Anda di halaman 1dari 18

CEDERA KEPALA BERAT

Oleh: Erria Trisna Diniaty Penguji: Dr. Iwan Aflanie, M.Kes, Sp.F

PENDAHULUAN
Otak dilindungi oleh scalp dan calvaria

Cedera kepala ? morbiditas dan mortalitas kerusakan parenkim otak faktor : prolong hipoksia dan hipotensi, herniasi otak, dan komplikasi - komplikasi sistemik

PENDAHULUAN
80% 10% 10% CKR (GCS 14-15) 14CKS (GCS 9-13) 9CKB (GCS 3-8) 3-

LAPORAN KASUS
Nama Kelamin Umur Pekerjaan Alamat : : : : : Tn. SR Laki-laki Laki23 tahun Swasta Sungai Tabuk Kab. Banjar Kab.

Dari informasi, menurut keterangan polisi, korban tersebut informasi, polisi, ditemukan mengalami kecelakaan di jalan Pematang panjang Sungai Tabuk Kabupaten Banjar sekitar lima ratus meter dari rumah korban. Sesaat setelah kejadian korban langsung dibawa ke RS dalam keadaan tidak sadar.

HASIL PEMERIKSAAN
Keadaan Jenazah
Jenazah tidak berlabel. Ditutup kain sarung berwarna biru bermotif batik. Setelah penutup dibuka, jenazah dalam keadaan memakai pakaian lengkap dan tampak ikatan kasa yang melingkari wajah, kedua tangan dan kaki

Sikap Jenazah
Tubuh jenazah terlentang badan menghadap ke depan dengan wajah menghadap ke depan

HASIL PEMERIKSAAN
Kaku Jenazah (+) pada dagu, sulit digerakkan Bercak Jenazah (-) Pembusukan Jenazah (-) Ukuran Jenazah 170 cm

HASIL PEMERIKSAAN
Rambut Warna rambut hitam, pendek, lurus, panjang tiga sentimeter, hitam, pendek, lurus, sentimeter, sukar dicabut, distribusi merata, dalam keadaan kering. dicabut, merata, kering. Bagian yang tertutup rambut luka (-) hematom (-) retak tulang (-) Dahi luka lecet (-) hematom (-) retak tulang (-) Mata Kanan / Kiri luka (-) (retak tulang (-) (Bola mata tampak utuh

HASIL PEMERIKSAAN
Hidung Pada kedua lubang hidung tampak keluar darah. luka (-) Mulut
Dari mulut tampak keluar darah Luka lecet pada bibir atas dan bawah Lidah tidak tergigit, tidak menjulur, di dalam mulut terlihat gigi tergigit, menjulur, saling mengatup

HASIL PEMERIKSAAN
Dagu tak ada kelainan Pipi Pada pipi kanan terdapat bengkak dan memar berwarna keunguan dengan diameter lima sentimeter di daerah samping kanan dari mata kanan, dan teraba derik tulang. kanan, tulang. Telinga Pada telinga kanan keluar cairan berwarna merah dan terdapat memar pada bagian belakang kepala dengan jarak tiga sentimeter dari pinggir telinga bagian belakang. belakang. Leher tak ada kelainan. Dada tak ada kelainan. kelainan. Perut tak ada kelainan. Alat Kelamin skrotum ukuran 9x12 cm

HASIL PEMERIKSAAN
Extremitas atas Luka lecet multipel (+) dan luka memar Extremitas bawah Luka lecet multipel (+) dan luka memar Punggung luka lecet Pantat tak ada kelainan Dubur tak ada kelainan Bagian Tubuh yang lain tak ada kelainan

Otak memerlukan sekitar 20% kebutuhan oksigen tubuh untuk metabolismenya 15% dari kardiak output, didukung oleh kemampuan pembuluh darah otak untuk mengubah diameternya dalam menghadapi kondisi fisiologis yang berbeda-beda. berbedaVasokonstriksi terjadi pada keadaan hipertensi, alkalosis, dan hipokarbia vasodilatasi pembuluh darah otak yang bertujuan untuk menjaga tekanan arteri rata-rata (mean arterial ratapressure (MAP)) antara 60 sampai 150 mmHg

ANALISIS KASUS
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari polisi, korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Mekanisme kecelakaan menurut saksi menyebutkan korban saat itu sedang dibonceng dengan sepeda motor oleh temannya arah pulang ke rumah korban dengan kecepatan tinggi. Dari arah yang berlawanan tiba-tiba datang sebuah sepeda motor dengan tibakecepatan tinggi dan menabrak sepeda motor yang ditumpangi korban. Korban jatuh dan kepalanya membentur aspal dan badannya terjepit oleh kedua sepeda motor. Setelah mengalami kecelakaan korban saat itu tidak sadarkan diri dan langsung dibawa menuju RS Ulin Banjarmasin. Dalam perjalanan korban mengalami kejang namun tidak pernah sadar. Korban dinyatakan meninggal di RS Ulin Banjarmasin setelah 30 menit dilakukan resusitasi. Korban dinyatakan meninggal karena fungsi tiga organ sebagai parameter kematian benar-benar tidak benarberfungsi lagi yaitu paru, jantung, dan otak.

ANALISIS KASUS
Korban datang dalam keadaan koma, GCS (1-1-1). (1Perubahan tingkat kesadaran ini dipengaruhi oleh fungsi korteks serebri dan sistem aktivasi retikular (RAS) dari batang otak. Pada penderita cedera kepala berat dapat terjadi keadaan hipoksia akibat cedera pada pusat sistem respirasi di otak pertahanan tubuh korban pada awal trauma kepala akibat adanya peningkatan TIK. Peningkatan TIK dapat disebabkan adanya edema serebri atau adanya masa darah yang terkumpul di dalam intra kranium yang menekan RAS penurunan kesadaran

ANALISIS KASUS
Pada kasus kecelakaan lalu lintas kerusakan otak dapat disebabkan adanya kontusio coup maupun counter coup. Kerusakan akibat kontusio umumnya merusak pembuluh darah pada daerah yang terkena maupun daerah counter coup. Trauma pada wajah dan leher juga berperan penting sebagai penyebab kematian

ANALISIS KASUS
Peningkatan TIK awalnya ditandai dengan penurunan GCS, status kesadaran, ukuran pupil, reflek cahaya pupil, dan kekuatan motorik serta kesimetrisannya Menyebabkan kematian dalam hitungan menit s/d hari Tanda cedera kepala berat: Perdarahan dari telinga Hemotympanum Rhinorrhea Otorrhea Battle's sign (retroauricular hematoma) Raccoon sign (periorbital ecchymosis) Defisit neurologis

KESIMPULAN
Telah diperiksa jenazah laki-laki berusia 23 tahun lakidengan panjang 170 cm. Dari pemeriksaan luar didapatkan retak tulang pada daerah pipi kanan, memar pada pipi kanan, hematom kanan, kanan, pada daerah belakang telinga dan keluarnya darah dari hidung, hidung, mulut dan telinga. telinga. Sebab kematian korban dapat disebabkan adanya perdarahan di dalam tempurung kepala tanpa mengesampingkan penyebab kematian yang lain karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam. dalam.

TERIMA KASIH