Anda di halaman 1dari 22

1

BAB XII
1ARINGAN DATA
12.1 Pendahuluan
Bab ini akan membahas iaringan switching rangkaian dan switching paket. Pada iaringan-
iaringan data umum, switching paket semakin menggeser kedudukan switching rangkatan.
Beberapa Negara di Eropa telah memasang iaringan switching paket untuk umum.
Misalnya, iaringan RETD di Spanyol, TRANSPAC di Perancis, PSS di Inggris dan DNI di
Negeri Belanda. Di tingkat Eropa ada pula EURONET. Sulit untuk meramalkan apakah di masa
mendatang switching rangakain akan mampu bertahan mendampingi switching paket.Sebelum
membahas iaringan data secara terinci, perlu dideIinisikan beberapa istilah penting.
1aringan data
Jaringan data adalah sekumpulan ialur telekomunikasi dan peralatan switching yang
memungkinkan berlangsungnya pengiriman data secara Iisik.
Rangkaian
Rangakaian memungkinkan komunikasi dua arah antara dua titik dengan dua saluran.
Keterlambatan dalam rangkaian dapat diabaikan, sehingga rangkaian dapat dianggap konstan.
Kapasitas pengiriman sebuah rangkaian dinyatakan dengan lebar band, dan dengan perbandingan
antara sinyal terhadap bunyi. Contoh yang sudah umum adalah rangkaian telepon yang lebar
band-nya 300-400 Hz.
Saluran
Saluran hanya memungkinkan pengiriman satu arah.
Rangkaian data
Rangkaian data secara khusus didisain untuk mengirim data. Kapasitas pengiriman pada
rangkaian data tidak dinyatakan dalam lebar band, melainkan dalam bit per detik (bps).
Rangkaian data sedikit lambat, tetapi nilainya sangat kecil sehingga dapat dianggap konstan.
11.2 1aringan Switching Rangkaian
11.2.1 Introduksi
2


Atas permintaan pemakai, dalam iaringan circuit switching, rangkaian data disediakan bagi
pemakai (pelanggan) lain pada iaringan yang sama. Jalur pengirimannya dapat memakai
multiplexing, dan switching di Data Switching Exchange (DSE), dapat pula berdasarkan Time
Division Multiplexing (TDM).
Terminal-terminal yang sesuai untuk disambung ke iaringan switching rangkain (Gambar 12.1)
dapat terbagi dalam dua kelompok:
O Terminal start/stop (modus start/stop)
O Terminal sinkron (modus sinkron)
Terminal start/stop berorientasi pada karakter, dan beroperasi dengan kode 7-bit (ISO-7, ASCII
atau CCITT No.5) atau kode 8-bit. Kode-kode 7 dan 8-bit yang direkomendasikan dapat
ditemukan pada standar V3 dan V4. Sedang terminal sinkron tidak berorientasi pada karakter,
tetapi pada blok.
T
T
T
T T T
T
T
T
T
host
- Terminal start/stop
- Terminal sinkron
rangkaian data
Jaringan data
switching rangkaian
DSC
DSC
DSC

Gambar 12.1 Jaringan data switching rangkaian
Jaringan switching rangkaian bersiIat bit sequence transparent: artinya mereka tidak dapat
mengenali struktur apa pun di dalam arus bit yang dipertukarkan antara dua terminal (pemakai).
3


Oleh karena itu, sinkronisasi karakter harus teriadi di terminal itu sendiri. Ada iaringan data
seperti iaringan telex yang khusus didisain untuk lalu-lintas start/stop (tidak sinkron). Jaringan
seperti ini kadang-kadang disebut tidak sinkron. Jaringan lain, seperti Nordic Public Data
Network di Swedia, didisain untuk lalu-lintas sinkron. Jaringan seperti ini disebut iaringan
sinkron.
12.2.2 1aringan Switching Rangkaian untuk Umum
Pada umumnya, iaringan circuit switching untuk umum terdIri dari seiumlah data
switching exchange (DSE) yang pola sambungnya seperti iala dengan multiplexer di iaringan-
iaringan local (gambar 11.2).
Sebuah interIace yang dari deIinisinya ielas dipasang diantara peralatan pe makai, yaitu data
terminal equipment (DTE) dan data circuit termination equipment (DCE).
DSC DSC
DSC
DSC
DTE/DCE
interface
X20/X21
- sinkron
- start/stop
Peralatan pemakai
terminal
DCE
DCE
DCE
DCE
DCE DCE DCE
DTE
DTE
DTE
DTE DTE DTE DTE
Jaringan data switching rangkaian
M
U
X
MUX MUX
host

Gambar 12.2 Jaringan data switching rangkaian
4


InterIace yang direkomendasikan untuk lau-lintas start/stop dapat ditemukan dalam CCITT
standar X20, sedangkan untuk lalu-lintas sinkron dalam X21. Dengan protokol X20/X21,
pemakai dapat menyetel rangkaian data ke pemakai lain di iaringan yang sama, dengan
rangkaian yang dimulai serta berakhir pada interIace DTE/DCE.
Fungsi-Iungsi yang digunakan untuk menyetel, memantau dan menghapus sambungan disebut
pesinyalan. InIormasi yang disinyalkan harus dapat dipertukarkan di antara Data Switching
Exchange sendiri, maupun antara pemakai dengan iaringan. Dalam iaringan data sinkron untuk
umum, data dikemas dalam amplop-amplop yang menuniukkan apakah isi amplop yang
bersangkutan berupa data pesinyalan atau data pemakai (Gambar 12.3).
<
amplop ke 1 amplop ke 2
F S n - bits F S
data
n - bits
Skandinavia n = 8 (8+2 amplop )
Amerika
Prancis
talia
<
n = 6 (6+2 amplop )
bit status, menentukan apakah bit-bit
data mengacu pada data atau pada pensinyalan
bit frame, yang bersama-sama dengan bi padat-bit F
lain meyakinkan terlaksananya sinkronisasi pada penerima

Gambar 12.3 Amplop
Amplop 62 sesuai benar untuk multiplex Irame. Karena protokol pesinyalan berdasarkan kode
No.5 CCITT (rekomendasi V4), setiap karakter terdiri dari 8 bit: 7 bit data dan satu bit paritas.
Berarti satu karakter sesuai untuk amplop 82, tidak mungkin untuk amplop 62. Jelas masing-
masing sistem mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Untuk iaringan komunikasi,
transport data iarak iauh demikian mahal, sehingga tidak praktis menyediakan sepasang kawat
untuk setiap rangkaian. Di sinilah multiplexing, baik dalam Irekwensi (FDM) maupun waktu
(TDM), dapat memberikan ialan keluar. Sebuah contoh Frequency Division Multiplexing (FDM)
adalah pengiriman 300 saluran telepon melalui sepasang kawat; misalnya diterapkan di antara
3


sentral-sentral distrik. Pada iaringan data, umumnya dipilih stacking dalam waktu (Time
Division Multiplexing), karena dapat dilaksanakan dengan rangkaian digital yang murah.
Dalam TDM, ada dua Iaktor yang memainkan peranan:
O Jumlah bit yang dialokasikan per satuan waktu (time slot) dalam sistem
TDM (lihat Tabel 12-1).
O Kombinasi berbagai kecepatan dalam multiplex time Irame
Pada contoh berikut, multiplex time Irame dengan kecepatan 19.200 bps (Gambar 12.4) kita akan
mengalokasikan posisi-posisi waktu:
O 1saluran sinkron 9600 bps.
O 2 saluran sinkron 2400 bps.
O 8 saluran sinkron 600 bps.
Saluran dengan kecepatan terendah hanya diberi satu posisi waktu per Irame. Lama (duration)
Irame ditentukan oleh kecepatan terendah dan iumlah bit per posisi waktu. Jika setiap posisi
waktu dikirim 6 bit dan kita memperoleh lama Irame: 6/600 1/100 det (Gambar 12.5)
Tabel 12-1. Jumlah bit per satuan waktu dalam sistem TDM
satu bit data penggabungan bit lalu-lintas start/stop R101
satu karakter penggabungan karakter
satu amplop penggabungan amplop lalu-lintas sinkron
Jika bit data dibungkas dalam amplop 62 dan lama Irame harus tetap pada 1/100 det (karena
kecepatan data yang sesungguhnya harus dipertahankan), maka kecepatan bit total tidak 19.200
bps, melainkan (8/6) x 19.200 25.600 bps. Jika kita ingin meningkatkan kapasitas total 2 x
9600 meniadi 5 x 9600 bps, kecepatan bit total akan meniadi 5/2 x 25.600 64 kbps. Hasilnya
ini sesuai dengan saluran teleIoni PCM (dengan standar X50 CCITT).

6


M
U
X
19200 bps
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
9600 bps
<
2400 bps
600 bps
=

Gambar 12.4 Sebuah contoh multiplexer

11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 2
Nomor saluran
Posisi waktu ( 6 bit data)
Frame (lama 1/100 det
Nomor posisi waktu
9600 bps
2400 bps
{
{
600 bps


Gambar 12. 5 Multiplex time Irame
Rekomendasi X50 sesuai dengan:
O saluran 5 x 9600 bps, atau
O saluran 10 x 4800 bps, atau
O saluran 20 x 2400 bps, atau
O saluran 80 x 600 bps, atau
O kombinasi di atas
di dalam satu saluran 64 kbps.
Misalkan saia kita dapat menumpuk saluran-saluran 2 x 9600, 5 x 4800, 1 x 2400 dan 4 x 600
bps ke dalam saluran 64 kbps dalam time division multiplexing.
7


1 2 1 2 1
3 4 3 4 3 3 2 3 2 3
1 4 1 4 1
1 1 1
2 2 2
1 1 1
4 4 4
DCE
DCE
DTE
DTE
DTE
DTE
DCE
DCE
LC LC
DSC
DSE atau LE DSE atau LE
Jaringan Rangkaian Switching
MuItipIexer MuItipIexer
Time division
switching

Gambar 12.6 Time division multiplexing
Gambar 12.6. menuniukkan tugas Data Switching Exchange (DSE) yang beroperasi pada sistem
Time Division Multiplex. Dalam hal ini, DSE mempertukarkan arus data dengan multiplexer
atau Line Concentrator (LC), kadang-kadang mereka disebut begitu pada basis oktade.
12.3. Jaringan Switching Paket
12.3.1. Introduksi
Dalam iaringan circuit switching, sambungan diantara dua terminal yang saling berkomunikasi
dipertahankan selama keseluruhan iangka waktu panggilan. Jika pesan yang dikirim pendek saia
atau inIormasi itu dipertukarkan dalam pola yang tidak teratur, seperti yang umumnya teriadi
pada sistem tanya/iawab (aplikasi interaktiI), hasilnya adalah eIisiensi pemanIaat ialur meniadi
rendah. Ini menimbulkan gagasan, mungkin iaringan ienis lain akan dapat memanIaatkan media
pengiriman dengan lebih baik. Inilah salah satu Iactor yang mendorong perkembangan iaringan
packet switching. Dalam iaringan ini, media pengiriman dimanIaatkan secara lebih eIisien
dengan cara membagi-bagi satu ialur kebeberapa pemakai. Untuk mendapatkan pembagian yang
terbaik, maka perlu memecah data yang di-rute-kan meniadi paket-paket. Ukuran paket data
(data pemakai) bervariasi antara 16 sampai 1024 byte (oktade), tergantung pada iaringannya.

8


2-4 2-3
1-3
node
node
node
DTE
DTE
DTE DTE
DTE
node tujuan
node sumber
atau node akses
Terminal yang
memanggil
Terminal yang
dipanggil
paket
paket dari DTE 1 ke
DTE 3
1
2
3
4
5
header
paket
data
paket

Gambar 12.7 Switching paket
Setiap paket mempunyai Iormat beader yang ditentukan oleh iaringan (Gambar 12.7). Isi beader
digunakan untuk mengarahkan paket-paket dengan tepat. Namun, pemakai (DTE) lah yang
bertanggung iawab memIormat paket-paket itu dengan beader. Sedangkan pada terminal yang
menggunakan interIace yang menuruti rekomendasi dari CCITT X3, X28 dan X29, Iormat-
Iormat pesan yang ditentukan oleh terminal itu dikonversi meniadi Iormat paket yang diminta
oleh iaringan (Iungsi ini dilaksanakan di node lokal).
Kesimpulannya, arus data dalam iaringan switching paket, tidak seperti di dalam iaringan
switching rangkaian, sebelum dikirim melalui iaringan harus diIormat dahulu meniadi paket-
paket. Dalam iaringan switching paket, para pemakai berkomunikasi secara tidak langsung,
sementara dalam switching rangkaian mereka berkomunikasi secara langsung. Berarti tidak ada
komunikasi end-to-end di antara pemakai (DTE) untuk mengirim paket-paket data melalui
iaringan. Namun demikian, komunikasi end-to-end terdapat di:
9


O Antara terminal yang memanggil dan node sumber (node akses).
O Di dalam iaringan antara node sumber dengan node tuiuan.
O Antara node tuiuan dengan terminal yang dipanggil.
Jaringan switching paket menyediakan rangkaian yang sebenarnya bagi pemakai untuk
pengiriman data. Bagi pemakai, rangkaian yang sebenarnya tampak sebagai sambungan titik-ke-
titik biasa, meskipun dalam kenyataan teknik TDM berarti: rangkaian dipakai sekaligus oleh
banyak pemakai secara bersamaan. Rangkaian yang sebenarnya merupakan basis tingkat 3 X25
(Gambar 12.8)





Tingkat 1
InterIace Iisik dan listrik untuk mengaktiIkan, mempertahankan dan menon-aktiIkan sambungan
antara terminal (DTE) dengan iaringan.
Tingkat 2
Link Access Prosedure untuk pertukaran data. Untuk Iraming, sinkrinisasi dan pelacakan
kesalahan di dalam sambungan (sambungan data) antara DTE dengan node iaringan.
Tingkat 3
Format paket dan prosedur pengontrol. Untuk membentuk rangkaian yang sebenarnya dan
mengirim data antara terminal (DTE) dengan iaringan. Satu kelebihan rangkaian yang
sebenarnya adalah bahwa sistem computer pusat (host) yang hanya mempunyai satu port akses
iaringan Iisik, dapat berkomunikasi dengan banyak terminal iauh secara bersamaan. Berarti satu
rangkaian Iisik dapat digunakan untuk beberapa rangkaian yang sebenarnya. DTE yang dapat
berkomunikasi dengan beberapa DTE lain secara bersama disebut DTE bersaluran banyak.
Pemakai iaringan switching paket mempunyai dua Iasilitas:
10


O Panggilan yang sebenarnya. Pangilan ini sementara membentuk rangkaian yang
sebenarnya antara dua DTE (terminal atau computer). Dengan sendirinya panggilan yang
sebenarnya ini dapat dibandingkan dengan panggilan dalam iaringan switching
rangkaian.
O Rangkaian yang sebenarnya permanen. Rangkaian ini menghubungkan dua DTE secara
permanen melalui rangkaian yang sebenarnya. Dengan sendirinya, rangkaian ini dapat
dibandingkan dengan rangkaian sewaan.
Panggilan sebenarnya dan/atau rangkaian sebenarnya permanen yang dipakai secara
bersamaan membutuhkan saluran logic.Oleh karenanya,setiap panggilan sebenarnya dan
rangkaian sebenarnya permanen diberi nomor kelompok saluran logic (dari 0 sampai
15)dan nomor saluran logic (dari 0 sampai 255).Untuk panggilan sebenarnya,ini diatur
dalam Iase pengaturan panggilan (call set-up).Nomor-nomor untuk rangkaian sebenarnya
permanen diberikan oleh bagian administrasi iaringan, ketika kita dinyatakan sebagai
pelanggan pelayan ini.

Tersedia 4095 saluran logic pada setiap interIace iaringan X25.Tetapi
.kenyataannya,nomor ini tidak mungkin digunakan.Nomor saluran yang sesungguhnya akan
diatur oleh bagian administrasi iaringan ketika kita dinyatakan sebagai pelanggan.Semua paket
X25 memuat identiIikasi nomor saluran logic dalam oktade 1 dan 2.IdentiIikasi ini menuniukkan
saluran logic yang digunakan antara DTE dan iaringan.
Kesimpulan, ada DTE-DTE yang mempunyai lebih dari satu saluran (DTE bersaluran
banyak) dan ada pula DTE yang hanya mempunyai satu saluran (DTE bersaluran
satu).Umumnya yang termasuk kelompok pertama adalah computer aplikasi atau sistem
computer pusat (host), sementara yang tergolong kelompok dua adalah terminal-terminal biasa.

Selain paket-paket data, iaringan iuga mempunyai paket untuk panggilan-panggilan
virtual.Paket ini dipakai untuk membuat dan menghapus rangkaian yang sebenarnya.Rangkaian
yang permanen tidak
Membutuhkan prosedur set-up dan clearing, karena node local sudah tahu dengan tepat saluran
yang harus disambungkan dengan sebuah rangkaian sebenarnya yang permanen (ditetapkan
dengan sistem berlangganan), yaitu ke DTE yang selalu sama. Catatan: rangkaian yang
sebenarnya adalah sepasang logic di antara dua saluran logic.
11



9.3.2 Prosedur untuk Panggilan Virtual
Jika DTE (computer atau terminal) ingin membentuk sambungan dengan DTE lain dan
kemudian menghapus sambungan itu setelah pengiriman data, Iase-Iase berikut harus diikuti:
Ready
Call set-up
Pengiriman data
Call clearing
Ready
Bila tidak ada panggilan atau rangkaian yan sebenarnya untuk sebuah saluran logic, saluran
tersebut akan berada dalam kondisi READY.
Fase call set-up
Bila DTE ingin membentuk sambungan dengan DTE lain, ia akan mengirim paket permintaan
panggilan melalui interIace DTE/DCE tersebut ke node local.Saluran logic yang diseleksi oleh
DTE, kemudian masuk ke kondisi DTEWAITING. Paket permintaan panggilan oleh iaringan
data selama berlangsungnya Iase pengiriman memuat alamat DTE yang akan menerima paket
data. Alamat DTE dapat berupa alamat iaringan DTE, alamat singkatan atau identiIikasi DTE
lain yang telah disetuiui bersama antara DTE dengan iaringan.
Paket PERMINTAAN PANGGILAN harus mengambil saluran logic bernomor paling tinggi
yang sedang berada dalam kondisi READY. Jika terminal yang memanggil boleh
mempertukarkan paket data dengan DTE yang dipanggil, node DTE yang memanggil
menyodorkan paket PERMINTAANPANGGILAN itu ke node DTE yang dipanggil. Node ini
mengirim paket PANGGILAN MASUK ke DTE yang dipanggil melalui interIace DTE/DCE,
guna menuniukkan bahwa ada panggilan untuk DTE itu. Hal ini menyebabkan saluran logic
masuk ke kondisi DCE WAITING. Paket PANGGILAN MASUKmenggunakan saluran logic
bernomor paling rendah yang berada dalam kondisi READY.
Bila terminal yang dipanggil telah dapat mempertukarkan paket data dengan DTEyang
memanggil, ia mengirim paket PANGGILAN DITERIMA ke node local melalui interIace
DTE/DCE.Paket ini akan menentukan saluran logic yang sama dengan yang ditentukan dalam
paket PANGGILAN MASUK. Saluran logic pun masuk ke kondisi PENGIRIMAN DATA. Jika
12


DTE yang dipanggil tidak meniawab panggilan itu dalam waktu 3 menit dengan paket
PANGGILAN DITERIMA, atau iika ia membatalkan panggilan itu dengan PERMINTAAN
CLEAR, Jaringan akan menganggap DTE yang dipanggil telah melakukan kekeliruan prosedur
dan akan membatalkan panggilan bebas dengan prosedur dear. Prosedur ini iuga dilaksanakan
oleh iaringan.
Jika DTE yang dipanggil menerima panggilan itu dengan mengirim paket PANGGILAN
DITERIMA, node local mneruskan paket tersebut ke node local DTE yang memanggil.
Kemudian node ini mengirim paket PANGGILAN TERSAMBUNG ke DTE yang memanggil,
untuk menuniukkan bahwa DTE yang dipanggil telah menerima panggilan tersebut dengan paket
PANGGILAN DITERIMA. Akibatnya, saluran logic yang telah ditentukan masuk ke kondisi
PENGIRIMAN DATA. Saluran logic yang ditentukan dalam paket PANGGILAN
TERSAMBUNG sama dengan yang ditentukan dalam paket PERMINTAAN PANGGILAN.
Saluran logic tidak boleh berada dalam kondisi DTE WAITING lebih dari 200 detik.
Pembentukan sambungan antara dua DTE disebut Iase call set-up dan protokol yang digunakan
adalah protokol end-to-end.

Fase pengiriman data
Kedua saluran kini berada dalam Iase pengiriman data artinya semua persyaratan untuk
melaksanakan pertukaran paket data antara kedua DTE sudah terpenuhi. Tidak seperti Iase call
set-up, pertukaran paket data selama Iase pengiriman data tidak bersiIat end-to-end. Jika DTE
ingin memberitahu kalau paket yang akan dikirim lebih dari satu, ia dapat menggunakan tanda
More Data (bir-M). Jika M1, artinya akan menyusul data berikutnya.
Bit Delivery ConIirmation (konIirmasi pengiriman) (bit-D) dipakai untuk menuniukkan
apakah DTE ingin menerima pemberi tahunan penerimaan paket data dari DTE iauh, yang
bersiIat end-to-end. Paket data ini dikeriakan dengan Nomor Penerimaan Paket atau Packet
Receive Number P(R). Nomor ini penting, terutama iika kita menggunakan Kontrol Arus (Flow
Control).
Selama Iase pengiriman data, serangkaian paket mungkin terdiri dari satu dua kelompok
(tingkat) inIormasi yang berdiri sendiri-sendiri. Jika DTE ingin mengirim data pada lebih dari
satu tingkat, ia dapat menggunakan QualiIier bit (bit-Q). Pada saluran logic, yang dikirim hanya
satu kelompok (tingkat) data, bit-Q selalu 0.

Kontrol arus
13


Jika dua DTE sedang saling mempertukarkan data, bisa teriadi setelah beberapa lama DTE
pengirim bekeria lebih cepat dalam mengirim data daripada DTE penerima yang mengelolahnya.
Kalau demikian halnya, buIIer DTE penerima akan terisi penuh, yang akan mengakibatkan
hilangnya paket-paket data. Jadi, DTE pengirim tidak boleh mengirim paket semaunya. Salah
satu cara pemecahannya adalah dengan menyesuaikan (mengsinkronkan) kecepatan DTE
pengirim dengan DTE penerima, dengan kata lain, DTE penerimalah yang menentukan pada
kecepatan berapa ia ingin menerima paket melalui interIace DTE/DCE. Misalnya, DTE pengirim
tidak diizinkan mengirim paket sebelum ia menerima pemberitahuan dari DTE penerima bahwa
paket sebelumnya telah diterima di sana. Kontrol paket ienis ini disebut direct handshaking.
Direct handshaking tidak dianiurkan, karena mengakibatkan pengiriman paket dan
pemanIaatan media pengirim kurang eIisien. Hal ini timbul karena adanya keterlambatan pulang-
pergi (round-tripdelay), yaitu waktu seiak dikirimnya sebuah paket sampai diterimanya
pemberitahuan bahwa paket tersebut telah diterima. Dengan direct handshaking, tidak mungkin
teriadi overIlow, dan kapasitas buIIer yang ada tidak dimanIaatkan secara eIisien.
Bila kapasitas buIIer mencukupi, DTE pengirim iuga dapat mulai mengirim paket
berikutnya tanpa harus menunggu pemberitahuan penerimaan. Tetapi direct handshaking
memungkinkan arus paket data yang lebih baik, karena tidak ada lagi keterlambatan pulang-
pergi. Jika kapasitas buIIer-nya terbatas, paket yang dikirim terbatas iumlahnya maka
sebelumnya ditentukan dahulu iumlah paket maksimum yang boleh dikirim oleh DTE pengirim.
Jumlah yang diizinkan ini disebut transmit window.
Prosedur dan operasi yang memungkinkan terlaksananya pertukaran paket data secara
eIisien di suatu iaringan data disebut Kontrol Arus atau Flow Control. Kontrol Arus digunakan
baik untuk panggilan bebas maupun rangkaian yang bebas permanen, tetapi hanya mengambil
peranan dalam Iase PENGIRIMAN DATA.
Tiap arah pengiriman paket data di saluran logic dikontrol secara tersendiri.
Kecepatannya selalu ditentukan oleh penerima. Setiap paket data yang dikirim melalui interIace
DTE/DCE mempunyai nomor seri, yang disebut Nomor Urut Pengiriman Paket atau packet send
sequence number P(S). Penomoran paket bisa berupa modulo 8 (penomoran urut dari 0-7) atau
modulo 128 (penomoran urut 0-127). Untuk arah mana pun penomoran ini sama. Paket data yang
pertama-tama dikirim melalui interIace DTE/DCE, tidak perduli dari arah mana, mempunyai
P(S) sama dengan 0 pada waktu saluran baru saia masuk ke kondisi FLOW CONTROL
READY. Untuk setiap saluran logic ditentukan window W yang berlaku bagi kedua arah
transIer. W menuniukkan iumlah nomor paket data P(S) berurutan yang ditransmisikan lewat
interIace DTE/DCE. Nomor seri terendah dalam window ini disebut lower window edge. Ketika
saluran logic baru saia berubah ke kondisi KONTROL ARUS READY, lower window edge pada
14


kedua window 0. Paket data pertama yang tidak boleh dikirim melalui interIace DTE/DCE nilai
P(S)nya sebesar lower window edge plus W.
Jika w 3 dan lower window edge 0, paket dengan P(S) 033 tidak boleh dikirim
karena tidak termasuk dalam window. Jika, misalnya, nomor seri P(S) paket berikutnya yang
akan dikirim oleh node local termasuk dalam window, node local boleh mengirim paket data ke
DTE. Ini tidak teriadi iika nomor serinya berada di luar window.
Setiap paket data memuat nomor urut penerimaan paket atau packet receive sequence
number P(R). Dengan nomor ini penerima mengirim inIormasi begitu paket data dikirim. Jika
P(R) telah dikirim melalui interIace DTE/DCE, nilai lower window edge sama dengan P(R).
Dengan demikian, penerima dapat mengontrol pengiriman paket data melalui interIace
DTE/DCE. Nomor urut penerimaan selalu kurang dari atau sama dengan nomor seri paket data
berikutnya. Artinya DTE atau node local yang mengirim P(R) itu telah menerima semua paket
sampai dengan P(R)-1. Dalan contoh pada gambar 9.18 ini berarti semua paket data sampai
dengan P(S) 1 telah diterima dan lower window edge meniadi 2. Dengan demikian kini DTE
boleh mengirim paket data dengan angka P(S) 3 dan 4.
Selain paket data, Kontrol Arus iuga membedakan antara paket Receive Ready (RR) dengan
Receive Not Ready (RNR). Paket RR dipakai oleh DTE atau node local untuk menuniukkan
bahwa ia siap menerima W paket data yang ada di dalam window mulai dengan nomor seri P(R)
yang dinyatakan dalam paket RR.
Dengan paket RNR, DTE atau node local dapat menberi petuniuk untuk sementara ia
tidak dapat menerima paket data untuk rangkaian bebas tertentu. DTE atau node local yang
menerima paket RNR akan segera menghentikan pengiriman paket data melalui saluran logic
yang ditentukan itu. Window akan di-update dengan nilai P(R) dalam paket RNR. Situasi
Receive Not Ready dibatalkan dengan mengirim paket RR atau menginisiasikan prosedur reset.
Prosedur reset mereset lower window edge untuk rangkaian bebas tertentu ke 0 dan
mengeluarkan semua paket data yang ada di iaringan. Prosedur reset hanya dapat diinisiasi dalam
kondisi PENGIRIMAN DATA. Ada tiga kondisi dalam PENGIRIMAN DATA: KONTROL
ARUS READY, PERMINTAAN RESET DTE, dan INISIASI RESET DCE.
Jika prosedur reset bersiIat end-to-end (belum tentu semua iaringan switching paket
mempunyai siIat ini), ia diinisiasi ketika DCE mengirim paket PERMINTAAN RESET. Paket
ini menentukan saluran logic yang akan ditempatkan dalam kondisi PERMINTAAN RESET
DTE. Kemudian paket PERMINTAAN RESET dikirimkan oleh node local (node sumber) ke
node tuiuan, yang lalu akan mengirim paket INDIKASI RESET ke DTE, guna menuiukkan
saluran logic dan alas an diadakan reset. Ini menyebabkan saluran logic masuk ke kondisi
INDIKASI RESET DCE dalam kondisi ini node local mengabaikan data, paket RR dan RNR.
13


Pada saat saluran logic dalam kondisi INDIKASI RESET DCE dan menerima prosedur reset,
DTE mengirim paket KONFIRMASI RESET DTEke node local, yang menyebabkan saluran
logic beralih ke kondisi KONTROL ARUS READY. Node local mengirim paket KONFIRMASI
RESET DTE ke node sumber, yang akan mengirim paket KONFIRMASI RESET DCE ke DTE.
Ini menyebabkan saluran logic berubah ke kondisi KONTROL ARUS READY.
Fase call clearing
Jika pengiriman sudah selesai dan rangkaian yang sebenarnya tidak diperlukan lagi, rangkaian
itu bisa dihapus dengan prosedur clearing. Langkah pertama adalah mengirim paket
PERMINTAAN CLEAR ke node local melalui interIace DTE/DCE. Saluran logic akan masuk
ke kondisi PEMINTAAN CLEAR DTE. Bila node local telah siap menghapus saluran logic,
node mengirim paket KONFIRMASI CLEAR DTE (menuniukkan saluran logicnya) ke DTE
melalui interIace DTE/DCE. Kemudian, saluran masuk ke kondisi READY.
Pada iaringan-iaringan tertentu, KONFIRIMASI CLEAR bersiIat end-to-end. Dalam hal ini,
mula-mula paket PERMINTAAN CLEAR dituniukkan ke node local yang akan tersambung
dengan DTE yang lain. Node ini akan meneruskan permintaan clear ke DTE dengan mengirim
paket INDIKASI CLEAR ke DTE melalaui interIace DTE/DCE. Saluran logic pun masuk ke
kondisi INDIKASI CLEAR DCE. DTE menanggapinya dengan paket KONFIRMASI CLEAR
DTE yang dikirim ke node local melalui interIace DTE/DCE. Saluran logic beralih ke kondisi
READY. Paket KONFIRMASI CLEAR DCE dikirim melalui iaringan ke node local yang
tersambung ke DTE yang mengeluarkan paket PERMINTAAN CLEAR. Kemudian node ini
mengirim paket KONFIRMASI CLEAR DCE melalui interIace DTE/DCE, dengan
menuniukkan saluran logic yang akan dihapus. Maka, saluran logic kembali ke kondisi READY.
Saluran logic tiidak boleh berada dalam kondisi PERMINTAAN CLEAR DTE selama lebih dari
3 menit.
Paket-paket yang dipertukarkan selama Iase PENGHAPUSAN PAKET disebut paket call
clearing. Proses clearing bersiIat end-to-end, tidak selalu berlaku di semua iaringan switching
paket.
Jika ada panggilan yang tidak dapat diproses, node local akan mengirim paket INDIKASI
CLEAR ke DTE yang memanggil melalui interIace DTE/DCE, dengan menyebut kembali
saluran logic yang telah disebut di dalam paket PERMINTAAN PANGGILAN. Alasan
penghapusan umumnya dinyatakan oleh kode 8-bit di Iield alasan clearing paket INDIKASI
CLEAR. Rangkaian yang bebas permanen tidak membutuhkan Iase call setup dan clearing
(pembentukan dan panghapusan panggilan).

16


9.3.3. Jaringan Switching Paket
Orang yang pertama kali mengembangkan teknik packet switching adalah Paul Baran. Ia
mempunyai gagasan untuk mengirim blok-blok data beralamat secara eksplisit melalaui iaringan
data ala iala dalam kecepatan tinggi dan dalam waktu relatiI singkat. Gagasan bar dikembangkan
oleh Donald Davies, yang iuga memperkenalkan istilah switching paket. Pada tahun 1970 Davies
mengembangkan iaringan packet switching in-plant yang dipasang di Laboratorium Fisika
Nasional (National Physical Laboratories, NPL) di Inggris. Jaringan switching paket pemula
yang lain adalah iaringan ARPA di Amerika Serikat (1973). Jaringan itu terdiri dari 50
komputer, call hosts, yang dapat saling memanIaatkan pelayanan mereka masing-masing melalui
iaringan switching paket.
Ciri-ciri utama packet switching adalah:
1. Jaringan harus bertipe iala yang dapat dengan cepat mengirim inIormasi dalam bentuk paket
dari sumber ke tuiuan berdasarkan basis Switching Simpan dan Teruskan`. Format paket
ditentukan dengan tepat, paniangnya tidak boleh lebih suatu nilai pun dari yang telah ditentukan
sebelumnya.
2. Penyesuaian berbagai ciri-ciri teknis dari setiap terminal teriadi di periIeri iaringan, sehingga,
iika ada, hanya sedikit perbedaan yang dapt terlihat di antara terminal-terminal.
Gambar 9.27 menuniukkan sebuah contoh iaringan switching paket. Di tengah adalah iaringan
transit: tugas terpentingnya meneruskan paket-paket. Jaringan transit terdiri dari node-node.
Node-node ini saling tersambung dengan rangkaian trunk, masing-masing dengan kapasitas 64
kbps. Tugas-tugas node adalah:
-Melaksanakan prosedur sambungan data di rangkaian yang bersangkutan
-Menganalisa alamat tuiuan, sehingga mereka dapat menentukan tempat paket harus
meninggalkan iaringan transit itu.
-Dari alamat tuiuan ditentukan yang harus dipilih (routing) rangkaian trunk keluar.
Setiap node mempunyai tabel routing yang menuniukkan rangkaian keluar yang mana
yang harus digunakan untuk mencapai berbagai alamat tuiuan. Jika tabel routing tidak dilengkapi
dan diperbarui, routing-nya disebut routing static. Jika routing tersebut dilengkapi dan
diperbarui, routing-nya disebut routing dinamik. Dalam routing static, kandungan table tidak
penah disesuaikan dengan perubahan, seperti misalnya kesalahan yang teriadi pada rangkaian
trunk tertentu atau perubahan yang teriadi pada pola lalu-lintas. Sedangkan pada routing
17


dinamik, ada penyesuaian-penyesuaian. Pada keadaan tertentu, dalam routing dapat tersedia
piihan kedua (routing alternatiI).Macam-macam routing:
1. Routing tetap rutenya selalu sama
2. Routing alternatiI rute pengganti iika sewaktu-waktu timbul kegagalan.
3. Routing adaptiI rutenya disesuaikan dengan beban di sambungan tertentu.
Lingkaran berikutnya adalah Local Data Switching Centres (LDSC,pusat switching data
local),yang harus melaksanakan seiumlah tugas. Yang pertama ialah memelihara administrasi
semua alamat dan cirri-ciri pemakai akhir yang tersambung ke iaringan local yang besangkutan
secara terinci. Mungkin saia teriadi perubahan urutan paket di iaringan transit, maka penting
sekali untuk mendeteksi perubahan ini dan melakukan koreksi sebelum paket disampaikan ke
tuiuannya. LDSC-lah yang melakukan tugas ini. Ia iuga bertugas mencegah teriadinya overload
pada iaringan transit (control arus).
Di lingkaran ketiga kita lihat terminal dengan orientasi paket (PT). Terminal-terminal ini
dapat mempertukarkan paket melalui iaringan packet switching sesuai dengan protokol yang
berlaku. Dalam rekomendasi CCITT X1 PT ini disebut DTE dalam modus paket. Dan terminal
tersebut dapat berupa computer aplikasi atau terminal inteliien.
Di luar iaringan kita menemukan terminal-terminal yang berorientasi pada karakter.
Terminal ini tidak dapat menialankan protokol dengan orientasi paket. Mereka termasuk dalam
kategori terminal sinkron atau start/stop. Agar terminal-terminal ini sesuai dengan interIace yang
berorientasi pada paket itu, mereka disambung ke computer terminal atau Cluster Controller.
Dengan demikian, memungkinkan konversi interIace karakter ke interIace paket. Menurut
CCITT, nama Terminal Computer itu adalah Packet Assembler/Disassembler (PAD). Terminal
start/stop dikenal sebagai DTE dalam modus start/stop`. Tentu saia DTE yang beroperasi dalam
modus sinkron dapat pula disambung ke Terminal Computer.
Istilah node, Local Data Switching Centre, terminal dengan orientasi paket data dan
Terminal Komputer tak lain hanyalah sebutan Iungsional belaka; pada kenyataannya beberapa
Iungsi dapat diimplementasikan pada satu sistem computer. Kemungkinan kombinasinya
mencakup:
Node LDSC.
Node LDSC TC
18


Switching paket itu berdasarkan prinsip Simpan dan Teruskan`, setiap paket ditempatkan pada
buIIer memory sebelum dikirim kembali ke titik berikutnya di dalam iaringan. Ini berarti
iaringan switching paket memungkinkan:
1. Dikonversikannya kecepatan, prosedur dan kode.
2. Dilacak dan dikoreksinya kesalahan pengiriman.
3. Diarahkannya kembali paket-paket.
Karena rendahnya keterlambatan pengiriman (kurang dari satu detik) dalam iaringan switching
paket, lalu-lintas berupa pembicaraan atau lalu-lintas yang interaktiI dapat dilaksanakan dalam
iaringan ini.

Terminal dengan orientasi paket
Pemakai dapat menggunakan protokol end-to-end dengan keterbatasan sedikit mungkin. Hal ini
penting dan paling cocok dikeriakakan dengan kapasitas datagram. Datagram adalah paket yang
dapat dikirim secara terpisah dari paket-paket oleh iaringan; iaringan memandang paket-paket
yang ditawarkan ini berdiri sendiri, dan memperlakukan mereka sebagaimana mestinya. Berarti
iaringan tidak mempunyai komitmen terhadap iaringan end-to-end mana pun.
CCITT belum terlalau setuiu dengan pandangan ini. Menurut CCITT, interIace paket ke
iaringan switching paket umum harus sedemikian rupa, sehingga pemakai tidak mungkin
menyebabkan iaringan yang overload. Kepenuhan ini timbul bila paket ditawarkan ke iaringan
dalam kecepatan berlebihan, sehingga di pihak tuiuan tidak meninggalkan iaringan dalam
kecepatan yang sama. Untuk mencegah teriadinya hal ini, iaringan harus dapat mengontrol arus
paket, baik di titik entry iaringan maupun di titik exit, tempat paket meniggalkan iaringan.
Metode pengontrolan lalu-lintas di iaringan ini disebut control arus, dan dapat
dilaksanakan dengan bantuan rangkaian bebas yang menggunakan protokol rangkaian bebas
yang bersangkutan. Rangkaian ini menawarkan Iasilitas pertukaran paket dua arah secara
bergantian. Urutan pengiriman paket ditentukan iaringan. Kecepatan penerimaan paket oleh
iaringan dikontrol di titik exit sesuai dengan harus paket yang telah diterima sebelumnya.
Dengan adanya mekanisme memungkinkan penyesuaian antara kecepatan paket yang ditawarkan
sistem computer atau terminal ke iaringan, dengan kecepatan maksimum penerimaan paket oleh
sistem computer atau terminal penerima.
Masalah ini mendapat perhatian penuh di dalam rekomendasi CCITT X25. Rekomendasi
ini membedakan protokol ke dalam 2 tingkatan:
19


1. Data Link Protocol atau Accesc Link Protocol (LAP)
2. Paket Protokol
Link Access Protocol (X25 tingkat 2) berurusan dengan pengiriman data Iisik dari DTE
(terminal atau sistem computer) melalui DCE ke LDSC (Local Data Switching Centre) dan
sebaliknya. Untuk protokol,yang pengaruhnya hanya bersiIat local tersebut, dipilih sebuah subset
High Level Data Link Procedure (HDLC). Protokol ini memungkinkan, misalnya, terdeteksi dan
sekaligus mengoreksi kesalahan yang teriadi selama pengiriman data (kesalahan pengiriman).
Di atas Link Access Protocol terdapat Packet Protocol (X25 tingkat 3) yang dipakai
untuk rangkaian bebas yang dikenal oleh iaringan dan pemakai. Setiap paket didahului LinK
Header (LH) yang ditutup dengan Link Trailer (LT). Yang terakhir ini terutama berIungsi untuk
melacak kesalahan pengiriman, dan kegunaannya berhubungan dengan Link Header untuk Link
Access Protocol. Packet header, yang muncul setelah Link Header, dipakai untuk Packet
Protocol yang diterapkan dalam rangkaian bebas.
Sebagai contoh, kita akan melihat dua DTE dengan modus paket yang satu sama lain
tersambungan melalui sebuah iaringan. DTE-nya dapat berupa terminal inteliien atau computer
aplikasi. DTE-DTE itu tersambung ke Local Data Switching Centre melalui sambungan data.
Contoh pada Gambar 9.31 menggambarkan semua LDSC yang terpadu dengan node-node-nya.
Kesatuan Iisik yang terbentuk dengan cara ini disebut Nodes 1 to 4.
Link Access Protocol meyakinkan terlaksananya pengiriman Irame HDLC yang benar
dan melacak adanya kesalahan di dalam Irame-Irame itu. Jika ditemukan kesalahan, maka Irame
harus mengirimnya kembali. Sambungan data dapat terdiri dari beberapa saluran logic.
Pengiriman data dalam saluran logic dapat teriadi pada tingkat paket dengan dua arah. Di dalam
Packet Header disediakan satu Iield untuk menuniukkan saluran logiknya. Saluran ligic antara
DTE dan node LDSC (dalam contoh node 1) berupa sambungan satu-satu (one-to-one).
Jika kita melihat Gambar 9.31 dengan lebih teliti, ternyata pada DTE-A dan DTE-C
terdapat rangkaian bebas antara saluran 11 dan saluran logic 32. Pada saat DTE-A mengirim
paket data ke iaringan melalui logic 11, paket data meninggalkan iaringan dengan urutan yang
sama pada waktu dikirim ke DTE-C melalui saluran logic 32.
Singkatnya, Packet Protocol meyakinkan pembentukan dan penghapusan rangkaian
bebas, dan iuga control arus. Penangan setiap saluran terpisah. InIormasi lebih laniut mengenai
pembentukan dan penghapusan rangkaian bebas.
Dari segi tuiuan, pemakai dan iaringan dapat mengontrol kecepatan arus paket di masing-
masing saluran logic secara terpisah. Begitu rangkaian bebas terbentuk, inIormasi alamat untuk
20


Packet Header tidak diperlukan lagi, karena iaringan sudah tahu saluran-saluran logic mana
yang tersambung satu sama lain. LSDC sumber (tempat diberikan paket) akan menambahkan
sendiri inIormasi alamat itu. Pada waktu memberikan paket ke iaringan, DTE harus
memperhatikan aturan-aturan control harus. Jika di lain pihak, DTE menerima paket dari
iaringan, ia berhak menunda pengiriman itu. Dan yang tidak kalah penting ialah iaringan harus
menentukan limit iumlah paket dalam rangkaian bebas. Misalnya, maksimun 8 paket. Jaringan
iuga dapat menolak PERMINTAAN PANGGILAN baru untuk membuat rangkaian bebas.
Selain itu, untuk setiap rangkaian bebas iuga harus tersedia seimlah buIIer paket.
Kesimpulannya, Link Access Protocol hanya penting antara pemakai (DTE) dan iaringan, dan
tidak penting secara end-to-end.
Packet Protocol iuga mempunyai siIat end-to-end terhadap iaringan, tetapi terhadap
pemakai tidak. Jaringan meyakinkan bahwa semua bit dalam Iield data, atau Iield data paket-
paket data yang berurutan, akan disampaikan ke tuiuan dengan urutan yang sama (secara
transparan).

Terminal dengan orientasi karakter
Jika terminal yang tidak mempunyai Packet Protocol disambung ke iaringan switching paket, ada
beberapa langkah pencegahan yang harus diambil. Untuk menyambung terminal dengan
orientasi karakter (DTE dengan modus start/stop) ke iaringan switching paket, kita harus
menggunakan Packet Assembler/Dissambler (PAD). Unit ini meyakinkan adaptasi interIace
terminal ke interIace paket yang dibutuhkan iaringan. Dalam hai ini PAD mempunyai empat
protokol yang berbeda-beda:
1. Link access protocol (LAP), rekomendasi X25.
2. Packet protocol (PP), rekomendasi X25.
3. Modus Karakter DTE/Protokol PAD (KKP), rekomendasi X28.
4. PAD/Protokol Mode Paket DTE (PPP), rekomendasi X29.
Jika DTE merupakan sistem computer tanpa interIace paket, PAD dapat meniadi bagian
dari Front End Processor (FEP). Dalam hal ini, komunikasi data diambil alih oleh FEP dari
sistem computer.
Link Access Protocol (LAP) dan Packet Protocol (PP) diielaskan dalam rekomendasi
CCITT X25. Dengan protokol-protokol ini, rangkaian yang sebenarnya antara A dan B dibentuk,
dipelihara dan dihapus.
21


Untuk komunikasi antara proses aplikasi di dalam DTE modus paket dengan proses yang
berorientasi pada karakter di dalam PAD, dibutuhkan protokol yang terpisah. Protokol ini disebut
protokol PAD/Packet Mode DTE dan diielaskan dalam rekomendasi CCITT X29. Dalam
konteks ini, dibutuhkan prosedur khusus untuk mengolah paket, tergantung pada proses aplikasi
dan tipe terminal-nya. Dalam konteks diciptakan konsep terminal bebas. Terminal bebas adalah
representasi logic bentuk Iisik terminal start/stop.
Terminal bebas memungkinkan proses-proses aplikasi berkomunikasi dengan segala
macam terminal, tetapi proses-proses tersebut sama sekali tidak mengetahui cirri dan detil
terminal.
Dalam modus karakter, protokol DTE/PAD digunakan untuk pengiriman data antara
DTE dan PAD di kedua arah. Protokol ini diielaskan dalam rekomendasi CCITT X28.
9.3.4. Contoh Jaringan Switching Paket
Pada bagian ini akan di ielaskan iaringan switching paket yang menawarkan pemakai,
kemungkinan memperoleh akses ke iaringan:
1. Melalui iaringan telepon umum.
2. Melalui iaringan telex umum.
3. Melalui ialur sewaan.
Node iaringan transit bertipe iala tersambung satu sama lain dengan dua rangkaian utama,
masing-masing berkapasitas 72.000 bps.
Sebuah PAD dipasang diantara iaringan telepon umum dan iaringan switching paket.
Tugas utamanya adalah mengkonversi interIace yang ditentukan terminal ke interIace paket yang
diminta (X25). Kemungkinan-kemungkinan kecepatan di iaringan telepon adalah 110, 150, 200,
300, 600 dan 1200bps.
Catatan: di dalam iaringan ini, DCE tidak digambarkan.
Seperti pada iaringan telepon umum, di antara iaringan telex umum dan iaringan
switching paket terdapat sebuah PAD, yang mengkonversi interIace iaringan telex dengan
orientasi karakter itu meniadi interIace paket. Jaringan telex hanya dapat dilalui kecepatan 50
bps.
22


Kemungkinan terakhir adalah menyambung terminal (terminal atau sistem computer) ke
iaringan packet switching melalui ialur sewaan. Ada dua kelompok DTE yang dapat disambung
melalui ialur sewaan:
O DTE dengan interIace X25 (interIace paket)
O DTE yang tidak mempunyai interIace X25. DTE-DTE ini membutuhkan Iasilitas
PAD
Kecepatan di ialur sewaan tersebut dapat mencapai 9600 bps.
Para pelanggan telex dan telepon dapat berkomunikasi dengan pemakai iaringan packet
switching dengan dua cara:
O Melalui Universal Access Port (UAP), yang memungkinkan sambungan dengan semua
pemakai di iaringan switching paket. Namun ada dua nomor yang harus diseleksi (di-
dial). Nomor pertama untuk mungakses iaringan telepon atau telex, nomor kedua untuk
mengakases pemakai yang diminta (mirip dengan Iase pembentukan panggilan).
Sambungan-sambungan ini diklasiIikasikan sebagai panggilan sebenarnya (virtual).
O Melalui Fixed Access Port (FAP). Begitu sambungan telepon atau telex terbentuk, secara
otomatis pelanggan disambung ke DTE (pemakai) yang port aksesnya telah dialokasikan.
Sambungan ini diklasiIikasikan sebagai rangkaian bebas permanen.
Sistem computer pusat yang bekeria sama dengan banyak terminal sehingga
menimbulkan lalu-lintas data yang padat, dapat mempunyai sambungan yang berialur
banyak di iaringan. Komputer tersambung ke node local dengan kelompok ialur yang
terdiri dari dua ialur atau lebih.