Anda di halaman 1dari 6

LINEA ALBA

E TIOLOGI: Gesekan gigi-gigi dapat menyebabkan perubahan-perubahan epitel yang menebal dan terdiri dari jaringan hiperkeratotik GEJALA KLINIS : perubahan warna yang tampak sebagai garis bergelombang putih, menimbul, dengan panjang yang bervariasi dan terletak pada garis oklusi dari mukosa pipi PREDILEKSI:Mukosa buccal PENATALAKSANAAN: Tidak ada perawatan yang diindikasikan untuk pasien dengan linea alba

CHEEK CHEWING
ETIOLOGI : trauma pada saat pengunyahan atau karena kecelakaan. PREDILEKSI : GEJALA KLINIS : ulkus yang dikelilingi lapisan putih terdiri dari jaringan nekrotik, lunak, bentuknya sama dengan gigi penyebab dan jika baru terjadi biasanya terdapat perdarahan. PENATALAKSANAAN: penghalusan permukaan gigi yang tajam, pengontrolan agar tidak terjadi infeksi dengan antiseptik, dan pemberian

LUKA BAKAR

ETIOLOGI : trauma fisik termis dan makanan yang panas, asap rokok, instrumen gigi yang panas, obat analgesik asam asetilsalisilat. PREDILEKSI : seluruh mukosa pipi bisa terkena GEJALA KLINIS : Ulkus berwarna abu-abu keputihan. Bentuk lesi tidak teratur, putih, di mana

pseudomembran dan seluruh mukosa pipi bisa terkena. Jika pseudomembran diangkat akan timbul rasa sakit dan daerah yang terangkat kasar serta berdarah. PENATALAKSANAAN:menghentikan aplikasi aspirin,

mengontrol infeksi dengan antiseptik dan antibiotik, serta irigasi lesi dengan akuades untuk menghilangkan obat yang masuk

LEUKOPLAKIA
ETIOLOGI : Faktor lokal (trauma, kimia ),Faktor sistemik ( syphilis glotitis) , malnutrisi vitamin (vit.A)

PREDILEKSI : daerah alveolar,lateral dan ventral lidah,bibir,mukosa alveolar, Palatum molle dan palatum durum,trigonum retromolar,gusi dekat mandibula.

GAMBARAN KLINIS: Lesi tampak kecil, berwarna putih, terlokalisir, barbatas jelas, dan permukaannya tampak melipat.Bila dilakukan palpasi akan terasa keras, tebal, berfisure, halus, datar atau agak menonjol. Lesi ini dapat berwarna seperti mutiara putih atau kekuningan. Pada perokok berat, warna jaringan yang terkena berwarna putih kecoklatan.

PENATALAKSANAAN :Mengeliminasi faktor etiologi,pembedahan terhadap lesi yang mempunyai ukuran kecil atau agak besar. Bila lesi telah mengenai dasar mulut dan meluas, maka pada daerah yang terkena perlu dilakukan stripping.Perawatan dengan pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C.

Homogenous leukoplakia Merupakan bercak putih yang kadang-kadang

berwarna kebiruan Permukaannya licin, rata, dan berbatas jelas. Pada tahap ini, tidak dijumpai adanya indurasi.

Erosif leukoplakia Erosif leukoplakia berwarna putih dan mengkilat seperti perak Pada palpasi, permukaan lesi mulai terasa kasar dan dijumpai juga permukaan lesi yang erosive.Pada umumnya sudah disertai dengan indurasi.

SPECKLED ATAU VEROCUOS LEUKOPLAKIA Permukaan berwarna Terdapat lesi putih, indurasi tampak tetapi sudah tidak menonjol, mengkilat. menjadi

(+),Permukaan

kasar dan berlekuk-lekuk. Lesi dapat berubah menjadi tumor ganas seperti squamus sel

karsinoma

KANDIDIASIS PSEUDOMEMBRAN AKUT


ETIOLOGI : C.albicans, PREDILEKSI;Mukosa pipi,lidah dan palatum lunak.. GEJALA KLINIS : Kandidiasis ini tampak sebagai plak mukosa yang putih, difus, bergumpal atau seperti

beludru, terdiri dari sel epitel deskuamasi, fibrin, dan hifa jamur, dapat dihapus meninggalkan permukaan merah dan kasar PENATALAKSANAAN :menjaga kebersihan rongga mulut memberi obat-obatan antifungal baik topikal maupun sistemik,menanggulangi faktor predisposisi

KANDIDIASIS ATROPIK AKUT

ETIOLOGI : C.albicans, ,pemakaian antibiotik spektrum luas, terutama Tetrasiklin PREDILEKSI ; Mukosa pipi,bibir,orofaring,lidah,palatum GEJALA KLINIS : Kandidiasis jenis ini membuat daerah permukaan mukosa oral mengelupas dan tampak sebagai bercak-bercak merah difus yang rata. PENATALAKSANAAN : menjaga kebersihan rongga mulut memberi obat-obatan antifungal baik topikal maupun sistemik

KANDIDIASIS ATROPIK KRONIK

ETIOLOGI : C.albicans, PREDILEKSI : seluruh mukosa mulut GEJALA KLINIS : Mukosa palatum maupun mandibula yang tertutup basis gigi tiruan akan menjadi merah PREDILEKSI: palatum,dan tiruan PENATALAKSANAAN: menjaga kebersihan rongga mulut memberi obat-obatan antifungal baik topikal maupun sistemik,menanggulangi faktor predisposisi.Pada pasien yang memakai gigi tiruan, gigi tiruan harus direndam dalam larutan pembersih seperti Klorheksidin pada daerah tumpuan gigi

STOMATITIS AFTOSA REKURENS MINOR


ETIOLOGI : Penyakit ini dapat dihubungkan dengan kelainan imunologi, kelainan hematologis, kelainan psikologis, maupun alergi PREDILEKSI; mukosa bibir dan pipi, GEJALA KLINIS : Terdapat ulserasi rekurens pada

STOMATITIS AFTOSA REKURENS MAYOR (SUTTONS ULCERS)


ETIOLOGI : Penyakit ini dapat dihubungkan dengan kelainan imunologi, kelainan hematologis, kelainan psikologis, maupun alergi

PREDILEKSI

: mikosa bibir dan pipi

GEJALA KLINIS : Terdapat ulserasi rekurens pada mukosa mulut dengan diameter lebih dari 1 cm

PENATALAKSANAAN : kortikosteroid, seperti triamsinolon atau fluosinolon topikal, sebanyak 3 atau 4 kali sehari setelah makan dan menjelang tidur

STOMATITIS AFTOSA REKURENS HERPETIFORMIS

ETIOLOGI : Penyakit ini dapat dihubungkan dengan kelainan imunologi, kelainan hematologis, kelainan psikologis, maupun alergi

PREDILEKSI :mukosa bibir dan pipi.

GEJALA KLINIS : Terdapat ulserasi rekurens pada mukosa mulut berupa ulserasi kecil-kecil 1-3 mm, 5-100 ulser dan berkumpul

PENATALAKSAAN : Kortikosteroid / imunosupresan sistemik

KANDIDIASIS PADA INFEKSI HIV/AIDS

ETIOLOGI : Candida albicans PADA IMMUNIDEFICCIATE PREDILEKSI: lidah,mukosa pipi,palatum GEJALA KLINIS : ditemukan plak putih yang meluas mengenai mukosa bukal dan permukaan ventral dan dorsal lidah, tepi hiperemis (-), sariawan (+) PENATALAKSANAAN: menjaga kebersihan rongga mulut memberi obat-obatan antifungal baik topikal maupun sistemik menanggulangi faktor predisposisi