Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Kurangnya asupan cairan merupakan salah satu penyebab susah BAB atau biasa disebut konstipasi. Terapi air merupakan salah satu cara untuk memperlancar BAB. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari terapi air dalam kelancaran BAB. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan menggunakan pendekatan Quasy Experiment. Jumlah populasi sebanyak 54 responden, sedangkan sampel diambil menggunakan simple random sampling sebanyak 27 sampel kelompok perlakuan dan 27 sampel kelompok kontrol mahasiswi asrama putri STIKes Hang Tuah Surabaya. Variabel dalam penelitian ini adalah metode terapi air dan kelancaran BAB. Pengambilan data menggunakan kuesioner kemudian data tabulasi diuji statistik dengan menggunakan uji Mann-Whitney U Test dan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil penelitian pre test kelompok perlakuan didapatkan yang BAB nya lancar 70,4% dan yang mengalami konstipasi 29,6 %, pada kelompok kontrol yang BAB nya lancar 63 % dan yang mengalami konstipasi 37 %, dan hasil post test kelompok perlakuan didapatkan tidak ada yang mengalami konstipasi, secara keseluruhan (100 %) BAB nya lancar, pada kelompok kontrol yang BAB nya lancar 70,4 % dan yang mengalami konstipasi 29,6 %. Hasil uji statistik uji Wilcoxon Sign Rank kelompok kontrol diperoleh hasil p = 0,157, dan hasil uji Wilcoxon Sign Rank kelompok perlakuan diperoleh hasil p = 0,005. Hasil uji Mann-Whitney U Test diperoleh hasil p = 0,002 berarti terdapat perbedaan dalam kelancaran BAB antara kelompok perlakuan yang diberi terapi air dan kelompok kontrol yang tidak diberi terapi air. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan kelancaran BAB sebelum dan setelah terapi air. Mengamati hasil penelitian ini maka metode terapi air dapat diterapkan sebagai salah satu cara untuk melancarkan buang air besar. Kata kunci : terapi air, memperlancar buang air besar