P. 1
ABSTRAK TESIS

ABSTRAK TESIS

|Views: 37|Likes:
Dipublikasikan oleh Roby Hidayat

More info:

Published by: Roby Hidayat on Jul 07, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2011

pdf

text

original

ABSTRAK Nasrudin, 2008.

Keterampilan Manajer Hubungan Masyarakat Pimpinan Pondok Pesantren di Ponpes Manhalul Ma’arif Darek Lombok Tengah. Tesis Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Pembimbing I : Prof. Dr. H. Moedjiarto, M.Sc. Pembimbing II : Dr. Asrin, M.Pd. Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan, sosial dan kemasyarakatan harus mengambil bagian pada era otonomi daerah sekarang ini. Keberadaan pondok pesantren dipandang sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan yang membina sikap mandiri dan waspada terhadap berbagai pengaruh dari luar. Penelitian di ponpes Manhalul Ma’arif Darek ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana (keterampilan manajerial hubungan masyarakat) di Ponpes Manhalul Ma’arif Darek Lombok Tengah, yang meliputi keterampilan konsep, keterampilan hubungan manusia, dan keterampilan teknik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan metode pengumpulan data adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dianalisis dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Keabsahan data dicapai dengan menggunakan tringulasi dan pengamatan secara tekun. Hasil penelitian terhadap Keterampilan Manajerial Hubungan Masyarakat dengan Pimpinan Pondok Pesantren sebagai berikut : Pertama, keterampilan konsep (conceptual skill) pimpinan pondok pesantren merupakan kemampuan yang dimiliki pimpinan pondok pesantren yang berkaitan dengan kemampuan melakukan perencanaan, membuat strategi, dan pemecahan masalah, melakukan inovasi serta membuat konsep-konsep baru. Kemampuannya dalam merencanakan kegiatan melakukan hubungan antara pimpinan pondok pesantren dengan masyarakat yang kegiatannya dilakukan 5 tahun sekali dalam raker yayasan, setiap tahun dalam mukertah dan organisasi santri, tiap semester dalam rapat madrasah dan tiap tiga bulan sekali oleh perkumpulan wali santri sudah berjalan dengan baik Kedua, keterampilan hubungan manusia (human skill) merupakan kemampuan pimpinan pondok pesantren di dalam menjalin hubungan kerjasama, komunikasi, memberikan bimbingan dan bantuan, dan penyelesaian konflik, kerjasama dibangun atas dasar landasan kesepakatan dalam visi dan misi. Sedangkan hubungan komunikasi terjalinnya hubungan timbal balik. Ketiga, keterampilan teknik (technical skill) merupakan kemampuan pimpinan pondok pesantren di dalam mengevaluasi program, menyusun anggaran belanja, dan pelaksanaan administrasi. Dalam mengevaluasi program yang telah direncanakan sudah dilaksanakan tetapi masih kurang efektif Keterampilan manajerial pimpinan pondok pesantren perlu ditingkatkan, seorang pimpinan harus menguasai ketiga keterampilan tersebut agar roda organisasi tetap berjalan dan selalu berinovasi.

3

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->