Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mulut yang sehat memiliki kesempatan lebih baik atas kesehatan umum.

kondisi oral dapat mengganggu makan dan asupan gizi yang memadai, berbicara, harga diri, dan aktivitas sehari-hari. Kerusakan parah dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Anak dengan sakit gigi mungkin tidak dapat berkonsentrasi di sekolah.Mulut yang sehat adalah lebih menarik, memberi keyakinan dalam berpenampilan .Penyakit gusi dan karies gigi adalah dua penyakit gigi yang paling umum di negara kita. Penyakit periodontal mempengaruhi hampir 90-95% dari populasi, sedangkan karies gigi mempengaruhi sekitar 60-80% dari anak-anakkita.Hal ini disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk. Kedokteran gigi pencegahan dapat mengurangi akibat-akibat yang terjadi karena kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan kerusakan maupun penyakit d rongga mulut.Dengan kedokteran gigi pencegahan kita bisa meminimalisir akibat akibat tersebut.

1.2 Tujuan 1. Untuk menghentikan perkembangan penyakit mulut 2. Membantu kita dalam menjaga gigi dan gusi 3. Mengurangi atau meminimalisir kelainan kelainan yang terjadi dirongga mulut

BAB II ISI KEDOKTERAN GIGI PENCEGAHAN 2.1 Pengertian dan ruang lingkup

Kedokteran pencegahan adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan efisiensi, untuk berbagai kelompok dan masyarakat oleh petugas kesehatan masyarakat, untuk perorangan dan keluarga oleh dokter umum dan dokter gigi melalui proses kegiatan perorangan dan masyarakat.

Kedokteran gigi pencegahan adalah bidang kedokteran gigi yang berfokus pada prosedur dan praktek-praktek kehidupan yang membantu manusia untuk pencegahan awal atau perkembangan penyakit mulut. Ini dapat mencakup di rumah,perawatan gigi dilakukan oleh pasien sendiri, serta perawatan gigi dan pendidikan oleh staf gigi profesional di kantor atau klinik.4Ilmu kesehatan gigi pencegahan mencakup ilmu-ilmu dasar dan terapan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat dan mencegah penyakit gigi dan mulut di masyarakat. Dengan bidang kajian yang tidak hanya meliputi individu, tetapi seluruh masyarakat, dibutuhkan kemampuan untuk upaya terorganisasi di masyarakat dalam upaya proteksi spesifik dan promosi kesehatan gigi dan mulut, pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut seluruh keluarga, komunitas dan penduduk di suatu wilayah.Kedokteran gigi pencegahan berhubungan dengan pelestarian kesehatan gigidan gusi serta pencegahan karies gigi dan penyakit mulut.Pencegahan kedokteran gigi harus selalu

disarankan dan tidak membahayakan pasien jika dilakukan dengan benar. Kadang-kadang, dokter gigi perlu mengambil tindakan pencegahan ketika seseorang memiliki kondisi medis yang akan terpengaruh oleh beberapa prosedur. Dokter gigi perlu menyadari kondisi medis tertentu, seperti mitral valve prolapse , yang perlu dirawat dengan profilaksis antibiotik . Alergi terhadap salah satu obat atau bahan yang digunakan dalam kedokteran gigi pencegahan jarang terjadi.

Perawatan gigi pencegahan harus dimulai pada masa bayi, dalam tahun pertama kehidupan sebelum gigi pertama muncul, dan terus sepanjang hidup. Bahkan sebelum gigi meletus, orang tua dapat membersihkan gusi bayi setelah menyusui.perawatan pencegahan pada masa remaja meliputi menyikat gigi dan flossing. Menimbang bahwa 75% orang Amerika memiliki beberapa bentuk penyakit gigi, kunjungan ke dokter gigi secara teratur sangat penting untuk orang dewasa.

2.2 Tujuan kedokteran gigi pencegahan

Tujuan kedokteran gigi pencegahan mencakup dua aspek perawatan gigi, baik yang dilakukan untuk membantu pasien menghindari penyakit gigi atau untuk pencegahan awal penyakit

gigi.2Kedokteran gigi pencegahan juga mencakup apa yang dilakukan oleh staf gigi di kantor mereka untuk membantu pasien menjaga kesehatan gigi dan gusi4. Jadi, tujuan kedokteran gigi pencegahan adalah untuk menghentikan perkembangan penyakit oral atau untuk menemukan penyakit gigi pada awal infeksi. Kedokteran gigi pencegahan dapat mencari tanda-tanda awal penyakit periodontal , kerusakan gigi , dan perubahan lain dalam jaringan lunak mulut yang dapat menyebabkan kanker mulut 4.

2.3 Tindakan kedokteran gigi pencegahan Kedokteran gigi pencegahan terdiri dari tiga bagian :

1. Pencegahan primer: promosi kesehatan (health promotion) dan perlindungan khusus (specific protection)12. 2. Pencegahan sekunder: diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment), pembatasan cacat (disability limitation)12. 3. Pencegahan tersier: rehabilitasi12.

1. Pencegahan primer Pencegahan primer dilakukan pada masa individu belum menderita sakit, upaya yang dilakukan ialah:

a. Promosi kesehatan/health promotion yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap masalah kesehatan12. b. Perlindungan khusus (specific protection): upaya spesifik untuk mencegah terjadinya penularan penyakit tertentu, misalnya melakukan imunisasi, peningkatan ketrampilan remaja untuk mencegah ajakan menggunakan narkotik dan untuk menanggulangi stress dan lain-lain12.

Pada kedokteran gigi,upaya promosi kesehatan meliputi pengajarantentang cara menyingkirkan plak yang efektif atau cara menyikat gigi dan menggunakanbenang gigi (flossing)11. Upaya perlindungan khusus termasuk pelayanan yang diberikanuntuk melindungi host dari serangan penyakit dengan membangun penghalang untukmelawan mikroorganisme11. Aplikasi pit dan fisur silen merupakan upaya perlindungankhusus untuk mencegah karies11.Dalam kedokteran
4

gigi pencegahan,menggunakan gel fluoride topikal untuk mencegah karies adalah contoh pencegahan primer7.berikut ini merupakan beberapa tindakan kedokteran gigi pencengahan primer , yaitu :

1. Pemeriksaan gigi rutin Dengan pemeriksaan gigi rutin,dokter gigi dapat membantu dengan mudah

mengenali masalah apapun dan mengarahkan kita ke pengobatan yang tepat untuk itu. Ini akan membantu menjaga masalah gigi dari keadaan memburuk3. 2. Membersihkan gigi

Dokter gigi akan membantu membersihkan gigi secara profesional. Tidak hanya akan mendapatkan gigi bersih yang sempurna untuk tersenyum, tapi gigi kita akan bebas dari plak dan bakteri3.

3. Memilih Produk perawatan oral yang tepat

Dokter gigi akan membantu memilih dan menyarankan

produk kebersihan oral

terbaik guna beruntuk membantu agar memiliki gigi lebih putih, bersih dan sehat dan gusi. Hal ini sering dimulai dengan pemilihan pasta gigi terbaik, sikat gigi, serta menentukan frekuensi menggunakan produk ini3.

4. Mendapatkan bimbingan tentang kebersihan gigi dan mulut yang tepat. Dokter gigi akan mengajarkan cara yang tepat menyikat gigi serta flossing. Ini akanmembersihkan gigi anda dari bakteri dan plak yang akan merusak gigi3.

5. Pencegahan Dini Mulailah setiap hari membersihkan gigi segera setelah gigi pertama anak erupsi. Kunjungi dokter gigi anak saat gigi pertama erupsi. 6. Mengindari merokok dan minuman beralkohol Merokok dan minuman beralkohol dapat mempengaruhi kesehatan

mulut. Selain mulut kering ,perubahan warna gigi dan penumpukan plak, merokok menyebabkan penyakit gusi, kehilangan gigi dan bahkan kanker mulut . 7. Manajemen kesehatan oral Perawatan gigi untuk penyakit gigi kronis secara konsisten sangat penting untuk menahan atau menghindari efek berbahaya dari penyakit tersebut. 8. Mengkonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan rongga mulut Beberapa makanan dapat berperan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. dokter gigi akan membantu dengan menyarankan makanan mana yan harus dimakan lebih banyak setiap hari. Ini adalah kedokteran gigi pencegahan yang mungkin tidak begitu mudah diikuti bagi kebanyakan orang karena mereka memiliki waktu sulit mengubah cara mereka ketika datang ke makanan sehat3. 9. Penggunaan Florida Flour sistemik tersedia dalam bentuk air mengandung fluoride, dan makanan alami seperti apel dan gandum. Aplikasi topical dari florida tersedia sebagai : florida pencuci mulut, misalnya : colgate flourigard.

2. Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder dilakukan pada masa individu mulai sakit

a. Diagnosa dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment), tujuan utama dari tindakan ini ialah 1) mencegah penyebaran penyakit bila penyakit ini merupakan penyakit menular, dan 2) untuk mengobati dan menghentikan proses penyakit, menyembuhkan orang sakit dan mencegah terjadinya komplikasi dan cacat12. b. Pembatasan cacat (disability limitation) pada tahap ini cacat yang terjadi diatasi, terutama untuk mencegah penyakit menjadi berkelanjutan hingga mengakibatkan terjadinya cacat yang lebih buruk lagi12. Dalam kedokteran gigi pncegahan,restorasi gigi adalah contoh pencegahan sekunder7.berikut ini merupakan beberapa tindakan kedokteran gigi pencengahan sekunder, yaitu :

1. Restorasi gigi Dokter gigi melakukan restorasi atau penambalan terhadap gigi pasien sebagai tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi selanjutnya pada gigi serta untuk mengembalikan estetis dan kepercayaan diri pasien10.

3.Pencegahan tersier

a. Rehabilitasi, pada proses ini diusahakan agar cacat yang di derita tidak menjadi hambatan sehingga individu yang menderita dapat berfungsi optimal secara fisik, mental dan sosial12.

Dalam kedokteran gigi pencegahan,bridge adalah contoh pencegahan tersier7.berikut ini merupakan beberapa tindakan kedokteran gigi pencengahan tersier, yaitu :

1. Pemasangan bridge Jembatan Gigi (bridge) digunakan untuk "menjembatani kesenjangan" yang diciptakan oleh satu atau lebih gigi yang hilang. Sebuah jembatan gigi terdiri dari dua mahkota porselen untuk gigi pada kedua sisi-celah kedua penahan gigi disebut gigi penyangga dan gigi palsu (atau gigi) di antara.Dokter gigi bisa menggunakan bridge untuk mengembalikan gigi yang hilang9. 2. Crown Dokter gigi akan memasangkan mahkota (crown) pada kerusakan gigi depan yang cukup parah,misalnya gigi patah atau tidak bisa lagi ditambal karena lubang sudah terlalu luas .Bila kondisi gigi dinyatakan sehat, saat itu juga proses pembuatan crowndapat dilakukan8. 3. Implan Kehilangan gigi merupakan suatu kasus yang sering dijumpai di bidang kedokteran gigi. Kasus kehilangan gigi ini idealnya harus segera direstorasi. Ada beberapa cara untuk menggantikan gigi yang hilang, yaitu salah satunya dengan implant. Dokter gigi akan memasangkan implant pada pasien dengan kehilangan gigi13. 4. Perbaikan Maloklusi Dokter gigi akan memperbaiki gigi dengan kelainan posisi atau crowded salah satunya dengan menggunakan pemasangan ortho fix.

Adapun skema dari ketiga upaya pencegahan itu dapat di lihat pada gambar dua. Pada gambar dua proses perjalanan penyakit dibedakan atas a) fase sebelum orang sakit: yang ditandai dengan adanya keseimbangan antara agen (kuman penyakit, bahan berbahaya), host/tubuh orang dan lingkungan dan b) fase orang mulai sakit: yang akhirnya sembuh atau mati.

Berikut ini merupakan sedikit penjelasan tentang Flouride, cara menyikat gigi, dan cara flossing yang benar : Pentingnya Fluorida Fluoride diserap dengan mudah ke enamel gigi, terutama pada anak-anak pada masa pertumbuhan gigi. Setelah gigi tumbuh, fluoride memperkuat struktur gigi, membuat gigi lebih tahan terhadap kerusakan. Fluoride juga melakukan perbaikan atau melakukan remineralisasi pada bagian bagian gigi yang sudah mulai mengalami kerusakan 5. Merekomendasikan penggunaan larutan kumur fluor , tetapi tidak untuk anak di bawah enam tahun, karena mungkin akan tertelan5. Pencegahan teknik paling penting adalah menyikat gigidan flossing minimal dua kali sehari (atau sehabis makan) untuk menghilangkanplak gigi5. Teknik penyikatan gigi Menggosok gigi, setelah makan dan sebelum tidur adalah kegiatan rutin sehari-hari1.Tujuannya untuk memperoleh kesehatan gigi/mulut dan napas menjadi segar1. Terdapat beberapa cara yang berbeda-beda dalam menggosok gigi, yang perlu diperhatikan ketika menggosok gigi adalah:

(1) Cara menyikat harus dapat membersihkan semua deposit pada permukaan gigi dan gusi secara baik, terutama saku gusi dan ruang interdental (ruang antar gigi)1;

(2) Gerakan sikat gigi tidak merusak jaringan gusi dan mengabrasi lapisan gigi dengan tidak memberikan tekanan berlebih1; (3) Cara menyikat harus tepat dan efisien1.

10

(4) Frekuensi menyikat gigi maksimal 3 X sehari (setelah makan pagi, makan siang dan sebelum tidur malam), atau minimal 2 X sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur malam)1.

Telah kita ketahui bahwa frekuensi menggosok gigi adalah sehari 3 X, setiap sehabis makan dan sebelum tidur1. Kenyataannya menggosok gigi 3 X sehari tidak selalu dapat dilakukan, terutama ketika seseorang berada di sekolah, kantor atau tempat lain1. Manson (1971) berpendapat bahwa menggosok gigi sehari cukup 2 X, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam1.

Menyikat gigi harus dilakukan secara sistematis, tidak ada sisa makanan tertinggal. Caranya menggosok mulai dari gigi belakang kanan/kiri digerakan 11ertica depan dan berakhir pada gigi belakang kanan/kiri dari sisi lainnya. Hasil penyikatan akan lebih baik bila menggunakan disclosing solution atau disclosing tablet sebelum dan sesudah penyikatan gigi. Dengan disclosing solution, lapisan-lapisan yang melekat pada permukaan gigi dapat terlihat jelas1.

Dikenal beberapa macam cara menggosok gigi, yaitu,

(a) Gerakan 11ertical. Arah gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan rahang atas dan bawah tertutup.Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke pipi (bukal/labial), sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lidah/langit-langit

(lingual/palatal), gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan mulut terbuka.Cara ini terdapat kekurangan, yaitu bila menggosok gigi tidak benar dapat menimbulkan resesi gingival/penurunan gusi sehingga akar gigi terlihat1.

(b) Gerakan horizontal. Arah gerakan menggosok gigi ke depan ke belakang dari permukaan bukal dan lingual. Gerakan menggosok pada bidang kunyah dikenal sebagai scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi permukaan kunyah.Kombinasi
11

gerakan 12ertical-horizontal, bila dilakukan harus sangat hati-hati karena dapat menyebabkan resesi gusi/abrasi lapisan gigi1.

Gerakan roll teknik/modifikasi Stillman. Cara ini, gerakannya sederhana, paling dianjurkan, efisien dan menjangkau semua bagian mulut.Bulu sikat ditempatkan pada permukaan gusi, jauh dari permukaan oklusal/bidang kunyah, ujung bulu sikat mengarah ke apex/ujung akar, gerakan perlahan melalui permukaan gigi sehingga bagian belakang kepala sikat bergerak dalam lengkungan1.

Teknik flossing

Biasanya, kita hanya membersihkan gigi dengan cara menyikatnya dengan sikat dan pasta gigi. Belum banyak orang yang membersihkan gigi dengan menggunakan benang khusus (floss)2.Padahal, metode floss sangat efektif untuk mengangkat kotoran dari sela-sela gigi, atau sisa makanan yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.Floss juga dapat membantu menghilangkan plak gigi karena bila tidak dibersihkan, plak gigi dapat menimbulkan penyakit2.

Idealnya, floss harus dilakukan tiap hari. Bahkan bagi beberapa orang dengan masalah tertentu, sangat dianjurkan untuk melakukan floss.Orang-orang yang wajib melakukan floss adalah para perokok, penderita diabetes, dan penderita masalah gusi.Karena itu, agar gigi Anda tetap bersih, sehat, kuat, dan terawat, ikuti enam langkah cara melakukan floss dengan benar berikut ini2.

1. Gunakan benang khusus floss dengan panjang sekitar 45 sentimeter. Gulungkan masingmasing ujung benang di jari tengah tangan kanan dan kiri2.

12

2. Regangkan benang dengan kuat, lalu secara perlahan gerakkan benang ke atas dan ke bawah di tiap gigi2. 3. Jangan lupa bersihkan juga pangkal gigi (di bawah gusi)2. 4. Selalu gunakan bagian benang yang bersih untuk masing-masing gigi2. 5. Jangan sampai benang floss melukai gusi Anda2 6. Jangan menggerakkan benang terlalu cepat dan terlalu menekan2.

Jika Anda kesulitan melakukan floss, tak perlu khawatir. Kini di pasaran tersedia juga sikat gigi interdental.Sikat gigi interdental adalah sikat gigi yang telah dimodifikasi, sehingga berbentuk runcing di kepala sikat. Seperti floss, sikat gigi interdental juga mampu menjangkau bagianbagian sulit dari gigi, tetapi dengan cara pemakaian yang lebih mudah2.

2.4 Manfaat kedokteran gigi pencegahan Menimbang bahwa kesehatan mulut terkait dengan kesehatan secara keseluruhan, kedokteran gigi pencegahan penting untuk Anda secara keseluruhan kesejahteraan. Penyakit oral dapat mengganggu makan, berbicara, aktivitas sehari-hari. Berikut ini beberapa manfaat kedokteran gigi pencegahan6 : 1. Membantu menjaga gigi alami agar tetap sehat 2. Menekan biaya perawatan yang mungkin terjadi apabila tidak melakukan pencegahan terhadap kelainan di rongga mulut. 3. Dapat mengurangi atau meminimalisir resiko kelainan kelainan yang terjadi dirongga mulut

13

4. Dapat mendiagnosa kelainan gigi dari awal 5. Mendapatkan pengetahuan mengenai makanan yang baik untuk gigi dan tata cara penyikatan gigi yang benar

Selain dari beberapa manfaat diatas, juga terdapat beberapa manfaat lain dari kedokteran gigi pencegahan seperti aplikasi fluoride dan sealant, dapat mencegah kerusakan

gigi. Pemeriksaan gigi rutin dan pemeriksaan kanker mulut bisa mendeteksi kanker mulut pada tahap awal yang masih bisa diobati. Pemeriksaan gigi di klinik atau rumah sakit dapat mencegah karies (kerusakan gigi) dan penyakit periodontal , yang dapat menyebabkan kehilangan gigi. 75% orang dewasa memiliki penyakit periodontal. Pemeriksaan gigi teratur dapat mengurangi pengobatan mahal di masa depan. Sebagai hasil dari perawatan gigi preventif, orang cenderung untuk menjaga gigi asli mereka sepanjang hidup dan tidak perlu melakukan restorasi yang sering pada gigi .kedokteran gigi pencegahan juga memastikan bahwa dokter gigi akan melihat adanya tanda-tanda penyakit oral sistemik. Sebuah pemeriksaan gigi mungkin menemukan lesi di mulut yang dapat menyebabkan rujukan ke dokter lain untuk pemeriksaan lebih lanjut. 2.5 Akibat tidak adanya kedokteran gigi pencegahan Akibat yang dapat terjadi apabila tidak melakukan kedokteran gigi pencegahan : 1. Berisiko terkena kelainan penyakit gigi ataupun penyakit rongga mulut 2. Tidak dapat melakukan pencegahan awal terhadap penyakit oral sistemik 3. Menambah biaya pengobatan akibat penyakit yang sudah berlanjut 4. Hilangnya estetik rongga mulut akibat oral hygiene yang buruk 5. Tidak dapat mempertahankan gigi asli karena terjadi kerusakan

14

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Kedokteran gigi pencegahan adalah bidang kedokteran gigi yang berfokus pada prosedur dan praktek-praktek kehidupan yang membantu manusia untuk pencegahan awal atau perkembangan penyakit mulut.

Tindakan

kedokteran

gigi

pencegahan

terbagi

tiga

yaitu

pencegahan

primer,pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier. y Manfaat kedokteran gigi pencegahan diantaranya adalah dapat mengurangi atau meminimalisir resiko kelainan kelainan yang terjadi dirongga mulut,Menekan biaya perawatan yang mungkin terjadi apabila tidak melakukan pencegahan terhadap kelainan di rongga mulut, dll.

3.2 Saran y Kedokteran gigi pencegahan sebaiknya dilakukan sebaik mungkin oleh dokter gigi dengan kerjasama yang baik dengan pasien. y Pasien hendaknya mempunyai kesadaran yang tinggi tentang pentingnya melakukan pencegahan terhadap penyakit mulut dan gigi

15