Anda di halaman 1dari 18

Pa ge |i

MAKALAH BAHASA INDONESIA

PENTINGNYA SUSU KOLOSTRUM PADA BAYI PASCA MELAHIRKAN


Dosen Pembimbing Dra. Mariam L. M. Pandean, M. Hum

Disusun oleh FRANSISCO CHRISTIAN POLANDOS / 09061048

PROGRAAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO 2011

P a g e | ii

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat

penyelenggaraan-Nya, makalah yang berjudul PENTINGNYA SUSU KOLOSTRUM PADA BAYI PASCA MELAHIRKAN ini bisa diselesaikan. Makalah ini ditulis dengan tujuan sebagai tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia semester 4 (empat) Universitas Katolik De La Salle Manado. Tujuan yang lebih khusus dari penulisan makalah ialah untuk menambah pengetahuan manfaat penting dari susu kolostrum yang te rdapat pada ASI untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dosen yang telah memberikan tugas makalah ilmiah ini, serta kepada siapa saja yang telah terlibat dalam proses penulisan, terlebih kepada teman-teman seangkatan semester 4 (empat) Fakultas Keperawatan Universitas De La Salle Manado yang senantiasa memotivasi penulis. Harapan penulis semoga makalah yang berjudul PENTINGNYA SUSU

KOLOSTRUM PADA BAYI PASCA MELAHIRKAN ini bermanfaat bagi pembaca teristimewa bagi ibu yang sedang menyusui. Penulis telah berusaha sebisa mungkin untuk menyelesaikan makalah ini dengan segala keadaan penulis, namun penulis menyadari makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapakan kritik dan saran yang sifatnya membangun menyempurnakan makalah ini.

Manado, Juni 2011 PENULIS

P a g e | iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................ ................................ ................................ .................. ii DAFTAR ISI ................................ ................................ ................................ .............................. iii BAB I PENDAHULUAN ................................ ................................ ................................ ............ 2 I.1 I.2 I.3 I.4 Latar Belakang Masalah ................................ ................................ ................................ . 2 Tujuan Penulisan ................................ ................................ ................................ ............ 2 Ruang Lingkup Pembahasan................................ ................................ ........................... 3 Metode Penulisan ................................ ................................ ................................ ........... 3

BAB II PEMBAHASAN ................................ ................................ ................................ ............. 4 II.1 II.2 II.3 II.4 II.5 Mengenal Apa Itu Susu Kolostrum ................................ ................................ ................. 4 Pentingnya Pemberian Kolostrum................................ ................................ ................... 4 Kapan Kolostrum Diberikan ................................ ................................ ........................... 6 Kandungan Susu Kolostrum ................................ ................................ ........................... 7 Keunggulan Susu Kolostrum dan ASI serta Manfaat Menyusui dalam Perkembangan Bayi ................................ ................................ ................................ ............................... 9 Aspek Gizi ................................ ................................ ................................ ............. 9 Manfaat Kolostrum................................ ................................ ............................. 9 Komposisi ASI ................................ ................................ ................................ . 10 Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI ................................ ...................... 10 Aspek Imunologik ................................ ................................ ................................ 11 Aspek Psikologik ................................ ................................ ................................ . 12 Aspek Kecerdasan ................................ ................................ ................................ 12 Aspek Neurologis................................ ................................ ................................ . 12

II.5.1 II.5.1.1 II.5.1.2 II.5.1.3 II.5.2 II.5.3 II.5.4 II.5.5

BAB III PENUTUP................................ ................................ ................................ .................... 13 III.1 III.2 Kesimpulan ................................ ................................ ................................ .................. 13 Saran ................................ ................................ ................................ ............................ 15

DAFTAR PUSTAKA ................................ ................................ ................................ ................ 16

Page |2

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di abad ini yang begitu pesat merangsang segala segi kehidupan. Salah satunya berdampak pada pandangan masyarakat tentang dunia kesehatan yang berhubungan dengan makalah ini berkaitan dengan makanan terkhusus tentang produksi susu formula atau susu lain pengganti ASI. Masyarakat moderen karena kesibukannya dengan pekerjaan identik dengan prilaku yang spontan atau simpel-simpel saja. Salah satu contoh yang sering terjadi ialah pada ibu yang setelah melahirkan langsung aktif kembali bekerja, tidak lagi sebagaimana seorang ibu yang harus menyusui bayinya. Hal ini sungguh memperihatinkan dimana bayi yang seharusnya membutuhkan ibunya untuk diberi ASI dan kasih sayang tidak terpenuhi. Dan susu formula buatan pabriklah yang menjadi solusinya. Penulis melihat ini sebagai suatu penyimpangan akibat dari perkembangan IPTEK dan mengangkat ini sebagai suatu masalah dalam makalah ini, namun penulis hanya akan membahas makalah ini tinjau dari sudut pandang ilmu kesehatan saja.

I.2

Tujuan Penulisan Tujuan makalah ini dibuat selain sebagai tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado juga bertujuan agar kita lebih mengenal tentang pentingnya susu kolostrum yang terdapat pada ASI untuk kelangsungan hidup bayi pada awak kelahiran dan secara implisit sasarannya adalah ibu dari bayi.

Page |3

I.3

Ruang Lingkup Pembahasan Materi pembahasan makalah yang berjudul Pentingnya Susu Kolostrum pada Bayi Pasca Melahirkan ini akan membahas tentang pentingnya pengaruh dan pemberian susu kolostrum terhadap bayi pada awal masa kelahiran sehingga dapat mencegah resiko kematian bayi.

I.4

Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan penulis untuk penyusunan makalah yang berjudul PENTINGNYA SUSU KOLOSTRUM PADA BAYI PASA

MELAHIRKAN ini menggunakan metode Studi Literatur. Studi literatur yang dimaksud penulis ialah penulis memperoleh data dengan menggunakan literatur atau buku-buku dan artikel-artikel yang diperoleh dari internet yang berhubungan dengan ASI (Kolostrum) dan kesehatan anak atau bayi.

Page |4

BAB II PEMBAHASAN

II.1 Mengenal Apa Itu Susu Kolostrum Susu kolostrum (colostrum) atau disebut juga beestings, first milk, immune milk atau premilk adalah susu atau caran yang diproduksi oleh kelenjar susu dalam hal ini ibu yang mengandung pada akhir masa kehamilan sampai kira-kira 3-4 hari setelah bayi lahir. Susu kolostrum berwarna bening kekuningan dan diproduksi dalam jumlah sedikit kira-kira 36,23 ml atau 7,4 sendok teh) per hari. Walaupun sedikit kandungan nutrisi yang ada dalam susu kolostrum sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi pada awal kelahiran karena mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan mengandung zat kekebalan tubuh atau antibodi. Dari penjelasan apa itu susu kolostrum di atas dapat kita lihat pentingnya susu kolostrum bagi bayi yang baru lahir dalam hal pertahanan tubuh karena susu kolostrum mengandung antibiotik alami kaya akan antibodi (Immunoglobulin). Immunoglobulin berfungsi untuk mengikat antigen (bahan asing) yang berbahaya bagi tubuh, menghancurkan dan melemahkan, serta menyingkirkan bahan asing tersebut keluar dari tubuh.

II.2 Pentingnya Pemberian Kolostrum Bayi yang baru lahir memiliki kekebalan tubuh yang sangat lemah. Oleh karena itu pemberian susu kolostrum pada bayi diawal kelahiran adalah wajib. Kolostrum wajib diberikan karena mengandung tiga faktor yang paling utama terkandung dalam susu kolostrum yaitu kekebalan, pertumbuhan dan nutrisi-nutrisi. Zat antibodi utama yang terkandung dalam susu kolostrum adalah immunoglobulin (Ig).

Immunoglobulin yang terdapat dalam kolostrum berfungsi untuk melindungi bayi

Page |5

dari berbagai macam penyakit atau antigen pada masa awal kehidupan bayi. Ada tiga macam Immunoglobulin penting yang sering terdapat dalam kolostrum yaitu Immunoglobulin G, M dan A (IgG, IgM, dan IgA). IgG terdiri dari IgG1 dan IgG2, yang ukuran molekulnya lebih kecil dari ukuran Ig lainya sehingga mudah untuk berpindah dari peredaran darah setiap bagian tubuh sehingga mampu untuk mengenali setiap patogen yang masuk ke tubuh. Sedangkan IgM merupakan pertahanan pertama dalam Septicemia (sirkulasi dan multiplikasi mikroorganisme dalam darah), karena ukuran molekulnya yang besar IgM menetap di darah dan melindungi dari invasi bakteri. Sedangkan IgA berfungsi dalam melindungi lapisan mukosa seperti usus bayi. Immunoglobulin A ini membentuk benteng pertahanan di tempat yang paling beresiko diserang kuman, yaitu di selaput lendir pada paru-paru, tenggorokan dan usus. IgA memiliki peran yang sangat penting dalam saluran pencernaan bayi. Usus bayi baru lahir itu masih tipis dan belum rapat. IgA bekerja menambal lubanglubang di usus tersebut, dengan cara membentuk semacam lapisan. Sehingga kuman penyakit dan zat alergen tidak dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Susu kolostrum selain penting untuk pertahanan tubuh dengan Immunoglobulin yang terkandung didalamnya, juga penting untuk pertumbuhan dengan kandungan nutrisi yang ada didalamnya untuk pertumbuhan bayi diawal kehidupannya. Kolostrum memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari ASI matur. Tetapi kandungan lemak dan laktosanya (gula darah) lebih rendah dari ASI matur. Selain itu kolostrum juga mengandung vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, C, D dan K; dan mineral, terutama zat besi dan kalsium. Komposisi seperti itu sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Sama halnya dengan ASI matur, kolostrum juga mengandung enzim-enzim pencernaan yang belum mampu

Page |6

diproduksi oleh tubuh bayi, seperti protease (untuk menguraikan protein), lipase (untuk menguraikan lemak), dan amilase (untuk menguraikan karbohidrat). Ini membuat kolostrum mudah sekali dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang memang belum sempurna. Kolostrum juga mempunyai efek laksatif (obat pencahar) bagi bayi, yang akan membantu pengeluaran tinja pertama bayi baru lahir, yang disebut mekonium, dari dalam ususnya. Mekonium ini adalah zat berwarna hijau tua, yang telah ada di dalam usus bayi ketika ia masih didalam rahim ibu pada minggu-minggu terakhir. Bersama-sama dengan keluarnya mekonium itu, akan dikeluarkan pula kelebihan bilirubin (Bile Pigments, yaitu pigmen empedu), sehingga akan mencegah terjadinya kuning (jaundice) pada bayi baru lahir. Selama dua minggu setelah ibu melahirkan, kolostrum secara bertahap akan berubah menjadi ASI matur (ASI yang matang). Selama masa transisi ini, volume ASI akan meningkat dengan pesat, sementara konsentrasi antibodi akan berkurang, tetapi bukan berarti hilang. Selama bayi mengkonsumsi ASI, ia akan tetap mendapat vaksin yang akan melindunginya dari serangan berbagai virus dan bakteri.

II.3 Kapan Kolostrum Diberikan Berdasarkan penjelasan di atas yang mendeskripsikan manfaat penting susu kolostrum dengan semua kandungan zat yang berfungsi vital untuk kehidupan awal dari bayi, maka penting juga mengetahui kapan susu kolostrum diberikan pada bayi. Sub pokok bahasan kali ini akan membahas tentang pemberian susu kolostrum pada bayi. Sel telur (ovum) setelah dibuahi oleh sperma menjadi zygot kemudian menjadi janin di dalam rahim ibu, sudah memperoleh nutrisi makanan dan oksigen melalui

Page |7

plasenta. Setelah lahir bayi tidak lagi memperoleh makanan dari plasenta. Ma ka kolostrum (ASI) menjadi sumber makanan utama bagi bayi pada awal kehidupan bayi. Oleh karenanya, kolostrum sebaiknya sesegera mungkin setelah bayi lahir dan maksimal pemberian kolostrum 4 jam setelah bayi lahir. Mengapa pemberian kolostrum sebaiknya kurang dari 4 jam pada awal kelahiran? Keterlambatan pemberian kolostrum akan memperbesar resiko kematian untuk bayi. Hal ini disebabkan karena kemampuan absorbsi usus bayi terhadap immunoglobulin semakin menurun seiring dengan lamanya rentang waktu dari kelahiran. Jadi, semakin lama usus bayi semakin sulit untuk menyerap Immunoglobulin. Pada 9 jam post partus (setelah melahirkan) sekitar 50% Immunoglobulin dapat diserap dan pada 12 jam setelah kelahiran usus hanya mampu menyerap sekitar 30% Immunoglobulin saja.

II.4 Kandungan Susu Kolostrum Selain konsentrasi nutrisi yang tinggi, kolostrum juga kaya akan antibodi, atau yang dalam istilah medis disebut juga dengan immunoglobulin (Ig). Antibodi terdapat dalam 5 jenis (disebut juga faktor imun), yaitu IgG, IgA, IgM, IgD dan IgE. ASI juga mengandung kelima faktor imun tersebut, namun kolostrum memiliki konsentrasi faktor imun lebih tinggi daripada ASI.. Selama di dalam rahim ibu, janin memperoleh pasokan antibodi, faktor imun IgG, dari plasenta. Segera setelah lahir, pasokan ini akan terhenti, padahal tubuh bayi belum mampu membuat antibodi sendiri. Itulah salah satu sebab mengapa bayi yang baru lahir harus sesegera mungkin disusukan kepada ibunya. Selain untuk merangsang produksi ASI, inisiasi dini ASI (early latch-on) juga untuk memastikan bayi mengkonsumsi kolostrum sesegera mungkin.

Page |8

Jumlah kolostrum memang sangat sedikit jika dibandingkan ASI matang.. Namun meski jumlahnya sangat sedikit, kolostrum memiliki kandungan yang sangat banyak dan bermanfaat. Diantara bahan atau kandungan yang terdapat dalam kolostrum adalah : 1. Imunitas. Bahan imunitas dalam kolostrum mampu memberikan proteksi pada bayi agar terhindar dari virus, bakteri, dan alergen. 2. Antibodi dan imunoglobin. Zat ini sangat bermanfaat untuk menghambat mikroorganisme yang masuk dalam usus agar tidak sampai masuk ke jaringan tubuh. 3. Laktoferin. Zat ini bermanfaat untuk mengangkut zat besi untuk sel darah merah, serta menjaga agar bakteri atau virus tidak menjadi ganas. 4. Proline rich polipeptide. Zat ini berfungsi untuk mengatur dan menunjang sistem kerja kelenjar timus, untuk kekebalan tubuh. 5. 6. Lactalbumin. Bermanfaat untuk melawan sel-sel kanker. Glikoprotein. Bermanfaat untuk melindungi faktor imun dan pertumbuhan ketika melewati saluran pencernaan yang asam. Kolostrum dalam ASI ibu merupakan laksatif atau obat pencuci perut yang dapat membuang mekonium dari usus, serta memecahkan bilirubin yaitu zat yang dapat membuat bayi menjadi kuning. Pada masanya, sekitar 2 minggu setelah persalinan, kolostrum ini akan berubah menjadi ASI yang matang, seperti yang kita ketahui sifat dan warnanya.

Page |9

II.5 Keunggulan Susu Kolostrum dan ASI serta Manfaat Menyusui dalam Perkembangan Bayi Pemberian susu kolostrum yang tepat dan sesuai serta pemberian ASI yang baik pada saat menyusui bayi memberikan efek yang positif untuk perkembangan bayi kedepan terutama pada pemberian susu kolostrum yang tepat sesuai kebutuhan bayi akan sangat membawa manfaat yang baik dan sehat untuk bayi. Berikut ini beberapa keunggulan dan manfaat pada perkembangan bayi yang dilihat dari beberapa aspek.

II.5.1 Aspek Gizi II.5.1.1 Manfaat Kolostrum Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi. Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

P a g e | 10

II.5.1.2 Komposisi ASI ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey : Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

II.5.1.3 Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu

P a g e | 11

masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

II.5.2 Aspek Imunologik ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan. Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

P a g e | 12

II.5.3 Aspek Psikologik


Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI. Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

II.5.4 Aspek Kecerdasan


Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

II.5.5 Aspek Neurologis


Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

P a g e | 13

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan Susu kolostrum (colostrum) atau disebut juga beestings, first milk, immune milk atau premilk adalah susu atau cairan yang diproduksi oleh kelenjar susu pada akhir masa kehamilan sampai beberapa hari setelah melahirkan. Susu kolostrum berwarna bening kekuningan, diproduksi dalam jumlah sedikit kira-kira 36,23 ml (7,4 sendok teh) per hari menurut Ia Leche League, tetapi kandungan nutrisi yang ada dalam kolostrum sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi pada hari-hari pertama kehidupannya.

Kolostrum memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari ASI matur. Tetapi kandungan lemak dan laktosanya (gula darah) lebih rendah dari ASI matur. Selain itu kolostrum juga mengandung vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, C, D dan K; dan mineral, terutama zat besi dan kalsium. Komposisi seperti itu sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Sama halnya dengan ASI matur, kolostrum juga mengandung enzim-enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi oleh tubuh bayi, seperti protease (untuk menguraikan protein), lipase (untuk menguraikan lemak), dan amilase (untuk menguraikan karbohidrat). Ini membuat kolostrum mudah sekali dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang memang belum sempurna.

Kolostrum juga mempunyai efek laksatif (obat pencahar) bagi bayi, yang akan membantu pengeluaran tinja pertama bayi baru lahir, disebut mekonium, dari dalam ususnya. Mekonium ini adalah zat berwarna hijau tua, yang telah ada di

P a g e | 14

dalam usus bayi ketika ia masih didalam rahim ibu (pada minggu-minggu terakhir). Bersama-sama dengan keluarnya mekonium itu, akan dikeluarkan pula kelebihan bilirubin, sehingga akan mencegah terjadinya kuning (jaundice) pada bayi baru lahir.

Selain konsentrasi nutrisi yang tinggi, kolostrum juga kaya akan antibodi, atau yang dalam istilah medis disebut juga dengan immunoglobulin (Ig). Antibodi terdapat dalam 5 jenis (disebut juga faktor imun), yaitu IgG, IgA, IgM, IgD dan IgE. ASI juga mengandung kelima faktor imun tersebut, namun kolostrum memiliki konsentrasi faktor imun lebih tinggi daripada ASI.. Selama di dalam rahim ibu, janin memperoleh pasokan antibodi, faktor imun IgG, dari plasenta. Segera setelah lahir, pasokan ini akan terhenti, padahal tubuh bayi belum mampu membuat antibodi sendiri. Itulah salah satu sebab mengapa bayi yang baru lahir harus sesegera mungkin disusukan kepada ibunya. Selain untuk merangsang produksi ASI, inisiasi dini ASI (early latch-on) juga untuk memastikan bayi mengkonsumsi kolostrum sesegera mungkin.

Faktor imun yang paling banyak terdapat dalam kolostrum adalah IgA. Immunoglobulin A ini membentuk benteng pertahanan di tempat yang paling beresiko diserang kuman, yaitu di selaput lendir pada paru-paru, tenggorokan dan usus. IgA memiliki peran yang sangat penting dalam saluran pencernaan bayi. Usus bayi baru lahir itu masih tipis dan belum rapat. IgA bekerja menambal lubanglubang di usus tersebut, dengan cara membentuk semacam lapisan. Sehingga kuman penyakit dan zat alergen tidak dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Kolostrum juga mengandung sel-sel darah putih (leukosit) dalam jumlah besar, yang akan memerangi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh bayi.

P a g e | 15

Selama dua minggu setelah ibu melahirkan, kolostrum secara bertahap akan berubah menjadi ASI matur. Selama masa transisi ini, volume ASI akan meningkat dengan pesat, sementara konsentrasi antibodi akan berkurang, tetapi bukan berarti hilang. Selama bayi Anda mengkonsumsi ASI, ia akan tetap mendapat vaksin gratis yang akan melindunginya dari serangan berbagai virus dan bakteri.

III.2 Saran Dalam penyusunan makalah ini banyak hambatan penulis alami namun berkat dukungan dari semua pihak makalah yang berjudul Pentingnya Susu Kolostrum Pada Bayi Pasca Melahirkan ini dapat diselesaikan. Olehnya itu saran yang dapat penulis sumbangkan untuk karya ilmiah ini ialah teruslah n jangan lelah untuk melakukan inisiasi menyusui sejak dini. Setiap kita manusia menginginkan kesehatan yang baik sekarang dan yang akan datang. Terima kasih.

P a g e | 16

DAFTAR PUSTAKA

Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC. Mansjoer, Arif dkk. 2000. Kapita Selekta Kedoteran. Jakarta: Media Aesculapius. Brooker,Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan. Edisi 31. Jakaeta: EGC. Doenges, Marilynn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. Jakarta: EGC. http://www.rumahbunda.com/breastfeeding/manfaat-kolostrum-bagi-bayi.html Posted on Sunday, May 1st, 2011 at 10:15 PM http://vet02ugm.wordpress.com/2010/08/22/colostrum-kolostrum.html Posted: August 22, 2010 by vet02ugm in Article http://ninahasilah.multiply.com/reviews/item/18.html Aug 25, '07 2:24 PM http://triakoso.wordpress.com/2009/01/08/pentingnya-kolostrum-bagi-neonatus.html Januari 8, 2009

Anda mungkin juga menyukai