Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PERJALANAN DINAS KEGIATAN : PENGEMBANGAN TRANSPLANTER MANUAL DAN MESIN

TANAM BENIH (DIRECT SEEDER) PADI PADA LAHAN SAWAH

1. 2.

Waktu Lokasi

: 24 26 Agustus 2009 : - Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta - Lahan pertanian padi (lapangan) di Kabupaten Purwakarta

3.

Personel

: 1. Anjar Suprapto 2. C. Yusup P 3. Ibenu

4.

Tujuan

: - Penjajagan lokasi pengujian alat transplanter

manual
5.

HASIL YANG DIDAPATKAN

Deskripsi Lokasi Kabupaten Purwakarta dengan luas daerah 97.172 ha terbagi menjadi 17 kecamatan dengan topografi lahan bervariasi yaitu daerah dengan kemiringan 0-2% sebanyak 33,54%, sebanyak 28,25%, kemiringan 3-15% 12-25% sebanyak 17,38% dan kemiringan

selebihnya yaitu 20,73% merupakan lahan yang curam (kemiringan >40%). Kabupaten Purwakarta memiliki beberapa jenis tanah meliputi alluvial, latosol,andosol,grumusol, podzolik, regosol, dan litosol dimana sebagian besar jenis tanah ini telah berasosiasi. Secara umum wilayah kabuapten Purwakarta termasuk dalam iklim basah tipe A menurut Scmith dan ferguson, dengan rata-rata curah hujan 2.963 mm pertahun. Pada tahun 2008 keragaan produksi tanaman pangan, yang dicapai oleh kabuapaten Purwakarta adalah untuk produksi padi

mencapai 217.743 ton/Gkg, untuk produksi palawija mencapai150.571 ton, dan produksi sayuran mencapai 29.431,5 ton sayuran segar.

Hasil Penjajagan Lokasi Untuk Pengujian Alat Penjajagan lokasi diawali dengan konsultasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta khususnya pada bidang yang terkait yaitu kepala UPTD Alat Mesin Pertanian ( H. Jamaludin, SE). Kemudian dilanjutkan pada bidang Perencanaan (Bp. Didi) dan petani di lokasi (lahan sawah) yaitu ketua kelompok tani di Desa Citalang Kecamatan Purwakarta (Bp. Bambang) dengan didampingi petugas lapangan (PPL). Sebagai dasar untuk penjajagan lokasi uji dibutuhkan informasi produksi padi, luas lahan, varietas padi dan dukungan alat mesin pertanian yang ada di lokasi uji. Secara umum didapatkan hasil informasi yang terkait adalah sebagai berikut : 1. Sasaran luas panen, hasil dan produksi padi di Kabupaten Purwakarta Periode januari juni 2008
Uraian Padi Sawah Padi Ladang Luas Panen (ha) 17.247 5.297 Hasil (Ku/ha) 60,45 30.80 Produk si (ton) 104.8 63 16.31 5

Periode Juli Desember 2008


Uraian Padi Sawah Padi Ladang Luas Panen (ha) 12.089 Hasil (Ku/ha) 59,97 Produk si (ton) 72.49 8 -

Jumlah Tahun 2008


Uraian Padi Sawah Padi Ladang Jumlah Luas Panen (ha) 29.436 5.297 34.933 Hasil (Ku/ha) 60,25 30.80 Produk si (ton) 177.3 61 16.31 5 193.6 76

Sasaran luas panen di kabupaten purwakarta cukup luas yaitu 34.933 ha dengan produksi total padi sebesar 193.676 ton. Luas panen yang sedemikian besar membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak sedangkan di daerah purwakarta tenaga kerja pertanian sangat sedikit, hal ini dikarenakan tenaga kerja produktif lebih banyak terserap di pabrik-pabrik yang memang banyak di Purwakarta, selebihnya menjadi tenaga kerja migran di Jakarta (buruh bangunan dll). Kondisi sosial budaya khususnya dalam budidaya pertanian untuk daerah Purwakarta alat telah bergeser pertanian ke sector industri yang untuk dengan merupakan daerah penyangga ibu kota Jakarta, oleh karena itu keberadaan menunjang mesin sangat Hal dibutuhkan ini sesuai produksi khususnya padi.

kebijakan pemerintah daerah yang tertuang dalam laporan tahunan Dinas Pertanian Kab. Purwakarta tahun 2008 yaitu disebutkan bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian di Purwakarta salah satu cara mencapai tujuan tersebut adalah dengan peningkatan penerapan teknologi pertanian dan pengadaan sarana prasarana (Laporan Tahunan 2008 Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta, hal: 23). 2. Penyebaran varietas padi MT 2007/2008 No Jenis Komoditas/ Varietas Luas Lahan (ha) Prosenta se (%)

Padi Sawah 1. Ciherang 2. 3. 4. 5. 6. N o Mekongga Cigeulis IR.64 Intani Hibrida Sembada Jenis Komoditas/ Varietas

18.51 6 10.94 9 3.837 2.089 1.078 670 Luas Lahan (ha) 4.680 230 200

49,86 29,48 10,33 5,62 2,90 1,80 Prosenta se (%) 91,59 4,50 3,91

Padi Ladang 1. S. Begendit 2. Towuti 3. ST. Patengang

Secara umum dapat disebutkan bahwa varietas padi yang banyak digunakan oleh petani di kab. Purwakarta adalah varietas Ciherang untuk padi sawah dan varietas S. Begentit untuk padi lading. Jika alat tanam (transplanter) yang akan diuji cobakan di Purwakarta maka varietas padi Ciherang (sebagai bibit) yang akan digunakan. Sebagian petani hasil penjajagan di lokasi juga menanan padi varietas intani khususnya untuk MT III (kemarau) dengan umur padi yang pendek. Variasi jenis padi/varietas sedikit mempengaruhi alat tanam yang dirancang (diuji cobakan) khususnya pada tinggi bibit dan mudah patah-tidaknya bibit. Variasi bibit yang digunakan akan menjadi tolak ukur kinerja dan tingkat penerapan (kesesuaian) alat . 3. Penyebaran Alat Mesin Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Purwakarta No 1. Jenis Alat /Mssin Pengolahan Tanah a. Traktor Roda 2 1. Kecil (< 6PK) 2. Sedang (6-8,5PK) Kondisi Baik 442 192 226 Kondisi Rusak 34 3 23 Jumlah 476 195 249

2.

3. 4.

5.

3. Besar (>8,5PK) b. Traktor Roda 4 1. Kecil (< 25PK) 2. Sedang (25-50,5PK) 3. Besar (>50PK) Penanaman a. Jabber b. Seeder c. Transpalnter Pemupukan a. Pembenam Pupuk b. Penebar Pupuk Pengendalian OPT a. Hand Sprayer b. Kanpsack Power Sprayer c. Skid Power Sprayer d. Swing fog e. Emposan Tikus f. Pembersih gulma manual g. Pembersih Gulma Bermesin (Power Weeder) Pemanenan a. Sabit bergerigi b. Reaper c. Stripper d. Combine Harvester

24 3 3 1 132 3.694 23 4 2 219 15.32 6 10

8 -

32 3 2 1 332 4.382 24 5 3 305 15.592 14

190 688 1 1 1 86 266 4

18.01 6 -

296 -

18.312 -

Dari table di atas tampak bahwa alat penanam padi (transplanter) belum ada di lapangan, dan ini menjadi peluang untuk dikenalkan di daerah Purwakarta. Sedangkan dukungan alat mesin lainnya cukup banyak. Dukungan alat akan mempengaruhi kelancaran dalam uji coba alat yang dirancang nantinya. Dukungan alat yang paling berpengaruh adalah pengolahan tanah sebagai bagian dari penyiapan lahan, karena salah satu syarat dalam uji kinerja transplanter adalah kondisi lahan saat tanam.

Dokumentasi Lapangan Kunjungan lapang di lokasi penjajagan dilaksanakan pada akhir Agustus 2009 dimana musim tanam sudah masuk pada MT III. Sebagian besar lahan sudah tidak tanam (bero) karena kondisi air yang tidak memungkinkan walaupun beberapa daerah masih ada yang tanam seperti di lokasi yang dikunjungi yaitu Desa Citalang yang terletak di Kec. Purwakarta Kab. Purwakarta.

Kondisi Jaringan irigasi di Desa Citalang Kec. Purwakarta

Lahan hanya sebagian kecil yang ditanami pada MT III Tahun 2009

Penanaman bibit padi secara manual oleh ibu-ibu butuh tani

Bibit padi di tanam pada umur 15 -20 hari dengan jarak tanam 20 25 cm

Varietas Padi yang di tanam adalah IR.64 dan Intani