Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN TUTORIAL MODUL IX.

METODOLOGI PENELITIAN

SKENARIO I:

WANT TO KNOW KELOMPOK: A3 1. T. Abdul Karim 2. Mauliza Nanda P. 3. Etri Nirmala Sari 4. Fardhila Yanti 5. Ira Anggraini 6. Dian Puspita Sari 7. Sahlina Zuhra 8. Mustasyar 9. Afriliansyah : Ketua : Sekretaris : Notulen : Anggota : Anggota : Anggota : Anggota : Anggota : Anggota

10. Stillo Santhes Hrp. : Anggota 11. M. Hasianta Utama : Anggota 12. Riska Novita Sari 13. Eviner Vice : Anggota : Anggota

TUTOR: dr. Indah P FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA 2009

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN TUTORIAL KEGIATAN PBL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA

1. Judul Skenario 2. Modul 3. Tutor 4. Kelompok 5. Ketua 6. Sekretaris 7. Notulen 8. Anggota

: : : : : : : :

Want To Know Metodologi Penelitian dr. A3 T. Abdul Karim Mauliza Nanda Putri Etri Nirmala Sari 1. Afriliansyah 2. Fardhila Yanti 3. Mustasyar 4. Sahlina Zuhra 5. Ira Anggraini 6. Riska Novita Sari 7. Stillo Santhes Hrp. 8. M. Hasianta Utama 9. Dian Puspita Sari 10. Eviner Vice

Telah diperiksa oleh : Tutor kelompok A3

Lampoh Keude, 22 Oktober2009 Ketua kelompok A3

(dr. Indah P)

(Afriliansyah)

DAFTAR ISI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Halaman Pengesahan 2 Halaman Isi.. Pendahuluan. 3 4

Skenario 5 Tahap I. Identifikasi Istilah . Tahap II. Identifikasi Masalah. Tahap III. Analisa Masalah . Tahap IV. Strukturisasi 6 7 8 9

Tahap V. Learning Objective 10

10. Tahap VI. Hasil Belajar Mandiri. 11 11. Kesimpulan . 35 12. Daftar Pustaka . 36

PENDAHULUAN

Tujuan utama penelitian di bidang kedokteran, dan kesehatan pada umumnya ialah mengumpulkan informasi bagi perencanaan kegiatan medik klinik maupun medik social, dan mengembangkan substansi ilmu kedokteran itu sendiri, baik dalam peringkat biologic, klinik, maupun social. Dengan demikian, penelitian kedokteran bukan sekedar kegiatan pengumpulan data klinik atau observasi perilaku individu maupun masyarakat di bidang kesehatan semata.

Sebagaimana penelitian di bidang lain, penelitian di bidang kedokteran lebih merupakan suatu way of thinking, yaitu cara bagaimana menilai suatu fenomena problematic dengan menggunakan teori yang ada, sehingga teridentifikasi dan terumuskan permasalahan utama yang di hadapi peneliti, bagaimana hipotesis yang relevan dikembangkan dan dirumuskan dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, dan bagaimana suatau model rancangan penelitian dipilih dalam rangka pembuktian kebenaran hipotesis dan mencari jawaban yang akurat bagi permasalahan tersebut.

Penguasaan metode keilmuaan yang di maksud ialah mampu berfikir secara ilmiah, yang biasanya di gambarkan dengan sifat-sifat : kritis, obyektif, logis, analitis, dan sistematis. Penguasaan metode keilmuan memang merupakan inti dari kemampuan penelitian seseorang. Hal ini dapat dipahami, karena pada hakekatnya metodelogi penelitian merupakan bagian dari metode keilmuan itu sendiri.

SKENARIO I WANT TO KNOW dr. Sartika, Kepala Puskesmas di daerah pedesaan di mana sanitasinya buruk menjumpai banyak penduduk dengan diagnosa anemia. Setelah observasi ke lapangan ternyata mereka mayoritas petani yang selalu menggunakan pupuk kandang dan umumnya penduduk jarang menggunakan alas kaki sewaktu melakukan aktifitas. Dari 2500 penderita anemia diambil sampel secara acak sebanyak 500 orang untuk diperiksa tinjanya. Dari hasil pemeriksaan tinja, prevalensi infeksi cacing tambang 90%. Hasil ini tidk berbeda jauh dengan hasil penelitian yang sama oleh peneliti terdahulu.

TAHAP I IDENTIFIKASI ISTILAH

1. Sanitasi

: MCK umum yang wajib dimiliki setiap keluarga untuk menunjang kehidupan dan aktivitas sehari-hari yang kualitasnya telah ditentukan dengan standar kesehatan yang ada.

2. Anemia

: Penurunan konsentrasi eritrosit dan haemoglobin dalam darah di bawah normal disebabkan karena kekurangan zat besi

3. Observasi

: Salah satu teknik penumpulan data atau fakta-fakta dengan melakukan pengamatan peninjauan langsung ke lapangan yang mempelajari suatu hal atau masalah dan yang membuktikan kebenaran dengan data yang telah diperoleh sebelumnya

4. Prevalensi 5. Sampel

: presentasi jumlah data pasti dalam suatu penelitian. : Suatu yang dipergunakan yang menunjukan sifat suatu kelompok yang lebih besar, bagian dari populasi stastistik yang dipelajari memperoleh informasi tentang yang sebelumnya.

TAHAP II IDENTIFIKASI MASALAH

Masalah Inti : Konsep Dasar Metode Penelitian

Masalah Tambahan : a. Metode Ilmiah b. Peranan dan Jenis-Jenis Penelitian c. Penelitian Kesehatan d. Populasi dan Sampel

TAHAP III ANALISA MASALAH

Ilmu (science) dan penelitian (research) tidak dapat dipisahkan. Ilmu tidak dapat dipisahkan. Ilmu tidak akan berkembang tanpa penelitian, sebaliknya penelitian tidak akan ada bila tidak ada dalam kerangka ilmu tertentu. Meskipun banyak defenisi tentang ilmu dan penelituian, namun secara umum dapat dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan filosopi, sedangkan penelitian suatu tindakan (action) yang berguna untuk membangun dan mengembangjan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan merupakan akumulasi pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah, dengan menggunakn teori-teori yang ada.

Menurut kamus Websters New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip, suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu.

Umumnya, suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal, yaitu : a. Adanya koheren. Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. b. Adanya koresponden. Suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan atau memiliki korespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. c. Pragmatis. Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

TAHAP IV STRUKTURISASI

Prior Knowledge

Kualitatif

Teori

Koheren

onsep Dasar Metodologi Penelitian

Critical Thinking

Penelitian

Way of Thinking

Reflective Thinking

Kuantitatif

Fakta

Ilmu

Hasil Sementara

Koresponden

Pragmatis

Hasil Valid

TAHAP V LEARNING OBJECTIVES

1.

Mahasiswa mampu melakukan pengambilan data dengan wawancara dan observasi

2. 3. 4. 5.

Mahasiswa mampu menelusuri sumber pustaka Mahasiswa mampu memahami metode ilmiah Mahasiswa mampu memahami pengertian penelitian Mahasiswa mampu memahami cara berpikir ilmiah sebagai titik tolak melakukan penelitian

6. 7. 8. 9.

Memahami macam dan jenis desain penelitian Memahami dan merumuskan variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian Memahami macam dan jenis instrumen penelitian Memahami arti dan peranan suatu usulan penelitian

10. Memahami arti dan peranan suatu laporan hasil penelitian serta perbedaannya dengan usulan penelitian

10

TAHAP VI HASIL BELAJAR MANDIRI

A. Konsep Dasar Metode Penelitian di Bidang Kesehatan A.1. Ilmu Dan Penelitian Secara umum penelitian bertujuan untuk mengembangkan khazanah ilmu dengan memperoleh pengetahuan serta fakta baru, sehingga dapat disusun teori, konsep, hokum, kaidah atau metodologi yang baru, dan dapat diperoleh masalah baru yangn kelak khusus dipecahkan dengan penelitian pula.

Ilmu (science) dan penelitian (research) tidak dapat dipisahkan. Ilmu tidak dapat dipisahkan. Ilmu tidak akan berkembang tanpa penelitian, sebaliknya penelitian tidak akan ada bila tidak ada dalam kerangka ilmu tertentu. Meskipun banyak defenisi tentang ilmu dan penelituian, namun secara umum dapat dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan filosopi, sedangkan penelitian suatu tindakan (action) yang berguna untuk membangun dan mengembangjan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan merupakan akumulasi pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah, dengan menggunakn teori-teori yang ada. \ Meskipun perkembangan ilmu-ilmu alamiah yang dilandasi penelitian empiris telah menunjukkan tingkat yang canggih, sering kali dengan metode dan teknik yang canggih pula, namun pada hakekatnya perkembangan ilmu mengikuti pola yang sama. Penelitian melihat kesenjangan antara teori dan fenomena alamiah (metode dedukasi). Kesenjangan ini dikembangkan menjadi masalah penelitian.1

A.2. Pengertian Penelitian Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris research. Dari itu, ada juga ahli yang menerjemahkan research sebagai riset. Research itu sendiri berasal dari kata re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari. Dengan demikian, arti sebenarnya dari research atau riset adalah mencari kembali.

11

Menurut kamus Websters New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip, suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Menurut ilmuwan Hillway (1956), penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Whitney (1960) menyatakan bahwa di samping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. Whitney mengutip beberapa defenisi tentang penelitian yang diturunkan di bawah ini : Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. (Parsons, 1946). Penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antarfakta dan menghasilkan dalil atau hokum. (John, 1949). Penelitian adalah transformasi yang terkendalikan atau terarah dari situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya, seperti mengubah unsur dari situasi orisinal menjadi suatu keseluruhan yang bersatu padu. (Dewey, 1939). Penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupaka sebuah pemikiran kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian defenisi dan redefenisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan untuk menentukan apakah ia cocok dengan hipotesis. (Woody, 1927). Dalam hubunganya dengan defenisi penelitian, Gee (1957) memberikan tanggapan sebagai berikut. Dalam berbagai defenisi penelitian, tekandung ciri tertentu yang lebih kurang bersamaan. Adanya suatu pencarian, penyelidikan atau investigasi terhadap pengetahuan baru, atau sekurang-kurangnya sebuah pengaturan baru atau interpretasi (tafsiran) baru dari pengetahuan yang timbul. Metode yang digunakan bias saja ilmiah atau tidak, tetapi pandangan harus kritis dan prosedur harus sempurna. Tenaga

12

bisa saja signifikan atau tidak. Delam masalah aplikasi, maka tampaknya aktivitas lebih banyak tertuju kepada pencarian (search) dari pada suatu pencarian kembali (re search). Jika proses yang terjadi adalah hal yang selalu diperlukan, maka penelitian sebaiknya digunakan untuk menentukan ruang lingkup dari konsep dan bukan kehendak untuk menambah defenisi lain terhadap defenisi-defenisi yang telah begitu banyak. Dari tanggapan serta definisi-definisi tentang penelitian, maka nyata bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang teroganisasi. Dalam definisi-definisi di atas, penekanan diletakkan pada system asuhan sebagai atribut-atribut yang esensial (mutlak). Penelitian juga bertujuan untuk mengubah kesimpulan-kesilmpulan yang telah diterima, ataupun mengubah dalil-dalil dengan adanya aplikasi baru dari dalil-dalil tersebut. Dari itu, penelitian dapat diartikan sebagai pencarian pengetahuan dan pemberi artian yang terus-menerus terhadap sesuatu. Penelitian juga merupakan percobaan yang hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu yang baru. Penelitian dengan menggunakan metode ilmiah (scientific method) disebut penelitian ilmiah (scientific research). Dalam penelitian ilmiah ini, selalu ditemukan dua unsur penting, yaitu : 1. Unsur observasi (pengamatan), yaitu kerja dengan mana pengetahuan mengenai fakta-fakta tertentu diperoleh melalui kerja mata (pengamatan) dengan menggunakan persepsi (sense of persption). 2. Unsur nalar (reasoning), adalah suatu kekuatan dengan mana arti dari faktafakta, hubungan dengan interelasi terhadap pengetahuan yang timbul, sebegitu jauh ditetapkan sebagai pengetahuan yang sekarang.

A.3. Ilmu, Penelitian, dan Kebenaran. Bagaimanakah hubungan antara ilmu, penelitian, dan berpikir reflektif? Pertama-tama mari kita lihat hubungan antara ilmu dan penelitian. Ilmu dan penelitian mempunyai hubungan yang sangat erat. Menurut Almack (1930), hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses. Penelitian adalah proses, sedangkan hasilnya adalah ilmu.

13

Akan tetapi Whitney (1960), berpendapat bahwa ilmu dan penelitian adalah samasama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah proses yang sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth).

Terdapat suatu kesamaan yang tinggi derajatnya antara konsep ilmu dan penelitian. Keduanya adalah sama-sama proses. Bagaimana pula hubungan antara berpikir, penelitian, dan ilmu? Konsep berpikir, ilmu dan penelitian juga sama. Berpikir, seperti halnya dengan ilmu, juga merupakan proses untuk mencari kebenaran. Proses berpikir adalah refleksi yang hati-hati dan teratur. Perlu juga disinggung bahwa kebenaran yang diperoleh melalui penelitian terhadap fenomena yang fana adalah suatu kebenaran yang telah ditemukan melalui proses ilmiah, karena penemuan tersebut dilakukan secara ilmiah. Sebaliknya, banyak juga kebenaran terhadap fenomena yang fana diterima tidak melalui proses penelitian.

Umumnya, suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal, yaitu : d. Adanya koheren. Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

14

e.

Adanya koresponden. Suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan atau memiliki korespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

f.

Pragmatis. Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

A.4. Metode Ilmiah Metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu, penelitian dan metode ilmiah mempunyai hubungan yang sangat dekat sekali. Dengan adanya metode ilmiah, pertanyaanpertanyaan dalam mencari dalil umum akan mudah terjawab, seperti menjawab seberapa jauh, mengapa begitu, apakah benar, dan sebagainya.

Menurut Almack (1939), metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle ( 1975), berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.

A.4.1. Kriteria Metode Ilmiah Upaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut : 1. Berdasarkan fakta Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisis haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. 2. Bebas dari prasangka

15

3. 4. 5. 6.

Menggunakan prinsip-prinsip analisis Menggunakan hipotesis Menggunakan ukuran objektif Menggunakan tekhnik kuantifikasi.

1. Berdasarkan fakta Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisis haruslah berdasarkan fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasarakan pada daya khayal, kira-kira, legendalegenda, atau kegiatan sejenis.

2. Bebas dari prasangka Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih, dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan buktibukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif

3. Menggunakan prinsip analisis Dalam memahami serta member arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisis. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahan dengan menggunakan analisis yang logis. Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Akan tetapi, semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisis yang tajam.

4. Menggunakan hipotesis Dalam metode penelitian, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisis. Hipotesis harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang di ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tetap. Hipotesis merupakan pengangan yang khas dalam menunutn jalan pikiran peneliti.2

16

A.5. Ranah penelitian kedokteran dan kesehatan Bagi dokter yang berkecimpung dalam bidang kedokteran dan kesehatan, penelitian pada umumnya bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data yang diperlukan untuk rencana kegiatan medis-klinis atau medis-sosial, atau untuk mengembangkan ilmu kedokteran sendiri, yang pada gilirannya akan berguna bagi kesejahteraan manusia.

Adapun lahan penelitian dalam bidang ilmu kedokteran dan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi: Penelitian kedokteran dasar, penelitian kedokteran klinis dan penelitian kedokteran komunitas. Ketiga ranah (domain) penelitian

tersebutdalam langkah-lagkahnya mempunyai perbedaan karakteristik, akan tetapi sekaligus juga mempunyai saling keterkaitan yang sangat erat, serta tetap berada dalam suatu kerangka keilmuan yakni ilmu kedokteran.

Tingakt penelitian dalam bidang ilmu kedokteran dalam bidang ilmu kedokteran atau kesehatan dapat dibagi dalam 2 golongan besar yaitu: 1. Penelitian yang bersifat deskriptif : yaitu peneliti melakukan eksplorasi fenomena kedokteran tanpa berusaha mencari hubungan antar-variabel pada fenomena tersebut. 2. Penelitian yang bersifat analitik : yaitu peneliti disamping melakukan identifikasi serta pengukuran variable , peneliti pun mencari hubungan antarvariabel untuk menerangkan kejadian ataupun fenomena yang diamati.

Dalam penelitian analitik ini peneliti hanya dapat mengukur fenomena saja tanpa melakukan intervensi terhadap variable (yakni bersifat analitik observasional), tetapi ia dapat pula melakukan intervensi terhadap variable bebas dan menilai efek intervensi atau manipulasi tersebut terhadap variable tergantung (penelitian eksperimental atau intervensional ). Hal yang perlu diingat adalah tidak selalu penelitian deskriptif (yang secara metodologis dapat dikatakn desainnya bersifat sederhana) nilainya rendah atau lebih rendah disbanding penelitian analitik. Banyak

17

hadiah nobel dalam pelbagai bidang ilmu yang diterima oleh para peneliti hanaya melakukan penelitian deskriptif saja.

Penilitian dilakukan sejalan dengan sifat dasar manusia yang senatiasa ingin tahu terhadap pelbagai fenomena di sekelilingnya. Tujuan seseorang untuk melakukan penelituian pada umumnya ialah: 1. Untuk mengetahui deskripsi pelbagai fenomena alam 2. Untuk menerangkan hubungan antara pelbagai kejadian 3. Untuk memecahkan pelbagai masalah yang ditemukan dalam kehidupan, dan 4. Untuk memperlihatkan efek tertentu

A.6. Tanggung Jawab Peneliti Para peneliti, termasuk dalam bidang kedokteran, mempunyai hak seluas-luasnya untuk mengembangkan rasa ingin tahunya. Hak yang besar ini harus diiringi dengan tanggung jawab yang besar pula. Pengembangan ilmu hendaknya mengacu pada kesejhteraan umat manusia, tidklah layak apabila peneliti bersikap membabi buta, yakni mengembangkan ilmu untuk ilmu itu sendiri. Sikap ilmu untuk ilmu dengan mengabaikan hakikat pengembangan ilmu justru mengancam hakikat kemanusiaan.

Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penelitian adalh kemungkinan terjadinya conflik of interest (konflik kepentingan) peneliti, yang dapat mengganggu obyektivitas penelitian. Hal ini dapat terjadi oleh karena para peniliti sering juga berperan sebagia praktisi, sehingga kadang sulit baik bagi peneliti maupun pasien untuk memisahkan suatu tindakan sebagai upaya pengobatan atau sebagai prosedur penelitian.

Konflik kepentingan juga acap kali berkaitan dengan masalah financial, terutema dalam pengembangan obata baru yang disponsori oleh farmasi atau firma bioteknologi. Kemajuan pengetahuan manusia yang sangat berkembang adalah rekayasa genetika, membuka peluang yang luar biasa bagi manusia untuk menciptakan pelbagia hal, yang dapat saja diselewengkan kea rah yang berseberangan dengan norma-norma yang berlaku.

18

Antaralain untuk mengatasi masalah terebut, maka tiap instutisi penelitian sekarang ini telah telah membentuk komisi etika penelitian yang di beberapa institusi dikenal dengan nama clinical ethics communities, yang dapat berada di bawah institusi (fakultas kedokteran, rumah sakit, atau instutisi penelitian) namun bersifat independen dalam melaksanakan tugasnya. Akan tetapi pembatasan yang lebih baik adalah dari peneliti itu sendiri, peneliti hendaknya tetap berpegang teguh pada norma yang berlaku, dan tinkat yang tertinggi dari tanggung jawab peneliti adalah tanggunga jawabnya kepada Tuhan Sang Pencipta.1 B. Peranan Dan Topologi Penelitian Kedokteran B.1. Kegunaan dan Peranan Penelitian Kegunaan penelitian adalah utuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk, dan konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus. Keadaan tersebut bisa saja di control melalui percobaan (eksperimen) ataupun berdasarkan observasi tanpa control. Penelitian memegang peranan yang amat penting dalam memberikan fondasi terhadap tindak serta keputusan dalam segala aspek pembagunan. Di Negara-negara yang telah berkembang, apresiasi terhadap karya penelitian sudah begitu melembaga dan penggunaan dana untuk keperluan peneliti tidak pernah dipertanyakan lagi manfaatnya.

B.2. Penelitian Eksperimental dan Non Eksperimental Berdasarkan atas proses bagaimana variable penelitian diamati, penelitian kedokteran dapat dibagi menjadi dua 1. Penelitian eksperimental 2. Penelitian non eksperimental cirri pokok yang membedakan kedua jenis penelitian tersebut adalah menyangkut ada tidaknya intervensi peneliti terhadap subyek penelitian, atau ada tidak nya unsure manipulasi yang dilakukan penelitian.

19

Penelitian eksperimental adalah penelitian yang observasinya dilakukan terhadap efek dari manipulasi peneliti terhadap satu atau serjumlah cirri (variabel) subyek penelitian. Sementara penelitian non eksperimental adalah penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah cirri (variabel) subyek menurut keadaan apa adanya, tanpa ada manipulasi atau intervensi peneliti.

Istilah manipulasi atau intrervensi yang dimaksud di sini ialah setiap tindakan terhadap subyek penelitian, yang dengan tindakan tersebut menimbulkan efek, dan efek inilah yang kemudian di pelajari. Dengan demikian tidak setiap tindakan penelitian, sampaipun seberat tindakan pembedahan misalnya, merupakan

manipulasi kalau tindakan itu bukan untuk dipelajari efeknya. Sebagai contoh misalnya, penelitian terhadap jenis batu kandung empedu, yang dalam

pelaksanaannya dilakukan pembedahan, bukan lah suatu penelitian eksperimental, karena pada penelitian ini bukan efek dari tindakan peneliti (pembedahan) yang dipelajari, tetapi jenis batunya. Lain halnya kalau yang dipelajari efek kesembuhan luka operasi, dengan memperbandingkan model insisi epigastrium yang harisontal, vertical atau oblikual pada pembedahan tersebut misalnya , jenis penelitian ini termasuk eksperimental.

Dikenal dua macam penelitian ekaperimental, yaitu penelitian eksperimental MURNI dan penelitian eksperimental KUASI (sering juga disebut eksperimental semu). Penelitian eksperimental murni adalah penelitian yang memungkinkan peneliti mengendalikan hamper semua variable luar (variable pengacau), swehingga perubahan yang terjadi pada efek (variable yang dipelajari) hamper sepenuhnya karena pengaruh perlakuan (variable eksverimental). Sementara penelitian

eksperimental kuasi ialah bila penelitian tidak mungkin mengontrol semua variable luar, sehingga perubahan yang terjadi pada efek tidak sepenuhnya oleh pengaruh perlakuan.

20

B.3. Penelitian Epidemiologi Penelitian epidemiologi adalah jenis penelitian kedokteran yang mengkaji problema kesehatan dengan menggunakan pendekatan komunitas. Bahkan pendekatan komunitas atau kelompok masyarakat inilah yang menjadi cirri utama penelitian epidemiologic. Sejalan dengan istilah epidemiologi sendiri.Secara umum, penelitian epidemiologi mempunyai tiga kegunaan : 1. Untuk kepentingan diagnosis, yaitun untuk menyusun diagnosis komunitas atau diagnosis kelompok. 2. Untuk kepentingan penelusuran patogenesis penyakit, yaitu mempelajari aspek etiologi dan perkembangan penyakit. 3. Untuk kepentingan evaluasi program, yaitu sebagai sarana untuk menilai suatu tindakan pelayanan kesehatan masyarakat tertentu.

Penelitian intervensi adalah penelitian eksperimental yang dilakukan terhadap masyarakat., kemudian efek perlakuan tersebut di observasi, baikl secara individual maupun kelompok. Dalam kaitan fungsi penelusuran patogenesis penyakit, penelitian intervensi mempunyai potensi untuk mengungkap mekanisme sebab akibat antara factor resiko( penyebab penyakit) dengan efek (penyakit atau status kesehatan tertentu).

B.4. Survei Epidemiologik Berbeda dengan penelitian intervensi,pada survei epidemiologic,deskriptik maupun analitik (sebagai penelitian epidemiologik non-perimental)kedalaman analisis mekanisme sebab-akibat tidak dapat diperoleh.hal ini disebabkan karena pada survei epidemiologic observasi yang dilakukan pada fenomena kesehatan apa adanya,tanpa manipulasi.

B.5. Survei Deskriptif Survei epidemiologik deskriptif ialah suatu penelitian yang tujuan utamanya melakukan ekspolarasi-deskriptif terhadap fenomena kesehatan masyarakat,baik yang berupa faktor resiko ataupun efek.penelitiana ini hanya menyugukan sedeskriptif mungkin fenomena tersebut,tanpa mencoba menganalisis bagaimana dan

21

mengapa fenomena tersebut terjadi.sebagai contoh misalnya,survei angka kematian dan angka kelahiran pada suatu daerah tertentu.atau survey yang insidensi dan prevalensi penyakit tertentu di suatu daerah.

B.6. Survei Analitik Pada survei epidemiologic analitik,peneliti menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan masyarakat terjadi,yaitu dengan melakukan analisis dinamika korelasi antar fenomena,baik antar faktor risiko dengan efek,antar faktor risiko, Dari analisis korelasi tersebut dapat didekati seberapa besar konstribusi faktor risiko tertentu terhadap kejadian efek yang dipelajari.dikenal tiga macam survei epidemiologic analitik, yaitu: 1. Survei epidemiologik cross sectional 2. Survei epidemiologic case control 3. Survei epidemiologic cobort

Penelitian Cross Sectional. Penelitian cross sectional merupakan penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan model pendekatan atau observasi sekaligus pada satu saat, atau point approacb. Dengan pendekatan satu saat bukan di maksudkan semua subjek diamati tepat pada saat yang sama.,melainkan tiap subyek hanya di observasi sekali saja dan pengukuran di lakukan terhadap status karakter atau variable subyek pada saat pemeriksaan. Penelitian Case control. Berbeda dengan penelitian Cross sectional. Model pendekatan yang di gunakan pada penelitian case control dan penelitian cobort ialah pendekatan waktu secara longitudinal atau period time approach.

Sesuai dengan namanya, penelitian case control di lakukan dengan mengidentifikasi subyek-subyek yang merupakan kasus case adalah subyek dengan karakter efek positif kemudian di ikuti secara retrospektif ada tidaknya faktor risiko (kausa) yang di duga berperan. Penetapan ada tidaknya kontribusi pengaruh faktor risiko terhadap terjadinya efek di lakukan dengan membandingkan adanya faktor-faktor risiko tersebut pada subyek-subyek control, yang juga di lihat secara retrospektif. Kelompok subyek control di pilih oleh individu yang sejauh mungkin sama

22

kondisinya dengan subyek kasus(di pilih secara maching), kecuali individu tersebut tidak menunjukkan adanya penyakit atau status kesehatan tertentu yang di teliti control adalah subyek dengan karakter efek negative.

Penelitian cobort, pada penelitian cobort bukan efek yang di pegang dulu, tetapi causa (faktor risiko) diindentifikasi, kemudian diikuti secara prospektif sampai periode tertentu untuk kemudian di tentukan ada tidaknya efek(penyakit atau status kesehatan tertentu yang di teliti). Berbeda dengan case control pada penelitian cobort yang diindentifikasi dulu justru individu yang tidak berpenyakit (karakter efek negtif), kemudian dari mereka di oilih subyek-subyek dengan faktor risiko(kausa) positif.

Secara ringkas, perbedaan ketiga macam survei analitik dapat di rangkum sebagai berikut. Pada penelitian cross sectional Kasus dan efek diindetifikasi pada saat yang sama.pada penelitia case control efek diidentifikasi dulu,kemudian ditelusuri secara retrospektif adanya kausa sementara pada penelitian cobort kausa diindetifikasi dulu,kemudian diikuti secara prospektif timbulnya efek.

B.7. Penelitian Evaluatif Penelitian evaluatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menilai tingkat kesehatan,usaha penyehatan,atau tindakan medik tertentu yang ada pada masyarakat maupun diklinik.dikenal dua macam penelitian evaluatif,yaitu reviu program dan trial

B.8. Reviu Program Reviu program,terutama bertujuan untuk menilai keungkapan sarana atau upaya peningkatan kesehatan dalam masyarakat.reviu program tidak mengobservasi bagaimana tingkat kesehatan anggota masyarakat,melainkan mengobservasi program atau pelayanan penyehatab tertentu.sebagai contoh yang dinilai

ialah:imunisasiababatisasi air,puskesmas atau instisusi pelayanan kesehatan lain,dan sebagainya.dari uraian tersebut diketahui,bahwa sesungguhnya reviu program bukan merupakan suatu penelitian,tetapi lebih merupakan suatu observasi atau survey

23

superficial.reviu program ini sering dilakukan oleh instansi resmi yang membidangi masalah kesehatan.

B.9. Trial Berbeda dengan reviu program,trial benar-benar suatu jenis penelitian,oleh karena langkah-langkah metodologik.tujuan utama trial ialah menilai atau menguji suatu tindakan medik tertentu,baik yang dilakukan terhadap individu maupun terhadap masyarakat.tindakan medik yang dimaksud meliputi aspek-

aspek:preventif,diagnostik, Kuratif,maupun rehabilatif.dikenal dua macam trial yaitu yang ditujukan pada individu,disebut trial klinik dan yang ditujukan pada masyarakat disebut trial program. Dari uraian tersebut diketahui bahwa pengertian trial mempunyai cakupan yang cukup luas,baik dari segi tindakan medik yang dinilai maupun dari segi sasaran penelitian.

B.10. Penelitian Laboratorium Dan Penelitian Lain Penelitian laboratorium adalah penelitia yang pelaksanaannya (observasi dan pengukurannya)dilakuakan di laboratorium. Penelitian ini bukan merupakan jenis penelitian yang manditi atau eksklusif,melainkan dapat merupakan penelitian apapun yang pengukurannya terutama dilakukan di laboratorium.penelitian laboratorium dapat merupakan suatu eksperimen,survei atau trial,asal observasi utamanya dilakukan dengan menggunakan peralatan dan metode dalam laboratorium.namun demikian,pada umumnya penelitian laboratorium merupakan penelitian kedokteran dasar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian laboratorium pada umumnya berkaitan dengan upaya optimasi pengukuran yang dilakukan baik menyangkut metode maupun alt yang digunakan.dengan demikian,masalah obyektivitas,validitas,rehabilitas merupakan hal yang mendapat prioritas utama.3

24

B.2. Tujuan Penelitian B.2.1. Tujuan Umum Mengetahui data dasar kesehatan untuk keperluan perencanaan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional.

B.2.2. Tujuan khusus: a. Mengukur prevalensi penyakit menular dan tidak menular, riwayat penyakit keturunan termasuk data biomedisnya b. c. d. Mengetahui faktor risiko penyakit menular dan tidak menular Mengetahui ketanggapan sistem kesehatan di unit pelayanan kesehatan Mengukur angka kematian dan menelusuri sebab kematian

B.2.3. Output yang Diharapkan 1. 2. 3. 4. Kesehatan gigi dan mulut di tingkat kabupaten/kota Kesehatan mata (visus) di tingkat kabupaten/kota Status gizi (di tingkat kabupaten/ kota) Pengetahuan-sikap-perilaku kesehatan (flu burung, HIV/AIDS, perilaku higienis, penggunaan tembakau, minum alkohol, pola konsumsi, dan aktivitas fisik) di tingkat kabupaten/kota. 5. 6. 7. 8. 9. Ketanggapan sistem kesehatan di tingkat kabupaten/kota Pembiayaan kesehatan di tingkat kabupaten/kota Akses dan manajemen pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten/kota Sanitasi lingkungan rumah-tangga di tingkat kabupaten/kota Konsumsi makanan rumah-tangga di tingkat kabupaten/kota

10. Kadar Yodium (semi kuantitatif) pada garam rumah tangga di tingkat kabupaten/kota) 11. Kadar Yodium (kuantitatif) pada garam rumah tangga dan dalam urine di tingkat nasional 12. Biomedis (penyakit menular, PD3I, penyakit tidak menular, penyakit kronik degeneratif, gizi, dan penyakit kelainan bawaan) di daerah perkotaan dan pedesaan tingkat nasional.

25

B.2.4. Manfaat Penelitian 1. Untuk Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota: a. Mampu merencanakan, melaksanakan survei kesehatan lanjutan di

wilayahnya. b. Mampu menyusun perencanaan program lebih akurat, sesuai situasi dan kondisi tiap kabupaten/kota. c. Mempunyai bahan advokasi yang berbasis bukti. 2. Untuk Provinsi dan Pusat Mampu memetakan masalah kesehatan dan menajamkan prioritas pembangunan kesehatan antar wilayah.

C. Penelitian Kesehatan C.1. Batasan penelitian kesehatan Penelitian pada hakekatnya adalah suatu upaya untuk memahami dan memecahkan masalah secara ilmiah, sistematis, dan logis. Istilah ilmiah disini diartikan kebenaran pengetahuan yang didasarkan pada fakta empiris, yang diperoleh dari penyelidikan secara berhati-hati dan bersifat objektif. Dengan kata lain, kebenaran pengetahuan tersebut diperoleh bukan dari ide pribadi atau dugaan-dugaan, tetapi berdasarkan data empiris. Oleh sebab itu, kegiatan penelitian ilmiah memerlukan dan menempuh tahap-tahap yang sistematis, dalam arti menurut aturan tertentu, dan logis dalam arti sesuai dengan penalaran.

Didalam kehidupan kita sebagai mahluk sosial di jagat raya ini tidak terlepas dari berbagai masalah.masalah-massalah tersebut dikelompokkan dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain pendidikan, kesehatan, kemassyarakatan, politik, ekonomi, keagamaan dan sebagainya. Pada tiap bidang kehidupan itu pun tidak terlepas dari masalah di bidangnya masing-masing. Upaya untuk memahami dan memecahkan masalah-massalah tersebut dapat dilakukan dengan cara yang sederhana atau secara tradisional (non ilmiah), dan dapat dilakukan secara komplek atau modern (ilmiah).dan cara inilah disebut metode penelitian (scientific method). Dikatakan oleh salah seorang ahli (Hillway Tyrus di dalam bukunya Introduction to Research), bahwa penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan

26

atau mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah tersebut, yang dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahannya.

Penelitian kasehatan berorientasikan atau memfokuskan kegiatannya pada masalah masalah yang timbul di bidang kesehatan / kedokteran dan sistem kesehatan. Kesehatan itu sendiri terdiri dari dua sub bidang pokok, yakni yang pertama, kesehatan individu yang berorientasikan klinis/pengobatan, yang biasanya di sebut kedokteran. Sub bidang yang kedua berorientasi pada kesehatan kelompok atau masyarakat, yang bersifat pencegahan, yang disebut kesehatan masyarakat (publik healt). Sub bidang kesehatan masyarakat inipun terdiri dari berbagai komponen, sepoerti epidemiologi, pendidikan kesehatan, kesehataqn lingkungan, administrasi kesehatan masyarakat, gizi masyarakat, dan lain sebagainya. Kedua sub bidang kesehatan inipun masing-masing mempunyai gejala dan masalah yang berbeda, yang memerlukan penelitian.

Secara makro, kesehatan merupakan sub sistem dari sistem sosial budayayang tidak terlepas dari sub sistem yang lain seperti pendidikan, ekonomi, politik dan sebagainya. Hal inipun merupakan sasaran dari penelitian kesehatan. Bertitik tolak dari uraian tersebut di atas, penelitian kesehatan dapat di artikan sebagai suatu upaya untuk memahami permasaalahan-permasalahan yang di hadapi dalam bidang kesehatan, baik kuratif/klinis maupun preventif/ kesehatan masyarakat, serta masalah-masalah yang berkaitan dengannya, dengan mencari bukti yang muncul, dan dilakukan melalui langkah-langkah tertentu yang bersifat ilmiah, sistematis, dan logis.

C.2. Jenis Penelitian Kesehatan Pengelompokan jenis penelitian kesehatan itu bermacam-macam menurut aspek mana penelitian itu ditinjau. Berdasarkan penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu :

27

C.2.1. Metode penelitian survei (survey reseach method) Dalam survei penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh objek yang diteliti atau populasi, tetapi hanya sebagian kecil dari populasi tersebut (sampel). Dalam penelitian survei, hasil dari penelitian tersebut merupakan hasil dari keseluruhan. Dengan kata lain hasil dari sampel tersebut dapat digeneralisasikan sebagai hasil dari populasi.

Penelitian survei digolongkan lagi menjadi 2, yaitu penelitian survei yang bersifat deskrptif(descriptive) dan analitik (analytical). Penelitian survei deskriptif, penelitian diarahkan untuk mendeskriptifkan atau mnguraikan suatu keadaan didalam suatu masyarakat atau komunitas. Misalnya distribusi penyakit didalam masyarakat dan kaitannya dengan umur, jenis kelamin, dan karakteristik lain. Oleh sebab itu penelitian ini disebut juga penelitian penelitian penjelajahan (exploratory study). Sedangkan penelitian analitik diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi. Misalnya, mengapa penykait menyebar di suatu masyarakat, mengapa penyakit terjadi pada seseorang , mengapa orang tidak mau membuat jamban keluarga, dan sebagainya. Survei analitik pada umumnya menjawab pertanyaan mangapa (why?). lebih lanjut penelitian survei analitik dibagi lagi menjadi 3 macam, yaitu : 1. Seksional silang (cross sectional) Dalam penelitian ini, variabel sebab atau resiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara simultan (dalam waktu yang bersamaan). Misalnya penelitian tentang hubungan bentuk tubuh dengan hipertensi, hubbungan antara sanitasi lingkungan dengan penykait menular dan lain sebagainya. Pemgumpulan data untuk jenis penelitian ini, baik untuk variabel sebab (independent variabel) maupun variabel akibat (dependent variabel) dilakukan secara bersama-sama.

2. Study retrospektif (retrospective study) Penelitian ini adalah penelitian yang berusaha melihat kebelakang (backward looking), artinya pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang terjadi.kemudian dari efek tersebut ditelusuri penyebabnya yang

28

mempengaruhinya.dengan kata lain, penelitian retrospektif ini dimulai dari dependent variables, kemudian dicari independent variables.

Ilustrasi: Kasus Merokok Penderita kanker paru Tidak merokok Merokok Non-penderita kanker paru Tidak merokok Contoh ilustrasi penelitian Kontrol

3. Studi prospektif (prospective study) Penelitian ini adalah penelitian yanmg bersifat melihat kedepan (forward looking), artinya penelitian dimulai dari variabel penyebab atau faktor resiko, kemudian diikuti akibatnya pada waktu yan akan datang.

Ilustrasi:

Kanker paru Merokok Tidak kanker paru Kanker paru Merokok Tidak kanker paru C.2.2. Metode Penelitian Eksperimen Dalam penelitian eksperimen atau percobaan, peneliti melakukan percobaan atau perlakuan terhadap variabel independentnya, kemudian mengukur akibat atau

29

pengaruh percobaan tersebut pada dependent variabel. Yang dimaksud percobaan atau perlakuan disnin adalah suatu usaha modifikasi kondisi sexara sengaja dan terkontrol dalam menetukan peristiwa atau kejadian, serta pengamatan terghadap perubahan yang terjadi akibat dari peristiwa tersebut. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengunci hipotesis sebab akibat dengan melakukan intervensi. Oleh sebab itu sering disebut penelitian intervensi (intervention studys). Di dalam literatur lain, penelitian eksperimen ini juga disebut penelitian operasional (operasional research).

Ditinjau dari segi manfaat atau kegunaan, penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi : 1. Penelitian dasar Penelitian ini dilakukan untuk memahami atau menjelaskan gejala yang muncul pada suatu ikhwal. Kemudian dari gejala yang terjadi pada ikhwal tersebut dianalisis, dan kesimpulannya adalah merupakan pengetahuan atau teori baru. Jenis penelitian ini sering juga disebut penelitian murni atau pure research, karena dilakukan untuk merumuskan suatu teori atau dasar pemikiran ilmiah tentang kesehatan/ kedokteran. Misalnya penelitian tentang teori penyebab kanker, penelitian kloning, bayi tabung, dan sebagainya.

2. Penelitian Terapan Penelitian ini dilakukan untuk memeperbaiki atau memodifikasi proses suatu sistem atau program, dengan menerapkan teori-teori kesehatan yang ada. Dengan kata lain, penelitian in berhubungan dengan penerapan suatu sistem atau metode yang terbaik sesuai dengan sumber daya yang tersedia untuk suatu hal atau suatu keadaan. Artinya, penelitian dilakukan sementara itu, sistem baru tersebut diuji coba dan dimodifikasi. Penelitian terapan ini sering disebut penelitian operassional (operational research). Contoh penelitian untuk mengembangkan sistem pelayanana terpadu di puskesmas.

30

3. Penelitian Tindakan Penelitian ini dilakukan terutama untuk mencari suatu dasar pengetahuan praktis guna memperbaiki suatu situasi atau keadaan kesehatan masyarakat, yang dilakukan secara terbatas. Biasanya penelitian ini dilakukan terhadap suatu keadaan yang sedang berlangsung. Penelitian ini biasanya dilakukan dimana pemecahan masalah perlu dilakukan, dan hasilny diperlakukan untuk memperbaiki suatu keadaan. Misalnya penelitiian tindakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat transmigrasi.

4. Penelitian Evaluasi Penelitian ini dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap suatu pelaksanaan kegiatan atau program yang sedang dilakukan dalam rangka mencari umpan balik yang akan dijadikan dasar untuk memperbaiki suatu program atau sistem. Penelitian evaluasi ada tipe, yaitu: tinjauan (riviews) dan pengujian (trials). Penelitian evaluasi yang bersifat tinjauan dialkukan untuk mengetahui sejauh mana program itu berjalan, dan sejauh mana program tersebut mempunyai hasil atau dampak. Misalnya penelitian untuk mengevaluassi keberhasilan program imunisasi, program perbaikan sanitasi lingkungan, program keluarga berencana, dan lain sebagainya.

Sedangkan penelitian pengujian (trials) dialkukan untuk menguji efektifitas dan efisiensi suatu pengobatan atau program-program yang lain. Biaanya penelitian ini dilakukan untuk mengunci keampuhan dari suatu produk obat baru atau sistem pengobatan yang lain. Oleh sebab itu jenis penelitian ini lebih dikenal dengan nama penelitian klinik, atau klinikal trials.

Ditinjau dari segi tujuan, penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu penelitian penjelejahan (exploratorif), penelitian pengembangan dan penelitian ferivikatif. Penelitian penjelajahan bertujuan untuk menemukan problematikproblematik baru dalam dunia kesehatan atau kedokteran. Penelitian pengembannga bertujuan untuk mengembangkan penegtahuan atau teori baru di bidang kesehata

31

atau kedokteran. Sedangkan penelitian verifikatif bertujuan untuk mengunci kebenaran suatu teori dalam bidang kesehatan atau kedokteran.

Dari segi tempat atau sumber data dari mana penelitian itu dilakukan, jenis penelitian kesehatan dibedakan menjadi: penelitian perpustakaan, penelitian laboratorium, dan penelitian lapangan. Penelitian perpustakaan dilakukan hanya dengan

mengumpulkan dan mempelajari data dari buku-buku literatur, laporan-laporan, dan dokumen-dokumen lainnya yang telah ada di perpustakaan. Penelitian laboratorium dilakukan di dalam laboratorium, pada umumnya digunakan dala penelitian oenelitian klinis. Sedangkan penelitian lapangan, dilakukan pada masyarakat dan masyarakat sendiri sebagai objek penelitian. Oleh sebab itu, penelitian ini biasanya digunakan dalam penelitian-penelitian kesehatan masyarakat.

Dari segi area masalah kesehatan, penelitian kesehatan dikelompokan menjadi 2 yaitu, penelitIan klinik termasu keperawatan dan penelitian kesehatan

masyarakat.Penelitian klinik atau kedokteran termasuk keperawatan dilakukan dipelayanan kesehatan dengan sasaran pasien. Sedangkan penelitian kesehatan masyarakat biasanya dilakukan dalam masyarakat, dengan sasaran orang yang sehat dalam rangka pencegahan dan pemeliharaan kesehatan mereka. Meskipun ada beberapa penggolongan penelitian seperti telah diuraikan di atas, tetapi di dalam prakteknya tidak secara mutlak melaksanakan salah satu jenis penelitian tertentu. Melainkan kadang-kadang dilakukan secara tumpang tindih (overlao) antara jenis penelitian yang satu dengan jenis penelitian yang lain. Hal ini tergantung pada bagaimana penelitian itu sendiri dilakukan, dan bagaimana tujuan penelitian tersebut. Oleh karena itu dalam prakteknya yang tidak mutlak perlunya diadakan pembatasan jenis penelitian secara kaku seperti pembagian atau penggolongan di atas.

C.2.3. Tujuan Penelitian Kesehatan Tujuan penelitian kesehatan/kedokteran erat hubungannya dengan jenis penelitian yang akan dilakukan. Tujuan penelitian penjelajahan lain dengan penelitian pengembangan, lain pula dengan penelitian verifikatif. Demikian pula penelitian dasr, akan lain tujuannya dengan penelitian terapan, penelitian tindakan, dan berbeda

32

pula dengan penelitian evaluasi. Tetapi secara umum tujuan semua jenis penelitian kesehatan antara lain adalah: 1. Menemukan atau menguji fakta maupun fakta lama sehubungan dengan bidang kesehatan atau kedokteran. 2. Mengadakan analisis terhadap hubungan atau interaksi antara fakta-fakta yang ditemukan dalam bidang kesehatan atau kedokteran. 3. Menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori-teori yanga ada. 4. Mengembangkan alat, teori, atau konsep baru dalam bidang kesehatan atau kedokteran yang memberi kemungkinan bagi peningkatan kesehatan masyarakat khususnya, dan peningkatan kesejahteraan umat manusia pada umumnya,

Secara garis besar tujuan penelitian kesehatan atau kedokteran itu dikelompokkan menjadi 3, yaitu: a. Untuk menemukan teori, konsep, dalil, atau generalisasi baru tentang kesehatan atau kedokteran. b. Untuk memperbaiki atau modifikasi teori, sistem, atau program pelayanan kesehatan/kedokteran. c. Untuk memperkokoh teori, konsep, sistem, atau generalisassi yang sudah ada.

C.2.4. Manfaat Penelitian Kesehatan manfaat penelitian dalam setiap bidang kehidupan atau disiplin ilmu sangat besar dalam setiap pengembangan bidang kehidupan atau disiplin ilmu itu sendiri. Demikian pula penelitian kesehatan mempunyai manfaat yang besar dalam peningkatan pelayanan kesehatan. Dengan penelitian kesehatan akan dapat diketahui berbagai faktor, baik yang menghambat maupun yang menunjang peningkatan kesehatan atau pelayanan kesehatan individual maupun kelompok dan masyarakat. Dalam rangka pengembangan sistem kesehatan, diperlukan perencanan yang baik dan teliti. Perencanaan yang teliti sangat memerlukan informasi data yang akurat ini diperlukan bantuan penelitian yang relevan. Secara singkat manfaat penelitian kesehatan dapat diidentifikasi sebagai berikut:

33

a. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau status kesehatan individu, kelomok, maupun masyarakat. b. Hasil penelitian kesehatan masyarakat dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan sumberdaya, dan kemengkinan sumberdaya tersebut guna mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang direncanakan. c. Hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana diagnosis dalam mencari sebab masalah kesehatan, atau kegagalan yang terjadi di dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternatif pemecahan masalah-masalah tersebut. d. Hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk menyususn

kebijaksanaan dalam menyususn strategi pengembangan sistem pelayanan kesehatan. e. Hasil penelitian kesehatan dapat melukiskan kemampuan dalam pembiayaan, peralatan, dan ketenagakerjaan baik secara kuantitas maupun secara kualitas guna mendukung sitem kesehatan.4

D. Populasi Dan Sampel D.1. Pengertian Populasi Dan Sampel Populasi atau universe adalah sekelompok individu atau objek yang memiliki karakteristik sama, seperti kelompok individu di masyarakat yang mempunyai umur, seks, pekerjaan, status sosial atau objek lain yang mempunyai karakteristik sama seperti golongan darah A, AB, dan O. Sedangkan sampel sendiri adalah sebagian kecil dari populasi atau objek yang memiliki karateristik sama.

Dalam melaksanakan suatu kegiatan penelitian, tidak semua pendududk atau orang yang berdomisili di suatu daerah atau negara akan dijadikan populasi dan sa mpel penelitian, kecuali untuk kepentingan nasional seperti sensus penduduk yang dilakukan sepuluh tahun sekali, hal ini mengingat adalanya keterbatasan dana, sarana, tenaga dan waktu. Jadi yang paling ideal dan efisien adalah melalakukan prosedur pemilihan populasi dan cara pengambilan sampel yang baik, dikenal sebagai proses sampling.5

34

KESIMPULAN

Secara umum penelitian bertujuan untuk mengembangkan khazanah ilmu dengan memperoleh pengetahuan serta fakta baru, sehingga dapat disusun teori, konsep, hokum, kaidah atau metodologi yang baru, dan dapat diperoleh masalah baru yangn kelak khusus dipecahkan dengan penelitian pula.

Tingakt penelitian dalam bidang ilmu kedokteran dalam bidang ilmu kedokteran atau kesehatan dapat dibagi dalam 2 golongan besar yaitu: 1. Penelitian yang bersifat deskriptif : yaitu peneliti melakukan eksplorasi fenomena kedokteran tanpa berusaha mencari hubungan antar-variabel pada fenomena tersebut. 2. Penelitian yang bersifat analitik : yaitu peneliti disamping melakukan identifikasi serta pengukuran variable , peneliti pun mencari hubungan antarvariabel untuk menerangkan kejadian ataupun fenomena yang diamati.

Umumnya, suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal, y aitu : a. Adanya koheren. Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. b. Adanya koresponden. Suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan atau memiliki korespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. c. Pragmatis. Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

35

DAFTAR PUSTAKA
1. Satstroasmoro, Sudigdo. dkk. 2002. Dasar-dasar Metodolgi penelitian klinis Edisi ke-2. Jakarta: CV. Sagung Seto. 2. Najir, Mohammad. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. 3. Pratiknya Watik, Ahmad.2008. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers Citra Niaga Buku Perguruan Tinggi. 4. Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT ASDI Mahasatya. 5. Chandra, Budiman. 1995. Pengantar Statistik Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

36