Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH TENTANG PERANAN HUMAS

NAMA : ASAL SEKOLAH :

YUSUF FIRMANSYAH SMK BRAWIJAYA BATU

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan hidayah Tuhan Yang Maha Esa kami dapat menyusun makalah ini dengan baik. Makalah ini kami sajikan secara terstuktur sistematis dan komprehensif yang memuat peranan-peranan humas dalam sebuah organisasi, hal ini dimaksudkan untuk memberi informasi tentang apasaja yang dilakukan oleh bagian humas dalam sebuah organisasi. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat. Dan kepada rekan guru serta pembaca setia kami mohon kerelaannya untuk memberikan sumbangsih kritik dan saran untuk perbaikan tugas berikutnya.

Penyusun Yusuf firmansyah

A. LATAR BELAKANG Hubungan masyarakat atau Public Relation adalah suatu usaha yang sengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan saling pengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. Humas adalah ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, meramalkan konsekuensinya, memberikan pengarahan kepada pimpinan institusi/lembaga dan melaksanakan program-program terencana yang dapat memenuhi kepentingan baik institusi maupun lembaga tersebut maupun masyarakat yang terkait. Humas merupakan fungsi manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan, mengkomunikasikan, hiungga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya. Humas masih merupakan bidang baru terutama di Indonesia. Lahirnya Humas seperti yang dipraktekan sekarang ialah karena adanya kemajuan-kemajuan dalam berbagai bidang itu.kemajuan yang sekaligus merupakan juga kekuatan-kekuatan dalam masyarakat, memisahkan manusia kedalam berbagai kelompok atau golongan, yang masing-masing mempunyai tujuan sendiri dan berusaha untuk mencapai tujuan itu dengan sebaik-baiknya. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka untuk menciptakan kerjasama, humas merupakan suatu kebutuhan dalam masyarakat dewasa ini, dimana orang- orangnya bergerak di berbagai bidang misalnya dalam bidang industri, perusahaan, pendidikan, pemerintahan, kerokhanian, social ekonomi, politik, dan sebagainya. Banyak orang tidak percaya dan sulit mempercayai bahwa humas bermanfaat bagi organisasi atau lembaganya, anggapan itu dikarenakan kesalahan penerapan humas itu sendiri, penerapan humas terkadang cenderung tidak terintegrasi dengan bagian yang lain, dan tidak terencana dengan baik, padahal humas tidak

beda dengan fungsi manajemen yang lainya yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, aksi dan evaluasi, dalam arti kerja humas haruslah terencana dengan baik dan dirumuskan tujuanya serta dirumuskan tingkat keberhasilanya. Pendekatan humas memang tidak harus dilihat semata-mata sebagai aparat kelembagaan, seperti dalam wujud bagian humas atau biro humas. Yang utama memang penerapanya sebagai metode komunikasi oleh tiap pendidik. Mengingat diperlukan waktu panjang untuk mengusahakan tiap pendidik mampu menerapkan humas sebagai metode komunikasi dalam kehidupan dan kegiatan sehari-harinya, hadirnya humas sebagai lembaga di lingkungan pemerintah kabupaten dan kota masih diperlukan. Selain pendekatan diatas, masih dimungkinkan pendekatan lainya yakni peran humas dirangkap top manager atau perangkat pemerintah lain. Kemungkinan lainya, pemerintah mempekerjakan konsultan jasa di bidang humas yang berada di luar struktur pemerintahan, terus menerus atau secara insidental. Dalam era sekarang ini humas sebagai salah satu fungsi manajemen dalam lingkungan pemerintah kabupaten atau kota terutama di lingkungan pendidikan perlu tetap dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan peranya. Peningkatan peranya dengan jalan memperbaharui dan menyesuaikan konsep humas pemerintah yang selama ini kita kenal, dan menerapkan konsep humas dalam manajemen modern selaras tuntutan dan tantangan era Orde Reformasi, Era Masyarakat Informasi, dan Era Otonomi Daerah. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana penerapan humas dalam lingkungan sekolah? 2. Apa saja kendala yang dihadapi dalam penerapan humas dalam lingkungan sekolah? 3. Bagaimana cara menyikapi penerapan humas dalam lingkungan sekolah? C . TUJUAN

1. Mengetahui dan mendapat informasi tentang penerapan humas dalam lingkungan sekolah. 2. Mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan humas dalam lingkungan sekolah. 3. Mengetahui cara menyikapi penerapan humas dalam lingkungan sekolah.

1. Pentingnya Hubungan Sekolah dan Masyarakat Sebelum

membahas lebih rinci mengenai pentingnya hubungan sekolah dengan masyarakat, perlu kiranya dikemukakan terlebih dahulu beberapa pandangan filosofis tentang hakikat sekolah itu sendiri dan hakikat masyarakat, dan bagaimana hubungan antara keduanya. Salah satunya adalah pernyataan yang diberikan oleh Ngalim Purwanto (2004:1 8 8 ) yaitu; a. Sekolah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. b. Kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat. c. Sekolah merupakan lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. d. Kemajuan sekolah dan masyarakat saling berhubungan, keduanya saling membutuhkan e. Sekolah ada karena masyarakat sehingga menjadikan masyarakat adalah pemilik sekolah. Betapa pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat itu, terutama di negara kita jika ditinjau dari sudut pandangan historis sebagai berikut :
Pada zaman kolonial belanda dahulu sekolah-sekolah sengaja diisolasikan dari kehidupan masyarakat sekitar sehingga hanya golongan tertentu yang dapat bersekolah. Di era sekarang sekolah merupakan lembaga pendidikan yang seharusnya mendidik generasi muda untuk hidup dimasyarakat. Sekolah haruslah merupakan tempat pembinaan dan pengembangan pengetahuan dan kebudayaan yang sesuai dan dihendaki oleh masyarakat tempat sekolah itu didirikan. Sebaliknya, masyarakat harus dan wajib membantu dan bekerja sama dengan sekolah agar apa yang diolah dan dihasilkan sekolah

sesuaidengan apa yang dikehendaki dan dibutuhkan oleh masyarakat. Dari sejarah pendidikan kita mengenal adanya a r b e i d s c h o o l (sekolah kerja) seperti yang didirikan oleh Ovide Decroly di Belgia, Kerschensteiner di Jerman dan jhon Dewey di Amerika. Semua itu merupakan usaha-usaha dari para ahli didik yang menunjukan kepada kita betapa pentingnya sekolah itu harus berintegrasi dengan masyarakat untuk mencapai tujuan pendidikan yang benarbenar sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang menuju kemajuan. Pentingya hubungan sekolah dan masyarakat dapat pula dikaitkan dengan semakin banyaknya isu yang berupa kritik-kritik dari masyarakat tentang tidak sesuainya produk sekolah dengan kebutuhan pembangunan, bahwa lulusan sekolah merupakan produk yang tidak siap pakai, semakin membengkaknya anak putus sekolah, makin banyak pengangguran dsb. Meskipun hal-hal tersebut merupakan masalah yang kompleks, dan untuk memecahkan masalah-masalah itu bukan semata-mata merupakan tanggung jawab sekolah, dengan meningkatkan kefektifan hubungan sekolah dan masyarakat beberapa masalah tersebut dapat dikurangi. Dengan adanya berbagai hal diatas, maka sangatlah penting bagi sekolah untuk aktif melakukan hubungan dan bekerja sama dengan sekolah. Sebaliknya sekolah juga mengharapkan peran aktif masyarakat dalam kelangsungan dan kelancaran sekolah.

2 . Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat Mengenai tujuan hubungan sekolah dan masyarakat yang akan dibahas, seorang pakar yaitu T. Sianipar (dalam Ngalim Purwanto, 2004:1 8 9 ) meninjau dari sudut kepentingan dari kedua lembaga tersebut, yaitu kepentingan sekolah dan kepentingan masyarakat itu sendiri. Ditinjau dari kepentingan sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan untuk:
a. Memelihara kelangsungan sekolah b. Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan c. Memperlancar proses belajar mengajar d. Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.

Sedangkan jika ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri,tujuan hubunganya dengan sekolah adalah untuk:
a. Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri b. Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat c. Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat d. Memperoleh kembali anggota-anggota masyarakat yang semakin meningkat kemampuanya.

Secara lebih konkret lagi, tujuan diselenggarakanya hubungan sekolah dan masyarakat adalah:
a. Mengenalkan pentingya sekolah bagi masyarakat b. Mendapatkan dukungan dan bantuan moril maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan di sekolah c. Memberikan informasi bagi masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah d. Memperkaya program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. e. Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak.

Sedangkan menurut Elsbree dan McNally (dalam Ngalim Purwanto, 2004: 190 ) bermacam-macam tujuan seperti dikemukakan diatas dapat dikelompokan menjadi tiga tujuan pokok, yaitu:
Untuk mengembangkan mutu belajar dan pertumbuhan anakanak Untuk mempertinggi tujuan dan mutu kehidupan masyarakat Untuk mengembangkan pengertian, antusiasme masyarakat dalam membantu pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Dari hal diatas yang menjelaskan tentang tujuan hubungan sekolah dan masyarakat sangatlah menguntungkan untuk menerapakan dengan benar hubungan sekolah dan masyarakat sehingga akan menjadikan pendidikan yang lebih maju

3 . Jenis-jenis Hubungan Sekolah dan Masyarakat Banyak orang mengartikan hubungan kerjasama sekolah dan masyarakat dalam arti sempit. Mereka berpendapat bahwa hubungan kerjasama itu hanyalah dalam hal mendidik anak belaka. Padahal, hubungan kerjasama antara sekolah dan masyarakat mengandung arti yang lebih luas dan mencakup beberapa bidang. Ngalim Purwanto (2004:1 94) dalam bukunya berpendapat bahwa hubungan kerjasama sekolah dan mayarakat itu dapat digolongkan menjadi tiga jenis hubungan, yaitu (1) hubungan edukatif, (2) hubungan kultural, (3)hubungan institusional a. Hubungan edukatif yang dimaksudkan adalah hubungan kerjasama dalam hal mendidik murid antara guru di sekolah dan orang tua di rumah. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan sikap pada diri anak/murid. Cara kerja sama tersebut dapat terealisasikan dengan berbagai cara yaitu dengan mengadakan pertemuan secara periodik guru dengan orangtua murid di sekolah atau bisa juga dengan guru melakukan kunjungan kerumah murid. b. Yang dimaksudkan dengan hubungan kultural adalah usaha kerjasama antara sekolah dengan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Telah diketahui bahwa sekolah merupakan suatu lembaga yang dapat dijadikan barometer bagi maju mundurnya kehidupan, cara berpikir, kepercayaan, adat istiadat, dsb dari masyarakat lingkungan sekolah itu.untuk itu diperlukan adanya hubungan kerjasama yang fungsional antara kehidupan disekolah dan kehidupan di masyarakat. Kegiatan- kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan masyarakat. Demikian pula tentang pemilihan bahan pengajaran dan metode-metode pengajarnya.oleh karena itu tidak mustahil bagi sekolah untuk mengikutkan muridmuridnya membantu kegiatan sosial yang diperlukan oleh masyarakat, misalnya bergotong royong memperbaiki jalan, menyelenggarakan perayaan yang bersifat nasional maupun

keagamaan dengan mementaskan berbagai atraksi kesenian, dsb. c. Jenis hubungan yang ketiga ialah hubungan institusional, yakni hubungan kerjasama antara sekolah dengan lembagalembaga atau instansi-instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah, sepeti hubungan kerjasama antara sekolah engan sekolah-sekolah lain, dengan kepala pemerintahan setempat, dengan perusahaan negara atau swasta yang masih berkaitan dengan dunia pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang nantinya akan hidup sebagai anggota masyarakat yang terdiri atas bermacam-macam golongan, jabatan, status sosial, dan bermacam-macam pekerjaan sangat memerlukan adanya hubungan kerjasama tersebut.dengan adanya hubungan kerjasama ini sekolah dapat meminta bantuan dari lembaga-lembaga lain itu yang bersifat jasa ataupun fasilitas bagi kelancaran pelaksanaan program sekolah. Sebagai kesimpulan dapat dikemukakan disini, dengan ketiga jenis hubungan dan masyarakatseperti telah diuraikan di atas, diharapkan sekolah tidak lagi selalu ketinggalan dengan perubahan dan tuntutan masyarakat yang senantiasa berkembang. Adanya hubungan sekolah dan masyarakat ini dimaksudkan pula agar proses belajar yang berlaku di sekolah mengalami perubahan, dari proses belajar dengan cara menyuapi dengan bahan pelajaran yang telah dicerna oleh guru, menjadi proses belajar yang inovatif. Proses belajar yang inovatif ini tidak hanya belajar memecahkan masalah, tetapi justru yang lebih penting ialah mengidentifikasi, mengerti dan bila perlu merumuskan kembali masalah itu. Anak-anak dididik untuk berpartisipasi dalam arti luas di dalam kehidupan masyarakat, dan dapat mengantisipasi kehidupan masyarakat yang akan datang tempat mereka akan hidup dan terlibat di dalamnya setelah mereka dewasa.

Pustaka
Purwanto, M. Ngalim.2 0 0 4 . Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset www.google.co.id