga lepas.

Dalam regulasi tenaga kerja kita memiliki beberapa hak harian lepas yang harus dipenuhi semacam THR/jamsostek/ kesehatan (dalam istilahnya selalu 'karyawan' yaitu yang menerima upah artinya harian lepas juga dong?) yang jarang dipenuhi pengusaha. Hal ini akan sangat melemahkan posisi pengusaha dalam kasus yang berhubungan dengan perselisihan industrial. selain itu kadang juga pengusaha membiarkan harian lepas bekerja lebih dari 3 bulan dan tanpa benefit apapun. selain itu juga ada kabar burung bahwa merekapun meminta uang ala kadarnya. dalam mediasi tersebut dipertanyakan mana perjanjian kerja harian lepasnya? Mana bukti bahwa dia dibayar secara harian? Ujung-ujungnya ketika diberikan bukti pembayaran ditanya lagi mana pembayaran jamsosteknya? Bukti potongan dan setoran pajaknya mana? Beberapa terdapat exceeding working hour diatas 3 jam melanggar dan tidak dibayar. akhirnya semua pekerja harian lepas tersebut diberhentikan. akhirnya dilakukan mediasi. tadi pagi jam 9 . kedua pihak bisa saling memanfaatkan.19 ordernya berhenti entah apa sebabnya. (http://www.com/buni@yahoogroups.mail-archive. namun tidak disangka orang-orang tersebut menolak dan minta uang jasa atau dalam bahasa sunda “uang kadeudeuh”.html) Pembahasan Dari kasus diatas dapat dilihat bahwa tanpa perjanjian kerja sangat riskan sekali karena hubungan antara pekerja dan pengusaha menjadi terbuka. Akhirnya Depnaker memberikan anjuran kepada pekerja untuk menerima tapi juga menganjurkan kepada pengusaha untuk memberi sedikit “uang kadeudeuh” karena alasannya karyawan tertipu dijanjikan sebagai karyawan normal nyatanya harian lepas (itupun tidak ada bukti tertulis). kebetulan salah seorang yang agak rebelling sedikit mengerti hukum ketenagakerjaan karena pernah ikut serikat pekerja melakukan protes dan berasumsi bahwa dimata hukum mereka sama dengan permanen dan dia melaporkan hal ini ke depnaker setempat. Sedikit bercerita. Selain itu jika ada kasus menjadi memakan waktu dan tenaga yang seharusnya berjalan lancar sesuai rencana.com/msg00124. dst. Kasus uang pesangon yang rendah Akhirnya keluar juga putusan PHK dari manajemen tapi tidak semua anggota Serikat diPHK tetapi hanya 20 orang.

lebih baik tidak usah diberi uang pesangon saja. manajemen perusahaan dan sebagai mediator dari pihak Disnaker.20 pertemuan tripartit kedua antara Serikat. padahal perusahaan sudah menerima penghargaan dari bapak persiden (artinya kan bukan perusahaan yang kecil). 5 diantaranya adalah pentolan Serikat termasuk ketua. Daripada ribut masalah uang pesangon. ikhlas…” kata penulis studi kasus. bayangkan saja pihak perusahaan menawarkan kompensasi 1 bulan gaji dibayarkan mulai 15 Oktober 2008 secara bertahap. Yang tidak bisa kita terima adalah masalah kompensasi. Mana hati nurani anda bapak pimpinan CV. Jika uang pesangonnya tetap sebesar itu dan tidak ditambah.com/2008/09/11/perkembangan-kasus-tenaga-kerjadikantorku-5/) Pembahasan Dari kasus diatas dapat dilihat bahwa perusahaan tidak punya perasaan dengan memberi uang pesangon yang sedikit. Selain itu juga perusahaan sebesar itu seharusnya sudah ada JAMSOSTEK. . Dari pihak yang diPHK sudah menerima putusan tersebut karena memang kita mengharapkan hal tersebut. jika tidak ada JAMSOSTEK maka itu termasuk tindakan pidana yang mana berdasarkan pasal 29 UU Jamsostek hukumannya penjara maksimal 6 bulan atau denda maksimal 50 juta. Dari perusahaan sendiri sudah mewakilkan ke pengacara. Dari pihak yang diPHK juga tidak menerima keputusan itu dan mereka tetap menuntut sesuai yang terdapat di UU No 13 Th 2003 tentang ketenagakerjaan. Magetan Putera penerima penghargaan primaniyarta dari Presiden SBY ? (http://redys.wordpress. SekJend. Singkat cerita bapak pengacara itu membaca 20 nama yang diPHK. sebaiknya perusahaan sadar diri dan memenuhi tuntutan mereka (menaikan jumlah uang pesangon). Bendahara (penulis studi kasus) dan Divisi Advokasi. Itupun juga demi nama baik perusahaan. Disnaker pun setelah mendengar besarnya kompensasi secara langsung malah mencibir “mbok ora usah diwenehi sisan wae”. ”Kalo cuma 1 bulan gaji mendingan saya ikhlaskan saja untuk perusahaan deh untuk beli bahan produksi biar bisa jalan lagi deh..

Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia. menjadikan negara ini negara dengan penduduk terpadat ke-4 di dunia. dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.21 BAB IV KESIMPULAN Dari makalah diatas dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa. .

walaupun dari hasil sensus dan survei-survei yang lalu proporsi penduduk muda tersebut menunjukkan kecenderungan makin menurun. Menurunnya rasio beban ketergantungan menunjukkan berkurangnya beban ekonomi bagi penduduk umur produktif (usia kerja) yang menanggung penduduk pada umur tidak produktif.6). penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1. Proporsi anak-anak berumur 0-14 tahun turun dari 30.8 persen pada tahun 2025 (Tabel 2.70 persen pada tahun 2000 menjadi 45.7 persen (Tabel 3.wordpress.wordpress.49 persen per tahun.50 persen pada tahun 2025.7 persen pada tahun 2000 menjadi 22.4. Perubahan susunan ini mengakibatkan beban ketergantungan (dependency ratio) turun dari 54. Asumsi tentang penurunan tingkat kelahiran dan kematian Indonesia seperti diuraikan di atas sangat mempengaruhi susunan umur penduduk.5). Dalam dekade 19902000.92 persen per tahun Struktur umur penduduk Indonesia masih tergolong muda.6 persen menjadi 68. DAFTAR PUSTAKA http://aricloud.5) dan mereka yang berusia 65 tahun ke atas naik dari 4. 15-64 tahun meningkat dari 64.6 juga menunjukkan pola yang sama.7 persen menjadi 8. sampai dengan Tabel 2. Susunan umur penduduk hasil proyeksi yang disajikan pada Tabel 2.22 Pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan terus menurun.5 persen (Tabel 3. kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1.com/2008/03/14/standar-gaji-dan-umr-dki-jakarta/ diakses 25 September 2008 http://elektrojoss.34 persen dan 0. Dalam kurun yang sama mereka yang dalam usia kerja.com/2007/06/12/tiga-faktor-mendasar-penyebabmasih-tingginya-pengangguran-di-indonesia/ diakses 18 September 2008 .

org/wiki/Upah_Minimum_Regional diakses 18 September 2008 http://organisasi.kapanlagi.com/content/view/919/934/ diakses 18 September 2008 http://www.com/2008/09/11/perkembangan-kasus-tenaga-kerjadikantorku-5/ diakses 25 September 2008 http://www.com/content/view/920/936/1/1/ diakses 18 September 2008 http://www.htm diakses 25 September 2008 http://www.datastatistik-indonesia.mail-archive.html diakses 25 September 2008 .angelfire.datastatistik-indonesia.com/content/view/920/936/1/2/ diakses 18 September 2008 http://www.com/id/edicahy/ceritakami/cerkam10.datastatistik-indonesia.datastatistik-indonesia.datastatistik-indonesia.com/content/view/920/936/1/4/ diakses 18 September 2008 http://www.23 http://id.com/content/view/920/936/1/3/ diakses 18 September 2008 http://www.wikipedia.html diakses 25 September 2008 http://www.datastatistik-indonesia.com/h/0000156200.com/msg00124.com/buni@yahoogroups.org/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguranfriksional-struktural-musiman-siklikal diakses 18 September 2008 diakses 25 September 2008 http://redys.wordpress.com/content/view/920/936/ diakses 18 September 2008 http://www.com/content/view/313/313/1/1/ diakses 18 September 2008 http://www.datastatistik-indonesia.

24 Pengertian Dasar Tentang Kependudukan Apakah kependudukan itu? Para ahli biasanya membedakan antara ilmu kependudukan (demografi) dengan studi-studi tentang kependudukan (population studies). persebaran dan komposisi kependudukan serta bagaimana ketiga faktor tersebut berubah dari waktu ke waktu. Ilmu demografi juga ada yang bersifat kuantitatif dan yang bersifat kualitatif . Demografi berasal dari kata Yunani demos – penduduk dan Grafien – tulisan atau dapat diartikan tulisan tentang kependudukan adalah studi ilmiah tentang jumlah.

sosilogi. pertanian.000 tahun untuk mencapai jumlah penduduk 250 juta orang. perpajakan. Tetapi Demografi yang bersifat kualitatif lebih banyak menerangkan aspek-aspek kependudukan secara deskriptif analitik. Ketiga komponen pokok dan dua faktor penunjang kemudian digunakan sebagai variabel (perubah) yang dapat menerangkan hal ihwal tentang jumlah dan distribusi penduduk pada tempat tertentu. Para pengusaha industri dapat menggunakan informasi tentang kependudukan untuk perencanaan produksi dan pemasaran.25 Demografi yang bersifat kuantitatif (kadang-kadang disebut Formal Demography – Demography Formal) lebih banyak menggunakan hitungan-hitungan statistik dan matematik. kedokteran. Disiplin lain banyak berhubungan dengan demografi antara lain matematika. Sejarah Pertumbuhan Penduduk Dunia dan Indonesia Nampaknya sukar untuk mengetahui secara tepat kapan munculnya makhluk yang disebut homo sapiens (manusia) di dunia ini. dan tentang prediksi pertumbuhan penduduak di masa mendatang dan berbagai kemungkinan akibat-akibatnya Berbagai macam informasi tentang kependudukan sangat berguna bagi berbagai pihak di dalam masyarakat. ekonomi. Waktunya mungkin tidak dipermasalahkan akan tetapi yang jelas angka pertambahan pendudukanya sangat lambat. Tentang hubungan antara perkembangan penduduk dengan berbagai variabel (perubah) sosial. cacah kelahiran (fertilitas). Pada tahun 1 sesudah masehi. kesejahteraan.Bagi pemerintah informasi tentang kependudukan sangat membantu di dalam menyusun perencanaan baik untuk pendidikan. Para Ahli memperkirakan pada sekitar 35. . fenomena dan masalah-masalah penduduk dalam kaitannya dengan situasi sosial di sekitarnya. Ilmu kependudukan yang perlu mendapat perhatian kita sekarang adalah lebih menyerupai studi antar disiplin ilmu yang dipadu dengan analisis demografi yang lazim diberi istilah Demografi Sosial. penduduk dunia diperkirakan berjumlah 250 juta. Bagi sektor swasta informasi tentang kependudukan juga tidak kalah pentingnya. Sedangkan dua faktor penunjang lainnya yang penting ialah mobilitas sosial dan tingkat perkawinan. tentang pertumbuhan masa lampau dan persebarannya. Tujuan dan Kegunaan Ilmu Kependudukan Dalam mempelajari demografi tiga komponen terpenting yang perlu selalu kita perhatikan. Jadi membutuhkan waktu 35.000 tahun yang lalu. Sedangkan studi-studi kependudukan mempelajari secara sistematis perkembangan. geografi. pembuatan jalan-jalan atau bidang-bidang lainnya. kematian (mortalitas) dan migrasi.

Teori Malthus Tentang Penduduk Orang pertama yang menulis secara sistematis tentang bahaya daripada pada pertumbuhan penduduk adalah Thomas Malthus.000) jumlahnya. Sehingga mereka sering mereka-reka atau membuat semacam spekulasi.845 milyar jiwa. Pada tahun 1930 penduduk dunia diperkirakan mencapai 2 milyar. penduduk dunia pada saat itu akan mencapai 8 milyar. 1966). Teori Tentang Pertumbuhan Penduduk Meskipun masalah kependudukan telah lama diperbincangkan di kalangan masyarakat. Pada tahun 1850 penduduk dunia menjadi 1 milyar (1. akan tetapi diantara tokohtokoh yang dianggap pakar ilmu kependudukan klasik adalah Thomas Malthus dan Karl Marx. Pada Tahun 1976 penduduk dunia telah mencapai sekitar 4 milyar. Meskipun banyak para ahli yang menulis tentang masalah kependudukan di dunia.26 Pada tahun 1650. Para ahli dan orang awam sama-sama tercengang melihat fakta perkembangan yang demikian cepat itu. Dan masih diperlukan waktu sekitar 200 tahun untuk menjadikan penduduk dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. sedangkan untuk generasi berikutnya yang paling menonjol adalah Warren Thompson dengan teori demografi transisinya. Istilah population explotion menggambarkan betapa hebatnya angka pertumbuhan penduduk dunia dewasa ini sehingga sebuah ledakan bom yang dahsyat. Ia adalah salah seorang pendeta dan juga ahli politik ekonomi bangsa Inggris.000.000. salah satu spekulasi menyebutkan bahwa pada masa 900 tahun mendatang hanya akan terdapat area tempat tinggal 1/32 inci persegi untuk setiap orang didunia (Nuveen. namun baru di sekitar abad ke – 18 banyak diantaranya yang mulai menganalisis masalah kependudukan secara sitematis. Berdasarkan perhitungan pada ahli. jadi diperlukan waktu sekitar 1650 tahun menjadikan penduduk dunia dua kali lipat. penduduk dunia diperkirakan berjumlah 500 juta. Pada tahun 1978 ia menerbitkan buku analisis kependudukan berjudul “Essay On The Principle of Population” dan mempertahankan pendapatnya bahwa “natural law” atau hukum alamiah yang . Dengan demikian hanya diperlukan waktu kurang dari 100 tahun untuk menjadi penduduk dunia dua kali lipat sebelumnya. Entah bagaimana jadinya planet bumi kita ini pada tahun 2000 mendatang. Jadi hanya diperlukan sekitar 36 tahun saja untuk melipatgandakan penduduk dunia dari jumlah sebelumnya Pada tahun 1985 penduduk dunia sudah mencapai 4. Dalam tempo hanya 9 tahun saja pertambahan penduduknya mencapai 845 juta.

Tahap 4 : Jika Angka kematian dan angka kelahiran juga rendah. menghasilkan angka pertumbuhan nol (zero) Tahap 2 : Jika Angka kematian menurun tidak disertai dengan penurunan angka kelahiran. Thompson dan kawankawannya terus menghaluskan hipotesisnya secara sistematis dan sekarang dikenal dengan nama “theory of the demografic transition” atau teori transisi demografi. maka akan menghasilkan angka pertumbuhan yang positif dan meningkat terus Tahap 3 : Jika Angka kematian terus menerus dan disertai dengan menurunnya angka kelahiran. seperti misalnya wabah penyakit atau malapetaka. Tahap 1 : Jika Angka kematian tinggi sebanding dengan angka kelahiran. Oleh karena itu perlu adanya teori baru yang dapat menjelaskan pertumbuhan yang eksplosif sifatnya dan juga pertumbuhan yang terhenti-henti sifatnya. Teori ini menggambarkan empat proporsi yang saling berhubungan yang dinyatakan menurut tahap-tahap sesuai dengan pertumbuhan dan berubahnya keadaan penduduk. kecuali terhambat oleh karena apa yang ia sebutkan sebagai moral restrains. maka hasilnya adalah pertumbuhan yang semakin berkurang yang pada akhir akan mencapai nol (zero) . Observasi ini digarap secara sistematis oleh para ahli demografi berkebangsaan Amerika Warren Thompson pada tahun 1929 dan diberi nama hipotesis transisi demografi. Selama dan setelah revoluasi industri. banyak negara barat mengalami fenomena pertumbuhan yang terus berlangsung hingga abad ke-20 setelah perang Dunia Ke-1.27 mempengaruhi atau menentukan pertumbuhan penduduk. penduduk akan selalu bertambah lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan bahan makanan. maka akan menghasilkan pertumbuhan yang positif akan tetapi menurun. Menurut Malthus.beberapa diantara negara-negara itu seperti Perancis. Teori Transisi Demografi Pertumbuhan penduduk di belahan dunia sebelah barat tidak dapat dijelaskan hanya oleh teori Malthus saja. Inggris dan Skandinavia menunjukkan bahwa pertumbuhannya telah terhenti atau adanya gejala akan berhenti.

28 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->