Anda di halaman 1dari 18

1 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Sejarah Pendirian dan Perkembangan Pabrik PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. didirikan oleh Eka Tjipta Widjaya (Chairman dari Sinar Mas Group) pada tahun 1972. Nama Tjiwi diambil dari singkatan nama pendirinya yaitu Tjipta Widjaya. Sedangkan nama kimia diambil dari produksi pertamanya yang berupa bahan kimia yaitu soda kaustik (NaOH). Perusahaan ini baru mulai memproduksi kertas pada tahun 1978, ditandai dengan bergabungnya perusahaan produksi pulp Pindo Deli di Kalimantan menjadi anak perusahaan dari Sinar Mas Group dan dikirimkannya dua mesin kertas bekas dari Thailand. Pada awal mula produksinya, kertas yang dihasilkan memiliki lebar 1,75 m dengan kapasitas 10.000 ton kertas per tahun. Bahan baku yang digunakan juga masih berupa pulp yang terbuat dari bagas (ampas tebu) yang dimasak dalam mesin spherical digester. Pada perkembangannya, pulp dari bagas ini tidak digunakan lagi dan digantikan dengan pulp yang terbuat dari serat kayu, baik serat panjang maupun pendek. Seiring dengan perkembangannya, PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk ini telah berhasil menjadi sebuah perusahaan produsen kertas yang terbesar di Indonesia, bahkan di Asia, dengan produk utama berupa kertas, baik berupa sheet, roll, atau telah diubah menjadi berbagai macam stationery, serta produk lain berupa bahan kimia, seperti larutan NaOH, CaCO3, HCl, dan lain-lain. Sejarah perkembangan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk ini dapat dibagi menjadi beberapa tahap yang ditampilkan pada Tabel 1.1.

Universitas Sebelas Maret Surakarta

2 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Tabel 1.1. Sejarah Perkembangan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk Periode 1972 1977 1978 1986 1986 1990 1990 1998 1998 2006 a. Tahap perkembangan Masa Pendirian dan Perencanaan Tonggak Awal Perkembangan Massa Pembangunan Tahap I Massa Pembangunan Tahap II Massa Pembangunan Tahap III

Tahap Pendirian dan Perencanaan (1972 1977) - 1972 : Dirintis dan didirikan oleh Mr. Eka Tjipta Widjaya, presiden komisaris dari Sinar Mas Group. - 1977 : Produksi bahan kimia berupa larutan NaOH 10%, larutan HCl 32%, dan Ca(OCl) 26% dengan kapasitas total 12.500 ton/tahun.

b.

Tonggak Awal Perkembangan (1978 1986) - 1978 : Produksi kertas diawali dengan beroperasinya paper machine no 1 dan 2 dengan kapasitas 12.000 ton/tahun. - 1982 : Paper machine no 3 dan 4 mulai beroperasi. Kapasitas produksi dari dua paper machine ini mencapai 22.500 ton/tahun. - 1984 : Paper machine no 5 dan 6 mulai beroperasi. Kapasitas produksi dari dua paper machine ini mencapai 22.500 ton/tahun. : Converting plant mulai beroperasi dengan 4 unit mesin exercise book. - 1986 : Paper machine no 7 dengan kapasitas 61.500 ton/tahun mulai beroperasi.

c.

Masa Pembangunan Tahap I (1986 1990) - 1987 : Cast Coated Paper mulai diproduksi degan kapasitas 42.000 ton/tahun - 1988 : Mesin pengolah kertas bekas (proses de-inking) mulai beroperasi dengan kapasitas deinking 1.800 ton/bulan - 1989 : Unit pengolahan limbah mulai diaktifkan - 1990 : Go public listing di BEJ dan BES

Universitas Sebelas Maret Surakarta

3 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. : Paper machine no 8 mulai beroperasi : Paper machine no.9 start install : Continous form start install d. Masa Pembangunan Tahap II (1990 1998) - 1991 : Paper machine no.9 mulai beroperasi. Dengan paper machine no 9 ini kapasitas produksi meningkat hingga 394.000 ton/tahun. : CF (Converting Factory) dengan produk berupa stationery beroperasi. : Instalasi Co-Generator Plant pertama kali dengan menggunakan dua generator berkapasitas 35 MW yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 506.000 MW/tahun dan 1.920.000 ton uap/tahun. - 1992 : Carton box mulai diproduksi dengan menggunakan empat mesin TCY. Kapasitas awal carton box plant adalah 3000 ton/bulan. : Dua unit mesin cast coating dipasang. : Penambahan empat buah mesin offset. - 1993 : NCR paper mulai diproduksi dengan kapasitas 50.000 ton/tahun. : Produksi stationery meningkat menjadi 150.000 ton/tahun. - 1994 : Penambahan generator ketiga pada Co-Generator Plant dengan kapasitas 70 MW untuk menghasilkan tenaga listrik 520.000 MW/tahun dan 950.000 ton uap/tahun. - 1995 : Paper machine no.10 mulai beroperasi. Paper machine ini merupakan art paper coater terbesar di Asia dan kapasitas produksi total meningkat hingga 650.000 ton/tahun. : CaCO3 plant mulai beroperasi. : Amplop mulai dirpoduksi. : Sertifikasi ISO 9001 tentang quality management system. - 1996 : Penambahan mesin OMC/Off Machine Coating pada produksi art paper. : Pengembangan carton box plant (kapasitas mencapai 8000 ton/bulan). Universitas Sebelas Maret Surakarta

4 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. : Pendirian Membran Plant I pada Chemical Plant yang mampu menghasilkan larutan NaOH 48% dengan kapasitas 130 ton/hari. - 1997 : Pendirian Membran Plant II pada Chemical Plant yang mampu menghasilkan larutan NaOH 48% dengan kapasitas 65 ton/hari. - 1998 : Paper machine no.11 dioperasikan. Dengan paper machine ini, total kapasitas produksi kertas mencapai 1.000.000 ton/tahun. : Converting plant beroperasi dengan 117 unit mesin exercise book. Kapasitas produksi mencapai 240.000 ton/tahun. : Sertifikasi ISO 14001 tentang environmental management system. e. Masa Pembangunan Tahap III (1998 2006) - 29 April 2005 : Perencanaan pembangunan Paper Machine no 12. - 12 Agustus 2005 : Start Install De-Inking Unit 3. - 24 Agustus 2005 : Pembangunan RSU Citra Medika dimulai. - 3 Desember 2005 : Peresmian Pallet plant baru. - 21 Januari 2006 1.2. Lokasi Pabrik PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. terletak di Desa Kramat Tumenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten sidoarjo, Jawa Timur. Pabrik ini terletak sejauh 1 jam perjalanan dari Bandara Juanda dan Terminal Peti Kemas Surabaya (sekitar 44 km dari pusat kota) dan terletak pada jalur lalu lintas Mojokerto Surabaya. PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menempati lahan seluas 300 ha, dengan luas bangunan 250 ha. Tata letak (lay out) PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dapat dilihat pada gambar 1.1. : Start running PM no 12.

Universitas Sebelas Maret Surakarta

5 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. 1.3. Bahan Baku dan Produk yang Dihasilkan Bahan baku dalam pembuatan kertas terbagi menjadi bahan serat dan bahan non serat. Bahan Serat Penyusun utama kertas adalah serat-serat selulosa. Selulosa adalah serat-serat yang terdapat pada dinding sel tumbuhan, terutama pada batang. Selulosa merupakan golongan polisakarida dengan rumus kimia (C6H10O5)n. a. Serat Murni (Virgin Pulp) Kayu merupakan sumber utama serat-serat selulosa yang digunakan dalam industri kertas di seluruh dunia. Sekarang ini sekitar 90-95% dari permintaan serat murni di dunia disediakan oleh serat kayu, sedangkan sisanya disediakan oleh sumber-sumber serat nonkayu, terutama bagasse (sisa penggilingan tebu), cereal straw (sejenis rumput) dan bambu. Serat kayu, dari sisa botanisnya, dibedakan menjadi dua kelompok utama : 1. Kayu lunak (Softwood), terkenal sebagai serat panjang atau disebut Needle Bleached Kraft Pulp (NBKP) 2. Kayu keras (Hardwood), terkenal dengan serat pendek atau disebut Leaf Bleached Kraft Pulp (LBKP) Karakteristik yang penting dari serat kayu adalah propertis morfologis dasarnya, sumber asal tanaman dan semua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan juga proses pulping-nya. b. Serat Sekunder (Deinking Pulp) Dalam prakteknya, serat-serat yang didaur ulang dengan internal proses, misalnya broke dari mesin kertas (paper machine), broke kering dari proses finishing, trimming, dan rol-rol kertas yang direpulping, tidak dianggap sebagai serat sekunder. Kecuali, kertaskertas yang sudah digunakan oleh konsumen seperti koran, majalah, Universitas Sebelas Maret Surakarta

1.3.1. Bahan Baku

6 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. kertas-kertas kantor, boks-boks kertas bekas, dan lain-lain jika akan didaur ulang maka harus melewati proses yang disebut deinking. Tujuan utama proses ini adalah untuk menghilangkan tinta-tinta print dan juga stickies, yaitu sejenis bahan seperti adesif dan sisa lem. Kualitas kertas sangat ditentukan oleh komposisi pulp yang digunakan. Pulp dapat dibuat secara mekanik, kimiawi, atau keduanya, yang pada prinsipnya pembuatan pulp adalah pengolahan kayu menjadi serat-serat halus. Hal ini dilakukan dengan cara menghilangkan lignin atau komponen non serat lainnya. Hampir semua tumbuhan yang mengandung selulosa dapat digunakan sebagai bahan baku kertas. Bahan baku pembuat pulp adalah kayu dan annual plant. Perbedaan ini terdapat pada panjang serat yang dikandungnya. Annual plant memiliki sel lebih pendek dan dinding sel yang lebih tipis dibandingkan dengan kayu. Jenis pulp dapat diklasifikasikan berdasarkan hal-hal sebagai berikut : a. Berdasarkan proses pembuatannya 1. Pulp dengan proses kimia, contohnya : Needle Bleached Kraft Pulp (NBKP), Leaf Bleached Kraft Pulp (LBKP). 2. Pulp dengan proses mekanik, contohnya : Bleached Chemi Thermo Mechanical Pulp (BCTMP), Chemi Thermo Mechanical Pulp (CTMP), Thermo Mechanical Pulp (TMP). b. Berdasarkan panjang seratnya 1. Pulp serat panjang, contoh NBKP Keuntungan pulp serat panjang adalah dapat menghasilkan strength kertas yang lebih kuat. Sedangkan kerugiannya, formasi kertas menjadi kurang rata. 2. Pulp serat pendek, contoh LBKP Keuntungan pulp serat pendek adalah dapat menghasilkan formasi (kerataan) kertas yang lebih baik, sedangkan kerugiannya terletak pada strength kertas yang kurang baik.

Universitas Sebelas Maret Surakarta

7 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. c. Berdasarkan proses pemucatannya (bleaching) 1. Pulp non-ECF (non Elemental Chlorine Free) Adalah pulp dengan proses bleaching menggunakan Cl2 secara langsung sehingga banyak menimbulkan senyawa AOX. Senyawa ini sulit dihilangkan dan dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon yang nantinya akan menimbulkan efek rumah kaca. 2. Pulp ECF (Elemental Chlorine Free) Adalah pulp dengan proses bleaching yang tidak menggunakan Cl2 secara langsung tetapi dikonversi dahulu menjadi ClO2, sehingga proses bleaching ini tidak banyak menimbulkan senyawa AOX. 3. Pulp TCF (Total Chlorine Free) Adalah pulp dengan proses bleaching yang tidak menggunakan Cl2, tetapi menggunakan Peroksida dan Alumunium Persulfat. Bahan Non Serat Serat-serat selulosa yang merupakan komponen utama dari selembar kertas tidak dapat bekerja sendirian untuk dapat menghasilkan hasil akhir kertas dengan sifat yang bagus dan juga kinerja mesin yang bagus. Penggunaan bahan baku non serat bertujuan untuk meningkatkan propertis spesifik lembaran kertas yang dihasilkan, juga untuk tujuan lain, misalnya sebagai bahan anti jamur, penghilang busa, bahan penolong untuk proses drainase, sebagai floculan agent, dan lain-lain. Beberapa bahan kimia / bahan tambahan yang biasa dimasukkan ke dalam suspensi serat adalah : a. Bahan pengisi (filler) b. Bahan sizing c. Bahan penambah kekakuan kertas d. Optical Brightener Agent (OBA) e. Retention Aid f. Pengontrol pH

Universitas Sebelas Maret Surakarta

8 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Tidak semua bahan kimia / bahan tambahan dimasukkan ke dalam stock basah. Bahan sizing ditambahkan kepada lembaran kertas pada kondisi kering, yaitu pada size part. (Tjiwi Kimia, 2006) Bahan pendukung ini dapat diklasifikasikan menjadi bahan pendukung yang berpengaruh terhadap kualitas kertas, dan bahan pendukung pembantu proses. a. Bahan pendukung yang berpengaruh terhadap kualitas kertas Secara umum, bahan pendukung memberi pengaruh pada kualitas kertas. Beberapa bahan pendukung berpengaruh langsung pada sifat-sifat kertas. Bahan-bahan tersebut antara lain : 1. Filler Filler merupakan bahan pendukung yang berfungsi sebagai pengisi dari proses pembuatan kertas. Beberapa keuntungan dan kerugian pemakaian filler adalah sebagai berikut : Keuntungan: Menambah opacity Menambah daya serap tinta Mengurangi penggunaan pulp (menurunkan biaya) Kerugian : menurunkan strength kertas, berupa tensile (kekuatan tarik), tearing (kekuatan sobek), bursting (ketahanan jebol), dan sebagainya. Macam-macam filler antara lain : Kaolin Kristal kaolin yang berbentuk heksagonal menghasilkan kilapan yang tinggi pada kertas. Kekilapan ini tergantung pada derajat pemecahan kristal kaolin. Retensi kaolin lebih baik dari pada filler butiran karena kaolin memiliki struktur datar. Kalsium karbonat Kalsium karbonat memiliki struktur butiran sehingga meningkatkan kecerahan kertas. Filler ini dipakai tanpa alum karena larut dalam media asam. Universitas Sebelas Maret Surakarta

9 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Talc Talc bersifat hidrofobik dan dipakai untuk mengatasi resin yang terbawa ke dalam proses produksi kertas dari serat-serat baru atau komponen kental dari kertas bekas. Partikel talc diabsorbsi oleh resin. Talc sebagi filler memiliki retensi yang tinggi dan membuat permukaan kertas lebih halus dan mengkilap. Titanium oksida Titanium oksida memiliki indeks bias yang tinggi sehingga dapat memberi kecerahan pada kertas. Filler ini sangat mahal dan memiliki retensi yang rendah, akibatnya filler ini jarang dipakai kecuali untuk produksi kertas tipis. 2. Starch Starch merupakan bahan pendukung yang digunakan untuk mengelem bulu-bulu kertas sehingga kertas menjadi lebih halus dan juga untuk mengelem lapisan tengak kertas pada karton dengan cara disemprotkan melalui nozzle. Natural strach, dikonversi dengan enzim . Modified starch, antara lain : oksida starch, cationic starch, eter starch. 3. Sizing agent Bahan ini digunakan untuk memperbaiki proses penetrasi zat cair pada kertas. Kegunaan bahan sizing adalah sebagai berikut : Serat selulosa tidak cepat menyerap zat cair. Membantu kestabilan kandungan air dalam kertas. Memperbaiki sifat cetak. 4. Pewarna (Dye) Pewarna ini digunakan untuk mengatur shade (warna) dari kertas berdasarkan nilai standar L (lightness), a (amber), b

Universitas Sebelas Maret Surakarta

10 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (blueish). Tipe bahan yang digunakan direct dyes untuk proses basa dan Metil Violer untuk proses asam. 5. Optical Brightener Agent (OBA) OBA adalah senyawa yang mengubah cahaya ultra violet menjadi cahaya berwarna biru. Kertas diberi OBA agar mendapatkan penampakan yang lebih putih. Tetapi OBA lebih banyak digunakan karena meningkatkan kecerahan kertas. Bahan pendukung ini umumnya berasal dari turunan asam Diaminotil Henedisulfonic. Keistimewaan bahan pendukung ini adalah membentuk ikatan hidrogen dan dapat diabsorbsi oleh serat selulosa seperti pewarna langsung. b. Bahan pendukung pembantu proses Bahan pendukung ini ditambahkan untuk memperlancar jalannya proses pembuatan kertas. Bahan-bahan tersebut antara lain : 1. Retention aid Serat dan filler akan tertahan lebih banyak di atas wire daripada butiran-butiran halus. Retention aid meningkatkan adsorbsi partikel halus ke serat sehingga partikel dapat tertahan bersama serat. Adsorbsi ini dapat menahan gaya shear yang timbul pada mesin kertas yang berkecepatan tinggi. Retention aid yang dipakai adalah jenis kationik dan anionik. Bahan pendukung ini umumnya memakai polimer sintetis seperti polyethylene amine atau polyacrylamide cationic starch dan carboxymetylcellulose. 2. Defoamer Defoamer berfugsi untuk mengurangi busa yang timbul selama proses pembuatan kertas. Busa adalah dispersi udara dalam air. Ada cara efektif untuk menghilangkan busa adalah dengan mencari penyebab terjadinya busa. Defoamer terbuat dari campuran alkohol, garam dari asam lemak, dan ester pengemulsi air dan fosfat. 3. Slimicide

Universitas Sebelas Maret Surakarta

11 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Slimicide digunakan untuk mengurangi pertumbuhan

mikroorganisme selam pembuat kertas. Sejumlah besar senyawa organik (seperti pati) yang diperlukan untuk melapisi kertas merupakan nutrisi yang baik bagi mikroorganisme. Pembentukan lendir perlu dikontrol dengan mengetahui jenis bahan baku dan jenis mikroorganisme yang ada dalam sistem. Zat pengontrol lendir biasanya merupakan turunan bromida, belerang, nitrogen, klorin, dan asam asetat. 4. Dispersing agent Dispersing agent dibutuhkan oleh serat dan filler. Zat ini meningkatkan toksisitas slimicide dan umumnya bersifat anionik. Dispersing agent pada serat mendispersikan resin dan sticky impurities dalam pulp dan kertas bekas. Pada pendispersian filler dan coating, dispersing agent mencegah penggumpalan sekunder yang mengganggu lembaran kertas. Dispersing agent juga untuk mengontrol viskositas filler dan suspensi pigment coating karena tanpa zat ini konsentrasi suspensi tidak akan tercapai. (Tjiwi Kimia, 2006) 1.3.2. Produk yang Dihasilkan Kertas yang dihasilkan oleh PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. bermacam-macam. Produk ini dapat diklasifikasikan berdasarkan warna, ada tidaknya coating (pelapis), dan fungsi. Klasifikasi berdasakan warna Klasifikasi kertas berdasarkan warna, dilihat dari tingkat kecerahan (brightness) kertas, yaitu : a. Natural Shade (NS) Warna kertas ini mempunyai brightness 88. Biasanya disebut juga dengan Natural White. b. Sinar Royal White (SRW)

Universitas Sebelas Maret Surakarta

12 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Warna kertas ini mempunyai brightness 93 1. Saat ini telah diproduksi merk baru yaitu SRW plus. Tetapi kertas ini mempunyai brightness 90,5. c. Paper Plus (PP) Warna kertas ini mempunyai brightness 95-97. d. Sinar Laser (SL) Warna kertas ini mempunyai brightness 99. Klasifikasi berdasakan ada tidaknya coating a. Uncoated paper Kertas yang termasuk jenis kertas ini adalah kertas yang berasal dari mesin kertas dan langsung dipakai oleh konsumen, contohnya adalah Woodfree (WF), Plain Paper Copier (PPC), basepaper, dan lain-lain. b. Coated paper Coated paper merupakan jenis kertas dimana setelah keluar dari mesin kertas, kertas diberi coating dalam suatu mesin yang disebut coater. Coated paper diklasifikasikan lagi menjadi dua macam, yaitu : Coated paper yang dihasilkan dari On Machine Coater Contohnya yaitu kertas yang dihasilkan di PM 6. Kertas yang keluar dari mesin kertas ini sudah memiliki coating tanpa harus dimasukkan ke dalam coater terlebih dahulu. Coated paper yang dihasilkan dari Off Machine Coater Contoh : Non Carbon Required (NCR), Cast Coating (CC), Art Paper, Art Board. Pada Off Machine Coater dibuat dua macam art paper yaitu Matt dan Gloss. Sedangkan untuk fungsinya ada 2 jenis art paper yaitu untuk offset dan untuk Head Set Web Offset (HSWO). Klasifikasi berdasarkan fungsi Berdasakan fungsinya produksinya PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu : a. Keperluan percetakan (offset)

Universitas Sebelas Maret Surakarta

13 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Untuk cetak offset, secara umum produk PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. digunakan pada offset standar dan Heat Set Web Offset (HSWO). Perbedaan antara kedua jenis proses cetak tersebut terletak pada proses pengeringannya. Pada offset standar, pengeringan mengggunakan panas biasa, sedangkan pada HSWO memakai uap panas (hot steam). Kertas yang dipakai untuk offset standar adalah WF, art paper gloss dan matt, cast coating dalam berbagai berat. Sedangkan HSWO menggunakan art paper gloss dan matt. b. Keperluan kantor (office) Contohnya : PPC Berfungsi untuk proses fotokopi serta kegunaan lain (inkjet print). Computer Paper Disebut juga continuous form, digunakan untuk printer secara kontinyu. Inner Sheet Berfungsi untuk lembaran-lembaran isi buku tulis (excersice book). c. Keperluan industri 1.4. Litho Digunakan pada industri rokok dan furniture. HVS

Organisasi Perusahaan Kesatuan tindakan, keputusan, dan penyesuaian diri sangat diperlukan

1.4.1. Struktur Organisasi dalam suatu perusahaan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan menentukan struktur formal dari organisasi atau perusahaan. Struktur ini biasanya dicantumkan dalam bagan organisasi yang menunjukan masing-masing bagian dan anggota dalam organisasi tersebut, kedudukan, dan hubungannya satu sama lain. Secara garis besar bagan organisasi tersebut menggambarkan lima aspek struktur organisasi, yaitu : Universitas Sebelas Maret Surakarta

14 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. a. Pembagian pekerjaan b. Manajer dan bawahan c. Tipe pekerjaan yang dilakukan d. Pengelompokkan bagian-bagian pekerjaan e. Tingkatan manajemen Dari semua elemen di atas diharapkan adanya kejelasan tanggung jawab dalam pembagian tugas, tanggung jawab, tata hubungan kerja serta batas-batas wewenang dan kekuasaan tiap personil sesuai dengan bagian masing-masing sehingga tujuan perusahaan tercapai. PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. dipimpin oleh seorang Presiden Direktur. Presiden Direktur ini dalam menjalankan perusahaan dibantu oleh seorang Wakil Presiden Direktur. Wakil Presiden Direktur langsung membawahi Factory Head, President Office, lima buah divisi dan dua buah plant, yaitu Divisi Paper dan Paper Products, Divisi Converting, Divisi Engineering, Divisi QA-R&D (Quality Assurance-Research and Development), Divisi Manajemen, Chemical plant, dan Carton Box plant. Selanjutnya, President Office membawahi delapan departemen yaitu Accounting & Finance, Computer, General Affairs, Efficiency, V-team, HRD (Human Resource Development), Purchasing dan EPD. Setiap divisi akan membawahi beberapa departemen. Divisi Paper & Paper Products membawahi Paper Factory (PF) 1, PF-2, PF-3, PF-4, Cast Coating, Non Carbon Required (NCR), dan Marketing (Pemasaran). Divisi Converting membawahi Converting Factory (CF) 1, CF-2, CF-3, CF-4, CFEngineering, CF-Logistic, CF-Offset, dan CF-Market Development. Divisi Engineering membawahi Executive Office, Planning, Manufacturing, dan Maintenance. Divisi QA-R&D membawahi Departemen Quality Assurance, Research and Development, dan CaCO3. Divisi Manajemen membawahi Departemen Administrasi, Industrial Safety, dan Logistik. Untuk lebih jelasnya, bagan struktur organisasi PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. dapat dilihat pada gambar 1.2. Universitas Sebelas Maret Surakarta

15 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

1.4.2. Tujuan Organisasi Tujuan organisasi perusahaan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dapat dijabarkan dalam visi dan misi perusahaan. Menguntungkan bagi konsumen (Benefit our costumer) Pertumbuhan yang terus menerus (Eternal growth) Mempertahankan tingkat keuntungan (Sustain profitability) Bersama-sama (Tugether) Sedangkan misi perusahaan adalah Menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, menjaga tingkat keuntungan, dan memaksimalkan nilai saham. 1.4.3 Kepegawaian Total karyawan yang dimiliki PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. sebesar 13.490 orang, yang dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, status kepegawaian, masa kerja, tingkat pendidikan, dan jam kerja. a. Jenis kelamin Karyawan berdasarkan jenis kelaminnya terdiri dari 10.262 karyawan pria dan 3.228 karyawan wanita. b. Usia Karyawan berdasarkan usianya disajikan dalam tabel 1.2. Tabel 1.2. Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia Usia 21 tahun ke bawah 21-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun 51 tahun keatas Presentase (%) 0,3 57 35 7 0,7

Universitas Sebelas Maret Surakarta

16 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

c. Status Kepegawaian Karyawan berdasarkan stasus kepegawaiannya adalah sebagai berikut: 1. Keryawan tetap bulanan 2. Karyawan tetap harian 3. Karyawan kontrak harian 4. Karyawan borongan (mitra kerja) harian d. Masa Kerja Karyawan berdasarkan masa kerjanya disajikan dalam tabel 1.3. Tabel 1.3. Komposisi Karyawan Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja 5 tahun ke bawah 6-10 tahun 11-15 tahun 16-20 tahun 21 tahun keatas e. Tingkat Pendidikan Karyawan berdasarkan tingkat pendidikan disajikan dalam tabel 1.4. Tabel 1.4. Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Master / S2 Sarjana Diploma Non Akademis Total f. Jam Kerja Jam kerja karyawan di perusahaan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. adalah sebanyak 40 jam seminggu terbagi dalam 6 hari kerja dan ditetapkan sebagai berikut : Karyawan shift, terbagi dalam 3 shift dengan 4 regu shift Jumlah Karyawan (orang) 15 834 185 12.984 13940 Presentase (%) 47 32 11 8 2

Universitas Sebelas Maret Surakarta

17 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Jam kerja Jam istirahat 1.5. Shift I Shift II Shift III 06.00-14.00 14.00-22.00 22.00-06.00

Karyawan non shift 08.00-16.00 12.00-13.00

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kegiatan industri pada dasarnya memiliki tingkat resiko tinggi, sehingga

sangat rawan terhadap timbulnya bahaya seperti kecelakaan kerja, kebakaran, ledakan, dan pencemaran lingkungan. Oleh sebab itu, keselamatan dan kesehatan kerja menjadi pusat perhatian perusahaan untuk menjaga keamanan dan ketentraman karyawan. Keselamatan kerja di PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. terutama ditujukan untuk melindungi karyawan dari kecelakaan-kecelakaan kerja, misalnya seperti terjepit mesin, atau kemungkinan terjadinya kebakaran. Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mencegah bahaya-bahaya tersebut adalah : a. Pemasangan papan-papan peringatan di tempat-tempat tertentu. b. Memasang dan menyiapkan alat pemadam kebakaran di tempat yang strategis. c. Menyiapkan regu pemadam kebakaran beserta peralatannya. d. Melindungi alat-alat tertentu yang dapat mengancam keselamatan karyawan dengan pelindung khusus seperti pemasangan pagar besi pada motor-motor berkecepatan tinggi. e. Melengkapi karyawan dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, ear plug, helm, sepatu boot, dan lain-lain. f. Memasang hidran di tempat-tempat yang dianggap rawan kebakaran. Sedangkan kesehatan kerja terutama ditujukan untuk melindungi karyawan dari kemungkinan menderita sakit akibat berada dalam lingkungan kerja dalam waktu yang relatif lama. Misalnya, pendengaran yang terganggu akibat berada Universitas Sebelas Maret Surakarta

18 Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. dalam lingkungan mesin-mesin yang bising selama waktu kerja yang bertahuntahun, dan juga kemungkinan timbulnya penyakit akibat terpapar bahan-bahan kimia secara terus-menerus. Upaya melindungi kesehatan karyawan dilakukan dengan cara penyediaan fasilitas poliklinik yang memadai untuk kesehatan karyawan. Selain itu, karyawan juga mendapatkan hak pembebasan dari kewajiban bekerja, antara lain sebagai berikut : a. Istirahat mingguan. b. Istirahat tahunan, yaitu sebanyak paling lama 12 hari, jika karyawan telah bekerja selama 12 bulan berturut-turut. c. Cuti haid/hamil. d. Hari-hari libur resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Apabila pada hari-hari tersebut di atas , karyawan tetap bekerja, maka akan terhitung sebagai lembur. Adanya hak istirahat tersebut juga berperan dalam usaha memelihara kesehatan karyawan, baik fisik atau pun mental.

Universitas Sebelas Maret Surakarta