Anda di halaman 1dari 6

Deskripsi Batasan ambulasi mencakup secara luas mengenai kemampuan.

Tim rehabilitasi sangat bangga dengan perkembangan seseorang dengan SCI yang menggunakan alat ambulasi, bahkan walaupun sebatas hanya mendengarnya namun pada kenyataannya tidak berjalan seperti itu. Komunikasi mengenai ambulasi diantara terapis, atau antara terapis dengan pasien harus tepat. Pada hampir semua pusat penanganan spinal cord dikenal empat tahapan ambulasi yaitu : 1. Hanya berdiri 2. Ambulasi terapi Penggunaan ambulasi hanya untuk latihan. Berjalan hanya dalam jarak yang dekat dengan bantuan antara lain: orthose yang dapat dipindahkan, pergerakan dari duduk ke berdiri, keseimbangan, bantuan selama ambulasi, bantuan dari duduk ke lantai ke kursi, bantuan untuk berdiri setelah jatuh. 3. Ambulasi indoor atau fungsional Berjalan di rumah dengan sepenuhnya tanpa orthose atau hanya kadang -kadang saja, kemampuan tanpa menggunakan orthose, dapat berdiri setelah duduk, dari lantai ke kursi atau berdiri sendiri, menggunakan kursi roda hampir untuk semua mobilitas jarak jauh. 4. Ambulasi komuniti Secara keseluruhan dikatakan mandiri tergantung tahapan ambulatory dan tidak lagi menggunakan kursi roda untuk sebagian besar mobilitasnya. Tujuan utama dari latihan ambulasi tergantung dari keadaan seseorang dan motivasi. Pemberian orthotik sebaiknya dipertimbangkan bila ada kebutuhan khusus atau hambatan dalam lingkungannya dan apabila penggunaannya dapat menyelesaikan masalah. Orthotik telah sukses digunakan pada beberapa pasien yang menggunakan kursi sepanjang waktu kecuali untuk bagian rumah, sekolah maupun kantor yang tidak terjangkau, atau aktivitas di rumah yang hanya berdiri atau ambulasi minimal. Waktu Latihan Untuk seseorang dengan luka yang tidak menyeluruh, latihan ambulasi merupakan bagian dari program terapi fungsi neuromuskular yang berkembang. Terdapat kontroversi dimana

seseorang dengan luka yang menyeluruh

apakah sebaiknya diberi kesempatan untuk

mengusahakan ambulasi. Salah satu pendekatan untuk memulai latihan ambulasi selama fase awal; menyelesaikan rehabilitasi awal pada tahap kursi roda, meninjau ulang bagian dari ambulasi setelah beberapa bulan dengan penyesuaian untuk hidup dalam komunitasnya pada seseorang yang memiliki pandangan hidup yang lebih luas. Pada beberapa kasus, percobaan program pelatihan dengan tujuan yang jelas memiliki banyak keuntungan. Program ini seharusnya disesuaikan dengan tahapan yang semestinya diterima sebelum pemberian orthotik secara lengkap. Dengan ini terapis dan pelatih serta pasien dapat mengelola efeknya seperti faktor spastisitas,keterbatasan ROM, kekakuan atau hipermobilitas spinal, kekuatan ekstremitas atas, dan ketahanan. Hal ini memberi kesempatan seseorang untuk berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya mempunyai motivasi dan semangat untuk sukses dalam aktivitasnya dan mengijinkannnya untuk menilai keuntungan dan kekurangan dari penggunaan brace setiap harinya. Program ambulasi yang menyeluruh meliputi kemampuan berikut : mengangkat, memindahkan, tahap ambulasi ringan, berdiri dari lantai, naik turun tangga, melalui daerah landai, berjalan di pinggir, bahkan di tempat yang luas. Prediksi Kemampuan Untuk Berjalan Perkiraan dari kemampuan untuk berjalan selalu bersifat individual. Motivasi yang luar biasa menyebabkan pasien dapat melebihi prediksi.; kontraktur ankle yang terfiksasi tidak memungkinkan terjadi ambulasi. Pada tabel 51-8 menunjukan data prediksi kapasitas ambulatory mendatang terhadap gangguan fungsi neurologisnya. Sistem Spesifik Untuk seseorang yang memilih untuk hanya bisa berdiri, terdapat beberapa pilihan, termasuk mekanik, kekuatan berdiri di kursi roda, atau kekuatan manual atau hidrolik berdiri pada kerangka. Badan berdiri secara sederhana dengan ankle, lutut, dan tali peng ikat pinggang untuk mencegah tekukan dan permukaan dimana lengan dapat beristirahat sering dipasang di workshop perumahan. Untuk penggunaan leg braces yang lama, dapat dipilih orthose dengan desain logam atau konvensional logam atau plastik . Pengguanaan orthose dengan cetakan plastik untuk seseorang yang kehilangan sensory diperlukan edukasi untuk resiko luka oleh penekanan. Untuk tahapan paraplegia yang lebih rendah atau luka yang tidak menyeluruh, terdapat beberapa orthose ankle-kaki tergantung dari kebutuhan neuromuskular pasien.

Konsumsi Energi Beberapa penelitian meneliti tentang konsumsi energi pada gait yang paraplegic dan sistem yang menguatkan bervariasi dan telah dipertimbagkan. Konsumsi energi secara konsisten meningkat signifikan diatas gait normal dan tidak dapat dipertahankan pada level tertentu selama jarak yang lama. Peningkatan energi konsumsi dan penurunan kecepatan berhubungan dengan ambulasi pada paraplegia dibandingakan dengan energi ekspenditur yang normal secara tidak baik dengan harga normal energi ekspenditur dan kecepatan dari penggunaan kursi roda. Kemampuan Berkomunitas dan Pembangunan kemampuan di rumah Kemampuan mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri diselesaikan sebelum tugas

lainnya. Sehingga diperlukan pembinaan dalam sesi individual maupun secara berkelompok. Yang dapat didiskusikan antara lain persiapan makan, memasak, melayani, mencuci, dan membersihkan rumah serta tempat tidur. Pada saat ini, tugas fungsional lainnya seperti penggunaan telepon, mengoperasikan lampu, mengunci pintu, dan hal serupa lainnya dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Untuk persiapan yang lebih baik dan menyatu dalam masyarakat kembali , terdapat beberapa fasilitas terapi community skill group. Diantaranya terdapat penggunaan alat transportasi umum, berbelanja di mall, bioskop, berbelanja grosir, bank dan penggunaan mesin atm serta makan di restauran. Rencana dan pembelajaran ini dimaksudkan agar tercapai kesuksesan saat pasien kembali lagi dalam masyarakat. Kunjungan Rumah, Modifikasi kehidupan, dan Akses Lingkungan Bagian dari program rehabilitasi yang komprehensif termasuk pengelolaan seseorang dalam lingkungan rumahnya dan kemampuan seseorang dalam menjalankan fungsinya di lingkungan. Kunjungan ke rumah didesain untuk mengevaluasi jangkauan dan keamanan, menyarankan modifikasi, membantu pasien dan keluaraga untuk mengenal masalah yang potensial, pengumpulan informasi spesifik terkait dengan situasi di rumah, dan tes kemampuan fungsional selama dalam lingkungan rumah. Terdapat empat dasar yang harus dipertimbangkan oleh tim kunjungan rumah, antara lain: 1. Kebutuhan pasien 2. Kebutuhan keluaraga

3. Sumber finansial 4. Gambaran kebutuhan dan keterbatasan\ Proses untuk memecahkan masalah biasanya didiskusikan diantara anggota keluarga, staff, pasien, dan wakil dari pihak asuransi, Biasanya solusi jangka panjang maupun pendek dikemukakan agar tidak menambah rumit situasi. Selain itu tim juga harus memberikan rekomendasi sesederhana mungkin. Adaptasi yang berhubungan dengan desain ruangan yang dapat meminimalisasi hambatan maupun meningkatkan cakupan gerak dapat berupa desain sederhana hingga yang kompleks, dari yang murah hingga yang mahal. Adaptasi tidak hanya bisa dilakukan di lingkungan rumah, namun adaptasi di sekolah dan lingkungan kerja memungkinkan gaya hidup yang produktif kembali. Sesorang dengan tetraplegia tahap lanjut dapat menggunakan alat bantu berupa ECU. ECU merupakan komponen sistem elektronik yang dapat mengontrol telephone, lampu, televisi, pintu, radio,dan perangkat lain yang bisa digunakan di rumah maupun di kantor. Namun peralatan ini sangat mahal dan sangat kompleks variasinya. Transportasi dengan kendaraan bermotor Mengoperasikan dan mengendarai kendaraan bermotor merupakan masalah bagi penderita SCI. Sehingga terdapat program pelajaran mengemudi bagi mereka, dan terdapat Association of Driver Education for the Disabled yang dipimpin oleh tenaga profesional. Keseluruhan program terdiri dari tiga bagian. Skrining sebelum mengemudi meliputi pengelolaan tajam penglihatan, lapang pandang, respon reaksi, kedalaman persepsi, persepsi warna, akomodasi visual, memory, perhatian, pemecahan masalah, kemampuan mobilitas ekstremitas atas dan bawah, fungsi tangan, dan kemampuan berpindah. Hasil evaluasi dari itu semua yang membedakan kemampuan dan kebutuhan khusus seseorang dalam berkendara. Kemudian seseorang yang sekiranya dianggap mampu, langkah berikutnya adalah

memilih kendaraan yang tepat serta modifikasi yang penting termasuk peralatan yang diperlukan untuk beradaptasi. Untuk pengambilan keputusan sebaiknya melibatkan ahli

profesional untuk tujuan gaya hidup, kursi roda yang sesuai, kemampuan fungsional, keamanan dan sumber finansial. Pemberian kendaraan memerlukan spesifikasi model untuk masuk dan keluar, pengaturan duduk dalam kendaraan, dan pada beberapa kasus dapat memungkinkan penderita untuk mengemudikannya sendiri. Informasi yang detail mengenai macam-macam produk dapat ditanyakan kepada penjual. Langkah terakhir yaitu pelatihan selama berkendara. Seseorang penderita yang

mengemudikannnay hendaknya memiliki surat ijin mengemudi. Atau apabila seseorang penderita tersebut belum siap mengemudi setidaknya ada keberanian dan sebagai evaluasi untuk menentukan kendaraan yang tepat dan peralatan keamanan yang diperlukan sebagai seorang penumpang. Olahraga dan Rekreasi Rekreasi dan olahraga merupakan kegiatan di waktu luang yang meningkatkan kualitas hidup. Ketidakmampuan sebenarnya bukan merupakan penghalang melakukan kegiatan di waktu luang sebagai bagian dari gaya hidup. Kegiatan di waktu luang sering menjadi masalah baru yang dikeluhkan seseorang yang saat ini sakit. Keterbatasan mobilitas merupakan penghalang untuk kembali mengisi aktivitas di waktu luang. Berikut ini merupakan keseluruhan program yang seharusnya diikuti: 1. Edukasi pada komunitas rekreasi 2. Adaptasi untuk kembali pada hobi dan kemampuan sebelumnya 3. Belajar untuk ketrampilan lain untuk mengisi waktu luang 4. Penyesuaian kemampuan fungsional yang berhubungan dengan aktiviatas khusus di waktu luang Komunitas ketrampilan secara kelompok dapat berupa diskusi dan perjalanan untuk meningkatkan ketrampilan, perencanaan, dan partisipasi merupakan hal penting untuk kesempatan berperan aktif. Olah raga dengan kursi roda saat ini dapat bertujuan sebagai rekreasi dan kompetisi. Sehingga memungkinkan seseorang penderita SCI meningkatkan level aktivitasnya, meningkatkan kekuatan dan ketahanan serta mendukung hidup yang sehat. Selain itu

olahraga dengan kursi roda dapat memberikan kesempatan untuk berkompetisi dengan sesamanya yang berada pada tahap fungsional yang sama. Pembelajaran tentang ketrampilan di waktu luang yang tepat dan aktivitas dari gaya hidup seseorang mempunyai efek yang panjang. Seseorang yang mengisi waktu luangnya dengan baik lebih sedikit yang mengalami depresi. Namun dari semua aspek rehabilitasi ini, pilihan tergantung dari seseorang apakah akan berperan aktif atau tidak.