Anda di halaman 1dari 8

APLIKASI BIOMEKANIKA DALAM PRAKTIK KEBIDANAN Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika

yang mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang disebut gaya. Biomekanika adalah ilmu yang mempelajari penelitian tentang kekuatan fisik manusia yang mencakup kekuatan atau daya fisik manusia ketika bekerja dan mempelajri bagaimana cara kerja dan peralatan harus dirancang sesuai dengan kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktivitas kerja tersebut.

HUKUM DASAR BIOMEKANIKA 1. Hukum Newton Pertama Mengenai Gerakan Ide yang dinyatakan oleh Hukum Newton Pertama mengennai gerakan adalah sesuatu benda akan tetap dalam posisi istirahat atau berada dalam keadaan gerakan yang sama kecuali jika diberikan gaya yang dapat menghilangkan keseimbangan.

Gambar 1.1 Mendorong benda kecil dan besar Arah gerakan benda akan sama dengan arah gaya yang diberikan sehingga gaya dideskripsikan sebagai suatu vector yang memiliki basar dan arah. Ide ini mungkin nampak sederhana tetapi sangat penting jika kita melihat gaya-gaya yang melawan gerakan suatu benda. 2. Hukum Newton Kedua Mengenai Gerakan Hukum ini menyatakan bahwa percepatan suatu benda (seberapa cepat kecepatannya bertambah) adalah sebanding dengan gaya yang diberikan kepadanya. Hal ini dapat dirangkum dengan persamaan berikut: Gaya = massa x percepatan Suatu gaya sebesar 1 Newton yang diberikan pada benda bermassa 1 kg akan memberikan percepatan 1 m/s (ms).

Gambar 1.2 Mendorong brankar Bayangkan dimana anda harus mendorong troli atau tempat tidur. Pada awal gerakan akan terjadi percepatan. Normalnya, benda digerakkan dengan kecepatan yang konstan sehingga tidak lagi bertambah cepat dan gaya yang diberikan lebih sedikit. Untuk menggerakan suatu

benda kita harus mengatasi inersia benda tesebut. Jika inersia sudah dilampaui, maka gaya yang diperlukan untuk menjaganya tetap bergerak akan lebih sedikit.

3. Hukum Newton Ketiga Mengenai Gerakan Hukum ketiga ini menyatakan bahwa untuk setiap aksi terdapat reaksi sebaliknya yang setara dan berlawanan arah dan hal ini membantu menjelaskan ide keseimbangan gaya yang telah disebutkan.

Gambar 1.5 Pasien berbaring di tempat tidur Pasien yang berbaring di atas tempat tidur, kita menyadari bahwa tempat tidur menyokong pasien. Tanpa tempat tidur, pasien akan jatuh ke lantai.

GAYA PADA TUBUH Gaya pada tubuh ada 2 tipe : 1. Gaya pada tubuh dlm keadaan statis. Gaya Berat dan Gaya Otot sebagai Sistem Pengumpil

Tubuh dalam keadaan Statis berarti tubuh dlm keadaan setimbang, jumlah gaya dan momen gaya yang ada sama dengan nol. Tulang dan otot tubuh manusia berfungsi sebagai sistem pengumpil. Tubuh dalam keadaan Statis berarti tubuh dlm keadaan setimbang, jumlah gaya dan momen gaya yang ada sama dengan nol. Tulang dan otot tubuh manusia berfungsi sebagai sistem pengumpil. 2. Gaya pada tubuh dalam keadaan dinamis. Ada 3 kelas sistem pengumpil :

a. Klaspertama Titik tumpuan terletak diantara gaya berat dan otot Contoh: kepala& leher b. KlasKedua Gaya berat diantara titik tumpu dan Gaya otot.contoh: tumit menjinjit c. KlasKetiga Gaya otot terletak diantara titik tupuan dan gaya berat Contoh: otot lengan

Gaya paling sering diterapkan untuk menstabilkan ekstremitas yang cedera leher, punggung, atau area pelvik. Traksi terapeutik didapat dengan memberikan tarikan pada kepala, tubuh atau anggota gerak menuju sedikitnya dua arah, misalnya: tarikan traksi dan tarikan traksi lawannya. Gaya traksi lawan atau gaya keduanya biasanya berasal dari berat tubuh pasien pada saat bertumpu atau berat lain.

PenerapanAnalisaGaya dalamTerapan Kesehatan 1) Gaya Berat Tubuh & Posisi Duduk yang menyehatkan Tulang Belakang

1. Traksi dalam Praktik Klinik

Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah untuk menangani fraktur, dislokasim atau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan. Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapat sejumlah penanganan.

Prinsip Traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai, pelvis atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yang disebut dengan countertraksi. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga (Footner, 1992 and Dave, 1995). Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai traksi manual, penggunaan talim splint, dan berat sebagaimana pada traksi kulit serta melalui pin, wire, dan tongs yang dimasukkan kedalam tulang sebagai traksi skeletal (Taylor, 1987 and Osmond, 1999). Traksi dapat dilakukan melalui kulit atau tulang. Kulit hanya mampu menanggung beban traksi sekitar 5 kg pada dewasa. Jika dibutuhkan lebih dari ini maka diperlukan traksi melalui tulang. Traksi tulang sebaiknya dihindari pada anak-anak karena growth plate dapat dengan mudah rusak akibat pin tulang. Indikasi traksi kulit diantaranya adalah untuk anak-anak yang memerlukan reduksi tertutup, traksi sementara sebelum operasi, traksi yang memerlukan beban 5 kg. Akibat traksi kulit yang kelebihan beban di antaranya adalah nekrosis kulit, obstruksi vaskuler, oedem distal, serta peroneal nerve palsy pada traksi tungkai. Traksi tulang dilakukan pada dewasa yang memerlukan beban > 5 kg, terdapat kerusakan kulit, atau untuk penggunaan jangka waktu lama. Kontratraksi diperlukan untuk melawan gaya traksi, yaitu misalnya dengan memposisikan tungkai lebih tinggi pada traksi yang dilakukan di tungkai.

Gambar 1. Traksi Tulang

Gambar 2. Traksi Kulit

Gambar 3. Traksi Leher

DAFTAR PUSTAKA Dr. J. F. Gabriel, 1996, Fisika Kedokteran, EGC, Jakarta. http://makalahcenter.blogspot.com/2010/03/materi-kajian-fisika-kesehatan.html http://alifis.wordpress.com/2009/10/28/seri-fisikakesehatan_biomekanika_02/ James, Joyce., Baker, Colin dan Swain, Helen. 2002. Prinsip-Prinsip Sains untuk Keperawatan. Jakarta : Erlangga. Images From http://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi

Anda mungkin juga menyukai