Anda di halaman 1dari 7

STATISTIK NONPARAMETRIK Pada statistik parametrik,pengujian hipotesis (uji parametrik) atau aturan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh asumsi-asumsi

tertentu.Misalnya,distribusi probabilitas untuk pengambilan sampel dan bentuk varians.Asumsi untuk distribusi misalnya distribusi normal,binomial,distribusi F,dan distribusi student t.Asumsi untuk bentuk varians,msalnya memiliki varians yang homogen,seperti pada regresi dan kolerasi.Asumsi-asumsi tersebut tidak di uji lagi dan dianggap sudah terpenuhi. Namun dalam prakteknya,situasi yang sering muncul tidak memenuhi asumsi yang dimaksud.Oleh karena itu,di gunakan statistik nonparametrik.Jadi,statistik nonparametrik merupakan alternatif dalam memecahkan masalah,seperti pengujian hipotesis atau pengambilan keputusan,apabila statistik parametrik tidak dapat dipergunakan. A.PENGERTIAN DAN PENGGUNAAN STATISTIK NONPARAMETRIK Statistik nonparametrik termasuk salah satu bagian dari statistik inferensi atau statistik induktif dan disebut juga statistik bebas distribusi.Statistik nonparametrik adalah bagian statistik yang tidak memerlukan asumsi-asumsi tertentu,misalnya mengenai bentuk distribusi dan hipotesis-hipotesis yang berkaitan dengan nilai-nilai parameter tertentu. Statistik nonparametrik digunakan apabila : 1.sampel yang digunakan memiliki ukuran yang kecil; 2.Data yang digunakan bersifat ordinal,yaitu data-data yang bisa disusun dalam urutan atau diklasifikasikan rangkingnya; 3.Data yang digunakan bersifat nominal,yaitu data-data yang dapat diklasifikasikan dalam kategori dan dihitung frekuensinya; 4.Bentuk distribusi populasi dan tempat pengambilan sampel tidak diketahui menyebar secara normal; 5.ingin menyelesaikan masalah statistik secara cepat tanpa menggunakan alat hitung. B.PENGUJIAN HIPOTESIS STATISTIK NONPARAMETRIK Pengujian hipotesis statistik nonparametrik pada dasarnya sama pengujian hipotesis statiatik parametrik.Asumsi yang digunakan pada pengujian hipotesis statistik nonparametrik hanyalah bahwa obserpasi-opserpasi independen dan variabel yang diteliti memiliki kontinuitas.Asumsi bahwa variabel yang diteliti memiliki kontinuitas yang dimiliki juga diperlukan dalam uji parametrik,Namun dalam uji nonparametrik,asumsi tersebut lebih longgar. Langkah-langkah pengujian hipotesis statistik nonparametrik ialah sebagai berikut. 1.Menentukan formulasi hipotesis 2.Menentukan taraf nyata dan nilai tabel 3.Menentukan kriteria pengujian

4.Menentukan nilai uji statistik 5.Membuat kesimpulan

1.Uji Tanda (sign test) Uji tanda didasarkan atas tanda-tanda positif atau negatif dariperbedaan antara pasangan pengamatan,bukan atas besrnya perbedaan.uji tanda biasanya digunakan untuk mengetahui pengaruh sesuatu. Langkah-langkah pengujian dengan uji tanda ialah sebagai berikut. a.Menentukan formulasi hipotesis H0 :Probabilitas terjadinya pada tanda positif dan probabilitas terjadinya tanda negatif adalah sama. H1 :Probabilitas terjadi pada tanda positif dan probabilitas terjadinya tanda negatif adalah berbeda. b.Menentukan taraf nyata (a) Pengujiannya dapat berbentuk satu sisi atau dua sisi. c.Menentukan Kriteria Pengujian 1.Pengujian satu sisi H0 diterima apabila a < probabilitas hasil sampel H0 ditolak apabila a > probabilitas hasil sampel 2.Pengujian dua sisi H0 diterima apabila a < 2 kali probabilitas hasil sampel H0 ditolak apabila a > 2 kali probabilitas hasil sampel d.Menentukan nilai uji statistik Merupakan nilai dari probabilitas hasil sampel.(Lihat tabel probabilitas binomial dengan n,r tentukan p = 0,5 ) r = jumlah tanda yang terkecil . e.Membuat kesimpulan Menyimpulkan H0 diterima atau ditolak Catatan : Untuk sampel besar (n > 30),uji statistiknya adalah

CR =2r-n n Keterangan : r =Jumlah tanda positif n =Jumlah pasangan observasi yang relevan Langkah-langkah pengujiannya sama dengan langkah-langkah pengujian sebelumnya,menggunakan distribusi Z. Contoh soal : Direktur PT MONDAR-MANDIR ingin mengukur peningkatan mutu kerja karyawan diperusahaannya,setelah memberlakukan kenaikan gaji.Untuk itu dia mbil sampel sebanyak 10 karyawan.Datanya adalah sebagai berikut: TABEL 8.1 MUTU KERJA KARYAWANSEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN GAJI Pegawai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 skor Sebelum 71 91 86 60 83 70 72 65 80 72 Sesudah 72 88 82 67 88 67 75 75 90 76

Ujilah dengan taraf nyata 5%,apakah ada peningkatan mutu kerja karyawan setelah gaji naik! Penyelesaian: Sebelum Pegawai (x1) 1 71 2 91 3 86 4 60 5 83 6 70 7 72 8 65 9 90 10 72 Sesudah (x2) 72 88 82 67 88 67 75 75 90 76 x2-x1 + + + + + +

Ternyata Jumlah tanda + adalah 6 dan tanda _ adalah 4. a.Formulasi hipotesisnya: H0 : p =0,5 (tidak ada peningkatan mutu kerja) H1 : p > 0,5 (ada peningkatan mutu kerja)

b.Taraf nyata (a ) :

a=5%=0,05
c.Kriteria Pengujiannya: H0 diterima apabila 0,05 probabilitas hasil sampel Ho ditolak apabila 0,05 > probabilitas hasil sampel d.Nilai uji statistiknya : n = 10,r =4,dan p =0,5 Probabilitas hasil sampel = 0,0010+0,0098+0,0439+0,1172+0,2051 = 0,3770 e.Kesimpulan : Karena a = 0,05 < probabilitas hasil sampel = 0,3770,maka H0 diterima.jadi,tidak ada peningkatan mutu kerja karyawan setelah gaji di naikkan. 2.Uji Kolerasi Spearman (The Rank Correlation Test) a.Koefisien korelasi urutan spearman Pengujian kerelasi urutan spearman dikemukakan oleh Carl Spearmen pada tahun 1904.Metade tersebut di gunakan untuk mengukur keeretan hubungan antara dua variabel atau data ordinal.Dua variabel ini tidak memiliki distribusi normal dan kondisi varians tidak diketahui sama.Koefesien korelasi urutan spearman disimbolkan rs. 1) Jika rs=1,data sampel menunjukkan hubungan negatif sempurna,yaitu urutan untuk setiap data sama. 2) Jika rs = -1,data sampel menunjukkan hubungan negatif sempurna,yaitu urutan untuk setiap data merupakan urutan terbalik. 3) Jika rs =0,data sampel tidak ada hubungan dengan demikian,nilai rs berkisar antara -1 dan +1 (-1, rs +1).Koefesien korelasi urutan spearman di rumuskan: rs = 1-6- d2 n(n2-1) Keterangan: d= beda urutan dalam satu pasangan data n= banyaknya pasangan data Untuk menghitung koefisien korelasi urutan spearman dapat digunakan langkah -langkah berikut. 1) Nilai pengamatan dari dua variabel yang akan di ukur hubungannya di beri urutan.Jika ada nilai pengamatan yang sama di hitung urutan rata-ratanya. 2) Setiap pasangan urutan di hitung perbedaannya.

3) Perbedaan setiap pasangan urutan tersebut di kuadratkan dan dihitung jumlahnya,kemudian dihitung nilai rs nya. Contoh soal: Berikut ini data mengenai hubungan antara nilai matematika dan nilai statistik dari 10 mahasiswa.Hitung rs nya. TABEL 8.3 NILAI MATEMATIKA DAN STATISTIK DARI SEPULUH MAHASISWA

Nilai Matematika (M) Nilai Statistik (s) Penyelesaian : Mahasiswa Nilai M X 1 82 2 75 3 85 4 70 5 77 6 60 7 63 8 66 9 80 10 89 Jumlah

82 75 85 70 77 60 63 66 80 89 79 80 89 65 67 62 61 68 81 84

Urutan 8 5 9 4 6 1 2 3 7 10

Nilai S Y 79 80 89 65 67 62 61 68 81 84

Urutan 6 7 10 3 4 2 1 5 8 9

d (x-Y) +2 -2 -1 +1 +2 -1 +1 -2 -1 +1

d2 4 4 1 1 4 1 1 4 1 1 22

rs = 1-6(22) 10(102- 1) = 0,867 Apabila nilai-nilai dari tap variabel (X dan Y) ada yang sama maka lebih dahulu di cari nilai tengah urutan nilai-nilai yang sama tersebut rumus rs nya menjadi : rs = r2x+ r2y - d2 2 r2x . r2y

r2x = n3 n - t3x - tx n n

r2y = n3 n - t3x - ty n n

Keterangan : tx =jumlah variabel x yang urutannya sama. ty =jumlah variabel y yang urutannya sama. b.pengujian hipotesis rs Hasil penghitungan rs perlu diuji untuk mengetahui kesignifikanannya.Pengujian rs bergantung pada jumlah n dan taraf nyatanya. Langkah-langkah pengujian hipotesis ialah sebagai berikut. 1) Menentukan formulasi hipotesis Ho : Tidak ada hubungan antara urutan variabel yang satu dengan urutan dari variabel lainnya. H1 : Ada hubungan antara urutan variabel yang satu dengan urutan dari variabel lainnya. 2) Menentukan taraf nyata (a) dan nilai ps tabel Taraf nyata dan nilai ps tabel ditentukan sesuai dengan besarnya n ( n 30).Pengujiannya dapat berupa pengujian satu sisi dan dua sisi. 3) Menentukan kriteria pengujian H0 Di terima apabila rs ps (a) H0 aditolak apabila rs> ps (a) 4) Menentukan nilai uji statistik Merupakan nilai rs sendiri. 5) Membuat kesimpulan Menyimpulkan H0 diterima atau di tolak. Catatan : Untuk sampel besar (n > 10 ),nilai uji statistiknya dapat pula dihitung dengan rumus : t0 = dengan db =n -2

Langkah-langkah pengujiannya sama dengan langkah-langkah pengujian sebelumnya,Menggunakan distribusi t dengan derajat bebas (db)=n-2. Contoh soal: Dengan menggunakan data dari tabel 8.3,ujilah apakah ada korelasi positif yang nyata antara nilai matematika dan nilai statistik mahasiswa ! Gunakan taraf nyata 5% ! Penyelesaian : 1.Permulasi hipotesisnya : H0 : rs =0 (Tidak ada hubungan antara nilai matematika dan nilai statistik). 2.Taraf nyata (a) dan nilai ps tabel :

a =5% =0,05 dengan n = 10


ps(0,05) = 0,564

3.kriteria pengujian H0 diterima apabila rs < 0,564 H0ditolak abila rs>0,564 4.nilai uji statiatik: rs=0,867 5.kesimpulan: Karena rs =0,867>, p s(0,05)=0,564,maka H0 ditolak.jadi,ada hubungan positif yang nyata antara nilai matematika dan nilai statistik.